Peggy Melati Sukma Ganti Nama

Peggy Melati Sukma berganti nama menjadi Khadija

Siapa yang tak kenal sosok ini? Peggy Melati Sukma adalah seorang selebriti tanah air yang ngetop di akhir tahun 90-an. Tapi sudah sekitar empat tahun ini meninggalkan gemerlapnya dunia selebriti dan memutuskan untuk berhijrah. Wajahnya tak lagi menghiasi layar TV dengan seni peran, dunia yang turut membesarkan namanya hingga dikenal masyarakat luas.

Peggy Melati Sukma, yang selanjutnya saya panggil dengan sebutan Teteh Khadija, tampaknya serius untuk menjalankan kehidupan barunya di panggung syiar dan dakwah. Berbagai aktivitas keagamaan dan sosial kemanusiaan dilakoninya hingga ke 22 negara. Termasuk Palestina, Suriah, Benua Afrika, Eropa serta Amerika. Tak cuma melakukan syiar melalui lisan, Teteh Khadija juga berdakwah melalui karya sastra.

Selain berhijab, artis yang dikenal lewat sinetron Mat Beken ini juga menggunakan cadar. Tak sampai di situ, ia juga mengubah namanya menjadi Khadija. Di Instagramnya @peggymelatisukmakhadija, Teteh Khadija sudah memperkenalkan nama barunya ini kepada para pengikutnya di media sosial.

Lalu apa kisah dibalik nama Khadija?

Alhamdulillah ala kulli hal, pada hari Sabtu, (10/2) saya berkesempatan menghadiri acara Blogger Muslimah Meet Up yang menghadirkan sosok inspiratif Khadija – Peggy Melati Sukma. Bertempat di kantor Proxsis Consulting Group, Gedung Permata Kuningan, Jakarta Selatan, acara ini mengambil tema “Muslimah Berdaya dan Menginspirasi”.

Ya, tentu semuanya setuju bahwa sosok Teteh Khadija adalah sosok yang inspiratif dengan kisah dibalik hijrah dan perjuangan dakwahnya.

Kisah tentang Hijrah Teteh Khadija insyaAllah akan saya buat di artikel terpisah.

Mengapa merubah nama menjadi Khadija?

Saat Teteh Khadija menjadi musafir pembelajar, beliau menyebut dirinya demikian, dari majelis satu ke yang lain, dari satu guru ke guru yang lain, Teteh Khadija lalu mendapatkan dua nama dari gurunya, yaitu Khadijah dan Sumayya. Keduanya merupakan nama dari sosok mulia dalam sejarah Islam. Khadijah binti khuwailid adalah istri pertama Nabi Muhammad. Sedangkan Sumayya binti Khabath adalah syahidah pertama pembela agama Allah SWT.

Setelah melakukan istikharah dan mempelajari shirah, kemantapan hati jatuh pada nama Khadija dan mulai di publish pada tahun 2017. Alasan dibalik pemilihan nama Khadija adalah sosok Ummul Mukminin ini yang menurut Teteh Khadija mendekati kepribadian Teteh Khadija sendiri, yaitu memiliki bisnis dan senang dengan kegiatan sosial dakwah. Nama ini mulai digunakan sejak Teteh Khadija berkiprah dakwah kemanusiaan di Timur Tengah dan banyak orang kesulitan melafalkan nama Peggy.

Soal nama hijrah ini hanyalah sekelumit dari kisah hijrah dan dakwah yang dituturkan oleh Teteh Khadija dalam acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Bercerita tentang proses hijrahnya membuat saya terpukau, merasa bahwa diri ini belumlah seujung kuku. MasyaAllah lahaulawalaquwwataillaibillah.

Suasana terbangun akrab dan kekeluargaan meski itu adalah kali pertama saya berjumpa dengan peserta yang lain, didukung dengan kantor yang berkonsep co-working membuat terasa semakin nyaman.

Sedikit bercerita tentang tempat diadakannya acara Blogger Muslimah Meet Up kali ini, Proxsis Consultants (PT. PROXSIS SOLUSI BISNIS) adalah sebuah perusahaan konsultan manajemen tepercaya yang memberikan solusi: Bernilai tambah, sesuai dengan kebutuhan.

Fokus pada upaya perbaikan kinerja. Proxsis Consultants memiliki pengalaman yang luas dalam membimbing perusahaan Nasional maupun Multinational untuk merancang dan mengimplementasikan Management System secara efektif seperti Quality, Safety & Environmental System, Business Process Management, Human Resources Management.
Konsultan Proxsis juga berpengalaman dalam memberikan bimbingan bagi lebih dari tiga ratus perusahaan sehingga sukses mendapatkan sertifikat seperti ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, OHSAS 18001, ISO/TS 16949, GMP, HACCP, ISO 22000 dan lain-lain dari Badan Sertifikasi Internasional.

Yang kemarin bekerjasama dengan Blogger Muslimah adalah salah satu divisi Proxsis, IT Learning Center (ITLC). Ini adalah divisi khusus IT yang menyediakan training-training bidang IT. Beberapa program dari ITLC adalah ITLC Community Meet Up, yang memfasilitasi komunitas-komunitas untuk melakukan kegiatan di Proxsis.

Ada lagi ITLC Expert Presents yang menyediakan pembicara untuk IT Start Up, Digital Marketing, Web Developer dan lain sebagainya. Ada juga ITLC Start Up Incubator yang akan membantu perencanaan bisnis dan berjalannya usaha di bidang IT. Info lengkap Proxsis bisa dilihat langsung di web http://www.proxsisconsulting.com dan untuk ITLC bisa dilihat di http://www.itlearningcenter.id, siapa tahu kamu butuh tenaga trainer atau ingin berkonsultasi tentang bisnismu, di sini banyak pakarnya.

Acara Blogger Muslimah Meet Up ini dipandu MC yang juga merupakan admin Blogger Muslimah sendiri, Fara Alfaza atau akrab disapa Echa (Hai mbak.. dadah dadah). Diawali dengan acara perkenalan yang seru, yaitu menyebutkan nama secara berurutan. Coba tengok deh cuplikan videonya.. (ada saya ๐Ÿ˜†)

Setelah perkenalan, dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Founder Blogger Muslimah, Mbak Novia Syahidah Rais.

Disusul kemudian sambutan dari pihak Proxsis yang diwakili oleh Ibu Veny Ferawati Nirmala Sari selaku Direktur Proxsis IT. Beliau menjelaskan program-program divisi ITLC, salah satunya menjalin kerjasama dengan komunitas-komunitas, seperti acara yang berlangsung kemarin.

Tidak seberapa lama, dimulailah acara inti yaitu sharing session dengan Teteh Khadija.

Dalam acara ini, Teteh Khadija membawa barang-barang Urban Syiar Project berupa buku-buku Teteh Khadija dan juga hijab syarโ€™i. Dengan membeli barang-barang ini kita sudah ikut bersedekah.

Blogger Muslimah Meet Up juga didukung oleh Rumah Hijab Alsa. Distributor Hijab Alsa terbesar yang berlokasi di Bekasi ini memberikan goodybag berupa kerudung segiempat bolak-balik dua warna untuk seluruh peserta. Kerudungnya berbahan lembut yang bisa dipakai bergantian sisi. Rumah Hijab Alsa juga menyediakan berbagai model kerudung lain yang kekinian tapi tetap syarโ€™i. Silahkan dilihat di akun Instagram @rumah_hijabalsa.

Acara kumpul-kumpul tidak akan seru tanpa hadirnya hidangan yang lezat. Alhamdulillah ada satu sponsor kue yang mendukung acara ini yaitu dari Ah Mah Cake Indonesia.

