Keluar dari Sangkar Emas

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian

#Day4
Checklist kemandirian Akhtar & Qaleef hari ini :

1. Meletakkan sepatu pada tempatnya setelah pulang dari bepergian ✔

2. Membuang sampah pada tempatnya ✔

3. Meletakkan baju kotor pada bak cuci ✔

4. Tidur siang tanpa disuruh ✔

5. Belajar mandi sendiri, tapi minta didampingi Mommy‎ ✔

6. Mencuci mangkok bekas makan malam ✔ (hanya mangkok, meski ada gelas lengkap sendok garpu). Dengan air basah menggenang di lantai, it’s ok nak, tak ada genangan, tak belajar! 😋

••••

Kutipan dari tulisan Rhenald Kasali, Ph. D dengan judul Keluar dari Sangkar Emas ini bagus.

“Maklum harus diakui, semakin ke sini, generasi baru Indonesia adalah generasi service. Mereka dibesarkan dengan service yang dibeli orang tua yang bekerja. Yang punya uang sedikit membesarkan dengan pembantu rumah tangga. Yang lebih sejahtera, membeli jasa baby sitter. Bahkan untuk belajar pun, mereka didampingi guru-guru les yang bisa disewa orang tua. Pergi keluar negeri pakai travel. Urus paspor saja pakai calo.  Akibatnya anak-anak kurang kaya potensi.”

Well, meski di rumah ada khadimat, saya tetap mengajarkan anak- anak untuk berlatih mengerjakan sendiri. Karena sayapun dibesarkan dengan demikian. Saya sudah mencuci baju sendiri sewaktu kelas 3 SD, manual dengan tangan. Ayah saya baru mampu membeli sebuah mesin cuci saat saya sudah SMP. Saat saya kecil, meski ada khadimat, ayah saya juga tipe yang mau turun tangan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, bahkan memasak. Karena terlatih, saat pembantu pulangpun, saya tetap bisa setidaknya mencuci dan beberes rumah. Untuk urusan masak – memasak berbumbu saya memang belum mahir. Kelas 3 SD saya sudah harus mampu menanak nasi dan minimal menggoreng tempe tahu. ‎

Urusan mendaftar sekolah, sejak lulus SMP dan meneruskan ke jenjang SMA, saya sudah diminta ayah untuk mencari dan mendaftar sekolah sendiri. Apalagi saat kuliah. Saya tidak pernah hidup jauh dari keluarga, bekerjapun saya masih berada di Kota yang sama dengan keluarga. Meski begitu, saya tidak dimanja, padahal status saya sebagai anak bungsu.

Betul, kita tidak selalu tahu bagaimana keadaan kita di kemudian hari. Bekal kemandirian dari ayah saya rasakan berguna sekali, terlebih ketika saya telah menikah.

Jadi, biarpun dengan segala fasilitas yang ada di rumah saat ini, saya tetap ingin agar anak- anak memiliki ketrampilan kemandirian dengan baik. Karena ya, kita tidak tahu sampai kapan akan mendampingi mereka, kan?

#Level2

#KuliahBunSayIIP

#MelatihKemandirian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s