Menstimulus Kecerdasan Logis Matematis Anak

🍕🧀Cemilan Rabu🍕🧀
*Materi #6*

*🔹Menstimulus Kecerdasan Logis Matematis Anak🔹*
Dalam pendidikan anak, peran orangtua tidak tergantikan dan rumah merupakan tempat pendidikan anak yang utama. 
Banyak permainan eksplorasi yang bisa dilakukan bersama-sama antara orangtua dan anak yang bisa dilakukan didalam rumah atau diluar rumah untuk mengasah kemampuan logis matematis anak.
👶🏼Saat anak balita bermain pasir atau benda kecil halus lainnya (beras, tepung, biji2an, dll) sesungguhnya ia tengah menghidupkan otot tangannya dan melatih motorik halusnya sehingga anak akan mampu memegang pensil, menggambar, dll. Dengan bermain pasir dan benda kecil halus lainnya, sesungguhnya anak belajar estimasi dengan menuang & menakar.
🔢Saat mengenalkan konsep angka, orang tua mesti menyediakan suatu angka dengan simbolnya, misalnya mama mempunyai 3 buah apel. Maka orangtua mengenalkannya dengan buah yang sesungguhnya dengan jumlah yang sama, sehingga anak paham tentang konsep angka dan bilangan.
🎶Lagu juga bisa menjaDi media untuk mengenalkan berbagai tema tentang angka. Contoh: lagu Satu-Satu Aku Sayang Ibu. Lagu ini tidak hanya mengenalkan angka tapi juga subyek yang ada di sekitar anak tersebut.
0⃣ Setelah anak mengenal bilangan 1 sampai 10, maka kenalkanlah anak dengan bilangan nol. Memberikan pemahaman konsep nol pada anak tidaklah mudah. Bisa dilakukan dengan menghitung hiasan magnet yang ditempel dikulkas. Cobalah mengambil satu persatu dan mintalah anak menghitung yang tersisa. Lakukan berulang sampai magnet di kulkas tidak ada lagi yang melekat. Saat itu 

kita tunjukkan bahwa yang dilihat pada kulkas adalah 0 (nol) magnet
🍳Saat berada didapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan logika matematika, misalnya mengelompokkan sayur dan buah berdasarkan bentuk dan warna
🥘Di dapur juga anak bisa belajar dan mengenal konsep membagi, menambah dan mengurangi dari aktivitas memasak🍜 dan membuat kue, membagi hasil masakan dan membagi kue 🍕. Anak juga bisa belajar menimbang, menakar dan menghitung waktu. Memasak sambil melihat resep juga melatih keterampilan membaca dan belajar kosakata baru.
🏡Di rumah, kita juga bisa memberikan pemahaman konsep kuantitas dalam matematika. Misalnya dengan menghitung berapa jumlah ikan hias di kolam atau aquarium, menghitung berapa banyak motor yang lewat didepan rumah dalam 15 menit.  

Mengenalkan konsep perbandingan seperti besar-kecil, cepat-lambat, panjang-pendek dan sebagainya, misalnya dengan menanyakan roti donut dan roti bolu lebih besar mana, yang lebih cepat bergerak mobil atau motor, lebih tinggi mana pohon kelapa atau pohon belimbing, atau lebih berat mana tas kakak atau tas adik, dan sebagainya.
🛍Untuk kegiatan diluar rumah, kita bisa mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga melatih keterampilan aritmatika sederhana (kali, bagi, tambah, kurang).
🥁Kita juga bisa memberikan anak mainan yang berbentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi, persegi panjang, dan lain-lain serta mengajak mereka mengamati benda-benda disekitarnya yang berhubungan dengan bentuk geometri, misalnya: ban mobil, papan iklan, dan lain-lain. Pengenalan geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. 
⚽ Permainan tradisionalpun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti main congklak atau dakon, bermain bola bekel, dan lain-lain, sebagai sarana belajar berhitung dan bermanfaat untuk melatih kemampuan manipulasi motorik halus terutama melatih kemampuan jari tangan yang bermanfaat untuk kekuatan tangan saat menulis. Selama bermain, anak dituntut fokus mengikuti alur permainan, hal ini berguna melatih konsentrasi dan ketekunan.
🌟Mengapa stimulasi untuk kecerdasan logis matematis anak, banyak melalui permainan dan kegiatan bermain yang menyenangkan?

