Resume T&J Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang (I)

​[2/13, 8:13 PM] ‪+62 815-4552-0204‬: Pertanyaan 1⃣
Pertanyaan ini dr mb Henny wilda IIP sumut, mb Watie Bahrudin & mb Esme IIP Bogor
Pertanyaan saya bun 

Bu di bagian terakhir ini maksudnya bagaimana bu 

“Akan jauh lebih berbahaya jika kita mempunyai target yang terlalu rendah dan kita berhasil mencapainya”

[2/13, 8:13 PM] Septi Wulandani IIP 02: 1⃣ wah banyak yang bertanya tentang quote ini ya, teruntuk mbak henny wilda, mbak watie bahrudin, dan mbak Esme di Bogor, siapkan tiker,  cemilan saya dongengin yaa
Alkisah ada seekor kutu yang mepunyai kemampuan luar biasa, kutu tersebut mempunyai kemampuan untuk melompat setinggi dan sejauh 300 kali dari ukuran tubuh. hari demi hari sang kutu terus melompat kesana kemari sesuai dengan kemampuan terbaiknya yaitu melompat setinggi dan sejauh 300 kali dari ukuran tubuhnya. begitupun hari hari berikutnya sang kutu terus pergi melompat sejauh dan setinggi 300 kali dari ukuran tubuhnya.
Sampai pada suatu hari sang kutu terjebak dalam sebuah kotak korek api yang ukurannya hanya 50 kali dari ukuran tubuhnya. sang kutu terus mencoba untuk melompat dengan maximal setinggi 300 kali dari ukuran tubuh tetapi hanya bisa sampai dengan 50 kali dari ukuran tubuhnya. setiap sang kutu mencoba melompat dengan tenaga yang maximal sang kutu terus tertabrak dengan dinding pembatas di dalam kotak korek api tersebut. sehingga sang kutu menjalani hari harinya dengan hanya melompat 50 kali dari ukuran tubuhnya.
Sampai pada suatu ketika, sang kutu terbebas dari kotak korek api tersebut dan mulai menjalani aktivitas nya di luar kotak korek api. sang kutu hanya menggunakan lompatan yang hanya 50 kali dari ukuran tubuhnya. begitu pun hari hari berikutnya sang kutu terus melompat hanya 50 kali dari ukuran tubuhnya.
 Keberadaannya kutu di dalam kotak korek api itu telah mengubah kemampuan lompatanya. Kutu yang dapat melompat ratusan kali lebih tinggi dari tinggi tubuhnya berubah hanya menjadi setinggi kotak korek api saja. Kekuatannya yang begitu hebat membuatnya sakit karena tubuhnya membentur dinding atas kotak korek api itu. Rasa sakit yang dia terima membuat dia memutuskan untuk melompat hanya sebatas tinggi kotak korek api saja, dan cukup dengan itu saja.
Secara tidak sadar, kita seringkali juga terjebak dalam kotak korek api. Yaitu terjebak dalam lingkungan dan keadaan yang terjadi pada kita. kadang kita sendiri yang membuat kotak korek api.Terlalu sering kita menentukan target yang lebih kecil dari kemampuan kita, dan merasa nyaman dengan keberhasilan tersebut. Sampai – sampai kita yakin  bahwa kemampuan kita memang benar-benar hanya sebesar keberhasilan yang pernah kita raih saja, tidak lebih dari itu.✅

[2/13, 8:17 PM] ‪+62 811-2412-442‬: Untuk awalan sptnya gpp ya target rendah.. Kemudian target pelan2 naik naik dan naik.. 
Pun ketika berada dilingkungan yg baru.. Merendah dulu kan bu.. Klo dah bisa menyesuaikan sgl sesuatu baru berani membuat sesuatu..
Maaf🙏 sy hanya keluarkan kata-kata

[2/13, 8:18 PM] ‪+62 812-2050-2545‬: Benar sekali bu. Boleh bertanya lanjutan ya bu… Gimana kalo yg membatasi ini pasangan atau orang terdekat kita, bagaimana menyikapinya…?

