Khalifah Akhir Zaman by Ustadz Faisal Sundani

​Khalifah akhir zaman. 
Ketika membahas tafsir Al Baqarah ayat 30, tepatnya ketika Allah mengabarkan Malaikat bahwa Ia akan menciptakan khalifah di atas bumi, saya teringat akan pelajaran yang saya dapatkan dari seorang Ilmuwan Muslim Amerika Dr Muhammad Al Mahdi, Rahimahullah Ta’alaa lebih dari 12 tahun lalu. Beliau mengenalkan khalifah method dalam pendidikan anak-anak, yang mengacu kepada penanaman kebaikan dalam tiga hal yaitu diri sendiri, teman dan lingkungan. 

Khalifah dalam bahasa berarti pengganti atau perwakilan , dalam konteks ini sebagai perwakilan Allah di muka bumi, untuk menjaga stabilitas bumi serta makhluk-makhluk lain di atasnya. 

Dalam kata lain, manusia bukan hanya makhluk dengan tanggungjawab vertikal dengan Pencipta, tetapi juga makhluk sosial dengan tanggung jawab horizontal sesama manusia, juga makhluk lain dan alam raya ini. 

Masalahnya, kehidupan semakin lama semakin berat, rumit, menipu, serta macam-macam deskripsi negative yang makin hari makin bertambah. Artinya, anak-anak dan cucu-cucu kita menghadapi satu tantangan besar untuk menjadi khalifah akhir zaman. 

Alhamdulillah, sebagai Muslim, kita sudah dibekali Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman yang tak lekang oleh zaman. Sehingga, dapat menjadi panduan anak-anak dan cucu-cucu sehingga akhir dunia ini. 

Tetapi kemudian muncul masalah berikutnya, bagaimana menanamkan ajaran ini ke anak-anak kita?, akankah ajaran Al-Qur’an dan Sunnah hanya menjadi pengetahuan atau terus menjadi pedoman?. Bagaimana mengajarkan anak-anak akan tanggungjawab ketika menginjak dewasa. 

Semua di mulai dengan antisipasi pubertas yang menyeluruh kepada anak-anak, di mulai semenjak usia tamyiz di mana anak-anak sudah mulai diarahkan  seksualitas yang betul dari mulai pemisahan tempat tidur antara lelaki dan perempuan,  hingga penanaman rasa tanggungjawab di diri anak-anak dimulai dengan memberi mereka list kewajiban harian. 

Tentu saja seiring waktu berjalan, ketika anak menjelang baligh, pertanyaan-pertanyaan sensistif pun sudah mulai ditanyakan si kecil yang sudah tidak mau dianggap kecil. Sayangnya, banyak di antara kita para orang tua yang tidak siap mengajarkan anak-anak apa yang terjadi ketika pubertas datang, sehingga banyak anak-anak yang akhirnya memasuki pubertas tanpa bekal sehingga sangat disayangkan ketika mereka akhirnya mencari tau sendiri dari kawan-kawan maupun dari dunia nyata. 

Terkadang kita sebagai orang tua lupa, bahwa pubertas adalah bukan hanya akhir dari masa kanak-kanak, tetapi sebagai Muslim, pubertas adalah awal mendapatkan status baru, sebagai seorang mukallaf yang berarti orang yang sudah diberikan beban tanggungjawab sebagai seorang dewasa di mata Allah Subhanaanahu wa Ta’alaa. 

Dari fase inilah fungsi manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi ini di mulai. Bayangkan bumi 20 atau 30 tahun dari sekarang, bayangkan sebesar apa tantangan anak-anak kita sekarang di zamannya?, akankah aqidah masih dianggap berharga? Akankah ibadah shalat dan puasa dikerjakan semudah hari ini?.. Semua itu perlu dipersiapkan, bukan hanya ilmunya, pengetahuan tentang hukum syariah, tetapi jiwa dan raganya sebagai seorang mukallaf. Karena anak-anak kita adalah khalifah akhir zaman. 
@faisalsundani #TarbiyahPubertas #Fatherhood

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s