Beberes Mainan – Family Project Part I

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Family Project

#Day1

Melihat anak- anak berkreatifitas dengan mainannya sebetulnya merupakan hal yang menyenangkan. Mereka juga lebih betah di rumah, segera ingin pulang saat diajak pergi kemana- mana. Bahkan bagi si sulung, Akhtar, bermain di rumah lebih menyenangkan daripada di sekolah. Ini menurut pengakuan Akhtar yang kerap disampaikan ke saya, 

“buat apa sih mommy kakak pergi sekolah, lebih banyak mainan di rumah, kakak itu lebih suka lo main di rumah, ditemenin Mommy”. 

Awalnya saya pikir ah paling karena tidak mau jauh dari saya, kalau sekolah kan memang harus ditinggal. Tapi saya rasa dia tulus saat menyampaikan lebih suka mainan di rumah, karena memang si Akhtar begitu asyik tenggelam dalam kreasi- kreasinya.Ya melukis, ya menggambar, mewarnai, membangun kota dengan lego, bermain peran, membuat pancake, donat, bahkan barang- barang yang ada dirumahpun bisa kemudian menjadi penunjang kreativitas dia. MasyaAllah tabarakallah.

Saat kreasi sudah terbentuk, semisal replika sebuah kota yang memenuhi area satu ruangan, Akhtar tidak suka jika dibereskan. Bukan karena dia malas membersihkan, tapi dia bilang, dia sedih jika kreasinya tadi dihancurkan, 

“kakak kan udah capek bikinnya Mommy”, dengan wajah memelas.

Both curse and blessing jika sudah begini πŸ˜‚

Bagaimanapun area itu harus dibersihkan secara berkala, demi kesehatan mereka juga. Apalagi Akhtar memiliki alergi akan debu. Belum lagi jika ada semut dan hewan – hewan lain yang malah bersarang.

Nah, sudah sekitar semingguan ini ada wabah semut di rumah. Tahu- tahu saja banyak disetiap sudut, padahal tanpa ada bekas makanan tercecer maupun sejenisnya. Sepertinya semut- semut itu sedang mencari “rumah” baru. Jumlahnya berkoloni- koloni. Apakah karena musim hujan, sehingga semut- semut itu kehilangan sarang dan beralih ke rumah huni.

Melihat fenomena ini, tak ayal anak- anak begidik ngeri, karena jumlah semut yang berkoloni- koloni tak tampak lucu lagi bagi mereka. Si semut bahkan berani mempertahankan diri dengan menggigit, gatal dan panas rasa yang ditimbulkan.

Karena serangan semut, mau tidak mau Akhtar dan Qaleef harus rajin membereskan hasil kreasi mereka, jika tidak mau replika kota yang mereka bangun akan menjadi kota semut. Tapi ya begitu, namanya bocah, kadang ingat untuk beberes, kadang sudah beralih ke mainan yang lain lalu lupa.

Memanfaatkan moment ini, saya akan memulai family project dengan beberes mainan. Target saya minimal dua hari sekali. Anak – anak suka sekali membantu saya beberes, Akhtar yang membantu mengepel, Qaleef yang membantu menyapu. Ya meski tidak bersih- bersih sekali, dan saya masih harus turun tangan, tapi minimal mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan.

Dengan ini saya mulai dengan Bismillahirrahmanirrahiim..

Semoga Allah senantiasa mudahkan.

Aamiin Allahumma Aamiin.

β€’β€’β€’

#TantanganHari1

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP
*AMATI, TERLIBAT, TULISKAN*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s