Ibu yang Bahagia adalah Ibu yang Betah di Rumah

​Jujur, terkadang saya merasa lelah dan bosan menjadi stay at home mom. berada di rumah bersama anak- anak 24/7 menguji kewarasan saya sebagai seorang manusia.

Menjadi ibu itu berarti waktu untuk diri sendiri hampir tidak ada, istirahat berkurang, beribadah saja ada banyak gangguan.

Belum lagi saat ini saya sedang flu dan tak kunjung sembuh, pusing, meriang. Meski berbagai merk obat telah saya minum, dari yang Generik sampai ke Paten, dari yang merk ini sampai merk itu 😫😫 orang flu kan bawaannya pengen tidur, saya mendamba istirahat yang berkualitas. Baru merem sebentar, sudah dengar teriakan si adek rebutan mainan sama si kakak.

Terlebih saat bulan Ramadhan seperti ini, maunya fokus ibadah, tapi ya apa daya. Waktu ibadah bisa berbarengan dengan ‘kebutuhan’ anak- anak akan kehadiran ibunya, ditengah enak- enak makan, minta dicebokin habis pup, saat sahur.. tiba- tiba nangis jejeritan minta dikelonin.

Apa sih iniiiii???!!

What??? You feel it too?? Toss duluuu.

Hhh..

Saya lelah lahir dan batin.

Kalau sudah begini saya jadi terngiang- ngiang satu statement dari seorang Ibu Rumah Tangga yang bekerja di ranah publik. Dalam sebuah diskusi dalam satu forum, si ibu memberi tanggapan saat ditanya ‡

“Bagaimana mbak untuk menyiasati waktu membersamai anak yang terlewati saat kita bekerja. Ini kadang yang membuat saya galau…”

Begini jawaban si ibu ➑ Kalo menurut saya, bukan kuantitas yang penting. Tapi kualitas. Karena kita (saya) sudah memilih untuk bekerja di ranah publik, tapi saya tetap komitmen saat di rumah, saya hanya sebagai istri dan ibu… Jadi membersamai anak benar-benar dengan hati. Anak pasti akan bisa menilai, kalau ibunya sungguh2 mencintai mereka…Jangan sesali pilihan untuk menjadi mom bekerja. Karena sekecil apa pun penyesalan, tetap akan mempengaruhi semua sikap dan tindakan kita.

Dalam lubuk hati, saya setuju, saya jadi berfikir apa lebih baik saya kembali bekerja ya. Jadi saya akan lebih menghargai waktu membersamai anak- anak dan anak- anak juga akan lebih menghargai kehadiran ibunya. Contoh kecil ya, saat saya berbelanja atau semisal ada keperluan yang tidak membawa serta anak- anak, saat pulang, mereka menyambut saya dengan suka cita layaknya sudah tak jumpa sekian lama, padahal juga cuma 2 jam tadi perginya πŸ˜‚πŸ˜  lebay yang saya suka, saya menjadi berarti, “oh saya dicari”, “saya dirindukan”. Sayapun demikian.

Sayanya sehat secara emosional dan anak – anak menjadi well-behaved , lebih karena takut ditinggal mommy_nya pergi lagi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Kemudian saya kaji lagi di dalam kepala (macam Horton Hears a Who_nya dr Seuss πŸ˜† ), saya berdialog dengan diri saya sendiri. Sebetulnya untuk apa sih saya memutuskan untuk tinggal di rumah? Karena anak- anak? Karena tidak sanggup bayar babysitter? Karena disuruh suami? BUKAN!

Karena Allah yang perintahkan demikian.. mari kita tengok Al Ahzab : 33

“dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang- orang Jahiliyyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih- bersihnya.”

Jadi saya sami’na waato’na saja. Saya dengar dan saya taat. Anak- anak bukanlah sebab saya memutuskan untuk di rumah, hanya moment of clarity_nya bertepatan dengan saya memiliki anak kedua. Jadi ya, saya pernah merasakan bekerja dan meninggalkan anak untuk diasuh orang lain di rumah. Dua pengalaman yang belum tentu pernah dirasakan ibu- ibu lain. Ada yang memang dari awal sudah di rumah. Ada yang dari awal sudah bekerja dan hingga kini tetap bekerja di ranah publik. Saya sudah pernah merasakan nano- nano sensasi keduanya πŸ˜† . Above all, saya setuju bahwa Islam bukan agama prasmanan, dimana kamu bisa pilih dan ambil mana yang kamu sukai. 

Sebagai catatan, saya tidak sedang memicu perdebatan or whatsoever tentang Stay at Home Mom Vs Not at Home Mom. Saya juga tidak sedang menyindir ataupun judging others. Jadi saya mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya. Ini murni catatan untuk diri sendiri dalam mengatasi kegalauan saya ketika saya kumat πŸ˜‚.

