Harta Karun Pengasuhan by Ayahanda Risman Musa 

Harta Karun Pengasuhan

Kenangan indah adalah suatu rezeki yang luar biasa. Nyaman dihati dan tenang dalam pikiran.

Kenangan yang bagaimana yang nikmatnya berjangka lama tsb? Tentu kenangan yang positif. Kenangan yang dibuat bersama dengan sengaja. Kenangan karena kebersamaan yang dilalui dengan bahagia.

Kenangan yang saya ingin bagi ini adalah pengalaman pribadi. Dan pengalaman beberapa teman yang saya rasa  pantas kita kutip disini.

“Saya selalu menyempatkan diri mengantarkan anak saya sekolah. TIdak saya serahkan sama sopir. Karena waktu bersama anak2 itu tidak lama”, demikian kata seorang kawan saya anggota DPR  sekian tahun yang lalu. “Waktu kita bersama mereka sangat pendek” lanjutnya .”Kalau mereka menjelang atau sudah remaja, mereka sudah tidak mau lagi kita antar kesekolah”.

Malah ada anak teman saya pingin sekolah ditempat yang jauh. Supaya lama dia bersama dengan teman2nya.
Dunia mereka berobah cepat sekali.. kadang2 kita tidak menyadarinya. Tau2 sudah beranjak besar dan bahkan sudah tidak mau dan punya banyak alasan bila kita ajak bepergian dengan keluarga.
Saya masih teringat beberapa kenangan manis dengan anak anak kami, waktu mereka masih kecil.
Putri kami yang sulung, sangat manja. Takut ketemu orang baru dikenal.. Hobinya waktu kecil adalah naik lift dipertokoan dekat kami tinggal. Saking hobinya naik lift, kami pernah terkunci tidak bisa keluar dalam lift, untung tidak lama. Kalau kami bepergian dan harus naik lift, sampai dia SD kelas tinggi, dialah yang harus menekan tombol lift, tidak boleh yang lain..

Sejak kecil entah kenapa, dia sangat  penjijik.Semua harus bersih. Kalau turun tangga dia tidak mau pegang teralis tangga, katanya: “Sudah dipegang banyak orang, kotor!” Sehingga kalau naik prosotan di Monas (waktu itu ada prosotan dan arena permainan lain disana) dia juga tidak mau memegang dengan telapak tangannya tapi dengan bagian punggung  tangannya.  Karena prosotan itu berpasir, dia jijik  kalau terpegang pasir itu dan minta di lap lebih dahulu… Kami ber dua, selalu berusaha seminggu sekali minimal membawanya bermain ke Monas. Setelah kehadiran adiknya minimal saya sendiri bermain berdua dengannya.
Putri kami yang kedua lain lagi. Kalau bepergian paaaling senang bertanya dengan kata2: “Masih jauh ayah?”. Jawaban yang paling dia suka adalah: ”Jauuuuuuuh sekaliiii…. !!” kata jauh itu harus diucapkan dengan berirama dan panjaang. Lantas dia tersenyum puas dengan jawaban itu dan bertahan untuk tidak bertanya lagi sampai   tiga puluh menit kemudian. Setelah itu dia bertanya lagi..dan lagi dan lagi sampai ketujuan.

