Jatuh Cinta dengan Fonteee

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 4

Sewaktu crawling mencari aplikasi typography di App Store dan menemukan Fonteee ( dengan 3 huruf e, yang kurang atau lebih berarti palsu ๐Ÿ˜‚) rasanya tuh seperti menemukan Teh Kotak di tengah padang pasir pas lagi haus-hausnya banget! (Iya segitunya! ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‚) Super keren untuk bikin quote. Meski tidak terlalu banyak, tapi fontnya keren banget dan aplikasi ini menyediakan quote font dengan hanya kita memasukkan kalimatnya. ( Ngerti g sih? Belibet gw ngejelasinnya wkwkwk ).

Pake aplikasi ini gak ada pake ribet, even for beginners!

Seru deh!

Aplikasi ini khusus typography sih, jadi silahkan cari atau buat background keren dulu, seperti yang saya pernah cerita di postingan sebelumnya tentang Kreatif Melalui PicsArt yang minim ragam fontnya, aplikasi ini adalah sebuah solusi.

Berikut adalah beberapa hasil karya saya menggunakan Fonteee :

Jakarta, 9 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Advertisements

Kreatif Melalui PicsArt

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 3

Saya belum seberapa lama getting along sama aplikasi ini, tapi overall cukup puas dengan berbagai fitur yang ada didalamnya. PicsArt membantu sentuhan akhir setiap desain saya, yaitu menempelkan LOGO ๐Ÿ˜… fitur yang tidak bisa saya lakukan melalui CANVA maupun Photofy.

Hanyaaa.. FONT di PicsArt super duper terbatas! Padahal keberagaman font adalah sebuah keniscayaan bagi desainer grafis seperti saya ๐Ÿ˜† Jadi jujur saya lebih nyaman mendesain dengan aplikasi lain.

Fitur yang OKE dari aplikasi ini adalah photo collages, stiker, frame serta background yang beragam. Jadi seringnya sih saya buat background dari aplikasi ini terlebih dahulu, baru untuk konten tulisan saya menggunakan aplikasi yang lain.

Jadi untuk urusan kolase foto untuk album keluarga, aplikasi ini adalah yang paling saya rekomendasikan.

Oiya satu lagi kelemahan aplikasi ini adalah kapasitas memori yang besar.

Berikut adalah hasil penggunaan melalui aplikasi PicsArt

Jakarta, 8 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Ceria dengan Photofy

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 2

Jauh.. jauuuhh sebelum saya mengenal CANVA, Photofy menduduki peringkat pertama di hati saya sebagai aplikasi desain grafis terbaik. Secara fungsi sama dengan CANVA, hanya Photofy tidak menyediakan template sebanyak Canva, jadi sangat dibutuhkan kreatifitas paripurna untuk menggunakan aplikasi ini agar tampak memiliki nilai jual eciee ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜…

Photofy adalah aplikasi pertama saya untuk belajar desain grafis. Saya mulai membuat kutipan-kutipan tentang parenting maupun kutipan yang inspiratif lainnya. Yang saya suka dari Photofy adalah hasil gambarnya tajam. Tidak ada gading yang tak retak, kekurangan saat membuat desain dengan aplikasi ini adalah watermark di sisi sebelah kanan bawah yang selalu mengikuti ๐Ÿ˜„ Jika mau dihilangkan bisa, tapi berbayar.

Saya pernah memberikan KulWapp singkat di RB Menulis Ibu Profesional Jakarta juga menggunakan aplikasi ini, berikut link nya โคต

Cara Membuat Grafis dengan Aplikasi Photofy

Bahkan setelah itu diadakan QUOTOFY CONTEST oleh RB Menulis, dengan saya yang didapuk sebagai Juri. It’s a big honour for me!. Ilmu desain grafis saya barulah seujung kuku, tapi MasyaAllah tabarakallah saya bahagia sekali bisa berbagi ilmu ๐Ÿ˜

Berikut adalah hasil kreasi saya menggunakan Photofy, tidak banyak yang tersisa di memory HP saya, untuk lebih lengkapnya sila mengunjungi Instagram @vie_erma ๐Ÿ˜‰

Jakarta, 7 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Mengenal CANVA

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 1

Sewaktu saya menemukan aplikasi CANVA untuk Android di APP STORE.. it’s a BIG Yeay for me!

