Membangun Komunitas, Membangun Peradaban (Matrikulasi Sesi#10)

​_MATERI MATRIKULASI IBU PROFESIONAL BATCH #2  SESI #10_
Selasa, 20 Des 2016

Pemateri Bu Septi Peni Wulandani

Notulen Andi Sri Astiana IIP SulSel
*MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN*
_It takes a Village to raise a CHILD_ 
_Perlu orang sekampung untuk membesarkan anak_

 demikian pepatah dari bangsa Afrika.
Dulu, pendidikan dimaknai, dipahami dan dijalankan oleh para keluarga dan komunitas secara berjamaah. Pendidikan adalah sebuah keniscayaan untuk membentuk komunitas yang lebih baik, demikian juga sebaliknya, komunitas memerlukan pendidikan untuk mengangkat derajat posisi peran personal dan komunal yang lebih baik di muka bumi ini serta memuliakan kearifan dan akhlak yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.
Pendidikan bukan lahir karena adanya komunitas atau masyarakat, justru pendidikanlah yang melahirkan komunitas dan peradaban.
Pendidikan adalah tanggung jawab keluarga dan komunitas, karena keluarga dan komunitaslah yang paling paham peran yang paling bermanfaat untuk dirinya, yang paling tahu sisi kekuatan dan kelemahan dirinya.
Maka sudah saatnya kita mengembalikan keluarga dan komunitas yang kita bangun sebagai sentra pendidikan peradaban. Karena sesungguhnya peradaban adalah milik keluarga dan komunitas, karena di dalamnya akan muncul karya peradaban dan generasi peradaban yaitu anak-anak kita.
*TAHAPAN MEMBANGUN PERADABAN DALAM KOMUNITAS*
Membangun peradaban di komunitas bisa dijalankan seiring dengan membangun peradaban pada diri kita sendiri dan membangun peradaban di keluarga. Mari kita lihat bersama:
a. Setiap manusia memiliki *MISI INDIVIDUAL*
Setiap manusia dilahirkan dengan karakteristik yang unik, maka tugas dan peran yang akan dijalaninya di muka bumi ini juga pasti unik.
b. Setiap keluarga memiliki *MISI KELUARGA*
Misi keluarga bisa jadi misi bersama yang menjadi kekhasan setiap keluarga. Misi keluarga ini bisa jadi kombinasi dari sifat keunikan ayah, ibu dan anak. Atau bisa juga karena ada dominasi sifat yang mewarnai kekhasan keluarga. Di titik ini kita paham, apa rahasia besar Allah mempertemukan kita  ( suami dan anak-anak) dalam satu keluarga.
c. Setiap komunitas memiliki *MISI PERADABAN*
_Burung yang berbulu sama pasti akan saling bertemu_
 Inilah mungkin yang menyebabkan kita bisa berkumpul di komunitas Ibu Profesional, belum pernah saling ketemu muka, tapi rasanya sudah satu chemistry, karena sebenarnya kita sedang membawa misi peradaban yang sama. Yaitu membangun Rahmat bagi semesta alam lewat dunia pendidikan anak dan keluarga. 
*VALUES KOMUNITAS*
Values komunitas adalah *BERBAGI dan MELAYANI_* 

bukan MENUNTUT,
 maka :

a. Mulailah dari diri kita,

b. Berbagi apa yang kita miliki

c. Satu alasan kuat karena anda ingin melayani komunitas, bukan untuk mencari popularitas, atau bahkan untuk memenuhi kepentingan diri sendiri.
*TAAT ASAS*
Kemudian tahap berikutnya adalah pahami, komunitas Ibu Profesional ini hadir dan berkembang di Indonesia. Dimana asas kebangsaan yang dianut di Indonesia adalah asas BHINNEKA TUNGGAL IKA. Sebagai warga negara yang baik kita perlu TAAT ASAS. Maka pahamilah bahwa kita ini adalah *BERAGAM* 
Perbedaan itu akan menjadi rahmat, maka berjalanlah secara
_HARMONI dalam KEBERAGAMAN_
*GERAK dan KEBERMANFAATAN*
Jangan khawatr dengan jumlah, karena banyak dan sedikit itu tidak penting, yang penting adalah *_GERAK ANDA_*dan *_ASAS KEBERMANFAATAN_* kita bagi sesama.

