Bully Verbal

Menghadapi Bully Verbal

By Bu Sarra Risman

1. Diam

2. Balas celaan dgn candaan

3. Membalas tanpa menghina (maksudnya membalas tanpa menghina adalah membela diri,  tanpa menghina si pembully, yang kita katakan adalah fakta)

● Cth membalas tanpa menghina:

Lo tinggi bgt sih, kyk tiang listrik. 

Iya, alhamdulillah di ksh tinggi,  lo bs cium kentut gw gk? 


● Cth balas celaan dg candaan:

Sar,  gila lo,  gendut bgt lo ya skrg… 

Iya jeng,  gendut itu tanda Makmur.. Kya.. . Lo miskin..??
● Sarra, sepatumu sama umur kamu tuaan sepatumu tuuuh

Iya nih,  aku udh minta ganti sm ibuku dr tk,  gk di ganti2..
Raia kamu kok item bgt sih? 

*pegang rambut* ini iteeemmmm. Buta warna ya broooohh? *Rotfl* 


Kenapa kalau di bully verbal sebaiknya tidak diam:

Kalau diam aja, kalau konsep diri anaknya tidak bagus,  hancur lama2 bu. Karena dia percaya kata- kata teman-temannya yang terus menerus dia dengar.

Nah, kehancuran konsep diri itu yang paling berbahaya dengan bully verbal ini, khusus nya perempuan. 

Karena diperlukan konsep diri yang bagus pada ibu,  untuk bisa menanamkan konsep diri yang bagus pada anak2nya.

Orang yang mau membully,  tujuannya adalah merendahkan orang. Lah kalau yang direndahkan semakin merendahkan dirinya,  buat apa lagi dia bicara.

Jadi anak harus memiliki konsep diri yang luar biasa bagus sehingga sebanyak apapun orang menusuk ke ember (kepercayaan dirinya), seumur hidupnya,  ember itu tidak pernah kehabisan air.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s