Memulai Dewasa dari Mata by Ust Faisal Sundani

​Memulai dewasa dari mata
Ingat pilpres Amerika beberapa bulan kebelakang?, ratusan juta rakyat di negara yang sudah merdeka itu 240 tahun itu antusias memilih presiden ke 48 mereka. Di negara yang sudah 48 kali pilpres dan kualitas pendidikan yang tidak diragukan tersebut, terlebih sebagai negara super adidaya semestinya kita mengharapkan adanya satu kaderisasi yang mantap,  sehingga kaum muda bukan hanya menjadi penonton. Tetapi yang terjadi adalah dua pasang calon dari generasi yang seharusnya sudah pensiun menjadi calon presiden Amerika. Donald Trump berusia 70 tahun dan Hillary Clinton 69 tahun. 
Kemana para pemuda? Atau paling tidak pemimpin-peminpin yang belum terlalu tua?. 

Pada hakikatnya itulah gambaran dunia saat ini, di saat kita menghadapi krisis kepemimpinan yang bermula dari krisis kedewasaan. Ternyata krisis ini bukan hanya menjadi isu nasional tetapi juga International. 

Ironis, karena sejatinya masa muda adalah masa keemasan seseorang, dan Al Qur’an menggambarkan masa muda sebagai kekuatan di antara dua kelemahan,  yaitu masa kanak-kanak dan masa tua yang cenderung dependant. 

Masa muda digambarkan sebagai masa yang sejatinya penuh dengan idealisme, sebagaimana pengikut para nabi adalah kaum muda. 

Sebetulnya umat Islam sudah punya sistem pemberdayaan pemuda ideal yang dipersiapkan menjadi manusia yang bertanggung jawab yang pada akhirnya diharapkan bisa melahirkan generasi yang sanggup menjadi pemimpin (imam).

Sistem pemberdayaan pemuda dan penanaman disiplin dan tanggungjawab yang didasari dengan adanya konsep taklif ( beban hukum) yang dimulai ketika anak masuk usia baligh. 

Secara bertahap anak usia tamyiz sudah dibiasakan untuk bertanggung jawab ketika masuk usia tamyiz, dengan menerapkan aturan khusus tentang masuk kamar orang tua dalam tiga waktu yaitu sebelum shubuh, setelah zhuhur dan setelah isya,  sebagaimana Allah instruksikan dalam surah an nuur ayat 58:

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu..”
Hal di atas adalah pembelajaran anak-anak yang pertama tentang tanggungjawab atas organ tubuh mereka yaitu mata dengan cara menahan pandangan,  dari terekpos sesuatu yang tidak semestinya dilihat dari orang tua mereka. 

Hal ini juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga mata, karena banyak dosa berawal dari mata. 

Terlebih bagi anak-anak lelaki kita,  di mana mereka yang akan sejatinya menjadi pemimpin di masa depan,  paling tidak memimpin sebuah keluarga. Terlebih dengan kekuatan mafia pornography dan sex bebas yang mengarahkan bidikan mereka ke anak lelaki karena mudahnya lelaki terkena virus candu pornography dibandingkan anak perempuan dan semua bermula dari mata. Sebagaimana diteliti oleh para ahli bahwa pornography menyerang PFC ( pre frontal cortex) atau otak bagian depan yang hanya dimiliki manusia sehingga membedakan manusia dengan hewan sebagai pusat pengambilan keputusan. Bayangkan jika seorang anak sudah bermasalah dengan otak bagian depannya di masa kecil ?, apa yang akan terjadi ketika si anak beranjak dewasa secara biologis? Apa yang terjadi ketika ia menjadi kepala keluarga?. 
Anak-anak muda kita semestinya mempunyai imunitas terhadap gangguan dosa mata,  dan imunisasi terhadap gangguan tersebut dengan melatih anak-anak ghaddul bashar atau menundukkan pandangan. Tundukkan pandangan dari yang tidak seharusnya dilihat, dalam dunia nyata maupun dalam dunia maya. 

Dari proses inilah kita bisa mulai untuk mengikis krisis tanggungjawab yang berpotensi melahirkan krisis kepemimpinan. 

Anak-anak muda yang terlatih untuk mengendalikan pandangan mata inilah yang kelak meneruskan cita-cita kita untuk membangun bangsa yang lebih bermartabat di masa depan. 

Mari kita mulai melatih anak kita dewasa dari mata. 

@faisalsundani 

#TarbiyahPubertas #Fatherhood

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s