YouTube

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 10

YouTube. Di postingan sebelum ini sempat saya singgung betapa signifikan aplikasi ini dalam hidup saya (hasyeeekk.. ๐Ÿ˜). Melalui aplikasi ini saya bisa menambah khasanah keilmuan baru – “update” “upgrade” “recall”, terutama tentang agama. Sebagai ibu yang memiliki dua balita, dimana salah satunya belum sekolah, membuat saya terus terang tidak begitu leluasa mengejar kajian Offline.

Disamping itu, aplikasi ini banyak membantu pekerjaan saya sebagai ibu rumah tangga dengan keywordhow to” -nya (if you know what i mean ๐Ÿ˜‰), ya.. saya adalah salah satu ibu yang learning by doing ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ

So, thanks YouTube ๐Ÿ˜—

Jakarta, 15 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Advertisements

Kids Video for YouTube

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 9

Memperkenalkan gadget pada anak itu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi anak harus paham teknologi dan kesempatan memperoleh banyak ilmu serta informasi ( such as my kids favorite channelDr. Binocs Show ), anak- anak jadi tahu bagaimana badai terjadi, proses gunung meletus, banjir dan sejenisnya. Di sisi lain, terdapat beberapa konten kartun yang berbahaya (mengandung kekerasan, belum lagi iklan produk dewasa yang menampilkan hal-hal yang tidak pantas dilihat, terutama untuk anak seusia mereka).

Sayapun, jujur, terbantu sekali dengan aplikasi YouTube, terutama untuk melihat kajian online secara rutin – yang tidak selalu bisa saya hadiri secara offline.

Biar bagaimanapun solusinya memang anak bergadget-ria itu harus dengan pengawasan orang tua. Kadang saya tidak bisa selalu menemani di samping mereka, tapi minimal ada upaya, jadi saya putuskan untuk menginstall aplikasi YouTube Kids.

Berikut adalah review yang saya dapatkan dari situs ini commonsensemedia.org

Youtube Kids Review,

Parents need to know that YouTube Kids is a kid-targeted portal to YouTube that features curated, ad-supported TV shows, music, educational videos, and user-created content. Itโ€™s worth noting that since there are regular updates, the channels and videos are always subject to change. The app continues to draw lots of public scrutiny and controversy for including some clearly inappropriate videos and ads (with nudity, alcohol, and profanity), as well as fast food and junk food ads that push unhealthy food (some of which look a lot more like entertainment than advertising, making it hard for kids to know theyโ€™re being marketed to). If parents sign up for a YouTube Red subscription, there are no ads, and kids can watch offline. Families can also access it via television, depending on your device.

Though much of the content most kids will encounter isnโ€™t problematic, the fact that any made it into the rotation means YouTubeโ€™s curation process isnโ€™t perfect (details of how titles are curated are slim; publicly, Google says itโ€™s โ€œa mix of automated analysis and user inputโ€), so adult oversight is key. Parental control features are available โ€” such as a timer, the ability to block videos or channels, and a way to disable the search feature โ€” and parents can create their own passcodes. Kids can also have their own profiles and even set their own passcodes to keep siblings out of their profiles, but parents can override it. In addition to direct, kid-targeted ads, the app has whole channels dedicated to products such as Hasbro toys, Lego, and even McDonaldโ€™s, as well as lots of videos in which kids can watch someone โ€œunboxโ€ a wide variety of toys. Some videos have mild cartoon violence, potentially creepy images, and somewhat suggestive content (crotch-grabbing during a Michael Jackson dance tutorial, for instance). Parents may want to talk with their kids about the product- and brand-centered channels before letting kids find them on their own and monitor kidsโ€™ viewing in case adult content sneaks through. Bottom line? Though YouTube Kids is well made and fun to use and offers a lot of videos that are perfectly fine for kids, the outliers and frequency of branded content mean itโ€™s essential for parents to stay involved โ€” just as with any media product that contains ads or potentially iffy content. YouTube Kids falls under the general Google privacy policy, which does allow for some sharing of information and doesnโ€™t contain a clause specific to the app.

Seperti yang tertulis di atas,

Though much of the content most kids will encounter isn’t problematic, the fact that any made it into the rotation means YouTube’s curation process isn’t perfect (details of how titles are curated are slim; publicly, Google says it’s “a mix of automated analysis and user input”), so adult oversight is key (Teteup!).

Parental control features are available — such as a timer, the ability to block videos or channels, and a way to disable the search feature — and parents can create their own passcodes. Kids can also have their own profiles and even set their own passcodes to keep siblings out of their profiles, but parents can override it. (Lumayan ya..)

