Mengenalkan Bahaya Syirik kepada Anak

Materi III KulWapp Ahlan! (Habis)

Alhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulullah.

Sering kita mendengar slogan, awas bahaya laten korupsi. Akan tetapi tahukah kita ada bahaya yang lebih besar dari korupsi? Apa itu?

Bahaya syirik jauh lebih besar dari bahaya korupsi.

Allah Ta’ala berfirman
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepada engkau -wahai Muhammad – dan kepada (nabi-nabi) yang sebelum engkau: “Jika kamu berbuat syirik (kepada Allah ), niscaya akan gugur terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS Az Zumar: 65)

Di sini Allah mengatakan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan kepada nabi-nabi yang Allah utus sebelum beliau. Jika mereka berbuat syirik, maka akan terhapus amal-amal mereka dan mereka akan menjadi orang-orang yang merugi.

Maka bagaimanakah lagi kita yang derajatnya jauh di bawah para Nabi? Oleh karena itu, adalah suatu kewajiban bagi kita untuk terus mempelajari kesyirikan. Bukan untuk diamalkan, akan tetapi untuk dijauhi. Semoga Allah memberikan kita hidayah dan taufiq untuk beramal.

Mengenalkan Bahaya Syirik kepada Anak

Diskusi dan Tanya Jawab

1. Assalammualaikum, mohon bantuannya utk menanyakan syirik kah apabila anak2 bermain peran seperti di film kartun yg menunjukkan kekuatan super? Misalnya mengaku menjadi Superman.

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Allau a’lam, tidak. Akan tetapi, di dalam film-film semacam itu sedikit demi sedikit bisa merusak pemikiran anak-anak tentang aqidah yang lurus.

2. Tolong berikan contoh perkataan atau redaksi dialog yang pas untuk menerangkan tentang syirik ke anak-anak umur 3-7th

Bismillah. Ijin bertanya. Sejak umur berapa diajarkan tentang syirik. Bagaimana detail contoh menjelaskan syirik pada balita?

Untuk usia tiga tahun bisa dikenalkan dengan kisah-kisah yang ada dalam Al Qur’an dan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Misalnya kisah burung hud-hud yang melaporkan perbuatan kaum saba kepada Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Katakan pada anak, “ Burung hud-hud saja nggak suka ya orang-orang yang menyembah Allah tetapi juga menyembah matahari”. Sedangkan untuk usia tujuh tahun mereka sudah matang daya nalarnya. Tanyakan kepada mereka tentang fenomena kesyirikan pada zaman ini? Misalnya, “Kalau doa di kuburan itu gimana ya?”, setelah mereka memberi feedback, jelaskan bahwa tujuan berziarah kubur itu untuk mendoakan si mayit, bukan berdoa kepada mayit atau melalui perantara mayit.

Atau jika momennya pas, misal sedang melewati tempat peribadahan orang kafir, diskusikan dengan mereka. Seperti faidah yang di-share kemarin oleh mba Mutia hafidzahallah di grup, saya ijin copas ya mba ^^

Sewaktu kami masih tinggal di Malaysia, tau sendiri ya di sana kayak di Upin Upin itu bener banget ada orang Melayu Cina India campur2 tinggal di sana. Kebetulan kami tinggal di kawasan orang Melayu tapi kami punya jadwal rutin tahfiz di lingkungan orang Arab yang ke sana itu melewati kawasan orang Cina. Nah, kalau lewat kawasan itu selalu ada istilahnya “tempat persembahan” dengan hiasan lampu2 dan makanan2 yang disajikan untuk berhala.

Saya sering menyebutkan kata berhala untuk apa2 yang disembah yang berada di tempat2 persembahan. Karena di buku2 kan sering disebutkan berhala itu patung kan ya. Sedangkan tidak semua tempat persembahan itu ada patungmya. Jadi supaya nyambung ya saya sebut saja sesembahan apa saja itu berhala. Cmiiw.

Kalau lewat situ saya selalu ajak anak2 untuk diskusi.

“Eh, lihat tuh ada berhala. Wah banyak ya makanannya.”
“Aneh ih. Masa “Tuhan” makan.”
“Tuh lihat ada soya (susu kedelai).”
“Ih, masa “Tuhan” minum soya sih.”

Begitulah polosnya anak2.

Saya bilang, “Masya Allah ya Kak, kalau “Tuhan” sampai perlu makan dan minum yang harus kita sediakan, memenuhi kebutuhan dirinya sendiri saja dia tidak bisa apalagi mengabulkan doa kita.”

Di sana kami juga tinggal berdekatan di kawasan orang India. Dan bisa browsing untuk Batu Caves, di sana ada patung yang besaaaaaar sekali melebihi jalan layang. Setiap kami lewat situ banyak sekali orang India dan tak jarang wisatawan juga. Tentunya kami tidak akan sudi mampir ke sana, cuma lewat saja. Lagi2 kalau lewat situ saya ajak anak2 diskusi.

“Berhalanya besar sekali ya, Masya Allah. Yang bikin siapa coba?”
“Itu kan patung buatan manusia.”
“Hebatan mana, yang bikin berhalanya apa berhalanya?”
“Hihi, hebatan yang bikin lah.”
“Aneh ih, masa “Tuhan” dibikin sih.”

Di bagian bawah patung itu juga ada sajian makanan dan minuman. Lalu saya bilang, “Hmmm, mungkin ga berhalanya besar karena dikasih makan?”

“Ya nggak mungkin lah. Itu kan cuma patung Mi.”
“Iya ya, kok mereka ga tau ya, kenapa ya mereka tuh tetap saja beribadah kepada berhala. Kakak aja tau..”

Lalu saya bilang, “jadi ya Kak, mereka itu sebetulnya bukan menyembah berhala tapi mereka menganggap bahwa berhala itu bisa menyampaikan keinginannya kepada Allah.

“Yah kalau memang begitu ya langsung saja kepada Allah, ngapain lewat berhala segala.”
“Iya ya Kak..”

Tak lama hujan pun turun.

“Lihat tuh, betapa tak berdayanya berhala itu. Melindungi dirinya sendiri dari hujan aja dia ga bisa, apa layak dia dimintakan sesuatu.”

3. Anak saya usia 5th, dia telat bicara daya nalar y jg telat, kenapa ya kalo dibacakan crita tentang pra shahabat/para nabi yg ada perang y dia malah yg diikutin perang nya padahal udah dikasih th tp ttp ja, sampe bku2para shahabat yg 1paket superhero islam, saya umpetin dlu, saya kasih bku2akhlak adab dlu, gmn jg mnjelaskan ketika anak bertanya kapan qt akan ke surga? kok lama bgt, mnurt saya tu rumit gmn cr mnjelaskannya,

1. Insyaallah tidak mengapa, sambil orang tua menerangkan jihad dalam Islam yang bertujuan untuk menegakkan agama Islam. Semoga anak bisa meneladani sosok para shahabat radhiyallahu ‘anhum yang pemberani.
2. Memang perjalanan kita masih panjang. Jelaskan pada anak bahwa setelah kita meninggal kita akan berada di alam barzakh, kemudian pada hari kiamat kelak dibangkitkan di padang mahsyar kemudian menjalani hisab dan penimbangan amal. Baru kemudian kita akan meniti shirath yang terbentang di antara dua neraka jahannam. Setelah itu ada qantharah baru kemudian menuju surga. Jelaskan bahwa di dunia ini ladang untuk beramal shalih dan buahnya akan kita petik di akhirat, semoga Allah memasukkan kita semua ke dalam surga.

4. Boleh kah kita menceritakan surga dan neraka kpd anak2 dg gambar2? Mengingat hal tsb masuk perkara ghaib

Allahu a’lam. Surga tidak bisa tergambarkan, karena itu tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, ataupun terbetik dalam benak manusia. Sebaiknya cukup diceritakan saja kenikmatan surga dan dijelaskan bahwa kesamaan kenikmatan dunia dan di surga hanya sebatas nama saja. Tetapi di surga jauh lebih indah.

5. Bagaimana menanggapi sang anak ttg tokoh2 kartun yg teman2 nya ceritakan ttg peri,cinderalla,doraemon,froozeen,film2 india/non islam yg didalamnya trdpt kesyirikan
Alhamdulillah anak2 tdk menonton tv dirumah, Qodarullah saat berkumpul dg teman2 nya ada yg cerita ttg tokoh2 diatas.

Bagaimana menjelaskan ke anak2 usia 5-6 thn ttg kita harus takut hanya kpd Alloh azza wajalla,dan tdk boleh takut kpd selainnya.
(Menjelaskan ttg perbedaan takut yg diperbolehkan (fitrah) dg takut yg terlarang).
Jazakillah khoir

1. Kita pelu mengingkari kemungkaran yang ada pada film kartun tersebut. Jelaskan kepadanya bahwa cerita peri adalah cerita khayal dan yang bisa mengabulkan permohonan kita hanyalah Allah. Jelaskan pula tentang terbukanya aurat dan musik yang ada dalam film tersebut. Semoga dengan itu anak bisa menyaring informasi yang didapatkannya dari teman-temannya. Ada baiknya sesekali ajak teman-teman anak main ke rumah, buat acara sederhana misal menceritakan kisah-kisah shahih atau lomba hafalan hadits-hadits pendek. Beri hadiah kepada mereka. Semoga hal tersebut bisa menjadi wasilah untuk mengajak mereka kepada kebaikan. Sebagai tambahan, Syaikh Shalih Al Munajid dan Syaikh Al Utsaimin menjelaskan tentang sarana dan alternatif untuk menghadapi bahaya film kartun, bisa dibaca di sini: https://islamqa.info/id/112018. Silakan disimak, insyaallah sangat berfaidah.

2. Perbanyak contoh-contohnya, mana takut yang diperbolehkan dan mana yang tidak diperbolehkan, karena usia lima tahun perlu contoh konkret.

6. Apakah perilaku anak mengagumi superhero, tidak bs dianggap sikap yg wajar ? apa saja batasannya?

Superhero yang digambarkan dalam film-film kartun digambarkan mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kadang juga digambarkan bisa menguasai hal-hal yang di bawah kekuasaan Allah. Hal ini bisa mengotori fitrahnya yang lurus. Sebaiknya dikisahkan kepada mereka kepahlawanan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat radhiyalallahu ‘anhum. Allahu a’lam.

7. Bagaimana Menjelaskan Hakikat kematian seseorang kepada Anak usia 3tahun?. Sepekan lalu orang tua saya meninggal, dan anak saya selalu bertanya tentang kematian. Kenapa Allah Matikan kakung? Aku Marah dan sedih sama Allah, kenapa Ambil kakung, kenapa kakung dikubur dll. ( Apa saja yang perlu dipahamkan kepada anak usia dini terhadap kematian)

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah memberi pahala dan memberi pengganti yang lebih baik. Katakan pada anak dengan bahasa yang jelas, meninggal. Orang yang meninggal tidak bisa kembali ke dunia, ia akan berada di alam barzakh. Jangan gunakan kata-kata seperti tidur lama atau pergi lama. Gali pendapat anak tentang apa itu meninggal, jika ada informasi yang salah, luruskan. Jelaskan bahwa kita semua akan meninggal, tetapi hanya Allah yang tahu kapan kita akan meninggal. Ajarkan pada anak untuk mendoakan kakeknya semoga Allah merahmati dan mengampuni dosa-dosa beliau. Dan semoga nanti keluarga kita bisa kumpul kembali di surga.

Dalam menghadapi kematian, sebagaimana musibah yang lain manusia terbagi menjadi empat tingkatan.

1. Yang marah atas musibah
2. Yang bersabar
3. Yang ridha
4. Yang bersyukur

Tingkatan minimal yang wajib bagi kita adalah bersabar, yakni menahan diri dari apa yang Allah haramkan ketika tertimpa musibah, seperti meratap, menampar-nampar pipi dsb. Allahu a’lam.

8. Anak saya usia 2th (laki2) setiap saya hendak solat menggunakan mukena dia selalu menangis meraung2 dan tidak memperbolehkan saya solat. Tp jika diajak solat ke mesjid oleh ayahnya tidak pernah menangis. Bagaimana sy memberikan pengertian ya?

Bisa dibaca di sini https://konsultasisyariah.com/28038-jika-anak-menangis-ketika-shalat.html

9. Anak sy usia 7th, sering sekali bertanya ttg hubunganx dg tauhid. Seperti beberapa pekan lalu, dia bertanya:

-Ummi, untuk apa kita ada?
+Maksudnya gmn?
-Maksudnya utk apa manusia ada?
+(Saya menyebutkan adzdzaariyat:56 plus terjemahanx)
-Beribadah untuk apa?
+Karena…Allah maunya begitu.
Benarkah jawabn saya?
Dan benarkah pertanyaan2 yg abstrak dr anak tdk harus selalu ditanggapi serius? Tp mencoba misal mengatakan
“Klo ummi, gak ada gimana?”
Malah diarahkan pertanyaanx ke arah yg lain.