🎨Karena dengan bermain akan membuat anak dapat mengekspresikan gagasan dan perasaan, serta membuat anak lebih kreatif. 

🔍Dengan bermain, juga akan melatih kognisi atau kemampuan belajar anak berdasarkan apa yang dialami dan diamati dari sekelilingnya

💡Saat memainkan permainan yang menantang, anak memiliki kesempatan untuk memecahkan masalah, misalnya menyusun lego atau puzzle. Anak dihadapkan pada masalah, tetapi bukan masalah yang sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan, membuat anak tanpa sadar bahwa ia tengah dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. 
🌸Dengan menstimulus kecerdasan logis matematis di rumah dan di lingkungan sekitar tempat tinggal anak, dengan pendekatan yang menyenangkan, kreatif, kontekstual dan realistik, maka anak akan menyukai matematika, karena matematika ada disekitar mereka *(I Love Math, Math Around Us)* dan mereka mengetahui tujuannya untuk apa mereka belajar matematika.

Matematika ternyata mengasyikkan ya 💡

Selamat belajar matematika bersama keluarga 🏡👨‍👩‍👦‍👦
Salam Ibu Profesional, 
/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

🔹Sumber Bacaan:

http://uihanamizuki.blogspot.co.id/2014/12/makalah-kecerdasan-logis.html?m=1
Thomas Amstrong, In Their Own Way: Discovering and Encouraging your child’s Multiple Intelligence, 2000

Dosa- dosa Pengasuhan

Dosa dosa Pengasuhan 
Banyak sekali hal terjadi dalam pengasuhan yang merupakan kebiasaan atau sesuatu yang otomatis, tak bisa dikendalikan dan  dilakukan berulang ulang  oleh orang tua pada anaknya.  Umumnya hal itu terjadi dalam keadaan yang terdesak, tegang, kurang waktu dan tergesa gesa. 

Sebagai manusia,  kita semua  pernah berbuat salah bahkan dosa, termasuklah saya . 
Dengan maksud baik dan mulia, almarhum ayah saya mengajarkan kami untuk menghormati  setiap tamu yang datang kerumah kami dengan memberi mereka makan. Tergantung datangnya : bisa sarapan pagi, makan siang atau makan malam Beliau menginginkan tamu tamu itu makan dulu baru berbincang bincang. Karenanya, kalau lama saja sedikit ayah saya akan bertanya :”Sudah siap Ma atau Elly?, boleh cepat sedikit?”

Ini terjadi berpuluh tahun, maka sudah jadi kebiasaan pula bagi kami sekeluarga untuk menawarkan atau sudah langsung menyiapkan makan untuk tetamu kami bila waktu makan tiba, yah seadanya..
Air pancuran jatuhnya ke pelimbahan juga 
Seiring  dengan  kebiasaan tersebut, maka jadi terbiasa pulalah saya mengatakan : “Cepat sedikit!” pada anak anak saya. Nah, setelah punya cucu, tak terelakkan saya menyaksikan bagaimana anak anak saya sering mengucapkan hal yang sama dalam cara yang berbeda pada anak anaknya. Terutama itu tadi, kalau buru buru, sudah telat  dan situasi lain yang serupa.  

Inilah yang saya sebutkan bahwa:  Pengasuhan itu di turun 

temurunkan .

Masalahnya  masing masing keluarga mempunyai kebiasaan sendiri dan aturan serta harapan yang juga berbeda. Umumnya orang tidak menyadari bahwa kebiasaan pengasuhan  yang dilakukannya sehari hari  merupakan pengulangan dari bagaimana dulu dia diasuh.  Hanya orang orang yang  sungguh sungguh sadar ada yang salah dengan cara pengasuhannya dulu dan  sudah  sepenuhnya dirasakanya dampak tidak baik dari cara pengasuhan tersebut, yang berjuang  untuk tidak melakukan hal yang serupa.

Jadi anak yang dibesarkan dengan tenang, kata kata yang baik dan suara yang lembut  serta perlakuan yang respek, semua tertib dan teratur , akan menjadi orang tua yang sama pula bagi anak anaknya .Ringkasnya, anak yang dibesarkan dengan cubitan akan mencubit, dan yang biasa dengan pukulan akan menampar.