Lalu pertanyaannya kemudian,

Mungkinkah kita tetap waras berada di rumah dan membersamai anak-anak dengan hati?

HARUS!!!

Kok HARUS? Tapi mungkin g sih?

Ya mindset_nya bukan mungkin atau tidak mungkin, tapi HARUS.

Why?

Karena ini adalah ibadah. Kita sedang mentaati Rabb kita. Semua – muanya yang kita lakukan ini (bahkan nyebokin anak sekalipun) itu adalah ibadah.

Lelah, bosan itu manusiawi. Tapi mindset ibadah itu yang terus kita gaungkan di kepala saat lelah dan bosan mulai melanda.

How?

🌹 Tingkatkan kemampuan menenangkan diri ➑ Breat In, Breath Out. Tingkatkan asupan oksigen di otak, it works like magic to calm you down. Bila perlu “PAUSE”, menghilang sejenak, misal ke kamar mandi, kunci, yang penting sendiri dulu sejenak. Sambil mengatur emosi.

🌹 Tingkatkan kemampuan membahagiakan diri ➑ Kunci dari ibu yang bahagia adalah ibu yang memiliki konsep diri yang positif eceileee .. πŸ˜‚ artikel banget ya bahasanya. Eh tapi ini serius! Ibu yang memiliki konsep diri positif adalah IBU YANG MENGENAL BAIK DIRINYA SENDIRI.

Hayoo.. sekarang saya tanya, sejauh apa sih ibu mengenal dan memahami diri masing- masing?

Ibu yang mengenal dirinya itu tahu, apa sih hal- hal yang sering membuatnya lelah dan dalam kondisi seperti apa. Sehingga memiliki strategi mengatasi.

Ibu yang mengenal diri sendiri tahu bagaimana cara membahagiakan diri sendiri.

Sering- seringlah self talk bu. Biar lebih mengenal diri sendiri.

SELF TALK ➑  self berarti diri, talk adalah berbicara. Jadi self talk adalah ekspresi perilaku seseorang yang berbicara pada diri sendiri sebagai respon terhadap sesuatu yang menimpa dirinya.

Daripada lupa jika hanya berbicara di kepala, tuliskan saja. Punya diary itu penting. Menuliskan perasaan dan apa yang kita alami dapat berfungsi sebagai terapi. Ya daripada curhat sana sini. Toh, sebagian besar solusi dari banyak persoalan kita itu ada pada diri kita sendiri πŸ˜‰ dengan menulis membantu kita memetakan permasalahan.

🌹 Manajemen waktu ➑ sebetulnya, kita bukannya tidak punya waktu buat diri sendiri sih, kuncinya ada di manajemen waktu. Andai mau, kita bisa kok meluangkan waktu berkualitas untuk diri sendiri. Coba ditilik kembali, selama ini waktu kosong kita isi buat apa? Mantengin akun gosip?? Please bu, HENTIKAN SEGERA!!! Satu kepo hanya akan menambah kepo- kepo yang lain πŸ˜‚πŸ˜‚ alhasil tidak selesai- selesai, waktu terbuang dengan percuma. Kenal juga tidak kan sama yang dikepoin. Tidak akan keluar di ujian, tidak bakal ditanya nanti sama Malaikat Munkar Nakir.

Coba buat jadwal teratur dari bangun tidur sampai tidur lagi. Jika di waktu- waktu itu susah sekali disisipkan Me Time, buat saja wishlist. Andai saya punya waktu satu jam/hari, saya mau ngapain ya?

Untuk mensiasati waktu terbuang percuma, sering- sering tanya diri “ini bermanfaat tidak ya buat bekal dunia dan akhirat nanti?”

Batasi waktu buka social media, dan tidak perlu kepo – kepo. Gunakan prinsip MENARIK TAPI TIDAK TERTARIK.

Misal ingin posting sesuatu, ya posting saja, baca comment, tanggapi seperlunya, lalu log out! Jadi notifikasi tidak akan masuk, yang membuat kita tergoda untuk membuka socmed lagi.

Sumber grafis : pinterest


β€’β€’β€’

Intinya bu yang mau saya sampaikan adalah.. jangan stres di rumah saat membersamai anak- anak ya. Betah- betahlah di rumah. Sebaik- baik tempat wanita itu di rumah. Ingat kita sedang mentaati Rabb kita. Kalau sumpek jangan keluyuran. Belajar hadapi dan cari solusi. Lari bukanlah penyelesaian, karena masalah itu pasti biarpun tidak dicari. Jadikan waktu- waktu bersama keluarga adalah waktu yang berkualitas. Layani mereka dengan hati. Dan jangan pernah menyesali pilihan menjadi Stay at Home Mom. Kita tidak akan pernah menyesal telah menghabiskan waktu bersama anak- anak.

