Sepuluh Langkah Membangun Madrasah di Dalam Rumah

RESUME AHLAN! KULWAPP PENGASUHAN
📝Sepuluh Langkah Membangun Madrasah di Dalam Rumah
Pemateri: Maya Ummu Abdillah
Moderator: Mierza Miranti
Pelaksanaan: Jumat, 29 September 2017, jam 20.00- 21.30

Peresume : Vivi Ermawati

Materi

T & J

1. T : Adakah contoh pengenalan materi ini untuk anak usia 2 th?

J ‬: Pengenalan tauhid utk usia tsb bs dg mengenalkan ciptaan-Nya
Misalnya saat jalan2 sore, melihat kucing, lalu ucapkan : maasyaa allah kucingnya lagi minum, alhamdulillah kucingnya dikasih rezeki sama Allah.
Dalam semua aktivitas, masukkan materi tauhid. gunakan waktu2 yg hening untuk memperkuatnya. misalnya sebelum ia memejamkan mata, bisikkan lagi, anak sholeh, semoga allah memberkahimu, dst
Bila ada kebahagiaan, ketidakbahagiaan, hubungkan dg Sang Maha Kuasa.

2. T : Bagaimana kalau usia 3thn mulai memilih.. baju, makanan, mainan, sikap dll. Kalau tdk diikuti ngambek, klo sy ikuti dia nampak lebih punya pendirian saat bersosialisasi dengan temannya. Karena terbiasa mengambil keputusan. Bagaimana sikap yang tepat?

J : Usia tsb saat anak belajar menunjukkan egonya, eksistensinya. hal ini penting bagi perasaan berharga thd dirinya, kepercayaaan diri. shg dia tdk mjd anak yg goyah pendirian, mampu menolak keburukan, dsb.
Silakan saja ia memilih utk hal2 yg mubah, memilih baju, dll. Usahakan selalu berada dalam sikap pertengahan. hrs tau kapan menarik, kapan mengulur.

3. T ‬: Terkait masalah kebiasaan mb, kalo ternyata yang dia pilih hal yang tidak benar dalam pandangan kita.

J ‬: Diarahkan mba, anak hrs dibiasakan memilah yg baik dg yg buruk, jangan dibiarkan. semua landasannya tauhidullah, krn itu visi hidup
Kita suka beranggapan, anak gpp deh berbuat salah, masih kecil ini, ini keliru.
Di masa pertumbuhan emas lah justru anak hrs dibiasakan adab2 yg baik.

4. T : Terkait dengan pemilihan yang mubah..
Saya sering berdebat dengan anak2 terkait dengan #maaf# pakaian dalam.mereka sering tidak mau pakai..
Saya malah jadi polisi yg ngawasi cara berpakaian mereka…
Alasannya tidak nyaman katanya..
Padahal sdh saya sediakan dr bahan yg nyaman.
Mereka juga suka pakai pakaian kolor yang lututnya terlihat…
Mohon pencerahannya mbk may..

J ‬: Kalau soal pakaian dalam, coba ganti yg model lain, boxer misalnya.
Kalau pakaian yg kelihatan atau di atas lutut, kembali ke visi utama, tauhidullah. Tauhidullah salah satu konsekuensinya adl mengimani rasulullah, mengimani beliau adl mengimani apa2 yg dibawa oleh beliau. Tauhidullah juga artinya mengimani kalamullah, sbh perintahNya. Dibuka dan pelajari bersama ttg aurat. kl msh di bawah 6th, diberikan arahan dg bahasa yg sederhana.

5. T : Bagaimana cara mengajarkan emosi kepada anak? Khususnya di usia balita?

J : Mengajarkan emosi bs dimulai dr pemberian nama jenis emosi yg dialami anak. misalnya dia kelihatan manyun, tebak emosinya :kaka sedih?atau marah? lalu ajarkan ia menangani emosinya.

6. T : Apakah peran ayah bisa digantikan sementara dengan kakek sewaktu ayahnya pergi?

J : Kalau kakeknya bs memainkan peran ayah dg baik, insyaa allah bisa. ini terjadi pd anak2 saya.

