Kreativitas Membangun Kemandirian

​​Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian

#Day10

Bermain merupakan kebutuhan anak dan bisa dilakukan kapan, di mana, dengan siapa dan menggunakan apa saja. Bahkan anak bisa menikmati kesenangan bermain hanya dengan menggunakan imajinasinya.
Imajinasi tidak tumbuh sama pada setiap anak. Perlu upaya untuk membangunnya agar tumbuh dan berkembang secara optimal.‎ Seperti yang kita tahu, kemampuan imajinatif anak merupakan bagian dari aktivitas otak kanan yang bermanfaat untuk KECERDASANNYA.
Bermain bebas merupakan aktivitas mandiri tanpa campur tangan orang dewasa. Bermain secara mandiri dapat mengembangkan imajinasi, kreativitas, motorik kasar dan motorik halus, kemampuan memecahkan  masalah, keterampilan sosial, dan keterampilan berbahasa. Menurut David Elkind, penulis buku The Power of Play (Da Capo Press, 2006), permainan imajinatif adalah katalis bagi perkembangan sosial, fisik, emosi, dan moral pada anak-anak. Mainan yang sederhana dan berjenis open-ended  atau  jenis mainan yang memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi dan merubahnya menjadi  apa saja yang mereka inginkan, sangat bermanfaat bagi permainan imajinatif. Potongan kain sutera, katun, wol, dan bahan-bahan natural lainnya. Anak-anak akan menemukan banyak sekali kegunaan dari barang-barang tersebut. Potongan kain dapat berubah dari mulai menjadi sayap kupu-kupu, jubah seorang puteri, hingga berubah menjadi kostum hantu di luar angkasa hanya dalam waktu setengah jam. Potongan kayu bisa menjadi mobil-mobilan dan sesaat setelahnya bisa menjadi rumah.

Akhtar dan Qaleef cocok dengan jenis permainan open ended dibanding dengan mainan yang sudah jadi. Bermain mainan yang sudah jadi membuat mereka cepat bosan, ujung- ujungnya rusak (baca : dirusak dengan sengaja untuk menciptakan bentuk baru 🙂). Awalnya saya sempat hampir putus asa membelikan mereka mainan karena ujung- ujungnya hanya akan menjadi bangkai dan akhirnya dibuang. Tapi setelah tahu jenis permainan inilah yang mereka sukai, saya malah bisa berhemat lebih banyak. Permainan open ended tidak memerlukan banyak bahan, terlebih yang mahal. Dari ‘sampah’ saja mereka bisa menghasilkan segala rupa.

Many creative individuals are naturally unafraid of experimenting with new things; furthermore, creative people are often less susceptible to peer pressure, perhaps because they also tend to be self-reliant and unafraid to voice their true feelings even if those go against conventional wisdom.

Kreativitas adalah kemampuan untuk melihat sesuatu dengan cara baru, untuk melihat dan memecahkan masalah yang orang lain mungkin tidak tahu, dan untuk terlibat dalam pengalaman mental dan fisik yang baru, unik, atau berbeda. Kreativitas merupakan aspek penting dari kehidupan seseorang, mulai dari dalam rahim dan seterusnya sampai dewasa.

Meskipun banyak orang menyamakan kreativitas dengan kecerdasan, dua istilah yang tidak sama, dan tidak perlu memiliki tingkat IQ jenius untuk menjadi kreatif. Sementara orang-orang kreatif memang cenderung memiliki atau atas rata-rata skor tes IQ, bahkan diatas 120, dan memang ada sedikit hubungan antara kecerdasan dan kreativitas. Para peneliti telah menemukan pentingnya lingkungan keluarga dalam mempengaruhi berkembangnya potensi kreativitas anak.




#Level2

#KuliahBunSayIIP

#MelatihKemandirian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s