Saya punya sejuta cerita rasanya untuk dikisahkan… 

Orang tua yang sangat mementingkan prestasi akademis anaknya, sehingga mengizinkan anaknya tidak memenuhi apapun tugas nya dirumah asal belajar dan les, akan memperlakukan anaknya serupa. Di keluarga itu pasti sering terdengar :’Ya sudah kalau yang kamu kerjakan itu belum selesai2 juga, tinggalin aja, nanti mama  atau mbak Ilah yang ngerjain. Sana! selesaikan dulu pe-er dan tugas tugasmu!”
Hal apa yang dampaknya paling buruk?
Temuan dari penelitian yang bertahun tahun kami lakukan,  menunjukkan bahwa cara pengasuhan yang berdampak sangat jauh dan dalam adalah: Ngomong dan sikap, termasuk bahasa tubuh  orang tua..

Saya teringat benar akan pepatah :”Mulut kamu harimau kamu!” Betapa kata kata bisa akan memangsa kita kembali.

Anak sudah berjuang belajar demi memenuhi harapan orang tua, eh sudah ranking bahkan ada yang lulus ‘cumlaude’, tetap kurang dapat penghargaan. Dianggap sesuatu yang biasa atau “sudah semestinya!”, boro boro diberi hadiah, pelukan saja tinggal  mimpi..

Banyak sekali saya menemukan bagaimana anak anak ini ketika dewasa kalau bisa pergi secepatnya dari rumah orang tuanya, sekolah kek, kawin kek.. pokoknya  menjauh dari orangtua kandung sendiri. Ketika sudah berkeluarga mereka  merasa tidak nyaman atau sudah ketakutan  jauh sebelum orangtua nya datang  mengunjunginya.Belum lagi  super ketakutan kalau ortunya tersebut mengulang pula cara pengasuhannya pada anak anak mereka, yg notabene cucu cucu kandung  ibu bapaknya 

Kedengaran tidak sopan,tidak berbakti atau  tidak tahu diri? Tapi itulah kenyataannya.

Seorang sahabat datang bertandang kerumah kami  beberapa hari yang lalu. Kami mengenal menantu bahkan besannya.Dia menceritakan bagaimana terkejutnya dia menemukan menantu laki lakinya ini bukan saja sangat dekat tapi juga manja sekali dengan ibu mertuanya. Suatu hari mereka mendapat kiriman foto bahwa besan perempuan mereka dirawat di RS. Heran, dia bertanya kemenantunya kenapa tidak  memberi tahu dan apakah menantunya ini sudah menengok ibunya? Sahabat kami ini sangat terkejut ketika mengetahui bahwa menantunya bukan saja tidak mau mengabari mertuanya tapi juga tidak mau melihat ibunya yang sakit!. Astagfirullah! . Ternyata, menantunya ini mengatakan bahwa dia tidak dekat dengan ibunya, karena ibunya  selalu”ngomel”, bawaannya “salah mulu” kebanyakan nasihatin dan bukan saja miskin pujian tapi juga senyum!. “Mukanya bête aja”  jelas menantunya. Apa yang terjadi berikutnya?, demi mengajarkan menantunya ini, sang mertua mengantarkan dan menemaninya untuk menengok ibunya sendiri.

Banyak sekali pasangan tidak bahagia, bahkan sampai kecucu menderita, karena dosa dosa pengasuhan ini.
Jadi bagaimana dong ?
Sekarang tantangan pengasuhan luar biasa, semakin hari semakin meningkat saja bahayanya. Dari buku sekolah yang mengandung unsur porno, kejahatan seksual dimana mana, tontonan, permainan dan lagu anak yang penuh hal buruk, narkoba terus menerus ditemukan dalam jumlah besar tapi kita tidak pernah dengar bagaimana akhirnya, dan ancaman pornografi diujung jemari anak kita yang mengganggu fungsi otaknya tanpa diawali dengan pengaruh terhadap prestasi akademisnya!

