Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah (Matrikulasi Sesi#3)

Diskusi Materi Matrikulasi Institu Ibu Profesional Batch#2 Sesi #3

Tanggal 1 November 2016

Fasilitator                 : Septi Peni Wulandani

Ketua Kelas              : Nesri Baidani

Koord. Mingguan     : Sri Wahyuningrum

👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦💑💑💑👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦👨‍👩‍👧‍👦

👨‍👩‍👦‍👦 MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH👨‍👩‍👧‍👧

“ Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya  menuju peran peradabannya ”

Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.

Maka tugas utama kita sebagai pembangun  peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.

Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “ misi spesifiknya ”, tugas kita memahami kehendakNya.

Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “ peran spesifik keluarga” kita di muka bumi ini.

Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.

Darimana kita harus memulainya?

🙋 PRA NIKAH

Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:

a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?

b. Adakah yang membuat anda bahagia?

c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam’ sampai sekarang?

d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?

Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.

Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.

Karena,

ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA  KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK

👨‍👩‍👧‍👧 NIKAH

Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sbb:

🍀Pertama temukan potensi unik kita dan suami, coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda? Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya? Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?

🍀Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki? Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?

🍀Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita? Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?

🍀Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini. Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita disini? Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?

Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “ misi pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.

👩‍👧‍👧 ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)

Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.

a.       Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?

b.      Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?

c.       Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?

Setelah ketiga pertanyaan tambahan  di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.

Karena,

IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD

Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak

Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa  potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.

Karena

Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang

Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.

Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan

Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
SUMBER BACAAN

Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013

Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016

Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015

Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016

______________________________________

Q&A NHW3

1⃣ Assalamu’alaikum wrwb..

Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “misi spesifiknya”, tugas kita memahami kehendakNya.

👆🏻maaf ibu, kalau pertanyaan saya ecek2 banget..

Bagaimana cara kita memahami kehendakNya?

-finny bogor-

A : Mbak Finny, cara memahami kehendakNya adalah membaca tanda-tanda cintaNya yang diberikan ke kita selama ini. Apakah kita menyadarinya bahwa DIA sudah banyak memberikan banyak tanda-tanda cinta ke kita, sehingga kita paham maksud DIA menciptakan kita? atau kita menganggapnya biasa-biasa saja, sehingga tidak membuat berpikir banyak?

Point-point yang saya berikan di materi #3 ini adalah sedikit dari banyak clue yang bisa kita jawab bersama. perlahan-perlahan saya pandu di program matrikulasi ini✅
2⃣ Mohon maaf ibu, saat ini saya sedang berjuang untuk meyakinkan saya bahwa tdk terpisah antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, sebagai marketing freelance yg biasa offline, sulit membawa anak2 , saat saya memutuskan untuk stop, argo kebutuhan keluarga terus berjalan dan jd problem baru, apakah reset lg keputusan saya atau bagaimana bu?

-endah semarang-

A : Mbak Endah yang sedang berjuang, hal yg perlu kita yakini adalah

Rejeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari

kadang kita sibuk mengejar sesuatu yang sudah pasti, yaitu rejeki, dan melupakan hal-hal yg harus dicari yaitu kemuliaan

Nah, coba sekarang mbak endah luangkan waktu sesaat untuk menjawab satu persatu pertanyaan di atas, untuk menemukan diri.

Jangan pernah takut akan rizqi mbak…

Karena setiap amanah yg dititipkan ke kita, sudah satu paket dengan rizqinya✅
3⃣ Assalamualaikum bu septi,yg saya rindukan..(😍kangen berat sm ibu)

1. Saya blm begitu memahami ttg

-mksd dari”adakah yang membuat anda”sakit hati”/dendam”sampai skrg?

Apakah menceritakan kenangan sedih masa lalu kita saat kecil,itu termasuk dendam/luka masa kecil, yg tidak kita sadari?walaupun cerita itu tanpa nada emosi,atau marah dan kita menceritak hanya dengan org terdekat kita,contoh pasangan kita..

2. jika msh ada luka masa kexil yang tidak kita sadari,terbawa saat mendidik ank2,bagaimana cara menanganinya?apakah ada therpy khusus  yg harus kita jalani,atau konseling khusus dengan ahlinya?

Trimaksih..sekian pertanyaan dari saya

Dila-pati

A: mbak Dila yg baik, cerita masa kecil yg menyedihkan, itu adalah proses mengalirkan rasa, selama dengan orang yg tepat.

Apakah ketika menceritakan hal tsb ada emosi yg mengikutinya atau perasaan yg menyayat?

Kalau tidak, artinya mbak sdh menerima kondisi masa lalu tsb.

Setelah itu lihat orangtua mbak dila, apakah saat ini mbak dila memaafkan segala salah dan khilaf orangtua saat mendidik kita waktu kecil?

Kalau semua mbak dila sdh jawab “iya” artinya mbak sudah selesai dg masa lalu.

