Rejeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari (Matrikulasi Sesi#7)

_Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #2, sesi #7_
*REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI*
Alhamdulillah setelah  melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.

*_Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR_* ”
Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani  hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.
Para Ibu di kelas Bunda Produktif  memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.

Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.

Sang Maha Memberi  Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”

*_Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya,  demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar_*

Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah
*_bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga_*

Semua pengalaman para Ibu Profesional di  Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah *KEMULIAAN* hidup.

“ *_Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI_* ”

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Maka
*_Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang_*
Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.
Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.

*_Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya_*

Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,
1⃣menambah syukur,

2⃣menegakkan taat 3⃣berbagi manfaat.

*_Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya_*

Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).
Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.

Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga,  untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.

Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,
Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.
Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
_Sumber bacaan_:
_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_
_Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010_
_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_

[11/29, 6:46 PM] Septi Wulandani IIP 02: _Nice Homework #7_
*TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF*
Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7.  Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.
Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.
Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman  tulis di NHW#1 – NHW #6

Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.
🍀 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
1⃣masuk ke http://www.temubakat.com
2⃣isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional

jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
3⃣Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.
4⃣ Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
🍀 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

[12/5, 8:03 AM] Septi Wulandani IIP 02: _Review Nice Home Work #7_
_[Bunda Produktif]_ *IKHTIAR MENJEMPUT REJEKI*
Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,
Terima kasih bagi yang sudah mengerjakan NHW#7 ini dengan sangat baik. Melihat satu persatu hasil peta kekuatan teman-teman, maka kami  melihat beragam potensi fitrah yang dimiliki oleh teman-teman yang bisa dijadikan sebagai bekal untuk memasuki ranah produktif.
NHW #7 ini adalah sesi *KONFIRMASI*. Dimana kita belajar mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini, apa yang sudah kita baca tentang diri kita dengan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat.
Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di  www.temubakat.com http://tesbakatindonesia.com/ http://www.tipskarir.com dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.
Kita menempatkan tools-tools tersebut sebagai alat konfirmasi akhir, sehingga kita tidak akan buru-buru menggunakannya, sebelum kita bisa menggunakan mata hati  dan mata fisik kita untuk melihat dan membaca diri dengan jujur. Kita makin paham tanda-tanda yang DIA berikan untuk menjalankan peran produktif kita di muka bumi ini.
Efek yang bisa kita rasakan, saat menjadi ibu kita tidak akan menjadi ibu galau yang buru-buru mencari berbagai alat untuk bisa melihat minat dan bakat anak kita secara instan. Kita justru akan punya pola mengamati bakat minat anak, dari kegiatan aktivitas anak keseharian dg mengamati sifat-sifat dominan mereka, yang mungkin akan menjadi peran hidup produktifnya kelak.
Selain itu juga memperbanyak aktivitas panca indra sehingga kita makin paham bidang yang akan ditekuni anak-anak. Maka modalnya, buka mata, buka hati. Kayakan wawasan anak, kayakan gagasan anak setelah itu buatlah mereka kaya akan aktivitas. Terlibatlah (Engage) , Amati (observe), gunakan mata hati dan mata fisik untuk mendengarkan dan melihat  (watch and listen ) keinginan anak selama rentang 2-14 tahun, lalu perkuat pemantauan hal tsb sampai usia 14 tahun ke atas,  jadi modal pertama adalah mata hati dan kehadiran orangtuanya.
Alat hanya mempermudah kita untuk mengenali  sifat diri kita yang produktif menggunakan bahasa bakat yg sama shg mudah untuk diobrolkan.
Tetapi menggunakan alat bukan sebuah keharusan yang mutlak. Bagi anda yang sudah percaya diri dengan aktivitas anda saat ini, tidak perlu lagi menggunakan alat apapun untuk konfirmasi.

Salah satu tools yang kita coba kemarin adalah  www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru  tamu di komunitas Ibu Profesional.
Apabila teman-teman memiliki tools lain tentang pemetaan bakat ini yang bisa dikonfirmasi ulang ke penciptanya silakan dipakai, sehingga kita jadi lebih banyak paham tentang berbagai alat konfirmasi bakat kita.
Setelah mendapatkan hasil segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman  tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

