Buah dan Sayur

Tantangan 10 Hari | Level 10 | Kuliah Bunsay | Grab Your Imagination | Day#3

Hatchi!!
Luigi mengelap hidung dengan tisu yang diberikan oleh Nyummy.‎
Haaa… tchiii..!!
Brrr..
Luigi merapatkan selimut yang membungkus badannya.

Luigi sedang sakit flu. Sepertinya tertular oleh penumpang di kereta jurusan ke Bandung kemarin. Udara Bandung juga dingin karena sedang musim hujan.

“Aneh sekali.. srooottt!!” Luigi membuang ingusnya,” kenapa hanya aku yang tertular flu ya? Kenapa kalian berdua baik-baik saja?” tanpa Luigi pada Mario dan Nyummy.

Mario sedang membuat secangkir teh lemon hangat untuk Luigi. “Ini coba kamu minum.. supaya badanmu hangat. Sebentar lagi sup ayamnya juga matang.”

Sluurrrppp.. Luigi meminum teh lemon hangat.

“Kami tidak sakit karena daya tahan tubuh kami kuat. Kenapa? Karena kami suka makan buah, sayur dan makanan bergizi lainnya.”

Dalam hati Luigi membenarkan ucapan Mario. Dia memang tidak suka buah dan sayur. Dia hanya suka makanan dari tepung, seperti roti, pizza, donat dan pie susu. Beda dengan Mario yang rajin meminum jus setiap hari. Apalagi Nyummy, Nyummy adalah Dino yang melahap segala yang ada, asal bisa dimakan dia akan bilang itu enak. Hahaha Luigi tersenyum simpul mengingat betapa gembulnya Nyummy.

Hmmm.. bau Harum sup ayam buatan Mario memenuhi seluruh ruangan.

“Ini makanlah, sup ayam, di dalamnya ada berbagai macam sayuran, ada brokoli, wortel, kentang, buncis, kubis dan kacang merah.” Mario meletakkan mangkuk yang mengepulkan uap panas di meja di depan Luigi.

“Ah bagaimana aku akan memakannya. Kenapa tidak boleh kuahnya saja sih? Kamu tahu aku tidak suka sayur.” Luigi menggerutu.

“Kamu mau sembuh atau tidak, Luigi? Tadi kamu bertanya kenapa hanya kamu yang tertular flu di kereta kan?” Mario menyuapkan sup ke Luigi.

“Ayo telan Luigi, sayur-sayur itu bagus untukmu.” Mario membujuk Luigi.

Dengan berat hati Luigi mengunyah wortel, kentang dan kacang merah yang ada di sendok suapan Mario tadi. Dengan susah payah juga dia telan.

Hmm.. tidak terlalu buruk juga rasanya. Apa karena sudah tercampur bumbu sup ya. Luigi menggumam dalam hati.

“Sayur-sayur ini akan membantumu lekas sembuh Luigi. Di dalamnya terdapat berbagai macam vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita.” Mario menyendokkan sup lagi ke dalam mulut Luigi.

“Buah-buah ini juga bagus Luigi. Ada semangka dan strawberry. Kandungan vitamin A dan C nya tinggi.” Nyummy meletakkan sepiring semangka dan strawberry yang sudah dipotong rapi,” makanlah nanti ya.”

Sayur dan buah

“Ah kau ini Nyummy. Aku saja masih harus berjuang menghabiskan sayur sup ini. Sekarang masih ada tantangan lain, aku juga harus menghabiskan buah- buah itu.. huaaaaa” Luigi menangis histeris.

Hatciii!!!
Luigi bersin lagi.

“Jika kamu ingin sembuh dan sehat, kamu harus berjuang melawan rasa tidak sukamu pada buah dan sayur Luigi.” Nyummy menasehati Luigi.

Manfaat Sayur dan buah

“Diantara kita bertiga, kamulah yang sering sakit Luigi. Kamu mudah sekali tertular orang lain.” Mario menambahkan.

Luigi jadi teringat, saat liburan ke pulau Lombok, dia malah meringkuk di kamar karena demam. Seharusnya dia bisa menikmati bermandi matahari dan berenang di pinggir pantai. Begitu pula saat mereka pergi ke Gunung Bromo, dia malah pusing karena kedinginan. Daya tahan tubuhnya memang lemah sekali. Dia akui.

“Baiklah kalau begitu. Aku ingin sembuh. Dan aku juga ingin sehat, sama seperti kalian.” Luigi semangat menghabiskan supnya.

Diapun menghabiskan buah semangka dan strawberry. Sejak saat itu Luigi bertekad ingin menjadi sehat. Dengan banyak makan sayur dan buah.‎

Manfaat Sayur dan buah

Tamat

Jakarta, 5 Desember 2017

Vivi Erma

Advertisements

Get In The Line!

Tantangan 10 Hari | Level 10 | Kuliah Bunsay | Grab Your Imagination | Day#2

Get in the line

Ide Cerita : Qaleef

Penulis Naskah : Mommy

Matahari terbit. Kicauan burung terdengar merdu. Ayam dengan gagah berkokok,

Kukuruyuuukk…

Menandakan pagi telah tiba.

“Hoaaaaheemmm..” Dino Nyummy menutup mulutnya saat menguap. Matanya sayu, terlihat masih mengantuk.

Mario, Dino Nyummy dan Luigi akan pergi ke Bandung naik kereta. Hari ini hari Senin, hari tersibuk sedunia, antrian untuk mengambil tiket kereta saja panjaaaaaang sekali. Seperti ular. Padahal hari masih pagi. Lelah, Mario menjadi tidak sabar.

“Aku lelah sekali. Bagaimana ya caranya aku bisa menyerobot antrian?”

“Sabar Mario. Semua orang juga sama mengantrenya sepertimu. Semua orang kelelahan.” Luigi menenangkan.

“Ah aku tak peduli orang lain. Kakiku capek sekali,” Mario bersungut-sungut. Tanpa menunggu lama, dia mulai mencoba menerobos orang-orang dengan tubuh kecilnya.

“Hai kamu! Enak saja menyerobot antrian!”

Suara itu mengagetkan Mario. Langkahnya terhenti, Mario terlalu takut menoleh ke belakang.

“Kembalilah ke tempat antrianmu! Atau akan aku laporkan pada Pak Satpam!”

Mario berbalik kemudian menutup wajahnya dengan topi, dia merasa malu. Suara yang menegurnya tadi keras dan menggelegar ke seisi ruangan. Dia yakin sekali kini orang-orang sedang menatap ke arahnya. Pelan-pelan dia berjalan kembali menuju ke tempat antriannya tadi.

Bruk!

Secara tak sengaja Mario menabrak orang karena berjalan menunduk.

“Maaf… maaf.. ” Mario masih menyembunyikan wajahnya.

“Kamu minta maaf karena menabrak atau menerobos antrian hah?”

Huaaa suara itu, suara yang menggelegar tadi. Mario tampak pucat. Takut-takut dia sedikit membuka topi yang menutupi wajahnya.

