Sudah Adzan, Sholat Yuk!

Tantangan 10 Hari | Level 10 | Kuliah Bunsay | Grab Your Imagination | Day#9

Adzan dhuhur berkumandang sebagai seruan untuk melaksanakan ibadah sholat.‎

“Allahuakbar.. Allahuakbar..”

“Wah sudah Dhuhur.. kita sholat dulu yuk,” ajak Monsta.

“Ah nanti saja sekalian, tanggung nih, masih ada beberapa bangunan lagi yang ingin kulihat.” ujar Mario.

Teman-teman kita sedang mengunjungi kota bersejarah yang penuh bangunan kuno. Mario yang memang terbiasa menunda-nunda ingin menyelesaikan dulu asyiknya menjelajah.

“Ayolah kita sholat dulu, Mario. Lagipula kita tinggal 10-15 menit, bangunan ini tidak akan bergeser kemana-mana. Hehe.. ” tawa Nyummy diikuti oleh Luigi dan Monsta.

“Hhh.. baiklah. Ayo kita sholat dulu.” Mario mengiyakan ajakan teman-temannya.

Setelah sholat di masjid, mereka melanjutkan lagi menjelajah dan berfoto-foto.

“Taman ini menarik sekali ya, lihatkan batu-batu vulkanik ini bisa diukir dengan sangat indah.” Luigi mengamati ukiran di batu yang ada di sebuah taman. “Aku ingin menjadi arsitek, supaya bisa membuat taman seindah ini.” lanjut Luigi.

“MasyaAllah.. Iya benar indah sekali. Di buku pariwisata, ada kolam air mancur juga di ujung sebelah sana, yuk kita ke sana.” ajak Monsta.

Ternyata di dekat air mancur itu ada sederetan kios-kios penjual makanan. Beragam makanan dan minuman, bau harumnya tercium oleh hidung teman-teman kita. Mereka menjadi lapar.

Setelah menikmati makanan khas kota itu dan merasa kenyang, mereka akan melanjutkan perjalanan saat adzan ashar berkumandang.

“Sudah adzan, sholat yuk!” Luigi mengingatkan teman-temannya.‎

“Kenapa sih kita harus sholat tepat waktu?” tanya Mario dalam perjalanan menuju masjid.

Monsta menjawab,”Shalat tepat waktu adalah amal yang paling dicintai Allah. Jika kita mengerjakan amalan yang dicintai Allah, maka..”

“Ah iya.. Allah akan mencintai kita.” Mario meneruskan ucapan Monsta.

“Jagalah Allah, maka Allah akan menjagaMu. Jangan pernah tinggalkan sholat dan berusahalah sholat selalu di awal waktu.” ujar Luigi.

Mario mengerti sekarang.

Tamat‎

Jakarta, 11 Desember 2017

Vivi Erma 😊

Advertisements

Mario Si Pengulur Waktu

Tantangan 10 Hari | Level 10 | Kuliah Bunsay | Grab Your Imagination | Day#8

“Mario.. jangan lupa kamu bersihkan daun di teras ya, kalau tidak akan beterbangan masuk ke dalam rumah,” pinta Luigi pada Mario.

“Iya.”

“Mario.. sudah waktunya kita pergi. Ayo cepat!”

“Ya.”

Sepanjang hari terdengar teriakan Luigi, tetapi Mario tidak pernah segera mengerjakan apapun. Dia suka mengulur-ngulur waktu.

Pernah suatu hari Luigi mengingatkan Mario untuk membuang sampah, karena kebiasaan Mario menunda-nunda, sampah yang ternyata berisi daging itu membusuk, ratusan belatung merayap di dapur sampai ke ruang makan. Akhirnya bukan hanya Mario yang repot, tapi juga Nyummy dan Luigi.

“Hentikanlah kebiasaanmu mengulur-ulur waktu!” ucap Luigi. “Banyak yang dirugikan oleh ulahmu jika seperti itu terus.”

Tetapi Mario tidak memperbaiki diri.