[2/13, 8:21 PM] Septi Wulandani IIP 02: Mbak asti, limit kita adalah unlimited, maka pentingnya memahami diri kita, memahami peran hidup kita, karena disanalah kita paham amunisi apa yang sudah Allah siapkan untuk bekal kita menyelesaikan misi hidup di dunia ini.
Maka sebaiknya beranilah untuk memberikan mimpi besar, kemudian tentukan langkah-langkah kecil yang kita tapaki hari ini untuk menuju mimpi besar tersebut. 
Orang yang bermimpi besar akan berjiwa besar

[2/13, 8:26 PM] Septi Wulandani IIP 02: oarng-orang yang dekat dan yang kita kenal juga dapat membuatkan kotak korek api itu bagi kita. Seringkali kita tidak memakai kemampuan kita dengan maksimal karena kita tidak ingin sakit seperti kutu yang membentur dinding kotak korek api itu. Seberapa sering kita di katakan “ gitu aja tidak bisa, bodoh kamu !” Semakin sering kata itu kita terima, semakin kita terjebak dan mengakui bahwa kita bodoh, sehingga kita tidak mau berusaha lagi. Kita menjadi takut untuk mencoba lagi karena kita tidak mau di katakan bodoh dan di tertawakan lagi saat mengerjakannya salah. Padahal faktanya kita tidak bodoh, kita hanya belum bisa dan masih harus belajar. Seberapa sering kita dahulu mendengar, “ Ah, kamu masih kecil tidak tahu apa-apa, jadi diam saja.”  Sehingga sampai saat ini kita merasa bahwa kita benar-benar tidak bisa dan sikap yang paling tepat adalah diam saja dan tidak mengerjakan sesuatu, karena bila kita mengerjakan sesuatu kita takut kena marah saat pekerjaan kita salah. Masih banyak lagi keadaan dan kejadian yang membuat kita tidak maksimal dalam melakukan sesuatu untuk impian kita. Dan itulah yang membuat kita seringkali gagal dan tidak mau melanjutkan lagi. Kita telah berada dalam kotak korek api terlalu lama sehingga kita tidak sadar kalau kita sudah keluar dari kotak itu dengan menggunakan kekuatan lompat yang sama ketika kita di dalamnya.
            Selain situasi kondisi, orang yang berada dilingkungan kita juga akan sangat berpengaruh pada kesuksesan dan keberhasilan kita. Semakin banyak orang yang kita kenal yang mempunyai pengetahuan dan tahu tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan mimpi kita, semakin kita mudah untuk mencapainya. Semakin banyak orang yang mendukung kita dalam pencapaian mimpi tersebut, semakin dekat kita dengan kesuksesan.
Bagaimana mennaganinya, lakukanlah dengan komuniksi produktif:
Pernahkan seseorang mengatakan bahwa aku bodoh, tidak bisa atau tidak berguna ?
Apakah aku membenarkan bahwa aku seperti apa yang dikatakan orang itu ?
Apakah aku pernah membuat keberhasilan atau kesuksesan kecil dalam hidupku ?
Jadi berlakukah kata-kata itu bagi ku ?
Bila tidak berlaku apa yang seharusnya aku lakukan setelah ini ?
Apakah aku mempunyai seseorang yang akan mendukungku dan mengajariku bagaimana aku dapat mencapai mimpiku itu ?
Kalau ada, berapa banyakah ? dan siapakah mereka ?
Kalau belum mempunyai, kira-kira siapakah yang selama ini dekat denganku sehingga aku dapat menceritakan impianku kepadanya untuk memperoleh dukungan dan batuannya ?
Maukah aku mulai mendekati, terbuka dan dan menjalin hubungan yang baik dengan orang itu sehingga aku bisa diajarkan banyak hal tentang mimpi-mimpiku tersebut ?

[2/13, 8:28 PM] ‪+62 815-4552-0204‬: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Pertanyaan 2⃣
Sampai saat ini kadang saya msh terpengaruh dr orang” disekitar (terutama anak”) dlm menerapkan komprod.
Disaat saya berusaha utk bs berkomunikasi dg baik  & produktif dg mereka seharian namun sikap mereka yg membuat kesal & mempengaruhi emosi negatif saya. Mungkin ada tips/nasihat utk saya agar emosi tdk mudah terpengaruh dr org” dsekitar?
Yana, Bekasi

[2/13, 8:29 PM] Septi Wulandani IIP 02: 2⃣ Wa’alaykumsalam wr.wb Mbak yana di Bekasi, turunkan ego sebagai orangtua saat bersama dengan anak-anak. kadang-kadang pakailah ego anak-anak yang ada dalam diri kita di saat menghadapi anak-anak yang sedang menguji kesabaran.
Contoh:

ketika Enes dan Ara kecil  melempar-lempar mainan yang sudah ditata rapi, padahal emaknya sudah ngantuk dan capek, bener-bener bikin emosi saya memuncak. tapi saat itu saya langsung switch ego. Menggunakan ego anak-anak saya, saya ikut lempar-lempar mainannya dan anak-anak berhenti melempar, ganti melihat saya. Kemudian mereka berdua tanya 
“Ibu kenapa?” sambil bengong lihat saya

