Gaya Belajar Visual

Day#1

Game Gaya Belajar Anak

Untuk mengamati gaya belajar Akhtar dan Qaleef termasuk tipe yang mana, dan setelah membaca banyak literatur disana – sini, saya memutuskan untuk membedah satu- persatu terlebih dahulu. Ini supaya memudahkan saya dalam memahami bagaimana gaya belajar VISUAL, seperti apa KINESTETIK dan apa ciri – ciri AUDIO. 

Berikut adalah literatur yang bersumber dari belajarpsikologi.com dan http://www.suaramedia.com

Kita tidak bisa memaksakan seorang anak harus belajar dengan suasana dan cara yang kita inginkan karena masing masing anak memiliki tipe atau gaya belajar sendiri-sendiri. Kemampuan anak dalam menangkap materi dan pelajaran tergantung dari gaya belajarnya.

Banyak anak menurun prestasi belajarnya disekolah karena dirumah anak dipaksa belajar tidak sesuai dengan gayanya. Anak akan mudah menguasai materi pelajaran dengan menggunakan cara belajar mereka masing-masing.

Menurut DePorter dan Hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Terdapat tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi (perceptual modality).

Pengertian Gaya Belajar dan Macam-macam Gaya Belajar

 1.   VISUAL (Visual Learners)

Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

Ciri-ciri gaya belajar visual ini yaitu :

  1. Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar
  2. Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
  3. Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak
  4. Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
  5. Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan
  6. Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan
  7. Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu


Ciri-ciri Anak Visual:

Ketika belajar, anak dengan gaya belajar visual memiliki beberapa kebiasaan, di antaranya adalah membaca informasi dengan sangat cepat, serta membutuhkan suasana yang tenang ketika belajar.

Menurut Shannon Hutton, dalam artikelnya yang berjudul ‘Helping Visual Learners Succeed’, seperti ditulis Senin (7/3/2011) anak visual umumnya selalu memusatkan fokusnya pada guru yang mengajar dengan duduk di barisan paling depan di kelasnya, serta mengamati pengajaran dari guru dengan seksama.

Anak tipe ini akan sangat mudah memahami informasi ketika diajarkan dengan menggunakan peta, gambar, skema, tabel atau bahkan siklus. Anak dengan gaya belajar visual cenderung rapi dan terorganisasi, serta teliti dalam menangkap informasi secara mendetail.

Berbeda dengan anak auditori yang lebih senang mendengar daripada mencatat, anak visual hampir selalu membuat catatan dari apa yang dipelajarinya, atau apa yang ingin diingat olehnya.

Biasanya ketika guru mencatat di papan tulis, ia pun menyalin catatan tersebut dengan rapi di bukunya. Bahkan, terkadang ia dapat meminta gurunya untuk menggambar hal-hal yang dapat memudahkannya dalam memahami topik pelajaran. Ketika diberikan tampilan video, ia akan sangat cermat mengamati informasi yang terkandung di dalamnya.

Menurut R. Philip, penulis buku ‘Engaging the Tween and Teen’s Brain’, anak-anak dengan gaya belajar visual kurang menyukai diskusi kelompok di kelas, namun mereka membuat berbagai gambar visual dalam merespons topik-topik yang dibahas dalam diskusi.

Selain itu, menurut Haggart, penulis buku berjudul ‘Discipline and Learning Styles: An educator’s Guide’, anak dengan gaya belajar visual lebih memilih mempelajari sesuatu dengan melihat demonstrasi atau peragaan dari suatu informasi.

Karena itu, observasi, analisa dan me-review pelajaran merupakan cara favoritnya untuk belajar. Anak tipe ini terkadang membuat sebuah coret-coretan ketika mendengarkan atau dijelaskan mengenai suatu informasi. Suka highlight tulisan menggunakan spidol, membuat bagan, dan menggambar seringkali menjadi pilihan aktivitas mereka ketika belajar.

Kendala tipe belajar model visual:


šŸ”• Tidak suka berbicara di depan kelompok dan tidak suka mendengarkan orang lain
šŸ”• Tahu apa yang harus dikatakan tapi tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata
šŸ”• Ditandai dengan sering terlambat menyalin pelajaran di papan tulis dan tulisan tangan berantakan
šŸ”• Sering lupa jika harus menyampaikan pesan secara verbal kepada orang lain
šŸ”• Biasanya, kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan

Anak Anda sering menghabiskan bukunya untuk mencatat semua hal, termasuk pelajarannya? Atau, dia lebih senang membaca buku sendirian daripada berdiskusi bersama teman-temannya? Berarti anak Anda termasuk belajar visual.

