Kemesraan

Kemesraan
Setelah pulang dari aktifitas seharian yang padat merayap, rasanya pingin jatuh di kasur dan baring sampai pagi. 
Tapi ngak mungkin. 
Karena waktu menunjukkan menjelang maghrib, anak anak belum punya makan malam, tidak tidur siang, dan ayahnya yang pulang bareng saya, tidak kalah capeknya dan mengeluh tidak enak badan. 
Oleh sebab itu, istirahat di saat saat seperti ini adalah sebuah ketidak mungkinan 😓
Mencoba untuk mengumpulkan sisa tenaga yang ada dan ganti baju dinas, saya pun memutuskan untuk sholat maghrib terlebih dahulu, krn adzan sdh berkumandang. Setelah selesai, barulah saya mulai ber ‘gerilya’ di dapur. Mulai dari ngecheck keadaan status nasi yang ngak kesentuh sejak pagi, makanan sisa yg menunggu dengan sabar utk dipindah dibawah tudung saji, sampai dengan memeriksa freezer untuk mendapat sedikit tiupan angin syurgawi dengan harapan bisa memberikan inspirasi di sore menjelang malam yang lelah ini. 
Akhirnya saya memutuskan memasak nasi goreng lengkap dengan teman-teman sesajiannya (sosis, telur, timun). Setelah dibantu sedikit oleh asisten chef yang masih magang ( Azzama dan Malik ) makanan pun selesai dalam waktu 15-20 menit (diselingi dengan cuci piring, air tumpah, cuci wajan dll).
Setelah matang, sayapun berniat menyajikannya ala hotel bintang 5. Alhamdulillah sempat dan jadi! Anak anakpun girang setengah mati, karena makanannya jadi keren dan mereka menjadi bagian dari persiapannya.
Sebetulnya, setelah itu, niat hendak terus menutup mata sejenak, karena rasanya nama saya sudah dipanggil-panggil oleh kasur empuk dan kamar yang adem. Tapi apa daya, dapur masih berantakan, sinki penuh dan meja makan kotor. Bagian lain dari rumah, ngak usah dibahas dulu lah yaa.. ntar nambah-nambahin senewen bin stress. 
Akhirnya, setelah mengajak semua bekerja sama membereskan semua yang berserak dan kotor tadi, waktunya saya menjenguk jemuran yang sudah dua hari diabaikan. Masih dibantu asisten chefs yang mendadak berubah status menjadi ‘mommy’s little helper’, terangkat lah semua jemuran. Tinggal… dilipet! 😭😭😭
Ini kapan berakhirnya??? Kapan boleh tidurrr? Hiks. 
Sambil duduk di sofa melipat baju dan pakaian dalam dan lain lainnya, tiba-tiba hadir di benak saya sebuah lagu lawas yang indah… Sayapun mulai bersenandung dan bernyanyi secara khusyuk. Tentunya para mom’s little helper-pun tidak bisa mengelak untuk melihat dan -mungkin-terpaksa- mendengarkan saya bernyanyi.
Sembari bernyanyi, suara saya bergetar menahan nangis, walaupun saya letih yang teramat sangat saat ini, masih harus melipat baju satu bakul, melihat pemandangan ruangan yang berantakan, saya terharu.. bersyukur, tersedu..
Melihat si kakak, duduk disamping saya ikut membantu, si kecil merapikan mainan lalu membantu saya melipat baju sebisanya dengan tangan kecilnya, dan si abang yang sedang ngaso sebentar di ayunan setelah membantu saya mengerjakan beberapa hal…
Suara saya parau bergetar menyanyikan…
“Kemesraan iniii.. janganlah cepat berlaluuuu.. Kemersraann iniii.. Ingin ku kenang selaaaalluuu.. hatiku damaiii, jiwaku tentram disampingmu… hatiku damai.. jiwaku tentram bersamamu”.
Saya tahu, lagu ini tentang kisah kasih  sepasang kekasih. Tapi buat saya, anak anak sayalah kekasih hati saya. 
Sungguh, pemandangan ini akan sekelip mata berubah.. Entah itu karena sudah habis waktu kita bersama di dunia, ataupun waktu yang berputar terlalu pantas, hingga perlahan, mereka akan tumbuh dengan sangat cepat sekali. Dan tanpa saya sadari, satu persatu, mereka akan perlahan meninggalkan ‘sarang’ mereka ini, dan berusaha menapak dan mengepakkan sayapnya di bumi Allah yang ntah dimana. 
Setelah itu? Insha Allah, mereka akan menemukan belahan jiwa, teman mengharungi kehidupan bersama, dan mulai sibuk dengan junior junior mereka pula. 
Tinggallah semua ini..kenangan. 
Tidak ada lagi menyiapkan makan malam. Ruang keluarga yang berantakan. Jemuran yang blm diambil setelah beberapa hari. Ngak ada lagi baju kotor, meja yang berantakkan, suara abang adik berantem tanpa akhir. Sikap si kakak yang dengan hormon berantakannya yang sering meledak-ledak. Tidak ada lagi kaos kaki kotor berserakkan, menginjak lego kecil yang lupa dirapihkan. Handuk basah yang sdh mengering diatas kasur. Selimut yang lupa dilipat, tas sekolah dekat meja tamu. 
Ngak ada lagi semua itu. 
Semua serba rapi dan teratur dan …….. sepiiiiiiiiii 😟
Pantaslah suara saya bergetar membayangkan semua itu, sambil kembali menyanyikan ..
“Kemesraan iniii.. janganlah cepat berlaaaluu.. Kemesraan iniii… ingin kukenang selaluuuu”.
Hilang sedih dan capek saya melihat ruangan yang masih berantakkan, badan yang letih… saya fokuskan mata dan hati saya memandang wajah wajah mungil nan ceria dan lucu, yang ntah sampai kapan saya dikasih izin untuk menikmatinya. 
Enjoy your kids mom!

Enjoy your messy house!

It won’t be long..

Take this precious time, and value every second of it. For it won’t be long, until you will eventually longed for it!
#winathethinkingcoach

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s