Your Words Sow Seeds in Your Children’s Heart by Bu Sarra Risman

Semua org tua mau anaknya percaya diri, tidak pemalu, mereka mau anak2nya tau bahwa dirinya berharga, agar anaknya ga sembarangan mau di tekan, di injak2, di atur apalagi di sakiti org lain. Utk ini, orgtua sibuk memaksa anaknya agar mau bersalaman dg org lain sejak kecil, mengikutkan lomba, pentas sini sana, mengira cahaya panggung, atensi dr manusia lain, keberhasilan yang di buktikan lewat deretan piala itulah yg membuat dirinya lebih berharga. Salah. 
Kepercayaan dan keberhargaan diri itu dibangun oleh pengasuhan sehari-hari, lewat pemilihan kata-kata orangtua dan sekitarnya. Maksudnya jg bukan anak Hrs sibuk di puji dan di puja, tapi kata2 yg tidak menjatuhkan, mengancam dan  menghakimilah yang merupakan fondasinya. Setiap kata2 yg keluar dr mulut orgtua, adlh batu bata yg menentukan apakah bangunan tsb akan rubuh hanya karena angin saja, atau kuat melewati goncangan gempa. 
Sayang..kita suka tidak sadar. 
Andaikan kita smua menyadari bahwa kata2 adalah biji kepercayaan diri, mgkn kita akan lebih memilih menggemeretakkan gigi, daripada mengeluarkan kata2 yg hanya bisa disesali nanti. Andaikan kita sedari dulu tau bahwa sumber kepercayaan diri adlh kata2, mgkn kita lbh ikhlas menunggu sesaat utk bicara smp emosi reda. Karena kata2 berdampak pada jiwa, jd ketika menyebabkan luka, bekas sayatannya di bawa oleh mereka seumur hidupnya. Dan yg lebih berbahaya, tanpa sadar mereka akan menorehkan kata-kata yg sama pada anak-anaknya pula. 
Smoga kita jd lbh waspada, utk memilah milih kata, yang keluar dr mulut dan masuk ke hati anak-anak kita, yang oleh malaikat bisa saja tercatat menjadi doa. 
Bicaralah hanya jika kata-katamu lebih indah dari diammu. 

– Ali bin Abi Thalib R.A
Tulisan pada gambar:

Kata-kata Anda menabur benih di hati anak-anak Anda. 

Dari benih tersebut, bermunculan kepercayaan diri atau ketidakpastian, martabat atau aib, rasa layak atau ketidakberhargaan. kata-kata Anda membangun awal dari kisah hidup mereka, dan mereka akan membawa cerita ini dengan mereka selamanya.

-Rebecca Eanes

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s