7. T ‬: Saya kadang kurang sabar ketika kakak menangis, dan akhir akhir ini dia terlalu sering menangis, entah di godain adiknya atau ada sesuatu yg tidak bisa dia lngsung menangis. Saya utarakan kakak kenpa, kakak sedih ya kok nangis,,, dia hanya bilang “ini lepas (mainannya)” sudah saya perbaiki.dia diam. Saya beritahu, kakak kalo bisa jangan nagngis kalo ada apa apa di coba perbaiki dlu… Tapi kok dia jadi nangis lagi saya beritahu begitu. Dan akhirnya saya bilang “sudah diam kakak”,,, apakah cara saya kliru dengan berkata “sudah diam”…

J : memang pada praktiknya, masalah pengelolaan emosi ini sangatt beraat. Saya bisa bayangkan situasinya. Saya juga ibu yg susaaah kontrol emosi. Sampai suatu hari saya membaca ttg marah. bahwa marah menutup logika, mjd pintu masuk setan. Ibnul mubaarok ketika diminta nasihat, beliau hanya menjawab, jangan marah.
Jangan marah, bagimu surga. Sebuah hadits singkat, midah dihafal, namun prakteknya perlu kerja keras. coba baca2 buku ttg tazkiyatun nafs/penyucian diri, insyaa allah akan banyak nasihat, hati lbh tenang. Balasan dr Allah itu pasti.

8. T ‬: Mbak, kalo saya kesel sama anak, trus daripada marah itu kalo ditinggalkan dulu bentar boleh?

J ‬: Kalau emosinya memuncak banget, menjauh dr anak dulu sebentar gpp. Baca doa perlindungan dr setan, ambil posisi lbh rendah, berwudhu. Nnt buahnya akan maniiiss….anak2 akan jd penurut, menghargai ortu, insyaa allah
Doanya: a’udzubillaahi minasy syaithoonirrojiim.

9. T : Bagaimana cara mengenali tipe anak? Dan saat usia berapakah bisa dikenali? Terimakasih.

J ‬: Mengenali tipe anak itu hasil dr interaksi dg anak. Semakin intensif, banyak stimulasi yg memperlihatkan reaksi anak, akan semakin mudah kita mengenali anak2 kita. Berikan berbagai kegiatan, misalnya prakarya, berkebun, menggambaar, jalan2, dll. Tidak usah terburu2 mengetahui hasilnya, jalankan saja hari2 dg penuh manfaat, penuh stimulasi. lama2 dia akan mulai menuju ke satu minat, mulai memperlihatkan dirinya.
Kalau patokan usia, scr teori saya tdk tahu. Tetapi pengalaman saya, mulai 10 th anak2 sdh mulai ajeg minatnya.

10. T ‬: Apa jawaban yang baik diberikan jika anak bertanya ‘Allah ada dimana?’

J : Anaknya usia berapa?
Kl sdh diatas 7th bs dikenalkan dalil, kl balita, berikan ceritanya. perumpamaannya
Allah maha tinggi, tiada yg menandingiNya.
Kalau kita berdoa, tangan kita akan menengadah ke atas kan, krn Allah ada di tempat yg tinggi, di sana, di langit paling tinggi.
Kalau kita sujud, kita berdoa kpdNya: maha suci Allah yg Maha Tinggi.
Jadi Allah ada di langit? iya…arrohmaanu alal arsyistawaa = Allah bersemayam di atas ‘arsy….bacakan dalilnya (banyak sekali)
Dialog ttg akhirat, ttg Allah, malaikat, itu fitrah anak2, jangan dianggap sulit. mgkin kitanya yg blm tau.
Selama ini saya jawab : Allah ada di langit, kita belum bisa liat Allah, tapi bisa lihat ciptaannya. Nah seperti matahari, kita ga bisa liat matahari secara langsung karena terlalu terang. Ciptaan Allah segitu hebatnya, Allah lebih hebat lagi
Kira kira begitu.