Ah Mah adalah Traditional Homemade Egg Sponge Cake. Teksturnya lembut dan lumer di mulut. Saya sudah mencobanya sendiri โ˜บ Cocok disajikan bersama kopi atau teh. Dan yang paling penting berasal dari bahan-bahan yang halal (saat ini sedang dalam proses kepengurusan sertifikat Halal MUI). Brand yang berasal dari Singapura ini berlokasi di Kelapa Gading dan Emporium Pluit. Kamu bisa intip akun Instagramnya di @ahmahcakeindonesia.

Selain Ah Mah Cake, hidangan juga dipersembahkan dengan sistem potluck oleh seluruh peserta, ada yang membawa pudding, kripik, bolu, risoles, buah.. wah berangkat tanpa sarapan tuh terbayar saat sampai di tempat acara, sekenyang-kenyangnya deh ๐Ÿ˜†. Proxsis sebagai tuan rumah juga menyediakan suguhan kue-kue enak dan minuman, ada kopi dan teh.

Acara ini bertambah seru dengan hadiah-hadiah persembahan dari Shalira Syarโ€™i, produsen busana syarโ€™i untuk laki-laki dan perempuan dengan kualitas premium. Shalira berpusat di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Produknya mengutamakan kualitas bahan, kesesuaian dengan syariat serta model yang detail. Selengkapnya tentang Shalira bisa kamu lihat di akun Instagram @shalirasyar.i .

Para peserta begitu menikmati rangkaian acara demi acara hingga waktu yang dijadwalkan selesai pada pukul 12.00 WIB baru benar-benar bubar pada pukul 13.30 WIB ๐Ÿ˜ƒ MasyaAllah..belum lagi banyaknya doorprize yang dibagikan, meski saya belum menjadi salah satu yang beruntung itu ๐Ÿ˜ .

Anyway, I can’t wait for the next event! Thank you Blogger Muslimah and see you again sisterfillah, insyaAllah ๐Ÿ˜˜

Jakarta, 17 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Advertisements

Pondok Mertua Indah

PONDOK MERTUA, INDAH?

“Jangan sampai ya kamu kalau sudah menikah ikut mertua, hmm.. makan hati!”

“Amit-amit deh jangan sampai tinggal sama mertua, bisa kurus kering kamu nanti!”

“Udah deh mending ngekos atau kontraklah daripada tinggal sama Mertua!”

Yang familiar sama kalimat tersebut di atas coba ngacung.. Wkkwwk

Stigma negatif kerap disematkan saat kalimat “tinggal seatap dengan mertua” disebut.

Awas lo!
Jangan sampai deh!
Amit-amit ya!

Oke, jujur saya akui sebagai pelaku, tinggal di rumah mertua itu bagai BERUMAH ADA, BERUMAH TIADA.

Mau ngapa-ngapain sungkan? JELAS!

Gak bisa mendesain ruangan seperti yang kita inginkan. Mertua suka tembok putih, kita maunya warna-warni. Gak bebas menerima tamu. Ada saudara jauh datang menginap juga tidak mungkin. Belum lagi kalau kita gak punya household equipment dimana akhirnya harus pinjam milik mertua. Kalau sampai rusak, bukan soal nilai menggantinya, tapi rasa gak enaknya karena pas ndilalah kita yang pakai kok malah jadi rusak. Padahal sih karena umur alatnya sudah tua dan ya karena sering dipakai juga. Qadarullah.. lagi apes wkwk

Mau masak, gantian dapur sama mertua. Kita masak sedikit, gak enak juga kan gak nawarin. Dimasakin banyak supaya mertua nyicip juga belum tentu seselera. Belum pas Gas habis, Minyak habis, akhirnya mau gak mau jadi hitung-hitungan, “ini siapa ya yang pakenya paling banyak?” hehe

Apalagi kalau sudah punya anak. Anak berantakin mainan, kitanya ditegur. Anak nangis, dibilang berisik. Anak ngompol pas belajar toilet training, najis! Ditambah dengan komentar negatif plus nasehat tentang pengasuhan yang kita sering merasa sebenarnya tidak membutuhkan. Beda jaman bu, Helloooww!!! *sewot ๐Ÿ˜…

“Kenapa sih bayinya rewel? ASINYA gak keluar kali! Kasih sufor aja deh!”

“Loh kok dikasih Sufor? Kasihan banget bayinya, harusnya kan ASI eksklusif!”

“Bayinya kok gak tidur sih padahal nenen, ASI nya gak bergizi kali, terlalu encer, bayi gak kenyang!โ€

*langsungnyeburkelaut ๐Ÿ˜‚

“Kok dikasih makan itu sih, kan belum boleh?” (Ini padahal kitanya sudah sampai konsultasi dengan ahli gizi, ikut grup HHBF, baca buku Baby Led Weaning dan segambreng persiapan MPASI buah hati tercinta ๐Ÿ˜…).

“Anak-anak ini kok kurus sih, gak doyan makan apa gimana?”

“Ibunya gak kreatif sih, makanya anaknya makan pilih-pilih, mana bisa gemuk kalau begitu.”

Curhat, Nyah??!!! ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Belum lagi jika dibanding-bandingkan, entah dengan ibu mertua sendiri saat mengurus suami kita dulu, dibandingkan dengan menantu yang lain, menantu tetangga. Wuiihhh..
Ya dan seabreg hal negatif lainnya,

Silahkan diingat-ingat sendiri bagi yang pernah mengalami. Loh! ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‚

Tidak semua ibu mertua seperti itu. Tidak semua menantu mengalami itu.
Biarpun biasanya begitu tapi kan belum tentu.
Memang sih, saya setuju, idealnya orang yang sudah berumahtangga ya tinggal di rumah sendiri. Demi alasan apapun. IDEALNYA. Tapi berapa persen sih polulasi di dunia ini yang hidup dengan ideal?

Lalu apa kabar yang tidak atau kurang ideal itu?

Banyak sekali kan faktor yang membuat keadaan rumah tangga menjadi “kurang ideal”, jika ideal itu salah satunya berarti tidak numpang di rumah mertua. Bisa karena alasan finansial, bisa karena faktor emosional (pasangan tidak bisa jauh dari keluarga, kakek nenek tidak bisa jauh dari cucu, mertua yang berusia lanjut, sakit) dan sebagainya.

Jadi, mari kita putuskan mata rantai warisan pemikiran yang menyesatkan.

As Maya Angelou said,

If you donโ€™t like something, change it.
If you canโ€™t change it, change your attitude about it.

If the situation cannot be changed, you must learn to rise above it. What you tend to focus on, expands. Breathe energy into the positive things in your life.

Point yang ingin saya sampaikan adalah cobalah memulai dari diri sendiri. โ€ŽDaripada menakut-nakuti diri sendiri dan orang lain dengan stigma negatif tentang tinggal di rumah mertua, kenapa kok tidak kita pasang mindset positif ke diri sendiri, ke orang lainโ€Ž (ibu ke anak, ayah ke anak, kita ke sahabat, ke teman dsb) bahwa hidup itu yang paling penting adalah selalu bersyukur, apapun keadaan kita. Mau di rumah mertua kek, mau rumah sendiri, mau di Indonesia, mau di luar negeri, kita harus memiliki endurance yang bagus dalam setiap kondisi. Tidak mudah, tapi tidak mustahil juga.

Sewaktu awal menikah dulu sampai punya anak satu, saya tinggal di rumah sendiri. Saya tahu sensasi keduanya, baik tinggal sendiri maupun seatap dengan mertua. Jadi jangan dibilang โ€œAh, kamu tidak tahu sih rasanya MERDEKA! Makanya ngomong gini.โ€

Kalau

โ€œAh, kamu ngomong gini karena sedang menghibur diri sendiri kan?โ€ wkwkwk nah ini BETUL ๐Ÿ˜‚

Saya memang sedang menghibur diri saya sendiri, dan saya juga sedang menghibur ibu-ibu lain yang masih harus tinggal seatap dengan mertua.

