Peggy Melati Sukma Ganti Nama

Peggy Melati Sukma berganti nama menjadi Khadija

Siapa yang tak kenal sosok ini? Peggy Melati Sukma adalah seorang selebriti tanah air yang ngetop di akhir tahun 90-an. Tapi sudah sekitar empat tahun ini meninggalkan gemerlapnya dunia selebriti dan memutuskan untuk berhijrah. Wajahnya tak lagi menghiasi layar TV dengan seni peran, dunia yang turut membesarkan namanya hingga dikenal masyarakat luas.

Peggy Melati Sukma, yang selanjutnya saya panggil dengan sebutan Teteh Khadija, tampaknya serius untuk menjalankan kehidupan barunya di panggung syiar dan dakwah. Berbagai aktivitas keagamaan dan sosial kemanusiaan dilakoninya hingga ke 22 negara. Termasuk Palestina, Suriah, Benua Afrika, Eropa serta Amerika. Tak cuma melakukan syiar melalui lisan, Teteh Khadija juga berdakwah melalui karya sastra.

Selain berhijab, artis yang dikenal lewat sinetron Mat Beken ini juga menggunakan cadar. Tak sampai di situ, ia juga mengubah namanya menjadi Khadija. Di Instagramnya @peggymelatisukmakhadija, Teteh Khadija sudah memperkenalkan nama barunya ini kepada para pengikutnya di media sosial.

Lalu apa kisah dibalik nama Khadija?

Alhamdulillah ala kulli hal, pada hari Sabtu, (10/2) saya berkesempatan menghadiri acara Blogger Muslimah Meet Up yang menghadirkan sosok inspiratif Khadija – Peggy Melati Sukma. Bertempat di kantor Proxsis Consulting Group, Gedung Permata Kuningan, Jakarta Selatan, acara ini mengambil tema “Muslimah Berdaya dan Menginspirasi”.

Ya, tentu semuanya setuju bahwa sosok Teteh Khadija adalah sosok yang inspiratif dengan kisah dibalik hijrah dan perjuangan dakwahnya.

Kisah tentang Hijrah Teteh Khadija insyaAllah akan saya buat di artikel terpisah.

Mengapa merubah nama menjadi Khadija?

Saat Teteh Khadija menjadi musafir pembelajar, beliau menyebut dirinya demikian, dari majelis satu ke yang lain, dari satu guru ke guru yang lain, Teteh Khadija lalu mendapatkan dua nama dari gurunya, yaitu Khadijah dan Sumayya. Keduanya merupakan nama dari sosok mulia dalam sejarah Islam. Khadijah binti khuwailid adalah istri pertama Nabi Muhammad. Sedangkan Sumayya binti Khabath adalah syahidah pertama pembela agama Allah SWT.

Setelah melakukan istikharah dan mempelajari shirah, kemantapan hati jatuh pada nama Khadija dan mulai di publish pada tahun 2017. Alasan dibalik pemilihan nama Khadija adalah sosok Ummul Mukminin ini yang menurut Teteh Khadija mendekati kepribadian Teteh Khadija sendiri, yaitu memiliki bisnis dan senang dengan kegiatan sosial dakwah. Nama ini mulai digunakan sejak Teteh Khadija berkiprah dakwah kemanusiaan di Timur Tengah dan banyak orang kesulitan melafalkan nama Peggy.

Soal nama hijrah ini hanyalah sekelumit dari kisah hijrah dan dakwah yang dituturkan oleh Teteh Khadija dalam acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Bercerita tentang proses hijrahnya membuat saya terpukau, merasa bahwa diri ini belumlah seujung kuku. MasyaAllah lahaulawalaquwwataillaibillah.

Suasana terbangun akrab dan kekeluargaan meski itu adalah kali pertama saya berjumpa dengan peserta yang lain, didukung dengan kantor yang berkonsep co-working membuat terasa semakin nyaman.

Sedikit bercerita tentang tempat diadakannya acara Blogger Muslimah Meet Up kali ini, Proxsis Consultants (PT. PROXSIS SOLUSI BISNIS) adalah sebuah perusahaan konsultan manajemen tepercaya yang memberikan solusi: Bernilai tambah, sesuai dengan kebutuhan.