Waktu masuk sekolah pertama di seuah Taman Kanak Kanak kali di Honolulu, Hawaii tangisnya luar biasa. Sehingga tidak tahan kita untuk tidak menunggunya. Tapi karena setiap kali begitu, gurunya meyakinkan kami bahwa dia akan baik2 saja kalau bapak ibu tidak dilihatnya lagi disekitarnya, dan ibunya meninggalkannya dengan air mata iba..
Putri kami ini  suka sekali bertanya  tentang apa saja dan non stop. Kami berusaha menjawab, kadang sudah sekenanya.Kalau sudah benr benar lelah ibunya akan bilang : “Cukup dulu ya bertanyanya, mama capek dulu!”
Putri kami yang ketiga, kalau diantarkan kesekolah sejak TK sampai SD senang duduk distang sepeda. Dengan tugas memberikan tanda dengan tangan kalau mau belok, dan mengatakan :”Kiri!´ atau “Kanan!”, padahal jalanan komplek sepi sekali. Tapi dia dengan setia menjulurkan tangannya kekanan atau kekiri. Sekolahnya ‘Fine View Elementary School’  memang tidak jauh dengan tempat kami tinggal; Alumni Village, Tallahassee, Florida, jadi tak melelahkan benar bila diantar dengan sepeda. Diapun tidak mau kalau diantar dengan mobil.. Saya pun menikmatinya.
Pada suatu kali gurunya ingin bicara dengan kami. Berdebar juga hati ini, ada apa gerangan. Gurunya mengatakan:”Sudah lama saya  jadi guru, baru kali ini saya  dikritik oleh anak bapak tentang posisi meja, lokasi lemari dan  benda2 dalam kelas, karena menurut  dia posisi itu tidak menarik!”. Menurut guru ini, keberanian itu luar biasa dan tolong dibina untuk dia dapat mengeluarkan pendapat yang sehat”. Wah.. untung di Amerika, saya tidak membayangkan kalau itu terjadi di negeri sendiri…
Sekarang anak kami yang sulung sudah punya anak menjelang remaja. Putri kami kedua sudah punya tiga anak. Masing masing mereka, alhamdulillah mengantar jemput anak anak mereka sendiri.

Putri bungsu kami sudah tinggal nun jauh ditanah suci : Madinah al Munawwarah. Tapi kenangan demi kenangan yang kami lalui bersama mereka itu abadi dalam ingatan kami, semoga  juga dalam ingatan mereka.

Kenangan manis ini diperlukan mereka sebagai pengalaman menyenangkan yang tidak terlupakan. Bagian dan kebahagiaan mereka, yang waktu itu alhamdulillah jauh dari resah dan gundah.
Ternyata kenangan manis dengan anak2 kita tersebut seperti tulisan dalam prasasti. Umurnya lama dan tidak mudah hilang. Kenangan dengan mereka adalah kenangan yang menyenangkan kalau diingat.

Ternyata, hubungan kita dengan mereka yang hangat dan ikhlas tersebut, menarik dan sangat menyenangkan kalau diungkit kembali.

“Saya tidak pernah lupa, kata istri saya dalam suatu ceramahnya di kediaman Konsul Jenderal RI di  Sydney pertengahan November 2016 yl. “ Supaya kantor Konsultan saya bisa berjalan di awal awal berdirinya,suami saya membelikan mesin fax dan membayar gaji staf saya tiap bulan” katanya sambil tersendat tidak bisa menahan rasa harunya.
Nah, kenangan manis itu sebagian besar bisa kita ciptakan dengan kebersamaan dan kehangatan dalam keluarga. Masing2 kita punya kenangan manis dengan anak2 kita.

Kawan kawan dlam grup ini yang sudah jadi kakek nenek pasti juga tidak kurang pengalaman manisnya dengan para anak dan  cucu tercinta.
Ayo kita berpacu dengan waktu untuk menciptakan kenangan manis yang tidak terlupakan baik oleh kita maupun anak anak  kita. Kenangan manis inilah “harta karun” pengasuhan yang sebenarnya.

Ia akan terpatri dalam sanubari kehidupan  kita dan keluarga yang selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan. Menjadi bagian yang selalu memang manis untuk dikenang dan abadi dalam pemikiran.

Bila anda tua  nanti seperti kami, waktu yang sekarang terasa sangat padat, tergesa2, berat dan panjang, akan terasa sangat pendek..pendek sekali.
Berjuanglah untuk menimbun harta karun Pengasuhan….

Selamat berjuang
Bekasi, Minggu pagi 27 November 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s