Pakailah prinsip sebagai berikut :
_Andaikata ada 1000 ibu yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka salah satunya adalah_ *SAYA*
_Andaikata ada 100 ibu yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka salah satunya_ *pasti SAYA*
_Andaikata hanya ada 1 ibu saja yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga_  maka *ITULAH SAYA*
Rumah adalah miniatur peradaban, bila potensi fitrah-fitrah baik bisa ditumbuhsuburkan, dimuliakan dari dalam rumah-rumah kita, maka secara kolektif akan menjadi baik dan mulialah peradaban.
Selamat membangun komunitas, membangun peradaban, 
Selamat bergabung di komunitas Ibu Profesional.
dan bersiaplah menjadi Ibu Kebanggaan Keluarga
Salam,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
_Sumber Bacaan_ :
_Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Radja Grafindo, 2000_
_Harry Santoso dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2015_
_Ibu Profesional, Membangun Komunitas, Materi Perkuliahan IIP, 2015_
Link Video IIP, Membangun Komunitas, Membangun Peradaban

Tanya Jawab :

1⃣ Fitrah — iip bogor

Maaf bunda septi…

Dari materi Sesi 10 di atas ada kalimat yg cukup menggelitik saya.. Yaitu :

di point values Komunitas point c. Satu alasan yang kuat karena anda ingin melayani komunitas, bukan untuk mencari popularitas…

Itu maksudnya apa ya bu?

Apakah kalau masuk komunitas kita bisa populer? 

Apakah kalimat itu tidak mengandung negatif think (su’udzon) ?
Mohon pencerahannya ya bunda septi…

Jazaakillah khoiron katsiron bunda septi atas ilmu nya😊

➡️1⃣ Mbak Fitrah, kalau kita lihat dulu di berbagai grup WA, banyak member masuk dengan berbagai kepentingan, ada yang hanya ingin mencari ilmunya saja sehingga banyak Silent Reader,  ada yang memiliki kepentingan dengan jualannya/produknya, sehingga rame saat market day saja, ada yang memang ingin popularitas, bisa masuk TV, Koran , majalah, sehingga harus nebeng ke komunitas-komunitas yang sudah besar dan populer. Maka untuk menghindari hal-hal tersebut terjadi di komunitas Ibu Profesional, maka dari awal harus mulai dibentengi dengan values kita, yaitu BERBAGI DAN MELAYANI bukan MENUNTUT. Sehingga ketika masuk komunitas IIP yang harus ditanyakan kepada diri kita dan seluruh member yang bergabung adalah
“apa yang bisa kubagikan untuk komunitas ini? “apa yang bisa saya layani di komunitas ini? 
BUKAN pertanyaan ini
“Dapat apa saya di komunitas ini?” “Apa sih sebenarnya yang dikerjakan koordinator, kok sepi-sepi banget komunitas ini?”
Nah kalau ada pertanyaan terakhir seperti di atas, artinya kita atau  mereka salah masuk komunitas, karena inginnya MENUNTUT✅
2⃣ asti — iip sulsel

Ikut nanya bolehkan bu.. 
Bu.. Bagaimana menjadi seseorang yang mampu memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga dlm komunitas tsb,terkadang rasa minder datang merasa ilmu yg dimiliki masih sangat kurang dari sesama ibu yang lain.

Terimakasih sebelumnya😊

➡️2⃣ Mbak Asti, kita selalu memulai dari diri sendiri, prinsip di KOMUNITAS bukan mengajak, melakukan yang terbaik untuk untuk keluarga kita, nanti akan muncul tarikan magnet kita untuk berbagi di komunitas. Katakan apa yang sudah anda kerjakan. Pasti tidak jadi minder✅
Diskusi Lepas,

Noni : Bu nanya… Sebenernya konsep ATM di Ibu Profesional itu bagaimana yaa….
Soale saya sempat membaca tulisan seseorang bahwa irang yang selalu ATM adalah follower…
Bagaimana pendapat ibu…

➡️Mbak Noni, memang posisi ATM itu pasti Follower bukan pioner. Ini sah-sah saja dalam sebuah perubahan. Selama unsur MODIFIKASI  nya lebih besar dari unsur AMATI dan TIRU. kalau di IIP selama memenuhi kaidah adab yang benar dipersilakan.
Perlahan-lahan kita belajar untuk menjadi pioner, menjadi trendsetter sesuatu yang belum pernah ada, hal ini bisa terjadi selama menjalankan aktivitas memodifikasi terus menerus. dan berpikir
GOOD is NOT ENOUGH ANYMORE, We HAVE to BE DIFFERENT
Shanty

Bila ada rasa lelah bagimana bu? Sbgi kordi. 
Bila tidak ada maven bagaimana strategi nya #msh yg tadi😅