Jadikan rumah sebagai surga dunia. Ini adalah PR kita bersama.

A happy home is but an earlier heaven – Thomas s. Monson





Vivi Erma 😊

Interactive Fairy Tale Story

Secara sengaja, saya mencoba mencari dongeng anak online melalui aplikasi Play Store, dan saya menemukan ini ‡

Yeay!!

Tersedia dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris

Cerita pertama berjudul Singa & Tikus


Cerita kedua berjudul Keledai Pengeluh.

Overall, anak – anak cukup suka. Ceritanya ringan dan interaktif. Sayangnya hanya ada dua judul cerita dan satu mini game.

Untuk ibu- ibu yang tidak memiliki bakat mendongeng, atau sedang malas (seperti saya πŸ˜‹ *ops!), aplikasi ini adalah sebuah solusi. Silahkan dicoba 😁
Vivi Erma 😊
#Buku4
#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Le Petit Prince

Setelah berkutat dengan buku yang sama selama tiga hari (My Busy Book), akhirnya anak- anak berhasil dialihkan pada buku yang lain. Apakah itu?

Tadaaa …

Fyi : Review buku ini beserta foto saya ambil dari sini ‡

http://resensibukuseru.blogspot.co.id/2016/11/kisah-bijaksana-dari-pangeran-kecil.html

KISAH BIJAKSANA DARI PANGERAN KECIL


Pangeran Kecil atau Le Petit Prince merupakan kisah klasik dunia yang sangat terkenal. Meski ditujukan sebagai bacaan anak-anak, novel karya  Antoine de Saint-ExupΓ©ry ini rupanya memiliki makna mendalam yang juga dapat diresapi oleh pembaca dewasa. Novel ini diterbitkan pertama kali di Prancis tahun 1943. Sudah lama, ya! Namun, isinya masih berterima dengan pembaca masa kini.

Kisahnya sepanjang masa ini telah diterjemahkan, diterbitkan ulang, dan direproduksi ke dalam berbagai media. Kisah ini pun diangkat ke dalam buku berformat picture book, yakni seri Dongeng Animasi 3D terbitan Bhuana Ilmu Populer (BIP). Dalam buku ini, cerita Pangeran Kecil berdampingan dengan ilustrasi penuh warna yang disukai pembaca anak.


Kisah yang disampaikan memang unik. Cerita dimulai dengan curahan hati seorang narator yang saat kecil gambarnya disalahpahami oleh orang dewasa. Saat berusia 6 tahun, sang narator membuat sebuah gambar ular boa yang menelan gajah bulat-bulat sambil mencernanya perlahan. Namun, orang dewasa tidak memahami gambarnya. Semua selalu mengatakan bahwa itu adalah gambar topi. Namun, hal itu membuatnya kecewa dan mematikan semangatnya untuk menjadi seorang pelukis. Dia pun berhenti menggambar.

(Dari pembuka ceritanya saja, kita sebagai orang dewasa dihadapkan pada kenyataan bahwa, kita sering kali tak mengerti jalan pikir anak, dan akhirnya membuat kesimpulan sendiri tentang yang dilakukan anak. Padahal, hal itu malah mematikan kreativitas dan semangat anak.)

Cerita dilanjutkan dengan pertemuan sang narator dengan Pangeran Kecil. Pangeran Kecil memang unik. Dia tidak tinggal di Bumi. Namun, dia datang dari planetnya sendiri, yang ukurannya begitu kecil, sampai-sampai dia bisa melihat matahari terbenam hingga 44 kali. Di planet itu, terdapat satu tangkai bunga mawar yang hidup dan selalu menggerutu. Pangeran Kecil tentu dengan sabar memeliharanya. Namun, apa pun yang dilakukan Pangeran Kecil tak juga membuat bunga mawar puas. Dia selalu saja menggerutu. Akhirnya, karena jengah, Pangeran Kecil pun pergi meninggalkan planet beserta bunga mawarnya. Dia pergi menjelajah ke planet-planet lain.

Di planet pertama, dia bertemu dengan raja yang merasa memiliki banyak kekuasaan. Di planet berikutnya, dia bertemu dengan lelaki gila hormat yang merasa dirinya paling hebat, paling kaya, dan paling pintar di planet itu. Padahal, planet itu hanya ada dia seorang. Dia pun berkelana ke planet-planet lain, sampai akhirnya sampai di Bumi.