Benarkah demikian? Soalx sy klo pertanyaan anak2 selalu mencoba menjelaskan apa adax sesuai bahasa yg mereka pahami, klopun mereka masih blm paham, sy biasa katakan, insyaAllah suatu saat nanti kamu akan paham.
Maaf, kepanjangan pertanyaanx.🙏🏻☺

Anak bertanya:
“Ummi, mengapa harus ada org jahat?Iblis?”
Sy;sbg ujian utk kita mana yg beriman mana yg tdk
An:”Diuji utk apa?”
Sy bingung klo sdh masalah begini.

Barakallahu fik, iya Allah menciptakan jin dan manusia memang untuk beribadah. Sebisa mungkin jelaskan dari dalil-dalil Al Qur’an dan hadits yang shahih. Allahu a’lam.

Allah menciptakan sesuatu sesuai dengan hikmahnya. Inilah pentingnya belajar tentang iman kepada takdir, baik takdir yang baik dan yang buruk. Segala yang Allah ciptakan itu baik, walaupun kita kadang terasa buruk bagi manusia. Kalau tidak ada orang jahat, semua manusia beriman kepada Allah, tidak bermaksiat, tidak akan ada dakwah, taubat, dan jihad di jalan Allah. Padahal amalan-amalan tersebut sangat besar nilainya di sisi Allah. Takdir yang buruk sering diumpamakan dengan obat. Terasa pahit bagi yang meminum, akan tetapi di balik itu ada maslahat yang besar yakni kesembuhan -biidznillah- bagi yang meminumnya. Allahu a’lam.

10. Anak saya bbrp hari ini selalu menanyakan, apakah betul setelah meninggal trs hidup lagi….trs kita lahir jd bayi lg apa gak

anak saya juga menanyakan….karena saya cerita, iya, nanti kita hidup lagi di surga, bertemu dengan kakak muhammad ( kakaknya yg meninggal saat bayi ) anak saya menanyakan, surga itu seperti apa mah

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak mengenakan sandal, telanjang, dan belum dikhitan. Sedangkan kenikmatan di surga bisa dibaca di sini: https://muslim.or.id/5406-nikmatnya-surga-dahsyatnya-neraka.html

11. Tentang film kartun Atau film semisal film Umar Atau hal2 yg sbnrx bermanfaat tp disertai musik.apakah boleh?

Syekh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

“Akhir-akhir ini ada fenomena sebagian studio Islam yang memproduksi film kartun. Mereka mengatakan ini adalah islami. Misalnya ada produk yang berjudul “Penakluk Konstantinopel” atau “Rihlatussalam (Perjalanan Perdamaian)” terakhir adalah film “Ghulan Najran (Anak Najran)” yang disebut dalam surat Al-Buruj atau dalam dalam hadits shahih Muslim. Film kartun ini mereka jadikan sebagai alternatif dari film kartun yang merusak. Apa hukum perkara ini?”

Maka beliau menjawab:

“Saya menilai bahwa hal itu, insya Allah, tidak mengapa, karena kenyataannya, sebagaimana anda sebutkan, ingin melindungi anak-anak dari perkara yang diharamkan. Paling tidak, jika hal tersebut memang harus, hal itu lebih ringan dari apa yang mereka sebut sebagai film kartun yang kami dengar dapat menimbulkan keraguan dalam akidah, atau mempertontonkan wujud tuhan ketika turun hujan, na’uzu billah, dan yang semacamnya. Secara umum, saya menganggap hal tersebut tidak mengapa….

Pendapat saya tersebut, jika di dalamnya hanya terdapat kebaikan, maka tidak mengapa, tapi jika diiringi musik, maka hal tersebut tidak dibolehkan. Karena musik termasuk perkara yang diharamkan.”

(Liqo Bab Maftuh, 127/soal no. 10)

12. Anak saya usia 2th (laki2) setiap saya hendak solat menggunakan mukena dia selalu menangis meraung2 dan tidak memperbolehkan saya solat. Tp jika diajak solat ke mesjid oleh ayahnya tidak pernah menangis. Bagaimana sy memberikan pengertian ya?

Bisa dibaca di sini https://konsultasisyariah.com/28038-jika-anak-menangis-ketika-shalat.html

13. Assalamu’alaikum, um mengajarkan mengenai tauhid kepada anak usia 5 tahun n 9 tahun trus gimana sih nasehatin anak usia 5 tahun n 9 tahun supaya ga males2an tuk sholat 5 waktu

Tahapan pengenalan tauhid sudah dibahas di pertemuan yang lalu. Sebelum menikah: memilih calon ayah yang shalih karena ia yang akan menjadi imam dalam rumah tangga. Pilih yang baik agama (di antaranya dilihat bagaimana shalat lima waktunya di masjid dan rajin atau tidaknya hadir di majelis ilmu) dan akhlaknya (di antaranya bisa dilihat bagaimana ia memperlakukan orang tuanya, terutama ibunya).

Setelah menikah:

1. berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih, ingatkan suami untuk membaca doa sebelum berhubungan suami istri.

2. ketika anak lahir, memohon perlindungan kepada Allah ketika bayi lahir, men-tahniknya (bagi yang berpendapat bahwa tahnik adalah sunnah bagi umat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bukan kekhususan beliau saja), memberikan nama yang baik, dan melaksanakan aqiqah. Bangun suasana rumah yang kondusif, isi dengan ketaatan kepada Allah. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.

3. Usia satu tahun, perkenalkan anak dengan buku (mungkin sejenis board book) agar anak suka dengan buku. Pada usia ini pendidikan akan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ajak anak ke majelis ilmu dengan tetap menjaga adab-adab. Usahakan anak tidak mengganggu peserta lain dan jika bertepatan dengan waktu shalat, anak jangan sampai memutus shaf. Mungkin kita akan berpikir, ibunya nggak konsen dong? Tidak apa-apa, insyaallah kita akan tetap mendapat pahala menuntut ilmu sekaligus membiasakan anak mendengar Al Qur’an dan as sunnah.

4. Usia dua tahun, bisa mulai diajarkan kalimat-kalimat sederhana, penciptaku Allah, Nabiku Muhammad, dan agamaku Islam. Dan tidak lupa diajarkan bahwa Allah ada di atas langit. Di usia ini, anak sudah bisa terlibat aktif dalam pendidikan. Buat kegiatan sederhana tentang tauhid. Misal mewarnai tentang ciptaan Allah. Katakan padanya, ini semua ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, jadi hanya Allah saja yang disembah.

5. Jika anak sudah mulai tertarik dengan buku, bacakan buku-buku yang bermanfaat. Buku-buku kisah para Rasul isinya adalah tauhid, karena memang dakwah para rasul adalah tauhid. Bacakan kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam, sang Rasul pertama. Bagaimana dakwah beliau ‘alaihissalam kepada masyarakatnya yang mengagungkan orang-orang shalih, hingga akhirnya mereka melakukan peribadatan kepada orang-orang shalih tersebut.

6. Usia tiga tahun biasanya anak sudah mulai aktif bertanya. Sebisa mungkin, kaitkan jawaban dengan tauhid. Misalnya, ketika ditanya, dinosaurus kok besar ya, Mi? Jawab iya, Allah menciptakan dinosaurus besar banget ya? Allah Maha Pencipta, bisa menciptakan yang kecil seperti semut, bisa juga menciptakan yang besar seperti dinosaurus. Makanya kita harus menyembah Allah saja. Pahamkan kepada anak bahwa Dzat yang menciptakan itu adalah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.

7. Iringi dengan membiasakan adab-adab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ingatkan anak ketika keluar rumah membaca doa, masuk kamar mandi dst supaya anak biasa memohon perlindungan hanya kepada Allah.

8. Usia lima tahun ketika anak sudah mulai menghafal Al Qur’an usahakan sang ibu membaca tafsir Al Qur’an yang sedang dihafal sang anak. Ketika di dalamnya terdapat kisah, ceritakan. Anak-anak suka kisah. Kisah pula yang banyak Allah sebut dalam Al Qur’an agar hamba-hamba-Nya mengambil banyak pelajaran.

9. Ketika sudah menginjak usia sekolah, masukkan anak ke sekolah yang mengajarkan tauhid yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah yang dipahami oleh generasi shahabat. Jangan serahkan pilihan kepada anak di mana ia ingin sekolah. Orang tua yang harus lebih berperan aktif, karena anak belum mengetahui mana yang lebih maslahat bagi pendidikannya. Jika memilih untuk homeschooling, saya merekomendasikan untuk membeli buku-buku tauhid yang sesuai dengan kurikulum standar Saudi Arabia (misalnya buku-buku terbitan Attuqa).

10. Usia tujuh tahun, anak mulai bisa diajak diskusi. Perkenalkan tentang syirik dan bahayanya. Misal ketika membaca kisah tentang kemuliaan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam tanyakan kepada anak, “Wah Rasulullah sungguh mulia ya akhlaknya. Dekat dengan Allah. Boleh nggak kita doa kepada Rasulullah?” Anak akan berpikir, lalu kita jawab, “Tidak boleh, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sudah meninggal” sambil diceritakan kisah shahabat ketika dilanda musim kemarau. Mereka tidak berdoa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi meminta didoakan ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shalallahu ‘alaiahi wa sallam yang masih hidup.

11. Ketika sudah bergaul dengan lingkungan, mau tidak mau biasanya akan ada pengaruh negatif kepada anak dalam tauhidnya. Contoh simpel: setan dan hantu. Di sinilah peran orang tua untuk meluruskan pemahaman tauhid anak.
Ingatlah bahwa Allah yang Maha Memberi Hidayah. Kita memang bisa memberi hidayah irsyad (berupa bimbingan dan pengajaran), akan tetapi hidayah taufik hanya di tangan Allah. Sekeras apapun usaha Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah kepada paman beliau, tidak menjadikan paman beliau masuk Islam. Sehebat apapun Nabi Nuh ‘alaihissalam mengajak anaknya kepada tauhid, itu tidak bisa menghindarkan anaknya dari adzab berupa banjir besar yang menimpa orang-orang kafir. Oleh karena itu, mohonlah selalu kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anak-anak kita.

Begitu pula dengan tahapan menyuruh anak untuk shalat sudah dibahas pada pertemuan sebelumnya. Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily menjelaskan tahapan mengajarkan anak shalat ada tiga fase. Sebelum tamyiz, ia tidak disuruh shalat. Akan tetapi jika ia shalat atau mengerjakan kebaikan yang lain, kita dukung. Fase tamyiz, anak disuruh untuk mengerjakan shalat, tanpa hukuman dan acaman. Setelah sepuluh tahun baru boleh menerapkan hukuman jika tidak shalat. Fatwa lengkap beliau bisa dilihat di sini: https://www.youtube.com/watch?v=47xO8JEgVsU (silakan disimak, insyaallah sangat bermanfaat)

14. Dalam materi di sebutkan, salah satu kisah untuk mengenalkan kesyirikan pada anak di antaranya kisah kecemburuan burung hud-hud terhadap kesyirikan.
Pertanyaannya, kecemburuan di sini penjelasan nya seperti apa ya? Kenapa bisa cemburu terhadap kesyirikan?

Kecemburuan di sini berarti ketidaksenangan atau ketidakrelaan burung hud-hud melihat kesyirikan kaum Saba yang menyembah Allah tetapi menyekutukan Allah dengan menyembah matahari. Semua mahluk pada hakikatnya bertasbih memuji Allah dan mengetahui bahwa hanya Allah lah yang berhak disembah, akan tetapi kita tidak dapat mengetahui tasbih mereka. Kecuali Nabi yang Allah anugerahkan kepada mereka kemampuan untuk berbicara kepada hewan (seperti Nabi Sulaiman ‘alaihissalam) atau pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat yang Allah perdengarkan kepada mereka suara batu yang bertasbih.

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ

“Dan tak ada satu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (QS. Al-Isra: 44).

Selengkapnya bisa dibaca di sini https://khotbahjumat.com/3090-burung-hud-hud-pun-tidak-rela-allah-disekutukan.html

15. Bagaimana menjelaskan kepada anak saya umur 5th ttg kematian. anak saya menanyakan mengapa kalau sdh menjadi kakek terus meninggal, aku gak mau meninggal mah. kemudian saya pun mengatakan kalau semua makhluk hidup di dunia ini pasti meninggal. kemudian anak saya menanyakan lagi terus yang meninggal itu nanti emang masuk surga mah, di surga itu seperti apa mah, ada apa aja di surga? gimana kita bisa masuk surga, memangnya setelah meninggal terus kita hidup lagi di surga?

Barakallahu fik. Ibu bisa mendengarkan kajian yang membahas tentang perjalanan ruh setelah kematian. Mulai dari alam barzakh, dikumpulkannya manusia di padang mahsyar, kondisi di padang mahsyar, penghitungan dan penimbangan amal, dst.

Semoga bermanfaat 😊

•••

Profil Narasumber

Arnida Sharah Auli merupakan ibu dari 2 orang putra
Beliau lulusan S1 Kimia UGM
Aktivitas sekarang ini adalah sebagai Ibu Rumah tangga, kontributor naskah dan gambar di muslimkecil.com. Beliau juga penulis buku anak. Beberapa karyanya sudah di terbitkan oleh Penerbit Ahlan.