“Dengar Mario, mulai sekarang aku hanya akan memberitahu atau memanggilmu sekali saja. Kalu kau tidak segera mengerjakan atau datang saat kupanggil, aku akan membiarkanmu melakukan apapun yang kamu suka.”

“Baik Luigi.” sahut Mario. Tetapi ternyata tidak.

Hari ini mereka berencana pergi menonton ke Bioskop. Ada film kartun baru yang sedang diputar. Dari semalam Luigi sudah memperingatkan Mario agar tepat waktu. Luigi, Nyummy dan Monsta sudah siap di mobil. Mario dipanggil, tapi seperti biasa, mengulur-ulur waktu. Luigi tidak mau terlambat. Mereka tinggalkan Mario yang ternyata masih asyik bermain Angry Bird. Mario tak segera beranjak.

Saat Mario sudah selesai, dia kaget melihat rumah sudah sepi. Dia sedih sekali, karena dia ingin sekali menonton film bersama teman-temannya. Lagipula dia sudah membeli tiket, sayang uangnya terbuang percuma. Mario berusaha mencari jalan keluar untuk menyusul teman-temannya, tapi karena ini adalah hari Minggu, banyak transportasi publik yang telah penuh. Diiriknya jam di dinding, dia sudah terlambat 30 menit dari jadwal jam di tiketnya. Saat panik Mario selalu merasa ingin pipis. Sambil menahan pipis dia berlari menuju toilet.

Gubraaakkk!!!!

Mario terpeleset jatuh. Lantai kamar mandinya licin sekali. Dia baru ingat bahwa sudah seminggu ini belum dia sikat. Minggu ini adalah gilirannya, tapi tidak dia kerjakan. Luigi sudah berkali-kali mengingatkan.

“Awas Mario, jangan lupa menyikat kamar mandi. Jika licin berbahaya, jangan sampai ada yang terpeleset jatuh.”

Nasehat Luigi terngiang-ngiang saat Mario menahan rasa sakit. Rupanya ada yang patah. Sepertinya tulang belikat. Mario tidak tahan untuk tidak menangis. Dia merasa menyesal sekali suka menunda pekerjaan dan mengulur-ulur waktu. Kini dia mendapat ganjarannya.

Tamat

Jakarta, 10 Desember 2017

Vivi Erma

Makan Sewajarnya

Tantangan 10 Hari | Level 10 | Kuliah Bunsay | Grab Your Imagination | Day#7

Makan sewajarnya

Monsta mengundang Mario, Luigi dan Nyummy mengunjungi rumahnya. Sebagai tuan rumah yang baik, Monsta menyediakan berbagai macam hidangan, ada kue, roti dan buah-buahan.

“Ayo ayo silahkan masuk, selamat datang di rumahku.” Monsta menyambut kedatangan tetangganya. Monsta senang sekali. Kini dia memiliki tetangga sekaligus teman. Tidak hanya satu, tapi sekaligus tiga. Monsta bahagia bermain petak umpet kemarin bersama dengan Mario, Luigi dan Nyummy. Biasanya dia hanya sendiri di rumah, bermain game di TV.

“Ini sekedar oleh-oleh dari kami, Monsta. Terimalah.” Luigi memberikan dua botol sirup rasa strawberry dan rasa anggur pada Monsta.

“Ah terima kasih. Kenapa kalian repot-repot. Kan aku yang mengundang.” Monsta tersenyum.

Langkah Nyummy terhenti, matanya terbelalak saat melihat sepiring raksasa buah-buahan. Ada Salak, Jambu, Manggis, Belimbing, Durian..

Glek.. Nyummy menelan ludah.

Nyummy memang suka sekali makan. Terkadang bahkan dia tidak bisa berhenti makan karena merasa tidak kenyang-kenyang.

Makan sewajarnya

“Monsta.. apakah buah-buah ini boleh dimakan?” tanya Nyummy.

“Tentu saja Nyummy. Semua ini untuk kalian.” Monsta mempersilahkan semua untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan.

Nyummy menjadi lupa diri. Dia makan semua. Saat itu Monsta, Mario dan Luigi tidak memperhatikan. Mereka bertiga asyik berbincang.

