Mengenalkan Bahaya Syirik kepada Anak

Materi III KulWapp Ahlan! (Habis)

Alhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulullah.

Sering kita mendengar slogan, awas bahaya laten korupsi. Akan tetapi tahukah kita ada bahaya yang lebih besar dari korupsi? Apa itu?

Bahaya syirik jauh lebih besar dari bahaya korupsi.

Allah Ta’ala berfirman
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepada engkau -wahai Muhammad – dan kepada (nabi-nabi) yang sebelum engkau: “Jika kamu berbuat syirik (kepada Allah ), niscaya akan gugur terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS Az Zumar: 65)

Di sini Allah mengatakan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan kepada nabi-nabi yang Allah utus sebelum beliau. Jika mereka berbuat syirik, maka akan terhapus amal-amal mereka dan mereka akan menjadi orang-orang yang merugi.

Maka bagaimanakah lagi kita yang derajatnya jauh di bawah para Nabi? Oleh karena itu, adalah suatu kewajiban bagi kita untuk terus mempelajari kesyirikan. Bukan untuk diamalkan, akan tetapi untuk dijauhi. Semoga Allah memberikan kita hidayah dan taufiq untuk beramal.

Mengenalkan Bahaya Syirik kepada Anak

Diskusi dan Tanya Jawab

1. Assalammualaikum, mohon bantuannya utk menanyakan syirik kah apabila anak2 bermain peran seperti di film kartun yg menunjukkan kekuatan super? Misalnya mengaku menjadi Superman.

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Allau a’lam, tidak. Akan tetapi, di dalam film-film semacam itu sedikit demi sedikit bisa merusak pemikiran anak-anak tentang aqidah yang lurus.

2. Tolong berikan contoh perkataan atau redaksi dialog yang pas untuk menerangkan tentang syirik ke anak-anak umur 3-7th

Bismillah. Ijin bertanya. Sejak umur berapa diajarkan tentang syirik. Bagaimana detail contoh menjelaskan syirik pada balita?

Untuk usia tiga tahun bisa dikenalkan dengan kisah-kisah yang ada dalam Al Qur’an dan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Misalnya kisah burung hud-hud yang melaporkan perbuatan kaum saba kepada Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Katakan pada anak, “ Burung hud-hud saja nggak suka ya orang-orang yang menyembah Allah tetapi juga menyembah matahari”. Sedangkan untuk usia tujuh tahun mereka sudah matang daya nalarnya. Tanyakan kepada mereka tentang fenomena kesyirikan pada zaman ini? Misalnya, “Kalau doa di kuburan itu gimana ya?”, setelah mereka memberi feedback, jelaskan bahwa tujuan berziarah kubur itu untuk mendoakan si mayit, bukan berdoa kepada mayit atau melalui perantara mayit.

Atau jika momennya pas, misal sedang melewati tempat peribadahan orang kafir, diskusikan dengan mereka. Seperti faidah yang di-share kemarin oleh mba Mutia hafidzahallah di grup, saya ijin copas ya mba ^^

Sewaktu kami masih tinggal di Malaysia, tau sendiri ya di sana kayak di Upin Upin itu bener banget ada orang Melayu Cina India campur2 tinggal di sana. Kebetulan kami tinggal di kawasan orang Melayu tapi kami punya jadwal rutin tahfiz di lingkungan orang Arab yang ke sana itu melewati kawasan orang Cina. Nah, kalau lewat kawasan itu selalu ada istilahnya “tempat persembahan” dengan hiasan lampu2 dan makanan2 yang disajikan untuk berhala.

Saya sering menyebutkan kata berhala untuk apa2 yang disembah yang berada di tempat2 persembahan. Karena di buku2 kan sering disebutkan berhala itu patung kan ya. Sedangkan tidak semua tempat persembahan itu ada patungmya. Jadi supaya nyambung ya saya sebut saja sesembahan apa saja itu berhala. Cmiiw.

Kalau lewat situ saya selalu ajak anak2 untuk diskusi.