Tinggal sekarang memberikan yg terbaik unt anak-anak kita, tanpa membawa saat -saat sedih di masa kecil mbak dila ke dunia anak-anak✅

4⃣Prima-IIP Malang

Assalamualaikum bu Septi. Bagaimana membangun peradaban keluarga dalam kasus masih tinggal bersama orang tua/mertua? Dengan tidak ada pilihan untuk tinggal terpisah. Adakalanya dalam mendidik, ibu seakan jadi monster dan mbah jd power rangers. Bagaimana agar kita tetap bebas membangun karakter anak tanpa tekanan, tanpa ba bi bu nya orang ketiga, tanpa statement negatif?

A: Mbak Prima, wa’alaykumsalam wr.wb  kunci utama ketika kita masih jadi satu dengan orangtua adalah komunikasi

Libatkan orangtua/mertua menjadi satu team dg kita, berikan mereka peran khusus yg bisa dikerjakan.

Kemudian bicarakan dengan suami, bahwa ring 1 yg harus kita bangun adalah keluarga inti plus ortu kita.

Makin kreatif dg solusi, mbak prima akan makin menemukan peran peradaban mbak di muka bumi ini

Karena yg memiliki tantangan hidup seperti mbak prima itu banyak, tidak hanya mbak sendirian.

Kalau mbak prima bisa menyelesaikannya, maka memang peran mbak prima di ranah tsb✅
5⃣Assalamualaikum bu septi, dalam peran sebagai ibu bagaimana cara kita menerapkan prinsip keadilan pada anak, agar mereka selalu merasa orang tua memberikan kasih sayang yang sama? Sehingga saat dewasa nanti mereka selalu bisa akur dan tidak ada rasa iri karena ada yg lebih disayang?

(Putri sy usia 8thn dan 5thn)

Tika _IIP Karawang

A:  Wa’alaykumsalam wr.wb. Mbak Tika, adil itu tidak harus sama. Sehingga kalau ada hal-hal yg kita perlu memberi perhatian ke salah satunya, perlu dibicarakan terlebih dahulu ke salah satu anak kita.

Misal

“Kak, ini adik baru saja sakit, maka ibu ijin selama beberapa hari ini, fokus ke adik dulu ya”

Perlu hati-hati, agar sikap kita tidak jadi luka anak-anak kelak✅
6⃣ Ibu Septi yang baik, sebelumnya terima kasih atas sharing ilmu-ilmunya.👍🏻😊

Setelah membaca materi #3 ini ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan, yaitu:

1. Tentang Selesai dengan masa lalu, apakah artinya melupakan masa lalu?

Menurut saya, masa lalu itu tidak perlu dilupakan namun diterima. Dan selanjutnya berusaha/belajar untuk semakin baik di masa sekarang juga di masa akan datang.

Dengan perasaan menerima masa lalu, maka selanjutnya tidak akan timbul lagi dendam/sakit hati dengan masa lalu.

Justru rasa “menerima” inilah yang perlu ditumbuhkan.

2. “Berjalan di jalanNya maka peluang akan menghampiri..”

sy melihatnya..ini sangat luas cakupannya. Tentang berjalan dijalanNya,

Saya mengartikannya, setiap langkah kita di dunia ini didasarkan pada ibadah, apakah demikian ibu?

Mohon penjelasannya lebih spesifik ttg berjalan di jalanNya Dan Contohnya seperti apa (beserta peluang yang dimaksud)?

3.”…antara pekerjaan, berkarya, dan mendidik anak bukanlah sesuatu yang terpisahkan…”

Sangat setuju sekali Bu Septi…namun adakalanya kita dihadapkan dengan prioritas mana dulu yang didahulukan….adakah saran/trik ataupun kunci sukses agar kita bisa pas menentukan skala prioritasnya.

Terima kasih atas penjelasan dari Ibu Septi.💐😊

Dwi indah – bandung

A: Teh Dwi Indah yg baik,

a. Air tidak pernah kembali ke hulu, peristiwapun tidak, memaafkan hanyalah menutup agar ia tidak diingat kembali.

Harapannya dengan “memaafkan” masa lalu dengan setulus hati kita, kita bisa “menerima” segala kondisi tsb. Tidak lagi mengungkit-ungkit, dan apabila disentil, tidak ada emosi yg menyertainya

b.Berjalan di jalanNya adalah dimana kita memahami maksud Allah menciptakan diri kita, menjalankan peran kita di muka bumi ini sesuai dengan kehendakNya.

Contoh ketika saya memahami peran hidup saya adalah di ranah pendidikan keluarga dan komunitas, maka segala godaan peran lain tidak akan pernah saya ambil, misal di dunia politik, birokrasi dll. Meskipun sangat menarik.

Selama ini saya rasakan dunia pendidikan keluarga dan komunitas tidak pernah membuat saya “lelah” meski urusannya tidak selalu mudah.

Dan rejeki ternyata selalu mengikuti kemanapun kita menjalankan peran tsb dg sungguh-sungguh ✅
7⃣ Ibu Septi yang baik,

Ketika saya masih single, Ibu saya selalu berulang-ulang berpesan, wanita harus bisa mencari nafkah sendiri dan mandiri, jangan pernah bergantung kepada suami. Masalah Anak dan RT bisa mencari pembantu, dari kecil sampai mau menikah saya tidak pernah menyentuh pekerjaan rumah maupun dapur. Sehingga mind set mulai terbentuk dan mengarah kepada calon pasangan yang harusnya bisa melengkapi kekurangan diri dalam mencari Rezeki.

