Mewariskan Cara Menjaga Perasaan Orang Tua by Ayah Risman Musa

​Mewariskan cara menjaga perasaan orang tua
Kalimat pendek sekali dengan jelas difirmankan Allah dalam Alquran: “Jangan katakana Uh kepada orang tuamu.

Sederhana, jelas dan tegas, uh,ah dan sejenisnya dilarang oleh Allah diucapkan kepada orang tua kita. Apalagi kata2 atau kalimat  lain yg lebih dari itu. 

Kenapa?
Ternyata dari segi psikologis makin tua orang itu, mereka makin sensistif. Mudah tersinggung. Dan sakit hatinya lama. Terutama kalau itu dilakukan oleh anak anaknya yang selama ini diasuhnya. Bukan itu saja, bagi ibu yang mengandungnya selama 9 bulan. Allah menggambarkan beratnya  suasana kehamilan itu dengan menggunakana kata  ‘wahnan ‘ala wahnin’ : Payah diatas yang payah…Kata itu tidak pernah digunakan Allah untuk menggambarkan  usaha manusia dalam hal yang lain, kecuali kehamilan. Rasulpun bersabda, tidak bakal bisa kita ganti apa yang telah diberikan ibu kepada kita.

Banyak benar  Allah dan Rasulnya menggambarkan bagaimana seharusnya kita mengabdi kepada orang tua. Juga banyak kata2 bijak yang senada dengan itu: Seperti syurga dibawah tapak kaki ibu.

Rasul juga mengatakan: Allah akan  ridha bila orang tuamu ridha kepadamu. Dan Allah akan murka, jika orang tuamu murka kepadamu. Bukankah kalimat kalimat tersebut merupakan ungkapan yang sangat tegas mengenai makna orang tua bagi anak anaknya ?. 
Walaupun anda yang membaca  tulisan ini kebanyakan adalah  pasangan muda, yang tentunya  masih lama untuk  menjadi tua, namun waktu berjalan sangat cepat. Masih teringat jelas dalam ingatan bukan  bagaimana bapak atau ibu anda dulu  mengantarkan anda  mendaftar sekolah.Tapi sekarang anda sudah sibuk dengan antar jemput anak sendiri kesekolah.
Umumnya orang  tua di usia pensiun, tidak punya kegiatan lagi , minimal jauh dari kesibukan ketika mereka masih aktif bekerja. Sesungguhnya orang tua tidak berniat untuk merepotkan anak2 diusia senja mereka. Tetapi  tak bisa dielakkan secara fisik, tubuh melemah. Bersamaan dengan itu juga  kondisi keuangan tidak seberdaya dulu lagi. Ditambah pula dengan ingatan yang juga melemah sehingga sangat mudah lupa Keseluruhan situasi dan kondisi ini lah membuat orang tua  menjadi lebih sensitive dari pada biasaya.

Perlakuan anaknya yang sedikit saja  tidak pas menurut ukurannya, bisa meyebabkan kesedihan yang sangat mendalam. Serasa seperti luka yang tak kunjung sembuh. Sebagai orang tua, mereka mencoba untuk memaafkan tapi perlakuan tersebut  masih terus tersimpan dalam ingatan mereka untuk waktu yang lama. Jadi jangan heran, bila dihari tua mereka mereka lebih memilih untuk tinggal dengan anaknya yang kurang beruntung dari segi ekonomi tapi pandai “ngemong” perasaannya dibandingkan dengan anak lain yang mungkin lebih “berada”. Diusia usia seperti ini ortu merasa lebih membutuhkan  diperhatikan perasaannya dari ketimbang dipenuhi kebutuhan fisik lainnya. 

Anak yang seperti inilah yang ‘beruntung’ karena memperoleh kesempatan mengabdi kepada orang tua mereka. Nah, berlombalah  kalian untuk merebut  hati  orang tua agar  jatuh padamu   sehingga anda bisa merengkuh kemuliaan yang dijanjikan Allah dan RasulNya diatas.

Saya ingin berbagi kisah tentang dua  orang bersaudara di Pakistan yang berlomba  mendapatkan kesempatan untuk mengasuh ibu mereka yang mulai renta. Perebutan ini tak bisa diselesaikan secara kekeluargaan sehingga mereka membawa  urusannya sampai ke  kepengadilan. Luar biasa.

Disini,  banyak saya mendengar bagaimana anak anak yang berbakti pada orang tuanya  dengan cara yang sangat mengharukan  tapi juga  tidak sedikit yang saya ketahui  upaya saling lempar tanggung jawab antar saudara dalam merawat kedua atau salah satu orang tua mereka . Semoga tidak terjadi pada anda.

Hal penting yang lain yang saya rasa perlu saya singgung adalah orang tua yang pensiun dari kantor apa saja, mereka sudah kehilangan respek dari bawahannya. Nah, kalau dalam hidup kesehariannya  respek ini juga tidak didapat dari orang2 yang paling dekat dalam  kehidupannya,maka itu akan membuat mereka semakin merasa  tidak berharga dan menjadikan mereka mudah  sedih dan tambah sensitif.

 Jadi keluarga anak dan pasangan adalah last resort untuk mereka menatap sisa hidup dengan bahagia ditengah orang2 yang dicintainya.

Perlu kiranya  anda, sebagai anak anaku mengingat bahwa orabng tua anada betapa pintarnya mereka, tapi bila diusia tua mereka lebih  sering bicara dengan perasaan  dari pada logika. Keikhlasan anak anaknya akan  dengan mudah dapat mereka  rasakan. Begitu juga sebaliknya, ketidak ikhlasan yang ditunjukkan anaknya akan  bersarang lama dihati  mereka.

 Keikhlasan bukan hanya untuk menjaga hati orang tua tetapi juga sebagai syarat utama untuk diterima amal kita oleh ALLAH SWT.

Alangkah indahnya bila anak anak mereka memfasilitasi mereka untuk mengunjungi teman baik mereka. Senantiasa  berusaha mematuhi dan tidak membantah apa yang  mereka sarankan, minimal bijak dalam mengakomodirnya. Sekiranya ada yang kurang pas menurut kita dari saran atau kemauan mereka, bicarakan baik dan dengan lemah lembut dan mengalahlah untuk menjaga perasaan mereka.

 Sekiranya ada pasangan hidup kalian yang menyebabkan kalian tidak bisa mengabdi pada orang kalian, bicarakan dengan baik dan dari hati kehati. Insya Allah akan aka ada jalan keluarnya

Berbahagialah bagi mereka yang masih punya orang tua. Mengabdilah dengan maksimal utk mereka. Bagi yang telah tiada, kirimkan doa setiap sholat kepada keduanya tiada putus.Karena itu adalah salah satu yang menghubungkan mereka ke dunia ini.  Mudah2an mereka disayangi Allah sebagaimana mereka menyayangi kita waktu kita masih kecil.

Hal yang paling penting dari semua ini adalah seperti yang saya kemukakan diatas.Jadi tua  tidak terasa dengan cepatnya berjalan waktu. Apa yg anda lakukan dan bagaimana anda bersikap  terhadap orang tua anda disaksikan oleh anak anda, dan dia akan meniru dalam bagaimana nanti mereka memperlakukan anda pula. 

Selamat berikhtiar.

Bekasi, 22 Januari 2017

Risman Musa

#Grand Parenting

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s