Waktu berlalu. Hueeekk.. Luigi bersendawa, keras sekali.

Mario, Luigi dan Monsta spontan terdiam dan melihat ke arah Nyummy. Buah-buahan satu piring raksasa itu telah habis.

“Nyummy.. apakah kamu yang menghabiskan semua itu?” Luigu terbelalak tak percaya.

Hueekkk.. Nyummy bersendawa lagi.

“Ops.. maaf kawan..” Nyummy menutup mulutnya.

Mario dan Luigi hanya menggeleng-gelengkan kepala.

“Maaf ya Monsta, Nyummy menghabiskan semua buah-buahan.” Luigi berkata pada Monsta.

“Oh tidak masalah. Itu memang untuk kalian.” jawab Monsta.

“Aduh.. perutku mulas.” keluh Nyummy.

“Hmm.. pasti karena terlalu banyak makan.” tebak Mario.

“Aduh.. maaf Monsta. Bisakah kamu menunjukkan padaku di mana toiletnya?” Nyummy memegang perutnya yang menjadi lebih besar dari sebelum dia datang.

Sampai mereka bertiga kembali ke rumah, perut Nyummy tetap mulas. Tapi tiap ke toilet tidak ada yang keluar. Nyummy mulai panik. Dia meminta antar Mario dan Luigi untuk menemui seorang dokter.

Di RS, dokter mengatakan bahwa sakit perut Nyummy karena terlalu banyak makan, ususnya sulit mencerna makanan. Pak dokter berpesan pada nyumny bahwa seseorang baru makan sebaiknya jika sudah lapar. Dan ketika makan, tidak boleh berlebihan sampai kekenyangan.

Sambil meringis kesakitan Nyummy mengiyakan nasehat pak dokter. Merasakan sakitnya perut yang melilit, Nyummy kapok makan berlebihan sampai kekenyangan. Sangat berbahaya untuk kesehatan percernaan.

Tamat

“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”

Hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (IV/132), Ibnu Majah (no. 3349), al-Hakim (IV/ 121). Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 1983), karya Syaikh al-Albani rahimahullah.

Jakarta, 9 Desember 2017

Vivi Erma 😊

Petak Umpet

Tantangan 10 Hari | Level 10 | Kuliah Bunsay | Grab Your Imagination | Day#6

“Ayo bermain petak umpet!” Nyummy mengajak kawan-kawannya.

“Hah? Apa itu bermain petak umpet? Game baru?” Monsta terbengong kebingungan. Baru kali ini dia mendengar bermain petak umpet, yang dia tahu hanya macam-macam game yang dia mainkan di TV.

Luigi dan Mario tersenyum. “Betul kamu tidak pernah bermain petak umpet Monsta. Menyenangkan tau!” ujar Mario.

“Jadi permainan dimulai dengan semua pemain melakukan hompimpa untuk menentukan penjaga, sisa pemain lainnya bersembunyi. Penjaga berdiri memegang tiang atau pohon yang dijadikan sebagai markas. Penjaga tersebut harus menutup mata dan menghitung sampai 20, sementara yang lainnya bersembunyi.”

“Hmm..” Monsta menyimak penjelasan Luigi.

Luigu meneruskan, “Setelah selesai menghitung, penjaga mencari satu demi satu para pemain yang bersembunyi, saat penjaga sudah mendapati pemain yang bersembunyi maka penjaga harus menyebutkan namanya lalu sesegera mungkin memegang markas, jika markas terpegang terlebih dahulu oleh pemain yang bersembunyi maka seluruh pemain yang sudah didapat akan bersembunyi lagi dan si penjaga menghitung lagi satu sampai 20.” terang Luigi panjang lebar.

Monsta mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

“Penjaga akan berhenti menjaga jika sudah berhasil mendapatkan seluruh pemain yang bersembunyi dan yang bertugas sebagai penjaga selanjutnya adalah pemain yang pertama kali didapat oleh si penjaga, kali ini si penjaga sebelumnya ikut bersembunyi.” tambah Mario.