“Ternyata asyik ya lempar-lempar itu?’, jawab saya sambil terus lempar-lempar
setelah itu, saya bawa mereka ke ego dewasa saya.
Bagaimana kalau ibu jadi semut besar dan kalian jadi semut kecil, semut besar mengambil gula besar, semut kecil mengambil gula kecil yang berserakan, kita akan mengembalikan semua gula-gula yang terserak ini pada tempatnya, are u ready?’
“Yes!”, jawab mereka serempak
dengan semangat semut-semut kecil itu bekerja, dan semut besarpun tersenyum bahagia.

[2/13, 8:31 PM] ‪+62 815-4552-0204‬: Pertanyaan 3⃣
Shanty-sby

Bagaimana mensiasati 12 gaya yg sering menghambat komunikasi kita? Teknis bahasa lisan dan tubuhnya. 

Terimakasih bunda Septi🤗

[2/13, 8:38 PM] Septi Wulandani IIP 02: 3⃣ Mbak Shanty, di Surabaya cara mensiasati 12 gaya populer yang sering menjadi kesalahan kita dalam berkomunikasi adalah tidak mengatakannya sehingga menjadi kebiasaaan kita sehari-hari.
Bagaimana agar komunikasi berlanjut maka yang harus kita lakukan adalah mendengarkan dengan hati, memperhatikan bahasa tubuh anak, memahami perasaannya dan menerima. Hal ini akan membuat anak merasa perasaannya penting dan perlu mendapat perhatian sehingga dia merasa nyaman yang membuat dia cenderung untuk berkomunikasi lebih lanjut.
Misalkan anak menangis menjerit-jerit tidak jelas apa yang diinginkan. Apabila kita bereaksi langsung dengan marah dan menyuruh dia diam, maka hal sebaliknya yang akan dia lakukan. Bahkan jika hukuman fisik diberikan, dia akan tetap menjerit-jerit. Tentu semua orang tua pernah mengalami ini, hal ini karena saat dia labil, system limbic-nya tertutup. Maka yang dapat kita lakukan adalah menunggu saat yang tepat ketika system limbic-nya terbuka, misalkan saat dia mengambil nafas, tentu tangisannya saat itu berkurang sehingga kita bisa merespon dengan “Kakak marah ya…?” Jika ini bukan perasaan yang dia rasakan tentu dia akan membetulkan sendiri…”Nggaaaa, kakak nggak marah…huhuhuhu” tangisannya masih berlanjut. Kita tunggu sampai dia menarik nafas lagi “oooo, kakak sedih ya?”
Disinilah pentingnya kita memahami bahasa tubuh anak, jadi kita bisa menebak suasana hati anak. Kalaupun kita salah menebaknya, anak akan memberikan petunjuk sampai kita bisa tahu apa yang sebenarnya dirasakan anak dan anak sendiri akhirnya mengenali perasaan apa yang dia rasakan.

Mungkin cara ini akan makan waktu lama, namun demi terjalin komunikasi antara anak dan orang tua maka tetap harus dilakukan. Bisa dibayangkan jika anak menangis menjerit-jerit di Mall, betapa malunya kita jadi tontonan orang lain. Biar saja ditonton orang, daripada kita melakukan 12 gaya popular di atas namun akibatnya masalah yang sebenarnya terjadi tidak terselesaikan. Bahkan mungkin anak akan diam hanya karena takut kepada kita. Selanjutnya mandeglah komunikasi antara orang tua dan anak. Anak akan mempelajari untuk menidakkan perasaannya daripada dia mendapat hukuman. Lalu akan terciptalah seorang anak yang kebal perasaannya dan siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada orang yang tidak punya perasaan.

[2/13, 8:41 PM] ‪+62 815-4552-0204‬: Pertanyaan 4⃣
🙋 Sasha – Lampung
Bagaimana cara terampuh berdamai dengan diri sendiri dalam hal memaafkan orang lain yang saya “merasa” sudah menyakiti hati saya, sudah mencoba membawa pesan dalam doa di setiap sujud untuk bisa menjadi pribadi lebih pemaaf dan berhati lapang, tapi kadangkala muncul lagi rasa tidak nyaman saat harus berinteraksi dengan orang yang pernah menyakiti hati, apakah ini artinya doa dan sholat saya sendiri belum tulus ikhlas kepada Allah ya bu?