This apps is brilliant! Easy to create gorgeous designs.

Aplikasi ini membantu kegemaran saya mendesain berbagai macam grafis, baik saya gunakan untuk diri sendiri maupun membantu pekerjaan saya sebagai Content Writer dan Graphic Designer.

Memakainya sangat mudah, bahkan bagi pemula. Saya bisa mendesain kutipan-kutipan yang saya harapkan bisa menginspirasi banyak orang dengan hasil yang memuaskan. Canva adalah salah satu aplikasi yang meningkatkan kepercayaan diri saya untuk bergabung menjadi Tim Desain Grafis Ibu Profesional Jakarta. Berikut adalah sebagian kecil karya yang saya buat dengan Canva :

Bahkan CANVA membantu saya mendesain COVER buku Antologi Cerpen karya RB Menulis Ibu Profesional Jakarta. Asyik kan..

I do really enjoy using this app. Try it now! ๐Ÿ˜‰

Jakarta, 6 Februari 2018

Vivi Erma

Kuliah Umum Keluarga Multimedia

Kuliah Umum Keluarga Multimedia

๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰ Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang level 12 ๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰

๐Ÿ‘ฉ๐Ÿ’ปKeluarga multimedia adalah sarana kita untuk mendekatkan kebersamaan keluarga dengan keberadaan teknologi yang ada.

๐Ÿ’ปSebagaimana piramida ibu profesional yang berujung pada noble attitude, maka apapun yang dipelajari lewat teknologi nanti adalah untuk penyempurnaan akhlak, dimana tahapannya adalah :

๐ŸŒธHow to educate the children
๐ŸŒผHow to manage family
๐ŸŒบHow to be confidence
๐ŸŒนHow to do continous improvement
๐ŸŒทNoble attitude

Game Level 12

๐Ÿ”Ž Cari tahu berbagai aplikasi/teknologi yang bisa memudahkan para ibu dalam proses mendidik anak/ memudahkan proses manajemen diri, keluarga dan komunitas/ membuat para ibu jadi produktif/ menambah amalan ibu untuk bisa makin bermanfaat bagi banyak orang.

โ˜Satu hari cukup cari tahu 1 teknologi/aplikasi ( selain yang sudah dicontohkan o/ Ibu Septi ), praktekkan, tulis review dan cantumkan link unduh/akses aplikasinya.

๐Ÿ“šReview berupa tulisanโœ๐Ÿป, boleh dilengkapi dengan foto๐Ÿ“ท/ video๐Ÿ“น

โณPeriode tantangan 3 Februari – 19 Februari 2018โณ

๐Ÿ“šKumpulkan tantangan pada link berikut ini :

http://bit.ly/Game12BunSayKordiBatch1

Link rekapan tugas :

http://bit.ly/RekapanGame12BunSayKordiBatch1

๐Ÿ”–Bagi anda yang menggunakan blog , gunakan label :

Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 12
Tantangan 10 hari

Mohon dipastikan blog tidak dikunci atau perlu izin akses dan harus ada tulisan tantangan yang bisa kami cek, bukan hanya judul tantangan

๐Ÿ–ฅ Gunakan hashtag berikut saat pengumpulan tugas:

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Review Membangkitkan Fitrah Seksualitas Level 11