“Sepertinya seru! Ayo kita mulai saja, aku sudah tidak sabar,” ajak Monsta.

Hom.. pim.. pa..

Nyummy yang pertama menjadi penjaga. Nyummy menutup mata dan mulai menghitung saat Mario, Luigi dan Monsta mencari tempat untuk bersembunyi.

Monsta senang sekali dengan permainan ini. Dia menyesal kenapa baru tahu sekarang permainan ini dan terlalu banyak bermain Game di TV. Bermain bersama teman-temannya jauh lebih menyenangkan.

Nilai-nilai moral yang bisa diambil dari permainan ini adalah ⤵

🐌 Dalam sebuah permainan kita harus siap kalah siap menang, jika kita siap main maka kita harus siap jika kita kurang beruntung dengan menjadi penjaga.

🐌 Saat menjadi penjaga kita harus terima dengan ikhlas dan lakukan tugas sebaik-baiknya, atur strategi, kencangkan lari kita, dan semangat harus tetap dijaga agar kita mampu menyelesaikan tugas kita.

🐌 Untuk dapat bermain permainan ini anak-anak harus mampu bersosialisasi dengan teman-temannya, jika anak tidak bisa bersosialisasi pasti akan diasingkan oleh lainnya, sehingga tidak bisa mengikuti berbagai permainan.

🐌 Untuk bersosialisasi anak-anak harus memiliki sifat yang baik, jujur, tanggung jawab, semangat tinggi. Bayangkan jika si anak saat dia menjadi penjaga tetapi tidak semangat, malas-malasan, bisa jadi dikemudian hari anak ini tidak akan dibolehkan mengikuti permainan lagi. Semakin baik sikap kita maka kita semakin disenangi teman-teman.

🐌 Untuk mendapatkan fisik yang kuat maka anak-anak akan mengupayakan cara-cara terbaik untuk menguatkan fisiknya seperti makan yang banyak, minum yang banyak, latihan lari-lari yang banyak sehingga ini akan berdampak baik pada tumbuh kembang anak. Anak-anak akan dengan sendiri terpacu untuk menjadi yang terbaik di lingkungannya.

🌍 Sumber bacaan : Jatisariku.com

Jakarta, 8 Desember 2017

Vivi Erma 😊

Apa yang Akan Diingat Orang Tentangmu?

Tantangan 10 Hari | Level 10 | Kuliah Bunsay | Grab Your Imagination | Day#5

“Hmm.. siang-siang begini, enaknya kita buat jus semangka ya..” Nyummy menelan ludah saat membayangkan segarnya jus buah semangka.

Matahari memang sedang terik-teriknya. Baju Mario, Luigi dan Nyummy basah oleh keringat.

“Yuk buruan, kita buat jus semangka,” ajak Mario.

“Asyiikkk..” Luigi dan Nyummy mengekor di belakang Mario.

“Yaaahhh.. buah semangkanya habis,” Mario melongok ke dalam isi kulkas, “gagal kita akan membuat jus semangka.”

“Buah yang lain?” Tanya Nyummy.

“Habis juga,” jawab Luigi setelah memeriksa tempat persediaan buah.

Ting tong..

“Wah ada tamu. Kalian ada janji dengan seseorang?” Luigi bertanya pada Nyummy dan Mario.

“Tidak.” Nyummy dan Mario menggeleng.

Luigi bergegas menuju pintu ruang tamu.

“Selamat siang.. perkenalkan aku Monsta, tetangga baru kalian. Ini ada sedikit hadiah perkenalan.” Tetangga baru bernama Monsta itu memberikan buah semangka yang sangat besar.

Yay.. Luigi bersorak dalam hati.

“Terima kasih Monsta. Perkenalkan aku Luigi. Silahkan masuk.” Luigi mempersilahkan Monsta masuk.

Mario terhenyak. Dia masih mengingat jelas wajah Monsta saat di stasiun tempo hari. Ya.. Monsta itulah yang memarahi Mario karena menerobos antrian.