11. T ‬: Mbak Maya mohon diuraikan mengenai manajemen waktu dan juga pentingnya kecintaan dan adab menuntut ilmu.

J ‬: Saya jawab pertanyaan ttg adab dan ilmu ya
Ada sebuah mispersepsi yg saya sayangkan dunia per HS an yg saya lihat. Ini pendapat saya ya.
Misspersepsi pertama, HS itu bebas, fleksibel, terserah mau ngapain dulu. Saya menghargai sepenuhnya pendapat ini. Namun ijinkan saya menyampaikan bahwa masa2 keemasan anak tidak terulang. akan kita isi apa masa2 emas itu? ibunda imam asy syafii rela berjalan jauh dr ghaza ke madinah agar anaknya berguru kpd ulama di sana.
Ada pula ibu seorang ulama yg bekerja siang malam merajut, utk mengumpulkan uang demi pendidikan anaknya.
Ibunda imam malik juga seorang janda, ia tak pernah lupa memakaikan pakaian yg bagus jika anaknya hendak bertemu sang guru.
Pesan apa yg terkandung di dalamnya? ilmu itu harta!
Sampai2 semua daya upaya harus dikerahkan. Kita berada di jaman skrg, yg tdk perlu berpayah2 jalan kaki, merajut, dan kemudahan lain. Sdh seharusnya kita bersemangat menuntut ilmu, utk diri sendiri maupun anak2
Ilmu definisinya adl apa2 yg diucapkan oleh Allah dan RasulNya
Maka kita hrs bersemangat mengisi masa keemasan anak2 dg ilmu agama, setelah itu barulah ilmu2 lain yg kita pilih.
Tentang adab, para ulama sangat mementingkan hal ini. Bahkan mereka bisa menghabiskan waktu smpai 30 th utk mempelajari adab.
Misspersepsi berikutnya ttg pemanfaatan waktu. dlm HS, kita akan merasa kita memiliki banyak waktu luang, sedangkan pilihan kegiatan sangat banyak, mulai dgn berlayar, sampai penjelajahan alam. pilihlah yg baik menurut keluarga kita, lalu masukkan tauhidullah. memanfaatkan waktu sg sebaik2nya mjd tantangan utk HS er.

12. T ‬: Bagaimana penjelasan yang baik mengenai perbedaan anak laki dan perempuan, sementara anak laki di rumah lebih sering interaksi dengan ibu dan semua perempuan?

J : Berikan pakaian laki2. Mainan khas laki2. Bacakan buku sahabat2 panglima perang, para khulafaurrasyiduun, nabi2, rasul, ulama. Nnt anak akan menyerap seksualitasnya.

13. T : Apakah kegiatan luar bagi anak laki2 usia 4th itu sifatnya saklek atau haruskah dilakukan setiap hari? Bagaimana jika anaknya termasuk yg gemar beraktifitas di dalam ruangan?

J ‬: ini termasuk mubah saja mba. pd umumnya kan anak laki2 suka main di luar.

• Akhir Resume •

#semogabermanfaat

Advertisements

Anak adalah Peniru Ulung

Kakak main boneka.. Adik ikut main boneka, padahal kakak perempuan, adiknya pria. Abang manjat pohon, adik ikut manjat juga, tinggal emaknya yg teriak2 dr dalam rumah. Mas loncat2 di tempat tidur, adik ikutan juga, dengan kaki kotornya. Mbak pegang mainan apa, adik mau mainan yg itu jg. Walaupun sudah di kasih yg kembar persis, ga ngaruh. Mau nya yg di pegang kakaknya. Yang punya anak lebih dari 1 dan yg adiknya sudah bs merebut dan meniru, hafal betul adegan di atas. Kenyang sama rengekan si kakak karena sebel dikintilin dan di copy sm adiknya, si adik jg gaaaa bosan dan jera. Mending kalau cuma yang bagusnya aja yang di tiru.. Yang jeleknya juga. Lebih cepet malah. Dan nempel lama. Rabbana…

Proses mimicry atau meniru ini tampak sederhana, bahkan cenderung menyebalkan. Namun sejatinya hal ini adalah cikal bakal dari konsep peng’idola’an. Sebuah konsep yang sering sekali tidak tersentuh oleh para orangtua dalam pengasuhannya. Boro-boro menjelaskan tentang idola, bisa mandi, makan dan pup dengan tenang saja sudah menjadi hal yang langka. Tapi karena tidak tersentuhnya ini, maka sekarang semakin banyak kita temui, mereka yang mengidolakan artis, nasional maupun luar negeri, sampai ke level yang tak masuk akal lagi. Rela nabung untuk nonton konsernya, hafal semua lagu, dan jika idola mereka terhina, bela-belain sampai mati.

Pada dasarnya, memiliki idola sebetulnya sangat penting utk perkembangan anak. Mereka memerlukan 1-2 sosok yang mereka kagumi, tiru, memiliki kelebihan yg banyak dan menjadi contoh diri mereka di kala mereka sedang ‘mencari jati diri’. Idola yg ideal kalau menurut ajaran agama kita tentunya rasulullah, tapi dari beberapa dekade lalu saja lewat sebuah polling, sudah terbukti bahwa sudah tidak lagi begitu. Kita begitu kecewa pada hasil polling itu sampai kita tidak tahu lagi mau menyalahkan siapa dan memenjarakan si pembuat pollingnya. Di mana seharusnya kita berterimakasih, karena dia justru membuktikan bahwa ada yang salah di pengasuhan kita. Itu.. generasi kita. Apalagi berpuluh tahun setelahnya.