*FOKUS pada KEKUATAN, SIASATI segala KELEMAHAN*

Fokus pada kekuatan berarti bahwa ke depan, luangkan waktu untuk belajar dan berlatih hanya pada aktivitas yang merupakan potensi kekuatan. Siasati keterbatasan berarti bahwa usahakan untuk mencari cara lain dalam mengatasi keterbatasan yang ada, bisa dengan cara menghindarinya, mendelegasikannya, bersinergi dengan orang lain ataupun menggunakan peralatan atau sistem. Seperti halnya bila kita tidak mampu melihat jauh karena keterbatasan mata yang minus, maka cukup diatasi dengan menggunakan kaca mata.
Ini salah satu contoh pentingnya kita memahami kekuatan diri kita kemudian mencari partner yang cocok. Untuk itu silakan teman-teman amati sekali lagi, potensi kekuatan yang ada pada diri teman-teman, kemudian minta pasangan hidup anda atau partner usaha anda untuk melakukan proses yang sama dengan tools yang sama, agar anda dan partner anda memiliki bahasa bakat yang sama untuk diobrolkan. Setelah itu lihat apakah anda sama-sama kuat di bidang yang sama atau saling mengisi.
Hal ini penting untuk memasuki ranah produktif teman-teman. Akan berkolaborasi dengan pasangan hidup atau memang perlu partner lainnya. Apabila perlu partner lain maka teman-teman sudah paham orang-orang dengan kekuatan seperti apa yang ingin anda ajak kerjasama. Sehingga mulai sekarang sudah tidak lagi asal bilang “saya cocok dengan si A, si B, si C” cocok di bidang mana? Bisa jadi kecocokan anda dengan seseorang tidak bersifat produktif karena memang tidak saling mengisi (komplemen).
Mari kita lihat beberapa contoh di bawah ini:
*POTENSI KEKUATAN*
Banyak orang masih berpandangan bila kita berlatih atau membiasakan diri melakukan suatu aktivitas, kita akan menjadi semakin hebat. Slogannya mengatakan: “pratice makes perfect”. Namun ternyata slogan ini memiliki kebenaran sepanjang dilakukan pada potensi kekuatan Anda. Sibuk berlatih pada aktivitas yang merupakan keterbatasan hanya akan membuang waktu, energi apalagi biaya. Sayang bila kita berpayah-payah melakukan aktivitas yang merupakan keterbatasan kita.
Menurut Abah Rama Royani dalam bukunya yang beliau tulis bersama teman-teman dari Prasetya Mulya yang berjudul 4 E (2010)

*_Potensi Kekuatan adalah aktivitas yang anda SUKA  melakukannya dan BISA  dengan mudah  melakukannya, hasilnya bagus dan produktif_*
Setelah mengkonfirmasi ulang bakat kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%. Silakan konfirmasi ulang  hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.
Setelah memetakan apa yang SUKA dan BISA, maka mulailah menambah jam terbang di ranah anda SUKA dan BISA, mulailah melihat dengan seksama dan kerjakan dengan serius.
Mengapa ranah SUKA terlebih dahulu yang harus kami tekankan. Karena membuat kita BISA itu mudah, membuat SUKA itu baru tantangan.  Maka saran kami masuki ranah SUKA dan BISA terlebih dahulu sebagai awalan memasuki ranah produktif teman-teman, kalau anda sudah menemukan “pola”nya disana, sudah merasa “ Enjoy,Easy dan Excellent” , maka mulailah mencoba ke ranah yang lain selama aktivitas tersebut masuk kuadran BISA. Yang sebaiknya tidak dimasuki di awal ini adalah memasuki ranah yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA.
Seiring berjalannya waktu kita semua akan bisa dengan mudah memaknai kalimat ini :
*_“It is GOOD to DO what you LOVE, but the secret of life is LOVE what you DO_*”
Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan :
_Materi Matrikulasi IIP Sesi #7, Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus Dicari, 2016_
_Hasil NHW#7, Peserta Matrikulasi IIP, 2016_
_Abah Rama Royani, 4 E (Enjoy, Easy, Excellent,Earn), PPM Prasetya Mulya, 2010_
_Referensi tentang bahasa bakat dan potensi kekuatan di http://www.temubakat.com_
Panduan Membaca Hasil ST 30
Sampai saat ini belum ada satupun program didunia yang mampu memberikan panduan langsung dalam memilih jurusan baik karena Assessment Tools yang ada berdimensi terlalu sedikit maupun karena setiap jurusan belum bisa menjelaskan peran apa yang menjadi target bagi Jurusannya. ST-30 berdimensi 30 yang merupakan yang paling banyak didunia akan tetapi karena Target kelulusan dari masing-masing jurusan belum ada maka apa yang bisa dilakukan adalah memilih Peran terlebih dahulu sebelum mengira-ngira Jurusan yang akan dipilih.