Get in the line

Huaaaaa… wajahnya seseram suaranya! Batin Mario.

“Ah eh uh.. Maaf untuk semuanya pak.. permisi.. permisi…” Mario cepat-cepat kembali ke Dino Nyummy dan Luigi.

Get in the line

“Fyuuhhh..” Mario menyeka keringat dingin di dahinya.

“Apa kubilang?” ujar Luigi “Jangan menerobos antrian.”

“Iya Mario, itu adalah perbuatan yang tidak baik. Semoga kejadian ini menjadikan pelajaran buatmu. Kita memang harus sabar. Belajar sabar mengantri. Semua orang bisa, kenapa kita tidak?” Nyummy menepuk-nepuk pundak Mario menenangkan, “Toh kita tidak akan ketinggalan kereta kok.” Nyummy melanjutkan.

“Lebih baik kita melakukan kegiatan yang lain saat mengantri, supaya tidak bosan.” kata Luigi.

“Seperti apa misalnya? tanya Mario.

“Seperti membaca buku, mengobrol..” Luigi memberi ide.

“Ah iya aku lupa, aku membawa buku Jip dan Janneke di saku bajuku.” Mario lalu tenggelam dalam bacaannya.

Sedangkan Luigi dan Nyummy asyik bercengkrama.

Mengantri tidak lagi terasa lama dan membosankan.

Tamat


Seorang guru di Australia pernah berkata, “Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” karena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya,”

🐛 Anak belajar manajemen waktu. Jika ingin mengantri paling depan, datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
🐛 Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba, terutama jika ia di antrian paling belakang.
🐛 Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting.
🐛 Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
🐛 Anak bisa belajar bersosialisasi, menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
🐛 Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
🐛 Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
🐛 Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
🐛 Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
🐛 Anak belajar bekerjasama dengan orang-orang yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
🐛 Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya. 😊

Jakarta, 4 Desember 2017

Vivi Erma 😊

Diawali dengan Bismillah, Diakhiri dengan Alhamdulillah

Tantangan 10 Hari | Level 10 | Kuliah Bunsay |Grab Your Imagination | Day#1

🍁 Penokohan ➡ Akhtar dan Qaleef

Luigi : Kakak Mario, penakut.

Mario : Adik Luigi, pemberani.

Dino Nyummy : Dino yang suka sekali makan.

🍁 Ide Cerita ➡ Qaleef

🍁 Penulis Naskah ➡ Mommy

•••

Di suatu siang yang terik, Mario, Dino Nyummy dan Luigi sedang berjalan di hutan.

“Silau sekali! Sinar matahari itu menerpa wajahku.” Mario memakai kembali topi merahnya.

“Aku kan sudah bilang Mario, jangan lepas topimu, agar kepala kita terlindung dari panasnya matahari.” Luigi menasehati Mario.

“Aku tidak punya topi, bolehkah aku meminjam topimu Luigi?” pinta Dino Nyummy.

“Maaf Nyummy.. tapi topiku hanya satu. Lagipula aku tidak yakin akan muat di kepalamu jika kau pakai.” jawab Luigi.

“Hhh..” Nyummy menghela nafas. Keringat bercucuran dari kulitnya yang bewarna hijau.

“Oh aku ada ide, kita pakai saja daun yang lebar sebagai penutup kepala Nyummy!” ujar Mario.

“Wah ide yang bagus!” Luigi dan Nyummy menyetujui ide Mario. Mereka lalu mencari-cari daun yang lebar di sekitar hutan.

“Nah itu dia! Daun pohon jati. Cukup lebar untuk digunakan sebagai topi.” Mario hendak memotong daun yang tumbuhnya bisa dijangkau, “Bismillahirrahmanirrahiim..”

Kretekk..

Bunyi daun dipotel menggunakan tangan.

Alhamdulillah.. terima kasih Mario. Kini kepalaku terlindung dari panas.” Nyummy langsung memakai daun jati itu untuk menutupi kepalanya.

Merekapun melanjutkan perjalanan. Langkah mereka terhenti saat mereka menemukan potongan roti raksasa di tengah hutan.

“Wah.. roti siapa ini ya? Nampak lezat..” Nyummy yang memang doyan sekali makan sudah tergoda dengan roti itu, “Wah isinya selai coklat, kesukaanku!” Nyummy girang sekali.

Krucuk.. krucuk..

Bunyi perut mereka bertiga yang kelaparan. Mereka saling memandang lalu tertawa.

“Aku lapar sekali Luigi.. bolehkah kita makan saja roti ini.” Mario menghiba.

“Eh jangan! Tunggu dulu. Jangan-jangan roti ini beracun. Aku takut ah!” Luigi ragu-ragu.

Lalu ada burung hinggap di atas roti raksasa itu. Burung itu mematuk-matuk roti lalu melihat sebentar ke arah Mario, Nyummy dan Luigi, kemudian melanjutkan mematuk-matuk roti lagi.

“Tuh.. rotinya tidak beracun. Buktinya burung itu tidak apa-apa.” Mario mencoba meyakinkan Luigi.

“Baiklah aku coba ya,” Nyummy menyobek roti itu dengan tangannya. Dia sudah tidak bisa menahan rasa laparnya.

“Eh tunggu dulu..!” Luigi memegang tangan Nyummy yang memegang sobekan roti, “Jangan lupa baca basmalah!”

“Ah iya, hehehe” Nyummy menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia merasa malu, lapar membuatnya lupa berdoa terlebih dahulu.

Mario menyobek roti itu, diikuti oleh Luigi.

Bismillahirrahmanirrahiim..”

Mereka lalu menyantap roti berisi selai itu dengan lahap.

Alhamdulillah kenyaaaanngg..” Nyummy mengelus-ngelus perutnya yang buncit.

“Lezat sekali ya rotinya.. Alhamdulillah.. rejeki dari Allah.” Luigi menyeka mulutnya yang penuh dengan selai coklat.

Alhamdulillah.. perut kita sudah terisi.” Mario berdiri dan mengajak Luigi dan Nyummy untuk bergegas.

Mario, Dino Nyummy dan Luigi melanjutkan perjalanan mereka.

Tamat

Mengapa harus membaca basmalah saat memulai sesuatu?

Bismillahirrahmanirrahiim

”Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

1. Supaya kita terlindung dari gangguan setan

2. Supaya kita mendapat keberkahan dan kebaikan dari yang kita lakukan

3. Supaya kita senantiasa mendapat petunjuk Allah SWT

Mengapa harus membaca hamdalah saat mengakhiri sesuatu?

Alhamdulillahirrabil’alamiin

“Segala Puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

Ucapan ini sebagai rasa syukur kita kepada Allah atas semua nikmat yang kita terima.

Kita lapar, alhamdulillah ada yang dimakan. Seperti Mario, Luigi dan Nyummy yang tiba-tiba menemukan roti raksasa di tengah hutan. Dino Nyummy kepanasan, alhamdulillah ada daun jati yang bisa dipergunakan.