Tapi bagaimana tidak anak-anak sekarang lebih suka sama Rihanna? Mereka lebih sering terpapar dengan katy perry dan raisa di banding sirah2 nabawiyah. Gimana tidak? Ibunya saja di tanya siapa menantunya Nabi Syuaib, sama sekali tidak tahu apa2. jd yaaa, jika mereka mengidolakan yg lbh sering mereka lihat dan dengar, wajar saja. Mungkin bukan anak anda.. tapi anak teman2 anda , atau tetangga.. dan jutaan anak lainnya di negeri ini.. di luar sana… punya idola yang salah. Karena pemahaman tentang idola tidak pernah di bahas di rumah.

Jadi sebetulnya pengidolaan tanpa kita sadari, di mulai sejak dini. Sama saudara yang lebih tua, muda, atau bagi anak tunggal, dengan orangtua atau pengasuh utama mereka. Mulainya hanya meniru, lalu mengagumi. Jadi sebetulnya itu dulu yang harus di install sama si abang. Bahwa si adik menganggap kakak itu keren, bagus, jadi harus diikuti. Dan kalau kita memberikan contoh yang baik dan di ikuti oleh orang lain, pahala nya juga kita dapati.

Tapi…ya ini hanya penjelasan untuk kakak yang berusia di atas 5. Sebelum itu memang seharusnya belum punya saudara. Karena mereka masih bonding sama orangtua, dan belum bisa memahami makna ‘abstrak’ seperti halnya idola. Kalau sebelum usia 5 sudah punya adik, ya berarti derita ibunya, kudu ngadepin drama setiap hari tanpa bisa melakukan apa2, hehehe (baca: saya tidak punya solusi untuk menjelaskan idola ke anak di bawah usia 5, maafkan saya.)

Semakin kakaknya besar, semakin banyak yang harus di instal tentang idola. Bahwa semua org yg kita idolakan memiliki sisi negatif karena mereka hanya manusia. Suka sama seseorang tidak lantas kita mengikuti semuaaaaa yang ada padanya. Yang ia pakai, katakan, apalagi gaya hidupnya. Ber’idola’ boleh, tapi jangan sampai me’nuhan’kan. Demi nonton konsernya semuanya dikorbankan. Demi mengikuti gaya rambutnya, rambut yg keriting jadi ikut diluruskan. Meniru abis, nggak karuan. Idolakan org yang baik, dengan cara yang baik pula. Bukan gaya hidupnya yg hrs diikuti, tp lebih ke cara berpikir bahwa kita suatu hari harus ‘sehebat’ itu juga. Jadi mengidolakan itu sebetulnya BUKAN berarti meniru. Karena mengidolakan itu mengagumi kehebatannya tapi kita tetap menjadi diri kita sendiri. Kalau meniru, bisa jadi kita ikutan meniru kesalahan-kesalahan yg org itu lakukan, kan rugi.

Anak juga harus bisa memilah milih dari siapa yang dia idolakan. Mengidolakan rasulullah bukan berarti mengikuti jejaknya beristri sembilan. Tapi wajib mengikuti sunnahnya, jadikan teladan. Demikian juga kalau mengidolakan artis manca negara. Kita gk ngikutin kebebasannya mengumbar aurat kemana-mana, karena memang mungkin ajaran agamanya beda sama kita. Tapi yang di ‘idolakan’ adalah ke istiqamahan dia untuk tdk berhenti berusaha sampai dia bisa di kenal oleh dunia. Dia tdk berhenti berkarya dan karya nya kadang memberikan semangat dalam kata2nya. Untuk menjadi sehebat dia, kita mungkin harus meramunya dalam bentuk yang berbeda, tapi kalau kita jadi bisa menebar manfaat bagi orang banyak, kan bagus juga.

Di zaman yang edan ini, ada baiknya kita ‘mengikuti’ perkembangan anak2 kita scr dekat sehingga kita tahu apa siapa yg mrk suka dan tdk. Agar jika ‘idola’nya kurang baik, bisa kita perbaiki. Jika kita tidak suka pilihan idola2 mereka, mungkin waktunya introspeksi diri. Karena manusia hanya mengidolakan orang yang mereka kenal dan kagumi. Jadi jika anak saya mengidolakan Messi daripada nabi Ibrahim yg luar biasa berani, pintar dan rendah hati, atau nabi ismail yang super taqwa di usia yg begitu dini, maka jelas ada yang bolong dalam pengasuhan saya sehari-hari.

