When We Grow Up … (#hari1 #komunikasiproduktif)

_Game Kelas Bunda Sayang_

Level 1
*TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF*

When We Grow Up…

Bunda masih ingat dengan cita- cita masa kecil?

Mau menjadi apa?

Dokter? Arsitek? Guru?

Kalau saya ingin menjadi Pramugari. Tujuannya supaya bisa naik pesawat keliling dunia. Cita – cita saya mengalami banyak sekali perubahan dari waktu ke waktu. Kadang berubah terinspirasi dari buku yang saya baca maupun film yang saya tonton. Saya pernah ingin menjadi astronot setelah menonton film Apollo 13 yang dibintangi oleh Tom Hanks di tahun 1995, saya kelas 5 SD saat itu. Saya bahkan pernah ingin menjadi detektif setelah mengikuti serial manga Detektif Conan (yang generasi’90an pasti tahu ;p ).

Dan dari semua profesi yang pernah saya impikan, apakah saya telah menjadi salah satunya? Hmm.. TIDAK!

Bagaimana dengan bunda? Apakah profesi saat ini adalah cita- cita masa kecil? Atau minimal profesi yang setidaknya pernah diimpikan?

 

—–

 

Sebagai kelengkapan proyek Buku Tahunan Sekolah (BTS) , TK A Pelangi – kelas anak sulung saya – diminta untuk melakukan sesi pemotretan. Untuk teknis pelaksanaan oleh pihak sekolah diserahkan sepenuhnya kepada korkel (koordinator kelas – tim fsog perwakilan orangtua murid) yaitu saya, termasuk untuk pemilihan tema foto. Berhubung tema dari acara Tasyakuran yang nantinya akan diadakan pada bulan Mei 2017 adalah DREAM – Mimpi, maka yang terbersit di benak saya adalah tema Cita – cita / Profesi sebagai tema photoshot anak- anak kelas TK A Pelangi. Masih saling berkaitan.

 

Alhamdulillah tema tersebut mendapatkan respon dan kerjasama yang baik dari orangtua kelas Pelangi. Kami bahu membahu mempersiapkan kostum sesuai minat impian anak- anak. Tidak mudah memang, karena di usia yang masih 5 tahun, tidak semua anak memiliki pemahaman akan makna cita- cita. Apalagi untuk anak perempuan, banyak dari mereka yang mau menjadi princess, dibandingkan dengan profesi- profesi lain seperti dokter, polisi, guru dsb.

 

Tantangannya justru disitu, para orangtua berusaha memberikan pengertian tentang makna impian dengan cara masing- masing. Seperti halnya yang saya alami dengan si sulung, Akhtar. Ketika ditanya cita- citanya mau menjadi apa, tak serta merta dia mau menjawab, menjadi pilot misalkan, pengusaha seperti Papanya atau tentara seperti Opanya. Akhtar hanya terdiam dan kemudian melanjutkan apa yang sedang dia kerjakan.

 

Sebetulnya jika mau gampang, buat apa juga saya susah- susah menggali informasi impian Akhtar, toh masih TK juga, masih 5 tahun. Hanya formalitas. Tapi saat itu saya berfikir, foto itu nanti, meski terkesan remeh, akan menjadi kenang- kenangan untuk dia kini dan nanti. Bahwa dia pernah menyukai profesi sesuai dengan foto masa TK nya di buku tahunan.

 

Kemudian saya ingat, dari hasil pengamatan saya, Akhtar ini paling menyukai aktivitas memasak dan membuat kue, sudah beberapa kali dia terlibat menyiapkan makanannya sendiri tanpa diminta dan pernah juga membantu tantenya membuat bakpao.

Akhirnya saya ajaklah Akhtar ke dapur, dia saya libatkan penuh dalam proses menggoreng telur dadar. Dan ditengah- tengah dia menikmati proses memasak, sambil saya ajak bicara, tentang apakah dia suka memasak , kenapa dia suka , dan memasak apa yang paling dia sukai. Kata demi kata mengalir dari bibir mungilnya, lengkap dengan binar mata sambil mengocok telur yang ada di dalam mangkok dengan garpu.

Kemudian saya menunjukkan video little chef di youtube, saya menawarkan mau tidak Akhtar memakainya jika Mommy-nya membelikan baju chef seperti ini lengkap dengan topi. Dan dia mengangguk bahagia.

 

Voila!

