Resume T&J Komunikasi Produktif (Bag II)

[2/14, 8:05 PM] ‪+62 815-4552-0204‬: Pertanyaan 1⃣
Bu Septi, mau nanya lagi, nyambung pertanyaan saya yg kemaren. Gimana kalo malah pasangan yang selalu memandang segala sesuatu dari sisi negatif/kejelekan/keburukan aja, sementara kita udah berusaha baik2 menyampaikan sekaligus memberikan solusi untuk perbaikan, tapi dibilang bukan psikolog dan bukan ahli di bidangnya. Diajak konsul juga ketakutan aja. Takut dibukakan semua kesalahan dan kekurangannya karena sebenarnya dia tahu kalo dia memang salah dan berlebihan menyikapi sesuatu… 

Gimana ya bu, menghadapi pasangan yang seperti ini…

Makasih…
Iyie IIP Cirebon

[2/14, 8:12 PM] Septi Wulandani IIP 02: 1⃣ Mbak Iyie, prinsip di Ibu Profesional adalah ” for Things to CHANGE, I MUST CHANGE FIRST”. Apabila pasangan kita belum mau mengubah gaya komunikasinya bahkan mindsetnya, maka kita tidak boleh berhenti berubah, terus memantaskan diri, dan jangan menuntut macam-macam bahkan menasehatinya. Berikan bukti saja bahwa kita berubah, kemudian makin dekat ke Dia Yang Maha Membolakbalikkan hati manusia. Tetap jaga ego state dewasa anda. Karena kalau sampai kita berhenti bahkan ngambek, maka kita menurunkan ego state ke ranah anak-anak✅

[2/14, 8:15 PM] ‪+62 815-4552-0204‬: Pertanyaan 2⃣
Fitrah IIP Bogor
Transaksi tersembunyi maksudnya nyindir, nyinggung, nyerempet. 😬
Lalu bagaimana sikap kita dalam menanggapi komunikator yg demikian?

[2/14, 8:18 PM] Septi Wulandani IIP 02: 2⃣ Jangan terpengaruh, karena transaksi tersembunyi itu menguji mental kita. Lebih baik jangan ditanggapi dan segera tinggalkan. Karena transaksi tersembunyi itu gampang banget menyulut emosi. Tapi kalau kita sedang mengasah kemampuan debat dan daya adaptasi terhadap naik turunnya emosi, boleh ditanggapi di mulut saja, tidak di hati dan pikiran. ✅

[2/14, 8:21 PM] ‪+62 815-4552-0204‬: Pertanyaan 3⃣
Wiwik IIP Bandung
🙋🏻 pertanyaan: ibu, saya udah 10rb jam lebih bisa bicara tapi rasanya belum bisa berkomunikasi dengan baik.
gimana nambah jam terbang komunikasi ya bu, yang dewasa dan komplemen seperti ibu..asyiiik banget denger dan nyimak ibu bicara.

[2/14, 8:26 PM] Septi Wulandani IIP 02: 3⃣ Sama persis dengan pertanyaan Elan ke saya satu tahun yang lalu
“Ibu, sejak kapan ibu mulai makan?”, tanya Elan

“Sejak lahir dong mas?”, jawab saya dengan pede

“Berarti sudah lebih dari 10.000 jam ya”, tanya Elan kembali
Oo saya tahu arah pembicaraan Elan, dan sayapun menyimak pertanyaan dia selanjutnya
“Mengapa, Ibu tidak ahli dalam hal makan, makanan atau penyajian makan?”, tanya Elan serius
Sayapun senyum, dan manggut-manggut dengan bergumam “hmmm….” untuk menutupi rasa malu dengan pertanyaan yang menohok itu.
“Jelas, karena selama ini ibu hanya SEKEDAR makan, tidak bersungguh-sungguh belajar tentang MAKAN, MAKANAN dan CARA PENYAJIAN MAKAN”

[2/14, 8:28 PM] Septi Wulandani IIP 02: Apakah demikian juga dengan komunikasi kita? kita selama ini bersuara atau berkomunikasi. Kemudian kalau berkomunikasi sekedar berkomunikasi, apa sungguh-sungguh berkomunikasi✅

[2/14, 8:43 PM] ‪+62 815-4552-0204‬: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Pertanyaan 4⃣
Dulu saat saya bekerja, suami pernah usul spy saya drmh saja. Saat saya sdh tdk bekerja, dlm 2th pertama akhirnya saya mulai keliatan stresnya😅 dan itu jd alasan suami utk mengizinkan saya kerja paruh waktu…setelah hampir 3th berjalan, suami usul lg spy saya drmh saja.