📚 Profil Penerbit Ahlan 📚

📙 Penerbit Ahlan berdiri pada tanggal 24 November 2016. Kehadiran Penerbit Ahlan didasari atas besarnya kebutuhan masyarakat atas ilmu dan pengetahuan. Sumber kebutuhan tersebut tersimpan dalam kitab-kitab para ulama dan buku-buku para ilmuwan. Ahlan berusaha menjembatani kebutuhan ini dengan menghadirkan buku-buku anak dengan materi dari kitab-kitab para ulama dengan bahasa yang telah disederhanakan bagi anak serta dihiasi dengan ilustrasi yang menarik agar materi tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada para pembaca cilik.

📕 Hal ini diwujudkan dengan terbitnya beberapa buku Ahlan seperti Mengenal Allah, Mengenal Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, dan Mengenal Islam. Ketiga buku tersebut berisi materi umum kitab Ushul Tsalatsah. Tentunya isinya tidak akan selengkap kitab aslinya, namun diharapkan dapat menjadi pengantar agar anak-anak mengenal karya para ulama.

📗 Demikian juga dengan serial Riyadhus Shalihin for Kids yang merujuk pada kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, seorang ulama Ahlus Sunnah bermadzhab Syafi’i yang sangat populer di negeri kita. Judul-judul seperti “Berbagi Nasihat, Yuk!”, “Tolong Menolong dalam Kebaikan”, dan “Amar Maruf Nahi Munkar” diambil dari bab-bab dalam kitab Riyadhus Shalihin. Dengan menggaet penulis dan ilustrator yang sevisi, Ahlan berusaha membahasakan pesan-pesan mulia tersebut dalam balutan visual yang cantik dan menarik.

📘 Sedangkan untuk judul buku aktivitas dan sains, Ahlan telah menerbitkan “50 Aktivitas Ramadhanku” dan “My Nature Journal”. Buku ini disusun oleh pasangan ibu dan anak praktisi homeschooling. Kedua buku ini digunakan oleh banyak keluarga baik dari jalur homeschooling maupun dari jalur pendidikan formal, dalam melakukan aktivitas pembelajaran yang bermanfaat bagi anak-anak.

📒 Di tengah hiruk pikuk dinamika kehidupan, kami berharap kehadiran Ahlan selalu membawa warna ceria di dalam keluarga. Jangan lupa, doakan kami agar selalu istiqomah!

Advertisements

Mengenal Tauhid Inti Ajaran Islam

Materi ke II – KulWapp Ahlan!

Materi 2 – Mengenal Tauhid Inti Ajaran Islam

Diskusi dan Tanya Jawab

1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Saya ingin mengajarkan tauhid kepada anak saya sedini mungkin, saat ini usia anak saya 9bulan, pada usia ini apa yg harus saya ajarkan pertama kali supaya anak saya mengenal paham konsep ketauhidan? Terima kasih.

Setelah menikah:

1. berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih, ingatkan suami untuk membaca doa sebelum berhubungan suami istri

2. ketika anak lahir, memohon perlindungan kepada Allah ketika bayi lahir, men-tahniknya (bagi yang berpendapat bahwa tahnik adalah sunnah bagi umat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bukan kekhususan beliau saja), memberikan nama yang baik, dan melaksanakan aqiqah. Bangun suasana rumah yang kondusif, isi dengan ketaatan kepada Allah. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.

3. Usia satu tahun, perkenalkan anak dengan buku (mungkin sejenis board book) agar anak suka dengan buku. Pada usia ini pendidikan akan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ajak anak ke majelis ilmu dengan tetap menjaga adab-adab. Usahakan anak tidak mengganggu peserta lain dan jika bertepatan dengan waktu shalat, anak jangan sampai memutus shaf. Mungkin kita akan berpikir, ibunya nggak konsen dong? Tidak apa-apa, insyaallah kita akan tetap mendapat pahala menuntut ilmu sekaligus membiasakan anak mendengar Al Qur’an dan as sunnah.

4. Usia dua tahun, bisa mulai diajarkan kalimat-kalimat sederhana, penciptaku Allah, Nabiku Muhammad, dan agamaku Islam. Dan tidak lupa diajarkan bahwa Allah ada di atas langit. Di usia ini, anak sudah bisa terlibat aktif dalam pendidikan. Buat kegiatan sederhana tentang tauhid. Misal mewarnai tentang ciptaan Allah. Katakan padanya, ini semua ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, jadi hanya Allah saja yang disembah.

5. Jika anak sudah mulai tertarik dengan buku, bacakan buku-buku yang bermanfaat. Buku-buku kisah para Rasul isinya adalah tauhid, karena memang dakwah para rasul adalah tauhid. Bacakan kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam, sang Rasul pertama. Bagaimana dakwah beliau ‘alaihissalam kepada masyarakatnya yang mengagungkan orang-orang shalih, hingga akhirnya mereka melakukan peribadatan kepada orang-orang shalih tersebut.

6. Usia tiga tahun biasanya anak sudah mulai aktif bertanya. Sebisa mungkin, kaitkan jawaban dengan tauhid. Misalnya, ketika ditanya, dinosaurus kok besar ya, Mi? Jawab iya, Allah menciptakan dinosaurus besar banget ya? Allah Maha Pencipta, bisa menciptakan yang kecil seperti semut, bisa juga menciptakan yang besar seperti dinosaurus. Makanya kita harus menyembah Allah saja. Pahamkan kepada anak bahwa Dzat yang menciptakan itu adalah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.

7. Iringi dengan membiasakan adab-adab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ingatkan anak ketika keluar rumah membaca doa, masuk kamar mandi dst supaya anak biasa memohon perlindungan hanya kepada Allah.

8. Usia lima tahun ketika anak sudah mulai menghafal Al Qur’an usahakan sang ibu membaca tafsir Al Qur’an yang sedang dihafal sang anak. Ketika di dalamnya terdapat kisah, ceritakan. Anak-anak suka kisah. Kisah pula yang banyak Allah sebut dalam Al Qur’an agar hamba-hamba-Nya mengambil banyak pelajaran.

9. Ketika sudah menginjak usia sekolah, masukkan anak ke sekolah yang mengajarkan tauhid yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah yang dipahami oleh generasi shahabat. Jangan serahkan pilihan kepada anak di mana ia ingin sekolah. Orang tua yang harus lebih berperan aktif, karena anak belum mengetahui mana yang lebih maslahat bagi pendidikannya. Jika memilih untuk homeschooling, saya merekomendasikan untuk membeli buku-buku tauhid yang sesuai dengan kurikulum standar Saudi Arabia (misalnya buku-buku terbitan Attuqa).

10. Usia tujuh tahun, anak mulai bisa diajak diskusi. Perkenalkan tentang syirik dan bahayanya. Misal ketika membaca kisah tentang kemuliaan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam tanyakan kepada anak, “Wah Rasulullah sungguh mulia ya akhlaknya. Dekat dengan Allah. Boleh nggak kita doa kepada Rasulullah?” Anak akan berpikir, lalu kita jawab, “Tidak boleh, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sudah meninggal” sambil diceritakan kisah shahabat ketika dilanda musim kemarau. Mereka tidak berdoa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi meminta didoakan ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shalallahu ‘alaiahi wa sallam yang masih hidup.

11. Ketika sudah bergaul dengan lingkungan, mau tidak mau biasanya akan ada pengaruh negatif kepada anak dalam tauhidnya. Contoh simpel: setan dan hantu. Di sinilah peran orang tua untuk meluruskan pemahaman tauhid anak.

12. Ingatlah bahwa Allah yang Maha Memberi Hidayah. Kita memang bisa memberi hidayah irsyad (berupa bimbingan dan pengajaran), akan tetapi hidayah taufik hanya di tangan Allah. Sekeras apapun usaha Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah kepada paman beliau, tidak menjadikan paman beliau masuk Islam. Sehebat apapun Nabi Nuh ‘alaihissalam mengajak anaknya kepada tauhid, itu tidak bisa menghindarkan anaknya dari adzab berupa banjir besar yang menimpa orang-orang kafir. Oleh karena itu, mohonlah selalu kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anak-anak kita.

2. Bagaimana cara mengenalkan tauhid pada anak yg mengalami keterlambatan perkembangan dan berkebutuhan khusus?

Allahu a’lam, maaf saya tidak tahu.

3. Assalamualaikum… Afwan umm.bgmna kalau anak tiba2 bertanya Alloh itu seperti apa?bgmna cara menjelaskannya..terimakasih sblumnya

Wa’alaikumussalam. Jelaskan bahwa Allah berbeda dengan makhluk. Allah bersemayam di atas ‘arsy, kita tidak bisa melihat Allah di dunia. Akan tetapi Allah bisa dilihat oleh orang-orang bertauhid kelak di hari kiamat

4. Klo tiba tiba anak nanya: Allah d mana Sudah d jawab di langit tapi tetep tanya mana mna

Allah tidak bisa dilihat di dunia. Akan tetapi, orang-orang yang bertauhid, yang hanya menyembah Allah akan bisa melihat Allah di surga kelak. Ini adalah tambahan nikmat bagi penghuni surga. Nah, kalau mau melihat Allah, harus rajin beribadah hanya kepada Allah. Selengkapnya bisa dibaca di sini: https://konsultasisyariah.com/1044-apakah-allah-bisa-dilihat-di-akhirat.html

5. Assalaamu’alaikum..Mb saya mau tanya dong.. Gimana memberi nasihat yang ampuh kepada anak usia 7 tahun, yang masih suka bercanda klo lagi sholat y? Soalnya sudah sering di ingatkan di omelin kadang, tapi masih diulang aja.. Mungkin ada cara yang sesuai dari rasulullah saw agar anak bisa faham dan g akan mengulangi nya lagi.

Assalamualaikum mba Fadila, saya Astari, mau bertanya tentang materi yg akan dibahas besok, misalkan nanti anak usia 2 tahunan, bagaimana kita menanamkan agar gemar sholat mbak, selain kita juga mencontohkan, soalnya anak segitu kan memang sifatnya masih suka main, terimakasih

Wa’alaikumussalam. Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily menjelaskan tahapan mengajarkan anak shalat ada tiga fase. Sebelum tamyiz, ia tidak disuruh shalat. Akan tetapi jika ia shalat atau mengerjakan kebaikan yang lain, kita dukung. Fase tamyiz, anak disuruh untuk mengerjakan shalat, tanpa hukuman dan acaman. Setelah sepuluh tahun baru boleh menerapkan hukuman jika tidak shalat. Fatwa lengkap beliau bisa dilihat di sini: https://www.youtube.com/watch?v=47xO8JEgVsU (silakan disimak, insyaallah sangat bermanfaat)

Jadi jika masih tujuh tahun, maka tidak boleh ada ancaman atau hukuman jika anak belum mengerjakan shalat dengan benar karena memang shalat belum wajib atas mereka dan terus nasehati dengan lemah lembut. Sedangkan jika yang dimaksud bermain-main ketika shalat itu adalah ketika shalat di masjid, maka salah satu solusinya adalah menempatkan anak dalam shaf orang dewasa, jangan ditempatkan di paling belakang bersama anak-anak yang lain karena sesuai tabiat mereka akan selalu bercanda dan bermain jika berkumpul dengan sebaya. Allahu a’lam.

Tambahan faidah: anak disuruh mengerjakan shalat ketika tujuh tahun berarti anak SUDAH BISA SHALAT SESUAI TUNTUNAN sejak sebelum tujuh tahun. Jadi tujuh tahun sudah bisa shalat ya.

6. Bagaimana jika anak bertanya seperti apakah Allah buk? Apakah Allah punya mata, dll?/bagaiman menjelaskan kepada anak agar anak dapat memahami dengan mudah..

Ibu harus mengikuti kajian yang membahas asma wa sifat dan menyimaknya dengan baik agar bisa memahamkan kepada anak. Iya, Allah punya mata, tangan, dan betis sesuai dengan apa yang telah Allah wahyukan di dalam Al Qur’an dan telah dijelaskan pula dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Akan tetapi berbeda dengan makhluk.

Jika sesama makhluk saja berbeda, apalagi antara makhluk dan penciptanya.

7. Ada yg bilang, sifat Allah yg disebut dalam Al Quran itu harus di ta’wilkan, tidak boleh diartikan secara harfiah. Bagaimana pemahaman yg benar?

Tidak, kita harus memahaminya sebagai mana para shahabat dulu memahaminya. Tangan Allah telah disebutkan dalam Al Qur’an dan hadits yang shahih, kita harus memahami dalil itu sebagaimana datangnya, tanpa menakwilkannya dan tanpa menyerupakannya dengan makhluk. Penjelasan tentang tangan Allah bisa dibaca di sini: http://abul-jauzaa.blogspot.co.id/2010/06/sifat-dua-tangan-allah.html

8. Jadi, kl anak tanya, Allah punya tangan?jawabannya punya ya mba? tanpa takwil dan tanpa penyerupaannya dg makhluk.

Sebelumnya maaf, saya bukan ustadzah ya ^^ Di tautan fatwa Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily di atas dijelaskan bahwa batasan tamyiz itu jika anak sudah bisa membedakan antara kurma dan arang, syaikh menjelaskan bahwa usia tamyiz sekitar tujuh tahun.

