Memahami Watak

Memahami Watak

Dr. Aisha Dahlan

(Resume Taklim Rabu, 18 Januari 2017, Masjid Al-Aqsha Permata Bintaro) 🌺🌷 
Watak diturunkan secara genetik. Tidak berubah tapi bisa dibentuk. Program watak yang diturunkan secara genetik melalui kromosom itu, Allah simpan di bagian otak yang dinamakan lobus parietal. Sedangkan program pembentukan karakter disimpan di lobus frontalis. 
Berapa ilmuan sudah mempelajari tentang watak semenjak 300 SM diantaranya Hipocrates, dilanjutkan Galen (149 SM) hingga abad 18, Florence Littauer (1928-2015). Seiring perkembangan zaman ditemukanlah bahwa watak diturunkan secara genetik dan selalu melekat pada manusia. Watak manusia terbagi menjadi 4 jenis yang bisa diidentifikasi dengan bermacam cara.
Cara yang paling sederhana untuk mendeteksi watak dengan akurasi 80% adalah dengan menjawab spontan pertanyaan sbb:

Apabila kita disuruh membuat suatu pentas drama peran apa yang kau ingin mainkan? Pilih salah satu kemudian pilih lagi satu diantara 3 pilihan yang belum dipilih.

1. Artis            2. Sutradara

3. Penonton   4. Penulis skenario 
Pilihan yang lazim diantaranya 1&2, 2&4, 1&3, 3&4. Sedangkan pilihan yang besebrangan 1&4, 2&3 merupakan pilihan yang tidak lazim.
Mari kita lihat penjelasan pilihan peran tersebut jika dihubungkan dengan tipe watak manusia. 

Tipe watak manusia ada 4:

1. Pembicara (sanguinis), hasrat : gembira

2. Pelaku (koleris), hasrat: mengatur

3. Pengamat (plegmatis), hasrat: damai

4. Pemikir (melankolis), hasrat: sempurna
Pilihan Artis adalah tipe Pembicara, hasratnya gembira. Selalu mau spontan, cepat gembira, kalau bercerita asyik, kreatif, banyak ide, sulit mengerjakan detail, bagus jadi marketing.
Pilihan Sutradara adalah tipe Pelaku yang berhasrat mengatur, menyuruh, memimpin. Dikaruniai Allah untuk bisa mengambil keputusan dalam keadaan darurat. Dapat mengambil keputusan dengan cepat meskipun salah.
Pilihan Penonton adalah tipe Pengamat yang memiliki hasrat damai. Ciri-cirinya: Tidak enak menyuruh, jarang marah tapi sekali marah serem, tempat curhat, bemper, suka menolong. Kekuatannya adalah tenang dan damai. Kekurangannya terlalu damai, sering menunda-nunda, tidak mau buru-buru, sering capek menahan amarah. Buku bagus yang harus dibaca orang tipe ini diantranya “Malas tapi sukses” dan “The Power of Kepepet”. Karena kekuatannya keluar kalau sedang kepepet 😊.
Pilihan Penulis Skenario adalah Pemikir. Memiliki hasrat sempurna. Ciri khas : Apa-apa dipikir. Sudah tidak dilihat tapi masih dipikir. Kebiasaan dari kecil pencet odol dari bawah walaupun gak diajari (sempurna habisnya), rapi dan detil.

Kelemahannya: Takut salah, perfeksionis, standart tinggi, target nilai, susah tidur, sering memakan waktu lama untuk mengambil keputusan, sering capek, dendam (ingat terus kalau disakiti).
🌷 Bagaimanakah watak menurut agama Islam?
Dalam Islam keempat tipe watak ini diwakilkan oleh 4 sahabat Rasulullah SAW, yaitu: Abu Bakar  (tipe pengamat, plegmatis), Umar bin Khatab (tipe pelaku, koleris), Ustman bin Affan (tipe pemikir, melankolis) dan Ali bin Abi Thalib (tipe pembicara, sanguinis).
Dalam Qs Al Isra’ : 84 Allah berfirman:

Setiap orang berbuat dengan pembawaannya masing-masing maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
Bukan berarti dua watak yang melekat tersebut dibiarkan berkembang dengan sendirinya tanpa pembentukan karakter. Pembentukan karakter ini adalah dengan mencontoh sifat dan perbuatan Rasulullah Saw. Sebagaimana para sahabat mencontoh Rasulullah saw tanpa menghilangkan pembawaannya masing-masing. Abu Bakar tetap menjadi Abu Bakar, Umar tetap Umar, Utsman tetap Utsman dan Ali tetaplah Ali.
Pembentukan karakter ini disimpan dalam program otak bagian depan (lobus frontalis). Jika 2 watak bawaan disimpan di otak bagian parietal maka 2 watak yang lain disimpan di bagian frontalis. Tugas  orang tuanyalah untuk membentuk karakter sang anak. Pembentukan karakter haruslah dengan cara yang tepat sesuai dengan watak sang anak. Analoginya  jika kita membuat suatu barang perlu perkakas yang sesuai dengan bahan bakunya. Tidak perlu gergaji untuk memotong plastik. Anak melankolis lebih mudah diatur untuk rapi. Tetapi untuk membuat anak sanguinis menaruh handuknya dengan rapi tidaklah mudah dan kita harus memakluminya dengan usahanya sudah mau menaruh handuk pada tempatnya meski tidak rapi. Anak koleris lebih susah tersenyum menerima tamu. Banyak korban narkoba yang merupakan anak sanguinis yang tidak didengar cerita lucunya oleh orang tuanya yang selalu menanggapinya dengan serius.
Allah mengaruniai pasangan (belahan jiwa) yang memiliki watak bersebrangan. Mitra yang yang terbaik adalah mitra yang terbalik. Saling mengisi untuk saling melengkapi dan belajar. 
Semoga bermanfaat. 🌻

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s