Pilih Peran terlebih dahulu
Dengan ST30 kita bisa memilih peran terlebih dahulu, dan setelah memilih peran yang sesuai baru kemudian cari jurusan yang melatih dan mengajarkan ilmu-ilmu yang diperlukan pada Peran yang anda pilih tadi.
Cari peran atau pekerjaan yang sesuai dengan sifat anda .
Bekerja pada pekerjaan yang sesuai dengan sifat anda sangatlah penting karena dengan demikian semangat kerja akan tetap tinggi dan akan menghasilkan kinerja optimum.
Bekerja pada pekerjaan yang sesuai dengan sifat anda berarti anda bekerja pada tingkat ketiga yaitu tingkat panggilan.
Contoh :
Dokter : adalah orang yang mampu mendiagnosa penyakit dan senang merawat orang dan kalau anda memilih karir sebagai dokter maka sifat mu harusnya senang menganalisis, dapat merasakan perasaan orang lain dan senang menyembuhkan orang dari penyakit apapun. (CAR,RES).
Guru: Adalah orang yang senang melihat kemajuan orang lain, senang belajar atau mengumpulkan informasi dan mampu menjelaskan segala sesuatu sehingga mudah dimengerti orang lain (EDU,COM)
Safety Engineer : Adalah seorang yang senang pekerjaan teknik diluar ruangan, rapih, teliti, waspada dan penuh tanggung jawab.(SAF, PRO,QCA)
Service Engineer : Adalah seorang yang senang pekerjaan teknik diluar ruangan yang rapih, bertanggung jawab, terencana dan suka melayani orang lain.(OPE,RES,SER)
Project Engineer: Adalah seorang yang senang dengan pekerjaan teknik diluar ruangan, mampu mengorganisir, berani menghadapi orang lain, pekerja keras , mampu mengatasi konflik.(PRO,ARR, CMD)
Implementasi ST 30
Dalam memilih peran /karir fokuskan diri kita pada kekuatan masing-masing (kalau bisa pada Typology berwarna merah atau sekurang-kurangnya kuning ) dan hindarkan diri kita bekerja didaerah kelemahan (Typology berwarna hitam atau abu-abu).
Memilih Jurusan
Setelah meyakini bahwa peran atau karirnya jelas sesuai dengan sifat anda, tambahkan juga bidang yang sesuai dengan minat anda barulah memilih jurusan yang dapat memberikan ilmu dan keterampilan yang dibutuhkan dalam peran yang anda pilih.
sumber : http://www.temubakat.com

Tanya Jawab

[11/29, 2:54 PM] Septi Wulandani IIP 02: 2⃣ mbak indarwati, sangat bisa, ajaklah anak-anak berada di samping kita saat kita mengerjakan hobi. Maka disitulah mereka akan memunguti sendiri kepingan puzzle ilmu yg tersebar. Untuk ditata menjadi mozaik pengalamannya.
Sampai standar minimal, anda diam saja, tapi dg sadar  sadar melibatkan anak-anak dlm aktivitas itu sudah jauh lebih baik, dibandingkan andà aayik sendiri dg mainan hidroponiknya.
Saya ambil contoh ekstrem, teman saya tidak suka anak-anak, yg dia auka hanya aktivitas mencuci dan setrika. Maka saya bilang didiklah anak dg caramu. Setiap mencuci ajak anakmu main air, lakukan kontinyu, dan hasilnya kereen banget✅

[11/29, 3:03 PM] Septi Wulandani IIP 02: 3⃣ mbak maizarah punya passion di hewan peliharaan? Kalau ada masukkan jam terbang. Karena memelihara hewan ini termasuk salah satu bakat yg sumbernya dari bidang.
Maka tekuni saja. Lakukan hal-hal kecil scr bertahap di bidang tersebut, dan patuhi waktu bersama mereka. Buat pola agar bioritme  hewan yg ikut aturan kita ✅

[11/29, 3:25 PM] Septi Wulandani IIP 02: 4⃣ mbak sukeng, tubuh sudah memberikan indikator, mata berbinar, semangat tak pernah pudar, badan nggak lelah, maka ikuti dulu, jangan ditolak.
Nanti lama-lama ketemu juga ke matematika,
Tapi kalau ngotot  di matematika padahal alam sekitar kita ada respon menolak walau kecil,  maka kita bisa jalan ditempat pada bidang tersebut✅

[11/29, 3:31 PM] Septi Wulandani IIP 02: 5⃣ mbak nares, berarti akar permasalahan ada di ibu dan mbak sendiri ya.  Bicarakan ke ibu baik-baik hal-hal sbb :
a. Pendidikan anak

Kalau mau diambil dari PAUD, maka ajak kemanapun mbak nares pergi.
Jangan ditarik dari Paud, tapi dititipkan ke ibu, pasti hal ini bertwntangan dg ibu.
Alt 3, cari ART, yg mbak latih unt menerima delegasi memasak, jaga anak selama di rumah.
Sehingga urusan ibupun di masak memasak akan selesai.✅

[11/29, 3:33 PM] ‪+62 812-2059-6321‬: 5⃣Bu Septi yang dirahmati Alloh

Karena kondisi yang mengharuskan saya lompat ke ranah bunda produktif.

A. Tahun depan sy berencana menarik anak keluar Dr Paud, Krn dia pernah cerita dipukul tmnnya di kepala dan guru tdk bercerita. Kl menarik langsung, masih blm sepaham Sm ortu yg berpikiran kl usianya ini ya masuk Paud. Ortu melihat sy sibuk aktivitas produktif di pagi hari shg agar anak bisa belajar, didelegasikan ke Paud.
B. Saya kurang pandai masak dan nyetrika sehingga sy delegasikan beli sayur matang (masak bisa diitung brp kali 🙂 dan laundry baju. Saat aktivitas produktif pagi, saya berbenturan dengan aktivitas domestik ibu yang sepanjang hari beberes (hobi ibu mmg beberes)sehingga saya seakan diamati tidak pandai dlm aktivitas domestik. Misal kl lagi luang masak/ beli matang, sy lakukan 1 jam sblm makan siang sekalian jemput anak, sementara ibu jam 10 ud bsiap masak, shg seringnya ibu yg masak utk serumah. Bagaimana menyikapinya ya bu?
Terkait jam tidur saya yang abnormal, saya meninggikan lembah dari kekurangan sy yaitu insomnia, kepada aktivitas produktif di bidang jasa membuat toko online. Saya anggap dini hari “Me Time” saya Bu. Kalau dirasa, lelah kurang tidur, tapi dapur harus ngepul.
(Nares-IIP Yogya)