Ingat Nyah. Ini takdir Allah buat kita, dan tidak ada takdir Allah yang tidak baik. Kalaulah ini bisa disebut sebagai bagian dari ujian, maka tidak ada ujian yang tidak berhikmah. Semua ada pesan terselubung, entah supaya kita berlatih sabar atau mungkin hanya inilah satu-satunya cara kita berbakti pada mertua. Allah yang Maha tahu. Entah sebagai penghapus dosa, entah sebagai ujian kenaikan tingkat. Muaranya tetap ke bab ibadah.

Tips dari saya โคต

1. Banyak Istighfar

Ingat diri kita yang berlumur dosa. Semoga sabarnya kita berbuah pahala dan peluruh dosa.

2. Banyak Baca Al Qur’an dan Pahami Maknanya

Lhoo apa hubungannya?

Ada.. terutama ayat2 yang membahas tentang kesabaran dalam menghadapi ujian.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang jujur dan sesungguhnya Dia benar-benar mengetahui orang-orang yang dusta! ( Al ‘Ankabuut : 2 โ€“ 3 )

โ€œHai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.โ€ (Al-Baqarah:153)

3. Miliki Kegiatan Positif

Saya tidak membahas ibu yang bekerja ya. Waktu berinteraksinya saja beda. Biasanya ibu bekerja cenderung lebih santai, pulang kantor, capek, bobo‘. Tapi untuk ibu yang di rumah kan beda. Miliki kegiatan yang positif ini bagaimana maksudnya? Jalani kegiatan rumah tangga dengan riang gembira. Be Professional! Jika memang dengan kesadaran penuh memilih untuk menjadi IRT, “take a seat back, relax and make the most of it.”

Ikuti komunitas positif yang bisa meningkatkan kualitas diri sebagai istri dan ibu.
Ini beneran ada ilmunya lho! Bisa dipelajari dan sangat aplikatif. Tergantung kitanya mau atau tidak.

Baca juga : Ibu yang Bahagia adalah Ibu yang Betah di Rumah

4. Bergabung dengan Komunitas Positif

Ini sudah saya singgung di no 3. Ibu akan kagum bagaimana teman-teman yang berpikiran positif akan ikut membentuk paradigma berfikir ibu. Yang awalnya selalu mengeluh, jadi banyak diingatkan untuk selalu banyak bersyukur, dsb

Komunitas positif ini bisa berbentuk apa saja, bisa komunitas parenting, taklim, bisa juga komunitas yang menjadi wadah passion kita, semisal kita suka menulis, sew and craft, boga dsb. Lebih luar biasa lagi andai ada suatu komunitas parenting yang juga bisa mengembangkan passion ibu. Ini ada kok! For real!
Kita dapat ilmu bagaimana menjadi ibu yang bahagia sekaligus mengembangkan diri kita.

5. Miliki Passion

Masih bersambung dengan point nomor 4. Coba deh diingat-ingat, dulu sukanya apa? Apa kegiatan yang membuat mata ibu berbinar- binar. Asal baik, suami OK, tidak bertentangan dengan perintah agama, lanjutkan bu, lanjutkan! ๐Ÿ˜‰ Lebih asyik lagi jika passion itu bisa menghasilkan rupiah ya. Misalnya nih suka masak, buka catering, kecil-kecilan dulu. Suka baking, jual online.

Baca juga : Spark Joy

Jangan nganggur gak jelas bu. Udah ngurus rumah tangga aras-arasen, tidak merasa berbakat dalam bidang apapun, tidak memiliki hasrat mimpi apa- apa – minimal berbagi kebaikan di muka bumi ini, udah gitu tinggal bareng MERTUA.

Yaiyalah sumpek! ๐Ÿ˜…

Ayo bu! Kata orang bijak “Bahagia itu di Kepala!”, ini memang bener. Ya kondisi manusia turun naik ya, apalagi perempuan, pas PMS alamat baperan, tapi ya tidak perlu larut semacam Adem Sari dicemplungin ke dalam air putih.

Sedih.. ya kenali sedihnya..

Sedih karena apa?
Lalu pengennya gimana?
Cara mendapatkan kepengenan itu gimana kira-kira ?

Tulis bu, tulis!

Punya diary penting. Bukan hanya anak-anak yang butuh, kita juga.
Takut kebaca orang, tulis aja di Evernote, kasih password! Selesai. InsyaAllah aman. Siapa juga yang mau membajak curhatan ibu-ibu. wkkwkw

Mau tinggal dimanapun, itu adalah ladang ujian buat kita, dan kita gak bisa milih. Ujian kehidupan diibaratkan UAS, apa iya kita akan tahu 100% soalnya yang keluar akan seperti apa?

Berikut kalimat bijak yang saya sadur dari BC WhatsApp, mudah-mudahan bisa menjadi penguat โคต

Optimislah saat segala urusan terasa sulit bagimu, karena Allah telah bersumpah dua kali “Sesungguhnya sebuah kesulitan bersama kemudahan, sesungguhnya sebuah kesulitan bersama kemudahan”

Ketika kau meyakini bahwa setelah kesengsaraan adalah sebuah kebahagiaan dan setelah air mata yang mengalir adalah senyuman, maka sesungguhnya kau telah melaksanakan ibadah yang amat agung yaitu berprasangka baik kepada Allah

Jika sakitnya dunia membuatmu lelah maka janganlah bersedih……… barangkali Allah ingin mendengar suaramu dalam doamu……..dan jangan kau tunggu kebahagiaan untuk… namun tersenyumlah sehingga kau bahagia..mengapa kau berpikir banyak sedangkan Allah adalah yang Maha Mengatur…
Mengapa gundah akan sesuatu yang tidak kita ketahui, sedangkan segala sesuatu Allah sudah tahu……..

Oleh karena itu tenanglah karena engkau selalu berada pada pengawasan Allah yang Maha Menjaga……dan ucapkan dengan hatimu sebelum dengan lisanmu…..
Aku serahkan segala urusanku kepada Allah

Pada suatu hari kau akan menemukan bahwa kesedihanmu akan menyelamatkanmu dari neraka dan kesabaranmu akan memasukkanmu ke dalam surga

Jika semua urusanmu terasa sempit maka di dalam Al Qur’an ada surgamu
Dan jika kesendirianmu menyakitimu , maka ke langit kirimkan doamu.

Baca juga : Free Your Innerchild

Sebagai orangtua, kita bisa saja mempersiapkan segala rupa untuk anak-anak, misalnya anak lima sudah kita belikan rumah satu-satu, hanya supaya mereka jangan sampai tinggal sama mertua. Tapi namanya takdir kan kita gak tahu juga. Tiba-tiba, qadarullah, jodoh anak kita bule, terus tinggal di luar negeri dan mungkin harus di rumah mertua, itu rumah bisa dibawa emangnya? Ya lain lagi kalau kita belikan RV ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ bisa diboyong kemana-mana.

Jadi jangan takut anak tidak bahagia saat tinggal dengan mertua. Kita sebagai orangtua juga jangan malah menakut-nakuti. Mindset orangtua itu kan melekat sekali ke anak-anaknya, kita tanamkan saja hal yang positif, kita doakan dimanapun mereka berada, Allah akan selalu melindungi dan memuliakan mereka. That simple!

We canโ€™t always choose the cards we have been dealt, but we can learn to play them. Like a flower that grows through a crack in the concrete, sometimes we have to make the best of our situations and bloom where we have been planted.

You may not be where you want to be in life just yet.

Keeping our dreams alive is what uplifts the human spirit. But how can we deal with the fact that sometimes we may have to tolerate something that we do not like to eventually get to where we want to be?

So instead of getting bitter and upset at your situation, why not try blooming where you have been planted?