Alhamdulillah , Allah menemukan saya dengan pasangan hidup yang memang benar-benar melengkapi saya, dan sangat ideal ketika belum punya anak.

Challenge pun mulai muncul ketika punya anak , pasangan hidup saya tidak bisa melengkapi untuk kebutuhan yang berkaitan dengan anak dan RT. Sedangkan peran saya saya sangat dibutuhkan dalam kegiatan usaha kami, karena kelebihan saya adalah kekurangan suami. Seringkali kami mencoba me-non aktifkan saya dengan hire karywaan dan hasilnya selalu tidak bagus.

Akhirnya saya aktif kembali dengan konsekuensi , kehidupan seperti roller coaster ,semua berkejaran

Butuh saran dan masukan Bu, di 1 sisi saya selalu merasa bersalah karena tidak bisa sepenuh hati menunaikan kewajiban saya ebagai seorang wanita yang bertanggung jawab pada RT dan anak, 1 sisi saya juga bertanggung jawab terhadap amanah pekerjaan , dimana saya pikir ini jihad saya untuk keluarga dan membantu ortu saya dan saya sangat bersyukur untuk hal ini.

-unknown-

A: Bunda, saya dulu juga mendapatkan pesan yg sama ketika masih gadis

Ibu saya single parent sejak saya usia 8 th.

Sehingga ibu selalu berpesan “harus jadi perempuan mandiri, berpenghasilan, tidak bergantung pada suami”

Mindset terbangun, tetapi di satu sisi saya selalu terngiang-ngiang masa kecil saya, sedih banget ketika pulang sekolah, ingin banget curhat dg ibu, tapi harus nunggu malam, karena ibu baru pulang kerja dan kuliah malam hari.

Akhirnya hal itulah yg memicu saya bahwa saya harus mandiri finansial tanpa harus meninggalkan anak-anak saya.

Maka sebisa mungkin sebelum anak-anak memasuki usia 12 th. Ajaklah selalu bersama ibu atau ayahnya. Libatkan mereka, sehingga kebutuhan kasih sayang terhadap kehadiran diri kita terpenuhi.

Apalagi kalau kita buka usaha sendiri, pasti kita bisa mengaturnya.

Kalau harus bekerja dengan org lain, maka didiklah asisten rumah tangga yg bisa mendampingi anak dengan baik, dengan segala konsekuensi yg akan bunda terima✅
8⃣ 1. Assalamualaikum

Maaf pertanyaan yg sma

Bagaimana cara kita memahami kehendak Nya?

2. Bagaimana berdamai dengan masa lalu dengan baik? Ada beberapa cara mendidik orang tua saya yang kadang masih membekas sampai sekarang. Saya sudah berusaha berdamai. Dan saya berusaha memahami bahwa bukan maksud orang tua untuk menyakiti hati saya waktu itu. Tapi jika suasana hati saya sedang tidak enak, kemarahan dan kejengkelan masa lalu masih terbawa. Saya takut, cara itu terbawa ketika saya mendidik anak..

Mkasiiii..😘😘😘
-wayan bekasi-

A: mbak wayan pertanyaan pertama sdh saya jawab ya di atas.

Pertanyaan kedua, datanglah ke orangtua anda apabila masih ada, peluk beliau berdua, sebagai visualisasi bahwa kita benar-benar sdh menerima segala kondisi masa lalu.

Seringlah berbuat baik untuk mereka, untuk mengganti rasa sakit/dendam masa lalu yg pernah ada.

Kemudian hindari masa-masa dimana kita dalam posisi marah yg memuncak ke anak.

Karena kalau kita belym selesai dg masa lalu, dalam kondisi tertekan, pasti kita akan melakukan perbuatan yg pernah dilakukan orangtua kita ke kita jaman kecil dulu, meskipun diri kita sendiri sangat tidak menyukainya.

Maka ujilah, kalau dalam kondisi tertekan kita bisa mengendalikan diri kita, insya Allah masa lalu sudah bisa kita terima dengan baik✅
9⃣ Assalammu’alaikum, bu septi. Sy memiliki kenangan masa kecil yg kurang membahagiakan dg ibu. Kami 2 bersaudara. Sy dan adik laki2 dengan jarak usia sktr 6 th. Ibu memperlakukan kami dg berbeda. Dan sy berada di perlakuan yg tdk sy harapkan. 2-3 thn belakangan, sy sdh mulai memaafkan & menganggapnya sbg ketidaktahuan beliau, bukan krn sengaja. sy bertekad utk tidak mengulangi kesalahan itu kpd anak2 kami. Namun, mengapa ketika sy berkaca ada bbrp sifat ibu yg tdk sy suka, ada pada diri sy..? baik secara sadar atau tidak. Kadang sifat itu muncul. Apakah ini berarti sy belum ‘memaafkan’ beliau? apa yang harus sy lakukan bu? mohon sarannya. Terima kasih.

-unknown bogor-
A : 9⃣wa’alaykumsalam, apabila dalam keseharian mendidik anak masih muncul sifat/sikap ibu yg dulu tidak kita sukai muncul, berarti kita memang belum selesai dengan masa lalu kita.