[11/30, 9:07 PM] Septi Wulandani IIP 02: 6⃣ Mbak Yani, nanti dijawab ya sederetan pertanyaan di bawah ini
🍎 Apakah saat ini merasa ENJOY dengan ranah passion saat ini?

❌ apabila jawabanya TIDAK ➡ maka carilah ranah passion yang lain

✅ apabila jawabannya IYA ➡ lanjut ke pertanyaan selanjutnya
🍎Apakah setiap kali ada ujian/ diberikan tingkat kemahiran yang lebih tinggi di ranah passion ini kita menghadapinya dengan EASY?

❌ Kalau jawabannya TIDAK ➡ maka passion itu hanya hobi kita saja, bersenang-senanglah dengan hal tersebut untuk refresh saja, tidak perlu mentargetkan apa-apa.

✅ Kalau jawabannya YA➡ masuk ke pertanyaan selanjutnya.
🍎Apakah kita merasa tertantang untuk menekuni ranah passion tersebut, dengan konsisten, sehingga memenuhi jam terbang kita untuk jadi seorang yang EXCELLENT di bidangnya?

❌ Kalau jawabannya TIDAK ➡ maka carilah penyebabnya apa, apakah faktor external atau faktor internal yang membuat anda tidak bergairah untuk konsisten menuju excellent ini, apabila ketemu, berubahlah dan masuk tahap selanjutnya,  apabila tidak bisa berubah, silakan mulai dari awal dengan mencari ranah passion yang lain.
✅ Kalau jawabannya IYA ➡ selamat anda sudah menemukan sesuatu yang MUNGKIN bakat kita. lanjut ke pertanyaan berikutnya.
🍎Apakah kita mengasah yang kemungkinan menjadi BAKAT kita tersebut secara terus menerus dari hari ke hari dengan 100 % fokus di bidang tersebut?

❌ Kalau jawabannya TIDAK ➡ bakat itu hanya bagaikan  senjata hidup yang diberikan Allah ke kita dan kita tidak mengasahnya  sehingga menjadi tumpul, tidak bisa digunakan untuk aktivitas produktif kita.

✅ Kalau jawabnnya IYA ➡ selamat, anda sudah masuk tahap EARN, produktif dengan bekal yang mungkin memang BAKAT kita.

[11/30, 9:14 PM] Septi Wulandani IIP 02: saya katakan MUNGKIN memang BAKAT kita, karena sejatinya tidak ada seorangpun yang tahu dengan persis apa yang sudah diberikan Allah ke kita untuk hal ini. Kita hanya bisa membaca tanda-tanda yang ada pada diri kita dan lingkungan saja, karena tidak bisa langsung mengkonfirmasi ke Allah, apakah benar tujuan DIA menciptakan kita di muka bumi ini adalah seperti apa yang kita rasakan saat ini. Maka dalam doa kita selalu memohon, semoga kehendak kita sesuai dengan kehendakNYA.

[11/30, 9:14 PM] Septi Wulandani IIP 02: sehingga ikhtiar itu adalah hak kita, dan hasil adalah hak Allah

[11/30, 9:19 PM] Septi Wulandani IIP 02: Indikatornya apa yang kita capai membuat kita bahagia, dan bahagiapun bertingkat, silakan dipilih sendiri mau level yang mana:
level terendah namanya Pleasant Life yang sifatnya fisik seperti ketika kita makan makanan yang enak banget

akan tetapi bahagia ini cepat pudar karena walaupun enak kalau makannya kebanyakan jadi nggak enak
level kedua Good Life yaitu ketika melakukan sesuatu pekerjaan asik banget sampai waktu hilang tidak terasa.. ini sifatnya Mental bukan fisik
level ketiga namanya Meaningful Life yaitu ketika kita bisa memberi manfaat sebanyak banyak nya bagi orang lain yang ini sifatnya Spiritual✅

[11/30, 9:25 PM] Septi Wulandani IIP 02: 7⃣ Prima IIP Malang: 7⃣ Prima-Malang.
Assalamualaikum bu Septi, apakah memungkinkan kita fokus di 3 hal sekaligus (BundSay, BunCek, dan BundProd)? Karena saya merasa tidak optimal ketika saya memasuki ranah bundprod, sementara ada beberapa program dari bundsay dan bundcek yang harus saya lakukan. Sehingga di program bundprod masih “apa adanya”. Kalau kebagian waktu ya ayo, kalau ndak ya ndak usah… Kalau saya mau bunprod optimal bersamaan dgn buncek dan bunsay bagaimana ya?