9. Anak saya usia 4th bertanya, kenapa kita agamanya islam? Kenapa Allah menciptakan syaithan dr api? Bagaimana jawaban yg baik untuk anak usia tsb?

Karena agama yang diridhai Allah hanyalah Islam. Allah menciptakan makhluknya berbeda-beda, ada yang dari api, tanah, dan cahaya. Itu menunjukkan kebesaran Allah.

10. Gimana men stop ank laki2 usia 4th,ngomong in hantu nakutin ayo ada hantu sambil make kain dmukanya atau adiknya ditutup kain apalah dbilang hantu ini huaa hantu ini..
Sy curiga pas dia main dluar sama adiknya d ujung blok rumah, sdg ada anak2tetangga pada main kejar2an hantu2an dr situ ngamati. Krn pernah sy susul mereka pas ada kejadian ank2 tetangga mainan hantu.

Setan ada dari golongan jin, manusia, dan hewan. Setan dijadikan Allah sebagai musuh kita. Oleh karena itu kita tidak boleh takut. Kita harus selalu memohon perlindungan dari Allah agar dijauhkan dari godaan setan.

11. Bismillah mba gmn menjelaskan ke anak ttg kenikmatan surg dan siksa neraka?

Bisa dibaca di sini: https://muslim.or.id/5406-nikmatnya-surga-dahsyatnya-neraka.html

12. Setan dari golongan hewan maksudnya bagaimana Bun?

Allahu a’lam. Jin bisa menampakkan diri dalam wujud hewan semisal anjing hitam atau ular. Bisa dibaca penjelasannya di sini: https://almanhaj.or.id/2696-eksistensi-jin.html

13. Bismillah, apakah sebuah keburukan jika ortu memanggil guru atau mengajak anak ke kajian2 terkait tauhid? Karena ortu baru hijrah dan mengenal sunnah. Khawatir salah dalam mengajarkan tauhid, mengingat kitab-kitab tauhid isinya padat dan menyelesaikannya butuh waktu lama.

Barakallahu fik, insyaallah itu termasuk kebaikan yang besar. Jangan lupa ajarkan adab kepada guru dan adab bermajelis.

14. Bagaimana sebaiknya menghadapi saudara sepupu anak saya yang sangat sering bercerita tentang kartun2 khayalan yg berkaitan dengan sihir dsb. Syukron atas jawabannya

Wa’alaikumussalam. Didoakan dan didakwahi sesuai kemampuan dengan cara yang baik.

15. Saya seorang single parents, karena divorce. Bagaimana ya cara saya saat ini sbg sosok double parents (as father and mom ) mendidik tauhid anak saya . anak saya usia 9&7th. (Yg 7th kebetulan abk spectrum autism)
Dan bagaimana saya membuat anak2 saya akhirnya berdamai dng kondisi kami saat ini. Karena kebetulan kedua anak saya (yg paling besar terutama) memiliki rasa kebencian terhadap ayahnya krn si anak melihat sendiri apa yg ayahnya lakukan sehingga menyebabkan akhirnya kami berpisah.

Saya butuh sekali banyak masukan ttg pola parenting terbaik dng kondisi saya sbg single parents .

Terimakasih banyak mba ☺🙏🏻🙏🏻

Bisa dibaca di sini: https://almanhaj.or.id/2750-cara-menjalani-hidup-menjanda.html

16. Mbak maya mau tanya bagaimana jika ada teman dr anak kita yg suka becanda dengan hal-hal yg baerkaitan dgn tauhid semisal,
Pas buka buku dan ada gambar org2 menghancurkan ka’bah maka siteman bilang ” wah gak bener itu berhala itu ya gak dihancurkan tp disembah…”
Dy berkata demikian untuk menarik perhatian temannya dan membuat temannya tertawa,

Baiknya yg demikian ini bagimana ya mbak,
Alhamdulillah anak sy sdh tau kalau temennya ini salah , apa cukup sy kasih nasehat ke anak saya saja atau apa perlu sy sampaikan ke orang tuanya, (orang tuanya sdh ‘ngaji’)…

Wa’alaikumussalam. Ibu bisa jelaskan tentang keutamaan-keutamaan amalan sunnah tersebut, mencarikan teman yang baik bagi anak, dan bisa pula memberikan pujian dan hadiah. Akan tetapi, sebisa mungkin kaitkan hadiah dengan pemberian Allah, sehingga anak tidak terbiasa beramal dengan balasan dunia. Ada contoh bagaimana cara menyampaikannya pada anak di tautan fatwa Syaikh di atas. Dan sebagai tambahan ini ada jawaban yang bagus juga dari Syaikh Shalih Al Munajid di sini: https://islamqa.info/id/152628

Jika sudah dinasehati belum ada perubahan, ada baiknya orang tua si anak diberi tahu dengan cara yang baik. Allahu a’lam.

17. Bagaimana cara tehnisnya spy anak abg usia 10&14 th lbh mengamalkan sunnah dikesehariannya. Alhamdulillah ortu sdh mengenal sunnah selama 5th dan mcontohkan kpd anak. Tp mereka msh sedikit sekali mengamalkannya mislnya sholat dhuha, rawatib, dzikir dll

Boleh, ibadah di dalam Islam didasarkan atas tiga hal, kecintaan kepda Allah, rasa takut akan siksa Allah, dan rasa harap ampunan dan kasih sayang Allah.

18. Anak saya selalu men judge orang “itu bukan muslim…ini bukan muslim…apabila liat orang g berhijab..orang pegang anjing…dan setiap ada tanda + (plus).. Kadang saya g enak krn takut orangnya denger
Anak saya umur 5 thun tk A Laki2

Bisa diajarkan adab-adab berbicara yang baik. Dan orang tua harus paham bahwa tidak setiap dosa menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Allahu a’lam.

19. Kami punya tetangga org nonmuslim dan anak kami sering bermain dengan dia, apakah ad batasan berteman dengan non muslim untuk anak usia 4 dan 5 tahun?

Batasan muamalah dengan orang kafir bisa dibaca di sini: https://muslimah.or.id/2320-batasan-bermuamalah-dengan-orang-kafir.html

Bersambung ke Materi III : Mengenalkan Bahaya Syirik pada Anak

Mengajarkan Tauhid kepada Anak

Materi I

Kulwap Ibu Belajar Tauhid yang di selenggarakan oleh Penerbit Ahlan

Kulwap ini menghadirkan narasumber Arnida Sharah Auli

Adapun materi yang akan di bahas sebagai berikut :

1⃣Kenapa harus mengajarkan tauhid kepada anak?

2⃣Bagaimana cara mengenalkan tauhid kepada anak.

3⃣Mengenalkan syirik dan bahayanya kepada anak.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabaraktuh

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang telah memberi kita sekian banyak kenikmatan. Terutama nikmat Islam dan iman, serta nikmat sehat sehingga kita bisa berjumpa dalam kulwap Tauhid Ahlan. Shalawat serta salam tercurah pada Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, penutup para Nabi, kepada para shahabat, tabi’in, tabiut tabi’in, dan yang mengikuti mereka dalam kebaikan hingga hari kiamat.

Allah Ta’ala berfirman dalam QS At Tahrim: 6 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata: “Ajarkanlah kebaikan untuk dirimu (dan anak termasuk bagian dari diri) dan keluarga (yakni istri-istri)mu” yakni mengajarkan agama (termasuk di dalamnya tauhid) dan adab kepada mereka.

Ibu sebagai madrasatul ‘ula memegang peran penting dalam hal ini. Semoga kulwap ini bisa menjadi penyemangat agar ibu-ibu belajar tauhid dan mengajarkannya pada anak-anak, dan kepada Allah semata kita berharap agar Allah memberi kemudahan untuk belajar dan mengamalkannya.

Materi Mengajarkan Tauhid kepada Anak

Diskusi dan Tanya Jawab :

1. Bagaimana mengenalkan tauhid secara bertahap kepada anak?

Sebelum menikah: memilih calon ayah yang shalih karena ia yang akan menjadi imam dalam rumah tangga. Pilih yang baik agama (di antaranya dilihat bagaimana shalat lima waktunya di masjid dan rajin atau tidaknya hadir di majelis ilmu) dan akhlaknya (di antaranya bisa dilihat bagaimana ia memperlakukan orang tuanya, terutama ibunya).

Setelah menikah:

1. berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih, ingatkan suami untuk membaca doa sebelum berhubungan suami istri.

2. ketika anak lahir, memohon perlindungan kepada Allah ketika bayi lahir, men-tahniknya (bagi yang berpendapat bahwa tahnik adalah sunnah bagi umat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bukan kekhususan beliau saja), memberikan nama yang baik, dan melaksanakan aqiqah. Bangun suasana rumah yang kondusif, isi dengan ketaatan kepada Allah. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.

3. Usia satu tahun, perkenalkan anak dengan buku (mungkin sejenis board book) agar anak suka dengan buku. Pada usia ini pendidikan akan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ajak anak ke majelis ilmu dengan tetap menjaga adab-adab. Usahakan anak tidak mengganggu peserta lain dan jika bertepatan dengan waktu shalat, anak jangan sampai memutus shaf. Mungkin kita akan berpikir, ibunya nggak konsen dong? Tidak apa-apa, insyaallah kita akan tetap mendapat pahala menuntut ilmu sekaligus membiasakan anak mendengar Al Qur’an dan as sunnah.

4. Usia dua tahun, bisa mulai diajarkan kalimat-kalimat sederhana, penciptaku Allah, Nabiku Muhammad, dan agamaku Islam. Dan tidak lupa diajarkan bahwa Allah ada di atas langit. Di usia ini, anak sudah bisa terlibat aktif dalam pendidikan. Buat kegiatan sederhana tentang tauhid. Misal mewarnai tentang ciptaan Allah. Katakan padanya, ini semua ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, jadi hanya Allah saja yang disembah.

5. Jika anak sudah mulai tertarik dengan buku, bacakan buku-buku yang bermanfaat. Buku-buku kisah para Rasul isinya adalah tauhid, karena memang dakwah para rasul adalah tauhid. Bacakan kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam, sang Rasul pertama. Bagaimana dakwah beliau ‘alaihissalam kepada masyarakatnya yang mengagungkan orang-orang shalih, hingga akhirnya mereka melakukan peribadatan kepada orang-orang shalih tersebut.

6. Usia tiga tahun biasanya anak sudah mulai aktif bertanya. Sebisa mungkin, kaitkan jawaban dengan tauhid. Misalnya, ketika ditanya, dinosaurus kok besar ya, Mi? Jawab iya, Allah menciptakan dinosaurus besar banget ya? Allah Maha Pencipta, bisa menciptakan yang kecil seperti semut, bisa juga menciptakan yang besar seperti dinosaurus. Makanya kita harus menyembah Allah saja. Pahamkan kepada anak bahwa Dzat yang menciptakan itu adalah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.

7. Iringi dengan membiasakan adab-adab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ingatkan anak ketika keluar rumah membaca doa, masuk kamar mandi dst supaya anak biasa memohon perlindungan hanya kepada Allah.

8. Usia lima tahun ketika anak sudah mulai menghafal Al Qur’an usahakan sang ibu membaca tafsir Al Qur’an yang sedang dihafal sang anak. Ketika di dalamnya terdapat kisah, ceritakan. Anak-anak suka kisah. Kisah pula yang banyak Allah sebut dalam Al Qur’an agar hamba-hamba-Nya mengambil banyak pelajaran.

9. Ketika sudah menginjak usia sekolah, masukkan anak ke sekolah yang mengajarkan tauhid yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah yang dipahami oleh generasi shahabat. Jangan serahkan pilihan kepada anak di mana ia ingin sekolah. Orang tua yang harus lebih berperan aktif, karena anak belum mengetahui mana yang lebih maslahat bagi pendidikannya. Jika memilih untuk homeschooling, saya merekomendasikan untuk membeli buku-buku tauhid yang sesuai dengan kurikulum standar Saudi Arabia (misalnya buku-buku terbitan Attuqa).

10. Usia tujuh tahun, anak mulai bisa diajak diskusi. Perkenalkan tentang syirik dan bahayanya. Misal ketika membaca kisah tentang kemuliaan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam tanyakan kepada anak, “Wah Rasulullah sungguh mulia ya akhlaknya. Dekat dengan Allah. Boleh nggak kita doa kepada Rasulullah?” Anak akan berpikir, lalu kita jawab, “Tidak boleh, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sudah meninggal” sambil diceritakan kisah shahabat ketika dilanda musim kemarau. Mereka tidak berdoa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi meminta didoakan ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shalallahu ‘alaiahi wa sallam yang masih hidup.