Di Bumi, dia menemukan taman dengan lebih dari 5.000 bunga mawar. Wujudnya sama persis dengan yang dia tinggalkan di planetnya. Tak lama, dia bertemu dengan seekor rubah yang membuatnya paham akan apa yang dimaksud dengan arti jalinan hubungan. Meski banyak bunga seperti miliknya, dia pun menyadari bahwa bunga yang ada di panetnya adalah bunga yang istimewa karena dia menyiraminya sendiri, merawatnya, melindunginya. Dan karena itu, bunganya adalah satu-satunya yang ada berharga di dunia ini baginya. Sebab itu, Pangeran Kecil memutuskan untuk kembali ke planetnya untuk menjaga bunga mawarnya.

Itulah kebijaksanaan yang ingin disampaikan pengarang melalui tokoh Pangeran Kecil. Kita menjadi tahu arti pentingnya jalinan hubungan, entah itu pertemanan atau keluarga.

Dongeng Animasi 3D merupakan seri buku dongeng yang berisikan kisah-kisah klasik karya sastra dunia yang ditulis oleh pengarang terkenal. Kisah-kisah seperti Cinderella, Putri Tidur, Alice di Negeri Ajaib, dikemas ke dalam buku berjenis picture books. Keistimewaan lainnya, buku ini menggunakan ilustrasi dari animasi yang terlihat nyata. Dengan berwujud tiga dimensi, ilustrasinya pun terlihat lebih hidup sehingga menolong anak untuk mengembangkan imajinasi dan memahami cerita dengan baik.

Tak hanya kisah yang menyentuh hati, di dalam buku ini juga terdapat pembahasan cerita, sehingga pembaca anak dapat memahami makna yang ingin disampaikan sang penulis. Terdapat pula informasi penting yang berkaitan dengan cerita, aktivitas games gambar, dan kata. Video animasi pun disediakan dengan cara memindari qr code yang disajikan di awal buku.


Hal yang paling menarik dan merupakan nilai utama dalam buku ini adalah augmented reality. Augmented reality ini sempat populer pada permainan Pokemon Go. Nah, di buku ini, augmented reality yang ditawarkan adalah interaksi yang unik antara buku dan ponsel Android. Anak diajak mewarnai lembar mewarnai lalu memindainya dengan kamera ponsel melalui aplikasi Dongeng Animasi 3D yang ada di Play Store.


Jadi kesimpulannya, buku ini tak hanya menawarkan cerita menarik, tapi juga segudang informasi, aktivitas, video, dan Augmented Reality. 


Vivi Erma 😊

#Buku4

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

My Busy Book : I’m a Brave Firefighter

Buku yang menjadi favorit anak- anak di satu bulan terakhir ini adalah My Busy Book : I’m a Brave Firefighter.

Busy book adalah buku yang membuat sibuk πŸ˜„ atau bisa diartikan sebagai buku aktifitas anak. Di dalam satu buku, bisa ada beberapa kegiatan yang dapat dimainkan oleh anak- anak kita. Seperti apa? Cekidot!

Ini adalah cover luarnya ‡

Hai namaku Akhtar & Qaleef 😎

daripada iri- irian, yang isi nama yang lagi main πŸ˜†


Di halaman pertama, anak- anak diperkenalkan 4 kostum pemadam kebakaran. Terdiri dari Pakaian Dinas Harian (PDH) dan tiga setelan baju yang terbuat dari material tahan panas. Dalam bahasa inggris tiga setelan baju itu disebut : Approach Suit ➑ setelan ini digunakan pada suhu tinggi yang umum dan memiliki perlindungan panas hingga 200 derajat Fahrenheit. Proximity Suit ➑ setelan ini digunakan untuk penyelamatan pesawat terbang dan memiliki perlindungan terhadap panas hingga 500 derajat Fahrenheit. Entry Suit ➑ setelan yang digunakan untuk memasuki panas yang ekstrim, seperti jika terendam total bersama api, terbuat dari bahan zetex. Untuk jangka waku yang singkat setelan ini mampu melindungi hingga 2000 derajat Fahrenheit. (Hasil Googling)


Dalam buku ini disediakan juga spidol boardmarker yang dilengkapi penghapus di bagian ujung atas. Ini adalah halaman Connecting the dots. ‡

Buku ini merupakan buku bilingual (Indonesia – Inggris), jadi anak- anak bisa sekalian belajar istilah alat pemadam kebakaran dalam bahasa inggris. Ini adalah halaman puzzle dan mencocokkan gambar‡


Belajar mengenal waktu dan mencari arah untuk menemukan bangunan yang terbakar ‡


Belajar berhitung dengan menempelkan api pada bangunan. Di halaman selanjutnya bisa membuat berbagai bentuk dengan menghubungkan titik – titik yang ada‡