Learn to bloom where you are planted. Even if you find yourself planted under some concrete at the moment, look for the crack in the concrete to find your way out.
And despite all odds, choose to bloom anyways. โ€“ Smitha Malhotra

Bloom Where You Are Planted

Semoga bermanfaat.

Jakarta, 29 November 2017

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

๐ŸŒ Sumber Bacaan โคต

๐Ÿ“š http://www.huffingtonpost.com

Keseruan Outbond di Pelita Desa Ciseeng Bogor

Sebuah Review

โ€œMommy, Kakak mau pergi Outbond lho!โ€ kata Akhtar suatu hari sepulang dari sekolah.

โ€œOya? Outbond itu apa sih kak?โ€ saya memancing pemahamannya.

โ€œItu Mommy, nanti kita main air, lumpur, memerah sapi dan menangkap ikan,โ€ terang si kakak dengan polosnya.

โ€œWah, sepertinya seru sekali ya? Kakak mau Outbond sama siapa? Dimana?โ€ saya pura-pura bertanya meski sudah tahu sebelumnya dari kalender akademik sekolah.

โ€œSama Ustadzah, sama Zaki, Hisyam, Fathur, Zafran, Akhdan, Arsa,โ€ Akhtar menyebutkan nama-nama teman di kelasnya.

โ€œBanyak sekali! Outbondnya dimana?โ€

โ€œAda. Tempatnya jauh kata Ustadzah, jadi harus naik bis. Horeee kakak mau naik bis!โ€

Melihat binar mata Akhtar, meski dia hanya membayangkan keseruan kegiatan outbond saat mendengar cerita dari Ustadzah, membuat saya tidak tega melarangnya untuk pergi seperti tahun sebelumnya. Saat itu Akhtar memang baru sembuh dari flu dan sedang musim hujan pula ๐Ÿ™

Meski setengah hati harus melepas Akhtar pergi tanpa didampingi oleh saya, berbagai hal untuk menunjang kondisi fisiknya saya persiapkan, dari makan sayur (sop), jus buah, booster vitamin, hingga olahraga (di rumah). Alhamdulillah, sampai dengan sehari sebelum hari H, kondisinya terpantau bagus.

Bulan ini sebetulnya sudah masuk musim penghujan. Beberapa kali pagi juga mendung gelap, kadang diiringi hujan, sekedar gerimis atau langsung terik. Kami beruntung, karena pagi di hari H, matahari tak malu-malu menampakkan sinarnya. Syukurlah, batin saya.

Dua jam perjalanan dari Srengseng, Jakarta Barat menggunakan 2 bis berukuran besar dan sampailah kami di Pelita Desa โ€“ Ciseeng Bogor.

Lho kok KAMI?

Iya si Mommy ikut! Wkwkw Mendadak sore sebelumnya, korkel (koordinator kelas) dari kelas Akhtar meminta kesediaan saya menggantikan salah seorang panitia yang mengundurkan diri.

Mommy menemani kakak Outbond. Yay!

Kami datang untuk bersenang-senang ๐Ÿ˜„

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Acara outbond yang berlangsung di hari Jumโ€™at, 24 November 2017 ini diikuti oleh hampir seluruh siswa siswi TKIT EXISS ABATA, para Ustadzah, tim FSOG dan beberapa perwakilan pendamping dari wali murid (salah satunya saya).

Kedatangan kami disambut dengan ramah oleh kakak-kakak pembina berkaos hijau tua dan berkerudung hitam lebar di halaman sebelum pintu masuk. Suasana kekeluargaan terasa sekali, sepertinya mereka sudah terlatih memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung .

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Setelah mengikuti pengarahan, kami masuk melalui gua loket secara berurutan dengan satu kakak pembina di setiap kelompok.

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Saya menjadi pendamping kelas Qiblatain – kelas Akhtar – tapi yang kelompok putri. Kelas Akhtar dibagi menjadi dua kelompok, putra dan putri dipisah. Satu kelompoknya berisi 11 โ€“ 12 anak. Tangan kami distempel, dan orang dewasa diberikan dua kupon makan yang tidak boleh hilang, satu untuk snack time dan satu untuk makan siang.

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Kami lalu digiring memasuki sebuah Aula. Aula inilah basecamp kami selama mengikuti kegiatan. Harum aroma teh manis hangat dan jagung rebus semerbak memenuhi ruangan. Ternyata telah disiapkan oleh panitia sebagai โ€œWelcome drinkโ€.

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Setengah jam kemudian dimulailah Outbond yang telah dinanti-nantikan. Selama kegiatan, baik anak-anak maupun pendamping hanya menggunakan kaos kaki (yang siap buang).

Yuk, simak kegiatan serunya secara berurutan, lengkap dengan dokumentasi โคต

Setelah berdoa bersama, anak-anak diajak melakukan pemanasan yang menyenangkan.

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Dilanjutkan dengan FUN GAMES.

๐Ÿต FUN GAMES.

Fun Games ini terdiri dari beberapa permainan.

FUN GAMES I โ€“ TONGKAT ESTAFET

Pelita Desa Ciseeng Bogor

FUN GAMES II โ€“ LOMBA BAKIAK

Pelita Desa Ciseeng Bogor

FUN GAMES III โ€“ HOLAHOP

Pelita Desa Ciseeng Bogor

FUN GAMES IV โ€“ TARIK TAMBANG

Pelita Desa Ciseeng Bogor

FUN GAMES V โ€“ RING BAN

Pelita Desa Ciseeng Bogor

FUN GAMES VI โ€“ ISI AIR DALAM PIPA BOCOR – yang merupakan fun games terakhir.

Pelita Desa Ciseeng Bogor

๐Ÿถ NAIK RAKIT

Pelita Desa Ciseeng Bogor

๐Ÿบ FLYING FOX

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Look at these happy faces! ๐Ÿ˜

Pelita Desa Ciseeng Bogor

๐Ÿฑ PROGRAM TANAH LIAT

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Yay! Berhasil.. berhasil..

๐Ÿฏ X โ€“ CAVE

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Masuk ke dalam gua dan ada bagian yang harus merangkak.

SNACK TIME – BAKSO

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya, kami isi “energi” dulu. Rasa baksonya membuat saya dan anak-anak ingin menambah satu mangkok lagi. Asli enak! (Percayalah jika orang asli Malang bilang suatu bakso itu enak, ya insyaAllah beneran enak ๐Ÿ˜†)

Yuk lanjuut,

๐Ÿป MENITI JEMBATAN GOYANG

Pelita Desa Ciseeng Bogor

๐Ÿจ V-BRIDGE BESI

Pelita Desa Ciseeng Bogor

๐Ÿฐ TITIAN BAN

Pelita Desa Ciseeng Bogor

๐Ÿผ TWOLINE & BURMA BRIDGE

Pelita Desa Ciseeng Bogor

๐Ÿž SPIDER BLOCK

Pelita Desa Ciseeng Bogor

๐Ÿ„ PROGRAM SAPI PERAH

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Penasaran mengalahkan rasa takut ๐Ÿ˜…

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Minum susu moo yang sudah diberi essence coklat dan strawberry (fyi: ini bukan hasil susu yang diperah oleh anak-anak sebelumnya ya ๐Ÿ˜€ )

๐Ÿด PROGRAM PAK TANI

โ— Membajak

On a lighter note : Saya adalah saksi hidup si Kerbau Pup di tempat ๐Ÿ˜… penyubur tanah alami!

I think this is why kaos kakinya disarankan untuk siap buang ๐Ÿ˜‚

Pelita Desa Ciseeng Bogor

โ— Menanam padi

Pelita Desa Ciseeng Bogor

โ— Menumbuk padi di lesung

Pelita Desa Ciseeng Bogor

โ— Menampih

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Dari program Pak Tani ini anak- anak jadi belajar bahwa proses menanam padi hingga menjadi bulir beras itu tidak mudah, maka dari itu tidak boleh menyia-nyiakan nasi ya ๐Ÿค—

๐Ÿ  TANGKAP IKAN

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Setiap kelompok melakukan kegiatan berbeda secara bergiliran.