[11/30, 9:32 PM] Septi Wulandani IIP 02: 7⃣ Mbak Prima, Wa’alaykumsalam wr.wb , Ilmu-ilmu di Bunda sayang , bunda cekatan dan bunda produktif sebenarnya saling berhubungan sehingga bisa dipelajari secara fokus satu persatu tetapi dipraktekkan secara bersamaan.
Contoh: dalam satu minggu  mbak sudah menjadwalkan Senin-Selasa belajar  teori Bundsay , Rabu-kamis belajar teori buncek, Jumat-Sabtu belajar teori bunpro. Masing -masing kita dedikasikan waktu 30 menit/hari.
Setelah itu setiap hari kita praktekkan ketiganya, misal menata jadwal esok hari untuk mengasah manajemen waktu di buncek, mempersiapkan menu belajar untuk anak-anak dalam rangka mengasah bunsay, dan mempersiapkan aktivitas produktif  dengan tetap memberikan pembelajaran dan pengalaman menarik ke anak kita, sebagai sarana mengasah bunprod.✅

[11/30, 9:34 PM] Septi Wulandani IIP 02: 8⃣ Assalammualaikum Ibu, ini tahun kedua saya setelah Resign dri kerjaan..dan saat di NHW #5 saya masih merasa menjadi ibu yang “asal-asalan” sampai saat ini saya msh belom bisa mengubah pola saya, saya msh suka pergi-pergi, entah itu kerumah teman,ato ketempat mana saja..rasanya saya msh berasa tdk betah dirumah, yang berbeda hanya saat kerja dlu anak ga dibwa,skrg kemana-mana anak saya faqih(3th) sllu saya bwa..apa bisa saat kbersamaan saya dgn faqih dimasukkan sbg waktu brmain dan belajar, terkadang perginya saya juga ada yang diurus ( intinya sperti kbykn kgiatan saya diluar).saya juga merasa kegiatan saya diluar sbgai usha saya utk jdi BundProd,tapi saya sbenarnya juga belom tuntas di BunSay dan BundCek..mohon sarannya ya bu, mksh

[11/30, 9:38 PM] Septi Wulandani IIP 02: 8⃣ Wa’alaykumsalam, bunda selama niat kita keluar rumah bukan untuk lari dari kenyataan menghadapi keriwehan urusan domestik, artinya ON TRACK.Apalagi kita bawa anak kemana-mana. Maka niatkanlah untuk menambah wawasan anak kita dengan program kaya wawasan. Niat ini mempengaruhi hasil. Kalau kita niatnya untuk diri kita sendiri, misal agar dapat wawasan untuk produktivitas kita, biasanya anak hanya dapat sisa-sisa semangat kita.
Tapi kalau dibalik, keluarnya kita bersama anak-anak di luar rumah adalah untuk memnuhi fitrah anak agar masuk tahap “kaya wawasan”, biasanya ibunya dapat bonus wawasan produktivitas maupun pengetahuan baru. Ini yang saya rasakan selama mendidik anak-anak di saat mereka kecil-kecil.✅

[11/30, 9:39 PM] Septi Wulandani IIP 02: 9⃣Bu Septi ysh,
1. Menanggapi review terkait prioritas untuk menambah jam terbang, delegasi dan support system kemarin, saya jd ingin bertanya :

Pada posisi terbatas waktu (karena anak masih sgt kecil dan butuh perhatian penuh) dan terbatas finansial (dalam tahap keluarga kecil msh merintis kemapanan finansial), bagaimana agar tetap bisa maksimal upgrade diri ya bu?
2. Apakah lama waktu menemani anak sepenuh fisik, hati dan jiwa itu ada rumus waktu terhadap usia anak bu? Misal untuk anak usia balita minimal x jam, sisanya bisa menyambi.  Vita

[11/30, 10:00 PM] Septi Wulandani IIP 02: 9⃣ Mbak Vita, fokus pada anak-anak dulu, jangan pikirkan hal lain, berbagi peranlah dengan suami. Apabila mbak ingin membantu suami di bidang finansial, lakukanlah dengan tetap membawa anak-anak, atau bergantian dengan suami menjaga anak-anak.  Begitu juga ketika mengupgrade diri, kalau harus mendatangi forum belajar, tanyakan terlebih dahulu, apakah boleh bawa anak? kalau tidak, maka tunggu ketika suami sudah tiba, dan anak berada di bawah asuhan suami beberapa jam.
Tidak ada rumusan ajaib tentang membersamai anak kita, yang saya rasakan sendiri ketika kita bersama mereka dari usia 0-12 th, dan secara intens tumbuh bersama, belajar bersama, kita benar-benar menjalankan peran keibuan kita, suami menjalankan peran keayahannya, maka anak usia 12 th ke atas, insya Allah sudah mandiri dan siap hidup sebagai sosok aqil baligh yg sudah siap lahir batin.
Enes dan Ara usia 14 th sudah pisah rumah dengan kami, hidup sendiri di negeri orang.  Elan masuk usia 12 th tahun, sudah pergi sendiri ke jepang, dan masuk usia 13 th tidak serumah lagi dengan kami.Mereka bertiga juga sudah tidak memerlukan biaya hidup dari kami orangtuanya.
Dan saya merasakan sangaaat pendeek sekali waktu itu. Apabila waktu boleh berhenti ya, hehehe.
Kami sekarang kembali berdua seperti 20 tahun yang lalu saat awal menikah.✅

[12/1, 7:37 AM] ‪+62 857-8504-9297‬: Di kuadran “Tidak bisa” ini karena kemampuan atau kesempatan ya? Misal saya bisa setrika, tp karena harus jualan di pasar jadinya tidak bisa.