Overall, buku ini cocok dibawa serta dalam perjalanan. Durasi anak- anak bermain buku ini bisa sampai dengan 30 menit/anak. Jika dimainkan berdua bisa sampai satu jam lebih, 15 menit bermain, 45 menit sisanya rebutan πŸ˜‚

Reading gives us a place to go when we have to stay where we are – Mason Cooley

Vivi Erma 😊


#Buku3

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Buku Bantal : Mengenal Huruf Hijaiyah

Dari ALIF sampai YA’

Pohon literasi memang belum sempat dieksekusi, tapi semangat membaca ada setiap hari, MasyaAllah Tabarakallah. Sejak TK A dan belajar huruf hijaiyah bersama ustadzah dan teman- temannya di sekolah, Akhtar suka sekali mengulang pelajaran tersebut di rumah. Menuliskan ulang dengan spidol warna- warni lalu ditempel rapi. Tak disangka, kini energi itu menular pada adiknya, Qaleef. 

Buku ini dinamakan buku bantal karena memang menyerupai bantal. Terbuat dari busa berlapis kain, empuk. Buku ini disusun berdasarkan abjad serta nama binatang dalam bahasa arab dan terjemahannya dalam bahasa indonesia. Gambarnya juga lucu- lucu. Yang hebat lagi, buku ini buatan Indonesia, kreatif! 😊

“There is no substitute for books in the life of a child.” β€” May Ellen Chase

Vivi Erma 😊
#Buku2

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Turtle Island : My Chunky Friend Story Book

Buku ini adalah board book. Untuk Akhtar (5thn) & Qaleef (4thn) yang belum bisa membaca, buku ini cocok untuk mereka. They really like the bright pictures and snappy rhyme. Buku yang sangat ringan dan mereka belajar mengenal nama binatang, nama benda, huruf dan warna. It’s a cute story, tentang seekor kura- kura yang tanpa terburu- buru menikmati setiap perjalanan dalam satu waktu.

Membaca buku ini kita sambil belajar filosofi dari seekor kura – kura, apa saja?

Slowly, slowly, what’s the hurry? I always take my time,” says Murray.

1. Kesabaran adalah kelebihan utama seekor kura – kura. Ada peribahasa, “it’s better to lose one minute in your life, than to lose your life in one minute”, manusia kerapkali ingin cepat sehingga selalu terburu- buru, meski hasil yang dicapai jauh dari harapan. Ada baiknya kita mengerem laju jalan kita agar tercapai hasil yang lebih baik.

Slowly, slowly, no need for haste. I always find there’s time to waste,

2. Fokus pada sedikit tujuan. Kura- kura tahu, bahwa gerakannya yang lambat tidak akan mampu membuatnya mengerjakan banyak hal. Maka dari itu kura- kura fokus pada hal yang ingin dikerjakan dan memberikan perhatian penuh pada tujuannya. One bite at a time. πŸ˜‰

Slowly, slowly, up the hill. I’ll take a break by this windmill.

3. Lihat, dengar dan rasakan prosesnya. Dengan gerakan yang lambat, kura – kura melihat banyak hal dalam perjalanan mencapai tujuannya. Terkadang perlu berhenti sejenak dan melihat aspek kehidupan lain yang mungkin kita tidak sadari.

Slowly, slowly, i’m nearly there. There’s still some time to stop and stare.

4. Temukan kecepatan pribadimu sendiri. Kura – kura memiliki kecepatan yang menjadi miliknya sendiri dan tidak terpengaruh oleh kecepatan dunia di sekitarnya. Dia bergerak sewajarnya dan tidak merasa kesal jika ada yang bergerak lebih cepat darinya.

Slowly, slowly, around this bend. I always get there in the end.

5. Kura- kura yang lambat mungkin tidak cocok dengan dunia yang bergerak cepat seperti sekarang ini. Tapi, kura- kura adalah guru yang baik, guru yang menghargai setiap waktu yang dimiliki dan menghargai kesempatan yang ada.

β€œDon’t get so busy making a living that you forget to make a life.”


― Dolly Parton

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Menstimulasi Anak Suka Membaca

*Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi ke #5*
_MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA_
πŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”Ή
Mari  kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia,   belum pernah mengetahui bahasa mandarin  kemudian tiba-tiba kita diberi Koran berbahasa mandarin dengan tulisan mandarin semua. Apa yang kebayang di benak kita semua?