Semua adalah limpahan rejeki dan rahmat dari Allah.

Pada manusia saja kita senantiasa berterimakasih, apalagi kepada Allah Sang Pencipta.

Jakarta, 3 Desember 2017

Vivi Erma 😊

Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng

Materi Kuliah Bunda Sayang Ibu Profesional Level 10

Membangun karakter anak lewat dongeng

If you want your children to be intelligent, read them fairy tales. If you want them to be more intelligent, read them more fairy tales – Albert Einstein

I love fairy tales! Even now in my thirty something 😆

Saya mengenal dongeng dari ayah saya. Saat kecil, sebelum tidur, ayah selalu mendongeng. Sepanjang yang saya ingat, dongeng-dongeng itu tidak pernah terlalu panjang (mungkin karena diceritakan oleh seorang ayah dimana kosa katanya tidak sebanyak mama 😆), selalu melibatkan hewan dan ada sebuah pesan moral di akhir kisahnya.

Ada si kancil, buaya, kelinci, singa, semut dan masih banyak lagi. Dongeng yang tidak panjang tapi sangat berkesan bagi Vivi kecil. On a lighter note, sepertinya moment mendongeng itu yang membuat ikatan rasa antara saya dan ayah lebih kuat dibanding saya dengan mama.

Ingatan saya berkelana ke masa kecil karena Qadarullah, materi Kuliah Bunda Sayang di level 10 adalah tentang MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG.

Sebuah dongeng (cerita) merupakan refleksi kehidupan nyata sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi pendengar dan pembacanya, termasuk anak-anak. Semakin berkembang kemampuan berbicara anak, semakin menuntut keingintahuan mereka akan banyak hal.

Bercerita atau mendongeng merupakan metode sekaligus media komunikasi yang menjadi tradisi dari generasi ke generasi. Alur dan tutur cerita memberikan sentuhan emosi yang luar biasa dalam keseharian anak, sehingga cerita memberikan banyak manfaat bagi perkembangan kepribadian anak. Yah meskipun peran dan fungsinya kini mulai tergantikan oleh tayangan-tayangan televisi dan game di komputer.

Di level 10 ini tidak salah rasanya jika saya menyimpulkan bahwa bu Septi ingin mengajak menghidupkan kembali dongeng untuk anak-anak kita.

APA MANFAAT BELAJAR DONGENG UNTUK IBU?

Pertanyaan ini sebagai sebuah pembuka materi. Berikut adalah beberapa jawaban yang terangkum dari hasil diskusi (termasuk jawaban saya 😋) ⤵

🐠 1. Membangun bonding
🐠 2. Menanamkan nilai tanpa banyak menasehati langsung
🐠 3. Pesan kepada anak lebih mudah disampaikan
🐠 4. Melatih ketrampilan berbahasa dan kosakata
🐠 5. Menanamkan karakter baik
🐠 6. Membangun kenangan
🐠 7. Mengasah kemampuan menganalisa
🐠 8. Mengenalkan idola baik
🐠 9. Membantu ibu untuk mengajarkan anak berbagai macam emosi lewat bahasa tubuh dan mimik wajah
🐠 10. Mengasah imajinasi

Setelah memahami apa manfaat belajar mendongeng, lalu Bu Septi mengajak kami berpetualangan memasuki “Dunia Dongeng Ibu Profesional”

Membangun karakter anak lewat dongeng

Selamat Datang di Dunia Dongeng Ibu Profesional …
Rumah mungil di tepi sungai itu sekarang kelas kita.
Di sana kita akan saling bertutur, menceritakan berbagai kisah dengan berbagai mimik wajah yang terlihat penuh asa
1 jam kita akan duduk bersama disini penuh kehangatan sambil mendengarkan gemericik air yang menambah sejuk nya kisah tentang kita.
Burung burungpun beterbangan mengitari rumah kita seakan akan mereka tau bahwa kita
datang dengan penuh cinta
Mari kita bertutur, apa yang Bunda rasakan saat ini ?

Wuuaaahh.. imajinasi membawa kami berkelana ke alam maya.

Di sini di dalam rumah ini kita sedang memasuki dunia imajinasi yg sudah lama kita tinggalkan, padahal kita sedang diamanahi anak-anak yg dunianya penuh imajinasi…jadi wajar kalau kadang kita tidak nyambung dengan mereka.

Berapa kali mereka bilang ke kita ingin terbang, dan berapa kali kita balas dengan senyuman saja. Berapa kali mereka bersikap aneh, dan berapa kali kita bilang “ada ada saja kamu”.

Dunia kita dan dunianya memang berbeda.

Mari sekarang kita keluar, duduk di rerumputan di pinggir sungai, menghirup udara segar sebanyak-banyaknya dan hembuskan perlahan…

Sekarang kita akan belajar mendatangkan kembali imajinasi yg dulu pernah ada, dengan membuat dongeng bersambung berbasis apa yg kita lihat saat ini di Dunia Dongeng Ibu Profesional.

Saya perlu 3 relawan yang mau bertutur secara bersambung, silakan angkat 🙋

Terpilihlah Mba Sasa, Mba Caca, dan Mba Rima. Dan dongeng pun dimulai…

“Ketika bangun pagi ku dengar suara lengkingan rusa. Seketika aku ingin beranjak dari tempat tidur dengan memikirkan ide hari ini untuk…

Kulewati hari indah ini bersama yanda dan nanda tercinta. Semesta mendukung dengan cahaya kasihnya yang mengintip malu malu dibalik sepoi angin dan kicauan merpati. Manalagi yang ku cari jika semua ini cukup ada untukku dan…

Aku bersyukur kepada Allah Sang MAha Pencipta. Yang telah menciptakan dunia dan sisinya. Sang Arsitek Yang Maha Agung, seniman Yang Luaar biasa. Menciptakan dunia dengan segala keindahannya, serta memenuhi segala kebutuhan manusia dengan sangat sempurna. Allah Maha Segalanya…”

Membangun karakter anak lewat dongeng

Tidak berhenti di tiga relawan itu saja, Bu Septi kemudian menyodorkan tiga buah gambar secara berurutan untuk kembali memantik imajinasi kami.

Membangun karakter anak lewat dongeng

Membangun karakter anak lewat dongeng

Membangun karakter anak lewat dongeng

Berikut adalah imajinasi versi saya (ehem)

🐝 Gambar 1“Assalamualaikum semua.. perkenalkan namaku Le – Bee – Ra. Aku si lebah bersepatu merah.”

🐝 Gambar 2 “Aku tinggal di hutan. Tapi seperti yang kalian lihat, habitatku hancur. Pohon-pohon dipotong dan dijadikan rumah untuk manusia. Aku sedih sekali.”