Alih alih menjauhkan anak dari berbagai pengaruh buruk dan jahat tersebut, kita bisa membuat mereka menjadikannya sebagai “pintu exit” dari situasi buram, gak nyaman dan menekan dari dalam rumah, kalau kita menurun temurunkan kan dosa dosa  pengasuhan  tanpa sengaja.

Saya mengajak diri saya dan anda orang tua terpelajar yang baik hati untuk mengenali dan kemudian meotong kebiasaan2 buruk  dalam pengasuhan yang kita lakukan sehari hari.

Yuk kita sadari, jangan jangan ortu kita juga mewarisinya dari situasi yang tidak nyaman dulu dirumah beliau. Semua kan sudah berlalu, bahkan berpuluh tahun yang lalu. Jangan kan kita mampu mengendalikannya, tahu  apa yang jadi  penyebabnya saja tidak!

Paling gampang, yuk menerimanya sebagai kenyataan, lalu maafkan, minta ampunkan pada Allah, bicara selalu positif  pada otak kita, dan mulailah ngomong dengan senyum terlebih dahulu. Senyum membantu untuk bikin relaks, Kalau lagi marah banget ya tarik nafas dua – tiga kali, tersenyum baru bicara.

Enak diomongin gak enak di kerjain, pasti anda bilang begitu. Ya iyalah, tapi  ‘worth it’ untuk dicoba. Ngapain yang jelek jelek tetap disimpan iya khan, apa gunanya.

Nah selanjutnya, kalau lagi sendiri banyak banyaklah istigfar dan bayangkan anda membuang semua kebiasan lama tersebut sambil berulang ulang bilang sama diri sendiri : Aku harus merdeka, jiwaku merdeka dan pikiranku merdeka!

Hidup udah susah, jangan di susah susahin lagi 

Selamat menyambut hidup yang lebih ringan  dan bahagia untuk melahirkan generasi yang lebih bahagia!.

Luv u all
Bekasi  30 Juli 207

Elly Risman

#Parentingeradigital
Silahkan share bila bila dinilai bermanfaat

Jangan Mainkan Semua Peran

SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN

By : *Elly Risman*

(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran,

ya jadi ibu,

ya jadi koki,

ya jadi tukang cuci.

ya jadi ayah,

ya jadi supir,

ya jadi tukang ledeng,

Anda bukan anggota tim SAR!

Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.

Tidak ada sinyal S.O.S!

Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, “Sini…Ayah bantu!”.

#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, “Sini…Mama saja”.

#Tali sepatu sulit diikat, “Sini…Ayah ikatkan”.

#Kecipratan sedikit minyak

“Sudah sini, Mama aja yang masak”.

Kapan anaknya bisa?
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,

Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?
Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.
Kemampuan menangani stress,

Menyelesaikan masalah,

dan mencari solusi,

merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.
Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,

Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.
Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,

tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.
Tampaknya sepele sekarang…

Secara apalah salahnya kita bantu anak?
Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.
Sakit sedikit, mengeluh.

Berantem sedikit, minta cerai.

Masalah sedikit, jadi gila.

,

Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.
AQ?

Apa itu?

ADVERSITY QUOTIENT

Menurut Paul G. Stoltz,

AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.
Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?
Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.

Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.

So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup…
Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,

sedikit menangis,

sedikit kecewa,

sedikit telat,

dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.

Ajari mereka menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,

Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?
Bisa2 anak anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi,

Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.
Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,

Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.

Tapi sadarilah,

hidup tidaklah mudah,

masalah akan selalu ada.

Dan mereka harus bisa bertahan.

Melewati hujan, badai, dan kesulitan,

yang kadang tidak bisa dihindari.

_Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yg kokoh dan mandiri….

Mengenal Angka

🌸Tantangan 10 hari level 6🌸

 🔹Temukan Matematika di sekitarmu🔹


Mommy.. satu itu seperti lidi

Dua seperti bebek

Tiga seperti burung

Empat.. kursi terbalik

Lima… mmm.. *tampak berfikir keras seperti… oo tau tau.. Badut!

Enam .. seperti ular melingkar

Tujuh seperti tongkat

Delapan telur ada dua (bertumpuk)

Sembilan.. balon terbang

Sepuluh.. lidi dan telur



Celoteh Akhtar suatu siang saat kami sedang mengantri di sebuah Bank Swasta. Lama antrian tak membuatnya jenuh karena sepanjang waktu tunggu, Akhtar tampak tertarik dengan angka- angka yang dia lihat dari tempat kami duduk, terutama angka di atas meja layanan yang berjumlah 10 deret.

