Membela Diri (hari#9 #komunikasiproduktif)

“Mommy, kakak besok g mau sekolah” Akhtar merajuk sambil menghiba manja.

Saya tanya apa alasannya.

“Soalnya kakak dipukul anak- anak waktu main ayunan, kakak didorong”‎

Meskipun kaget, saya tidak lantas reaktif. Saya menghentikan aktivitas saya yang saat itu sedang menata buku. Sambil berusaha tetap terdengar tenang saya bertanya,‎

“Didorong sama anak- anak siapa? Didorong apa dipukul? Mana yang sakit? Kakak ada yang luka? Coba kakak cerita”.

Akhtar : “iya sakit kepalanya kk, berdarah (saya Cek dan tidak ada darah)

Saya : “Mana yang sakit? Mommy ambil obat dulu ya, yang berdarah sebelah mana?”

Akhtar : “udah pergi darahnya, tapi tadi sakit”

Saya kusuk- kusuk kepalanya sambil memeriksa dengan teliti, adakah memar, luka atau darah. Dan tidak ada. Syukurlah.

Saya : “Namanya siapa teman kakak yang pukul itu?”‎

Akhtar tampak diam berfikir, lalu : ” Itu si … ” dia menyebutkan nama salah satu temannya, dan PEREMPUAN. Akhtar lalu bercerita bagaimana dia membalas mendorong dan memukul si teman tersebut.‎

Saya masih mencoba berpikir jernih menghadapi situasi itu. Kemudian saya mencoba menggali informasi sebanyak mungkin tentang kejadian di sekolah tadi.‎

Melakukan komunikasi dan menggali informasi dengan anak usia ini merupakan tantangan. Hal ini dikarenakan kemampuan berbahasa mereka pun masih sederhana. Dari informasi yang saya dapatkan :

1. ‎Terjadi saat bermain di tempat ayunan
2. Si pelaku mengayun ayunan dengan kencang, saya tahu Akhtar paling takut ayunan kencang‎
3. Ada adegan Akhtar didorong (bukan dipukul ternyata)‎
4. Akhtar membalas mendorong
5. Ini baru pertama terjadi, daaaann‎
6. Si pelaku adalah anak perempuan.‎

Saya : “Kakak sudah bilang ke ustadzah?”

Akhtar : “Belom”

Saya : “Kakak.. kalau lain kali ada yang dorong atau pukul kakak, kakak langsung bilang ke ustadzah ya. Dan bilang sama anak yang pukul atau dorong tadi, bahwa itu tidak baik. Ngerti?”‎

Akhtar mengangguk.

Saya : “Kakak juga harus cerita sama Mommy ya kalau ada yang pukul atau dorong kakak, janji ya”

Akhtar : “iya janji”

Kami saling melingkarkan jari kelingking.

Ketika terjadi permasalahan dalam interaksi antar anak, ada anak yang dapat menyelesaikannya dengan baik, namun ada pula yang tidak. Anak yang tidak dapat menyelesaikan masalah dengan baik pun terbagi dua, yaitu antara menggunakan kekerasan atau pasrah. Anak usia TK (4-5 tahun) seharusnya sudah mampu menahan perasaan dan mengendalikan reaksi (misal : marah tapi tidak memukul).

Akhtar dan Qaleef juga biasanya “bertengkar” di rumah, entah saat berebut mainan, makanan, teritori ruang bermain dsb. ‎S‎aya sampaikan pada anak- anak bahwa mereka punya pilihan, jika tidak sakit dan mau mengalah, boleh. Dan paling baik adalah saat marah tidak memukul. Tapi jika sakit dia berhak membalas, agar yang menyakiti tahu bahwa dipukul itu sakit. Tapi ini kasus per kasus ya, tidak bisa digeneralisir.

Kalau tidak, dia harus melapor ke orang dewasa terdekat, jika di rumah ke ibunya atau ayahnya.

Dalam kasus Akhtar, karena baru pertama terjadi. Pelakunya pun perempuan. Saya tidak tekankan untuk membalas. Saya meminta dia untuk melapor saja ke ustadzahnya.

Mudah- mudahan dia bisa belajar memaafkan, mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Tapi jika sampai terulang, saya akan bertemu dengan ustadzah di sekolahnya dan menyampaikan bahwa ini sudah kedua kalinya.

Alhamdulillahnya dia mau terbuka bercerita kepada saya. Ini ya pentingnya belajar membangun komunikasi dengan anak.‎

Seiring pertambahan usia, saya akan mencoba mengajak anak- anak ikut andil dalam berfikir. Sikap apa yang tepat untuk mengatasi permasalahan seperti itu. Saya ingin mengajarkan anak- anak untuk mencari jalan keluar sendiri. Dari beberapa alternatif anak diajak memilih yang termudah dan bisa efektif dilakukan. Semoga dimudahkan. Aamiin Allahumma Aamiin.

“We may not be able to prepare the future for our children, but we can at least prepare our children for the future.” –Franklin D. Roosevelt


_Game Kelas Bunda Sayang_

Level 1

*TANTANGAN 10 HARI BERKOMUNIKASI PRODUKTIF*

#hari9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s