Fokus pada upaya perbaikan kinerja. Proxsis Consultants memiliki pengalaman yang luas dalam membimbing perusahaan Nasional maupun Multinational untuk merancang dan mengimplementasikan Management System secara efektif seperti Quality, Safety & Environmental System, Business Process Management, Human Resources Management.
Konsultan Proxsis juga berpengalaman dalam memberikan bimbingan bagi lebih dari tiga ratus perusahaan sehingga sukses mendapatkan sertifikat seperti ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, OHSAS 18001, ISO/TS 16949, GMP, HACCP, ISO 22000 dan lain-lain dari Badan Sertifikasi Internasional.

Yang kemarin bekerjasama dengan Blogger Muslimah adalah salah satu divisi Proxsis, IT Learning Center (ITLC). Ini adalah divisi khusus IT yang menyediakan training-training bidang IT. Beberapa program dari ITLC adalah ITLC Community Meet Up, yang memfasilitasi komunitas-komunitas untuk melakukan kegiatan di Proxsis.

Ada lagi ITLC Expert Presents yang menyediakan pembicara untuk IT Start Up, Digital Marketing, Web Developer dan lain sebagainya. Ada juga ITLC Start Up Incubator yang akan membantu perencanaan bisnis dan berjalannya usaha di bidang IT. Info lengkap Proxsis bisa dilihat langsung di web http://www.proxsisconsulting.com dan untuk ITLC bisa dilihat di http://www.itlearningcenter.id, siapa tahu kamu butuh tenaga trainer atau ingin berkonsultasi tentang bisnismu, di sini banyak pakarnya.

Acara Blogger Muslimah Meet Up ini dipandu MC yang juga merupakan admin Blogger Muslimah sendiri, Fara Alfaza atau akrab disapa Echa (Hai mbak.. dadah dadah). Diawali dengan acara perkenalan yang seru, yaitu menyebutkan nama secara berurutan. Coba tengok deh cuplikan videonya.. (ada saya ๐Ÿ˜†)

Setelah perkenalan, dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Founder Blogger Muslimah, Mbak Novia Syahidah Rais.

Disusul kemudian sambutan dari pihak Proxsis yang diwakili oleh Ibu Veny Ferawati Nirmala Sari selaku Direktur Proxsis IT. Beliau menjelaskan program-program divisi ITLC, salah satunya menjalin kerjasama dengan komunitas-komunitas, seperti acara yang berlangsung kemarin.

Tidak seberapa lama, dimulailah acara inti yaitu sharing session dengan Teteh Khadija.

Dalam acara ini, Teteh Khadija membawa barang-barang Urban Syiar Project berupa buku-buku Teteh Khadija dan juga hijab syarโ€™i. Dengan membeli barang-barang ini kita sudah ikut bersedekah.

Blogger Muslimah Meet Up juga didukung oleh Rumah Hijab Alsa. Distributor Hijab Alsa terbesar yang berlokasi di Bekasi ini memberikan goodybag berupa kerudung segiempat bolak-balik dua warna untuk seluruh peserta. Kerudungnya berbahan lembut yang bisa dipakai bergantian sisi. Rumah Hijab Alsa juga menyediakan berbagai model kerudung lain yang kekinian tapi tetap syarโ€™i. Silahkan dilihat di akun Instagram @rumah_hijabalsa.

Acara kumpul-kumpul tidak akan seru tanpa hadirnya hidangan yang lezat. Alhamdulillah ada satu sponsor kue yang mendukung acara ini yaitu dari Ah Mah Cake Indonesia.

Ah Mah adalah Traditional Homemade Egg Sponge Cake. Teksturnya lembut dan lumer di mulut. Saya sudah mencobanya sendiri โ˜บ Cocok disajikan bersama kopi atau teh. Dan yang paling penting berasal dari bahan-bahan yang halal (saat ini sedang dalam proses kepengurusan sertifikat Halal MUI). Brand yang berasal dari Singapura ini berlokasi di Kelapa Gading dan Emporium Pluit. Kamu bisa intip akun Instagramnya di @ahmahcakeindonesia.

Selain Ah Mah Cake, hidangan juga dipersembahkan dengan sistem potluck oleh seluruh peserta, ada yang membawa pudding, kripik, bolu, risoles, buah.. wah berangkat tanpa sarapan tuh terbayar saat sampai di tempat acara, sekenyang-kenyangnya deh ๐Ÿ˜†. Proxsis sebagai tuan rumah juga menyediakan suguhan kue-kue enak dan minuman, ada kopi dan teh.