[2/13, 8:49 PM] Septi Wulandani IIP 02: 4⃣ Mbak Sasha, Kita tak akan pernah bisa berdamai dengan masa lalu jika kita tidak memulainya dengan memaafkan semua kejadian yang telah terjadi.

Mulailah dengan memaafkan. Memaafkan dengan tulus, menerima semua yang terjadi, setelah itu ganti dengan kondisi yang lebih menyenangkan. 
Air tidak pernah kembali ke hulu,

peristiwapun tidak,

memaafkan hanyalah menutup, 

agar ia tidak diingat kembali,

dan cepat berganti,
( ini puisi yang saya tulis saat SMP, disematkan di kartu lebaran, hafal banget sampai sekarang hahahahaha)
Berdamai dengan masa lalu adalah berbaik sangka pada masa depan. siapa yang pandai berbaik sangka pada apa-apa yang sedang Allah rencanakan cenderung akan lebih mudah menerima apa pun yang telah terjadi pada masa lalunya.
Kita susah berdamai, karena kita belum sepenuhnya percaya bahwa Allah lah sebaik-baik perangkai masa depan. ✅

[2/13, 8:52 PM] ‪+62 815-4552-0204‬: Pertanyaan 5⃣
Iyie IIP Cirebon
Mau tanya

1. Apakah kalau kita memandang segala sesuatu dari sisi negatif/kejelekan/keburukan aja termasuk kegagalan komunikasi thd diri sendiri atau kegagalan komunikasi thd pasangan? (misal, membaca komen pasangan thd postingan temannya di sosmed, langsung menilai bahwa ada sesuatu antara mereka)

2. Bagaimana meminimalisir nya?

Makasih

[2/13, 9:02 PM] Septi Wulandani IIP 02: 5⃣ Mbak Iyie di Cirebon, orang yang selalu berpikiran negatif itu artinya komunikasi dengan dirinya sendiri saja belum selesai. Ini salah satu ciri orang yang tidak percaya dengan dirinya sendiri, bisa jadi minder, sehingga orang melihat kita saja, kita sudah berpikiran bahwa orang lain itu sedang melihat jeleknya kita dll.
apalagi kalau hal ini terjadi terus menerus di komuniksi dengan pasangan. Apapun yang dilakukan pasangan kita pasti akan curiga.
Orang yang percaya diri tidak akan membiarkan perkataan orang lain mempengaruhi dirinya.
bagaimana caranya meminimalisir?
Tingkatkan rasa percaya diri anda. Berpikir positif, dan mensyukuri apa yang sudah kita miliki

[2/13, 9:04 PM] ‪+62 815-4552-0204‬: Pertanyaan 6⃣
Wiwik, iip bandung
1. dear ibu, kadang di kepala kita ada beberapa pembicaraan dan pertimbangan, dalam hal ini, bagaimana berkomunikasi dgn diri sendiri, agar keputusan yg di ambil baik?
2. saya belajar beberapa “kata ajaib” di iip ini, bahasa kerennya afirmasi ya bu. saat ada kalanya tidak berfungsi, apa yg hrs dilakukan ya bu..?*biasanya pas lg galau😄

[2/13, 9:09 PM] Septi Wulandani IIP 02: 6⃣ Wi, indikatornya adalah kata hati kita. Kalau ragu jangan pernah diambil pilihan tersebut. Apalagi kok tidak membuat kita bahagia. Maka Core value diri kita dan keluarga itu penting sekali. Contoh core value keluarga kami adalah “Iman dan Kehormatan”
hal ini akan mengurangi kegalauan seluruh anggota keluarga ketika memilih. Karena sudah jelas, apakah pilihan saya ini meningkatkan iman saya? meningkatkan kehormatan saya di mata allah? kalau ya , lanjut, kalau tidak, berhenti.
Pertanyaan lanjut adalah “Apakah Allah dan rasulNya akan murka dengan pilihan yang saya ambil ini?”
2. Galau, pakai mantra ajaib, tidak berfungsi, maka berhenti, jangan lanjutkan perjalanan atau pengambilan keputusan. Langsung ambil angle yang berbeda. Agar kita kembali kepada logika.✅

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s