11. Ketika sudah bergaul dengan lingkungan, mau tidak mau biasanya akan ada pengaruh negatif kepada anak dalam tauhidnya. Contoh simpel: setan dan hantu. Di sinilah peran orang tua untuk meluruskan pemahaman tauhid anak.

12. Ingatlah bahwa Allah yang Maha Memberi Hidayah. Kita memang bisa memberi hidayah irsyad (berupa bimbingan dan pengajaran), akan tetapi hidayah taufik hanya di tangan Allah. Sekeras apapun usaha Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah kepada paman beliau, tidak menjadikan paman beliau masuk Islam. Sehebat apapun Nabi Nuh ‘alaihissalam mengajak anaknya kepada tauhid, itu tidak bisa menghindarkan anaknya dari adzab berupa banjir besar yang menimpa orang-orang kafir. Oleh karena itu, mohonlah selalu kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anak-anak kita.

2. Bagaimana menghilangkan pengaruh buruk kepada anak tentang hantu?

Jelaskan kepada anak tentang setan. Setan ada dari golongan manusia, jin, dan hewan. Setan dari golongan jin suka menggoda manusia agar manusia kufur kepada Allah. Kita harus menyemangati agar anak tidak takut kepada setan dengan senantiasa mengajarkan dzikir, dan meminta perlindungan kepada Dzat yang telah menciptakan setan, tentu yang perlu ditakuti dan dimintai perlindungan adalah Dzat yang telah menciptakannya. Jelaskan juga bahwa setan tidak akan bisa memberikan kemudharatan tanpa izin Allah.

3. Ruang lingkup tauhid yang wajib dipelajari seorang muslim?

Tauhid rububiyah, uluhiyah, dan aswa wa shifat. Penting pula mempelajari kebalikan dari tauhid, yaitu syirik agar kita bisa terhindar darinya.

4. Contoh syirik yang bisa secara tidak sadar kita ajarkan kepada anak?

Misalnya ketika kita takut kepada hantu, otomatis anak akan menduplikasi sikap kita. Atau kita percaya tathayur (anggapan sial terhadap sesuatu), wah kejatuhan cicak nih, bakal ada yang meninggal.

5. Perlukah anak dikenalkan hadits-hadits tentang tauhid?

Iya, tentunya disesuaikan dengan umur dan pemahaman sang anak. Sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan tauhid kepada shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu tentang tauhid di dalam hadits beliau yang terkenal, yang artinya, “Jagalah Allah niscaya Allah akan mejagamu dst”

6. Bagaimana cara menjelaskan bentuk fisik setan? Soalnya kan klo ditv atau lingkungan klo setanbitubpocong dll

Bentuk asli setan, Allahu a’lam saya tidak tahu. Perkara ghaib harus ada dalil yg shahih ketika akan diperinci. Yang jelas setan bisa menampakkan diri dalam wujud lain, misal hewan atau manusia. Seperti kisah shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang menjaga gudang yang berisi makanan dan dicuri oleh setan.

7. Mengajarkan tauhid di dalam kondisi lingkungan yang tidak mendukung?

Syaikh Mustafa Al Adawi dalam bukunya Fiqh Tarbiyatil Abna menasehatkan:
Negeri tempat hidup sebuah keluarga dan tabi’at pada penduduknya sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak-anak. Negeri yang dihuni oleh orang yang akhlaknya jelek jelas berbeda dengan negeri yang dihuni oleh orang-orang yang shalih. Keburukan orang-orang yang jelek akan tercermin pada diri orang yang hidup di negeri yang jelek.

Sebaliknya orang-orang yang shalih tidak akan pernah membuat teman-temannya menjadi sengsara. Dengan demikian, di dalam Islam disyari’atkan untuk berpindah dari negeri yang rusak penduduknya menuju sebuah negeri yang baik penduduknya. Coba lihatlah apa yang diperintahkan kepada seseorang yang pada masa lalu yang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa dan melengkapinya menjadi seratus dengan membunuh seorang ahli ibadah. Dia diperintahkan untuk berpindah dari negerinya yang telah rusak menuju sebuah negeri yang penduduknya beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar dia beribadah kepada-Nya.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari nasehat di atas.

8. Cara menjelaskan kepada balita tentang beda muslim dengan kafir?

Allahu a’lam, mungkin bisa dicoba dengan membacakan kisah tentang Nabiyullah Isa ‘alaihissalam dan kepercayaan orang Nasrani tentang beliau.

9. Bagaimana mengajarkan tauhid dengan ilmu yang minim?

Perbanyak ke majelis ilmu, bergaul dengan teman-teman yang shalihah, dan cari lingkungan yang kondusif. Karena kita tidak bisa beramal tanpa ilmu, seorang ibu harus menjadi pembelajar sejati jika ingin anaknya mejadi orang yang giat belajar.

10. Tauhid yg kita ajarkan ke anak seringkali terpengaruh orleh keluarga atau keluarga keluarga besar krn (maaf) mereka blm memahami tentang tauhid itu. Bagaimana cara mengatasinya?

Di lain kesempatan jelaskan kepada anak tentang tauhid yang sebenarnya, di samping itu, perlu mendakwahi keluarga dengan hikmah tentang tauhid yang lurus. Tidak lupa doakan keluarga agar mendapat hidayah berupa tauhid yang lurus.

11. Mbak kondisi tidak mendukung apa yang diperintahkan untuk pindah seperti dalam jawaban diatas? Apakah sudah boleh diajarkan tentang perbedaan agama ke balita?
Lingkungan yang buruk, misal lingkungan yang penuh dengan kesyirikan dan kita tidak bisa mengubahnya. Sebab mau tidak mau anak akan ikut terpengaruh.

Boleh, tentu dengan cara yang bisa dipahami balita. Jelaskan tentang kisah Nabi Isa ‘alaihissalam. Jelaskan bahwa Nabi Isa bukan anak Allah. Allah maha suci dari sifat punya anak. Ketika natal, jelaskan bahwa itu adalah perayaan yang tidak diperbolehkan sebab mereka sedang merayakan kelahiran tuhan. Allahu a’lam.

12. Hal mendasar tentang tauhid yang pertama kali disampaikan kepada murid SD?

Mengenal Allah sebagai pencipta, pengatur, dan pemberi rizki. Setelah itu mengenalkan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi. Begitu pula dengan materi mengenal Islam, mengenal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan Al Qur’an sebagai kalamullah. Insyaallah Ibu bisa menggunakan buku Pendidikan Tauhid untuk Madrasah Ibtidaiyah terbitan Attuqa.

13. Bagaimana mengajarkan tauhid kepada ibu yang bekerja?

Dipertimbangkan kembali maslahat dan mudharat bekerja di luar rumah, sebab para ulama memberikan batasan-batasan bagi seorang perempuan yang akan bekerja di luar rumah. Salah satunya ialah tidak mengabaikan hak-hak (termasuk di dalamnya pendidikan) anak. Jika hal tsb belum memungkinkan, pilih sekolah dan pengasuh yang baik bagi anak, dan manfaatkan waktu untuk banyak-banyak beraktivitas dengan anak dan membacakan anak buku-buku Islami. Semoga Allah memberi kemudahan pada Ibu.

14. Jika anak bertanya siapa yang menciptakan Allah?

Jelaskan bahwa Allah berbeda dengan mahluk. Allah pencipta, sedangkan mahluk adalah yang diciptakan. Ajarkan kepada anak untuk memohon perlindungan kepada Allah dan berhenti memikirkan hal tsb. Lebih lengkap penjelasanya bisa disimak di sini: https://almanhaj.or.id/1903-jawaban-siapa-yang-menciptakan-allah.html

15. Anak bertanya tentang surga?

Surga tidak dapat terbayang di dalam benak manusia. Jelaskan bahwa kesamaan sesuatu di surga dengan sesuatu di dunia hanya nama saja. Sama-sama madu, akan tetapi di surga lebih enak. Boleh makan banyak-banyak, tidak akan buang air kecil dan buang air besar. Kalau mau ke surga kita harus menyembah Allah saja, kalau kita menyembah Allah saja, rajin beribadah kepada Allah insyaallah kita juga bisa melihat wajah Allah di surga.

16. Maksud pemuda yang terdidik?

Maksudnya itu menunjukkan keberhasilan ibunda dalam mendidik beliau sehingga beliau menjadi shahabat gigih berjuang dalam Islam.

17. Bagaimana mengatasi prasangka buruk anak kepada Allah ketika anak tertimpa suatu kejelekan?

Jelaskan tentang hikmah dalam kejadian yang ia rasakan.

bagaimana bila tanggapan anak kok Allah ga ada saat aku (terjadi suatu kejelekan), maksudnya untuk menolong

Mengenai surga..ada bacaan yg rekomen kah tentang surga..anak saya bertanya detail tentang surga..mis ada brp macam surga dll.

Iman kepada rukun Iman yang keenam itu adalah beriman kepada takdir baik maupun yang buruk. Kok Allah menetapkan sesuatu yang buruk? Segala yang Allah tetapkan baik, walaupun manusia merasakannya sebagai sesuatu yang buruk. Misalnya mengapa Allah mengizinkan adanya maksiat? Karena di balik maksiat ada hikmah yang besar, yakni sabar (bagi orang yang didzolimi) dan taubat (bagi orang yang berbuat maksiat). Mungkin bisa dianalogikan dengan minum obat. Memang itu pahit, tetapi dengan izin Allah kita bisa sembuh dari sakit jika minum obat yang pahit tsb.

Bisa dibaca di sini: https://muslim.or.id/25922-9-nama-surga.html
dan di sini https://rumaysho.com/11605-delapan-pintu-surga.html

18. Boleh tidak kita memberi tau anak balita.. Jika berbuat salah semisal berbohong maka akan di siksa neraka, itu pedih dibakar kepanasan dan jd temannya syaiton?

Boleh, asal seimbang. Di dalam Islam diajarkan tentang rasa khauf (takut) kepada siksa Allah, akan tetapi juga harus ada raja’, yakni berharap kepada Allah agar tidak berputus asa dari rahmat Allah.

19. Pendidikan anak oleh orang tua single parent?

Jika didapati kebaikan yang banyak dengan menikah lagi (tercukupinya nafkah dan pendidikan anak) maka menikah lagi merupakan suatu kebaikan yang besar. Jika belum memungkinkan, tetaplah yakin bahwa pertolongan Allah amat dekat bagi orang yang bertakwa dan yang senantiasa bertawakkal kepada-Nya. Semoga Allah memudahkan Ibu untuk mendidik buah hati Ibu.

20. Apakah tauhid merupakan cabang iman?

Insyaallah Ibu bisa menemukan penjelasannya di dalam tafsir Al Qur’an Surat Ibrahim: 24-25 bagaimana Allah mengumpamakan iman dengan sebuah pohon. Akarnya adalah tauhid.

21. Apa saja yang termasuk syirik? Dan apa dosa yang di bawah syirik?

Penjelasan tentang syirik dan jenis-jenisnya bisa dibaca di sini:
https://almanhaj.or.id/3262-syirik-dan-macam-macamnya.html

Dosa di bawah syirik adalah dosa besar seperti berzina, riba, atau mencuri. Jika pelaku dosa besar ini tidak bertaubat sampai meninggal, maka dia di bawah kehendak Allah. Jika Allah berhendak akan diampuni, atau sebaliknya akan diadzab sesuai dengan dosa yang telah dilakukan.

Maksudnya baru mengenalkannya setelah berumur 7 taun baru di ajarin

22. Kalau dari pembahasan tadi di terangkan dan dari awal bayi sebagai orang tua tidak mengajarkan tauhid, itu bagaimana?

Apakah anak suka dengan salah satu tokoh kartun sm saja kita mengenalkan bentuk syirik?

Wa’alaikumussalam. tetap diajarkan, akan tetapi berbeda metode. Ketika balita anak biasanya meniru, oleh sebab itu kita bisa menghadirkan suasana rumah yang kondusif, penuh dengan ketaatan agar anak bisa mencontohnya. Setelah usianya bertambah, baru kita ajarkan tauhid secara formal (ada teori) sesuai dengan perkembangan akalnya.

Tergantung kartunnya seperti apa. Kalau seperti the legend of ang, itu setahu saya tokohnya digambarkan sebagai penguasa empat elemen. Berlawanan dengan tauhid rububiyyah, bahwa Allah yang menciptakan, mengatur, memberi rezeki, dan menguasai alam semesta.

23. Bagaimana menghadapi sikap kritis anak. Sudah dijelaskan bahwa Allah Pemberi Rizki akan tetapi mengatakan bahwa yang memberi uang adalah kantor ayah, bukan Allah?

Tanyakan pada anak, siapa yang menciptakan ayah? Siapa yang memberi ayah tangan? Siapa yang memberi ayah kesehatan sehingga ayah bisa bekerja? Tentu saja Allah. Allah tidak secara langsung memberi uang dari langit, akan tetapi Allah mempermudah jalan ayah untuk mendapatkan rezeki dengan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada ayah.

Allahu Ta’ala a’lam.