Tak berhenti disitu, dimanapun bahkan sesampai di rumah, Akhtar banyak menunjukkan angka pada seluruh penghuni rumah,

“Papa liat! Ada 8786!” (Plat mobil) 😁

“Auntie.. kaos auntie ada angka 3 nya, angka 3 itu seperti burung lo!”

“Moma.. kertas ini kenapa banyak sekali angka- angkanya?”

“Oh itu namanya Kalender kakak.. ” 😆 jawab Omanya.
Begitu anak- anak mempelajari hal baru, yang dewasa ini memang harus siap. Ya siap memperhatikan, siap dengan jawaban dan siap … capek 😄 . Satu pertanyaan akan melahirkan ribuan pertanyaan baru, mendengar satu saja yang jawaban mengambang, mereka akan mengejar sampai mengerti. 

Anyway, guna mendukung anak- anak belajar angka, saya instal ini di hp ⤵

MARI BELAJAR ANGKA

Terdapat dua fitur, BELAJAR dan BERMAIN.

Pada fitur BELAJAR, anak – anak bisa mengenal angka hingga 50

Pada fitur BERMAIN, ada enam jenis permainan interaktif mengenal angka yang dikemas menarik. 

 

Jakarta, 24 Juli 2017

Vivi Erma 😊

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunsayIip

#ILoveMath

#MathAroundUs

Manfaat Belajar Matematika untuk Anak- anak dan Dewasa

Camilan Rabu 😋 📑 
✨Manfaat Belajar Matematika Untuk Anak-anak Dan Dewasa
Banyak orang tidak suka belajar matematika. Sulit, begitulah alasannya. Soal-soal di buku matematika tidak berhubungan dengan problem di kehidupan nyata. Begitu alasan lainnya.
Belajar matematika sebenarnya mendatangkan banyak manfaat dan keuntungan. Apa saja?
🌸Simak di bawah ini:

🔹Pola Pikir Yang Sistematis

Dengan mempelajari matematika, kita terbantu berpikir sistematis karena kita jadi terbiasa berhitung & menimbang. Secara tidak sadar kita telah melatih otak terbiasa berpikir secara runut sehingga mudah dalam mengorganisasi sesuatu.
🔹Logika berpikir Lebih Berkembang
Semua bahasan matematika yg kita pelajari mencakup atau mencerminkan kemampuan berpikir logis. Kita dilatih untuk tidak bersandar pada asumsi dan praduga. Semua kesimpulan harus kita hasilkan melalui penghitungan yang tepat & pembuktian yang logis.
🔹Terlatih Berhitung
Semua orang pasti membutuhkan kemampuan berhitung, bahkan dalam skala yang sederhana seperti menghitung uang jajan atau uang belanja 😊. Dengan terampil berhitung, maka kita akan terbiasa melakukannya dengan tepat dan cepat.
🔹Mampu Menarik Kesimpulan Secara Deduktif
Matematika sering disebut sebagai ilmu yang bersifat deduktif. Artinya, matematika membantu seseorang dalam menarik kesimpulan berdasarkan pola yang umum, sehingga membiasakan otak untuk berpikir secara obyektif dan rasional.

 

Kemampuan berpikir obyektif dan rasional ini adalah kemampuan soft skill yg berguna untuk memecahkan masalah dalam semua lini kehidupan.
🔹Menjadi Teliti, Cermat Dan Sabar
Pelajaran matematika melatih kita menjalani proses yang panjang dengan penuh kesabaran dan kecermatan. Kualitas ini sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah dalam semua bidang kehidupan.
Jadi, pelajaran matematika itu beririsan dengan berbagai bidang kehidupan. Mulailah mencintai matematika dan nikmatilah manfaatnya dalam kehidupan.

Sumber Bacaan:

– Rudi S. – 6 Agustus 2016

http://www.educenter.id/5-manfaat-pelajaran-matematika-untuk-masa-depan/
– Effective Teaching: Teori Dan Aplikasi, Daniel Muijs and David Reynolds, Pustaka Pelajar, 2008