[12/1, 8:06 AM] Septi Wulandani IIP 02: Bisa-tidak bisa ➡ urusannya dengan kemampuan
Suka – tidak suka ➡ urusan rasa dan emosi
Penting-tidak penting ➡ urusan jam terbang
Mendesak-tidak mendesak ➡ urusan waktu

[12/1, 8:57 AM] ‪+62 812-9483-8410‬: Selama ini banyak orang yang TERSESAT, sibuk mengasah SISI TUMPUL KAMPAK dan bukan FOKUS mengasah SISI TAJAM
Fokus memperbaik POTENSI KELEMAHAN dan lupa mengasah POTENSI KEKUATAN
Ikut TM supaya kita tidak SALAH FOKUS dan akibatnya tidak menikmati (ENJOY) pekerjaan yang setiap hari dilakukan, tidak mudah (EASY) melakukan pekerjaan tersebut, hasilnya tidak EXCELLENT dan akibatnya tidak menghasilkan (EARN) seperti yang diharapkan
Jangan sampai salah memilih JURUSAN, salah memilih tempat BEKERJA dan nanti saat PENSIUN juga salah melangkah akibat  belum menyadari POTENSI DIRI dan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang, dan kita tentunya tidak ingin mengalami PENSIUN PENUH DERITA seperti yang ada dalam acara TV I’M POSSIBLE
Kutipan dari Abah Rama

[12/1, 8:59 AM] ‪+62 812-9483-8410‬: Selain itu dengan ikut TM kita bisa sekaligus “menilai” potensi anak kita atau anak didik kita termasuk suami dll… Bagi yang punya bisnis jadi bisa tahu karyawannya supaya ga salah pilih orang dalam bidangnya…

[12/1, 9:00 AM] ‪+62 812-9483-8410‬: Di TM kita kalo mau profesional di ajarkan juga supaya kita bisa jadi Trainner TM

[12/1, 9:03 AM] Septi Wulandani IIP 02: Betul ST 30 itu bagian dari TM. ST 30 itu Strenght Typologi ( memetakan potensi kekuatan kita)
Dari ST 30 kita akan bisa melihat sekilas peta kekuatan kita itu ada dimana.
Untuk lebih detailnya ada di TM, karena disana ada PSS ( personal strenght statement) dan PSP ( personal strenght performance) keduanya untuk melihat seberapa tinggi konsistensi kita thd sebuah kekuatan yg ada diri kita.
Tapi saat ini cukup di ST 30 saja.
Bunda semua sdh bisa melihat peta kekuatan unt konfirmasi awal ttg apa yg sdh kita petakan selama ini.
Banyak alat unt memetakan bakat, TM ini hanya salah satu, dan bukan satu-satunya
Jadi bunda semua bebas mauenggunakan yg mana.
Tidak pakai apapun juga tidak apa-apa
Kita masih punya mata hati dan mata fisik
Gunakan itu

[12/1, 9:19 AM] Septi Wulandani IIP 02: Betul mbak tools itu hanya alat bantu yg hukumnya sunah, maka saya tidak menempatkan ini di awal.
Lihat dulu diri kita, pahami dulu diri kita setelah itu baru boleh pakai tools hanya untuk mengkonfirmasi dan tidak boleh percaya 100%
Mengapa saya pakai ST 30 dan TM untuk alat konfirmasi, karena saya paham siapa yg menciptakannya, paham kronologinya, paham tujuan beliau menciptakan sehingga saya mudah untuk mengkonfirmasi ulang ke penciptanya.
Tapi kita sdg promosi TM, perlu dicatat disini ya, biar lebih subyektif
Saya hanya akan memberikan contoh ke teman-teman jangan buru-buru anak kita dites dengan segala macam tes bakat, sebelum kita mengamati dg seksama dan anak-anak diajak unt mengenal dirinya.
Alat hanya unt meyakinkan saja. Dan harus caro tahu sanad munculnya alat tsb karena apa. Kita harus paham bener, dasar alat itu diciptakan, tidak boleh ikut tren
Hanya orang galau yg kebingungan tes sana sini untuk meyakinkan siapa sebenarnya dirinya.
Yang sudah pede tidak perlu tes apapun

[12/5, 9:23 AM] Septi Wulandani IIP 02: saya selesaikan mbak safira dulu, aktivitas yang mbak tidak suka hampir sama dengan aktivitas saya, “njelimet dengan keuangan”, sehingga ketika dulu belum masuk ranah produktif saya pelajari hal minimal saja dulu, bagaimana membuat neraca dan segera memikirkan investasi. Setelah sekarang masuk ranah produktif, saya rekrut orang yang suka di bidang ini, dan saya bisa mendelegasikan seluruh urusan keuangan saya ke manajemen keuangan.