Jadi mulai besok, ketika si kakak mulai mengeluh adiknya mengikuti semua yang dia lakukan, pahami perasaannya bahwa itu memang menyebalkan. Tapi itu hanya karena adik ngefans berat sama kakak luar biasa, lebih banyak daripada dia ngefans sama ayah dan mama. Jadi idola, kak, memang susah. Bakal di tiru semua perilaku dan gayanya. Tapi kakak akan jadi orang hebat suatu hari nanti, dan harus mulai latihan punya fans, mulai dari adik sendiri.

Dan ke adik, kalau sudah bisa di bilangin, kudu di kasih tau juga. Bahwa orang nggak suka diikuti segala-galanya. Dan nggak semua apa yang mas pegang dan kerjakan diikutin juga. Karena mas suka lupa dan salah dan tidak ada manusia sempurna. Jadi yang di tiru, yang baik2nya saja.

Esok, ketika hal ini terjadi lagi, lihatlah sebagai sebuah jendela. Celah dan kesempatan dimana ayah dan ibu bisa meng-install makna idola. Terkadang memang dalam pengasuhan, sesuatu yang begitu penting, muncul dalam bentuk yang begitu sederhana. Jangan sampai anda kehilangan momennya.

Children are great imitators, so give them something great to imitate. -Unknown

#sarrarisman

*jika dirasa manfaat, tidak perlu izin untuk membagikan artikel ini
** mohon untuk tidak menuliskan pertanyaan pada kolom komen, karena khawatir tidak terbaca dan terjawab. Terima kasih.

Ajari Mengelola Keuangan Untuk Anak Sejak Dini

🍞🧀 Cemilan Rabu #8.3 🍦🍪🍰

Ajari Mengelola Keuangan Untuk Anak Sejak Dini

💵 Mengelola keuangan untuk anak itu sangat penting sekali karena segala kebiasaan dan perilaku orang dewasa terbentuk di masa kanak-kanak. Termasuk masalah keuangan banyak orang yang tidak dapat mengelola keuangan dengan baik bukan karena gajinya kecil tetapi karena memang sejak kecil tidak dibiasakan untuk mengelola uang dengan benar. Ayo jujur kalau saat ini kita punya masalah keuangan, itu terjadi karena memang gaji kita yang kecil atau ada cara mengelola keuangan kita yang kurang baik ? Hehehe.

⏳Kapan anak dikenalkan dengan uang ? Sejak usia dini yaitu usia 3 tahun seperti yang saya kutip dari Money As You Grow Saat anak usia 3-5 tahun paling tidak anak sudah dikenalkan dengan mentalitas keuangan yang benar yaitu :

-Kita membutuhan uang untuk membeli barang.
-Kita harus bekerja untuk menghasilkan uang.
-Kita harus menunggu sebelum bisa membeli sebuah barang.
-Bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. ⚖

💰Ketika anak saya berusia 5 tahun dia selalu menganggap enteng kalau mau membeli sesuatu misalkan mainan, dia selalu berkata papa khan punya uang tinggal ambil di ATM. Dia belum tahu bagaimana uang kita bisa berada di ATM dan seolah-0lah kita mau ambil uang berapapun tersedia di ATM. Dia belum mengerti konsep kerja dan uang, kemudian ketika anak saya diajak ke Kidz***a, di sana dia mulai sedikit belajar tentang uang. Untuk mendapatkan uang dia harus bekerja terlebih dahulu dan uang yang dia dapatkan baru dapat dia belikan makanan ataupun minuman. Sebuah cara edukasi keuangan untuk anak yang bagus menurut saya karena dibuat secara fun dan dalam suasana bermain. 👫

Banyak penelitian yang mengatakan bahwa anak yang mampu menunda kesenangan hidupnya jauh lebih baik ketika anak tersebut beranjak remaja dan dewasa. Penelitian ini yang dikaitkan dengan permen kesukaan anak-anak yaitu marshmallow. 🍡🍬

Artinya kemampuan seseorang untuk menunda kesenangan itu sangat penting dan sangat vital untuk mulai diajarkan dan ditanamkan pada anak sejak dini di usia 3-5 tahun. Tetapi kadang sangat disayangkan sebagai orang tua kadang kita tidak mengajarkan anak untuk menunda kesenangan, malah sebaliknya mempercepat kesenangan itu di dapatkan oleh anak. 🎯