Acara ini bertambah seru dengan hadiah-hadiah persembahan dari Shalira Syarโ€™i, produsen busana syarโ€™i untuk laki-laki dan perempuan dengan kualitas premium. Shalira berpusat di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Produknya mengutamakan kualitas bahan, kesesuaian dengan syariat serta model yang detail. Selengkapnya tentang Shalira bisa kamu lihat di akun Instagram @shalirasyar.i .

Para peserta begitu menikmati rangkaian acara demi acara hingga waktu yang dijadwalkan selesai pada pukul 12.00 WIB baru benar-benar bubar pada pukul 13.30 WIB ๐Ÿ˜ƒ MasyaAllah..belum lagi banyaknya doorprize yang dibagikan, meski saya belum menjadi salah satu yang beruntung itu ๐Ÿ˜ .

Anyway, I can’t wait for the next event! Thank you Blogger Muslimah and see you again sisterfillah, insyaAllah ๐Ÿ˜˜

Jakarta, 17 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Advertisements

YouTube

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 10

YouTube. Di postingan sebelum ini sempat saya singgung betapa signifikan aplikasi ini dalam hidup saya (hasyeeekk.. ๐Ÿ˜). Melalui aplikasi ini saya bisa menambah khasanah keilmuan baru – “update” “upgrade” “recall”, terutama tentang agama. Sebagai ibu yang memiliki dua balita, dimana salah satunya belum sekolah, membuat saya terus terang tidak begitu leluasa mengejar kajian Offline.

Disamping itu, aplikasi ini banyak membantu pekerjaan saya sebagai ibu rumah tangga dengan keywordhow to” -nya (if you know what i mean ๐Ÿ˜‰), ya.. saya adalah salah satu ibu yang learning by doing ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ

So, thanks YouTube ๐Ÿ˜—

Jakarta, 15 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Kids Video for YouTube

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 9

Memperkenalkan gadget pada anak itu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi anak harus paham teknologi dan kesempatan memperoleh banyak ilmu serta informasi ( such as my kids favorite channelDr. Binocs Show ), anak- anak jadi tahu bagaimana badai terjadi, proses gunung meletus, banjir dan sejenisnya. Di sisi lain, terdapat beberapa konten kartun yang berbahaya (mengandung kekerasan, belum lagi iklan produk dewasa yang menampilkan hal-hal yang tidak pantas dilihat, terutama untuk anak seusia mereka).

Sayapun, jujur, terbantu sekali dengan aplikasi YouTube, terutama untuk melihat kajian online secara rutin – yang tidak selalu bisa saya hadiri secara offline.

Biar bagaimanapun solusinya memang anak bergadget-ria itu harus dengan pengawasan orang tua. Kadang saya tidak bisa selalu menemani di samping mereka, tapi minimal ada upaya, jadi saya putuskan untuk menginstall aplikasi YouTube Kids.

Berikut adalah review yang saya dapatkan dari situs ini commonsensemedia.org

Youtube Kids Review,

Parents need to know that YouTube Kids is a kid-targeted portal to YouTube that features curated, ad-supported TV shows, music, educational videos, and user-created content. Itโ€™s worth noting that since there are regular updates, the channels and videos are always subject to change. The app continues to draw lots of public scrutiny and controversy for including some clearly inappropriate videos and ads (with nudity, alcohol, and profanity), as well as fast food and junk food ads that push unhealthy food (some of which look a lot more like entertainment than advertising, making it hard for kids to know theyโ€™re being marketed to). If parents sign up for a YouTube Red subscription, there are no ads, and kids can watch offline. Families can also access it via television, depending on your device.

Though much of the content most kids will encounter isnโ€™t problematic, the fact that any made it into the rotation means YouTubeโ€™s curation process isnโ€™t perfect (details of how titles are curated are slim; publicly, Google says itโ€™s โ€œa mix of automated analysis and user inputโ€), so adult oversight is key. Parental control features are available โ€” such as a timer, the ability to block videos or channels, and a way to disable the search feature โ€” and parents can create their own passcodes. Kids can also have their own profiles and even set their own passcodes to keep siblings out of their profiles, but parents can override it. In addition to direct, kid-targeted ads, the app has whole channels dedicated to products such as Hasbro toys, Lego, and even McDonaldโ€™s, as well as lots of videos in which kids can watch someone โ€œunboxโ€ a wide variety of toys. Some videos have mild cartoon violence, potentially creepy images, and somewhat suggestive content (crotch-grabbing during a Michael Jackson dance tutorial, for instance). Parents may want to talk with their kids about the product- and brand-centered channels before letting kids find them on their own and monitor kidsโ€™ viewing in case adult content sneaks through. Bottom line? Though YouTube Kids is well made and fun to use and offers a lot of videos that are perfectly fine for kids, the outliers and frequency of branded content mean itโ€™s essential for parents to stay involved โ€” just as with any media product that contains ads or potentially iffy content. YouTube Kids falls under the general Google privacy policy, which does allow for some sharing of information and doesnโ€™t contain a clause specific to the app.

