Niat Baik Semata Tidaklah Cukup (BiAS)

🌍 BimbinganIslam.com

Sabtu, 25 Rabi’ul Awwal 1438 H / 24 Desember 2016 M

👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc

📔 Materi Tematik | Niat Baik Semata Tidaklah Cukup

⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Tmk-NZ-NiatBaik

🌐 Sumber: https://youtu.be/ulToOr3qsR0

———————————–
NIAT BAIK SEMATA TIDAKLAH CUKUP

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، و على آله و صحبه ومن وله و بعة

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Bagaimana menurut kita jika ada seseorang yang membangun rumah hanya bermodalkan niat baik saja?
Dia tidak mengerti bangunan dan dia tidak mengerti teori membangun rumah, apakah dia akan berhasil membangun rumah yang baik dan nyaman serta kokoh? 
Saya rasa jawabannya: tidak.
Lalu bagaimana apabila ada seseorang yang ingin menyetir mobil manual hanya bermodalkan niat baik saja?
Dia tidak mengerti bagaimana menselaraskan antara pedal kopling dan pedal gas, hanya bermodalkan niat baik, apakah dia bisa mengendarai mobil manual tersebut? 
Saya rasa jawabannya pun: tidak.
Atau ada seorang wanita(seorang ibu-ibu) yang ingin memasak rendang tapi dia tidak tau resepnya, dia hanya bermodalkan niat baik saja. Kira-kira bisa tidak dia memasak rendang yang enak dan memiliki cita rasa yang tinggi? 
Jawabannya lagi-lagi: tidak. 
Kalau demikian bagaimana dengan ibadah kita? 
Bagaimana dengan agama kita? 
Bagaimana dengan shalāt kita, puasa kita, dzikir kita, sholawat kita, istigotsah kita, isti’anah kita dan ibadah-ibadah yang lain? 
Mungkinkah akan berhasil mencapai sukses di dunia dan di akhirat hanya bermodalkan niat baik? 
Maka jawab dengan jawaban yang sama dengan sebelumnya: tidak.
Nabi bersabda dalam hadits Muslim nomor 1718:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
_“Barangsiapa yang mengerjakan amal ibadah yang tidak pernah kami contohan (kami ajarkan, kami terangkan, kami syari’atkan), maka amal ibadah tersebut tertolak.”_
Barangsiapa yang mengerjakan shalāt hanya mengandalkan niat baik, dia tidak tau bagaimana cara sujud, bagaimana cara ruku’, bagaimana cara i’tidal, apa yang dibaca dia nggak ngerti, harus membaca Al Fatihah, maka shalātnya tidak diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Orang yang puasa tapi nggak ngerti sifat puasa Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam maka puasanya dikhawatirkan tidak diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
“Barangsiapa yang mengerjakan amal ibadah yang tidak pernah kami contohkan, kami syari’atkan, kami tuntunkan maka amal ibadah tersebut tertolak.”
Dan ini konsep, ibadah tidak cukup hanya dengan niat baik, ibadah adalah sebuah aktifitas dimana kita harus mensinergikan, menselaraskan antara niat ikhlas, niat baik dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Kalau tidak, maka amal ibadah tersebut dikhawatirkan tertolak. 
Makanya imam besar kita yang sangat karismatik, panutan kita, Al Imam Asy Syafi’I rahimahullāhu ta’āla, beliau pernah mengatakan:
من استحسن فقد شرع
_“Barangsiapa yang mengerjakan amal ibadah hanya bermodalkan niat baik saja maka dia baru saja membuat syari’at baru.”_
Ini hal yang berat dan ini teguran keras dari Al Imam Asy Syafi’I rahimahullāhu ta’āla.
Kenapa demikian? 
Karena saat Allāh tidak perintahkan kita shalāt pada waktu tersebut tapi kita shalāt pada waktu tersebut. 
Perhatikan! 
Ini membuat syari’at baru, ini bukan kesalahan yang remeh, ini bukan kesalahan yang kecil
Oleh karena itu marilah kita mengikhlaskan diri kita, kita berniat yang baik dan selanjutnya ikutilah tuntunan Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Dan saudaraku yang di rahmati oleh Allāh, kalau setiap kita hanya mengandalkan niat baik saja maka dikhawatirkan semua kemaksiatan menjadi boleh dan legal karena banyak orang yang ketika bermaksiat niatnya baik.
Apa niat koruptor ketika mengkorupsi uang Negara? 
Ya niatnya baik, memberikan nafkah kepada anak dan istri, bukankah memberikan nafkah kepada anak dan istri niat baik? 
Apa niat seorang anak muda yang memakai obat-obat terlarang? 
Ternyata banyak diantara mereka niatnya baik ingin menyelesaikan dan keluar dari masalah-masalah kehidupan mereka. Bukankah menyelesaikan dan keluar dari masalah sebuah niat yang baik?
Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh.
Dari sini kita sepakat bahwa niat baik saja tidak cukup. Niat baik harus dipadukan dengan cara yang sesuai dengan Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  

__________________________ 
◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah…

Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah
⑴ Pembangunan dan Pengembangan Rumah Tahfizh 

⑵ Support Radio Dakwah dan Artivisi

⑶ Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jama’ah di Indonesia
📝 Silakan mendaftar di : 

http://cintasedekah.org/ayo-donasi/
*Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah*

🌎www.cintasedekah.org

👥 https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/

📺 youtu.be/P8zYPGrLy5Q

—————————————–
📎 Kuis pekan ini klik http://kuis.bimbinganislam.com/
📎Petunjuk http://bit.ly/InfoKuisPekananBIAS
➖➖➖➖➖➖➖

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s