“Eh, lihat tuh ada berhala. Wah banyak ya makanannya.”
“Aneh ih. Masa “Tuhan” makan.”
“Tuh lihat ada soya (susu kedelai).”
“Ih, masa “Tuhan” minum soya sih.”

Begitulah polosnya anak2.

Saya bilang, “Masya Allah ya Kak, kalau “Tuhan” sampai perlu makan dan minum yang harus kita sediakan, memenuhi kebutuhan dirinya sendiri saja dia tidak bisa apalagi mengabulkan doa kita.”

Di sana kami juga tinggal berdekatan di kawasan orang India. Dan bisa browsing untuk Batu Caves, di sana ada patung yang besaaaaaar sekali melebihi jalan layang. Setiap kami lewat situ banyak sekali orang India dan tak jarang wisatawan juga. Tentunya kami tidak akan sudi mampir ke sana, cuma lewat saja. Lagi2 kalau lewat situ saya ajak anak2 diskusi.

“Berhalanya besar sekali ya, Masya Allah. Yang bikin siapa coba?”
“Itu kan patung buatan manusia.”
“Hebatan mana, yang bikin berhalanya apa berhalanya?”
“Hihi, hebatan yang bikin lah.”
“Aneh ih, masa “Tuhan” dibikin sih.”

Di bagian bawah patung itu juga ada sajian makanan dan minuman. Lalu saya bilang, “Hmmm, mungkin ga berhalanya besar karena dikasih makan?”

“Ya nggak mungkin lah. Itu kan cuma patung Mi.”
“Iya ya, kok mereka ga tau ya, kenapa ya mereka tuh tetap saja beribadah kepada berhala. Kakak aja tau..”

Lalu saya bilang, “jadi ya Kak, mereka itu sebetulnya bukan menyembah berhala tapi mereka menganggap bahwa berhala itu bisa menyampaikan keinginannya kepada Allah.

“Yah kalau memang begitu ya langsung saja kepada Allah, ngapain lewat berhala segala.”
“Iya ya Kak..”

Tak lama hujan pun turun.

“Lihat tuh, betapa tak berdayanya berhala itu. Melindungi dirinya sendiri dari hujan aja dia ga bisa, apa layak dia dimintakan sesuatu.”

3. Anak saya usia 5th, dia telat bicara daya nalar y jg telat, kenapa ya kalo dibacakan crita tentang pra shahabat/para nabi yg ada perang y dia malah yg diikutin perang nya padahal udah dikasih th tp ttp ja, sampe bku2para shahabat yg 1paket superhero islam, saya umpetin dlu, saya kasih bku2akhlak adab dlu, gmn jg mnjelaskan ketika anak bertanya kapan qt akan ke surga? kok lama bgt, mnurt saya tu rumit gmn cr mnjelaskannya,

1. Insyaallah tidak mengapa, sambil orang tua menerangkan jihad dalam Islam yang bertujuan untuk menegakkan agama Islam. Semoga anak bisa meneladani sosok para shahabat radhiyallahu ‘anhum yang pemberani.
2. Memang perjalanan kita masih panjang. Jelaskan pada anak bahwa setelah kita meninggal kita akan berada di alam barzakh, kemudian pada hari kiamat kelak dibangkitkan di padang mahsyar kemudian menjalani hisab dan penimbangan amal. Baru kemudian kita akan meniti shirath yang terbentang di antara dua neraka jahannam. Setelah itu ada qantharah baru kemudian menuju surga. Jelaskan bahwa di dunia ini ladang untuk beramal shalih dan buahnya akan kita petik di akhirat, semoga Allah memasukkan kita semua ke dalam surga.

4. Boleh kah kita menceritakan surga dan neraka kpd anak2 dg gambar2? Mengingat hal tsb masuk perkara ghaib

Allahu a’lam. Surga tidak bisa tergambarkan, karena itu tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, ataupun terbetik dalam benak manusia. Sebaiknya cukup diceritakan saja kenikmatan surga dan dijelaskan bahwa kesamaan kenikmatan dunia dan di surga hanya sebatas nama saja. Tetapi di surga jauh lebih indah.