Review kelas bunda sayang sesi 11
Institut Ibu Profesional
MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS
Teman-teman terima kasih di materi 11 kali ini sudah menjalankan banyak proses belajar, mulai dari belajar diskusi mengelola kelompok kecil (small group discussion), belajar dengan cara berbagi ilmu ( Learning by Teaching ), belajar membuat berbagai macam media pembelajaran ( tools learning ), dan tentunya lebih memahami topik pembelajaran kita di sesi 11 ini tentang “membangkitkan fitrah seksualitas anak”.
Mari kita kupas satu persatu apa yang sudah kita pelajari di sesi 11 ini.
โ˜˜ Diskusi dalam Grup Kecil ( Small Group Discussion )
Small group discussion adalah metode pembelajaran yang memberikan kesempatan pada kita untuk belajar secara lebih aktif dengan bekerja sama dalam kelompok guna mencapai sebuah tujuan yang ditetapkan. Kali ini tentang fitrah seksualitas.
Dalam small group discussion kita dirangsang untuk
1. Mengeksplorasi gagasan
2. Meningkatkan pemahaman hal baru,
3. Menguasai teknik untuk memecahkan masalah,
4. Mendorong pengembangan berpikir dan berkomunikasi secara efektif,
5. Memperbaiki kerja sama kelompok,
6. Meningkatkan keterlibatan semua peserta dalam mengambil keputusan.
โ˜˜ Belajar dengan Cara Mengajar ( Learning by Teaching )
Learning by teaching (German: Lernen durch Lehren, short LdL) designates currently the method by Jean-Pol Martin that allows pupils and students to prepare and to teach lessons, or parts of lessons. Learning by teaching should not be confused with presentations or lectures by students, as students not only convey a certain content, but also choose their own methods and didactic approaches in teaching classmates that subject
Teman-teman di kelas bunda sayang ini tidak lagi belajar Learning by Teaching yang digagas oleh seorang ahli pendidikan Jerman Jean-Pol Martin tetapi kita semua sudah langsung mempraktekkannya.
Ketika kita membagikan ilmu fitrah seksualitas kepada semua teman-teman di kelas bunda sayang tanpa sadar kita juga belajar, mengeksplor, mereview, dan mengevaluasi ilmu fitrah seksualitas, reproduksi sehat, dan sejenisnya yang mungkin telah lama terpendam, tersimpan dalam memori.
Kadang kita tau bahwa kita pernah mendapatkan ilmu tersebut, tapi kita lupa menempatkannya dimana. Lalu moment saat kita mengajarlah yang membantu kita belajar menemukan “file” itu kembali. Begitu seterusnya semakin kita mengajarkannya semakin banyak pula kita belajar mengulangnya, sehingga ilmu kita bertambah dan semakin tajam.
โ˜˜ Media Pembelajaran (Learning Tools)
Media Pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Menurut Edgar Dale, dalam dunia pendidikan penggunaan media pembelajaran seringkali menggunakan prinsip Kerucut Pengalaman (lihat gambar).
Di sesi ini teman-teman sudah menghasilkan banyak sekali media pembelajaran tentang fitrah seksualitas, sehingga bisa membantu banyak orang untuk memahami bagaimana cara membangkitkan fitrah seksualitas pada diri anak-anak.
โ˜˜ Fitrah Seksualitas
Mendidik Fitrah Seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya, yaitu bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagaimana lelak. Demikuan juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagai seorang perempuan.
Di sesi 11 ini kita melihat berbagai macam ilmu yang disampaikan dari masing-masing kelompok seputar apa itu fitrah seksualitas, bagaimana cara membangkitkannya dan menumbuhkan fitrah tersebut sesuai jalannya.
Secara garis besar ada beberapa prinsip yang bisa kita simpulkan yaitu :
Prinsip 1 : Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)
Prinsip 2 : Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.
Prinsip 3 : Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.
Luar biasa pembelajaran teman-teman di sesi 11 ini. Kumpulkan harta karun yang sudah anda temukan dalam etape belajar kali ini, kemas dengan bagus dan tebarkan benih kebaikan ilmu yang sudah anda dapatkan ke sebanyak-banyak orang.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
๐Ÿ“š Daftar Bacaan
Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2015. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Harry Santosa dkk,2017, Fitrah Based Education, Jakarta
Jean Pol Martin, 2016, Learning by Teaching