Pusing?  Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

 

Hal tersebut akan sama halnya dengan anak-anak`yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ngulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca. 
πŸ’ *KETRAMPILAN BERBAHASA* 

Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan ketrampilan berbahasanya. 
πŸ’ Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :
a. Keterampilan mendengarkan ( listening skills)

b. Ketrampilan Berbicara ( speaking skills)

c. Ketrampilan Membaca ( reading skills)

d. Ketrampilan Menulis ( writing skills)
Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang *BISA MENDENGARKAN* ( Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti *BISA BERBICARA* dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.
Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang *BISA MEMBACA, belum tentu terampil  mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya.* 

Padahal dua hal ketrampilan di atas sangatlah penting.

Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal Anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.

Pertanyaan selanjutnya mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan diantara kita orang dewasapun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?
Padahal  kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.

Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk *BISA* membaca tidak *SUKA MEMBACA*. Sehingga banyak diantara kita  BISA MENULIS huruf (melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan ( 

MENULIS KARYA)

Terbukti  berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masayarakat hanya ada satu masayarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi _”Most Littered Nation In the World”_ yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Padahal  program membaca  ini tidak hanya digencarkan oleh pemerintah dalam program literasinya, melainkan juga sudah diperintahkan di dalam salah satu kitab suci agama yang sebagaian besar dianut oleh bangsa Indonesia. Disana tertulis IQRA’( bacalah), perintah membaca adalah perintah pertama sebelum perintah yang lain turun.

Mengapa kita perlu membaca? Biasanya jawabannya klise yang muncul adalah agar kita bisa menambah wawasan kita, bisa membuka cakrawala dunia dll. 
Jawaban di atas baik, tapi ada yang kita lupakan tentang tujuan  membaca ini yang jauh lebih penting, yaitu agar anak-anak kita lebih mengenal pencipta nya, karena membaca akan lebih membuat anak-anak  mengenal β€œsiapakah dirinya”, maka disitulah dia mengenal siapa Tuhannya. 
*MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA*
Sekarang kita akan belajar bagaimana tahapan-tahapan agar anak-anak kita *SUKA MEMBACA tidak hanya sekedar BISA. Agar ke depannya mereka SUKA MENULIS.*
🌼🌸🌼🌸🌼🌸
Kita akan memulai dengan berbagai tahap ketrampilan Berbahasa. 
πŸ’ *TAHAP MENDENGARKAN* 
a. *Sering-seringlah berkomunikasi* dengan anak, baik saat mereka di dalam kandungan, saat mereka belum bisa berbicara dan saat mereka sudah mulai mengeluarkan kata-kata dari mulut kecilnya.
b. Buatlah berbagai *forum keluarga* untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.
c. *Setelkan berbagai lagu anak*, cerita anak yang bisa melatih ketrampilan mendengar mereka.
d. *Bacakan buku-buku anak dengan suara yang keras* agar anak – anak bisa melihat gambar dan telinganya bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.
e. *Sering-seringlah mendongeng/membacakan* buku sebelum anak-anak tidur. Jangan pernah capek, meski anak meminta kita mendongeng/membaca buku yang sama sampai puluhan kali. Begitulah cara menyimak,
πŸ’*TAHAP BERBICARA*
a. Di tahap ini anak belajar berbicara, kita sebagai orang dewasa belajar mendengarkan. Investasikan waktu kita sebanyak mungkin untuk mendengarkan *SUARA ANAK*
b. *Jadilah pendengar yang baik*, disaat anak-anak ingin membacakan buku untuk kita, dengan cara mengarang cerita berdasarkan gambar, apresiasi mereka.
c. Jadilah murid yang baik, disaat anak-anak kita ingin menjadi guru bagi kita, dengan cara *membuat simulasi kelas*, dan dia menjadi guru kecil di depan.
d. *Ajaklah anak-anak bersilaturahim* sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya bahkan di bawah usianya untuk mengasah ketrampilan mendengar dan berbicaranya.
πŸ’*TAHAP MEMBACA*
a. *Tempelkan tulisan-tulisan dan gambar-gambar* yang jelas dan besar di sekitar rumah, terutama tempat-tempat yang sering di singgahi anak-anak
b. *Tempelkan tulisan/kata* pada benda-benda yang ada, misalnya, tempelkan kata- β€œtelevisi” pada pesawat televisi.
c. Buatlah *acara membaca bersama* yang seru, misalnya perpustakaan di bawah meja makan
d. Sekali waktu, *ajaklah* anak-anak ke pangkalan buku-buku bekas, pameran buku dan toko buku
e. Siapkan alat perekam dan *rekamlah* suara anak kita yang sedang membaca buku
f. Biasakanlah *surat-menyurat* dengan anak di rumah. Misalnya , dengan menempelkan pesan-pesan di kulkas atau buatlah parsi (papan ekspresi) di rumah
g. Dorong dan ajak anak kita untuk *membaca apapun* label-label pada kemasan makanan, papan reklame dan masih banyak lagi
h. Berikan *buku-buku berilustrasi* tanpa teks.  Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya. Selanjutnya berikan buku full teks dengan ukuran huruf yang besar-besar.
i. *Komik* juga menarik sebagai pemancing rasa ingin tahu dan gairah membaca anak (tentunya perlu selektif dalam memilih komik yang tepat).
j. Ajaklah anak *bertemu* dengan pengarang buku, ilustrator, komikus, penjual buku, bahkan penerbit buku.
k. *Dukung hobi anak* kita dan sangkut pautkan dengan buku. 