Terakhir suami tdk setuju kl saya ikutan ngurusin IIP, suami mnt jadi anggota saja cukup…
Ada suatu kejadian yg saya iseng komen ke suami & mengira akan dijawab dg candaan…eh ternyata suami malah senyum & peluk saya sambil bilang kl komen saya itu dianggapnya sbg bentuk cemburunya saya dan suami seneng saya cemburu… saya yg biasa lempeng malah bingung
Akhirnya suami mengaku kl sebenarnya meminta saya utk jd anggota saja di IIP krn khawatir & cemburu…saya blg IIP mah perempuan semua😂

Tp dr situ saya jd sadar selama pernikahan kami, setiap beliau meminta saya kembali ke rumah bs jd krn posesifnya kumat😋
Kl pendapat dr para bunda disini, yg saya pahami adalah tdk perlu membantah suami dg ucapan tp buktikan dg perbuatan.
1. Yg saya bingung, kl saya diminta utk tdk ngurus IIP & saya turuti….gmn saya bs membuktikan dg perbuatan?
Selama ini saya selalu menjaga kepercayaannya tp msh begini, saya khawatir nanti anak” jg ‘dirumahkan’ bila mereka semakin besar nanti😅
2. Bgmn mencegah agar suami tdk lg ‘memasukkan’ kami dlm rmh bila posesifnya kumat?
Yana, Bekasi

[2/14, 8:47 PM] Septi Wulandani IIP 02: 4⃣ Mbak yana, apabila ada asap pasti ada api, maka cari dulu akar permasalahannya apa, kemudian selesaikan akar permasalahan tersebut. Samakan FoR dan FoE kita dan suami. Setelah itu ambil kesepakatan. Dan terima kesepakatan tersebut dengan dasar RIDHO SUAMI selama apa yang diinginkan suami tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist ✅

[2/14, 8:49 PM] ‪+62 815-4552-0204‬: Pertanyaan 5⃣
1. Bu Septi bagaimana agar komunikasi dg pasangan menjadi efektif dan ego nya pas. Seringkali saya terjebak dalam transaksi silang dan tersembunyi.

2. Lalu bagaimana agar saat bicara dg pasangan mendapat jawaban atau respon, karena suami saya tipe yg pendiam sekali. Jadi kadang saya keburu gemes duluan karena g kuat nunggu jawabannya 😂
Putri, malang

[2/14, 8:55 PM] Septi Wulandani IIP 02: 5⃣ Mbak Putri, kuncinya mulai dari yang paham yang mengubahnya. Misal ketika suami sedang berkomunikasi dengan ego state anak-anaknya, maka kita harus berkomunikasi di awal dengan ego state parents, dan terus memandunya sampai sama-sama ke ego state dewasa- dewasa. 
apabila ingin mendapatkan respon, pahami gaya suami kita, cari waktu yang tepat. dan di saat seperti apa suami dalam kondisi relax✅

[2/14, 9:03 PM] ‪+62 813-6480-4204‬: bagaimana jika berbicara di dpn publik, apakah ilmu komunikasi produktif jd bisa diterapkan mengingat audience dr berbagai kalangan

[2/14, 9:06 PM] Septi Wulandani IIP 02: Justru kalau kita bersungguh-sungguh menjalankan komunikasi produktif di dalam keluarga, akan dapat bonus komunikasi di depan publik jadi makin matang. Itu yang saya rasakan. Kita jadi sangat paham bagaimana melihat kondisi transaksional komunikasi kita dengan audience, apa yang harus kita lakukan berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s