Aku Ingin Jadi Anak Shalih

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian

#Day8


Memiliki anak shalih shalihah adalah dambaan setiap keluarga. Karena bagi orang tua, anak adalah tumpuan masa tua. Bahkan ba’da wafatnya keberadaan anak shalih sangat berharga. Sehingga mendidik anak, membina akhlaknya, membesarkan dalam ketakwaaan dan keshalihan adalah kebutuhan kami selaku orang tua sekaligus kewajiban dari Allah atas diri kami.

Ketika anak tumbuh dewasa dengan keshalihan, orang tua akan memperoleh pahala dari amal shalihnya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya. Maksudnya, amal-amal shalih yang dikerjakan anaknya maka orang tuanya mendapatkan pahala seperti yang didapatkan anaknya, jika orang tuanya memiliki andil menunjukkannya kepada kebaikan, membiayai pendidikannya, atau mendoakannya.

Ini didasarkan kepada sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

مَن دعا إلى هُدًى، كان له من الأجْر مثلُ أُجُور مَن تبِعَه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئًا، ومَن دعا إلى ضلالة، كان عليْه من الإثْم مثلُ آثام مَن تبِعه لا ينقص ذلك من آثامِهِم شيئًا

“Siapa menyeru kepada petunjuk, ia mendapatkan pahalanya seperti pahala yang diperoleh orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan siapa yang menyeru kepada kesesatan, ia mendapatkan dosa seperti dosa yang didapatkan pengikutnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim)

. . . Ketika anak tumbuh dewasa dengan keshalihan, orang tua akan memperoleh pahala dari amal shalihnya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya. . .

Jika orang tua tidak pernah mengarahkan anaknya menjadi baik dan tidak mengajarkan persoalan agama kepadanya, maka orang tua tidak mendapatkan pahala atas amal-amal shalih anaknya. Karena ia tidak memiliki andil dalam keshalihan anaknya.

Lebih dari itu, anak-anak shalih mendoakan kebaikan untuk orang tuanya, memintakan ampunan dan rahmat untuknya. Inilah yang paling dibutuhkan seseorang di kuburnya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seseorang meninggal dunia maka (pahala) amalnya terputus kecuali 3 perkara: shodaqoh jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Sebagai upaya mengajarkan persoalan agama pada anak, sudah beberapa kali jum’at suami membawa serta Akhtar dan Qaleef secara bergantian ke masjid. On a lighter note , keduanya belum bisa diajak berdua, karena akan lebih sibuk mengeksplorasi masjid 😋. Hari ini adalah giliran Qaleef. Bahagianya hati, MasyaAllah lahaulawalaquwwataillabillah, saat Qaleef dengan suka cita meminta berganti baju muslim lengkap dengan peci dan sajadah kecil begitu ayahnya mengajak untuk bergegas ke masjid.

Untuk Akhtar, kakaknya, beberapa hari ini MasyaAllah lahaulawalaquwwataillabillah, tertib saat jamaah sholat maghrib, lengkap dengan dzikir dan doa- doa. Padahal sebelumnya biarpun diajak, lebih memilih asyik dengan mainan- mainannya.

Bagi saya dan suami, ini kemajuan luar biasa. Memang betul bahwa teladan berteriak lebih kencang daripada kata – kata.

#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s