🐝 Gambar 3 ➡ “Dulu sebelum dikusai manusia, seperti inilah indahnya hutanku. Aku adalah hewan darat. Aku hidup berbahagia berdampingan dengan kupu-kupu dan burung. Banyak sekali bunga-bunga bermekaran. Aku suka sekali dengan bunga. Aku hidup dengan menghisap sarinya. Sari-sari bunga itu yang membuatku bisa menghasilkan madu. Temanku bukan hanya di darat, tapi juga di laut. Ada bermacam-macam ikan dan gurita. Entah bagaimana keadaan mereka sekarang, saat manusia juga telah sering mengunjungi mereka. Semoga mereka baik-baik saja.”

Tamat 😊

“Selain potongan gambar, imajinasi kita juga bisa terbangun dengan membuat kisah/dongeng berdasarkan potongan koran yang ada, grab your imagination!” terang Bu Septi melanjutkan.

Membangun karakter anak lewat dongeng

Membangun karakter anak lewat dongeng

Dan sebagai penutup kelas malam ini,

Membangun karakter anak lewat dongeng

Mari belanja gagasan, kalau menemukan link yang bisa memperkaya imajinasi kita lewat dongeng tambahkan disini yaa…

Dongeng dengan pasir tanpa suara

Kolaborasi para ibu untuk membuat ebook dongeng anak Indonesia
http://www.serusetiapsaat.com

Ebook Dongeng Berbahasa Inggris
http://www.freechildrenstories.com

Ada lagi yang punya sumber untuk memperkaya kemampuan imajinasi kita untuk menyeimbangi imajinasi anak-anak?

Yuk tulis linknya disini

Sumber Bacaan:

_Hidayati, Nurul. 2015. Mendongeng, Strategi Pendidikan Karakter dalam Keluarga, (Online),http://eduku.co/read/23-Mendongeng-Strategi-Pendidikan-Karakterdalam-Keluarga.html_

_Kartikawati, Eny. 2012. Hanya 33% Orangtua yang Masih Sempat Mendongeng untuk Anak, (Online), http://wolipop.detik.com/read/2012/10/10/070850/2058848/857/hanya-33- orangtua-yang-masih-sempat-mendongeng-untuk-anak_

_Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Antologi, Materi Menumbuhkan Karakter anak lewat dongeng, 2015_

https://guruceritaku.blogspot.co.id/2017/06/dongeng-anak-dengan-cerita-bergambar-edukatif.html

http://sayangianak.com/bagaimana-cara-mulai-mendongeng/

https://mekarbelajar.wordpress.com/2017/11/28/hasil-workshop-mendongeng-dengan-kak-mul/

Kelas malam ini bolehlah berakhir, akan tetapi imajinasi harus terus dilatih agar kita semakin mahir, dengan kata lain PRAKTEK! 😄 Inilah … *drumroll

🎊🎊Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang Level 10 🎊🎊

🌈Membangun Karakter Anak melalui Dongeng 🌈

Dongeng adalah salah satu usaha laku kita dalam bertutur tentang sebuah cerita yang pasti tidak akan ditolak oleh anak-anak. Maka sangat pantaslah jika kita sebagai seorang ibu harus berlatih untuk mendongeng :

📝 Bagi yang anak-anaknya dibawah 12th / belum baligh :

Latih diri kita untuk membuat dongeng kreatif yang mengandung nilai karakter yang ingin kita tanamkan ke anak-anak, ceritakan kepada anak-anak dengan cara yang kreatif juga & catatlah prosesnya setiap hari.

📝 Bagi yang anak-anaknya sudah baligh:

Latih diri kita untuk terlibat bersama anak-anak mencari & ngobrol bareng tentang segala sesuatu yang menginspirasi ( tentang siapa, apa , bagaimana , dst ) dan mempunyai nilai2 kebaikan kemudian catat kisah serunya setiap hari .

📝 Untuk semuanya :

Silakan latih diri kita untuk menjawab segala keluh kesah anak atau anggota keluarga atau teman dengan dongeng/kisah

Contoh :

“Ibu, ini bulan-bulan yangg sangat berat dalam hidup saya, saya nggak sanggup lagi kayaknya untuk melanjutkan proses yang sudah saya mulai”

Jawab :

“Hmmm…sini ibu peluuuk….kisahmu ini seperti pilot yang sedang menembus gumpalan awan, ada rasa takut untuk memasukinya, tapi sang pilot memutuskan harus masuk awan itu, tidak bisa balik, karena pasti tidak akan sampai tujuan. Apa yang dilakukan sang pilot? Full Konsentrasi, dan High Speed masuk ke awan dan turbulensi yg luar biasa. Penumpang pun berteriak menyebut nama Allah, pilot pun mungkin keluar keringat dingin, adrenalinnya naik, emosinya diguncang, tapi dia harus tenang. Alhamdulillah suasana seperti itu hanya sesaat, yang penting berani untuk dilalui. Pilotpun segera bersyukur tenang.. penumpang mulai senyum bahagia. Sampai di daratan peristiwa di atas tadi memang menakutkan tapi akan menjadi bagian cerita perjalanan kita.”

⏳Periode tantangan 30November-16 Desember 2017⏳

📚Kumpulkan tantangan pada link berikut ini

https://goo.gl/forms/amZ8GJuUjGy3k8Ef2

💻Bagi anda yang menggunakan blog , gunakan label :

Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 10
Tantangan 10 hari

🖥 Gunakan hashtag berikut saat pengumpulan tugas:

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Selamat berimajinasi 😘🤗👏

Review Materi Kuliah Bunda Sayang Level 10 oleh Vivi Erma

Pondok Mertua Indah

PONDOK MERTUA, INDAH?

“Jangan sampai ya kamu kalau sudah menikah ikut mertua, hmm.. makan hati!”

“Amit-amit deh jangan sampai tinggal sama mertua, bisa kurus kering kamu nanti!”

“Udah deh mending ngekos atau kontraklah daripada tinggal sama Mertua!”

Yang familiar sama kalimat tersebut di atas coba ngacung.. Wkkwwk

Stigma negatif kerap disematkan saat kalimat “tinggal seatap dengan mertua” disebut.

Awas lo!
Jangan sampai deh!
Amit-amit ya!

Oke, jujur saya akui sebagai pelaku, tinggal di rumah mertua itu bagai BERUMAH ADA, BERUMAH TIADA.

Mau ngapa-ngapain sungkan? JELAS!

Gak bisa mendesain ruangan seperti yang kita inginkan. Mertua suka tembok putih, kita maunya warna-warni. Gak bebas menerima tamu. Ada saudara jauh datang menginap juga tidak mungkin. Belum lagi kalau kita gak punya household equipment dimana akhirnya harus pinjam milik mertua. Kalau sampai rusak, bukan soal nilai menggantinya, tapi rasa gak enaknya karena pas ndilalah kita yang pakai kok malah jadi rusak. Padahal sih karena umur alatnya sudah tua dan ya karena sering dipakai juga. Qadarullah.. lagi apes wkwk

Mau masak, gantian dapur sama mertua. Kita masak sedikit, gak enak juga kan gak nawarin. Dimasakin banyak supaya mertua nyicip juga belum tentu seselera. Belum pas Gas habis, Minyak habis, akhirnya mau gak mau jadi hitung-hitungan, “ini siapa ya yang pakenya paling banyak?” hehe

Apalagi kalau sudah punya anak. Anak berantakin mainan, kitanya ditegur. Anak nangis, dibilang berisik. Anak ngompol pas belajar toilet training, najis! Ditambah dengan komentar negatif plus nasehat tentang pengasuhan yang kita sering merasa sebenarnya tidak membutuhkan. Beda jaman bu, Helloooww!!! *sewot 😅

“Kenapa sih bayinya rewel? ASINYA gak keluar kali! Kasih sufor aja deh!”