Banyaklah bersedekah untuk ibu mbak, dan sering-seringlah mendoakan beliau,

Terima kondisi masa lalu mbak, kemudian maafkan ibu dan perbanyak perbuatan baik untuk beliau✅
🔟Assalamualaikum.

Bu Septi,

Pernikahan saya memasuki tahun ke4, dari beberapa informasi yg saya dapat tahun ke 3-5 pernikahan masuk dalam babak yg penuh ujian. Bagaimana kiat menjaga komunikasi agar tetap efektif dan produktif dg pasangan dan tidak menjadikan anak sbg korban?

Jika keluarga sudah memiliki bisi dan.misi, bagaimana agar tetap dalam koridor yg sudah kami gambarkan? Mengingat tantangan semakin besar dan khawatir idealisme kami luntur. Terimakasih banyak Bu
Putri-Malang

A: 1⃣0⃣ mbak putri yg baik, wa’alaykumsalam wr.wb masing -masing keluarga punya masa badai, maka perlu diamati periodiknya apakah 3 th an, 5 th an atau 7 th an, masing2 beda.

Kalau sudah kita pahami akan datangnya masa badai, maka kita perlu bersiap-siap.

amati lagi siapa yg sedang diuji, misal suami yg tahun ini selalu uring-uringan tanpa suatu kejelasan, maka kita yg sadar harus bisa menjadi penyejuk hari, bukan justru menjadi bahan bakarnya.

Perbanyak ngobrol bersama agar FoR ( Frame of Reference) dan FoE ( Frame of Experience ) kita dan suami sama.✅
1⃣1⃣Sblm menikah, saya merasa tdk ada luka yg begitu serius d hati saya. Sya rasa bisa memaafkan smua kekhilafan orgtua saya. Tapi stlh menikah dan punya anak, sya merasa ada yg blum selesai pada masa lalu saya. Srngkali saya melakukan : sesuatu yang saya tidak sukai dri Ibu saya, terhadap anak saya.

Cntohnya: saya tdk suka dibilang jangan lelet/ lamban oleh ibu saya dulu. Trkdang scara tdk sadar saya suka mengungkapkan hal yg sma pada anak saya. Padahal saya tahu, anak saya tdk akan suka diburu2. Sperti saya tdk suka diburu2 oleh ibu saya dulu.

Bgaimana caranya agar saya bisa sepenuhnya “sembuh” dri “luka” itu Bu? Terimkasih.

Shofi_IIP Bandung

A: 1⃣1⃣teh shofi, pertanyaan teteh hampir sama dg pertanyaan di atas ya✅
1⃣2⃣Bu Septi yg baik, dlam materi yg ibu sampaikan ada pernyataan “orang yang belum selesai dengan masa lalu nya, akan menyisakan banyak luka ketika mendidik anak nya kelak.

Yg ingin saya tanyakn, jika kita memang memiliki unfinished bisnis, dan sdh terlanjur dipilih dan diberi kepercayaan oleh sang Maha pemberi amanah, apa yg sebaik nya dilakukan? Harus kah kita menemui ahli untuk membantu kita lepas dr masa lalu? Hatur nuhun pisan ibu Septi 😊😊

-Heny bekasi-

A: 1⃣2⃣ Yang bisa menyelesaikan masa lalu kita hanyalah diri kita dan Allah. Maka saran saya jangan pernah curhat sama manusia, curhatlah dengan Allah, karena DIA lah yg paling paham dengan diri kita✅

1⃣3⃣Assalamualaikum.

Mba, saya attik iip bekasi.

Mau titip pertanyaan.

Bagaimana cara untuk mengetahui & menggali potensi unik diri kita?

Terimakasih

A: 1⃣3⃣ mbak atik, untuk menemukan potensi unik kita, silakan amati aktivitas apa saja yg membuat kita Enjoy, Easy dan Excellent…maka silakan di list kemudian uritkan prioritasnya✅
1⃣4⃣Wiwik W_iip bandung

Setiap kita sebagian besar mungkin pernah mengalami trauma akibat pengasuhan ortu. Bagaimana cara ibu untuk menyembuhkan trauma tsb agar tidak diulangi ke anak?

Tugas orangtua adalah menjaga fitrah anak. Bagaimana jika fitrah si orangtua sendiri yang rusak, apakah bisa diperbaiki, bagamana caranya?

A: teh Wik, hanya dengan menerima kondisi dan memaafkan orangtua kita, trauma itu akan hilang.

Kembalikab fitrah kita sebagai orangtua, maka fitrah anak akan terjaga insya Allah✅
1⃣5⃣Assalamualaikum wr wb

Bu Septi ….

1. Bagaimana cara membantu pasangan agar lebih mudah mengungkapkan harapan atau perasaan dalam bentuk verbal? Biasanya sering àmewakilkan/ mengambilnya dr link2 tulisan seseorang,…

2. karena kurang terbiasa “diskusi, mengungkapkan pendapat dan dialog diantara anggota keluarga”, apa saja yg bisa kita usahakan utk mencairkannya?

Terimakasih
-vaya bandung-

A: mbak Vaya, carilah suasana seperti apa yg semua anggora keluarga kita merasa enjoy, maka ciptakan family forum dg cara yg disukai seluruh anggota keluaega.