Jakarta, 14 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Pinterest : A Visual Collection of All Your Interest

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 8

Let me introduce you to the best social media in the world , Pinterest.

Whatโ€™s Pinterest? Pinterest is a visual bookmarking tool that helps you discover and save creative ideas. http://about.pinterest.com/

I know Pinterest in 2012. I found almost everything in there. Pinterest provide my needs as my self (dress up ideas, bedtime stories – creepy pasta ๐Ÿ˜‚ ), as a mother (recipe, home decor, kids playing activities ideas) , as a writer (writing ideas), as a graphic designer and many more.

It is real hard not to quickly fall I love with Pinterest. It is so easy to use and can provide endless hours of entertainment. The platform is highly versatile and is great for entertainment or business marketing. This is not just a random opinion but the huge success and wide popularity of this design says it all. If you are not using Pinterest for personal or business we suggest you at least go and give it a look for yourself ๐Ÿ˜‰

Jakarta, 13 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Logopit Plus – Logo Maker

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 7

Sewaktu diadakan lomba desain LOGO di sebuah komunitas menulis yang saya ikuti (Rumbel Menulis Ibu Profesional Jakarta), saya secara sengaja mencari Logo Creator di App Store. Dan dari beberapa yang direkomendasikan, LOGOPIT ini salah satunya. Setelah mencoba aplikasi yang lain, LOGOPIT ini satu-satunya yang mudah digunakan (menurut saya), yang lainnya lumayan njelimet ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Alhamdulillah, setelah coba-coba bikin kok asyik ya, akhirnya ikutan deh lomba desain LOGO RB Menulis dan eh ternyata.. kepilih!!! ๐Ÿ˜ƒ

Selain sebagai Logo Maker, aplikasi ini juga sebetulnya bisa untuk membuat desain grafis, kolase foto maupun hanya sebagai penempel LOGO.

Jakarta, 12 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

LINE Camera

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay | Keluarga Multimedia | Day 6

Sebelum kenal aplikasi lain-lain, LINE Camera ini andalan saya untuk kolase foto dan menjadikannya a way more fun and attractive. Setelah kenal Photofy dan mengharuskan saya menempel LOGO, aplikasi ini membantu sekali. Dan bukan saya saja yang suka, anak-anak juga tertarik dengan fiturnya, drawing and stickers.

Jadi saat kami melakukan perjalanan panjang, ke luar kota misalnya, atau menemui kemacetan, LINE Camera keep the children busy and bye bye the crancky. ๐Ÿ˜†

So, these are their projects with LINE Camera

And these are mine

Jakarta, 11 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Phonto – Text on Photos

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 5

Nah, ini nih aplikasi yang ngebantu banget – banget masalah FONT. I enjoy using this app ๐Ÿ˜Š Ragam FONT nya luar biasa banyak.. and you get to pick your own color.

Dengan adanya banyak pilihan FONT seperti ini membuat desain grafis kita lebih menarik.

Aplikasi Phonto ini hanya untuk menambahkan TEXT pada foto atau background yang sudah kita buat sebelumnya ya, persis Fonteee . Jadi tidak ALL IN seperti CANVA , Photofy maupun PicsArt. Aplikasi ini FREE Watermark.. so it’s a big yeay for me ๐Ÿ˜†

Berikut adalah hasil menggunakan aplikasi ini :

Jakarta, 10 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š

Jatuh Cinta dengan Fonteee

Tantangan 10 Hari | Level 12 | Kuliah Bunsay IIP | Keluarga Multimedia | Day 4

Sewaktu crawling mencari aplikasi typography di App Store dan menemukan Fonteee ( dengan 3 huruf e, yang kurang atau lebih berarti palsu ๐Ÿ˜‚) rasanya tuh seperti menemukan Teh Kotak di tengah padang pasir pas lagi haus-hausnya banget! (Iya segitunya! ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‚) Super keren untuk bikin quote. Meski tidak terlalu banyak, tapi fontnya keren banget dan aplikasi ini menyediakan quote font dengan hanya kita memasukkan kalimatnya. ( Ngerti g sih? Belibet gw ngejelasinnya wkwkwk ).

Pake aplikasi ini gak ada pake ribet, even for beginners!

Seru deh!

Aplikasi ini khusus typography sih, jadi silahkan cari atau buat background keren dulu, seperti yang saya pernah cerita di postingan sebelumnya tentang Kreatif Melalui PicsArt yang minim ragam fontnya, aplikasi ini adalah sebuah solusi.

Berikut adalah beberapa hasil karya saya menggunakan Fonteee :

Jakarta, 9 Februari 2018

Vivi Erma ๐Ÿ˜Š