“Loh kok dikasih Sufor? Kasihan banget bayinya, harusnya kan ASI eksklusif!”

“Bayinya kok gak tidur sih padahal nenen, ASI nya gak bergizi kali, terlalu encer, bayi gak kenyang!”

*langsungnyeburkelaut 😂

“Kok dikasih makan itu sih, kan belum boleh?” (Ini padahal kitanya sudah sampai konsultasi dengan ahli gizi, ikut grup HHBF, baca buku Baby Led Weaning dan segambreng persiapan MPASI buah hati tercinta 😅).

“Anak-anak ini kok kurus sih, gak doyan makan apa gimana?”

“Ibunya gak kreatif sih, makanya anaknya makan pilih-pilih, mana bisa gemuk kalau begitu.”

Curhat, Nyah??!!! 😂😂😂

Belum lagi jika dibanding-bandingkan, entah dengan ibu mertua sendiri saat mengurus suami kita dulu, dibandingkan dengan menantu yang lain, menantu tetangga. Wuiihhh..
Ya dan seabreg hal negatif lainnya,

Silahkan diingat-ingat sendiri bagi yang pernah mengalami. Loh! 😆😂

Tidak semua ibu mertua seperti itu. Tidak semua menantu mengalami itu.
Biarpun biasanya begitu tapi kan belum tentu.
Memang sih, saya setuju, idealnya orang yang sudah berumahtangga ya tinggal di rumah sendiri. Demi alasan apapun. IDEALNYA. Tapi berapa persen sih polulasi di dunia ini yang hidup dengan ideal?

Lalu apa kabar yang tidak atau kurang ideal itu?

Banyak sekali kan faktor yang membuat keadaan rumah tangga menjadi “kurang ideal”, jika ideal itu salah satunya berarti tidak numpang di rumah mertua. Bisa karena alasan finansial, bisa karena faktor emosional (pasangan tidak bisa jauh dari keluarga, kakek nenek tidak bisa jauh dari cucu, mertua yang berusia lanjut, sakit) dan sebagainya.

Jadi, mari kita putuskan mata rantai warisan pemikiran yang menyesatkan.

As Maya Angelou said,

If you don’t like something, change it.
If you can’t change it, change your attitude about it.

If the situation cannot be changed, you must learn to rise above it. What you tend to focus on, expands. Breathe energy into the positive things in your life.

Point yang ingin saya sampaikan adalah cobalah memulai dari diri sendiri. ‎Daripada menakut-nakuti diri sendiri dan orang lain dengan stigma negatif tentang tinggal di rumah mertua, kenapa kok tidak kita pasang mindset positif ke diri sendiri, ke orang lain‎ (ibu ke anak, ayah ke anak, kita ke sahabat, ke teman dsb) bahwa hidup itu yang paling penting adalah selalu bersyukur, apapun keadaan kita. Mau di rumah mertua kek, mau rumah sendiri, mau di Indonesia, mau di luar negeri, kita harus memiliki endurance yang bagus dalam setiap kondisi. Tidak mudah, tapi tidak mustahil juga.

Sewaktu awal menikah dulu sampai punya anak satu, saya tinggal di rumah sendiri. Saya tahu sensasi keduanya, baik tinggal sendiri maupun seatap dengan mertua. Jadi jangan dibilang “Ah, kamu tidak tahu sih rasanya MERDEKA! Makanya ngomong gini.”

Kalau

“Ah, kamu ngomong gini karena sedang menghibur diri sendiri kan?” wkwkwk nah ini BETUL 😂

Saya memang sedang menghibur diri saya sendiri, dan saya juga sedang menghibur ibu-ibu lain yang masih harus tinggal seatap dengan mertua.

Ingat Nyah. Ini takdir Allah buat kita, dan tidak ada takdir Allah yang tidak baik. Kalaulah ini bisa disebut sebagai bagian dari ujian, maka tidak ada ujian yang tidak berhikmah. Semua ada pesan terselubung, entah supaya kita berlatih sabar atau mungkin hanya inilah satu-satunya cara kita berbakti pada mertua. Allah yang Maha tahu. Entah sebagai penghapus dosa, entah sebagai ujian kenaikan tingkat. Muaranya tetap ke bab ibadah.

Tips dari saya

1. Banyak Istighfar

Ingat diri kita yang berlumur dosa. Semoga sabarnya kita berbuah pahala dan peluruh dosa.

2. Banyak Baca Al Qur’an dan Pahami Maknanya

Lhoo apa hubungannya?

Ada.. terutama ayat2 yang membahas tentang kesabaran dalam menghadapi ujian.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang jujur dan sesungguhnya Dia benar-benar mengetahui orang-orang yang dusta! ( Al ‘Ankabuut : 2 – 3 )

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:153)

3. Miliki Kegiatan Positif

Saya tidak membahas ibu yang bekerja ya. Waktu berinteraksinya saja beda. Biasanya ibu bekerja cenderung lebih santai, pulang kantor, capek, bobo‘. Tapi untuk ibu yang di rumah kan beda. Miliki kegiatan yang positif ini bagaimana maksudnya? Jalani kegiatan rumah tangga dengan riang gembira. Be Professional! Jika memang dengan kesadaran penuh memilih untuk menjadi IRT, “take a seat back, relax and make the most of it.”

Ikuti komunitas positif yang bisa meningkatkan kualitas diri sebagai istri dan ibu.
Ini beneran ada ilmunya lho! Bisa dipelajari dan sangat aplikatif. Tergantung kitanya mau atau tidak.

Baca juga : Ibu yang Bahagia adalah Ibu yang Betah di Rumah

4. Bergabung dengan Komunitas Positif

Ini sudah saya singgung di no 3. Ibu akan kagum bagaimana teman-teman yang berpikiran positif akan ikut membentuk paradigma berfikir ibu. Yang awalnya selalu mengeluh, jadi banyak diingatkan untuk selalu banyak bersyukur, dsb

Komunitas positif ini bisa berbentuk apa saja, bisa komunitas parenting, taklim, bisa juga komunitas yang menjadi wadah passion kita, semisal kita suka menulis, sew and craft, boga dsb. Lebih luar biasa lagi andai ada suatu komunitas parenting yang juga bisa mengembangkan passion ibu. Ini ada kok! For real!
Kita dapat ilmu bagaimana menjadi ibu yang bahagia sekaligus mengembangkan diri kita.

