Libur Telah Tiba! By Bu Sarra Risman

​Libur semesteran anak-anak hampir berakhir. Setiap libur tiba, anak-anak, yang jam sekolahnya hampir menyerupai jam kantor ayahnya, senang. Ibu? Pusing. Khususnya di Jakarta ini luar biasa sulit mencari ide utk mengisi liburan anak-anak, selain ke mall, ke playground (yang juga ada di mall), ke mall lagi, dan ke playground yang lagi-lagi ada di mall. *apa saya aja ya? Hehehe.

Tentuuuu ada tempat outbound itu, taman safari sana, kolam renang sini, kebun binatang situ, farmfield, dufan dan sekawanannya, tapi semua perlu uang yang tidak sedikit. Bensinnya, uang masuknya, selama di‘sana’nya, semuanya pake uang lagi. Ke mall 4 jam di pusat kota saja parkirnya sudah berapa. Yang dari keluarga berada sih gampang, beli tiket pesawat dan terbang ke Bali, atau Turki, mereka mah nggak usah dipikirin. Yang susah nih kita-kita, (KITA? Saya aja kali) yang suaminya belum bisa cuti, uang terbatas, tabungan yang ada sekarang sudah  dialokasikan untuk uang pangkal sekolah si adek yang harus di bayar awal februari nanti, dan 2 kakaknya yang kalau nggak dikasih aktifitas lain cuma bakal nge-tab lagi.. nge-tab lagi.
Sulit memang kalau ibu saja yang harus datang dengan segerambeng ide utk meng’entertain’ anak-anaknya selama 2 minggu liburan. Apalagi kudu mikirinnn aktifitas selama 16 jam sehari, saking stressnya kadang malah jadinya udh patah semangat dulu di awalnya, dan ujung-ujungnya malah jadi nggak bikin plan sama sekali.
Di SITU salahnya. Ibu TIDAK hrs memikirkan cara untuk mengisi liburan anaknya sepanjang hari. Cukup 1 aktifitas besar saja sehari. Sisanya? Isi seperti biasanya saja, gak haram kok anak free play. Misalnya kalau sekolah kan bangun pagi harus mandi? Sekarang sebelum mandi, siram tanaman dulu, atau bantu ibu mencuci baju dulu, sehingga kalau basah nggak papa, toh belum mandi juga. Pas mau mandi, yang biasanya tidak punya waktu memandikan adik, jadi belajar mandiin adiknya. Abis mandi makan (atau terserah lah urutannya bagaimana), yang biasanya misalnya makan pagi di siapkan ibu (atau mbak), sekarang adalah waktu yang tepat untuk  belajar bikin makanan sendiri. Anak usia 3 tahun di luar negri sudah bisa bikin sandwich nya sndiri lho, masa anak kita kalah. Disesuaikan saja dengan usia anak, yang masih TK belajar menuangkan susu ke serealnya, atau mengoleskan mentega dan menaburkan mesis (atau apalah makan paginya). Yang di atas SD kelas 3 bisa pelan-pelan belajar bikin nasi goreng sama mamanya (atau kalau ayahnya jago masak dan sempat, belajar sm ayahnya akan jauh lebih baik). Terus ‘plan’ hari itu, misalnya main kemah-kemahan pake 4 kursi makan dan seprai paling besar, petak umpet sama 10 barang yang ibu sdh smbunyikan malam sebelumnya atau Bahasa sunda nya treasure hunt. Kalau mau permainannya lama, ngumpetin barang-barangnya yang agak susah dikit, tapi jangan TERLALU susah, soalnya nanti kalau anaknya nggak ketemu sama skali, ntar malah nggak mood main lagi), nonton film (di DVD atau yang sekarang dengan mudah di download) lengkap dengan popcorn dan ruangan yang “gelap”, masak masakan sederhana, main voli dengan balon, bermain dengan cat, bikin baju dari koran,  belajar menebak kata dari gerakan atau gambar, main hujan, origami atau masih banyak lagi ide yang ibu-ibu bisa dapatkan dari mbah google. Kuncinya apa? Persiapan. 