[12/5, 9:27 AM] Septi Wulandani IIP 02: Mbak asty ketika muncul indikator di diri kita beberapa hal berikut ini  ketika menjalankan suatu aktivitas :

a. Rasa ingin tahu semakin tinggi di bidang tersebut

b. Mata semakin berbinar

c. Semangat tak pernah pudar

d. Tidak pernah capek, mengeluh

e. Imunitas tubuh naik, karena selalu bahagia
maka kemungkinan itu bakat kita, maka bagaimana caranya menambah jam terbang, sebisa mungkin libatkan anak-anak di bakat anda ini. Apalagi urusan balon mbak, pasti anak-anak senang. bawa assisten selama mbak belajar khusus tentang urusan perbalonan ini ✅

[12/5, 9:30 AM] Septi Wulandani IIP 02: Mbak tri, kuncinya di fokus ya, pasti ketemu
kalau ingin bersinergi dengan suami, bagilah waktu, apabila saat ini belum bisa bersama-sama dalam satu usaha.

 

misal senin- jumat, mbak tri yang fokus di usaha keluarga, suami dapat report malamnya saja. Kemudian nanti sabtu-minggu, kerjakan berdua.
Demikian seterusnya, sampai akhirnya bisa menggeser, prosentase usaha keluarga lebih besar dari usaha yang di kantor, siap-siaplah resign hehehehe.

[12/5, 9:34 AM] Septi Wulandani IIP 02: mbak shofi, mencoba banyak hal itu bagus, karena sudah dilakukan sekarang saatnya menjadikan diri kita spesialis di bidang apa. lebih fokus ya mbak
Mentor yang paling bagus buat anak-anak pre aqil baligh adalah orangtuanya dengan segala aktivitasnya. maka lanjutkan saja mbak, kemudian ajak “tour de talents” ke berbagai keahlian yang lain. Nanti di saat usia 7-14 th ijinkan anak-anak mencoba banyak hal dan berganti-ganti. Agar di usia aqil balighnya nanti dia sudah menemukan spesialisasi dalam dirinya.

[12/5, 9:37 AM] Septi Wulandani IIP 02: Mbak euis kereen banget bisa otodidak belajar menjahit. Itu kelebihan mbak, maka jangan ditolak. Perkuat dengan ilmu-ilmu  dari para ahli di bidang tersebut, yang bisa kita temui di dunia online, sehingga mbak tidak harus meninggalkan anak-anak. Kemudian atur kembali jadwal harian mbak euis, masukkan menjahit ini menjadi aktivitas dinamis mbak bersama anak-anak, lakukan saja terus,naikkan kompetensi mbak, jangan berhenti,  nanti insya Allah akan  ketemu partner yang mahir di bidang marketing

[12/5, 8:13 PM] Septi Wulandani IIP 02: mbak desty ini nanti ada di materi ke 10 dan 11 tentang seni berkomunitas. Orang-orang dengan tipe COMMAND, senang menjadi penanggung jawab dan orang lain kadang melihatnya

sebagai seseorang yang ”suka mendesak/memaksa”.
• Senang mengambil alih situasi.
• Kadang memaksa orang lain untuk mengikuti caranya dalam melakukan sesuatu dan

tidak akan berhenti sampai dia puas atas hasil kerja menurut cara tersebut.

• Berani bertatap muka secara langsung dalam menghadapi masalah serta

mengungkapkan fakta dan kebenaran walaupun tidak menyenangkan
Orang dengan tipe ini harus diberi ruang walau kecil. Berikan tantangan-tantangan menarik yang bisa mereka hadapai sesuai dengan potensi kekuatannya.
Anda perlu sering bertanya pada orang ini mengenai hal-hal yang dalam komunitas,  Ia akan memberikan jawaban gamblang, tanpa ditutup-tutupi. Bertanyalah juga mengenai pendapatnya yang berbeda dengan ide anda. Ia akan mengatakannya dengan terus terang, tanpa tedeng aling-aling. Jika anda memerlukan orang yang dapat mempersuasi orang lain yang sulit dikelola, mintalah pada orang dengan bakat ini untuk menanganinya. Ia akan berhasil dengan baik. Jangan pernah mengancamnya, kecuali anda yakin dapat mengendalikannya.
Seni Mengelola pertemanan ya mbak hehehe.✅

[12/5, 8:27 PM] Septi Wulandani IIP 02: Mbak putri coba dicermati lagi, karena orang-orang dengan tipe woo, paling bisa menghadapi banyak orang dengan segala karakter dan membuat energi komunitas menjadi besar.  Kalau bertemu dengan orang command maka dia tidak akan menggunakan bahasa perintah melainkan dengan bahasa persuasif, bertemu dengan orang yang disiplin, maka akan menjaga keteraturan  agar tetap terjaga dengan baik.
Seringlah bertemu dengan banyak orang untuk mengkonfirmasi potensi kekuatan dan bakat kita.✅