5. Miliki Passion

Masih bersambung dengan point nomor 4. Coba deh diingat-ingat, dulu sukanya apa? Apa kegiatan yang membuat mata ibu berbinar- binar. Asal baik, suami OK, tidak bertentangan dengan perintah agama, lanjutkan bu, lanjutkan! 😉 Lebih asyik lagi jika passion itu bisa menghasilkan rupiah ya. Misalnya nih suka masak, buka catering, kecil-kecilan dulu. Suka baking, jual online.

Baca juga : Spark Joy

Jangan nganggur gak jelas bu. Udah ngurus rumah tangga aras-arasen, tidak merasa berbakat dalam bidang apapun, tidak memiliki hasrat mimpi apa- apa – minimal berbagi kebaikan di muka bumi ini, udah gitu tinggal bareng MERTUA.

Yaiyalah sumpek! 😅

Ayo bu! Kata orang bijak “Bahagia itu di Kepala!”, ini memang bener. Ya kondisi manusia turun naik ya, apalagi perempuan, pas PMS alamat baperan, tapi ya tidak perlu larut semacam Adem Sari dicemplungin ke dalam air putih.

Sedih.. ya kenali sedihnya..

Sedih karena apa?
Lalu pengennya gimana?
Cara mendapatkan kepengenan itu gimana kira-kira ?

Tulis bu, tulis!

Punya diary penting. Bukan hanya anak-anak yang butuh, kita juga.
Takut kebaca orang, tulis aja di Evernote, kasih password! Selesai. InsyaAllah aman. Siapa juga yang mau membajak curhatan ibu-ibu. wkkwkw

Mau tinggal dimanapun, itu adalah ladang ujian buat kita, dan kita gak bisa milih. Ujian kehidupan diibaratkan UAS, apa iya kita akan tahu 100% soalnya yang keluar akan seperti apa?

Berikut kalimat bijak yang saya sadur dari BC WhatsApp, mudah-mudahan bisa menjadi penguat ⤵

Optimislah saat segala urusan terasa sulit bagimu, karena Allah telah bersumpah dua kali “Sesungguhnya sebuah kesulitan bersama kemudahan, sesungguhnya sebuah kesulitan bersama kemudahan”

Ketika kau meyakini bahwa setelah kesengsaraan adalah sebuah kebahagiaan dan setelah air mata yang mengalir adalah senyuman, maka sesungguhnya kau telah melaksanakan ibadah yang amat agung yaitu berprasangka baik kepada Allah

Jika sakitnya dunia membuatmu lelah maka janganlah bersedih……… barangkali Allah ingin mendengar suaramu dalam doamu……..dan jangan kau tunggu kebahagiaan untuk… namun tersenyumlah sehingga kau bahagia..mengapa kau berpikir banyak sedangkan Allah adalah yang Maha Mengatur…
Mengapa gundah akan sesuatu yang tidak kita ketahui, sedangkan segala sesuatu Allah sudah tahu……..

Oleh karena itu tenanglah karena engkau selalu berada pada pengawasan Allah yang Maha Menjaga……dan ucapkan dengan hatimu sebelum dengan lisanmu…..
Aku serahkan segala urusanku kepada Allah

Pada suatu hari kau akan menemukan bahwa kesedihanmu akan menyelamatkanmu dari neraka dan kesabaranmu akan memasukkanmu ke dalam surga

Jika semua urusanmu terasa sempit maka di dalam Al Qur’an ada surgamu
Dan jika kesendirianmu menyakitimu , maka ke langit kirimkan doamu.

Baca juga : Free Your Innerchild

Sebagai orangtua, kita bisa saja mempersiapkan segala rupa untuk anak-anak, misalnya anak lima sudah kita belikan rumah satu-satu, hanya supaya mereka jangan sampai tinggal sama mertua. Tapi namanya takdir kan kita gak tahu juga. Tiba-tiba, qadarullah, jodoh anak kita bule, terus tinggal di luar negeri dan mungkin harus di rumah mertua, itu rumah bisa dibawa emangnya? Ya lain lagi kalau kita belikan RV 😂😂 bisa diboyong kemana-mana.

Jadi jangan takut anak tidak bahagia saat tinggal dengan mertua. Kita sebagai orangtua juga jangan malah menakut-nakuti. Mindset orangtua itu kan melekat sekali ke anak-anaknya, kita tanamkan saja hal yang positif, kita doakan dimanapun mereka berada, Allah akan selalu melindungi dan memuliakan mereka. That simple!

We can’t always choose the cards we have been dealt, but we can learn to play them. Like a flower that grows through a crack in the concrete, sometimes we have to make the best of our situations and bloom where we have been planted.

You may not be where you want to be in life just yet.

Keeping our dreams alive is what uplifts the human spirit. But how can we deal with the fact that sometimes we may have to tolerate something that we do not like to eventually get to where we want to be?

So instead of getting bitter and upset at your situation, why not try blooming where you have been planted?

Learn to bloom where you are planted. Even if you find yourself planted under some concrete at the moment, look for the crack in the concrete to find your way out.
And despite all odds, choose to bloom anyways. – Smitha Malhotra

Bloom Where You Are Planted

Semoga bermanfaat.

Jakarta, 29 November 2017

Vivi Erma 😊

🌍 Sumber Bacaan ⤵

📚 http://www.huffingtonpost.com

Mendongeng Sesuai Usia Anak

Camilan Rabu 10.1 🍓🍯

🎙 Mendongeng sesuai Usia Anak

Salah satu kunci dalam mendongeng adalah memilih dan menyesuaikan cerita dengan usia anak. Cerita yang terlalu rumit maupun terlalu sederhana mempengaruhi antusiasme anak dalam mendengarkan cerita.

Berikut teknik mendongeng yang bisa bunda sampaikan di rumah, disesuaikan dengan usia anak.

👶 Anak usia 0 – 4 tahun
Berceritalah dengan penokohan yang dikenal anak. Cerita yang menarik untuk mereka biasanya berkaitan dengan sesuatu yang mereka kenal, seperti dunia hewan atau kegiatan sederhana dalam kehidupan. Sajikan cerita yang sederhana dengan durasi yang pendek.

👧 Anak usia 4 – 6 tahun
Di usia ini biasanya anak sudah mengenal teman. Mereka sedang belajar bersosialisasi dan senang bermain. Bunda bisa bercerita mengenai persahabatan atau cerita lain yang sesuai dengan kegiatan anak sehari-hari. Ingat, tingkat konsentrasi mereka hanya 1 menit dikali usianya, maka singkat saja.

Kalimat awalan yang menarik, menggunakan ekspresi dan suara akan membuat mereka terpikat. Penambahan ekspresi gerak juga akan membuat impresi cerita makin kuat.