Misalkan anak mau beli sepeda, 🚴 hari ini anak minta hari ini sepeda tersedia di rumah. Hari ini mau beli mainan, hari ini mainan tersedia di rumah. Jalan-jalan ke mall tunjuk mainan langsung beli mainan,⚽ tunjuk coklat langsung belikan coklat,🍫 tunjuk es krim langsung belikan es krim.🍦

🌍 Sumber:

Andreas Hartono
http://www.mengelolakeuangan.com

Profil singkat:

Andreas Hartono
adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan “Nasibmu di Dompetmu” dan “Secangkir Cerdas Finansial“. Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗

/Tim Buku Fasilitator Bunda Sayang Nasional/

Melatih Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Dapat Menjadi Bekal Yang Berharga di Masa Depannya

🌭🍟🍷 Cemilan Rabu #8.2 🍫🍨🍿

Melatih Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Dapat Menjadi Bekal Yang Berharga di Masa Depannya.

Di tengah arus kompleksitas perubahan zaman dan gemuruh publikasi korupsi negeri ini, orang tua dituntut lebih cerdas mendidik anaknya. Tentunya kita tidak sudi melihat anak tumbuh sebagai koruptor yang menyengsarakan.

Dari situ, selain membesarkan anak yang sehat secara fisik dan emosional, orang tua juga wajib mendidik anak secara benar.

Karena, mendidik anak bukan berarti mengabulkan setiap keinginannya. Tetapi, bagaimana orang tua mampu memberi teladan dan mengenalkan anak segala akhlak terpuji, terutama pengajaran kecerdasan finansial.

Maraknya lalu lintas rayuan iklan di segala media bisa mendikte anak menjadi pribadi yang konsumtif dan hedonis.

Namun, orang tua tak perlu khawatir, ketika anak sejak dini sudah dilatih kecerdasan finansialnya. Maka hasilnya, anak akan menjadi pribadi yang tangguh dan cermat dalam mengelola uang.

Di sinilah, peran orang tua sangat vital, mengingat “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, sehingga teladan orang tua menjadi pelajaran pertama bagi anak.

Hal ini terbukti efektif menciptakan perubahan perilaku anak-anak agar tak terlena dengan uang. Karena, mengajarkan anak tentang uang secara benar dapat membentuknya menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Mulai dari cara mengenalkan uang, menabung, berhemat, dan mengajarkan bertanggung jawab dengan uang saku, dengan menggunakan panduan akan konsep spesifik ( specific), terukur ( measurable), dapat dicapai ( atainable), realistis (realistic) dan jangka waktu (time bound.)

Perpaduan konsep itu akan meninggikan mentalitas dan spirit anak dalam mengelola uang demi hasilnya bagi masa depan.

Selain itu, Kak Seto dan Kak Lutfi memberi gambaran metode:
*”10/10/10/70 ( _Pay yours first_).”*

Arti angka tersebut menggambarkan besaran persentase pembagian dari total uang saku yang diperoleh anak.

Semisal, 10 % untuk beramal ( _pay your soul first_),
10 % menabung ( _pay your safe first_),
10 % investasi ( _pay your self first_),
dan 70 % untuk pengeluaran kebutuhan mendasar.

Lewat pelaksanaan konsep ini akan mendorong penguatan akhlak anak menyadari bahwa uang bukanlah alat tukar untuk membeli barang semata. Lebih dari itu, uang bisa dimanfaatkan sebagai relasi penguatan penentram jiwa dan nilai spiritual ketika disedekahkan secara ikhlas.

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang Nasional/

📚Sumber bacaan:

“Financial Parenting” penerbit Nourabooks, Jakarta.
Penulis: Kak Seto Mulyadi dan Kak Lutfi Trizki.

Melatih Anak Berdagang

🍓🍎🍐 Cemilan Rabu #8.1 🥝🍉🥑

⚖ *Melatih Anak Berdagang* ⚖

Perhatian Rasulullah dalam membentuk anak dalam hal sosial maupun ekonomi terlihat jelas dalam bimbingan beliau. Sebab kegiatan berdagang akan memberikan gerakan sosial kemasyarakatan yang kuat pada anak.

