ANAK SUKSES? BERMULA DARI BANGUN PAGI (TIPS PARENTING) (#hari2 #komunikasiproduktif)

Akhtar dan Qaleef baru sembuh dari radang batuk pilek. Saat mereka sakit saya longgarkan bangun paginya, karena ada obat yang menyebabkan kantuk dan diminum menjelang subuh, sesuai jadwal rotasi minum per 8 jam/3 kali sehari. Ketika telah sembuh dan sudah waktunya masuk sekolah, saya ketar- ketir, akankah saya harus mengulang masa- masa penuh tantangan membangunkan anak- anak. Meski upaya sounding telah lama digaungkan beberapa hari sebelumnya saat menjelang tidur, dalam obrolan malam antara ibu dan anak.
Saya : “Alhamdulillah, kakak sudah sehat, baikin man (kuman dalam bahasa jepang) sudah pergi. Kakak sekarang kuat dan siap bermain bersama teman- teman di sekolah. Yeay!”

Akhtar : “kakak g mau sekolah”.

Saya : “loh kenapa? Teman- teman kakak kan kangen sama kakak. Kakak g kangen bermain sama Zaki, Faeyza, Azky, Danang..?” (Saya sebutkan nama teman- temannya satu persatu)

Akhtar terdiam.

Akhtar : “Tapi jadinya kakak harus bangun pagi donk!” , dengan wajah ditekuk dan bibir manyun.

Mmm..jadi terletak di bangun paginya. Saya jeda beberapa saat sambil memikirkan jawaban yang bisa diterima.

Saya : “Bangun pagi kan menyehatkan kak, coba deh kakak ingat, badan kakak lebih segar saat bangun pagi atau bangun siang?”

Akhtar terdiam tampak berfikir, lalu dengan lirih menjawab “Bangun pagi”

Saya : “Nah kan! Bangun pagi itu sehat kak, kalau badan sehat baikin man g mau dekat- dekat, kita jadi g gampang sakit”.

Tentang perbandingan bangun pagi lebih menyehatkan daripada bangun siang, saya mengambil FoE (field of experience) Akhtar. Saat bangun siang dia memang sedang sakit dan dibawah pengaruh obat. Tentu berbeda rasa dengan saat sudah sehat dan tidak dibawah pengaruh obat.

Alhamdulillah, kekhawatiran saya tidak terjadi, anak- anak bisa bangun pagi dengan mudah saat sudah sehat pagi ini.
Dan tidak hanya itu, ada serangkaian upaya yang telah saya terapkan agar anak- anak bisa bangun pagi.

1. Tidur lebih cepat

Saat quota tidur anak terpenuhi, dia akan bangun pada waktunya dan dengan sendirinya.

2. Matikan lampu dan ciptakan suasana tenang siap tidur

Jika lampu menyala, apalagi jika ada gadget di sekitar mereka, sekalipun sudah mengantuk, mereka tidak akan lantas mau tertidur. Saya memiliki kebiasaan mengobrol dengan anak- anak lalu membacakan surat- surat pendek juz amma sebelum tidur. Lullaby. And it works!

3. Saat pagi buka tirai dan biarkan sinar matahari masuk ke dalam kamar.

Istilah anak-anak saya saat melihat matahari pagi adalah “Mommy, mataharinya sudah main-main”

4. Konsisten

Orangtua harus konsisten membangunkan anak di waktu yang sama hingga anak terbiasa. Konsisten ini, terutama dimulai sejak anak berusia 3-5 tahun. Masa ini menurut saya fase krusial dalam melatih disiplin anak. Jika anak malas- malasan untuk bangun, berikan waktu tenggang 5 menit untuk bangun. Jangan sampai lebih dari itu, secara tidak langsung kita mengajarkan anak untuk menunda- nunda waktu bangun dan akhirnya kebablasan.

Di bawah ini ada tulisan menarik tentang bangun pagi dari ustadz Bendri Jaisyurrahman.

ANAK SUKSES? BERMULA DARI BANGUN PAGI (TIPS PARENTING)

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)
1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg masygul (sibuk)

2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati
3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi jalang
4| Mulailah dengan malam yang berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas.
5| Sehabis isya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yang menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan

6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dengan cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yang tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran

7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya Tutuplah aktivitas malam dengan dengarkan tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya sepanjang hayah
9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yang dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dengan cara yg ia bilang
10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idam
11| Bangunkan anak dengan kalimat Ilahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dengan lembut tembus ke hati
12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dengan doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh transisi
13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Mudah-mudahan jadi pola
14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. InsyaAllah anak bangun pagi dengan kesadaran. Sebab tubuhnya telah menyesuaikan
15| Jika ayah tak sempat membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak merasa diabaikan
16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yang tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna
17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada upaya perbaikan
18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat
19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami
20| So, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan mencaci. Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi. Selamat beraksi

( Yuk Menjadi Lebih Baik)

_Game Kelas Bunda Sayang_

Level 1

*TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIkASI PRODUKTIF*

#hari2

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif 

#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s