Pengajaran dan Pendampingan Fitrah Seksualitas pada Anak Usia Pre Akil Baligh

Review Grup Srikandi 12

Kedekatan seorang anak perempuan dengan ayahnya diusia pre aqilbalig akan menyempurnakan fitrah seksualitasnya, seperti video berikut ini Ayah adalah cinta pertama untuk anak gadisnya

Setelah kita mengenang kasih seorang ayah, sekarang kita kuatkan hati kita melihat tantangan yang dihadapi anak-anak kita.

Berbagai tantangan penyimpangan fitrah seksualitas kita hadapi di masa sekarang ini. Dari kelompok 1-11 telah memaparkannya, berikut hasil diskusi Srikandi 12, silakan disimak ๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป

Bismillaah.

Kami dari kelompok 12, bersyukur hari ini diberikan kesempatan untuk berbagi informasi yang selama ini sudah kami diskusikan.

Banyak sekali kasus yang dalam kurun waktu dua dekade ini, membuat perempuan terutama ibu, mengerutkan dahi, meneteskan airmata. Kasus-kasus yang memaksa anak kecil terseret dalam pusara kejahatan. Kekerasan terhadap anak, terhadap para penerus Negeri.

Ibu, adalah madrasatul ula, dimana dikatakan ibu Septi, bahwa “Membangun peradaban itu di mulai dari IBUnya. Kalau perempuan tidak bangga menjadi ibu, maka tidak akan lahir GENERASI HEBAT dari rumahmu.” Maka, memperbaiki generasi yang mulai porak poranda ini, diperlukan ibu yang kuat, ibu yang cerdas, dan ibu yang militan.

Lalu, apa hubungan Perbaikan Generasi dengan Fitrah Seksualitas?

Kita ketahui, kita tidak lagi di rusak dengan di jajah, melainkan, generasi penerus kitalah yang di rusak moral dan akhlaknya. Salah satunya dengan Narkotika. Hal lain yang tak kalah membahayakan adalah NARKOLEMA (Narkoba Lewat Mata) yaitu dengan di jejali Pornografi dan maraknya LGBT.

Ini bukan lagi kasus yang bisa dilihat dengan sebelah mata, tetapi harus dilihat dengan mata waspada penuh.

Pembagian usia anak seperti yang kami pahami adalah sebagai berikut :

0-7 tahun, dimana masa ini, adab serta fitrah keimanan yang lebih diutamakan untuk dididik. Masa dimana pemenuhan egosentris sehingga saat ke tahap berikutnya ia sudah bisa memahami makna tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

8-10 tahun, pendampingan dan pengajaran Fitrah Seksualitas lebih dididik. Disamping fitrah keimanan juga terus dididik.
Fitrah Seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya. Berfikir, merasa, bertindak, bersikap, berpakaian dll sebagai seorang laki-laki sejati, atau sebagai perempuan sejati.
Menurut kami, salah satu tujuan membangkitkan Fitrah seksualitas anak adalah agar anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan “saya laki-laki” atau “saya perempuan.”

11-14 tahun, masa dimana tarik ulur pada anak, percobaan saat anak di lepas ke khalayak, apakah akan terwarnai atau mewarnai. Ini adalah masa paling penting untuk observasi dalam menuntaskan pendampingan pada anak.

