Antara Pilot dan Suami by Ust Faisal Sundani

​Antara pilot dan suami 
Masih ingat pilot yang dipaksa turun oleh penumpang karena ketahuan mabuk?. Bayangkan apa yang terjadi kalau si pilot tidak ketahuan mabuk lalu menerbangkan pesawat , nyawa ratusan penumpang tentunya akan menjadi taruhan. 

Karena tugas yang berat dan menyangkut nyawa banyak orang inilah, kesehatan, kenyamanan dan kebugaran pilot menjadi prioritas utama perusahaan. 

 

Dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, kewarasan dan kebugaran suami sebagai nakhoda bahtera keluarga adalah suatu keharusan. Karena tanpa kewarasan pemimpin rumah tangga, arah tuju keluarga bisa melenceng dari perancangan awal atau bahkan karam di tengah arus ombak zaman. Istri bertugas sebagai co pilot yang membantu berjalannya misi kehidupan keluarga. 
Sebagaimana seorang pilot yang tidak  asal pencet tombol sesuka hati dan bercanda dengan alat komunikasi pesawat,  seorang suami tidak bisa asal angkat tangan menyakiti istri, atau bercanda dengan kata cerai, atau marah dan terlepas kata cerai, karena hal itu kontan mengkandaskan perjalanan rumah tangga. Sebagai dalam sebuah hadist shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda :

  : ثلاث جدهن جد وهزلهن جد: النكاح والطلاق والرجعة. 

 ” Ada tiga hal yang seriusnya adalah serius,  dan bercandanya adalah dianggap serius : nikah, thalaq dan rujuk” 

( Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah) 

Imam Al Khattabi berkata : telah sepakat semua ulama bahwa lafadz thalaq (cerai) yang jelas yang diucapkan oleh seorang lelaki yang baligh dan berakal adalah disahkan untuk jatuhnya thalaq, dan tidak ada gunanya jika si lelaki tersebut mengaku bahwa Ia bercanda, atau ia tidak niat cerai.  Artinya perceraian tetap dianggap jatuh. 
Akhir-akhir ini, seiring dengan majunya teknologi informasi, ilmu dan pengetahuan relatif lebih mudah didapatkan bahkan, terkadang tanpa kita cari, ilmu lewat di lini masa sosmed kita. Tidak terkecuali ilmu pengasuhan anak alias parenting. Dengan terekposnya kaum ibu dengan beberapa artikel parenting yang banyak juga menuntut kehadiran dan keikutsertaan aktif bapak-bapak, secara tidak langsung meningkatkan ekspetasi ibu-ibu terhadap peran bapak di keluarga. Setiap kali ada artikel yang berkenaan dengan keayahan, otomatis jari ibu-ibu sudah by default akan men tag suami mereka. 
Memang, kehadiran dan keaktifan ayah dalam pengasuhan adalah satu keniscayaan yang tidak bisa dielakan, dan si ayah harus mengetahui dan menyadarinya,  karena hal tersebut adalah bagian dari kewajiban ayah sebagai pemimpin keluarga yang akan dipertanyakan di hari akhir. 

Tetapi, apapun suami adalah manusia juga yang penuh dengan  spesifikasi khusus yang terkadang dilupakan pasangan .  Suami adalah lelaki yang masih perlu singgasana di rumah sebagai pengejewantahan egonya sebagai lelaki. Maka istri seharusnya menjadi co pilot yang mengingatkan alur navigasi bukan direktur yang mengarahkan apa yang harus dilakukan. 

Memang sekarang sudah bukan zamannya lagi lelaki tabu untuk ke dapur, ganti popok, menyapu atau memandikan anak, tapi jangan paksa si ayah meninggalkan otak kirinya, berfikir dengan cara yang berbeda dari pasangan. 

Kita faham bahwa istri punya 1001 kisah ketika suami tidak di rumah untuk diceritakan, tapi tunggu sejenak sampai suami siap untuk mendengarkan, apalagi ketika suami mendapatkan hari yang tidak begitu lancar di kantor. 

Sabarlah, walau mungkin tidak setegar Ummu Sulaim ketika anaknya meninggal dan tidak langsung mengkhabarkan hal tersebut ke suami ketika suami datang. 

Istri mungkin rindu bicara dengan suami, atau ingin suami aktif menanggapi cerita istri pulang kerja, tetapi ingat, kuota bicara suami mungkin sudah habis dipakai presentasi di kantor, atau diskusi dengan boss, atau mungkin berdebat dengan teman sejawat. 

Sebagaimama seorang pilot yang pantang penat, hilang fokus apalagi mabuk, maka pastikan suami mendapatkan apa yang diperlukan, karena suami walaupun manusia super, tetaplah manusia. 

@fatherhood 

#Fatherhood #TarbiyahPubertas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s