[12/5, 8:30 PM] Septi Wulandani IIP 02: Mbak Fit, apakah dulu saat pre aqil baligh akhir-aqil baligh belum pernah mencoba-coba berbagai peran dan bidang? kalau belum ya sekarang saatnya untuk mencoba-coba berbagai bidang dan peran. Pesan saya tuntaskan satu persatu ya mbak, sehingga kita paham ranah mana yang membuat kita enjoy, easy dan excellent. Berikutnya Earn akan mengikuti. ✅

[12/5, 8:35 PM] Septi Wulandani IIP 02: Mbak jervine, wa’alaykumsalam, kondisi ini sama persis dengan yang dialami anak-anak schooling menuju homeschooling. Orangtua yang working menuju ke homeworking ternyata tidak beda jauh. Karena ada masa transisi dari kegiatan yang terstruktur dengan kegiatan mandiri. Kalau pengalaman saya menangani masa transisi anak-anak perlu masa detoksifikasi dengan perbandingan berapa tahun beraktivitas secara terstruktur sebanding dengan berapa bulan dia harus memahami pola baru dan kembali menuju keseimbangan baru. Contoh anak yang sudah 6 tahun beraktivitas terstruktur perlu masa detoks selama 6 bulan. Ini yang kita namankan proses “membentuk keseimbangan baru”. Maka ikuti saja tahapan matrikulasi ini insya Allah akan membantu mbak jervine memasuki ranah keseimbangan baru✅

[12/5, 8:46 PM] Septi Wulandani IIP 02: Personal branding itu bakat yang dominan ada pada diri kita, sehingga bisa berpengaruh pada produktivitas.
Strenght cluster map adalah peta pembagian aktivitas dominan yang ada pada diri kita dan dikelompokkan menjadi 8 cluster :

a. Servicing

b. Tehnical

c.Reasoning

d. Elementary

e. Networking

f. Generating Idea

g. Thinking

h. Headman
(diambil huruf depannya kita baca STRENGTH)
kalau strength cluster map itu pengakuan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing individu dibandingkan  kembali dengan hasil assesment dari talents mapping terhadap bakat-bakat produktif. Nah biasanya ada yang konsisten ada yang tidak.
maka jika kita merasa berjualan adalah potensi kekuatan kita, maka lakukanlah

peran sebagai tenaga penjual untuk membuktikan bahwa apa yang kita

rasakan adalah benar.
Bila kita merasa mengajar adalah potensi kekuatan kita , maka lakukanlah

peran sebagai tenaga pengajar untuk membuktikan bahwa apa yang kita

rasakan adalah benar✅

[12/5, 8:49 PM] Septi Wulandani IIP 02: INTERPRETER (INT):

Anda senang menjelaskan sesuatu baik lisan maupun tulisan, anda memiliki daya analisis untuk mengartikan sesuatu.
TREASURY (TRE):

Anda seorang yang berpikiran analistis, teliti, teratur dan senang dengan angka-angka

maupun data sehingga sesuai dengan tugas tugas pengelolaan keuangan
Lakukan aktivitas-aktivitas di kedua ranah tersebut mbak ✅

[12/5, 8:51 PM] Septi Wulandani IIP 02: RESTORER (RES):

Anda seorang yang berpikiran analistis , senang mendiagnosa dan senang mengembalikan

sesuatu ke fungsi semula apakah itu peralatan, system ataupun manusia.

[12/5, 8:56 PM] Septi Wulandani IIP 02: mbak yun, apakah enjoy dengan aktivitas cookiesnya sekarang? kalau iya, mbak bisa mengumpulkan berbagai ilmu seputar percookiesan ini kemudian membuka kelas untuk orang dewasa, ajak anak-anak berproses di aktivitas ibunya. Karena mbak yuni punya bakat  INPUT, memiliki hasrat untuk mengetahui lebih jauh dan lebih banyak serta senang mengumpulkan atau mengkoleksi dan mengarsip segala macam informasi. Lakukan tahap ini dulu mbak, di bidang yang mbak merasa berbinar matanya, kemudian bangun hal baru seputar pendidikan di bidang yang mbak yuni suka dan bisa✅

[12/5, 8:57 PM] Septi Wulandani IIP 02: jangan msuk di ranah tersebut mbak, cari partner di bidang yang kita lemah.

[12/5, 9:01 PM] Septi Wulandani IIP 02: waaah keren mbak bisa jadi pemimpin yang ngayomi, itu karena mungkin mbak terlatih menjadi ibu single parent selama ini, dan mulai fokus ke anak sehingga muncullah kombinasi caretaker dan commander.  Mbak nares jalankan peran-peran marketer dan seller nya dengan terjun langsung dan saya sarankan jangan ikut orang ya mbak, bikin bisnis sendiri, karena insya Allah mbak mampu menjadi leader yang baik bagi anak buahnya.✅

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s