Seberapa Penting Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada anak?

a. Menurut kami, salah satu tujuan membangkitkan Fitrah seksualitas anak adalah agar anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan “saya laki-laki” atau “saya perempuan.”

b. Penting agar fokus menjalankan misi hidup, ketika menjadi ibu tidak terbebani dengan peran sbg ayah, ketika menjadi perempuan tidak menuntut agar mampu berperan seperti laki2 dan pada akhirnya terhindar dari penyimpangan

c. Sangat penting, karena dengan bangkitnya fitrah seksualitas sejak dini, anak akan semakin paham perannya sebagai seorang perempuan atau seorang laki2

d. Fitrah seksualitas sangat penting ditanamkan sejak dini, agar ketika terjadi sesuatu diluar perkiraan anak tetap punya penerimaan yg baik thd dirinya.
Satu kasus : pernah ditemui anak laki-laki saat kelas 2 SMA, ibunya meninggal. Lama-lama terjadi penyimpangan perilaku seksual yaitu anak tersebut suka dengan sesama lelaki. Ternyata tinggal dengan Seorang ayah tdk menjamin seorang anak tumbuh fitrah kelelakiannya apalagi jika sang ayah selalu mengalah dng keinginan anak karena alasan kasihan.

e. Menurut kami sangat penting membangkitkan fitrah seksualitas ditengah tantangan zaman saat ini. Karena penyimpangan seksualitas tidak hanya dari golongan paham liberal saja bahkan sekarang udah ada di golongan religius.
Dominasi perempuan untuk guru PAUD juga dapat mempengaruhi perkembangan fitrah seksualitas anak.

Jadi agar anak laki2 kita kelak menjadi ayah sejati dan anak perempuan kita menjadi ibu (madrasatu ula) yg sejati maka penting bagi kita ini membangkitkan fitrah seksualitasnya.

๐Ÿ”จ Beberapa penyebab perilaku seks menyimpang yang berasal dari pola asuh yang keliru :

Mandi bareng tidak berbusana, Ayah dan anak, Ibu dan anak.
Baik sejenis maupun beda jenis kelamin
Sesama sepupuan,
Temen-temen.
Meskipun sesama jenis kelamin.
Tidur dalam satu selimut sesama laki2 dan perempuan, ini biasa nya kalau ada sepupu yang menginap atau sebaliknya.
Pernah melihat ayah dan ibu bersama (anak diatas usia SD yg masih tidur bareng orang tua)
Kecanduan pornografi karena orangtua yang tidak mengerem gadget.
Ayah maupun ibu yang terlalu keras.

๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ

Oleh karenanya, penanganan yang paling utama bagi yang sudah kecanduan adalah dengan pembinaan. Sedangkan bagi calon penerus bangsa yang masih belum ternoda, adalah dengan
*Pengajaran dan Pendampingan Fitrah Seksualitas pada Anak Usia pre Aqil Baligh*

Bagi muslim, Kita ketahui, bahwa dalam islam tidak menganut istilah masa anak, remaja, dan dewasa. Akan tetapi adalah masa pre-baligh dan baligh. yang menandakan bagaimana perubahan kewajiban seseorang atas dirinya kepada Tuhannya. Secara biologis, ditandai dengan berubahnya sistem hormon pada diri seseorang. Setiap anak memiliki masa baligh yang berbeda antara rentang umur 12-15 tahun.

Sedangkan aqil, menurut Harry Santosa, Secara umum indikatornya adalah mampu memecahkan masalah, mengambil keputusan, memikul resiko atas sebuah keputusan, bertanggung jawab, mandiri baik secara personal maupun sosial. Khusus untuk laki-laki mampu mencari nafkah sendiri dan pada umumnya adalah mampu memikul beban kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.

Jadi, harapan kami dengan Pendampingan anak di usia Pre Aqil Baligh adalah, anak bisa menuntaskan Masa Aqil Baligh secara Bersamaan. Saat sudah baligh, aqilnya sudah matang dan paham terkait fitrah seksualitas sehingga tidak akan melakukan penyimpangan terhadap hal tersebut.

๐Ÿ’Prinsip dan Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas๐Ÿ’

Mendidik Fitrah Seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya, yaitu bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagaimana lelaki Juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagai seorang perempuan.

๐Ÿ„Prinsip 1 : Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)

๐Ÿ„Prinsip 2 : Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.

๐Ÿ„Prinsip 3 : Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.