➡️Lelah, Capek, kuncinya satu ISTIRAHAT mbak, rileks sesaat tapi TIDAK BOLEH KELUAR. Karena kalau keluar/pensiun dalam kondisi lelah itu akan membuat kelelahan di aktivitas berikutnya. Kalau di konsep perjalanan Komunitas adalah HIGH ENERGY ENDING, berhentilah di saat kita masih sangat bersemangat, sehingga bisa membuat momentum-momentum berikutnya.
Kuda saja tidak boleh masuk kandang kalau merasa gagal, dia harus mengulang keberhasilan sekali lagi, mendengarkan tepuk tangan dari pelatihnya, mendapatkan tepukan bahu dari penunggangnya, baru masuk kandang, istirahat #ini efek pelajaran yang saya dapatkan ketika mengantar anak-anak berkuda.
Masak kita mau kalah dengan kuda ? hehehe
kalau komunitas yang berjejaring, peran maven masih bisa ikut komunitas tetangga sebelah atau di pusat sebelum punya sendiri. maka minta connector untuk sering-sering diskusi ke para maven kota lain
Narasvari : Bu, ini mau curhat, kami kdg habis ide mau bahas apa di grup.

Ya itu, koleksi bacaan tdk banyak, dan kl sy pribadi bukan tipe yg mengarsipkan.
Jadi kadang 1 hari itu sepi, butuh dicawe² apa y bahasa Indonesia nya 😀

➡️ List kekayaan ilmu member, kekayaan pengalaman member mbak, untuk bisa BERBAGI dan MELAYANI komunitas, bukan menuntut koordinator terus untuk berpikir sendiri. Sehingga grup akan rame dengan sendirinya.
Shanty : Kalau maven untuk diri sendiri bu? Project kel.

➡️Kalau di kita tidak ada, di pasangan hidup kita juga tidak ada, lihat anak-anak, apakah ada yang bakat ke peran maven? kalau ada latih  peran tersebut. kalau belum bisa lagi harus konsisten mencolek mbah google untuk jadi mesin maven kita hahahaha. Kuncinya BERKOMUNITAS mbak, maka akan ketemu maven yang tepat.
assalamu alaikum bunda septi.. sy rahmah iip sulsel
bun.. bulan lalu saya mengundurkan diri dr beberapa grup wa y basic parwnting. (sayamg sih sebenarnya).awalnya yah saya itu y kena tsunami informasi. lalu sy mencoba u mundur dan fokus pada satu saja. alasan mundur yah tobat jd silent rider.dan merasa bahwa sy belum bisa memberi dan melayani apapun dr grup/komunitas tersebut. dan malah keseringan keenakan scrooll.sampai habiskan waktu dan kuota😬.. selain itu hp nge hang terus
alhamdulillah jd lebih terarah sekarang.gadget time pada checklist indikator bisa terwujud.
alhamdulillah terasa sekali manfaat matrikulasi ini bu..
pertanyaan saya.apa sdh tepat langkah saya bu.

banyak y japri.. bunda rahma kenapa keluar.padahal sering seru diskusinya.tp saya merasa jd tidak fokus klo harus ikut semua.
#mmaaf mamasty curcol saya🙏

➡️Wa’alaykumsalam wr.wb
Sangat tepat mbak Rahma, memang harusnya seperti itu, jangan semua diikuti dan semua membuat kita bingung.
Narasvari : Iyess, pemetaan bakat sdh Bu, untuk rintisan Rumbel 
Tapi ya itu untuk sharing² masi malu²
Blm ada tipe Fire, atau kami yg blm menemukan y bu

➡️belum saja mbak, maka sering-seringlah kopdar, biar ketemu bakat yang dicari
Lulu : Bu jadi misi keluarga dibentuk dari misi individual masing2 anggota ya bu? Bagaimana trik menyatukannya?

➡️Mbak lulu, harus sering ngobrol bareng, main bareng, beraktivitas bareng. Kalau tidak nggak bakalan bisa ketemu. 
Maka sejatinya membangun keluarga itu selaras dengan memabangun komunitas, bahkan yang saya rasakan sekarang di dunia membangun dunia usaha juga sama.
Sehingga ketiganya adalah satu jalur , tidak akan ada yang bisa dikorbankan
Lulu : Umur berapa ya bu kalau untuk anak2 biasanya?