Cara berpikir mereka masih sederhana dan cenderung konkret sehingga sampaikan cerita yang mudah dipahami. Penokohan cukup sedikit saja agar mudah diingat, tokoh juga perlu langsung diketahui anak melalui alur cerita yang disajikan.

👦Anak usia 6 – 9 tahun
Pada usia ini, anak biasanya kritis dan menyukai kisah yang menyenangkan. Mereka juga mulai dapat menangkap sisi baik dan sisi buruk dari setiap cerita. Bunda bisa mulai memperbanyak tokoh, waktu mendongeng juga bisa lebih lama dan tema diperberat.

Mereka sudah mulai bisa diajak dan mengidentifikasi tokoh. Muncul keinginan diri untuk menjadi seperti tokoh yang diidamkan. Selain itu, otak dan hati mulai tersinergikan sehingga bisa menggunakan kata-kata yang agak susah.

👧 Anak usia 9 -12 tahun
Untuk anak usia ini, perlu pendekatan yang agak berbeda. Anak dalam kelompok ini biasanya mau mendengarkan, tetapi sudah bersifat kritis. Untuk itu, cara mendongeng harus dimulai dengan dialog karena daya nalar mereka sangat peka.

Cerita yang cocok dibawakan adalah cerita yang termasuk fiksi ilmiah, seperti cerita detektif, serial robot maupun petualangan.

Demikian tadi teknik mendongeng yang terbagi dalam empat rentang usia. Ini berlaku secara umum dan tidak baku ya, jadi bisa disesuaikan lagi dengan perkembangan anak-anak bunda. Selamat menjelajah bersama anak-anak, bunda…

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Sumber Referensi :
Asfandiyar, Andi Yudha. 2009. Cara Pintar Mendongeng. Bandung : DARMizan

Keseruan Outbond di Pelita Desa Ciseeng Bogor

Sebuah Review

“Mommy, Kakak mau pergi Outbond lho!” kata Akhtar suatu hari sepulang dari sekolah.

“Oya? Outbond itu apa sih kak?” saya memancing pemahamannya.

“Itu Mommy, nanti kita main air, lumpur, memerah sapi dan menangkap ikan,” terang si kakak dengan polosnya.

“Wah, sepertinya seru sekali ya? Kakak mau Outbond sama siapa? Dimana?” saya pura-pura bertanya meski sudah tahu sebelumnya dari kalender akademik sekolah.

“Sama Ustadzah, sama Zaki, Hisyam, Fathur, Zafran, Akhdan, Arsa,” Akhtar menyebutkan nama-nama teman di kelasnya.

“Banyak sekali! Outbondnya dimana?”

“Ada. Tempatnya jauh kata Ustadzah, jadi harus naik bis. Horeee kakak mau naik bis!”

Melihat binar mata Akhtar, meski dia hanya membayangkan keseruan kegiatan outbond saat mendengar cerita dari Ustadzah, membuat saya tidak tega melarangnya untuk pergi seperti tahun sebelumnya. Saat itu Akhtar memang baru sembuh dari flu dan sedang musim hujan pula 🙁

Meski setengah hati harus melepas Akhtar pergi tanpa didampingi oleh saya, berbagai hal untuk menunjang kondisi fisiknya saya persiapkan, dari makan sayur (sop), jus buah, booster vitamin, hingga olahraga (di rumah). Alhamdulillah, sampai dengan sehari sebelum hari H, kondisinya terpantau bagus.

Bulan ini sebetulnya sudah masuk musim penghujan. Beberapa kali pagi juga mendung gelap, kadang diiringi hujan, sekedar gerimis atau langsung terik. Kami beruntung, karena pagi di hari H, matahari tak malu-malu menampakkan sinarnya. Syukurlah, batin saya.

Dua jam perjalanan dari Srengseng, Jakarta Barat menggunakan 2 bis berukuran besar dan sampailah kami di Pelita Desa – Ciseeng Bogor.

Lho kok KAMI?

Iya si Mommy ikut! Wkwkw Mendadak sore sebelumnya, korkel (koordinator kelas) dari kelas Akhtar meminta kesediaan saya menggantikan salah seorang panitia yang mengundurkan diri.

Mommy menemani kakak Outbond. Yay!

Kami datang untuk bersenang-senang 😄

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Acara outbond yang berlangsung di hari Jum’at, 24 November 2017 ini diikuti oleh hampir seluruh siswa siswi TKIT EXISS ABATA, para Ustadzah, tim FSOG dan beberapa perwakilan pendamping dari wali murid (salah satunya saya).

Kedatangan kami disambut dengan ramah oleh kakak-kakak pembina berkaos hijau tua dan berkerudung hitam lebar di halaman sebelum pintu masuk. Suasana kekeluargaan terasa sekali, sepertinya mereka sudah terlatih memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung .

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Setelah mengikuti pengarahan, kami masuk melalui gua loket secara berurutan dengan satu kakak pembina di setiap kelompok.

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Saya menjadi pendamping kelas Qiblatain – kelas Akhtar – tapi yang kelompok putri. Kelas Akhtar dibagi menjadi dua kelompok, putra dan putri dipisah. Satu kelompoknya berisi 11 – 12 anak. Tangan kami distempel, dan orang dewasa diberikan dua kupon makan yang tidak boleh hilang, satu untuk snack time dan satu untuk makan siang.

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Kami lalu digiring memasuki sebuah Aula. Aula inilah basecamp kami selama mengikuti kegiatan. Harum aroma teh manis hangat dan jagung rebus semerbak memenuhi ruangan. Ternyata telah disiapkan oleh panitia sebagai “Welcome drink”.

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Setengah jam kemudian dimulailah Outbond yang telah dinanti-nantikan. Selama kegiatan, baik anak-anak maupun pendamping hanya menggunakan kaos kaki (yang siap buang).

Yuk, simak kegiatan serunya secara berurutan, lengkap dengan dokumentasi ⤵

Setelah berdoa bersama, anak-anak diajak melakukan pemanasan yang menyenangkan.

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Dilanjutkan dengan FUN GAMES.

🐵 FUN GAMES.

Fun Games ini terdiri dari beberapa permainan.

FUN GAMES I – TONGKAT ESTAFET

Pelita Desa Ciseeng Bogor

FUN GAMES II – LOMBA BAKIAK

Pelita Desa Ciseeng Bogor

FUN GAMES III – HOLAHOP

Pelita Desa Ciseeng Bogor

FUN GAMES IV – TARIK TAMBANG

Pelita Desa Ciseeng Bogor

FUN GAMES V – RING BAN

Pelita Desa Ciseeng Bogor

FUN GAMES VI – ISI AIR DALAM PIPA BOCOR – yang merupakan fun games terakhir.

Pelita Desa Ciseeng Bogor

🐶 NAIK RAKIT

Pelita Desa Ciseeng Bogor

🐺 FLYING FOX

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Look at these happy faces! 😁

Pelita Desa Ciseeng Bogor

🐱 PROGRAM TANAH LIAT

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Yay! Berhasil.. berhasil..