Tangkap ikan adalah yang terakhir dari rangkaian acara outbond.

Anak- anak bebersih (mandi) dan lanjut makan siang.

Ini menunya โคต

โ€ข Menu makan dewasa : Nasi putih, ayam bakar, sayur asem, lalapan, perkedel jagung, ikan asin, kerupuk, sambal.

โ€ข Menu makan anak-anak : Nasi putih, ayam goreng tepung, sayur sop, perkedel jagung, kerupuk, saos sambal.

โ€ข Buah Semangka.

โ€ข Air mineral gelas.

Setelah kenyang, sekitar pukul 14.00 WIB kami bersiap-siap untuk pulang.

Di depan AULA telah berjejer foto-foto kegiatan yang ternyata tidak gratis ๐Ÿ˜† . Foto-foto berukuran 6R itu dijual seharga Rp. 10.000 per lembar. Tadinya sih saya tidak mau menebus foto saya, tapi karena Akhtar ribut menendeng foto saya tersebut kemana-mana, jadilah sungkan sama mas penjualnya ๐Ÿ˜…

JADI BAGAIMANA KESAN SAYA ?

Untuk jarak tempuh yang memakan waktu dua jam, menurut saya relatif tidak terlalu jauh ya. Lokasinya berada di sebuah pedesaan dengan kondisi jalan aspal yang belum merata. Ada baiknya sih kalau berkunjung tidak saat hujan.

Dengan HTM Rp. 125.000/orang , kegiatan dan fasilitas yang ditawarkan beragam, apalagi untuk usia anak-anak.

๐ŸŒป Welcome drink

๐ŸŒป 13 Kegiatan Outbond

๐ŸŒป Snack time – bakso dan air mineral

๐ŸŒป Susu

๐ŸŒป Makan Siang

๐ŸŒป Ikan kecil hidup di dalam plastik

๐ŸŒป Souvenir berupa mug lucu (khusus TK dan SD)

Kalau tidak salah ini termasuk paket EDU II. Jumlah minimal yang harus dipenuhi jika mau mengikuti outbond di sini adalah 30 orang.

Tempatnya luas dan asri, dikelilingi pepohonan besar dengan hamparan danau di tengahnya. Fasilitas pendukungnya juga cukup lengkap. Basecamp yang kami tempati cukup luas dan nyaman (meski sempat ada insiden mati lampu sebentar saat siang). Toilet ada 4 pintu, 3 dengan WC dan satu khusus mandi – relatif bersih, di bagian depan ada ember-ember raksasa untuk memandikan anak-anak, posisinya tidak jauh dari basecamp.

Musholla terletak di lantai dua gedung utama, mukena berjejer rapi dan bersih. Musholla tersebut tanpa tembok, hanya pagar pembatas, jadi sholat bisa sambil menikmati hembusan semilir angin, MasyaAllah tabarakallah.

Saya “mewawancarai” anak-anak saat makan siang dan overall mereka puas dengan seluruh kegiatan. Meski singkat (+- 4 jam) tapi padat. Saya juga luar biasa kagum dengan keberanian anak-anak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Saya tidak membayangkan nyali saya sendiri saat seusia mereka. Jaman dulu saya TK sih belum ada ya kegiatan semacam ini ๐Ÿ™‚

Namun dari kesemuanya itu yang paling mendebarkan adalah saat anak-anak satu persatu bergiliran menaiki flying fox di atas seutas kawat tembaga yang membentang di atas danau. Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan kata mereka dan melatih keberanian yang bagus untuk anak-anak.

Dari kelompok saya tidak ada satupun yang mengeluh capek lho! Kalau yang takut, ada satu dua, tapi mau juga setelah dibujuk. TOP deh pokoknya!

๐Ÿฃ PESAN SAYA :

๐Ÿฃ Persiapkan stamina dengan baik, bagi anak juga pendamping. Di awal kegiatan Fun Games sudah rawan basah-basahan dengan air.

๐Ÿฃ Tidak disarankan bagi yang mengidap OCD (Obsessive Compulsive Dissorder) dan Mysophobia (takut kotor)

๐Ÿฃ Kegiatan dimulai lebih pagi lebih baik, yang penting jangan terlalu siang karena panasnya semakin menyengat.

๐Ÿฃ Pakai kaos kaki yang siap buang, kenapanya sudah dibahas di atas ya ๐Ÿ˜… kecuali kalau kekeuh mau di cuci juga tidak masalah sih. Kemarin juga baju Akhtar saya rendam dengan Rinso 2 kali, yang pertama menggunakan air panas ๐Ÿ˜† Akan lebih baik lagi jika ditambahkan desinfektan seperti Dettol di bilasan terakhir.

Itulah sekelumit keseruan Kegiatan Outbond di Pelita Desa – Ciseeng Bogor yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat khususnya buat ibu-ibu yang berencana mengajak putra-putrinya untuk berwisata outbound dengan fasilitas lengkap tapi harga terjangkau.

Berikut alamat lengkap dan kontak yang bisa dihubungi :

Outbound Pelita Village – Ciseeng Bogor

Jl. H. Miing, RT. 01 / RW. 03, Putat Nutug, Ciseeng, Bogor – Jawa Barat 16117.

0251 8543456 | 0856 900 5959

Jakarta, 27 November 2017

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Karang itu di Laut, Bukan di Gigi

Di saat kita sudah merasa menjaga gigi dengan baik dan benar sesuai kaidah yang berlaku, lalu ternyata ditemukan karang di gigi kita, rasanya itu sungguh memprihatinkan.

Apakah ini karena dosa-dosa saya? (baca: tidak sikat gigi setelah sarapan pagi dan makan makanan berkadar gula tinggi)

Karang gigi adalah plak yang menempel di sela-sela gigi dan sudah mengeras. Pembersihan karang gigi tidak bisa dilakukan dengan menyikat gigi di rumah, tapi harus dilakukan di klinik gigi. Istilah kedokterannya adalah scaling.

Bulan lalu, tepatnya di tanggal 26 Oktober, akhirnya saya beranikan diri untuk mendatangi Oktri Manessa Dental Care (OMDC) Mini Joglo, sebuah klinik gigi di dekat rumah. Keberanian ini datang, alasan pertama karena harga yang ditawarkan cukup murah, jika dibandingkan dengan Dental Clinic lain di sekitarnya.

Alasan kedua, saya sudah jengah dengan karang-karang gigi ini, ya meski sedikit (menurut saya) tetap saja mengganggu. Menyikat gigi rasanya kok tidak bersih-bersih, ada yang mengganjal di pangkal gigi.

Alasan ketiga, klinik ini lagi happening banget (terutama di kalangan para hijabers dan artis), konsepnya dibuat BEDA. Jika biasanya rasa horor menggelayut manja saat mendatangi sebuah klinik gigi, lain halnya saat masuk ke klinik ini.
Memang sih, banyak juga kok klinik gigi yang nyaman, bahkan menyediakan suguhan berupa teh, kopi dan aneka cemilan di ruang tunggu, tapi tarifnya, Nyah! Horor! ๐Ÿ˜…

Setelah membuat janji di WhatsApp pagi itu melalui Desta/Tistan (Dental Assistant — asli awalnya saya pikir ini nama orang wkwkw, kreatif juga ya) request saya di_OK_in untuk jadwal jam 10. Jam bukanya jam 10, jadi sepertinya saya adalah pasien pertama. Begitu datang, saya mengisi formulir pasien baru dan mendapat patient kit, tapi kosongan, kartu pasiennya baru akan jadi 2 minggu kemudian katanya.

img_20171122_200847_438000-1781764086.png

Saya dipersilahkan untuk menunggu di lounge yang ada sofa dan TV nya.
Klinik yang saya kunjungi ini, desain ruangannya dibuat menarik. Dominasi warna fuschia tampaknya sengaja dipilih sebagai branding. Entah bagaimana hal ihwalnya pemilihan warna ini, bisa jadi warna favorit foundersnya. Yang jelas berkesan Fun and Chic!
Di dekat meja resepsionis terdapat photo wallpaper, spot buat foto-foto seru. Saya tengok di instagram, klinik cabang lainpun demikian.
Klinik ini bergaya POP.