Insya Allah suamipun makin terbuka cara mengalurkan rasanya✅

________________________________________________________________________

Tambahan materi buat para bunda yang beragama Islam, ada panduan di Alqur’an sebenarnya untuk “berdamai dengan masa lalu”yg disebut tazkiyatunnafs sbb:

Tazkiyatunnafs adalah bahasa alQuran untuk mentherapy secara alamiah dan fitriyah apa apa yang menyebabkan kita berperilaku buruk. Tiada cara yang baik dan mengakar kecuali memperbaiki jiwa sebelum memperbaiki fikiran dan amal.

Belum pernah ada surat di dalam alQuran dimana Allah bersumpah begitu banyak, sampai 11 kali, kecuali untuk pensucian jiwa “sungguh beruntung mereka yang mensucikan jiwanya” (surat asSyams).

Warisan pengasuhan masa lalu dalam dunia psikolog sering disebut Inner Child, kadang sehebat apapun ilmu parenting atau psikologi yang kita pahami, tetap saja di tataran praktis yang kita pakai adalah apa yang pernah kita alami ketika kecil. Misalnya, kita tahu membentak dan menjewer itu buruk, namun ketika kekesalan memuncak maka hilang semua pemahaman, yang ada lagi lagi membentak dan menjewer.

Ada terapinya untuk ini, namun sebaiknya kita menggunakan jalur alamiah dan syar’i yaitu Tazkiyatunnafs, atau pensucian jiwa. Ini perlu waktu, perlu momen, perlu keberanian utk keluar dari zona nyaman dan instan.

AlQuran juga mengingatkan bahwa sebelum ta’lim maka penting untuk tazkiyah lebih dulu. Dalam prakteknya paralel saja, karena begitu kita berniat sungguh2 mendidk anak sesuai fitrahnya maka sesungguhnya kita sedang tanpa sadar mengembalikan fitrah kita atau sedang tazkiyatunnafs

Dalam buku tarbiyah Ruhiyah, pensucian jiwa itu bisa dilakukan dengan 5 M

1. Mu’ahadah -mengingat ingat kembali perjanjian kita kepada Allah. Baik syahadah, maksud penciptaan, misi pernikahan, doa doa ketika ingin dikaruniai anak, menyadari potensi2 fitrah dstnya

2. Muroqobah – mendekat kepada Allah agar diberikan qoulan sadida, yaitu ucapan dan tutur yang indah berkesan mendalam, idea dan gagasan yang bernas dalam mendidik, sikap dan tindakan yang pantas diteladani.  Allahlah pada hakekatnya Murobby anak anak kita, karena Allahlah yang memahami fitrah anak anak kita. Maka kedekatan dengan Allah adalah agar hikmah hikmah mendidik langsung diberikan Allah untuk anak anak kita melalui diri kita.

3. Muhasabah – mengevaluasi terus menerus agar semakin sempurna dan sejalan dengan fitrah dan kitabullah, bukan obsesi nafsu dan orientasi materialisme

4. Mu’aqobah – menghukum diri jika tidak konsisten dengan hukuman yang membuat semakin bersemangat dan semakin konsisten untuk tidak melalaikan amanah

5. Mujahadah – sungguh sungguh menempuh jalan sukses (fitrah) dengan konsisten, membuat perencanaan dan ukuran2 nya

(Hasil Diskusi dengan Ustadz Harry Santosa dan Ustdz Aad seputar “tazkiyatunnafs)

● NICE HOMEWORK #3 ●

📚MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 📚

Bunda, setelah kita belajar tentang “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah” maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

🙋Pra Nikah

a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”

b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.

c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda?adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa  anda dihadirkan di lingkungan ini?

👨‍👩‍👦‍👦Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

👩‍👧‍👧Orangtua Tunggal (Single Parent)

Bagi anda yang saat ini sedang mendidik anak-anak anda sendirian tanpa kehadiran pasangan hidup kita

a. Buatlah “Tanda Penghormatan’, dengan satu dua kalimat tentang sisi baik “ayah dari anak-anak kita” sehingga dia layak dipilih Allah menjadi ayah bagi anak kita, meskipun saat ini kita tidak lagi bersamanya.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan  potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak anda, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasiaNya  sehingga kita diberi ujian tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yg kita miliki.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Setelah menjawab pertanyaan – pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya “peran spesifik keluarga” anda di muka bumi ini.

Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.
Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/


 

Edit dengan apl Dokumen

Membuat penyesuaian, memberi komentar, dan berbagi dengan yang lain agar dapat mengedit secara bersamaan.

 

LAIN KALIGUNAKAN APLIKASI




 

Review NHW #3

 

Review NHW #3

Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Fasilitator : Septi Peni Wulandani

Ketua Kelas : Nares

Kordi Mingguan : Ningrum

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

Kalau kamu ingin berbincang-bincang dg DIA, maka temuilah DIA dengan caramu,  Tetapi apabila kamu ingin mendengar DIA berbicara, memahami apa kehendakNya padamu, maka IQRA’, bacalah semua tanda cintaNya untuk kita, mulai dari surat cintaNya sampai dengan orang-orang dan lingkungan di sekeliling kita

Apa yang sudah teman-teman lakukan di proses nice homework #3  ini adalah proses IQRA'( membaca).

