Melatih Kemandirian (Sebuah Prolog)

Tantangan10 hari Apresiasi kemandirian
#Day1

Mengajarkan kemandirian pada anak usia dini mutlak diperlukan kesabaran. Dalam hal ini membutuhkan proses dan teknik yang berkualitas agar terasa menyenangkan bagi anak tanpa kata terpaksa. ‎Menurut para ahli, usia 2 – 3 tahun sikap mandiri sudah bisa diajarkan. Usia ini adalah pondasi atas sikap yang kelak dibawa hingga dewasa. Melatih kemandirian anak bisa dilakukan dengan membiasakan melakukan kegiatan- kegiatan kecil yang bersifat sederhana. 

Berikut adalah kebiasaan sederhana yang ingin saya latih secara konsisten pada dua anak saya, Akhtar (5 Tahun) dan Qaleef (4 Tahun) :

1. Menaruh sepatu pada tempatnya, setelah pergi keluar rumah

Selama ini sudah dilatih, tapi ya namanya anak- anak, ada kalanya main lempar saja.

2. Mencuci tangan dan kaki selepas bepergian.

3. Makan sendiri‎

Sebetulnya anak- anak sudah saya biasakan untuk makan sendiri semenjak mereka beralih ke solid food (BLW). Untuk kakaknya alhamdulillah di usianya yang 5 tahun sudah konsisten. Sedangkan adeknya, untuk satu jenis makanan, yaitu nasi, maunya disuapin. Setiap saya tanya alasannya apa, jawabannya selalu sama, “soalnya dede’ suka disuapin sama mommy”. Saya belum menemukan kalimat sanggahan dan persuasif untuk menolak hingga detik ini.‎‎

4. Merapikan mainan

Pas datang rajinnya, mainan dibereskan tanpa diminta. Tapi saat keluar enggannya.. “Kakak lebih suka berantakan, biar g susah cari- cari mainan!”. Sebagai upaya solutif, saya bahkan membuatkan box mainan disampul kertas kado warna- warni untuk beberapa jenis mainan yang berbeda.

5. Memakai dan melepas baju‎

Melepas bawahan sudah bisa. Seringnya melepas atasan yang masih membutuhkan bantuan. Mengancingkan baju belum terlalu mahir. Apalagi memakai baju sendiri.

6. Membuang sampah pada tempatnya

Alhamdulillah sejauh ini anak- anak sudah konsisten. Tapi banyaknya orang dewasa yang justru membuang sampah sembarangan dan dilihat oleh anak- anak, yang membuat saya tetap harus selalu konsisten mengingatkan.

7. Makan di meja makan

Untuk si kakak, sebetulnya sudah belajar konsisten, hanya saat dia sedang tertarik mengerjakan sesuatu atau sedang bermain, dia bawa makanannya mendekat ke area sibuk dia. Untuk adek, masih belum, dia lebih suka makan di sofa di depan ruang TV, tanpa TV menyala. Dia bilang dia suka saja makan disitu. ‎

8. Mencuci peralatan makan sendiri atau minimal meletakkan di rak cuci piring

9. Mandi sendiri

Seringnya malah main air :(‎

10. Toilet Training

Ehm well, this one is particularly hard. I’m living with My In_Laws, which the glamour furnitures and carpets are theirs. So, yaaa.. Saya tidak bisa bebas membiarkan anak berkeliaran di sekeliling rumah sehari- hari tanpa pampers, sampai dengan saat ini. Untuk si kakak, hanya saat sekolah saja dia bisa dilatih tanpa pampers. Kemajuan.‎

#Level2

#KuliahBunSayIIP

#MelatihKemandirian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s