Niatan Berumah tangganya Apa?

#SilmyShares:
“Waktu itu kok dia nggak gini-gini amat perasaan..” 😔
“Pindahin baju ke tempat kotor aja mesti aku juga nih?” 😧
“Wah mestinya dulu aku cek dulu ya bisa kerja apa nggak..” 🤔
“Nggak pernah nyempetin waktu/romantis deh kayak dulu.. ” 😢
“Pasangan itu enak ya, adem dan kayaknya saling support. Coba kita kayak gitu..” 😕
💖💖💖
Pernah nge-batin atau mikir seperti itu 👆? 

Kalau pernah, saya punya pertanyaan. 
#1. Emang dulu sebelum nikah, niatan berumah tangganya apa? Apa sudah sama-sama lurus dan bertujuan untuk memenuhi kodrat dan bersiap untuk di akhirat nanti atau memenuhi “ekspektasi sosial” penghuni-penghuni dunia semata? 
#2. Dulu sebelum nikah, pernah bahas masalah2 penting? Pernah bahas hak dan kewajiban sebagai suami istri dan hal-hal genting lainnya seperti: Apa persiapan untuk jiwa? Siapa yg masak? Boleh tidak istri kerja? Kapan punya anak? Bagaimana mengasuhnya? Atau hanya sibuk mencari catering, gedung, dan undangan saja? 
#3. Bagaimana dengan “bibit, bebet, dan bobot”? Istilah yang ada sekian lama di belahan bumi kita tentu bertahan selama itu karena ada alasannya. Siapakah calon kita ini? Siapa orang tuanya? Bagaimana dia diasuh? Bagaimana dia menyelesaikan/menghadapi masalah, apakah bekerja keras untuk melalui atau menghindarkan pergi? Apakah dia siap dan bersedia secara mental untuk menjaga kesejahteraan orang lain, bukan hanya mapan finansial saja? 
#4. Yang terakhir, apakah anda sendiri siap? Apakah anda tidak “berubah” dari sebelum menikah? Apa perbaikan yang sudah anda lakukan untuk hubungan anda? Apakah anda mempermudah hidup pasangan anda atau malah menambah beban hidupnya? 
💖💖💖
Teman-teman sayang, 

Yuk luruskan niat. Semua pasangan melewati ujiannya masing-masing. Kadang memang terasa sesak, kadang merasa tak mungkin menghadapi tantangan depan mata, tapi percayalah, Penciptamu tidak memberikan lebih dari apa yang kamu mampu 🙂 
Pasangan itu yg selalu kamu elu-elu, mereka juga melewati gunung-gunung permasalahan yang tidak kamu tahu. Mereka mungkin sering ganti mobil, atau belanja barang-barang mahal, tapi mungkin saja mertuanya tidak pernah menyenangkan atau anaknya sakit yang tidak bisa disembuhkan. 
Mari kembali ke diri sendiri. LOOK INSIDE. Apa yang bisa diperbaiki, apa yang bisa diasah, bagian mana lagi yang bisa diisi? Fokus kepada bagaimana memenuhi peran disini agar bisa bahagia di akhir nanti. 

Saya percaya bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik, asal dimulai dari sekarang. Bayangkan betapa indahnya hidup jika kesadaran ini muncul dari kedua pasangan 🙂 
The grass is not greener on the other side, the grass is greener where you water it. 
Semoga semakin bisa bersyukur dengan apa yang diberikanNya, karena sungguh, belum tentu mampu jika hal-hal yang lupa disyukuri diambil kembali. 
QS Ibrahim, ayat 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
💖💖💖
Selamat bersyukur! 

Sending positive vibes to all of you always, 

#SilmyRisman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s