Photo Wallpaper

5 -10 menit kemudian saya dipanggil untuk masuk ke ruangan dokter di lantai 2. Interior di lantai dua tidak kalah serunya. Dari mulai naik tangga sampai di dua ruang periksa dengan dua desain yang berbeda tapi masih mengusung warna fuschia. Sensasinya bukan seperti pergi ke dokter gigi, tapi ke sebuah salon kecantikan hahaha

Di dalam ruang 2 telah menunggu drg. Arby dan asistennya (dia yang saya tidak tahu namanya ๐Ÿ˜‹). Ditanyalah keluhan saya apa dan dipastikan lagi permintaan saya untuk paket Scaling dan Flouride Treatment. Kemudian saya didudukkan di kursi periksa gigi yang didepannya terdapat layar TV. Di berbagai review disebutkan bahwa fungsi layar TV itu adalah untuk melihat kondisi gigi sebelum dan sesudah perawatan, tapi saat itu saya hanya menggunakan cermin kecil, sebelum dan sesudah perawatan. Entah pertimbangan drg. Arby apa.

Saat diperiksa pertama kali, ditemukanlah spot-spot karang gigi, termasuk karang gigi di dua gigi yang sudah terlanjur masuk di dalam gusi, nah ini memerlukan tindakan kuretase. Dijelaskan juga bagaimana bahayanya karang gigi yang sudah masuk di dalam gusi itu jika tidak dibersihkan.

BAHAYA KARANG GIGI โคต

1. Gangguan pada gigi ini akan memudahkan proses pemecahan enamel gigi yang diakibatkan oleh asam yang dikeluarkan oleh bakteri mulut. Hal ini akan kian memudahkan munculnya gigi berlubang atau kerusakan gigi.

2. Karang gigi memiliki efek serius pada kesehatan mulut dan tubuh secara keseluruhan terutama jika tumbuh di atas garis gusi. Sebab ini merupakan tempat yang tepat bagi bakteri untuk bersarang, kemudian menyusup ke dalam gusi sehingga membuatnya rusak dan mengalami iritasi.

3. Salah satu efek paling ringan dari karang gigi adalah gingivitis alias radang gusi. Setelah gingivitis terjadi, sementara karang gigi tetap ada, maka gusi tinggal menunggu waktu untuk terkena penyakit periodontitis (silahkan browsing). Penyakit ini berbentuk kantong nanah yang timbul di antara gusi dan gigi.

4. Efek berbahaya lainnya adalah risiko penyakit jantung dan stroke yang sepertinya berhubungan dengan kesehatan gusi. Diduga, bakteri dan mikroorganisme yang terdapat dalam plak gigi bisa masuk ke dalam jaringan darah. Kondisi tersebut bisa membuat arteri mengalami penyumbatan. Jika aliran darah tersumbat, maka risiko mendapat penyakit jantung dan stroke diduga bisa lebih tinggi.
Ketika sistem pertahanan tubuh melakukan reaksi perlawanan terhadap bakteri yang ada di dalam kantong nanah maka secara bersamaan bakteri juga akan melepaskan zat pertahanan diri. Akibatnya, tulang gigi dan jaringan lain yang ada di sekitarnya bisa mengalami kerusakan. Jika terus berlanjut, maka bersiaplah kehilangan gigi, sekaligus menipisnya kekuatan tulang di mana gigi tertanam.

*pingsan. Tidak menyangka bisa sehoror ini ๐Ÿ˜ฃ

Dimulailah proses scaling dan kuretase yang memakan waktu sekitar 15-20 menit. Saya bertahan dari rasa ngilu yang luar biasa di beberapa bagian gigi. Setelah selesai, drg. Arby menunjukkan gigi saya dengan cermin kecil, โ€œWOWโ€, bersih! Gigi rasanya juga enteng.

Sebagai after treatment, drg. Arby memberikan saya sebungkus flouride untuk diaplikasikan sendiri di rumah saat malam hari setelah menyikat gigi โ€“ sebelum tidur. Jadi cara pakainya, cairan flouride tersebut diaplikasikan ke gigi menggunakan kuas kecil yang telah disediakan. Umumnya, fluoride sebenarnya terkandung di pasta gigi, tapi konsentratnya tidak banyak dan kurang maksimal untuk melindungi gigi dari lubang.

Kalau saya baca di review blog lain sih, flouride ini diaplikasikan oleh drg setelah treatment selesai. Lagi-lagi, entah pertimbangan drg. Arby apa, kenapa beda?

Total biaya yang harus saya keluarkan sebesar Rp. 512.000 dengan perincian sbb โคต

๐Ÿฅ Service Charge 35.000,-

๐Ÿฅ Konsultasi FREE
๐Ÿฅ Complete Protection Plus 279.000,-
๐Ÿฅ Curretase/Regio 99.000 x 2 = 198.000,-

Kaget sih, di luar estimasi biaya yang saya pikirkan dan uang di dompet juga tidak sampai segitu wkwkw ya alhamdulillahnya bisa transfer. Jika awalnya saya sudah kepedean termasuk kategori scaling kelas 1, tidak demikian menurut drgnya, saya sudah termasuk kelas 2. Jadi yang menentukan kita termasuk kategori mana ya drgnya.

Saya pikir biaya ini mahal, tapi setelah membandingkan dengan orang lain yang telah melakukan perawatan scaling sebelumnya, di tempat yang lain, ternyata ini MURAH Nyah! Hee..

Syukur alhamdulillahnya lagi total biaya ini bisa direimburst .. ke suami ๐Ÿ˜‚

Kesimpulannyaโ€ฆ

I am delighted with the dental treatment I had and very impressed by the trouble and care taken by Dr Arby in particular and all of the staff at the clinic too. They are invariably cheerful, professional and caring. These cute, yet sophisticated Dental Clinic i’ve ever visit in my entire life
Well, I cannot say that I enjoyed the actual treatment but I would be considered odd if I enjoyed being in the dentists chair ๐Ÿ˜… However the end result is wonderful ๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—

Oktri Manessa Dental Clinic (OMDC) Mini Joglo

Jl. Raya Pos Pengumben No.26-28, RT.6/RW.3, Srengseng, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11630

No. Telp/ HP: 021-5854008/ 081381553838

Email: drg.oktrimanessa@yahoo.com

Instagram: omdc_official


Yang jelas saya kapok tidak rajin ke drg.

Gigi merupakan investasi masa depan. Bersihkan sekarang atau menyesal kemudian.

Seperti yang kita tahu, bab mengenai kesehatan dan kebersihan menjadi perhatian besar dalam Islam. Salah satunya adalah bagaimana Islam mewajibkan penganutnya untuk membersihkan diri dengan baik dalam persiapan sebelum melakukan shalat.

Merawat kebersihan tidak hanya dianggap sebagai kebiasaan yang baik, tetapi juga merupakan suatu ibadah yang merupakan bagian dari iman. Hadits-hadits di bawah ini menunjukkan sejauh mana Islam sangat detail menjelaskan mengenai kesehatan dan kebersihan pribadi, termasuk membersihkan gigi.