24. Bagaimana mensikapi anak yg sangat takut dibacakan kisah2? Krn dlm kisah ,misal saat dikisahkan abrahah dan Gajah2 yg Allah hukum dg dijatuhi batu,krn anak merasa iba dg gajah2 trsebut.
Inti nya setiap kisah yg ada sedih2 nya srperti hukuman untuk kaum nabi nuh,nabi yusuf yg dimasukkan ke sumur,dll ia takut dan tdk mau dengar cerita

Sebelumnya bisa dikenalkan apa itu syirik. Kenapa kaum-kaum terdahulu dibinasakan? Karena mereka berbuat syirik. Syirik lebih adalah dosa terbesar. Dan tentu dengan hikmahnya Allah menetapkan segala kejadian.

Bisa download di muslimkecil.com ^^. Atau bisa juga ibu bersama anak membuat buku bersama. Anak ikut mewarnai atau menempel, itu akan lebih melibatkan anak sehingga nilai-nilai yang ditanamkan insyaallah lebih terasa pada jiwa anak. Allahu a’lam.

25. Mba nida, bagaimana menjelaskan bahwa Allah berbeda dari semua makhluk?
Bahwa Allah tdk bisa dilihat, kpd anak usia 4th. Yang secara nalar belum bisa paham konsep nyta & ghaib?

Binatang dan manusia saja berbeda. Sama-sama punya tangan, tetapi tangannya berbeda. Begitu pula Allah. Allah punya penglihatan, tetapi berbeda dengan penglihatan kita. Penglihatan kita terbatas. Sedangkan penglhatan Allah meliputi alam semesta, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah. Begitu pula sifat mendengar dan sifat lainnya. Katakan pada anak, Allah ada di atas ‘arsy. Pemahaman yang benar tidak akan bertentangan dengan fitrah anak. Allah tidak bisa dilihat di dunia, akan tetapi kita insyaallah bisa melihat Allah kelak di surga. Melihat Allah di surga adalah kekhususan bagi orang-orang yang bertauhid kepada Allah. Jadi katakan kepada anak, “Nak, jika ingin melihat Allah kita harus bertauhid dan hanya beribadah kepad Allah”. Allahu Ta’ala a’lam.

26. Saya pernah membeli buku terbitan Ahlan, kbtulan ada temen yg berminat dan saya membelikannya. Setelah dibuka bukunya ada pertanyaan dari anak2 mengapa gambar orangnya tidak ada mata hidung dan mulutnya? Ini yg sulit menjelaskannya

Jelaskan kepada anak bahwa ada ancaman yakni hadits dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam \bagi penggambar mahluk bernyawa. Oleh karena itu, gambar dibuat tidak sempurna (tanpa wajah).

Bersambung ke Materi II : Mengenal Tauhid : Inti Ajaran Islam

Sepuluh Langkah Membangun Madrasah di Dalam Rumah

RESUME AHLAN! KULWAPP PENGASUHAN
📝Sepuluh Langkah Membangun Madrasah di Dalam Rumah
Pemateri: Maya Ummu Abdillah
Moderator: Mierza Miranti
Pelaksanaan: Jumat, 29 September 2017, jam 20.00- 21.30

Peresume : Vivi Ermawati

Materi

T & J

1. T : Adakah contoh pengenalan materi ini untuk anak usia 2 th?

J ‬: Pengenalan tauhid utk usia tsb bs dg mengenalkan ciptaan-Nya
Misalnya saat jalan2 sore, melihat kucing, lalu ucapkan : maasyaa allah kucingnya lagi minum, alhamdulillah kucingnya dikasih rezeki sama Allah.
Dalam semua aktivitas, masukkan materi tauhid. gunakan waktu2 yg hening untuk memperkuatnya. misalnya sebelum ia memejamkan mata, bisikkan lagi, anak sholeh, semoga allah memberkahimu, dst
Bila ada kebahagiaan, ketidakbahagiaan, hubungkan dg Sang Maha Kuasa.

2. T : Bagaimana kalau usia 3thn mulai memilih.. baju, makanan, mainan, sikap dll. Kalau tdk diikuti ngambek, klo sy ikuti dia nampak lebih punya pendirian saat bersosialisasi dengan temannya. Karena terbiasa mengambil keputusan. Bagaimana sikap yang tepat?

J : Usia tsb saat anak belajar menunjukkan egonya, eksistensinya. hal ini penting bagi perasaan berharga thd dirinya, kepercayaaan diri. shg dia tdk mjd anak yg goyah pendirian, mampu menolak keburukan, dsb.
Silakan saja ia memilih utk hal2 yg mubah, memilih baju, dll. Usahakan selalu berada dalam sikap pertengahan. hrs tau kapan menarik, kapan mengulur.

3. T ‬: Terkait masalah kebiasaan mb, kalo ternyata yang dia pilih hal yang tidak benar dalam pandangan kita.

J ‬: Diarahkan mba, anak hrs dibiasakan memilah yg baik dg yg buruk, jangan dibiarkan. semua landasannya tauhidullah, krn itu visi hidup
Kita suka beranggapan, anak gpp deh berbuat salah, masih kecil ini, ini keliru.
Di masa pertumbuhan emas lah justru anak hrs dibiasakan adab2 yg baik.

4. T : Terkait dengan pemilihan yang mubah..
Saya sering berdebat dengan anak2 terkait dengan #maaf# pakaian dalam.mereka sering tidak mau pakai..
Saya malah jadi polisi yg ngawasi cara berpakaian mereka…
Alasannya tidak nyaman katanya..
Padahal sdh saya sediakan dr bahan yg nyaman.
Mereka juga suka pakai pakaian kolor yang lututnya terlihat…
Mohon pencerahannya mbk may..

J ‬: Kalau soal pakaian dalam, coba ganti yg model lain, boxer misalnya.
Kalau pakaian yg kelihatan atau di atas lutut, kembali ke visi utama, tauhidullah. Tauhidullah salah satu konsekuensinya adl mengimani rasulullah, mengimani beliau adl mengimani apa2 yg dibawa oleh beliau. Tauhidullah juga artinya mengimani kalamullah, sbh perintahNya. Dibuka dan pelajari bersama ttg aurat. kl msh di bawah 6th, diberikan arahan dg bahasa yg sederhana.

5. T : Bagaimana cara mengajarkan emosi kepada anak? Khususnya di usia balita?

J : Mengajarkan emosi bs dimulai dr pemberian nama jenis emosi yg dialami anak. misalnya dia kelihatan manyun, tebak emosinya :kaka sedih?atau marah? lalu ajarkan ia menangani emosinya.

6. T : Apakah peran ayah bisa digantikan sementara dengan kakek sewaktu ayahnya pergi?

J : Kalau kakeknya bs memainkan peran ayah dg baik, insyaa allah bisa. ini terjadi pd anak2 saya.

7. T ‬: Saya kadang kurang sabar ketika kakak menangis, dan akhir akhir ini dia terlalu sering menangis, entah di godain adiknya atau ada sesuatu yg tidak bisa dia lngsung menangis. Saya utarakan kakak kenpa, kakak sedih ya kok nangis,,, dia hanya bilang “ini lepas (mainannya)” sudah saya perbaiki.dia diam. Saya beritahu, kakak kalo bisa jangan nagngis kalo ada apa apa di coba perbaiki dlu… Tapi kok dia jadi nangis lagi saya beritahu begitu. Dan akhirnya saya bilang “sudah diam kakak”,,, apakah cara saya kliru dengan berkata “sudah diam”…

J : memang pada praktiknya, masalah pengelolaan emosi ini sangatt beraat. Saya bisa bayangkan situasinya. Saya juga ibu yg susaaah kontrol emosi. Sampai suatu hari saya membaca ttg marah. bahwa marah menutup logika, mjd pintu masuk setan. Ibnul mubaarok ketika diminta nasihat, beliau hanya menjawab, jangan marah.
Jangan marah, bagimu surga. Sebuah hadits singkat, midah dihafal, namun prakteknya perlu kerja keras. coba baca2 buku ttg tazkiyatun nafs/penyucian diri, insyaa allah akan banyak nasihat, hati lbh tenang. Balasan dr Allah itu pasti.

8. T ‬: Mbak, kalo saya kesel sama anak, trus daripada marah itu kalo ditinggalkan dulu bentar boleh?

J ‬: Kalau emosinya memuncak banget, menjauh dr anak dulu sebentar gpp. Baca doa perlindungan dr setan, ambil posisi lbh rendah, berwudhu. Nnt buahnya akan maniiiss….anak2 akan jd penurut, menghargai ortu, insyaa allah
Doanya: a’udzubillaahi minasy syaithoonirrojiim.

9. T : Bagaimana cara mengenali tipe anak? Dan saat usia berapakah bisa dikenali? Terimakasih.

J ‬: Mengenali tipe anak itu hasil dr interaksi dg anak. Semakin intensif, banyak stimulasi yg memperlihatkan reaksi anak, akan semakin mudah kita mengenali anak2 kita. Berikan berbagai kegiatan, misalnya prakarya, berkebun, menggambaar, jalan2, dll. Tidak usah terburu2 mengetahui hasilnya, jalankan saja hari2 dg penuh manfaat, penuh stimulasi. lama2 dia akan mulai menuju ke satu minat, mulai memperlihatkan dirinya.
Kalau patokan usia, scr teori saya tdk tahu. Tetapi pengalaman saya, mulai 10 th anak2 sdh mulai ajeg minatnya.

10. T ‬: Apa jawaban yang baik diberikan jika anak bertanya ‘Allah ada dimana?’

J : Anaknya usia berapa?
Kl sdh diatas 7th bs dikenalkan dalil, kl balita, berikan ceritanya. perumpamaannya
Allah maha tinggi, tiada yg menandingiNya.
Kalau kita berdoa, tangan kita akan menengadah ke atas kan, krn Allah ada di tempat yg tinggi, di sana, di langit paling tinggi.
Kalau kita sujud, kita berdoa kpdNya: maha suci Allah yg Maha Tinggi.
Jadi Allah ada di langit? iya…arrohmaanu alal arsyistawaa = Allah bersemayam di atas ‘arsy….bacakan dalilnya (banyak sekali)
Dialog ttg akhirat, ttg Allah, malaikat, itu fitrah anak2, jangan dianggap sulit. mgkin kitanya yg blm tau.
Selama ini saya jawab : Allah ada di langit, kita belum bisa liat Allah, tapi bisa lihat ciptaannya. Nah seperti matahari, kita ga bisa liat matahari secara langsung karena terlalu terang. Ciptaan Allah segitu hebatnya, Allah lebih hebat lagi
Kira kira begitu.

11. T ‬: Mbak Maya mohon diuraikan mengenai manajemen waktu dan juga pentingnya kecintaan dan adab menuntut ilmu.

J ‬: Saya jawab pertanyaan ttg adab dan ilmu ya
Ada sebuah mispersepsi yg saya sayangkan dunia per HS an yg saya lihat. Ini pendapat saya ya.
Misspersepsi pertama, HS itu bebas, fleksibel, terserah mau ngapain dulu. Saya menghargai sepenuhnya pendapat ini. Namun ijinkan saya menyampaikan bahwa masa2 keemasan anak tidak terulang. akan kita isi apa masa2 emas itu? ibunda imam asy syafii rela berjalan jauh dr ghaza ke madinah agar anaknya berguru kpd ulama di sana.
Ada pula ibu seorang ulama yg bekerja siang malam merajut, utk mengumpulkan uang demi pendidikan anaknya.
Ibunda imam malik juga seorang janda, ia tak pernah lupa memakaikan pakaian yg bagus jika anaknya hendak bertemu sang guru.
Pesan apa yg terkandung di dalamnya? ilmu itu harta!
Sampai2 semua daya upaya harus dikerahkan. Kita berada di jaman skrg, yg tdk perlu berpayah2 jalan kaki, merajut, dan kemudahan lain. Sdh seharusnya kita bersemangat menuntut ilmu, utk diri sendiri maupun anak2
Ilmu definisinya adl apa2 yg diucapkan oleh Allah dan RasulNya
Maka kita hrs bersemangat mengisi masa keemasan anak2 dg ilmu agama, setelah itu barulah ilmu2 lain yg kita pilih.
Tentang adab, para ulama sangat mementingkan hal ini. Bahkan mereka bisa menghabiskan waktu smpai 30 th utk mempelajari adab.
Misspersepsi berikutnya ttg pemanfaatan waktu. dlm HS, kita akan merasa kita memiliki banyak waktu luang, sedangkan pilihan kegiatan sangat banyak, mulai dgn berlayar, sampai penjelajahan alam. pilihlah yg baik menurut keluarga kita, lalu masukkan tauhidullah. memanfaatkan waktu sg sebaik2nya mjd tantangan utk HS er.

12. T ‬: Bagaimana penjelasan yang baik mengenai perbedaan anak laki dan perempuan, sementara anak laki di rumah lebih sering interaksi dengan ibu dan semua perempuan?

J : Berikan pakaian laki2. Mainan khas laki2. Bacakan buku sahabat2 panglima perang, para khulafaurrasyiduun, nabi2, rasul, ulama. Nnt anak akan menyerap seksualitasnya.