Misalnya, buku tentang perangko untuk anak yang hobi mengkoleksi perangko, buku cerita tentang boneka untuk anak yang suka boneka dan sebagainya
l. *Budaya baca* bisa ditumbuhkan dari ruang keluarga yang serba ada. Ada buku-buku yang mudah diambil anak,  ada mainan anak,  ada karya-karya anak dalam satu ruangan tersebut.
m. Ajaklah anak untuk *memilih bukunya sendiri*, tapi tentunya dibawah bimbingan kita agar tidak salah pilih
n. *Contohkan kebiasaan membaca* dan mengkoleksi buku dengan sungguh-sungguh dan konsisten
o. *Buatlah pohon literasi keluarga*, caranya:

πŸ“ŒMasing-masing anggota keluarga memiliki pohon dengan gambar batang dan ranting, tempelkan di dinding. 

πŸ“ŒSiapkanlah daun-daunan dari kertas sebanyak mungkin, setiap kali anak-anak selesai membaca, tuliskan judul buku dan pengarangnya di daun tersebut.

πŸ“Œkemudian tempelkan di pohon dengan nama anak tersebut. 
Cara ini bisa untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.
πŸ’*TAHAP MENULIS*
a. *Siapkan satu bidang tembok* di rumah kita, tempelkan kertas flipchart besar disana dan ijinkan anak-anak untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan.
b. Berilah kesempatan dan dorong anak kita untuk *menulis  apapun* yang dia lihat, dengar, pegang dan lain-lain
c. *Siapkan buku diary keluarga*, masing-masing anggota keluarga boleh menuliskan perasaaannya di buku diary tersebut, sehingga akan membentuk rangkaian cerita keluarga yang kadang nggak nyambung tapi seru untuk dibaca bersama.
d. *Buat buku jurnal/ buku rasa ingin tahu* anak dari kertas bekas,   ijinkan setiap hari anak menuliskan apa yang dia alami apa yang memunculkan rasa ingin tahunya di dalam buku tersebut.
e. *Hiraukanlah* tanda baca, huruf besar, huruf kecil dll, saat anak-anak mulai belajar menulis. Biarkanlah anak merdeka menuangkan isi pikirannya, hasil bacaannya, tanpa terhenti berbagai kaedah –kaedah menulis yang harus mereka pahami. Setelah anak-anak lancar menulis baru setahap demi setahap ajarkanlah berbagai macam kaedah ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang /

πŸ“šSumber  Bacaan :

 

_Kontributor Anatalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gaza Press, 2014_
_Pengalaman Bunda Septi dalam mengembangkan ketrampilan berbahasa di keluarganya, Wawancara, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2017_
_Andi Yudha Asfandiyar. Creative Parenting Today : Cara praktis memicu dan memacu kreatifitas anak melalui pola asuh kreatif. Bandung : Kaifa. 2012_
http://www.supernanny.co.uk/Advice/-/Learning-and-Education/-/4-to-13-years/Help.-My-child-doesn’t-like-reading.aspx
🍯 *Cemilan Rabu* 🍯

*Menstimulasi Anak Suka Membaca*
*Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*
πŸ“šMembaca adalah salah satu kemampuan bahasa yang penting bagi anak.
πŸ“šMembaca juga dapat meningkatkan daya imajinasi anak dan meningkatkan kosakata anak dan masih banyak manfaat membaca lainnya. 
πŸ“œBerikut tahapan membaca yang dapat dilakukan oleh anak usia dini.

