Di Rumah Saja by Ustadz Faizal Sundani

Di rumah saja

Tahun lalu, ketika seorang ustadz terkenal mengeluarkan statement di medsos yang dianggap melecehkan ibu-ibu yang bekerja di luar rumah, kontan mendapatkan respon balasan yang luar biasa, dan tidak sedikit komentar balasan yang mengangkat peran wanita karir.

Saya tidak mau mendebat, apalagi menafikan peran wanita bekerja, apalagi berfatwa halal haram tentang hal tersebut, karena ribuan tulisan tentang itu bertebaran di timeline medsos anda, atau bahkan di artikel- artikel dan buku-buku di luar sana, atau bahkan debat pro kontra yang tak kunjung berakhir, bahkan tidak jarang berujung baper.

Tapi menurut saya, adil sekiranya wanita-wanita yang berkomitmen di rumah mendapatkan pujian dan sanjungan lebih di bandingkan ibu-ibu yang bekerja atau berkarir di luar (kecuali ibu tunggal), ada beberapa alasan sebagai berikut :
1. Bertahun-tahun negara kita dijajah dan setelah merdeka, bangsa kita dicekoki emansipasi, jatah wanita di kampus-kampus, di tempat kerja, di parlemen, bahkan di pemerintahan sudah dinaikkan. Sehingga, apresiasi terhadap wanita dengan prestasi kerja yang bagus sudah banyak diangkat, dan dengan itu pun, pemerintah kita masih belum puas, sehingga masih ada kementerian pemberdayaan perempuan . Yah, sejak beberapa dekade bahkan sampai sekarang ini masih ada asumsi bahwa wanita Indonesia kurang diberdayakan. Seakan akan kita lupa, bahwa saking diberdayakannya wanita di Indonesia, kita pernah punya presiden perempuan, sedang Amerika Serikat sendiri masih belum tentu bisa mendapatkan presiden perempuan pertama mereka. Intinya, ibu-ibu yang berkomitmen menjadi ibu rumah tangga full time sudah berani mengambil jalan yang tidak mainstream, apalagi bagi mereka yang berpendidikan tinggi.
2. Wanita yang bekerja di luar rumah, apalagi yang berpendidikan tinggi, sudah biasa mengaktualisasikan diri mereka dan kemahiran mereka, sedangkan ibu-ibu rumah tangga, memilih untuk tinggal di rumah, memilih untuk menyimpan ijazah mereka di lemari atau menggantungkannya di dinding. Maka semestinya ibu-ibu yang bekerja di luar rumah legowo mendengar pujian terhadap ibu-ibu yang berkomitmen di rumah saja.
3. Dalam penelitian ilmiah di University of Florida Amerika Serikat ditemukan bahwa sesungguhnya suami-suami yang beristri wanita karir yang lebih sukses atau penghasilan yang lebih besar dari pasangannya rentan mengalami gangguan psikologis karena ego mereka yang terusik yang pada akhirnya berujung pada ketidak harmonisan rumah tangga.
Wanita – wanita yang memilih untuk berkarya di rumah, sudah menyelamatkan keluarga mereka dari benih benih ketidak harmonisan. Apalagi jika mereka memutuskan untuk berhenti ketika karir mereka menanjak.
4. Ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di rumah adalah motivator hebat bagi suami untuk mencukupi kebutuhan keluarga, karena ketika kemungkinan penghasilan hanya dari satu fihak (suami) saja, maka si suami akan memaksimalkan kemampuannya untuk menghasilkan dan berkontribusi terhadap keluarga. Karena sesungguhnya kepercayaan istri bahwa suaminya mampu dan layak untuk jadikan sandaran, maka suami akan lebih mempunyai kepercayaan diri dalam berkarya.
Tulisan ini dibuat bukan untuk menghakimi, bukan pula untuk menyudutkan mereka yang masih berkarir di luar rumah , hanya untuk mengingatkan diri saya dan kawan-kawan saya yang mungkin, alhamdulillah, senasib dengan saya, untuk bersyukur dan berterima kasih setinggi tingginya kepada pasangan hidup yang berpendidikan tinggi tapi berkomitmen untuk tinggal di rumah menyiapkan generasi mendatang.
Karena sejatinya, habitat terbaik seorang wanita adalah di rumah suaminya, sebagaimana ummahat mu’miniim diperintahkan oleh Allah
“Dan berdiamlah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bersolek dengan tingkah laku orang-orang jahiliyyah yang terdahulu”. QS: Al-Ahzab: 33
Dalam ayat selanjutnya :
“Dan ingatlah apa yang dibaca dirumah-rumah kalian (para wanita)” QS: Al-Ahzab: 34
Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallama bersabda :…. Dan seorang wanita adalah penanggung jawab rumah suaminya dan anaknya dan ia akan dipertanyakan tentang tanggung jawabnya “(Shahih Bukhari no:4904).
Ya.. Memang, pentas karir terbaik seorang wanita adalah di rumah. Tentu saja, di bawah bimbingan dan kepemimpinan seorang lelaki yang bertanggung jawab. Sekali lagi, terima kasih wahai ibu-ibu rumah tangga.

@faisalsundani
#TarbiyahPubertas #Fatherhood #Selfnote

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s