13. T : Apakah kegiatan luar bagi anak laki2 usia 4th itu sifatnya saklek atau haruskah dilakukan setiap hari? Bagaimana jika anaknya termasuk yg gemar beraktifitas di dalam ruangan?

J ‬: ini termasuk mubah saja mba. pd umumnya kan anak laki2 suka main di luar.

• Akhir Resume •

#semogabermanfaat

Anak adalah Peniru Ulung

Kakak main boneka.. Adik ikut main boneka, padahal kakak perempuan, adiknya pria. Abang manjat pohon, adik ikut manjat juga, tinggal emaknya yg teriak2 dr dalam rumah. Mas loncat2 di tempat tidur, adik ikutan juga, dengan kaki kotornya. Mbak pegang mainan apa, adik mau mainan yg itu jg. Walaupun sudah di kasih yg kembar persis, ga ngaruh. Mau nya yg di pegang kakaknya. Yang punya anak lebih dari 1 dan yg adiknya sudah bs merebut dan meniru, hafal betul adegan di atas. Kenyang sama rengekan si kakak karena sebel dikintilin dan di copy sm adiknya, si adik jg gaaaa bosan dan jera. Mending kalau cuma yang bagusnya aja yang di tiru.. Yang jeleknya juga. Lebih cepet malah. Dan nempel lama. Rabbana…

Proses mimicry atau meniru ini tampak sederhana, bahkan cenderung menyebalkan. Namun sejatinya hal ini adalah cikal bakal dari konsep peng’idola’an. Sebuah konsep yang sering sekali tidak tersentuh oleh para orangtua dalam pengasuhannya. Boro-boro menjelaskan tentang idola, bisa mandi, makan dan pup dengan tenang saja sudah menjadi hal yang langka. Tapi karena tidak tersentuhnya ini, maka sekarang semakin banyak kita temui, mereka yang mengidolakan artis, nasional maupun luar negeri, sampai ke level yang tak masuk akal lagi. Rela nabung untuk nonton konsernya, hafal semua lagu, dan jika idola mereka terhina, bela-belain sampai mati.

Pada dasarnya, memiliki idola sebetulnya sangat penting utk perkembangan anak. Mereka memerlukan 1-2 sosok yang mereka kagumi, tiru, memiliki kelebihan yg banyak dan menjadi contoh diri mereka di kala mereka sedang ‘mencari jati diri’. Idola yg ideal kalau menurut ajaran agama kita tentunya rasulullah, tapi dari beberapa dekade lalu saja lewat sebuah polling, sudah terbukti bahwa sudah tidak lagi begitu. Kita begitu kecewa pada hasil polling itu sampai kita tidak tahu lagi mau menyalahkan siapa dan memenjarakan si pembuat pollingnya. Di mana seharusnya kita berterimakasih, karena dia justru membuktikan bahwa ada yang salah di pengasuhan kita. Itu.. generasi kita. Apalagi berpuluh tahun setelahnya.

Tapi bagaimana tidak anak-anak sekarang lebih suka sama Rihanna? Mereka lebih sering terpapar dengan katy perry dan raisa di banding sirah2 nabawiyah. Gimana tidak? Ibunya saja di tanya siapa menantunya Nabi Syuaib, sama sekali tidak tahu apa2. jd yaaa, jika mereka mengidolakan yg lbh sering mereka lihat dan dengar, wajar saja. Mungkin bukan anak anda.. tapi anak teman2 anda , atau tetangga.. dan jutaan anak lainnya di negeri ini.. di luar sana… punya idola yang salah. Karena pemahaman tentang idola tidak pernah di bahas di rumah.

Jadi sebetulnya pengidolaan tanpa kita sadari, di mulai sejak dini. Sama saudara yang lebih tua, muda, atau bagi anak tunggal, dengan orangtua atau pengasuh utama mereka. Mulainya hanya meniru, lalu mengagumi. Jadi sebetulnya itu dulu yang harus di install sama si abang. Bahwa si adik menganggap kakak itu keren, bagus, jadi harus diikuti. Dan kalau kita memberikan contoh yang baik dan di ikuti oleh orang lain, pahala nya juga kita dapati.

Tapi…ya ini hanya penjelasan untuk kakak yang berusia di atas 5. Sebelum itu memang seharusnya belum punya saudara. Karena mereka masih bonding sama orangtua, dan belum bisa memahami makna ‘abstrak’ seperti halnya idola. Kalau sebelum usia 5 sudah punya adik, ya berarti derita ibunya, kudu ngadepin drama setiap hari tanpa bisa melakukan apa2, hehehe (baca: saya tidak punya solusi untuk menjelaskan idola ke anak di bawah usia 5, maafkan saya.)

Semakin kakaknya besar, semakin banyak yang harus di instal tentang idola. Bahwa semua org yg kita idolakan memiliki sisi negatif karena mereka hanya manusia. Suka sama seseorang tidak lantas kita mengikuti semuaaaaa yang ada padanya. Yang ia pakai, katakan, apalagi gaya hidupnya. Ber’idola’ boleh, tapi jangan sampai me’nuhan’kan. Demi nonton konsernya semuanya dikorbankan. Demi mengikuti gaya rambutnya, rambut yg keriting jadi ikut diluruskan. Meniru abis, nggak karuan. Idolakan org yang baik, dengan cara yang baik pula. Bukan gaya hidupnya yg hrs diikuti, tp lebih ke cara berpikir bahwa kita suatu hari harus ‘sehebat’ itu juga. Jadi mengidolakan itu sebetulnya BUKAN berarti meniru. Karena mengidolakan itu mengagumi kehebatannya tapi kita tetap menjadi diri kita sendiri. Kalau meniru, bisa jadi kita ikutan meniru kesalahan-kesalahan yg org itu lakukan, kan rugi.

Anak juga harus bisa memilah milih dari siapa yang dia idolakan. Mengidolakan rasulullah bukan berarti mengikuti jejaknya beristri sembilan. Tapi wajib mengikuti sunnahnya, jadikan teladan. Demikian juga kalau mengidolakan artis manca negara. Kita gk ngikutin kebebasannya mengumbar aurat kemana-mana, karena memang mungkin ajaran agamanya beda sama kita. Tapi yang di ‘idolakan’ adalah ke istiqamahan dia untuk tdk berhenti berusaha sampai dia bisa di kenal oleh dunia. Dia tdk berhenti berkarya dan karya nya kadang memberikan semangat dalam kata2nya. Untuk menjadi sehebat dia, kita mungkin harus meramunya dalam bentuk yang berbeda, tapi kalau kita jadi bisa menebar manfaat bagi orang banyak, kan bagus juga.

Di zaman yang edan ini, ada baiknya kita ‘mengikuti’ perkembangan anak2 kita scr dekat sehingga kita tahu apa siapa yg mrk suka dan tdk. Agar jika ‘idola’nya kurang baik, bisa kita perbaiki. Jika kita tidak suka pilihan idola2 mereka, mungkin waktunya introspeksi diri. Karena manusia hanya mengidolakan orang yang mereka kenal dan kagumi. Jadi jika anak saya mengidolakan Messi daripada nabi Ibrahim yg luar biasa berani, pintar dan rendah hati, atau nabi ismail yang super taqwa di usia yg begitu dini, maka jelas ada yang bolong dalam pengasuhan saya sehari-hari.

Jadi mulai besok, ketika si kakak mulai mengeluh adiknya mengikuti semua yang dia lakukan, pahami perasaannya bahwa itu memang menyebalkan. Tapi itu hanya karena adik ngefans berat sama kakak luar biasa, lebih banyak daripada dia ngefans sama ayah dan mama. Jadi idola, kak, memang susah. Bakal di tiru semua perilaku dan gayanya. Tapi kakak akan jadi orang hebat suatu hari nanti, dan harus mulai latihan punya fans, mulai dari adik sendiri.

Dan ke adik, kalau sudah bisa di bilangin, kudu di kasih tau juga. Bahwa orang nggak suka diikuti segala-galanya. Dan nggak semua apa yang mas pegang dan kerjakan diikutin juga. Karena mas suka lupa dan salah dan tidak ada manusia sempurna. Jadi yang di tiru, yang baik2nya saja.

Esok, ketika hal ini terjadi lagi, lihatlah sebagai sebuah jendela. Celah dan kesempatan dimana ayah dan ibu bisa meng-install makna idola. Terkadang memang dalam pengasuhan, sesuatu yang begitu penting, muncul dalam bentuk yang begitu sederhana. Jangan sampai anda kehilangan momennya.

Children are great imitators, so give them something great to imitate. -Unknown

#sarrarisman

*jika dirasa manfaat, tidak perlu izin untuk membagikan artikel ini
** mohon untuk tidak menuliskan pertanyaan pada kolom komen, karena khawatir tidak terbaca dan terjawab. Terima kasih.

Cemilan Rabu : Semua Anak adalah Bintang

🍯 *Cemilan Rabu* 🍯
*Materi 7 : Semua Anak adalah Bintang*

Apa yang ada dibenak kita saat mendengar nama “Hellen Keller”?

Helen sebenarnya tidak terlahir buta dan tuli (sekaligus bisu), hingga saat usianya 19 bulan keterbatasan tersebut datang.
Bagaimana dengan masa depannya? Ia lulus dengan gelar magna cum laude, menjadi orang buta pertama yang lulus dari universitas. Ia juga menjadi pembicara, penulis dan aktivis kemanusiaan yang terkenal di dunia.
Helen bisa melakukan banyak hal dibandingkan dengan orang-orang yang justru bisa melihat dan mendengar. Gadis yang seolah terputus dari dunia dan seisinya, bisa melakukan banyak hal!

Dibalik kesuksesan tersebut, tentu ada proses tak mudah yang telah dilaluinya. Selain kesungguhan dari dirinya, ada orang-orang “dibalik layar” yang mendukung tapak langkah kakinya menemukan “dirinya” dan potensinya. Mereka adalah keluarga dan gurunya.

Helen Keller adalah satu dari sekian banyak orang yang mampu meninggikan gunung, bukan meratakan lembah. _”Everybody is a genius. But, if you judge a fish by its ability to climb a tree it will live its whole life believing that it is stupid”_. (Albert Einstein)

Sungguh, semua anak adalah bintang. Sepenggal kisah dan tulisan diatas untuk mengingatkan dan menguatkan kita, orang tua, agar membersamai anak-anak kita untuk menemukan potensi unik dalam diri mereka, memfasilitasi mereka agar bisa menjadi cahaya bagi peradaban, serta menjadi pribadi mulia yang tunduk kepada Tuhannya.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

Sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Helen_Keller

Menjadikan Ibadah Anak Kita Menyenangkan

MENJADIKAN IBADAH ANAK KITA MENYENANGKAN
Seminar Parenting oleh Ibu Elly Risman, Psi. YKBH
CEO Building, Jakarta. 30 Agustus 2017

Resume oleh Vivi Ermawati

Bismillah,

Mengapa anak diajarkan beribadah?

Tujuannya melaksanakan perintah Allah Ta’ala
Sesuai dengan firmanNya :

“Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku”
(QS: adz-Dzariyat;56)

MENGAPA IBADAH PERLU MENYENANGKAN?

Karena target yang akan kita latih adalah anak- anak. Sesuai dengan cara kerja otaknya, yang berkembang pada anak usia di bawah 7 tahun adalah pusat perasaan. Parenting is all about wiring. Jadi wiring anak tentang ibadah yang kita ingin bentuk. Sebagai orangtua, kita perlu menyadari tantangan membuat anak mampu beribadah dengan benar dan baik. Dan ini membutuhkan kerjasama orangtua, tidak bisa ibunya saja, atau ayahnya saja.
Tanggung jawab orang tua adalah membentuk kebiasaan dan meninggalkan kenangan. Jadi bagaimana kita bisa membuat anak- anak paham alasan beribadah, tidak terbebani dan tidak menolak sehingga anak SUKA dan BAHAGIA melakukannya. Ukirlah kenangan yang indah.
Yang orang tua perlu pahami bahwa anak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan ke pemiliknya. Mereka bisa jadi kenikmatan, tantangan bahkan musuh. Maka dari itu kita membutuhkan perjuangan dalam mengasuh mereka dalam bentuk pikir, jiwa, tenaga dan biaya. Semua kita lakukan harus karena Allah.

Anak-anakmu bukan pilihanmu, tapi takdir. Jadi baik anak ataupun kita, orangtuanya tidak bisa memilih. Maka terimalah takdir itu sebaik2nya.

💗 Tantangan Mengajarkan Anak Beribadah Menyenangkan 💗

1. Tantangan dari Dalam Diri Sendiri dan Pasangan

Look in.
♧ Bagaimana masalah ibadah ini ditanamkan pada anda dan pasangan. Bagaimana rasa kenangan tentang ibadah itu diingat?

♧ Bagaimana pemahaman agama? Terbatas atau tidak?