Jangan libur mulai hari ini, mikir hari ini, stress. Nyiapinnya sejak hari terakhir anak ujian. Kan malamnya udah agak lowong tuh, nah bikin deh holiday plannya. Yang anaknya udah agak gedean, bikin bareng. Anak yang masih kecil, terpaksa ibunya bikin bareng…mbah google, hehehe.
Kalau di luar negri, jaman saya libur sekolah dulu, yang mikir pemerintah.(enak yaaa). Mereka sudah punya pusat-pusat aktifitas anak-anak, 1 per ‘kecamatan’, yang menawarkan berbagaaiiiiiiii aktifitas untuk anak-anak selama liburan, untuk beragam tingkat umur dan minat. Mulai dari les renang, basket, sampai bikin kerajinan yang berbeda-beda setiap hari. Gratis pula. Karena kalau ibu-ibu yang disuruh mikirin, bisa pingsan duluan, secara disana liburnya lebih dari 3 bulan. Tapi apa yang didapatkan setelah setiap liburan berakhir? Saya sudah bisa main basket, berenang, pottery (kerajinan dengan tanah liat), dan banyaak lagi (karena setiap tahun kan ngambil ‘les’ yang berbeda-beda). Dan bagian yang paling menyenangkannya ya ibu saya tdk perlu repot mikirin apa-apa. 
Lagi-lagi, entah kapan negara kita ini agak ‘beres’ dikit di 1 areaaa saja dan sdikit memberikan perhatian kepada generasi muda nya. Tapi, kalau niat, tidak perlu tunggu pemerintah, kita bergerak sendiri saja. Orangtua-orangtua yang bertetangga bergabung, berencana dan memikirkan apa yang bisa mereka ajarkan ke anak-anak setempat. Bagi tugas, 1x seminggu saja. 5 orangtua cukup, masing-masing dengan ketrampilannya masing-masing. Yang jago masak, ajarin 1 menu super sederhana. Hari berikutnya yang jago bahasa inggris, ajarin bahasa inggris. Besoknya lagi yang jago nari, ngajarin nari, (walaupun cm 1 tarian dan dilakukannya pas waktu msh SMP dulu, it’s OKAY). Yang jago ngaji, buat mengaji menjadi sebuah aktifitas yang fun. Yang jago jait, ajarin anak-anak menjahit hal-hal sederhana, seperti minimal memasang kancing atau menyambung yang robek. Anak-anak sekarang sangat di fokuskan ke akademis, sedikit banget lho yang bisa melakukannya. Atau mungkin ketrampilan yang lain, seperti futsal, make-up atau judo. Whateverlah. 1-2 jam/minggu saja, jadi dalam libur 3 minggu (wiken nggak di itung) anak mendapatkan  5 ketrampilan dr 5 orgtua yg berbeda, masing-masing 3x. Waaaaah, kalau begitu saya aja mau ikut, apalagi anak-anak.
Saya sengaja memposting hal ini di penghujung liburan, karena kalau di awalnya, semua ibu jadi grudak gruduk menyiapkannya padahal menyiapkan hal ini nggak bisa grudak-gruduk. Jadi posting ini di pake untuk liburan kenaikan kelas juni-juli nanti, pikirin dari sekarang, latihan dari sekarang, kumpulin orang-orangnya dari sekarang. Mereka yang sudah punya komunitas seperti grup-grup WA parenting, bisa berkumpul sekalian kopdar dan merencanakan ini. Enam bulan itu nggak kerasa lho, apalagi kan kepotong Ramadhan dan hari raya.  Kita memang harus kreatif dan menggunakan apa yang kita punya dan apa yang kita bisa. Dan kita harus kreatif bersama-sama… jauh sebelum hari libur tiba.
#sarrarisman

*jika dirasa manfaat, tidak perlu izin untuk membagikan artikel ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s