1. Bersuci adalah sebagian dari iman

โ€Bersuci [thaharah] itu setengah daripada iman.โ€(HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi) (Lihat Imam As-Suyuthi, Al-Jamiโ€™ Ash-Shaghir, II/57)

2. Bersiwak sangat dianjurkan

Bersiwak hukumnya sunnah (dianjurkan) pada setiap saat, sebagaimana hadits dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ุงู„ุณู‘ููˆูŽุงูƒู ู…ูŽุทู’ู‡ูŽุฑูŽุฉูŒ ู„ูู„ู’ููŽู…ู ู…ูŽุฑู’ุถูŽุงุฉูŒ ู„ูู„ุฑู‘ูŽุจู‘ู
โ€œBersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah.โ€ (Shohih, HR. An Nasaโ€™i, Ahmad, dll)

3. Dari Abu Huroiroh radhiyallahu โ€˜anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดูู‚ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ู„ูŽุฃูŽู…ูŽุฑู’ุชูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ุณู‘ููˆูŽุงูƒู ุนูู†ู’ุฏูŽ ูƒูู„ู‘ู ูˆูุถููˆุกู
โ€œSeandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu.โ€ (HR. Bukhari)

Tidak aneh bila Islam peduli tentang kesejahteraan manusia baik di dunia dan di akhirat. Seorang mukmin yang kuat dan sehat lebih disukai Allah daripada yang lemah.

Jadi masih ragu pergi ke dokter gigi? Karena mahal? Coba deh OMDC. Akan lebih mahal lagi saat semuanya sudah terlambat, MasyaAllah tabarakallah, gigi buatan Allah tetap yang nomor 1 (pengakuan dari yang telah menggunakan gigi palsu). Rawat baik-baik ya Nyah! ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜Š

Ya memang semuanya takdir, kita sudah merasa merawat dengan baik, bolong ya bolong saja, dicabut karena syaraf gigi sudah mati ya mau tidak mau ya, tapi insyaAllah, Allah menilai upaya dan niat baik kita menjaga karuniaNya. Itu sih kalau saya. Saya juga jadi lebih cerewet ke anak-anak soal menyikat gigi ini.

Pertanyaannya kemudian, apakah KARANG GIGI BISA DICEGAH?

Seharusnya BISA, dengan cara :

๐Ÿฆ Menyikat gigi

Menyikat gigi dua kali sehari selama minimal dua menit dianggap mampu mencegah tumbuhnya karang gigi. Gunakan sikat gigi yang lembut dan mampu menjangkau bagian belakang gigi geraham.

๐Ÿฆ Gunakan pasta gigi yang mengandung flouride

Pasta gigi yang mengandung flouride dianggap mampu mencegah plak berkembang menjadi karang gigi. Pasta gigi jenis ini juga lebih efektif dalam memperbaiki enamel yang rusak. Akan lebih baik jika pasta gigi yang digunakan juga mengandung triclosan yang mampu memerangi bakteri yang berdiam di plak gigi.

๐Ÿฆ Flossing

Membersihkan gigi dengan benang atau flossing adalah solusi paling jitu untuk membersihkan plak gigi yang ada di sela-sela gigi sehingga mengurangi kemungkinan terbentuknya karang gigi. Lakukan hal ini meski sudah menyikat gigi rutin sebagaimana disyaratkan di atas.

๐Ÿฆ Jaga makanan

Bakteri yang ada di mulut sangat erat kaitannya dengan jenis makanan yang dikonsumsi. Mereka berkembang dengan baik saat makanan manis dan bertepung dikonsumsi. Bakteri akan mengeluarkan zat asam berbahaya jika bertemu dengan kedua jenis makanan di atas. Cara terbaik mengurangi kemungkinan terbentuknya karang gigi adalah dengan membatasi jenis-jenis makanan tersebut.

๐Ÿฆ Hindari merokok

Kebiasaan merokok meningkatkan risiko pembentukan karang gigi pada para pengisapnya.

Seperti yang saya sampaikan di atas, karena menghilangkan karang gigi hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi, maka mengunjungi klinik perawatan gigi secara terjadwal adalah cara terbaik. Minimal enam bulan sekali sangat disarankan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Go to The Dentist, people!

Jakarta, 22 November 2017

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

๐ŸŒ Sumber Bacaan :

๐Ÿ“š alodokter.com

๐Ÿ“š muslimdaily.net

Spark Joy

Berbicara tentang aktivitas yang membuat saya Spark Joy (ceileh istilahnya.. *konmari beud dah! ๐Ÿ˜…) yaitu dalam bidang DESAIN. Everykind!!

Ya desain baju, desain interior, arsitektur, desain grafis dan sejenisnya.

Looovveeee banget deh โคโคโค ME TIME ala saya yang benar-benar membuat mata berbinar.

It’s in the blood for sure!

Masa kecil saya, sepanjang yang saya ingat selalu diwarnai dengan kegiatan mendesain, create something!

Samar-samar saya ingat saat berusia TK, saya sering bermain “bongkar pasang”, hmm apa ya istilahnya sekarang? Boneka dari kertas dengan baju ganti yang bisa diselipkan. Nah iya! Itu deh pokoknya!

(Kayaknya hampir semua anak cewek generasi 80-an mainan itu deh)

Dan bukan hanya sekedar menggonta-ngganti bajunya, saya juga membuat desain rumahnya, dari bekas bungkus korek api. Iya saya ingat, saat itu di dapur belumlah memakai kompor gas elpiji, masih kompor minyak yang gasnya beli literan.

Lanjut saat SD, permainan meningkat, BARBIE donk! ๐Ÿ˜†

Bahagia banget rasanya ya anak jaman itu punya Barbie ๐Ÿ˜… saya punya dua kalau gak salah. Tapi.. saya gak punya baju ganti untuk Barbie-barbie saya itu. Terus apa asyiknya donk ya main Barbie gak punya baju, gak punya rumah… ๐Ÿ˜• Tapi saya tidak menyerah saudara-saudara! Saya beli kain perca sisa dari teman saya yang ibunya seorang penjahit, kala itu Rp. 500 saya sudah membawa pulang satu kresek hitam berukuran tanggung. Yeay! Mulailah saya menjahit baju-baju Barbie saya itu. Saya buat pola lalu jahit dengan… tangan hehe saya gak punya mesin jahit. Kegiatan ini dimulai saat saya kelas tiga SD. Menjahit membuat saya betah di rumah. Yang jelas, lebih mengasyikkan daripada menyelesaikan PR Matematika ๐Ÿ˜‹

Kegiatan keputrian itu berlanjut ke menyulam, membuat kristik, merajut. Semuanya saya pelajari secara otodidak, saya suka berkelana ke Toko Benang dan Pita sepulang sekolah. Disitulah saya menemukan buku-buku panduan. Uang saku saya habisnya ya untuk itu. ๐Ÿ˜†

Seiring bertambahnya usia, ilmu di bidang seni juga bertambah. Saya ingat saat SMP dan SMA nilai saya selalu bagus untuk pelajaran seni. Menyulam dan melukis, bahkan menyanyi!!! ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Tone suara saya cocok aja sih sama lagu-lagu daerah dan kebangsaan. Asal jangan paksa saya nyanyi lagu-lagu pop kekinian ya! ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜…

Di Universitas, saya bergabung di Teater kampus, dan saya mendapat ilmu baru tentang Make Up panggung. Seru tau!

Nah, saat bekerja di salah satu provider ternama di Indonesia, ndilalah saya memiliki kesempatan untuk melatih “tangan seni” ini. Saya menjadi penata rambut teman-teman Frontliner, setiap pagi! Jabatan resmi ini tentu tidak ada. Saya tidak dibayar serupiahpun. Tapi saya bahagia ๐Ÿ˜ Teman-teman bahkan beberapa kali meminta saya merias mereka. Teman-teman dari Back Office bertandang ke rumah saat weekend sebelum mereka pergi ke kondangan. Menyenangkan!