♧ Orang tua harus memiliki kesadaran bahwa tujuan utama mengasuh anak adalah menjadikan mereka Penyembah Allah

♧ Penanggung jawab utama : AYAH!
Ayah harus menggariskan semua hitam di atas putih mau menjadi apa anak kita. Berapa menit masing- masing anak dapat berbicara dan berinteraksi dengan ayah? Kesimpulan dari penelitian di Harvard bahwa anak-anak yang dekat dengan ayah akan menjadi orang dewasa yang suka menghibur orang lain, punya harga diri yang tinggi, prestasi akademis di atas rata-rata dan lebih pandai bergaul.

♧ “Nilai” anak yang rendah
“Orang kalau diabaikan perasaannya, dari ujung rambut hingga ujung kaki tidak akan berharga dirinya.”

♧ Kurang ilmu tentang prinsip dasar cara kerja otak & pembiasaan ibadah pada anak

♧ Hidup yang rutin mekanistik

♧ Bagaimana kualitas komunikasi dengan anak- anak? Apakah tergesa- gesa?

Berikut adalah kekeliruan dalam berkomunikasi sehari- hari yang orang tua tidak sadari ⤵

12 gaya populer, kekeliruan dlm komunikasi

1. Memerintah
2. Menyalahkan
3. Meremehkan
4. Membandingkan
5. Mencap/label
6. Mengancam
7. Menasehati
8. Membohongi
9. Menghibur
10. Mengkritik
11. Menyindir
12. Menganalisa

Kiat berbicara dengan anak adalah kita harus memposisikan diri 2- 3 tahun di atas anak kita.

♧ Abai terhadap tantangan zaman.

2. Mengasuh Generasi Alpha

• Generasi Y lahir tahun 1980-1994
• Generasi Z lahir tahun 1994-2009
Generasi Alpha (lahir 2010 -2025)
– Mereka hidup dengan internet (belajar, bikin PR, makan, olahraga, tidur)
– Semua serba cepat, instan menantang dan menyenangkan
– Mereka terbiasa multiswitching
– Mereka memiliki tata nilai yang berbeda

3. Beban Pelajaran Terlalu Berat

70% Anak masuk SD sebelum usia 7 tahun
46% Anak di sekolah 6- 7 jam sehari
25% sekolah masih memberi materi pelajaran formal setelah jam 12 siang
52% Guru di sekolah masih memberikan 1- 2 PR
18% Anak mengikuti les matapelajaran setelah pulang sekolah
25% Anak mengikuti les 2-3 hari dalam seminggu
Standart kelulusan Indonesia tertinggi di seluruh dunia

4. Peer Pressure ➡ tekanan yang dialami seseorang karena pengaruh dari lingkungan sosialnya

5. Ancaman dari agama dan kepercayaan lain

6. Perubahan nilai dalam masyarakat kita.

💕 LALU HARUS MULAI DARI MANA? 💕

❣➡ Selesaikan urusan dengan diri sendiri dan pasangan

Selesaikan PR-PR masa lalu (Innerchild within). PR masa lalu ini adalah PR saat masa kecil, yang pernah disakiti saat masa kecil. Maafkan. Minta sama Allah untuk selesaikan. Jika tidak bisa menyelesaikan sendiri, jangan ragu untuk minta tenaga ahli (psikolog, psikiater).

❣ ➡ Mulai dari ibu bapaknya

Bagaimana mengajarkan anaknya sholat kalau orang tuanya tidak sholat?
Bagaimana bisa menyuruh anaknya sholat ke masjid kalau orangtuanya tidak pernah mengajak ke masjid?

Kecintaan pada masjid itu menggunakan perasaan dan butuh pembiasaan.

Bapak dan ibu harus bekerjasama.

Menjadi orang tua adalah Partnership. Dimana didalamnya diperlukan Niat baik, Kejujuran, Keterbukaan dan Harapan yang tinggi akan hubungan yang menyenangkan dan bahagia sambil bekerjasama mencapai tujuan yang ditentukan. Mengkombinasikan Kepribadian, Kepemilikan, Akal, Bakat dan seluruh kemampuan.

Kenapa orang tua harus berubah terlebih dahulu? Karena orang tua adalah Role Model anak. Anak akan ikut persis ayah ibunya. Jika mau sadari sebetulnya kita hutang banyak sekali pada anak kita. Saat kita salah pengasuhan, maka kita berarti menabung untuk kesalahan yang sama dalam mendidik cucu kita. (Dosa – dosa pengasuhan ➡ https://goo.gl/PdpgYo )

ROLE MODEL ➡ Kenal ➡ Tahu ➡ Suka ➡ Mau ➡ Bisa ➡Biasa/Terampil

♡ Kesepakatan dan Kerjasama Orangtua ♡

✔ Tentukan siapa pengambil Keputusan. Ayah penentu GBHK (Garis Besar Haluan Keluarga) dan Ibu adalah UPT (Unit Pelaksana Teknis). Dudukkan ayah di singasananya. Untuk para istri, jangan lebih tinggi sebenangpun dari suami.
✔ Lakukan Perencanaan – Pelaksanaan – Evaluasi
✔ Buat target masing- masing anak. Buat kurikulum sesuai usia anak.
✔ Pembagian kerja sama
Misal : Ibu siang mengajari anak. Ayah malam mengisi kultum.
✔ Kontrol
✔ Dasarnya Musyawarah!

Anak2 butuh pelukan supaya jiwa tidak hampa.

Mengasuh anak tidak bisa tergesa-gesa
– Anak usia 1-5 tahun : butuh 20 tahun masa pengajaran
– Anak usia 5-10 tahun : butuh 15 tahun masa pengajaran
– Anak usia 10-15 tahun : butuh 10 tahun masa pengajaran.

❣➡ Sadari : “sasaran tembak” pengasuhan

1. Penyembah Allah. Anakku harus sholeh dulu, baru pintar akademis. Tujuan berkeluarga : menjadikan anak yang mencintai Allah dan BAHAGIA

2. Pribadi muslim yang kaffah (Luqman : 12-22)

• Tauhid
• Akhlak
• Ibadah
• Berfikir kritis
• Mandiri dan Bertanggungjawab
• Psikososial : Empati, Beramal
• Etos kerja yang baik
“A pleasant person to be with”

❣ ➡ Kenali keunikan dan tahapan perkembangan otak anak

Siapa anak kita ?

💛 Masing- masing anak UNIK. Sesuaikan setiap tahap pengajaran dengan kondisi anak anda. Jangan ikut- ikutan anak orang lain.

💛 Otak baru berhubungan sempurna 7 tahun.

💛 Hubungan antara Sistem Limbik ke Corteks Cerebri sempurna 19 – 21 tahun, tapi dalam Islam 14 tahun (aqil baligh), dalam islam tidak ada istilah remaja. Itulah mengapa anak usia 17th bisa jd pemimpin perang.Karena pengasuhan dalam islam.
Prefrontal cortex (PFC) adalah bagian otak yang membedakan antara manusia dengan hewan. Prefrontal cortex terletak tepat di belakang dahi. Fungsi dari otak bagian ini adalah untuk berpikir, merencanakan, memutuskan sesuatu, mengontrol emosi dan tubuh, memahami diri sendiri, empati pada orang lain, dan juga moral. Orang-orang yang punya kepribadian dewasa adalah orang yang punya prefrontal cortex yang tumbuh dengan baik. Pornografi adalah salah satu yang bisa merusak PFC. Kalau otak akademis ada di dalam bagian otak yang lain. Jadi ada anak yang mungkin kemampuan akademisnya bagus, tapi jika PFC nya rusak, maka akhlak dan moralnya rendah.

💛 Anak perlu menjadi anak untuk dapat menjadi orang dewasa.

💛 Hilangnya masa kanak-kanak akan mengakibatkan masyarakat yang kekanak- kanakan.

💛 Bantulah anak mekar sesuai dengan usia dan kemampuan serta keunikannya

Anda adalah rumah produksi maka hasilkanlah anak- anak yang tidak hanya terpelajar, tapi terdidik, termasuk cara dia beribadah.

Paradigma – CARA PANDANG diubah
Anak bukan saja BISA tapi SUKA beribadah

Maka jadikan anak yang menjadikan ibadah itu hal yang menyenangkan.
Jadi kita identifikasi dulu anak kita udah di tahap apa, baru KENAL kah, baru TAHUkah atau sudah ke tahap SUKA. Ada anak terlihat SUKA tapi TIDAK MAU ibadah. Bisa jadi memang anak baru di tangga TAHU.

❣ ➡ Orang tua harus mengetahui landasan ibadah yang menyenangkan

💕 Landasan Ibadah Menyenangkan 💕

♡ Landasan Spiritual :

• Qur’an – Hadits
• Pendapat para ahli

♡ Landasan Medis :

• Cara kerja otak

Landasan Psikologis :

• Mudah dibentuk
• Daya ingat yang kuat : belajar di waktu kecil
• “Dunianya” terbatas
• Ikut Role Model

💜 Landasan psikologis 5 – 8 th

• Mudah dibentuk
• Daya ingat yang kuat
• “Dunianya” terbatas
• Meniru : Ikut Ortu/ situasi
• Rasa persaudaraan sedunia

Ibadah untuk anak usia 5 – 8 tahun Bukan kewajiban tapi perkenalan, latihan dan pembiasaan.

Tidak ada kewajiban syar’i bagi anak tapi kewajiban bagi orang tua mengajari.
Misal : sabar menghadapi anak usia ini jika mereka belum bisa duduk tenang saat diajarkan mengaji, malah main air saat diajak berwudhu, atau masih belum bisa sholat dengan khusyuk (main- main). Sebagai orang tua jangan emosi, kendalikan diri.

Ciptakan WIRING MENYENANGKAN dengan 3B ➡ BERCERITA, BERMAIN, BERNYANYI.
Bercerita atau berkisah adalah metode pembelajaran jaman rasulullah. Ajarkan sifat- sifat Allah cerita dan peraga. Anak generasi alpha harus memakai alat peraga. Tidak bisa kalau hanya dengan bicara.

💜 Landasan Psikologis Anak 9- 14

• Otak sudah sempurna berhubungan
• Umumnya : Mukallaf (muslim yang dikenai kewajiban atau perintah dan menjauhi larangan agama dan yang sudah dapat dikenai hukum bila melanggar)
• Emosi sering kacau
• Tugas sekolah semakin berat + les
• Banyak aktivitas + Internet & Games
• Peer Pressure sangat kuat

Hal- hal yang perlu diperhatikan⤵

✔ Fokus pada target tahun ini : tanggung jawab seorang yang sudah Baligh
✔ Perlakuan dan Komunikasi sebagai Teman
✔ Bisa menjadi pendamping / pembimbing adik- adiknya
✔ Diberi tanggung jawab sosial : mengantar makanan berbuka, membayar zakat dan kerja sosial yang mudah sesuai usia
✔ Dagang

💜 Landasan Psikologis usia 15- 20

• PFC hampir sempurna berhubungan
• Dewasa Muda
• Semakin banyak Aktivitas + Internet & Games
• Mulai pacaran, seks bebas, Narkoba
• Orientasi semakin di luar rumah

Hal hal yang perlu diperhatikan ⤵

✔ Fokus pada target tahun ini : Dewasa muda, Fiqih Nikah
✔ Perlakuan dan Komunikasi sebagai sarana orang dewasa
✔ Bisa menjadi Motivator, pembimbing adik- adiknya
✔ Penggerak/ koordinator kegiatan anak dan Remaja Mesjid dan Mushalla

💕 Persiapan pengetahuan dan cara menyampaikan 💕

⛤ Ibu bapak belajar lagi untuk bisa menjelaskan : “Mengapa?: “ Why, why?”
⛤ Jelaskan keharusan dan larangan Faedah dan Ganjaran
⛤ Pendekatan positif, Ringkas dengan contoh kongkrit
⛤ Gunakan Qur’an Hadits sebagai referensi
⛤ Perhatikan kaidah
⛤ Lamanya waktu persiapan: usia dan kemampuan anak, kondisi fisik dan karakternya

💕 Siap Mengatasi Masalah 💕

🔥Gunakan kata- kata yang memahami perasaan
🔥Banyak mendengar aktif
🔥Hindari menggunakan kata- kata yang menghambat komunikasi
🔥Berkesempatan dan biasakan anak untuk Berfikir, Memilih & Mengambil Keputusan
🔥Sampaikan “pesan saya”

❣ ➡ dan Kaidah yang harus diperhatikan

🌹 Jangan lupa berdo’a dan tetap semangat dan bersungguh sungguh.

“Maka bersungguh2 lah karena Allah senang dengan orang yg bersungguh-sungguh”

🌹 Katakan kepada mukmin untuk menahan pandangan dan kemaluanmu.

🌹 Allah tahu apa yang kamu kerjakan.

🌹 Jangan pernah berputus harapan dari rahmat Allah.

Tips sukses :

1. Sayang sama bunda
2. Sholat tepat waktu pergi ke Masjid (untuk anak laki- laki)
3. Puasa senin kamis
4. Baca Al – Qur’an pagi sore

Selamat Berjuang!

1. MILIKI KEKUATAN KEHENDAK
2. BAYANGKAN
3. DOA