Ucapanmu adalah DOA

Sebetulnya saya sudah menahan- nahan lisan untuk tak menuangkan dalam tulisan. Tapi terus terngiang, apa boleh buat.‎

Curahan hati saya untuk para orang tua, usahlah mengatakan bahwa tak akan pernah membuat repot anak. Hingga bersumpah segala. Kita tak selalu muda lo pak..bu..! Badan juga tak selamanya sehat wal afiat. Lalu kemana lagi kita ingin sejenak berlabuh? Di usia senja terutama. Jika tidak ke anak- anak kita? Siapa yang bisa meramal nasib kedepan kita seperti apa? Jika ternyata mungkin anak- anak kita diberikan kelebihan.‎

Bukan! Ini arahnya bukan menyandarkan diri, bersandar mutlak harus pada Allah Ta’ala, bersandar harapan sekalipun. Tapi secara logika, keluargalah yang kita punya. Orangtua, jika tidak kembali pada anak (dan menantu), lalu pada siapa? Yakin diri sendiri selalu mampu?

Berhati- hatilah wahai bapak dan ibu dengan ucapanmu. Jangan- jangan gara- gara sumpah kalian yang keluar karena menuruti amarah “tidak akan pernah merepotkan anak!” lalu menjadikan anak- anak bapak dan ibu betul- betul tak mampu. Celakanya lagi jika TAK MAU MAMPU, karena sudah sakit hati dengan bapak ibu.‎

Jika anak-anakmu sudah berumahtangga..‎

Pahamilah kondisi tanpa banyak menuntut, mengertilah tanpa banyak bertanya.

Berdoalah tanpa banyak mengumbar cerita dan tanpa menghabiskan waktu mendengarkan dari sanak saudara (apalagi orang lain) yang bahkan tak tahu pasti kondisi seperti apa. Kenapa bukan begini, kenapa jadi begitu.

Ucapkanlah ucapan yang baik

Karena ucapanmu adalah DOA pak.. bu..

Jakarta, 7 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s