Mario hendak bersembunyi tapi terlanjur dipanggil oleh Luigi.

“Mario.. Nyummy..perkenalkan, tetangga baru kita, Monsta.”

Mario bersembunyi di belakang Nyummy.

“Lihatlah apa yang Monsta bawa untuk kita. Sebuah semangka!” Suara Luigi terdengar bahagia.

“Tadinya kami akan membuat jus, tapi buah semangka kami habis,” Luigi bercerita pada Monsta. Monsta hanya tersenyum mendengarnya.

“Halo aku Nyummy.” Nyummy menjabat tangan Monsta.

“Dan aku Mario..” buru-buru Mario bersembunyi lagi di balik Nyummy.

Nyummy kebingungan melihat tingkah Mario sedari tadi.

“Hei tunggu! Sepertinya wajahmu kukenal..” Monsta berusaha mengingat-ingat,”Tapi dimana ya..”

“Mungkin di jalan, silahkan duduk Monsta.” Luigi mempersilahkan Monsta untuk duduk.

“Ah iya iya mungkin saja, aku belum ingat.” Ujar Monsta.

Mario merasa gelisah.

“Aku buatkan jus semangka untuk kita bertiga dan tamu kita ya,” Nyummy berinisiatif.

“Eh jangan, aku saja!” Mario merebut semangka dari tangan Nyummy.

Mario bertingkah aneh.. pikir Nyummy dan Luigi.

Luigi dan Nyummy beramahtamah dengan Monsta. Beberapa menit kemudian datanglah Mario membawa seteko penuh jus semangka. Warna merahnya terlihat sangat menyegarkan.

Mario berharap Monsta agar cepat pulang setelah minum jus semangka. Tapi Luigi terus saja mengajak Monsta berbicara. Mario menjadi cemas Monsta akan segera ingat mereka pernah bertemu di mana.

“Ayo kita bermain tebak gambar pada batu.” Ajak Luigi pada Monsta dan yang lain.

“Wah, aku suka sekali bermain tebak gambar pada batu,” Monsta mengiyakan ajakan Luigi.

Mario memberikan kode tidak setuju pada Luigi, tapi Luigi tidak terlalu memperhatikan.

Mario terpaksa menurut ikut bermain. Setelah bermain beberapa ronde..

“Aaaa.. aku ingat sekarang!” Suara Monsta mengagetkan semua orang, “di stasiun! Kamu kan yang menerobos antrian saat itu!”

Nyummy dan Luigi saling berpandangan. Mario menunduk malu.

“Hahahaha ya aku ingat sekarang.” Monsta tertawa.

Luigi dan Nyummy ikut tertawa.

“Oh pantas.. tingkah Mario aneh sekali,” ujar Nyummy.

“Sudahlah.. asal kamu tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi ya. Kita kan bertetangga sekarang. Mari kita berteman baik.” Monsta menepuk-nepuk punggung Mario.

Hmm.. ternyata Monsta tidak semenyeramkan seperti yang aku ingat tempo hari. Dan yaahh.. perbuatan buruk memang membuat malu jika diingat. Mulai sekarang aku ingin agar orang mengingat aku karena perbuatan baikku. Batin Mario.

Tamat

Jakarta, 7 Desember 2017

Vivi Erma 😊

Adab Bertamu

Tantangan 10 Hari | Level 10 | Kuliah Bunsay | Grab Your Imagination | Day#4

Sore hari yang cerah, burung-burung berkicau, terdengar suara merdunya dari lebatnya pohon di ujung jalan. Teman-teman kita, Mario, Luigi dan Dino Nyummy berkunjung ke rumah teman mereka, Loki.

“Sepi sekali ya, biasanya rumah ini selalu ramai. Pintu jarang tertutup seperti ini.”

Luigi melihat-lihat suasana sekitar. Ya, Luigi memang benar, biasanya rumah itu selalu ramai dengan celoteh anak kecil, yaitu adik-adik Loki yang berjumlah 5. Loki adalah anak tertua. Entah kemana perginya mereka semua.

