Merantaulah by Bu Wina Risman

Merantaulah
Merantaulah.. karena hanya dengan merantau, engkau akan melihat sisi bumi lain yg diciptakan Allah. 
Karena dengan merantau, engkau akan berkenalan dengan manusia-manusia lain ciptaanNYA, dengan berbagai bentukwarna kulit, ukuran dan rupa. Berbagai variasi budaya, makanan dan bahasa. Disitu kita bisa saling mengenali, berbagi, menghormati. 
Disitu kita bisa belajar tentang gesekan budaya, dan bagaimana menanggulanginya.

Mengajarkan anak tentang kebesaran TUHAN nya, tentang ke-bhineka ragaman segala sesuatunya. Setiap celah bisa menjadi sebuah bahan cerita yang bisa dikembangkan menjadi sebuah bentuk SYUKUR padaNYA. 
Merantaulah!
Karena hanya dengan merantau, kita bisa merasakan dan mengalami serta mengerti berbagai kurikulum yang ada. Mengagumi dan atau mencari kebaikan daripadanya. Mengambil yang baik lalu mengembangkannya.  
Karena merantaulah, saya tahu, bahwa nun di negri yang jauh sana, semua anak muda memasuki usia 16, sekolah sambil bekerja. Ketika mereka memasuki usia 18, mereka pisah rumah dari orang tua, dan menanggung sendiri beban hidupnya. 
Karena merantau, saya mengerti bahwa di negara negara tertentu, nilai akademik bukan tujuan utama. Melainkan adab (citizenship), bakat serta gembira dalam mempelajari sesuatu lebih berat daripada sekedar nilai ‘A’
Karena merantau, saya belajar… bahwa mengajarkan anak Aqidah adalah lebih utama dari jenis-jenis najis yang ada. 
Dalam buku ‘Islamic Studies’ yang dipelajari anak saya, dimulai dengan kalimat ‘Allah’ dan bagaimana mengenal NYA. 

Dimulai dari mewarnai tulisan ‘ا للة’ hingga anak tahu, bahwa begitu tulisannya dalam bahasa Arab, merasa lebih dekat dengan asmaNYA, sifat-sifatNYA, hingga apa saja yang membatalkan keislaman seseorang?
Itu baru di kelas satu, cawu pertama. Bukunya tebal, kertasnya cantik dan mengkilat, ilustrasinya bagus, pesannya singkat dan padat. Penulisnya???
Kumpulan DOKTOR – DOKTOR terbaik dari segi ilmu agama. Itu baru buku agama!
Sedangkan buku agama saya ketika sekolah dulu? Ntahlah siapa penulisnya, yang jelas, yg saya dengar, sampai hari ini, salah satu yang diajarkan adalah najis dan tingkatan-tingkatannya, jenis jenis air suci dan mensucikan, dlsb. Tanpa mengurangi rasa hormat. 
Pendidikan agama kita masih fokus pada ibadah fisik. Padahal yang pertama seharusnya diperkenalkan adalah Aqidah, baru yang lain-lainnya.
Ntahlah. Mungkin saya lupa, tapi saya tidak ingat pernah diajar tentang ‘apa-apa yang membatalkan agama.’
Merantaulah, karena dalam rantauan, lebih banyak hal yang bisa kita pelajari dari hidup; bagaimana survive di tempat orang, dengan uang ala kadarnya. Bagaimana tubuh yang terlahir di daerah tropis ini bertahan di musim yang dinginnya dibawah 0 derajat celcius. 

Bagaiamana senantiasa menghadirkan makanan halal buat keluarga, menyadarkan tentang pentingnya aurat dan meneliti kehalalan pada tiap benda yang kita masukkan ke keranjang belanja. 
Merantaulah,  Insha Allah, ada niat ada jalan. 

Luruskan niat utk mendapat ridhoNYA, untuk bisa menikmati belahan bumi lain ciptaanNYA, untuk mengajarkan ke aneka ragaman pada buah hati kita. Untuk memperluas silaturahmi, dan menguatkan dakwah Islamiyah di bumi Allah lainnya. 
Merantaulah, 
Karena hanya dengan merantau, engkau akan mengerti maksudku ini 😊🙏🏻
Wallahu a’lam bis shawab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s