It Takes a Village to Raise a Child by Bu Sarra Risman

Ada sebuah pepatah Afrika yang berbunyi:

it takes a village to raise a child.

Bagi yang bukan orang afrika, terjemahan bebasnya adalah: diperlukan 1 desa untuk mengasuh 1 anak.

Bagi yang punya anak yang sedang duduk di kelas 4 SD dengan kurikulum KTSP, kita baru saja belajar bahwa ciri sebuah desa adalah penduduknya relatif sama, dalam hal pekerjaan, pendidikan, pendapatan dan latar belakang budaya. Untuk hal pengasuhan, maka ‘kesamaan’ ini juga sangat perlu. Kesamaan visi, cara, tujuan dalam mengasuh, sehingga terwujudnya impian akan anak yang shaleh, disiplin, mandiri, cerdas dan berperilaku baik.

Kalau mau ada suatu kegiatan di desa, kan biasanya ada rapat di rumah pak rt/rw/balai desa, bahkan kadang berkali-kali. Apalagi kalau hal yang ingin di lakukan itu sebuah hal yang besar seperti kedatangan pejabat tinggi negara atau mengejar piala/penghargaan. Semua pihak ikut andil dg tujuan yang sama, semua tenaga dikerahkan, pembagian tugasnya jelas dan ada evaluasi. jika perlu bahkan semua urun biaya juga. Padahal itu cuma untuk sesuatu yang di dunia dan sesaat, seharusnya pengasuhan yang berdampak lebih panjang, di tangani lebih serius dari itu.

Masing-masing mengambil bagian yang bisa, sanggup dan mampu mereka kerjakan. Yang tidak, delegasikan ke yang bisa dan se-visi, tergantung tujuannya. Misalnya dalam rangka membentuk kepribadian yang shaleh, ayah yang bertanggung jawab untuk mengajarkan quran dan segala yang berhubungan dengannya (membaca, tafsir, hafalan). Ibu mengajarkan shalat (bacaan, gerakan). Nenek satu pihak mengajak umrah agar anak benar-benar melakukan islam, bukan hanya menghafalnya saja. Nenek yang satu pihak lagi mengajarkan berwudhu secara Sunnah dan mengadakan lomba antar cucu akan siapa yang wudhu nya paling benar. Kakek yang satu bertugas membiasakan ke masjid, dan kakek yang satu lagi bertanggung jawab untuk mengecek hafalannya. Para tante bertugas untuk berkisah, dan om-om nya adalah tempat bertanya perihal agama.

It takes a village, to raise a child.

Anda tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Tenaga anda berbatas, ilmu anda berbatas, …..waktu anda berbatas.

Tidak punya village? bikin sendiri. Bukankah berkumpul dengan orang-orang shaleh adalah obat hati? Atau cari. Jangan jadikan gadget dan internet sebagai pengganti. Anak-anak perlu role model manusia asli. Yang sekata dalam pengasuhan setiap hari.
Bikin playdate, bergabung dalam sebuah komunitas yang bervisi sama. Saling gotong royong dalam mengasuh, dalam segala hal, tidak melulu dalam hal agama. Yang ingin di asuh kan bukan hanya iman nya saja. Kedispilinan, mandiri, sopan santun, ketrampilan, dan masih segudang lainnya.

Ibu saya pernah bercerita akan pengalamannya di kirim ke rumah saudara ibunya setiap wiken untuk belajar merapihkan rumah, karena Nenek tsb (saya panggilnya nenek) rumahnya sangat apik dan bersih.

Intinya anda tidak bisa sendiri. Berpegangan tangan dengan yang sevisi dan raih tujuan yang sama. Alangkah lebih baik lagi kalau bisa mengajak mereka yang belum se-visi untuk bisa bergabung. rapat, kumpul, diskusi. berbagi ide dan tips. bikin rencana, evaluasi. Perlu niat, dana, semangat, keseriusan dan keteguhan hati. kita tidak sedang mengejar pernghargaan tingkat provinsi, tp mengukir kunci surga di akhirat nanti. Anak anda tidak akan bisa baik jika teman-temannya tidak baik pula. Lagian, kita tidak pernah tau kita berbesan sama siapa. Andaikan kita bisa membantu agar calon menantu kita itu diasuh dengan lebih baik sejak kecil, kenapa tidak, kan ya?

It takes a village to raise a child.

Let’s make a village!

#sarrarisman
*jika dirasa manfaat, tidak perlu izin untuk membagikan artikel ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s