5. Bagaimana menanggapi sang anak ttg tokoh2 kartun yg teman2 nya ceritakan ttg peri,cinderalla,doraemon,froozeen,film2 india/non islam yg didalamnya trdpt kesyirikan
Alhamdulillah anak2 tdk menonton tv dirumah, Qodarullah saat berkumpul dg teman2 nya ada yg cerita ttg tokoh2 diatas.

Bagaimana menjelaskan ke anak2 usia 5-6 thn ttg kita harus takut hanya kpd Alloh azza wajalla,dan tdk boleh takut kpd selainnya.
(Menjelaskan ttg perbedaan takut yg diperbolehkan (fitrah) dg takut yg terlarang).
Jazakillah khoir

1. Kita pelu mengingkari kemungkaran yang ada pada film kartun tersebut. Jelaskan kepadanya bahwa cerita peri adalah cerita khayal dan yang bisa mengabulkan permohonan kita hanyalah Allah. Jelaskan pula tentang terbukanya aurat dan musik yang ada dalam film tersebut. Semoga dengan itu anak bisa menyaring informasi yang didapatkannya dari teman-temannya. Ada baiknya sesekali ajak teman-teman anak main ke rumah, buat acara sederhana misal menceritakan kisah-kisah shahih atau lomba hafalan hadits-hadits pendek. Beri hadiah kepada mereka. Semoga hal tersebut bisa menjadi wasilah untuk mengajak mereka kepada kebaikan. Sebagai tambahan, Syaikh Shalih Al Munajid dan Syaikh Al Utsaimin menjelaskan tentang sarana dan alternatif untuk menghadapi bahaya film kartun, bisa dibaca di sini: https://islamqa.info/id/112018. Silakan disimak, insyaallah sangat berfaidah.

2. Perbanyak contoh-contohnya, mana takut yang diperbolehkan dan mana yang tidak diperbolehkan, karena usia lima tahun perlu contoh konkret.

6. Apakah perilaku anak mengagumi superhero, tidak bs dianggap sikap yg wajar ? apa saja batasannya?

Superhero yang digambarkan dalam film-film kartun digambarkan mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kadang juga digambarkan bisa menguasai hal-hal yang di bawah kekuasaan Allah. Hal ini bisa mengotori fitrahnya yang lurus. Sebaiknya dikisahkan kepada mereka kepahlawanan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat radhiyalallahu ‘anhum. Allahu a’lam.

7. Bagaimana Menjelaskan Hakikat kematian seseorang kepada Anak usia 3tahun?. Sepekan lalu orang tua saya meninggal, dan anak saya selalu bertanya tentang kematian. Kenapa Allah Matikan kakung? Aku Marah dan sedih sama Allah, kenapa Ambil kakung, kenapa kakung dikubur dll. ( Apa saja yang perlu dipahamkan kepada anak usia dini terhadap kematian)

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah memberi pahala dan memberi pengganti yang lebih baik. Katakan pada anak dengan bahasa yang jelas, meninggal. Orang yang meninggal tidak bisa kembali ke dunia, ia akan berada di alam barzakh. Jangan gunakan kata-kata seperti tidur lama atau pergi lama. Gali pendapat anak tentang apa itu meninggal, jika ada informasi yang salah, luruskan. Jelaskan bahwa kita semua akan meninggal, tetapi hanya Allah yang tahu kapan kita akan meninggal. Ajarkan pada anak untuk mendoakan kakeknya semoga Allah merahmati dan mengampuni dosa-dosa beliau. Dan semoga nanti keluarga kita bisa kumpul kembali di surga.

Dalam menghadapi kematian, sebagaimana musibah yang lain manusia terbagi menjadi empat tingkatan.

1. Yang marah atas musibah
2. Yang bersabar
3. Yang ridha
4. Yang bersyukur

Tingkatan minimal yang wajib bagi kita adalah bersabar, yakni menahan diri dari apa yang Allah haramkan ketika tertimpa musibah, seperti meratap, menampar-nampar pipi dsb. Allahu a’lam.

8. Anak saya usia 2th (laki2) setiap saya hendak solat menggunakan mukena dia selalu menangis meraung2 dan tidak memperbolehkan saya solat. Tp jika diajak solat ke mesjid oleh ayahnya tidak pernah menangis. Bagaimana sy memberikan pengertian ya?