“Kamu yakin kan Loki ada di rumah?” Tanya Luigi pada Mario.

Mario mengangguk,”iya aku yakin, aku sudah membuat janji dengannya untuk bertemu sore ini, jam 4.” Mario memperlihatkan jam tangannya yang menunjukkan tepat di angka 4 pada Luigi.

“Baiklah.. coba sekali lagi kamu bunyikan bel rumahnya.” pinta Luigi pada Mario.

Ting tong…

Lalu hening..

“Bagaimana jika kita langsung buka pagar ini saja, tidak dikunci kok,” ujar Nyummy.

“Jangaaaann, itu tidak baik Nyummy!” cegah Luigi.

“Jika kita bertamu, ada adab atau aturannya. Ingat baik-baik ya,

🐧 Satu – Mengucapkan salam

🐧 Dua – Meminta izin masuk

🐧 Tiga – Ketukan yang tidak mengganggu

🐧 Empat – Posisi berdiri tidak menghadap pintu masuk

🐧 Lima – Tidak mengintip

🐧 Enam – Menjawab dengan jelas jika penghuni rumah bertanya “Siapa?”,” Mario memberi tahu Nyummy.

“Ohhh.. begitu ya,” Nyummy manggut-manggut sambil menghafal yang diucapkan Mario,”Eh memangnya kenapa ya posisi kita tidak boleh berdiri menghadap pintu masuk?” Nyummy bertanya pada Mario.

Luigi menyela,”karena supaya kondisi rumah dan pemilik rumah tidak langsung terlihat oleh tamu. Seperti kamu Nyummy, biasanya kamu hanya memakai celana pendek saat di rumah, tentunya kamu ingin berganti baju yang lebih sopan terlebih dahulu kan.”

“Oh iya juga ya, kalau pintu tertutup sih tidak terlihat. Tapi jika pintu dalam keadaan terbuka kan kelihatan celanaku yang sudah bolong hahaha aku bisa malu,” Nyummy menutupi wajahnya.

Hahahahaha

Mario dan Luigi ikut tertawa.

“Ssshhh… seperti suara langkah kaki mendekat.” Luigi menyuruh yang lain diam.

“Assalamualaikum..” Nyummy memberi salam.

“Waalaikumsalam.. maaf kalian sudah menunggu lama ya? Sedang ada pesta di kebun belakang, ayo masuk,” Loki menyambut kedatangan ketiga temannya.

Nyummy, Mario dan Luigi mengikuti langkah Loki dan memberi salam pada penghuni yang lain saat memasuki rumah.

Tamat

Jakarta, 6 Desember 2017

Vivi Erma 😊

Cara Membuat Dongeng yang Baik

🍑🍒🍓🍎🍅🍇🍈🍉🍋🍌🍍

Cemilan Rabu #10.2

📝 Cara Membuat Dongeng Yang Baik 📝

Kunci mendongeng yang baik adalah dengan memperhatikan pendengarnya. Dengan memperhatikan siapa pendengar dongeng kita, maka kita dapat menemukan empat unsur penting yang menjadi kunci ketertarikan pendengar (anak-anak) pada suatu dongeng. Yaitu:

•tema,
•tokoh,
•alur cerita,
•latar cerita.

Hal ini harus diperhatikan oleh seorang pendongeng atau orang tua agar dapat membuat dongeng yang menarik sehingga tujuan dari mendongeng benar-benar tersampaikan kepada anak. Sebab, di dalam proses mendongeng, terkandung banyak pelajaran (moral), nilai-nilai yang akan ditanamkan kepada anak.

Satu unsur dapat lebih menonjol di antara unsur lainnya, karena bisa jadi sebuah dongeng dikatakan menarik karena alur dan penokohan saja yang menonjol. Tentu lebih baik apabila keempat unsurnya diperhatikan optimal. Berikut uraian keempat unsurnya :

1. Tema 🎨

Tentukanlah tema dongeng yang akan dibuat. Pengarang menampilkan sesuatu tema karena ada maksud tertentu atau pesan yang ingin disampaikan, ini biasa disebut amanat. Jika tema merupakan persoalan yang diajukan, amanat merupakan pemecahan persoalan yang melahirkan pesan-pesan.

