Mengajarkan Menanam Sejak Dini pada Anak

Family Project

#Day15

2907e5a484f0e6f7df687d72bf8c616d
“Mommy!, kenapa sih bapak- bapak jahat itu tebang- tebang pohon? Pohon kan mau hidup mommy”.

Pertanyaan dan penyataan yang sama dari Akhtar setiap kali kami keluar rumah dan mendapati pohon- pohon di area perumahan kami semakin habis dari hari ke hari. Awalnya pengurangan ranting, lambat laun batang pohonnya juga ikut ditebang.
Saya pikir bahwa itu sengaja dilakukan oleh instansi resmi supaya mengurangi angka kecelakaan akibat pengendara terjatuh ranting yang rapuh saat musim hujan. Kebetulan kami mengenal pemilik perumahan yang kami tempati dan sempat menanyakannya. Setelah kami konfirmasikan kepada pemilik perumahan dan ternyata kami menemukan fakta bahwa penebang itu bukan resmi dari instansi pemerintah atau pekerja yang memang sengaja diutus oleh pemilik perumahan, kami tidak pernah menjumpai para penebang “liar” itu lagi. Mungkin pemilik perumahan sudah mengambil tindakan. Hanya sayangnya, pohon- pohon yang telah ditebang itu belumlah ada gantinya, sudah terlanjur ditebang tanpa perasaan. Daun- daunya yang rimbun memberikan keteduhan kini tak lagi ada.
Dan surprisingly, justru Akhtar yang aware dengan kondisi ini. Seakan tak terima dan belum mendapatkan jawaban yang memuaskan “mengapa manusia menebang pohon?”‎

Saya rasa ini adalah buah dari pengajaran akan cinta lingkungan dan hidup “hijau”. Oma dan tantenya memang suka bercocok tanam di rumah. ‎

Berikut adalah tulisan bagus tentang Mengajarkan Menanam Sejak Dini pada Anak yang saya kutip dari ECM ‎

Kami sadar bahwa Bumi kita sudah jauh dari kata hijau dan asri. Penebangan liar bahkan kebakaran hutan masih kerapkali menjadi kabar utama berita di berbagai belahan dunia. Sebagai generasi penerus, anak-anak masa kini harus diajarkan dan diberikan pengarahan akan pentingnya hidup “hijau”. Selagi mereka masih dini, mindset tentang cinta lingkungan pada anak masih bisa dibentuk. Salah satu caranya dengan mengajarkan mereka untuk menanam pohon.

Nggak Asyik ah. Nggak seru. Mungkin itulah kata-kata yang terlontar dari anak-anak ketika kita mengajaknya bercocok tanam. Menanam memang terkesan membosankan, tapi jika dimodifikasi dengan cara yang menyenangkan, anak-anak pun pasti bersemangat dbuatnya. Mengapa tak coba cara-cara berikut ini?

Menanam pohon dengan anak-anak akan lebih menarik jika mereka dibebaskan memilih tanaman yang akan mereka tanam dan diizinkan memilih, Mereka pasti akan memilih tanaman sesuai selera mereka, dan kecintaan mereka dengan tanaman itu pasti lebih tinggi dibandingkan jika tanaman yang akan mereka tanam dipilihkan oleh orang lain, bukan? Bebaskan pula kreativitas dan imajinasi mereka ketika menggambar pot dari pohon yang mereka tanam. Saat mereka berbangga diri, pujilah! Ketika dipuji, anak akan mengerti bahwa menanam adalah hal yang baik dan membanggakan, lalu mereka pun akan lebih menyayangi dan merawat tanamannya.

Berikan kepercayaan kepada mereka bahwa merekalah yang bertanggung jawab atas pohon yang mereka tanam. Ingat dengan lebih dulu memberi pengarahan tentang cara merawat tanaman tersebut. Anak dapat merasa lebih memiliki dan mencintai tumbuhan yang mereka tanam. Dalam poin ini, selain mengajarkan cinta lingkungan, kita juga mengajarkan anak-anak tentang disiplin dan tanggung jawab. ‘Sambil menyelam minum air’ kan?
Selain itu, ajarkan anak bahwa tanpa tumbuhan, kita tidak dapat hidup karena kekurangan oksigen. Tidak perlu memaparkan terlalu teoritis karena belum tentu anak-anak dapat mengerti. Cukup dengan menjelaskan bahwa manusia membutuhkan banyak oksigen untuk dihirup supaya bisa hidup. Tumbuhan yang mensintesis gas lain, yaitu karbon dioksida, menjadi oksigen agar manusia tidak lenyap. Untuk berterima kasih kepada tanaman maka kita harus melestarikan hayati tanaman dengan cara menanam berbagai tumbuhan di sekitar kita.

Dengan pengarahan dan cara menanam yang menyenangkan, para anak dapat lebih mencintai bumi dengan cara mereka sendiri dan mereka dapat lebih bertanggung jawab. Mereka pun akan terbiasa cinta lingkungan dan mengaplikasikannya hingga besar nanti. Menanam tidak selamanya membosankan, bukan….?

Beberapa cara yang bisa di ajarkan kepada anak-anak usia dini, diantaranya :
🌹 Mengajarkan pada anak membutuhkan oksigen >> makanya harus banyak menanam
🌹 Ajarkan kepada anak cara berkebun, menanam tanaman di pekarangan rumah/sekolah.
🌹 Rekreasi ke alam
🌹 Memberikan contoh nyata kepada anak tentang cara mencintai alam‎

Vivi Erma 😊

#TantanganHari15

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

AMATI, TERLIBAT, TULISKAN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s