 

Sebagai orangtua, tentu saja saya mengamati perkembangan anak-anak dalam hal minat dan bakatnya, terutama untuk  kedua anak saya Akhtar dan Qaleef, meski usia keduanya belum paham kalau ditanya cita-citanya. Satu hal yang penting dalam rangka meningkatkan segala bentuk kecerdasan dan juga keahlian banyak dilakukan oleh para orang tua termasuk bagaimana cara mengenali bakat anak sedini mungkin agar bakat anak bisa berkembang dengan baik.

 

Sebenarnya tiap anak memang dilahirkan unik, dan setiap anak punya karakter yang berbeda satu dengan yang lainnya. Kita sebagai orang tua perlu mendukungnya dengan cara mengarahkan sebaik dan setepat mungkin sesuai dengan bakat yang dimiliki anak-anak kita. Anak – anak bisa menggali bakat serta potensi yang dimilikinya dan juga bisa mengisi hari-harinya yang dilaluinya dengan suatu kegiatan yang berarti baginya dan tentunya disukai olehnya.


Berikut adalah tips mengenali bakat anak yang saya dapat dari cardiacku.blogspot.co.id.

Sebenarnya cara mengamatinya cukup mudah, yaitu orangtua harus jeli dan sabar dalam memperhatikan perkembangan anaknya.

 

  1. Memberikan perhatian kepada anak. Perhatian dalam hal mengenali bakat anak adalah orang tua bisa berupa dan berwujud dengan memberikan sarana, prasarana, meluangkan waktu mendampingi anak latihan, mengikutkan anak berbagai lomba dan kegiatan, dan sebagainya. Buatlah suasana yang mendukung anak untuk mewujudkan bakatnya tersebut. Sehingga nantinya bakatnya bisa berkembang dengan baik.
  2. Mengamati bakat potensi dalam Lingkup keluarga besar. Amati pola bakat yang ada di masing-masing keluarga besar, baik yang berasal dari sang ayah maupun ibu. Bakat bagaikan “berlian” yang terpendam. Karena bakat itu, orang tua memerlukan kejernihan dalam proses melihat dan juga mengobservasi diri apa potensi / bakat masing-masing dari anak-anaknya. Selain hal tersebut, melihat dan dan juga menelusuri pula generasi sebelumnya, apa potensi dan bakat mereka terdahulu, lalu rumuskan menjadi suatu rumpun bakat yang menjadi cikal bakal bakat si buah hati atau anak-anak. Sebagai suatu contoh : ayah dan ibunya memiliki potensi dan bakat di dalam bidang musik. Kecenderungan ini akan diturunkan pada anak, soal adanya perbedaan aliran atau jenis musik itu hanya perkara selera saja dan tentunya bisa untuk dikompromikan di kemudian hari nantinya. Dan ini adalah salah satu cara untuk kenali bakat anak.
  3. Komitmen dan konsisten. Tentunya untuk mencuatkan bakat, perlu komitmen dan kesungguhan dalam menjalaninya. Hal ini dikarenakan proses dari potensi dan minat mewujud jadi bakat itu perlu waktu dan juga latihan. Jadi harus tekun, disiplin, ulet dan tak bosan, baik anak maupun orangtuanya. Lakukan latihan secara konsisten, karena untuk teraktualisasi menjadi bakat butuh stimulasi yang tetap dan terus-menerus, membentuk habituasi (kebiasaan). Ibarat tanaman butuh diberi pupuk dan disiram serta dirawat dan diperhatikan. Sehingga dengan kita kenali bakat anak sejak dini ini maka kita dapat mengembangkan bakat minat anak seoptimal mungkin.

 

—–

 

Satu hal yang menjadi catatan saya, saya tidak berprofesi sesuai dengan yang saya impikan menurut saya, salah satunya adalah karena kurangnya keterlibatan orangtua saya dalam mengarahkan impian saya saat masih kecil. Saya tidak memiliki konsep diri yang bagus terkait dengan fokus pada apa yang menjadi passion dan bakat saya. Dan saya tidak mau ini terulang pada anak- anak.Karena bagaimana anak kita di masa yang akan datang tergantung bagaimana cara kita mendidik dan mengajarkan berbagai hal yang bermanfaat dan juga berbagai pengetahuan yang bisa dimilikinya semasa kecilnya. Ajarkan anak bermimpi dan menjalani impiannya.

 

“Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya
Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia
Selamanya

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita
Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia
Selamanya
Selamanya
Laskar pelangi
Takkan terikat waktu”


Nidji – Laskar Pelangi Lyrics

img_20170126_104054_548000.png17-01-26-10-36-44-666_deco.jpg
#hari1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s