‘Jaga Dirimu DAN KELUARGAMU dari Api Neraka?’ By Bu Wina Risman

​Turunkan pandangan dan…
Masih membahas sekitar pornografi dan anak. Alhamdulillah, kemarin saya  mendapat kesempatan untuk ngobrol berkualitas bareng putri saya Azzama, dan adiknya, Abdul Malik tentang beberapa hal, antara lain; Dajjal, youtube, pornografi dlsb, dalam perjalanan menuju sebuah mall untuk membeli suatu keperluan. 
Didalam waktu yang pendek namun cukup padat dan bermanfaat tersebut, kami bicara ngalor ngidul, hinggalah semua topik diatas dibahas. Tentunya semua itu menggunakan bahasa yang mampu mereka pahami dan serap sesuai dengan usianya. 
Awalnya, adik kakak ini saling menceritakan sebuah kisah lucu dalam sebuah film, yang saya tidak ingat mengajak mereka menontonnya. Gali punya gali, ternyata mereka melihatnya dari Youtube secara ngak sengaja (mungkin ada referensi dari temannya, sebelumnya). Ditanya lebih lanjut, mereka agak terganggu untuk menjawab yang jujur, tapi Alhamdulillah, mereka tahu konsekuensi ‘bohong pada mama’, akhirnya menjawab dengan jujur juga. 
Saya yang agak jengah dan kaget, pertama bersyukur dalam hati, karena itu film komedi bayi. Tapi bagaimanapun, saya menggunakan kesempatan emas ini untuk menjelaskan bagaimana bahaya Youtube, dan menekankan kembali, kenapa penggunaan YouTube diperlukan izin resmi dari kami, orang tua. 
Saya kemudian menjelaskan, bahwa YouTube itu ‘dosa mata’, menjelaskan ayat Allah tentang menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Menjelaskan bagaimana kedua hal itu erat hubungannya. Menjabarkan tentang dosa yang kemudian dibawa ke bawah tanah. 
Menceritakan bahwa banyak orang tua tidak sadar akan bahaya ini, dan malah justru memberikan pada anaknya telfon genggam di usia yang masih sangat belia. 
Menjelaskan bahwa salah satu alasan kenapa saya menunda memberi hp, adlaah karena hal ini. Bukankah diperintahkan ‘jaga dirimu DAN KELUARGAMU dari api neraka?’.
Saya kemudian juga menjelaskan, apa itu pfc, kerusakan yg disebabkannya. Bertanya apakah pantas, tontonan yang sekejap itu, dengan kerusakan pfc, dilanjut hingga urusan kebawah tanah?.
Saya juga terangkan tehnik bagaimana  pebisnis pornografi menyasar anak anak kecil, justru sebelum mereka remaja. 
Bagaimana ‘pop-up’gr porno keluar di game anak-anak, hingga ketika mereka ‘terpeleset’ menekan tombol ‘x’ nya, game porno itu akan terbuka.
Mereka mengangguk, paham. Dalam menjelaskan, saya banyak menggunakan kalimat tanya, agar mereka berfikir, dan bukan hanya menelan nasehat saja. 
I hope they take it seriously. 
Saya mengharapkan, Allah bukakan hati dan akal mereka agar mereka bisa paham dan menerima semua informasi ini dengan baik. Karena ini bukanlah hal remeh, yang bisa dipandang sebelah mata, dan dianggap tidak berbahaya. Karena hal ini, urusannya sampai ke anak cucu nanti. Sampai ke syurga dan neraka. Saya juga berharap dan berdoa, semoga semakin banyak orang tua semakin terbuka matanya tentang hal ini, mengharap sahabat sahabat yang belum sadar dan belum tersentuh masalah ini, mulai menelaahnya dan menggangapnya serius sekali. 
Pada akhirnya, kita sebagai orang tua, tugasnya adalah berusaha tanpa henti, berusaha melindungi sang buah hati. 

Hanya doa yang dipanjatkan pada Ilahi : 
Hasbunallah wa ni’mal wakil.

Ni’mal maula wa ni’man nashir
Kalau bukan orang tua yang membahas ini pada anak, siapa lagi?
Wallahu a’lam bis shawab
7 January 2017
WinaRisman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s