🐯 X – CAVE

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Masuk ke dalam gua dan ada bagian yang harus merangkak.

SNACK TIME – BAKSO

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya, kami isi “energi” dulu. Rasa baksonya membuat saya dan anak-anak ingin menambah satu mangkok lagi. Asli enak! (Percayalah jika orang asli Malang bilang suatu bakso itu enak, ya insyaAllah beneran enak 😆)

Yuk lanjuut,

🐻 MENITI JEMBATAN GOYANG

Pelita Desa Ciseeng Bogor

🐨 V-BRIDGE BESI

Pelita Desa Ciseeng Bogor

🐰 TITIAN BAN

Pelita Desa Ciseeng Bogor

🐼 TWOLINE & BURMA BRIDGE

Pelita Desa Ciseeng Bogor

🐞 SPIDER BLOCK

Pelita Desa Ciseeng Bogor

🐄 PROGRAM SAPI PERAH

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Penasaran mengalahkan rasa takut 😅

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Minum susu moo yang sudah diberi essence coklat dan strawberry (fyi: ini bukan hasil susu yang diperah oleh anak-anak sebelumnya ya 😀 )

🐴 PROGRAM PAK TANI

● Membajak

On a lighter note : Saya adalah saksi hidup si Kerbau Pup di tempat 😅 penyubur tanah alami!

I think this is why kaos kakinya disarankan untuk siap buang 😂

Pelita Desa Ciseeng Bogor

● Menanam padi

Pelita Desa Ciseeng Bogor

● Menumbuk padi di lesung

Pelita Desa Ciseeng Bogor

● Menampih

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Dari program Pak Tani ini anak- anak jadi belajar bahwa proses menanam padi hingga menjadi bulir beras itu tidak mudah, maka dari itu tidak boleh menyia-nyiakan nasi ya 🤗

🐠 TANGKAP IKAN

Pelita Desa Ciseeng Bogor

Setiap kelompok melakukan kegiatan berbeda secara bergiliran.

Tangkap ikan adalah yang terakhir dari rangkaian acara outbond.

Anak- anak bebersih (mandi) dan lanjut makan siang.

Ini menunya ⤵

• Menu makan dewasa : Nasi putih, ayam bakar, sayur asem, lalapan, perkedel jagung, ikan asin, kerupuk, sambal.

• Menu makan anak-anak : Nasi putih, ayam goreng tepung, sayur sop, perkedel jagung, kerupuk, saos sambal.

• Buah Semangka.

• Air mineral gelas.

Setelah kenyang, sekitar pukul 14.00 WIB kami bersiap-siap untuk pulang.

Di depan AULA telah berjejer foto-foto kegiatan yang ternyata tidak gratis 😆 . Foto-foto berukuran 6R itu dijual seharga Rp. 10.000 per lembar. Tadinya sih saya tidak mau menebus foto saya, tapi karena Akhtar ribut menendeng foto saya tersebut kemana-mana, jadilah sungkan sama mas penjualnya 😅

JADI BAGAIMANA KESAN SAYA ?

Untuk jarak tempuh yang memakan waktu dua jam, menurut saya relatif tidak terlalu jauh ya. Lokasinya berada di sebuah pedesaan dengan kondisi jalan aspal yang belum merata. Ada baiknya sih kalau berkunjung tidak saat hujan.

Dengan HTM Rp. 125.000/orang , kegiatan dan fasilitas yang ditawarkan beragam, apalagi untuk usia anak-anak.

🌻 Welcome drink

🌻 13 Kegiatan Outbond

🌻 Snack time – bakso dan air mineral

🌻 Susu

🌻 Makan Siang

🌻 Ikan kecil hidup di dalam plastik

🌻 Souvenir berupa mug lucu (khusus TK dan SD)

Kalau tidak salah ini termasuk paket EDU II. Jumlah minimal yang harus dipenuhi jika mau mengikuti outbond di sini adalah 30 orang.

Tempatnya luas dan asri, dikelilingi pepohonan besar dengan hamparan danau di tengahnya. Fasilitas pendukungnya juga cukup lengkap. Basecamp yang kami tempati cukup luas dan nyaman (meski sempat ada insiden mati lampu sebentar saat siang). Toilet ada 4 pintu, 3 dengan WC dan satu khusus mandi – relatif bersih, di bagian depan ada ember-ember raksasa untuk memandikan anak-anak, posisinya tidak jauh dari basecamp.

Musholla terletak di lantai dua gedung utama, mukena berjejer rapi dan bersih. Musholla tersebut tanpa tembok, hanya pagar pembatas, jadi sholat bisa sambil menikmati hembusan semilir angin, MasyaAllah tabarakallah.

Saya “mewawancarai” anak-anak saat makan siang dan overall mereka puas dengan seluruh kegiatan. Meski singkat (+- 4 jam) tapi padat. Saya juga luar biasa kagum dengan keberanian anak-anak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Saya tidak membayangkan nyali saya sendiri saat seusia mereka. Jaman dulu saya TK sih belum ada ya kegiatan semacam ini 🙂

Namun dari kesemuanya itu yang paling mendebarkan adalah saat anak-anak satu persatu bergiliran menaiki flying fox di atas seutas kawat tembaga yang membentang di atas danau. Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan kata mereka dan melatih keberanian yang bagus untuk anak-anak.

Dari kelompok saya tidak ada satupun yang mengeluh capek lho! Kalau yang takut, ada satu dua, tapi mau juga setelah dibujuk. TOP deh pokoknya!

🐣 PESAN SAYA :

🐣 Persiapkan stamina dengan baik, bagi anak juga pendamping. Di awal kegiatan Fun Games sudah rawan basah-basahan dengan air.

🐣 Tidak disarankan bagi yang mengidap OCD (Obsessive Compulsive Dissorder) dan Mysophobia (takut kotor)

🐣 Kegiatan dimulai lebih pagi lebih baik, yang penting jangan terlalu siang karena panasnya semakin menyengat.

🐣 Pakai kaos kaki yang siap buang, kenapanya sudah dibahas di atas ya 😅 kecuali kalau kekeuh mau di cuci juga tidak masalah sih. Kemarin juga baju Akhtar saya rendam dengan Rinso 2 kali, yang pertama menggunakan air panas 😆 Akan lebih baik lagi jika ditambahkan desinfektan seperti Dettol di bilasan terakhir.

Itulah sekelumit keseruan Kegiatan Outbond di Pelita Desa – Ciseeng Bogor yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat khususnya buat ibu-ibu yang berencana mengajak putra-putrinya untuk berwisata outbound dengan fasilitas lengkap tapi harga terjangkau.

Berikut alamat lengkap dan kontak yang bisa dihubungi :

Outbound Pelita Village – Ciseeng Bogor

Jl. H. Miing, RT. 01 / RW. 03, Putat Nutug, Ciseeng, Bogor – Jawa Barat 16117.

0251 8543456 | 0856 900 5959

Jakarta, 27 November 2017

Vivi Erma 😊