Warna Warni dari Masa Kecil by Ayah Risman Musa

​Warna warni dari  masa kecil
Umumnya, kenangan masa kecil selalu indah bagi siapa saja, termasuk bagi  Presiden Obama yang dalam berbagai kesempatan beliau berpidato menyinggung tentang kenangan masa kecilnya di Indonesia, yang mungkin bagi pendengar di beberapa bagian di Amerika tidak begitu mengenal dimana 

Indonesia.

“ Saya teringat waktu saya masih kecil hidup di Indonesia selama empat tahun, ibu saya membacakan kalimat pertama dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika…”.

Para ahli mengatakan tujuan hidup manusia itu diwarnai oleh memorinya waktu seseorang itu masih kecil, buktinya apa yang terjadi pada Presiden Obama. Obama mengakui bahwa jalan hidupnya banyak diwarnai oleh usaha ibunya  dan filosopi hidup yang diajarkan oleh bapaknya.

ibunya memperkenalkan pada Obama lewat bacaan dan cerita  bahwa semua  manusia memiliki  kesamaan hak  dalam mencapai kebahagiaan hidup. Inilah salah satu hal yang  telah menginspirasinya untuk berjuang meraih kedudukan paling tinggi di negerinya : Presiden Amerika!

Contoh lain adalah apa yang disampaikan oleh Presiden Obama dalam salah satu sambutannya  ditahun 2010 ketika beliau melakukan kunjungan ke negaraan ke Indonesia, beliau menceritakan kenangan manisnya sekitar 40 tahun yang lalu ketika mengendarai becak, bemo serta  membeli dan  makan  sate.  
Selain itu,  para ahli juga mengatakan bahwa kenangan masa kecil itu berfungsi dalam menentukan identitas diri dan berperan dalam menentukan arah kehidupan seseorang nantinya.

Kalau anak dengan jelas dapat menerangkan kenangan masa kecilnya biasanya juga dapat  mewujudkan keahlian yang mengandung hal yang sama dengan apa yang pernah dialaminya sewaktu kecil. Misalnya waktu kecil ikut atau membantu orang tuanya bertani, maka  bisa saja pengalamannya itu  akan mempengaruhi atau mengilhaminya kemudian menjadi peternak ikan. Dan tidak sulit baginya untuk terbiasa dan menjalani kehidupan yang  mandiri.
Kalau dari kecil anak diajak bersama orang tuanya untuk berdagang, maka akan  ada kecenderungan  kalau dia sudah besar, berdagang menjadi bagian dari hidupnya, walapun dia berprofesi lain tapi  dagang bisa saja menjadi  kegiatan sambilan yang tidak bisa ditinggalkannya.

Begitu juga halnya kalau orang tua sering membacakan dongeng sebelum tidur, atau kegiatan kebersamaan lain  yang dapat menjadikan anak menghargai arti kehangatan dari sebuah keluarga, maka insha Allah ketika mereka menjadi orang tua, mereka  dan akan mengulang melakukannya bersama keluarganya pula. 
Begitulah pentingnya mewujudkan kehangatan sebuah keluarga, dan mengisi kehidupan masa kecil anak dan cucu dengan kenangan manis.
Disisi lain, tak bisa kita hindari bahwa  nasib dan jalan hidup orang beda beda, sehingga  warna masa kecil seseorang tidak semuanya indah. Karenanya tidak sedikit pula orang memiliki masa kecil yang kelam, pedih dan bahkan sangat menyakitkan. Sebagaimana halnya dengan kenangan manis, maka  goresan kepedihan dan pengalaman kelam yang menimbulkan trauma itu  juga sering muncrat bahkan bisa muncul dalam bentuk kebiasaan yang tidak mampu dikendalikan oleh seseorang walaupun dia menyadari dan menyesali keburukan dari apa yang  dilakukannya itu.

Apa yang paling menyedihkan dalam hal ini adalah, kebiasaan dan pengalaman buruk itu sebagaimana juga pengalaman dan kebiasaan yang menyenangkan tak sengaja mewarnai kehidupan seseorang dan juga  diturun temurunkan. Sejarah, mau tak mau berulang. Naudhubillah.
Itulah mengapa, diusia kami  yang makin senja sekarang ini kami  bermaksud semaksimal mungkin ingin membantu memberi warna bagi kehidupan cucu cucu kami dengan kenangan positif. Disamping tentunya ada kenikmatan dan kerinduan sendiri bagi kami  bercengkrama bersama mereka. Alhamdulillah.

Ada kepuasan tersendiri bagi kakek,bahwa cucunya dapat berenang atau bersepeda karena si kakek yang mengajarkannya. Bahagia sekali sinenek kalau cucunya mengenal huruf hijaiyah dapat mengaji serta hafal bacaan sholat dan berbagai ketrampilan hidup praktis karena kontribusi nenek.

Makin berbunga bunga hati ini bila mengingat apa yang kita sumbangkan pada cucu itu insha Allah  akan mewarnai kehidupan dewasanya kelak dan insha Allah  menjadi amalan jariah yang terus mengalir pahalanya. 
Banyak orang mungkin termasuk anda juga  yang senang membuat kenangan manis bukan saja bagi keluarga tetapi juga bagi orang banyak. Seorang teman saya bahagia sekali mengatakan bahwa masjid di desa dia waktu pertama kali ada loudspeaker, dia lah yang pertama azan. Teman yang lain dengan bangga mengatakan masjid yang sering dilewatinya kalau kekantor, dia adalah khotib jumat pertama disitu. Masjid itu sekarang sudah tambah besar, makmur dengan  berbagai kegiatan dan sudah dilengkapi dengan AC. 
Ada lagi  dua orang teman kuliah saya dulu yang selama bertahun tahun menjadi lurah di dua wilayah yang berbeda di Jawa tengah. Keduanya mempunayi kebiasaan yang sama yaitu  suka membagikan ikan ke warganya. Mereka punya kolam kolam ternak ikan dan beberapa diantaranya memang diperuntukkan untuk warganya. Siapa saja boleh mengambil  asal bilang dan jumlahnya disepakati dulu dengan pak lurah.. subhanallah.. 
Untuk itu ayolah kita rencanakan untuk mewarnai dan mengisi memori  anak cucu kita dengan sesuatu yang bermanfaat dan dapat jadi kenangan manis yang abadi bagi mereka yang  dapat mengispirasi mereka dalam menatap hidup mereka kelak. Dengan itu kita berharap kita dapat menghapus kenangan buruk yang mungkin pernah mencoret jiwanya dan memastikan  bahwa apa yang mereka wariskan kepada anak turunan mereka nanti adalah hal hal yang benar dan indah saja. Semoga warna indah yang kita  lukiskan  ini  tetap mereka kenang walaupun kita telah lama dipanggil Allah keharibaanNya. 
Selamat mengecat warna warni yang indah dalam memori anak keturunan kita.
Bekasi MInggu, 4 Desember 2016.

Risman Musa

#GrandParenting.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s