Gaya belajar visual merupakan cara belajar di mana ide, konsep, dan data atau informasi lain ditangkap dan diproses melalui gambar visual dan teknik-teknik.

Menurut D. Clark, penulis buku ‘Visual, Auditory, and Kinesthetic Learning Styles’ (VAK), gaya belajar visual dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu visual-linguistic learner yang menyukai belajar melalui tulis-menulis.

Satu lagi visual-spatial learner yang kadang memiliki masalah untuk belajar melalui tulisan namun lebih memilih dalam menggunakan tabel, grafik, demonstrasi video, dan materi visual lainnya.

Hambatan si Visual Learner

  1. Anak visual juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
  2. Sulit belajar dalam suasana yang bising dan banyak gangguan
  3. Sulit memahami penjelasan guru tanpa disertai dengan gambar atau bagan
  4. Terganggu konsentrasinya saat melihat tampilan (baik penampilan seseorang atau tampilan suatu informasi) yang menurutnya tidak menarik atau justru jelek.

Kekuatan si Visual Learner

Dalam penelitian berjudul ‘Reading Comprehension, Learning Styles, and Seventh Grade Students’ yang dilakukan oleh Judy Williams, dikatakan bahwa terdapat beberapa kelebihan dari anak-anak dengan gaya belajar visual, di antaranya:

  1. Mampu mengingat detail dan warna dengan sangat baik
  2. Mampu membaca, mengeja, dan menghafal pelajaran dengan baik.
  3. Sangat baik dalam mengingat wajah seseorang, namun seringkali lupa mengingat nama.
  4. Saat menghafal dan memahami suatu informasi, biasanya mereka memvisualisasikan gambar atau image dalam pikirannya.
  5. Umumnya berpenampilan rapi dan baik.
  6. Ketika memecahkan masalah cara yang dilakukan oleh anak visual adalah dengan membaca informasi, serta membuat daftar mengenai masalah atau hambatan apa saja yang ia hadapi.

    Cara Memaksimalkan Kemampuan Anak Visual

    Menurut Shannon Hutton, dalam artikelnya yang berjudul ‘Helping Visual Learners Succeed’ ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk memaksimalkan kemampuan anak visual:

    1. Ajarkan anak untuk memahami informasi dari gambaran besarnya dulu secara umum, sambil memahami informasi melalui detil-detil yang lebih spesifik.

    2. Untuk membantu anak menghafal, gunakan flashcard atau kartu kecil berisi kata kunci dari masing-masing informasi yang sedang dipelajari.

    3. Ajak anak untuk mencari materi-materi alternatif dari berbagai sumber, contohnya dari video, PowerPoint, mindmap, gambar, atau bagan yang menarik. Hal ini akan membantu anak untuk memperoleh gambaran besar dari apa yang akan ia pelajari.

    4. Setiap hari, ajarkan anak untuk disiplin dalam mengulang pelajaran yang telah ia catat selama di sekolah. Hal ini akan membantunya mengolah dan menyeleksi informasi yang penting, dan menyegarkan ingatannya mengenai materi yang diterimanya saat di kelas.

    5. Sediakan beragam highlighter atau spidol berwarna terang agar anak dapat menandai bagian-bagian penting dari buku atau catatannya agar lebih mudah dilihat dan dipelajari. (fn/dt/vs)

    ā€¢ā€¢ā€¢

    Ada beberapa point dari Gaya Belajar Visual yang sesuai dengan pengamatan saya terhadap Akhtar dan Qaleef. Beberapa hari ini Akhtar sedang tertarik belajar mengenai Tornado, jika selama ini saya lebih banyak bercerita dengan dia berimajinasi sendiri, hari ini saya perlihatkan video di youtube mengenai bagaimana terjadinya tornado, mulai dari simulasi kartun sampai video tornado yang nyata pernah terjadi di Nat Geo. Keping – keping puzzle imajinasi di dalam kepala Akhtar dan Qaleef (yang jadi ikut tertarik segala hal mengenai tornado) mulai terangkai, dia sekarang memiliki gambaran (yang saya rasa) mulai utuh tentang apa itu TORNADO, bahkan mereka berdua sudah bisa menceritakan kembali kepada Papa, Tante dan Opa Omanya mengenai yang dia lihat, lengkap dengan simulasi gerakan tubuh šŸ˜…

    Vivi Erma

    #Tantangan10Hari

    #Level4

    #GayaBelajarAnak

    #KuliahBunsayIIP

    šŸŒŽ Sumber :

    http://www.suaramedia.com

    http://www.belajarpsikologi.com

    Advertisements

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s