Dimulai dari membuat surat cinta. Mengapa harus membuat surat cinta? karena bagaimana anda bisa merasakan surat cintaNya, kalau anda sendiri tidak pernah menghargai betapa beratnya menuliskan sebait demi sebait surat cinta untuk kekasih anda.

Dan kita semua belajar bagaimana melihat respon, surat cinta yang disampaikan dengan hati, kadang tidak pernah berharap apapun, mulai dari dicuekin, meski tanda centang sudah berubah warna biru 😀 sampai dengan surat cinta balasan suami yang ditulis di wall FB yang membuat hati makin mengharu biru.😍

Demikianlah Sang Maha Pemberi Cinta, kadang memberi tanpa meminta. Surat cinta sudah dikirim, waktu pertemuan sudah ditentukan, candle light dg hidangan istimewa di sepertiga malam terakhir sudah disiapkan, tapi kita kekasihnya tetap dingin dengan seribu satu alasan.

Tetapi DIA tetap mencintai kita, tanpa Pamrih.

Menyitir puisi Sapadi Djoko Damono,

aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Maka tetaplah alirkan cinta kepada pasangan anda, anak-anak anda, jangan pernah berhenti, seberapapun menyakitkannya balasan yang anda terima.

Terima kasih untuk kebesaran hati teman-teman mempercayakan grup ini untuk menerima aliran rasa anda.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

“Kemudian mulailah dengan melihat dua fase ini.”Kalimat ini yang perlu teman-teman pahami dari hari ke hari”

Pahamilah bahwa semua menginginkan ‘keberadaan’ anda, anda diciptakan dengan tidak sia-sia.”

“Maka bersungguh-sungguhlah dalam menjaga “amanah” yang sudah diberikan dengan sepenuh cinta untuk kita.”

[Inilah VISI HIDUP kita semua dalam membangun peradaban, terlalu berat apabila dikerjakan sendiri-sendiri, maka kerjakanlah dengan misi spesifik kita masing-masing.

Jangan pernah bandingkan diri anda/anak anda/keluarga anda dengan diri/anak/keluarga lain. Tapi bandingkanlah dengan diri/anak/keluarga anda sendiri. Apa perbedaan anda hari ini dengan perbedaan anda satu tahun yang lalu.

Kuncinya bukan pada seberapa banyak harta yang kita miliki, melainkan seberapa BERSUNGGUH_SUNGGUH nya kita dalam menjalankan MISI HIDUP kita”

 WhatsApp Image 2016-11-07 at 09.06.36.jpeg

WhatsApp Image 2016-11-07 at 09.06.49.jpeg

WhatsApp Image 2016-11-07 at 09.07.10.jpeg

WhatsApp Image 2016-11-07 at 09.07.19.jpeg

WhatsApp Image 2016-11-07 at 09.07.19 (1).jpeg

WhatsApp Image 2016-11-07 at 09.16.23.jpeg

 Diskusi Review Materi

1⃣ prima – malang

Bunda Septi, kalau untuk mengetahui potensi kekuatan anak mulai dari usia berapa ya? Usia si kecil saya masih 15 bulan, senengnya macem-macem, tp bosennya juga cepet. 🙈

➡Bunda Prima, tugas kita adalah MENEMANI anak-anak tersebut dari mulai dalam rahim sampai aqil baligh.  Maka  tidak ada patokan mulai usia berapa anak akan terlihat potensi kekuatannya. Semakin aktif kita menemani anak-anak, akan semakin paham kita, bahwa anak-anak memiliki “titik ledak” potensi kekuatannya masing-masing. Mengapa kadang kita tidak percaya kepada kemampuan kita  sebagai orangtua yangmampu  melihat potensi anak kita? Karena kita tidak pernah MENEMANInya dengan berbekal ilmu. Sehingga sekedar hadir saja. Ketika saat-saat harusnya anak ini harus menemukan potensi kekuatannya, maka kita panik. Sehingga mencari semua yang serba instan. Pakai alatlah, pakai ahli yang harus berbayar mahal, ikut pelatihan sana sini dan lain-lain.  Maka yakin ya mbak dengan kemampuan yang terinstall di diri kita sebagai orangtua yang diberi amanah.✅

2⃣etty – sulsel

Alhamdulillah sdh dpt ikatan dg suami utk kmbali ke niat dan tujuan awal pernikahan. Selanjutnya berproses meraih  setengah agama lainx dg ketaqwaan.

Saat bikin nhw 3 ini bener2 takjub spt membaca buku rahasia Allah ttg anak2. Apa yg mjd potensi kekuatan mereka tergambar, ga sabar ingin kutunjukkan ke suami spy segera merumuskan kurikulum utk mereka.

Sayang, sy tdk terlalu paham dg potensi suami, sy hnya tahu apa yg ia rasakan.

Bagaimana ya bu spy suami menemukan potensi uniknya ?

Apa sy sekedar bertanya saja. Sempat beliau bertanya apakah beda potensi dg passion ?