Manfaatnya bagi anak,
🌷Anak belajar berinteraksi dengan teman sebaya
🌷Membiasakan diri terus berkembang
🌷Memanfaatkan waktu untuk hal-hal berguna
🌷 Memperoleh kepercayaan diri
🌷 Belajar bersusah payah, terbiasa memberi dan menerima serta memahami kehidupan dengan baik dan benar.

Rasulullah bahkan mendoakan anak kecil agar Allah memberikan berkah dalam usahanya untuk berdagang. Abu Ya’la dan Tabrani meriwayatkan dari Amru Bin Hutais bahwa “Rasulullah melewati Abdullah Bin Ja’far yang ketika itu sedang melakukan transaksi jual beli dengan anak-anak yang lain. Lalu berdoa,

_”Ya Allah, berkahilah transaksi jual belinya.”_

Anak yang mulia ini adalah anak dari paman Rasulullah. Rasulullah tidak merasa malu, namun justru mendoakan keberkahan untuknya.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang Nasional/

📚Sumber bacaan:
(Cara Nabi Mendidik Anak, Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid, 2013)

Tantangan 10 Hari Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini

Tantangan 10 Hari
Level #8

Periode 14 – 30 September 2017

MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI

Memahamkan anak-anak bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, itu dimulai dari ibu. Termasuk pengelolaan uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan juga dimulai dari ibu.

Yuk bertumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini.

🎎Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak:

👶Anak usia dini (<7th)

Buatlah proyek pengenalan menabung, proses menabung dan membelanjakan tabungan. Perkuat bahwa semua rejeki berasal dari Allah. Ceritakan pengalaman bunda dalam mengenalkan konsep rejeki pada si kecil melalui tulisan dan atau foto.

👦Usia pra baligh (7-14th)

Jika anak mulai mengerti uang/ memasuki usia SD ajarkan anak untuk mulai memilah antara keinginan dan kebutuhan. Buatlah tabel keuangan sederhana dan dampingi anak saat melakukan pencatatan. Ceritakan pengalaman bunda dan ananda dalam pengelolaan keuangan ananda. Bunda juga bisa membuat proyek sederhana untuk memperkuat konsep kepemilikan dan pengelolaan uang bagi ananda.

👱Usia baligh (>14 tahun)
Jika anak sudah baligh atau sudah mulai mempunyai mimpi ajak anak menuliskan vision board dan mewujudkan mimpinya dengan membuat financial planning. Dampingi dan beri semangat dalam menjalankan strategi dalam mendapatkan dan mengelola keuangan. Bunda juga dapat menyertakan ananda dalam pengelolaan keuangan keluarga sebagai bagian pembelajaran bersama.

👩Bagi yang sudah menikah belum memiliki anak serta bagi yang belum menikah:
Ceritakan pengalaman anda dalam mengelola keuangan. Catatlah proses belajar membuat pencatatan keuangan dan membaginya ke dalam kantong belanja, infaq, dan tabungan. Identifikasi catatan keuangan Anda apakah sudah baik, perlu review ulang ataupun ada bocor halus dalam pengelolaannya.

💻 Bagi anda yang menggunakan blog, gunakan label:

Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 8
Tantangan 10 Hari

🖥 Gunakan hashtag berikut saat pengumpulan tugas:

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Setorkan tugas anda dengan menggunakan link berikut:

http://bit.ly/LinkLevel8

Latih – percayakan – jalani – supervisi – latih lagi

Membahasakan yang Kita Lihat

*Rangkuman Materi MOS #1*
– Kang Wicak –

*_”Membahasakan yang kita lihat”_*
Berhubung saya fotografer, saya ambil dari beberapa sisi aja ya 😀

Anggep aja yg kita lihat itu akan kita ambil foto/videonya, ada kaidah yang paling basic kalo kita mau membahasakan.
Btw, membahasakan ini kalo buat temen temen fotografer namanya caption, caption ini bisa banyak bentuknya.

Bentuk caption paling gampang itu pakai kaidah
*5W 1H*
_What, When, Where, Who, Why dan How_

1⃣ When, kapan kita ambil fotonya, jangan sampe boong, misal kita ambil fotonya setahun yang lalu, terus kita posting fotonya sekarang, terus dikasih caption “yesterday is so berbunga-bunga”

2⃣ Where, dimana kita ambil fotonya, misal di depan rumah atau di ciwidey bandung, jangan nulis ciwidey tapi fotonya di bunderan HI kan ketauan boongnya 😁

3⃣ Who, siapa/apa objek foto kita

4⃣ Why, kenapa terjadi peristiwa yg mau kita tulis

5⃣ What, apa yang mau kita tulis ttg objek foto kita

6⃣ How, gimana sih terjadinya foto kita

_______ 📝 _______

Untuk membuat tulisan yg lebih menarik, kita bisa tambahin hal-hal lainnya. Kalo saya biasanya suka searching di google ato baca buku untuk referensi tambahan tulisan untuk foto saya.