➡️sejak bayi mbak

_Nice Homework #10_

_Program Matrikulasi IIP batch #2_
*MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN*
Apa kabar bunda semuanya? Semoga masih semangat belajar di sela-sela aktivitas liburan bersama anak-anak.
Kali ini kita akan melihat diri kita sebagai seorang yg sudah menjalankan peran di komunitas.
Lihat posisi anda saat ini, kemudian amati peran peradaban apa yg sedang dititipkan Allah di pundak teman-teman semuanya.
Maka buatlah essay pendek, dengan judul posisi anda saat ini.
Contoh : 

KOORDINATOR KOTA
a. Bagaimana kondisi masyarakat/member yg saya pimpin saat ini?

b.Tantangan-tantangan apa saja yang saya hadapi?

c.Apakah bakat yg sudah Allah berikan untuk saya, shg mendapatkan amanah ini?

d. Bagaimana saya menggunakan bakat tersebut untuk kebermanfaatan komunitas?

e. Tahun depan, perubahan apa saja yang akan saya lakukan untuk komunitas/Rumah Belajar/ di kota kami?
Pertanyaan-pertanyaan itu hanya contoh, bisa anda modifikasi sendiri sesuai aliran hati yang teman-teman rasakan.
“Allah tidak akan membebani kaumnya, melebihi kemampuannya”
Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni/

*RESUME REVIEW NHW #10*

*Program Matrikulasi IIP Batch #2*
📅 Senin, 26 Desember 2016
🎙 Host : Yessy Liana Putri
🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃
*MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN*
Bunda, terima kasih atas aliran rasa yang sudah keluar dari lubuk sanubari kita. Hal ini penting untuk melihat apakah misi individu dan keluarga kita selaras dengan misi peradaban di komunitas yang kita bangun di dalamnya.
Sehingga apabila misi individu dan keluarga ternyata menjadi bagian dari misi peradaban yang dibawa oleh komunitas artinya kita ON TRACK. Di tengah perjalanan tidak akan terjadi konflik secara prinsip. Ibarat di samudera, kita berada dalam bahtera yang sama, cita-cita kita selaras dengan cita-cita komunitas. 
Apabila yang terjadi sebaliknya, maka teman-teman perlu mengambil “masa jeda” sesaat untuk kembali merefleksikan diri bersama dengan keluarga. Apabila  misi keluarga kita tidak selaras dengan misi peradaban di komunitas, cita-cita diri kita dan keluarga ternyata juga tidak selaras dengan cita-cita komunitas, jangan pernah memaksakan diri, anda harus segera keluar, karena
BERSAMA itu TIDAK HARUS SAMA.
Mungkin VISI keluarga kita dengan VISI komunitas sama, tetapi dalam menempuh perjalanan panjang menuju tujuan tersebut, ternyata kita tidak cocok secara VALUE dengan mayoritas teman-teman yang berada dalam satu bahtera, maka ini tidak akan membuat kita BAHAGIA. Anda harus punya prinsip untuk segera memilih salah satu, tidak boleh setengah-setengah, karena tidak ada yang sukses di dunia ini dengan setengah-setengah.
TAKE it or LEAVE It.
Segera naiki bahtera yang cocok dengan MISI KELUARGA anda dan berlabuhlah dengan BAHAGIA tanpa harus mengganggu bahtera lain yang berbeda value. Saling menolonglah, saling membantu antar bahtera di tengah luasnya samudera, karena mereka memiliki tujuan yang sama dengan tujuan bahtera anda. Bukan berarti ketika seseorang tidak berada dalam bahtera yang sama dengan anda, anda harus bermusuhan dengan mereka. 
Tugas anda hanya satu, kuatkan awak kapal dan semua crew yang ada untuk memprediksi datangnya badai di tengah ombak samudera yang menderai dan angin sepoi-sepoi yang kadang melenakan anda. Orang yang tidak memiliki misi individu, keluarga yang tidak memiliki misi keluarga, ketika masuk di dalam komunitas, bagaikan buih yang terombang-ambing, mengikuti arus yang deras saat itu kemana, TIDAK BISA MEMILIKI PRINSIP. 
Ketika anda sudah berada dalam BAHTERA yang sama VISI dan MISI nya dengan keluarga anda, VALUEnya  selaras dengan VALUE Komunitas, maka masuklah secara totalitas, ALL OUT, jangan pernah setengah-setengah, sekali lagi tidak orang yang sukses dengan setengah-setengah. Segera ambil peran, jangan menunggu peran. Karena sejatinya peran itu akan meningkatkan KEMULIAAN hidup anda.
Yang pasti satu
PERADABAN ini TIDAK AKAN PERNAH CUKUP diselesaikan oleh SATU KELUARGA saja, maka BERKOMUNITASLAH dengan BAHAGIA.
Salam,
/Septi Peni/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s