*Tahapan Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*
*πŸ“–1. Tahap fantasi (Magical Stage)*

Anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berfikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.
πŸ“– *2. Tahap Pembentukan Konsep Diri Membaca (Self Concept Stage)*
Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan
πŸ“– *3. Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage)*
Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalnya serta sudah mengenal abjad
πŸ“– *4. Tahap Pengenalan Bacaan (Take Off Reader Stage)*
Anak tertarik pada bacaan, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi atau papan iklan
πŸ“– *5. Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stages)*
Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan. Bahan-bahan yang berhubungan secara langsung dengan pengalaman anak semakin mudah dibaca
Sumber:
https://ilmupengetahuanibu.com/2016/11/18/tahapan-perkembangan-membaca-anak-usia-dini/
https://yudhistira31.wordpress.com/2008/12/22/tahap-perkembangan-kemampuan-membaca-pada-anak/

Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/
β³βŒ›β³βŒ›β³βŒ›β³βŒ›β³βŒ›β³βŒ›

Berikut beberapa pertanyaan teman-teman tentang game level 5 :
● jenis bacaan (fiksi, non fiksi, buku pelajaran, ebook, komik, artikel, qur’an, link di hp, atau buku belajar membaca), apakah boleh semua? ➑ _teman-teman prinsipnya disini adalah agar setiap keluarga “melek literasi” shg tidak ada ketentuan apapun, semua boleh_
● bentuk tugas, yang dikumpulkan apakah hanya foto pohon saja?

➑ _apakah foto pohon saja bisa meningkatkan “melek literasi” kita di tantangan ini? Mana yang lebih baik, posting foto saja, atau posting foto disertai narasinya_?
 *Ini semua pilihan teman-teman, target pencapaian ingin sekedar menyelesaikan NHW saja atau memang punya target khusus saat tantangan selesai*

● apakah satu orang satu pohon?
_Apa asyiknya kalau satu orang satu pohon_? 
_Bisa jadi bahan self assesment keluarga mana yang rajin baca dan rajin berbagi. Kalau di keluarga dan lebah putih, kami menetapkan setiap selesai berbagi bacaan anak-anak dapat buah dari daun-daun yg rimbun. Kalau pohonnya gersang malu,kapan panen buahnya_ ?
_Tapi kalau sekiranya hal tersebut memakan tempat, boleh per ranting dikasih nama_

● apakah boleh jika anak suka membaca 1 buku dan diulang-ulang?
_boleh kan memang fitrahnya seperti itu, daunnya boleh banyak dg satu judul_

● apakah boleh bercerita tanpa buku? karena anak sedang senang meminta ibu mengarang cerita
_boleh, kan sedang masuk tahap mendengarkan, sebagai salah satu cara anak melatih ketrampilan bahasanya_

●Jika anak blm bs membaca sendiri & buku tidak ada yg baru (hanya membaca buku2 yg sudah ada), apakah pohon bs tetap diisi?
_bisa, dan tidak harus pohon, ajak anak berbicara, ada beberapa yang suka pesawat dan awan-awan, jadilah pesawat literasi. Kami tidak ingin menyeragamkan seluruh keluarga, beragam itu kekayaan kita_

 πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

*Tantangan Level 5*
Iqra! Bacalah! Perintah Tuhan pertama kali ini mengingatkan kita bahwa membaca merupakan sebuah proses penting dalam mengenal diri.
Membaca merupakan jembatan ilmu, makanan bagi otak, dan juga bisa melatih imajinasi. Serta banyak lagi manfaat dari membaca.
Yuk, jadikan diri kita teladan bagi anak dan keluarga!
🌴 *Jadilah teladan*

βœ… Jadwalkan _family reading time_, membacalah bersama anggota keluarga

βœ… Buatlah pohon literasi untuk masing-masing anggota keluarga, rimbunkan dengan judul buku yang telah dibaca

βœ… Diskusikan dengan anggota keluarga tentang buku yang telah dibaca, gunakan untuk menambah pengetahuan dan merekatkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya

πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦ *Bagi yang sudah memiliki anak*

πŸ“– Jadilah ibu teladan, membacalah bersama anak (sesuai dengan tahapan usia anak).

πŸ“· Dokumentasikan kegiatan membaca anda

πŸ“ Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi
πŸ‘« *Bagi anda yang belum memiliki anak*

πŸ“– Membacalah!

πŸ“· Dokumentasikan kegiatan membaca anda

πŸ’­ Diskusikan dengan suami tentang buku yang sudah dibaca

πŸ“ Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi
πŸ‘°πŸ» *Bagi anda yang belum menikah*

πŸ“– Membacalah!

πŸ“· Dokumentasikan kegiatan membaca anda

πŸ“ Rimbunkan pohon literasi dengan buku-buku yang sudah anda baca.

❕Gunakan hashtag

#GameLevel5 

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
❗Bagi anda yang menggunakan blog, tambahkan label

*Bunda Sayang*

*Ibu Profesional*

*IIP*

*For Things To Change, I Must Change First*
⏳ Periode Tantangan: 

8-24 Juni 2017
Kirimkan tugas anda melalui link berikut:
http://bit.ly/Level5BunSayKordi
πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