Scr pribadi insyaa Allah sy sdh membaca peran sy dan sdh sy utarakan dg suami. Alhamdulillah ada titik temu pertama.

Mohon pencerahannya 😇

➡Mbak Etty, selamat ya mbak, saya ikut senang. Untuk suami, mudah mbak. Kalau Mbak Etty dan anak-anak sudah berubah, biasanya Allah akan membolak balikkan hati suami kita untuk segera ikut berproses.  Potensi itu sesuatu yang kita miliki, tapi masih belum terlihat. Sedangkan ppassion itu adalah minat. Silakan mencari aktivitas-aktivitas dimana suami dan anak-anak sama-sama memiliki minat di bidang yang sama. Nanti lama-lama akan ketemu✅

3⃣ Liya – Sulsel

bunda septi. Saya mau tanya. Surat cinta kemarin saya tidak bisa sampaikan ke suami. Entah kenapa ada gap pada pola komunikasi kami. Bagi saya beliau sdh menjadi suami yang sempurna. Tapi trnyata mnjadi tekanan bagi diri sendiri. Krn merasa harus sesempurna beliau sebagai istri dan ibu. Bagaimana mengatasi perasaan terbebani spt ini?

➡Bunda , ini tandanya Percaya Diri kita sedang turun. Tolong tanya ke suami, tentang PR kita di NHW #2 kemarin. Istri seperti apa yang membuat suami kita bahagia. Apakah kita bisa meraihnya setahap demi setahap  dan menjadi indikator di checklist profesionalisme perempuan kita?

Setelah itu buatlah forum ngobrol santai sebanyak mungkin dengan suami, sehingga bahan obrolan antara anda dan suami bisa nyambung.✅

4⃣ Hani haerunnisa

Begitu banyak aral melintang dalam hampir sepanjang kehidupan yang saya jalani. Hingga memaksa saya berhenti dalam satu masa terendah dimana saya tidak sanggup mengatasinya lagi. Yang kemudian saya jalani terus dengan hampa dan tak tentu arah. Begitu deras gunjingan, penghakiman, vonis bahwa saya seorang yang ‘gagal’ dan ‘tidak mungkin’ sukses dalam hidup. Membuat saya seringkali menyangsikan karunia² yang Allah anugerahkan pada saya. Tertatih-tatih berusaha meraih kembali kewarasan diri. Hamdalah, Allah perkenankan saya kembali sedikit waras dan bangkit.

Bukan dua-tiga kali saya berusaha Muhasabah diri, introspeksi. Tapi saat ada pemicu yang memunculkan kembali luka lama, sering dengan mudah saya terhanyut dalam rasa sakit dan berat kembali pada kesadaran bahwa itu semua telah berlalu dan tak dapat diperbaiki lagi.

Saya ingin kembali menjadi pribadi yang penuh dengan keceriaan, kasih sayang, keikhlasan, penuh harapan, semangat, ambisi yang positif. Saya ingin kembali menjadi wanita yang tangguh serta lebih dewasa. Saya ingin menjadi manusia yang bermanfaat.

Harus bagaimana lagi saya menyembuhkan luka batin serta mengatasi rasa takut dan perasaan gagal ini, agar saya tidak lagi menyakiti orang-orang yang saya cintai dan kasihi hanya karena trauma yang tak kunjung hilang..

Hani-Tangsel

➡Mbak Hani yang baik, alirkan rasa itu mbak jangan pernah dibendung. Penerima aliran rasa yang paling dahsyat itu adalah DIA yang memberikan soal ujian hidup ke kita. Maka tumpahkan semua rasa di sepertiga malam. Setelah itu maafkan hamba-hambaNya yang telah melukai mbak. Banyaklah berbuat baik / bersedekah untuk mereka yang sudah pernah menyakiti mbak henny. Sehingga mbak terhindar dari perbuatan yang secara “tidak sengaja” menyakiti orang-orang yang mbak Henni sayangi.✅

5⃣Assalamu’alaikum warahmatullah..

ibu Septi yang dirahmati Allah..

Jika tantangan yang saya hadapi menguras kepercayaan diri saya,  apa yang harus saya lakukan ibu? 😢

➡There is NO PROBLEM , CHALLENGE

Apabila tantangan yang mbak hadapi menguras rasa percaya diri, artinya ada sisi lain yang sedang dinaikkan oleh Allah. Silakan cari dulu mbak, tantangan ini membuat mbak makin kuat dimana? Karena Allah pasti akan menguji hambaNya, sesuai dengan kemampuannya. Sehingga kita harus FOKUS pada kekuatan yang sedang diuji, dan bisa mensiasati kelemahan-kelemahan yang kita lihat atau rasakan.

Silakan dilihat mbak, selama mendapatkan ujian ini, sisi hidup bagian mana yang mengalami kekuatan yang luar biasa, maka disitulah kita harus bersyukur✅

6⃣Bunda Septi, dalam membangun peradaban kehidupan kami, alhamdulillah berjalan nyaman dan selaras.. akan tetapi terkadang masih ada intervensi dari luar yang sangat kuat yang tidak selalu sejalan dengan apa yang ada dalam rencana kami bersama.. bagaimana mengatasi hal ini bunda? dimana intervensi tersebut muncul dari orang yang kami hormati dan cintai, yaitu orang tua.