๐Ÿ’Tahap Usia 0-2 tahun : Anak lelaki maupun anak perempuan lebih didekatkan kepada Ibu karena masa menyusui. Menyusui adalah tahap awal penguatan semua konsepsi fitrah termasuk fitrah keimanan dan fitrah seksualitas.

๐Ÿ’Tahap Usia 3-6 tahun : ini Tahap Penguatan Konsepsi Gender dengan Imaji imaji positif tentang gendernya masing masing. Anak lelaki maupun anak perempuan harus didekatkan kepada Ayahnya dan kepada Ibunya. Ayah dan Ibu harus hadir pada fase ini. Indikator tumbuhnya fitrah seksualitas di tahap ini adalah anak dengan jelas dan bangga menyebut gendernya di usia 3 tahun.

๐Ÿ’Tahap Usia 7-10 tahun : Ini tahap Penyadaran Potensi Gender dengan beragam aktifitas yang relevan dengan gendernya. Anak lelaki yang telah ajeg konsep kelelakiannya pada usia 0-6 tahun, maka kini disadarkan potensi kelelakiannya langsung dari Ayah. Anak lelaki lebih didekatkan ke Ayah. Ayah mengajak anak lelakinya pada peran dan aktifitas kelelakian pada kehidupan dan sosialnya, termasuk menjelaskan mimpi basah, fungsi sperma dan mandi wajib.

Begitupula anak perempuan lebih
didekatkan ke Ibu untuk disadarkan peran keperempuanannya dalam kehidupan sosialnya.

Indikator di tahap ini adalah anak lelaki kagum dan ingin seperti ayahnya, anak perempuan kagum dan ingin seperti ibunya.

๐Ÿ„Tahap 11-14 tahun : Ini tahap Pengujian Eksistensi melalui ujian dalam kehidupan nyata. Anak lelaki yang telah sadar potensi kelelakiannya kini harus diuji dengan memahami mendalam lawan jenisnya langsung dari ibunya. Maka anak lelaki di tahap ini lebih didekatkan kepada ibunya agar memahami cara pandang perempuan dari kacamata perempuan (dalam hal ini ibunya). Anak perempuan juga sebaliknya, lebih didekatkan ke ayahnya agar memahami mendalam bagaimana cara pandang lelaki dari kacamata lelaki (dalam hal ini ayahnya). Indikator di tahap ini adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ayah bagi anak lelaki. Bagi anak perempuan adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ibu

๐Ÿ„Tahap => 15 tahun : Ini tahap penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga menjadi peran keayahbundaan. Ini adalah masa AqilBaligh atau anak bukan lagi anak anak, tetapi mitra bagi orangtuanya. Secara syariah mereka telah Mukalaf atau mampu memikul beban syariah, termasuk kemampuan untuk menikah atau menjadi ayah sejati atau menjadi ibu sejati.

Semua ulama sepakat bahwa anak pada tahap ini sudah tidak wajib lagi dinafkahi, jikapun masih dinafkahi itu karena statusnya fakir miskin. Maka kewajiban orangtualah untuk mengantarkan anak anak mereka untuk aqilbaligh sempurna dan mencapai peran peradaban bukan hanya dalam profesi namun juga untuk berperan menjadi ayah sejati dan ibu sejati.

๐Ÿ“œCatatan 1: Anak anak yang kehilangan salah satu sosok orangtua baik karena meninggal atau karena perceraian, maka wajib segera diberikan sosok pengganti sampai mencapai aqilbaligh baik dari keluarga besar maupun komunitas/jamaah kaum Muslimin.

๐Ÿ“œ Catatan 2: Fitrah Seksualitas ini tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi tumbuhnya fitrah lainnya seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga agar juga tidak mudah ditularkan penyimpangan seksual oleh lingkungan.

๐Ÿ“œCatatan 3: LGBT jelas adalah penyimpangan fitrah

Jakarta, 19 Januari 2018