Misalnya gambar Sempol.
Caption/tulisannya bisa seperti ini:

Jajanan kaki lima ini sedang ngehits di kalangan anak-anak muda. Terbuat dari adonan tepung dan ayam yang dililitkan pada tusukan sate kemudian digoreng setelah sebelumnya dilumuri telur. Hampir sama dengan cilok, dimakan dengan saos bumbu kacang atau sambal.
Namanya Sempol, merujuk nama desa di Malang sana. Hal ini menambah daftar banyaknya kuliner khas malang yang menginvasi daerah sekitarnya setelah Bakwan Kawi, Bakso Bakar, dan yang lainnya.
Sempol sekarang bukan hanya milik warga desa Sempol karena sudah merebut hati banyak orang. Jika awalnya dijual kaki lima dengan gerobak, kemarin ketika ke FKY ada yang jualan sempol dengan gerobak yang dikemas menarik khas makanan franchise dan layak mejeng di mall-mall. Ada juga yang melayani COD seperti yang ada di gambar ini. Ini bukan promosi tapi kalau berminat japri aja. Hitung-hitung nglarisi temen sendiri. Hla, ngalirisi temen kok masih pake hitung-hitung.
_________

Kita searching sempol di google, dapet banyak referensi, kita masukin ke tulisan kita biar captionnya ga cuman
“Lagi makan sempol di depan rumah”
😁

Atau kita punya captionnya begini:

ETIKA PUBLIKASI FOTO DALAM KONTEKS FENOMENA AKHIR-AKHIR INI

Dalam etika fotografi jurnalistik kita tidak diperkenankan menampilkan foto kategori disturbing pictures.

Foto yang memuat adegan kekerasan, luka menganga dan darah harus dihindari karena tidak semua orang mampu melihat hal itu.

Mungkin ini hanya etika yang berlaku bagi jurnalis tapi sebagai sebuah etika hal ini bisa meluas mengingat sekarang teknologi mengubah siapapun bisa menjadi citizen journalist. Bermodal gadget yang dimiliki dan berbagai social media yang ada seseorang dengan mudahnya bisa jeprat-jepret lalu share ke socmed.

Setidaknya ada tiga fenomena akhir-akhir ini dimana etika publikasi foto ini perlu ditegakkan.

Yang pertama, tentu saja genosida di Rohingnya.

Foto dan video kekejaman militer Myanmar terhadap etnis Rohingnya benar-benar menyesakkan dada. Banyak beredar foto-foto pembantaian mengerikan sekaligus berdarah yang menimbulkan iba mendalam.

Foto-foto ini memang bisa menyulut empati tapi tidak semua orang mampu melihat darah berceceran atau usus teburai.

Kemudian pemotongan hewan qurban. Meskipun banyak ahli yang mengungkapkan menyembelih hewan adalah cara terbaik untuk membunuh tapi tetap saja banyak orang yang tidak tega melihat proses penyembelihan.

Media-media banyak menghindari prosesi penyembelihan hewan qurban. Ada yang mengakali dengan memblur gambar yang termasuk disturbing pictures.

Yang terakhir adalah, pernikahan Raisa. Meskipun mereka berdua bahagia tetapi tetap saja ada orang-orang yang tidak mampu melihatnya dan memilih menangis di atas kebahagiaan mempelai berdua.

Jadi, tolong kalau mau share foto pernikahan Raisa diblur saja. 😁

_______ 📝 _______

Kaidah yg membantu kita menulis sudah ada, namun kita juga tidak perlu terpaku dgn kaidah2 yg ada, mengalir aja, krn perbendaharaan kata bakal muncul kalo kita sering baca buku (bukan baca google yak), semakin banyak baca buku, yakinlah semakin bermutu tulisannya.

😄👍🏼

Profil Mentor Online Swag
Nama : Hermawan Wicaksono
Panggilan : *Kang Wicak*
Hobby : Backpacker
Aktivitas : Fotografer & Videografer
Akun Medsos :
Twitter @sayawicakz
Ig @wicakz
Fb wicak yuhuuu

*Founder komunitas toekangpoto indonesia*