Sejengkal Lalu Sehasta by Ust Faisal Sundani

​Sejengkal lalu sehasta.. 
Disclaimer : tulisan ini ditujukan untuk orang tua beragama Islam. 
Selama belasan tahun berurusan dengan ABG Muslim dari puluhan negara saya mendapatkan satu fakta bahwa, tidak peduli dari negara  mana berasal, mereka mempunyai gaya yang sama atau nyaris sama. Dari yang berasal dari ujung benua Afrika, atau kontinental India, atau bahkan dari ujung Tenggara Asia, mempunyai selera lidah yang hampir sama, tontonan, gaya berpakaian, selera humor hingga hingga aksen berbahasa Inggris yang “dipaksakan” untuk sama. 
Mau tidak mau kita harus mengaku bahwa gaya hidup beberapa orang dari kita maupun anak-anak kita sudah menjauh dari apa yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita. 

Diakui atau tidak, ego sentris nya Barat sudah membangun hegemoni yang kuat di dunia ini, bermula dari misi 3G (gold, glory and gospel) semenjak abad ke 15 M mengeksplorasi Asia dan Afrika. 

Kemudian, bukan hanya hasil bumi negara jajahan mereka yang mereka ambil, tetapi, mereka juga meninggalkan jejak gaya hidup mereka ke atas tanah jajahan, baik itu yang positif maupun negative. 

Singkat cerita, akhirnya dengan globalisasi, masyarakat dunia pun mempunyai tradisi dan gaya yang hampir sama, baik yang baik maupun jeleknya, tidak terkecuali kita dan anak-anak kita. Kebaikan dari bangsa asing selagi tidak mengganggu akidah dan syara’ sah-sah saja untuk diadopsi dalam kehidupan, karena hakikatnya kebaikan adalah kebijasaan (hikmah) yang bisa diambil dari mana saja. 
Akan tetapi, cepatnya arus globalisasi yang berlandaskan ego sentrisme Barat, bukan hanya membawa kebaikan, tetapi juga beberapa madharat yang tidak sesuai dengan norma-norma bangsa juga akidah Islam. Akhirnya cara berfikir hingga gaya hidup yang bukan berasal dari budaya kita pun masuk dengan cepatnya, dengan cara halus melalui film, musik, majalah, internet, media sosial dan lain sebagainya. 
Sebagai orang tua kita mempunyai tugas yang tidak ringan untuk menjaga anak-anak kita agar tetap terjaga fitrah keimanan mereka. Proses tersebut tidak mungkin terlaksana tanpa kehadiran ibu sebagai guru pertama di rumah dan ayah sebagai kepala sekolah yang menentukan garis-garis besar haluan keluarga. 
Orang tua harus tau apa yang anak-anak baca, tonton dan pelajari untuk memastikan bahwa tidak ada hal yang melenceng. Karena faktanya, golongan umur dalam dunia hiburan menjadikan negara Barat sebagai patokan, artinya, tontonan yang berlogo PG 13, adalah dengan standar 13 tahun Barat yang belum tentu cocok dengan 13 tahun bangsa kita. 

Begitu pula dengan bacaan berbahasa Inggris, biasanya mencantumkan batas usia di cover belakang buku, itupun ikut standar umur Barat bukan Indonesia. 

Di samping itu, adalah tugas orang tua untuk menanamkan karakter yang memiki imunitas dari pengaruh lingkungan, walaupun pengaruh itu berupa satu phenomena yang viral. Menanamkan kesiapan untuk menjadi bagian dari ghuraba yang terkadang aneh dan anti mainstream, yang tidak berbuat sesuatu hanya karena setiap orang melakukannya. 
Pada akhirnya, anak-anak perlu diajarkan bahwa ajaran Allah dan RasulNya adalah harga mati yang tidak bisa dikalahkan dengan kepentingan apapun. 
Paling tidak ini yang mesti kita persiapkan , karena fakta yang Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam sudah maklumkan lebih dari seribu empat ratus tahun lalu, dalam hadist yang diriwatkan oleh Abu Said :”Niscaya kalian akan mengikuti jalan umat -umat terdahulu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga kalaupun mereka masuk ke dalam lubang dhob (biawak padang pasir) kalian akan mengikuti. ” kami berkata :”wahai Rasulullah apakah mereka (umat-umat terdahulu) itu adalah Yahudi dan Nashrani?”. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda :”.. Siapa lagi (kalau bukan mereka)? “. (Bukhari) 

Terbukti, sejengkal lalu sehasta, kita semakin dekat dan hampir dengan mereka dari segala aspek. 
@faisalsundani 

#SelfReminder #TarbiyahPubertas #Fatherhood

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s