Tema cerita merupakan konsep abstrak yang dimasukkan pengarang ke dalam cerita yang ditulisnya, sekaligus sebagai pusat cerita.

2. Tokoh 👥

Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau perlakuan dalam berbagai peristiwa yang ada dalam cerita. Setiap cerita memiliki paling sedikit satu tokoh dan biasanya ada lebih dari satu. Tokoh-tokohnya mungkin binatang, orang, obyek atau tokoh imajinatif.

Tokoh dapat memiliki dua sifat, yaitu protogonis (karakter yang melambangkan kebaikan, menunjukkan sikap positif dan merupakan contoh yang layak ditiru) dan antagonis (karakter yang berlawanan dengan tokoh protagonis, merupakan contoh karakter yang harus dijauhi sikap dan perbuatannya).

Penokohan yang dipilih dipengaruhi oleh sifat, ciri pendidikan, hasrat, pikiran dan perasaan yang akan diangkat oleh pengarang untuk menghidupkan dongeng.

3. Alur 🎞

Alur adalah konstruksi mengenai sebuah deretan peristiwa secara logis dan kronologis saling berkaitan yang dialami oleh pelaku.

Alur dibagi menjadi dua macam,

🔸Alur lurus
🔸Alur sorot balik.

Alur lurus adalah peristiwa yang disusun mulai dari awal, tengah, yang diwujudkan dengan pengenalan, mulai bergerak, menuju puncak dan penyelesaian.
Alur sorot balik adalah urutan peristiwa yang dimulai dari tengah, awal, akhir atau sebaliknya. Alur dapat melibatkan ketegangan, pembayangan dan peristiwa masa lalu. Hal ini dimaksudkan untuk membangun cerita agar peristiwa ditampilkan tidak membosankan.

Selanjutnya alur ditutup dengan ending, yaitu happy ending (bahagia) atau sad ending (sedih). Untuk ending terserah kepada pendongeng apakah akan membuatnya menjadi akhir yang bahagia atau akhir yang menyedihkan.

4. Latar / Setting 🏛

Latar adalah segala keterangan, petunjuk yang berkaitan dengan ruang, waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam suatu karya sastra. Dengan demikian sebuah latar cerita akan memberi warna cerita yang ditampilkan, disamping juga memberikan informasi situasi dan proyeksi keadaan batin para tokoh.
Istilah latar biasanya diartikan tempat dan waktu terjadinya cerita.

Hal tersebut sebagian benar, tetapi latar sering berarti lebih dari itu. Di samping tempat dan periode waktu yang sebenarnya dari suatu cerita, latar meliputi juga cara tokoh-tokoh dalam cerita itu hidup dan aspek kultural lingkungannya.

Berikut penjelasan tentang latar atau setting :

1. Latar sosial (mencakup penggambaran keadaan masyarakat, kelompok sosial dan sikapnya, adat kebisaaan, cara hidup, maupun bahasa yang melatari peristiwa)
2. Latar fisik atau material (mencakup tempat, seperti bangunan atau daerah). Latar akan memberikan warna cerita yang ditampilkan, disamping juga memberikan informasi situasi dan proyeksi keadaan

5. Bahasa 🔡

Pastikan kalimat yang dibuat mudah dimengerti oleh pendengar. Hindari diksi maupun susunan kalimat yang bisa mengundang multitafsir. Pendengar seperti anak-anak lebih menyukai kalimat yang lugas dan tidak menggurui.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

🖥 Sumber Inspirasi:

http://jalurilmu.blogspot.co.id/2011/12/cara-memilih-dongeng-sesuai-usia-anak.html

http://shantystory.com/2016/09/15/ilmu-mendongeng-asyik-bersama-nia-kurniawati/

https://www.kompasiana.com/bennybhai/cara-mudah-menulis-dongeng-untuk-anak

🍇🍈🍉🍊🍋🍌🍅🍎🍏🍐🍑🍒