➡ Bunda, ketika kita sudah membangun rumah tangga, maka Ridho Allah bergantung pada Ridho Suami. Ketika kita menjadi anak dulu, ridho Allah bergantung pada ridho Orangtua. Maka lihatlah prioritas ini. Posisi kita ada dimana sekarang.

Kalau posisi kita sebagai istri, maka prioritas pertama adalah satu kata dengan suami selama suami mengajak  kepada kebaikan. Setelah itu bersama-sama berbuat baik ke orangtua kita yang tidak satu paham dengan kita, sampai orangtua kita ridho. Jangan pernah membantah orangtua kita, nanti justru makin tidak ridho, yang perlu dikuatkan sekarang adalah “teruslah mengalirkan cinta” ke orangtua kita meski sepahit apapun yang anda terima✅

Seperti siklus ridho yang pernah saya sharekan dulu

WhatsApp Image 2016-11-07 at 21.17.43.jpeg

WhatsApp Image 2016-11-07 at 21.17.54.jpeg

7. Etty- sulsel

Berarti membantu menemukan potensi suami  bisa diulik dari kisah2 suksesnya dari kecil sampai sekarang ya bu ?

→ betul mbak, minta suami mengingat-ingat apa aktivitas saat kecil dulu yang paling membuatnya bahagia. biasanya jalan hidup tidak beda jauh dengan kondisi bahagia waktu itu.

Contoh, dulu saya paling suka main guru-guruan. Setelah SMA tergoda dengan gengsi, bahwa yang keren itu yang kuliah di bidang eksakta, tehnik dll. Sehingga ketika dapat beasiswa di IKIP saya nggak mau. pengin ke jurusan lain. Eh ternyata jalan hidup saya sekarang di dunia pendidikan. Rasa bahagia di kelas saat ii, sama bahagianya dengan saya waktu main jadi guru-guruan dulu…. ini hanya contoh yang saya alami.

8. Nurul Muhsina

Jazaakillaah bu Septi..🙏🏽

🙋🏽 Bagaimana y memberi pengertian pd suami supaya berkontribusi dlm pekerjaan domestik+mengurus anak? Karena maindsetnya kewajiban suami mencari nafkah dan istri harus melayani suami+anak [keluarganya seperti itu].

→ Mbak Nurul, tidak perlu diberi pengertian, diberi peran saja. masukkan suami dalam game keluarga yang mbak susun. Misal pekan kamar mandi bersih, tawarkan siapa yang akan jadi jendral toilet, kemudian ajak seluruh anggota keluarga berperan termasuk suami. Makin kreatif dala mengelola rumah tangga ya mbak. Cara tidak hanya tunggal

9. Dita – Bandung

Bagaimana menjembatani komunikasi suami dg anak laki2 yg sama2 tdk terbuka satu sama lain. Pdhl keduanya sering bareng ke masjid atau mabit. Tp kl obrolan sdh mulai serius ttg rencana ke depan yg terjadi malah merengut duan2nya. Sy yg mencoba membantu jd kena marah dua2nya 😅

→ heheheh teh, hari lahirnya sama kali ya hehehe. Berarti jangan dipaksakan teh, mulailah ajak suami untuk belajar mendengarkan suara anak laki-laki kita. Karena suami pernah jadi anak laki-laki, sedangkan anak laki-laki kita belum pernah jadi bapak. Shg akan lebih mudah membawa suami ke dunia anak-anak. Setelah itu teh dita harus jadi moderator cantik diantara mereka, sampai mereka berdua akhirnya jadi sohib satu sam lain.

Yang paling tok cer lagi adalah biarkan mereka berdua safar  jarak jauh hanya berduaan. Disanalah akan terjadi interaksi batin yang luar biasa

🙋🏽Yg satu selasa, satu senin bu 😁

Safar berdua, terakhir 2010 😅…sy sering menganjurkan ini tp blm jg diterima. Sy coba lagi, mungkin caranya msh salah.

Jazakillah khairan bu Septi 😘

→ pahami karakter mereka berdua, dan cari apa yang komplemen, nah buatlah event khusus untuk melatih karakter komplemen diantara keduanya

10. Nurul Muhsina

Anaknya masih 2thn bu.. Apa sudah bisa? Saya memang gk Kreatif sepertinya.. 😥

→ Kalau anak masih 2 tahun, ajak suami kita jadi satu team bermain bersama dalam mengelola pekerjaan rumah. Ingat kita ini semua homoludens ( makhluk yang suka bermain). Jadikanlah kehidupan sehari-hari kita ini selayaknya kita sedang bermain, jadi penuh energi.

11. Tika – Tasikmalaya

Bu septi bagaimana cara membagi tugas dg anak2, agar mereka mulai mandiri dan memiliki tanggung jawab, seperti terhadap mainan dan keperluan sekolahnya atw membantu hal2 kecik d rmh?

→ belajarlah gamification mbak, membuat aturan-aturan di game dalam kegiatan non game.  Jadi anak-anak itu akan menjalankan aktivitas mereka karena dalam lingkaran game, bukan karena tugas dari ibu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s