FYI, semua kegiatan itu.. saya hanya suka dan menjadikannya ME TIME yang berkualitas ala saya. Belum pernah sekalipun saya mengambil jurusan khusus atau minimal kursus.

Me Time itu berlanjut hingga kini.

Alhamdulillahnya saya tinggal di lingkungan yang mendukung kegemaran saya akan dunia arsitektur. Jadi saat jogging pagi, sekaligus berfungsi sebagai terapeutik buat saya. Rumah-rumahnya.. daebak!! Meliarkan imajinasi saya, “Dalemnya kayak apa ya?” Hehe

Saat ini kegiatan terapeutik saya ada tiga, Jogging Pagi, Adult Coloring Book dan Desain Grafis.

Bermula dari iseng bikin-bikin quote. MasyaAllah tabarakallah, Allah memberikan saya kesempatan untuk menyalurkan hobi yang menjadi rupiah. Selain mengemban amanah sebagai content writer, saya juga membuat infografis nya sekalian. Yippie!!

Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu.

Kutipan dari pak Dodik Maryanto ini agaknya cocok dengan situasi saya. Maka dari itu sebagai wujud rasa terima kasih saya untuk Institut Ibu Profesional.. yang telah membantu saya menemukan kembali diri saya ๐Ÿค— saya kemudian memutuskan bergabung ke dalam Tim Desainer Grafis IIP Jakarta. (Mohon doanya semua ๐Ÿ‘)

Ada amanah baru yang saya emban, semoga saya bisa istiqomah. Aaamiin.

Rada jiper juga saat partner kerja mainannya Photoshop dan Canva ๐Ÿ˜… Saya mah apalah.. masih pake aplikasi di Android ๐Ÿ˜† Tapi mudah-mudahan dari yang sederhana ini mampu memberikan warna dan bermanfaat buat semuanya.

Small things with great impact.

Just as Ralph Waldho Emerson said,

Every artist was once an amateur.

Enjoy!

Jakarta, 16 November 2017

Vivi Erma

How I Met My Husband?

โ€œPeople change, feelings change but that doesnโ€™t mean that the love once shared wasnโ€™t true and real. it simply means that sometimes when people grow, they grow apart.โ€ (500 Days of Summer)

This quoteโ€ฆ itโ€™s a good one to say the least. I probably think itโ€™s good because itโ€™s so true, itโ€™s so real, and so many people can relate to it. So many people have experienced this in their lives and so many people know exactly how it feels to grow apart from someone you honestly and truly love.

I knowโ€ฆ i haveโ€ฆ

Saya baru saja putus cinta kala itu (uhuk!) ,

Saya meninggalkannya karena Allah.

Dengan berbekal bismillah dan kekuatan keyakinan bahwa jodoh sudah ada yang mengatur, saya move on dan mencoba mengikhlaskan semuanya. Pasrah marang gusti Allah.

Rain came pouring down when I was drowning. That’s when I could finally breathe.

Saya sedang sangat menikmati kesendirian (eciee).

Well, I lost him but I found my self and somehow that was everything.

Suatu hari berbunyilah hp saya, tanda sms masuk.

โ€œVi, ada temenku mau kenalan, boleh?,โ€ dari Heksa, temen saya SMA yang ngepos di Telkomsel cabang Probolinggo.

โ€œBoleh,โ€

Toh, kenalan saja, what the worst thing could be happen anyway! Saya bukan anti sosial ๐Ÿ˜‚

โ€œNamanya Ian. Organik (sebutan untuk pegawai tetap di Telkomsel). Divisi Marketing. Kukasih nomormu ya. Thanks,โ€

Keesokan harinya Heksa saya cecar dengan berbagai pertanyaan lewat YM (yahoo messenger), tentang profil yang bersangkutan dan bagaimana bisa tahu saya.

โ€œJadii.. aku tuh pas buka Friendster_mu. Terus pas Mas Ian lewat lihat fotomu. Eh minta dikenalin,โ€

(YM Friendster – yang pernah pake aplikasi ini acung tangan! ๐Ÿ˜‚ *Ketauanumurnya)

Back to the main topic,

Jadi kira- kira dari mata turun ke hati begitu lah ya asal muasalnya.

Dari perkenalan itu terkuak fakta perbedaan usia dan darimana Mas Ian berasal, akhirnya saya putuskan untuk memanggilnya dengan sebutan Aaโ€™ untuk menghormati.

This is a story of boy meets girl, but you should know upfront, this is not a love story.

Si Aaโ€™ rajin SMS, chatting, telfon, setiap weekend selalu ke Malang, bahkan sampai dibela- belain ngekos (Aigoo..). Melihat gelagat seperti itu saya langsung saja tanya niatnya apa (takut kegeeran ๐Ÿ˜‚),

โ€œKalau Aaโ€™ cari pacar, sebaiknya cari perempuan lain saja, saya tidak punya waktu untuk itu.โ€

Raut muka Aaโ€™ kaget. Entah apa yang terlintas dipikirannya saat itu. Tapi tidak seberapa lama kemudian Aaโ€™ menjawab jika ingin mencari calon istri dan saya dianggap eligible. (Tsaaahh!) *bersemumerah

Akhirnya saya persilahkan Aaโ€™ datang ke rumah. Tak disangka mama langsung suka. Padahal tidak pernah seperti itu sebelumnya dengan teman- teman pria saya yang lain.

Hari berganti hari, jumlah kumbang yang mengitari mawar tak hanya si Aaโ€™. Bahkan telah ada dua yang melamar.

MasyaAllah tabarakallah lahaula wala quwwataillabillah, Maha benar janji Allah, saat saya berusaha memperbaiki diri, saya didekatkan dengan orang- orang baik.
Saat saya meninggalkan yang Allah benci, pria datang antri melamar seperti mimpi.

Mawar menjadi galau. Wkwkwk

Istikharah dijalankan, lalu curhatlah saya ke salah seorang sohib saya secara tidak sengaja, dan jawaban yang sampai dengan saat ini saya ingat adalah,

โ€œPilih jalani dengan yang mamamu suka,โ€

Lah!

Si Aaโ€™ !

Padahal di dalam percakapan itu saya tidak menyinggung sama sekali tentang mama ataupun adakah calon yang lebih disuka oleh mama.

Akhirnya sayapun memutuskan,

If not everything is meant to be, well everything is worth a try.

And so another journey begins..

Telat

Terengah – engah aku berlari memasuki pintu berteralis kayu sebuah resturant.

“Mbak .. Mbak.. tasnya ketinggalan!,” teriak tukang ojek yang tadi memboncengku.

“Aduh iya!,” aku kembali menghampiri si tukang ojek dan mengambil paper bagku.

“Makasih ya Mas!,”

Aku melihat pantulan diriku di kaca pintu masuk. Kerudungku tak karu- karuan bentuknya, tersapu angin dan kena helm saat naik ojek tadi. Dengan cepat kubetulkan sebisanya.

Aku sudah terlambat!

Kulihat segerombolan ibu- ibu berkerudung hitam duduk mengitari sebuah meja panjang. Tanpa babibu kuambil tempat duduk di paling ujung. Setelah menebar senyum dan salaman kanan kiri, aku menyimak obrolan.

Sambil kuseka keringatku di kening, kupandangi ibu- ibu yang hadir itu satu persatu, baru kusadari tak satupun yang ku kenal!

Lalu ada bayangan mendadah- dadahkan tangannya padaku di pojok sebelah kanan restoran. Ternyata Agris, temanku bersama beberapa ibu- ibu lain janjianku hari ini, si Agris melotot ke arahku dan berkata,

“Kamu ngapain disitu?!”

– the end –