Pencuri Impian

IMG_20170419_130113_477.jpg


🌸PENCURI IMPIAN🌸

(By.Andrie Wongso)

Alkisah di sebuah negeri, ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat bagus dibanding dengan kawan-kawannya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan.

Gadis muda itu berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti.. dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Tiongkok, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya.

Suatu hari, kotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat. Tangan dinginnya telah banyak melahirkan penari profesional dengan karir gemilang.

Gadis muda ini ingin sekali menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya.

Akhirnya kesempatan yang dinanti datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai pertunjukan tari.

Ia lantas bertanya, “Pak, saya ingin sekali menjadi penari profesional. Apakah Anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari? Saya ingin tahu pendapat Anda tentang tarian saya.”

“Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit,” jawab sang pakar.

Tetapi.. belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar telah berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Betapa hancur hati si gadis muda melihat sikap sang pakar. Ia langsung berlari keluar. Pulang ke rumah, dia pun menangis tersedu-sedu. Impian dan rasa percaya dirinya hilang sama sekali. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan, tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dilemparkannya ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia tidak pernah lagi mau menari.

Tahun demi tahun berlalu. Gadis itu telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya sudah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan sebuah toko di sudut jalan.

Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kotanya, dan dia datang menonton membawa anak-anaknya. Matanya sekelebat melihat dan mengenali pakar dunia tari yang pergi meninggalkannya pada masa lalu, berada di antara para menari muda di belakang panggung. Beliau nampak sudah berumur, dengan rambutnya yang sudah putih.

Usai acara, ibu ini bergegas membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, kemudian memperkenalkan diri. Sang pakar masih mengenalinya.

Ibu itu memberanikan diri bertanya suatu hal yang mengganjal di hatinya. “Mengenai penampilan saya sewaktu menari di hadapan Anda bertahun-tahun lalu. Sejelek itukah penampilan saya saat itu, sehingga Anda langsung pergi, tanpa mengatakan sepatah kata pun?”

“Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu berhenti dari dunia tari,” jawab sang pakar.

Si ibu sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. “Kalau memang tarian saya bagus, mengapa Bapak meninggalkan saya begitu saja, ketika saya baru menari beberapa menit? Bapak mengacuhkan saya, tidak memuji.”

Pakar itu menjawab tenang. “Saya tidak harus menonton Anda sampai 10 menit untuk melihat bakat serta potensi yang bagus. Malam itu, saya juga sangat lelah setelah pertunjukan. Maka sejenak saya meninggalkan Anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap Anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi saat saya kembali, Anda sudah pergi.”

Pakar itu melanjutkan ucapannya, “Anda mestinya fokus pada impian, bukan pada ucapan atau tindakan saya. Mengenai pujian. Ada kalanya memotivasi, tapi bisa juga melemahkanmu. Untuk orang seperti Anda, pujian hanya membuatmu puas dan berhenti tumbuh. Lagipula, pujian itu sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. Sebagai calon penari profesional, Anda tidak pantas minta pujian pada orang lain.”

Lalu, pungkasnya, “Mengenai kesalahpahaman ini pun, mungkin Anda sakit hati pada waktu itu. Tapi saya kira, sakit hati akan cepat hilang kalau Anda mau berlatih kembali. Namun penyesalan Anda karena sikap dan mental yang kurang baik, tidak akan bisa hilang.”

Sahabat..
Semoga kita bukan orang yang mudah berpuas diri dan selalu mengharap pujian dari orang lain.

Demikian juga, jangan mudah patah semangat hanya karena sikap dan ucapan negatif seseorang. Semoga di tahun 2017 ini kita selalu siap, semangat berjuang dengan tulus dan rendah hati.

Salam sejahtera-mulia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s