Seperti yang tertulis di atas,

Though much of the content most kids will encounter isn’t problematic, the fact that any made it into the rotation means YouTube’s curation process isn’t perfect (details of how titles are curated are slim; publicly, Google says it’s “a mix of automated analysis and user input”), so adult oversight is key (Teteup!).

Parental control features are available — such as a timer, the ability to block videos or channels, and a way to disable the search feature — and parents can create their own passcodes. Kids can also have their own profiles and even set their own passcodes to keep siblings out of their profiles, but parents can override it. (Lumayan ya..)

Jakarta, 14 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Pinterest : A Visual Collection of All Your Interest

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 8

Let me introduce you to the best social media in the world , Pinterest.

Whatโ€™s Pinterest? Pinterest is a visual bookmarking tool that helps you discover and save creative ideas. http://about.pinterest.com/

I know Pinterest in 2012. I found almost everything in there. Pinterest provide my needs as my self (dress up ideas, bedtime stories – creepy pasta ๐Ÿ˜‚ ), as a mother (recipe, home decor, kids playing activities ideas) , as a writer (writing ideas), as a graphic designer and many more.

It is real hard not to quickly fall I love with Pinterest. It is so easy to use and can provide endless hours of entertainment. The platform is highly versatile and is great for entertainment or business marketing. This is not just a random opinion but the huge success and wide popularity of this design says it all. If you are not using Pinterest for personal or business we suggest you at least go and give it a look for yourself ๐Ÿ˜‰

Jakarta, 13 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Logopit Plus – Logo Maker

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 7

Sewaktu diadakan lomba desain LOGO di sebuah komunitas menulis yang saya ikuti (Rumbel Menulis Ibu Profesional Jakarta), saya secara sengaja mencari Logo Creator di App Store. Dan dari beberapa yang direkomendasikan, LOGOPIT ini salah satunya. Setelah mencoba aplikasi yang lain, LOGOPIT ini satu-satunya yang mudah digunakan (menurut saya), yang lainnya lumayan njelimet ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Alhamdulillah, setelah coba-coba bikin kok asyik ya, akhirnya ikutan deh lomba desain LOGO RB Menulis dan eh ternyata.. kepilih!!! ๐Ÿ˜ƒ

Selain sebagai Logo Maker, aplikasi ini juga sebetulnya bisa untuk membuat desain grafis, kolase foto maupun hanya sebagai penempel LOGO.

Jakarta, 12 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

LINE Camera

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay | Keluarga Multimedia | Day 6

Sebelum kenal aplikasi lain-lain, LINE Camera ini andalan saya untuk kolase foto dan menjadikannya a way more fun and attractive. Setelah kenal Photofy dan mengharuskan saya menempel LOGO, aplikasi ini membantu sekali. Dan bukan saya saja yang suka, anak-anak juga tertarik dengan fiturnya, drawing and stickers.

Jadi saat kami melakukan perjalanan panjang, ke luar kota misalnya, atau menemui kemacetan, LINE Camera keep the children busy and bye bye the crancky. ๐Ÿ˜†

So, these are their projects with LINE Camera

And these are mine

Jakarta, 11 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Phonto – Text on Photos

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 5

Nah, ini nih aplikasi yang ngebantu banget – banget masalah FONT. I enjoy using this app ๐Ÿ˜Š Ragam FONT nya luar biasa banyak.. and you get to pick your own color.

Dengan adanya banyak pilihan FONT seperti ini membuat desain grafis kita lebih menarik.

Aplikasi Phonto ini hanya untuk menambahkan TEXT pada foto atau background yang sudah kita buat sebelumnya ya, persis Fonteee . Jadi tidak ALL IN seperti CANVA , Photofy maupun PicsArt. Aplikasi ini FREE Watermark.. so it’s a big yeay for me ๐Ÿ˜†

Berikut adalah hasil menggunakan aplikasi ini :

Jakarta, 10 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š