Bisa dibaca di sini https://konsultasisyariah.com/28038-jika-anak-menangis-ketika-shalat.html

9. Anak sy usia 7th, sering sekali bertanya ttg hubunganx dg tauhid. Seperti beberapa pekan lalu, dia bertanya:

-Ummi, untuk apa kita ada?
+Maksudnya gmn?
-Maksudnya utk apa manusia ada?
+(Saya menyebutkan adzdzaariyat:56 plus terjemahanx)
-Beribadah untuk apa?
+Karena…Allah maunya begitu.
Benarkah jawabn saya?
Dan benarkah pertanyaan2 yg abstrak dr anak tdk harus selalu ditanggapi serius? Tp mencoba misal mengatakan
“Klo ummi, gak ada gimana?”
Malah diarahkan pertanyaanx ke arah yg lain.

Benarkah demikian? Soalx sy klo pertanyaan anak2 selalu mencoba menjelaskan apa adax sesuai bahasa yg mereka pahami, klopun mereka masih blm paham, sy biasa katakan, insyaAllah suatu saat nanti kamu akan paham.
Maaf, kepanjangan pertanyaanx.🙏🏻☺

Anak bertanya:
“Ummi, mengapa harus ada org jahat?Iblis?”
Sy;sbg ujian utk kita mana yg beriman mana yg tdk
An:”Diuji utk apa?”
Sy bingung klo sdh masalah begini.

Barakallahu fik, iya Allah menciptakan jin dan manusia memang untuk beribadah. Sebisa mungkin jelaskan dari dalil-dalil Al Qur’an dan hadits yang shahih. Allahu a’lam.

Allah menciptakan sesuatu sesuai dengan hikmahnya. Inilah pentingnya belajar tentang iman kepada takdir, baik takdir yang baik dan yang buruk. Segala yang Allah ciptakan itu baik, walaupun kita kadang terasa buruk bagi manusia. Kalau tidak ada orang jahat, semua manusia beriman kepada Allah, tidak bermaksiat, tidak akan ada dakwah, taubat, dan jihad di jalan Allah. Padahal amalan-amalan tersebut sangat besar nilainya di sisi Allah. Takdir yang buruk sering diumpamakan dengan obat. Terasa pahit bagi yang meminum, akan tetapi di balik itu ada maslahat yang besar yakni kesembuhan -biidznillah- bagi yang meminumnya. Allahu a’lam.

10. Anak saya bbrp hari ini selalu menanyakan, apakah betul setelah meninggal trs hidup lagi….trs kita lahir jd bayi lg apa gak

anak saya juga menanyakan….karena saya cerita, iya, nanti kita hidup lagi di surga, bertemu dengan kakak muhammad ( kakaknya yg meninggal saat bayi ) anak saya menanyakan, surga itu seperti apa mah

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak mengenakan sandal, telanjang, dan belum dikhitan. Sedangkan kenikmatan di surga bisa dibaca di sini: https://muslim.or.id/5406-nikmatnya-surga-dahsyatnya-neraka.html

11. Tentang film kartun Atau film semisal film Umar Atau hal2 yg sbnrx bermanfaat tp disertai musik.apakah boleh?

Syekh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

“Akhir-akhir ini ada fenomena sebagian studio Islam yang memproduksi film kartun. Mereka mengatakan ini adalah islami. Misalnya ada produk yang berjudul “Penakluk Konstantinopel” atau “Rihlatussalam (Perjalanan Perdamaian)” terakhir adalah film “Ghulan Najran (Anak Najran)” yang disebut dalam surat Al-Buruj atau dalam dalam hadits shahih Muslim. Film kartun ini mereka jadikan sebagai alternatif dari film kartun yang merusak. Apa hukum perkara ini?”

Maka beliau menjawab:

“Saya menilai bahwa hal itu, insya Allah, tidak mengapa, karena kenyataannya, sebagaimana anda sebutkan, ingin melindungi anak-anak dari perkara yang diharamkan. Paling tidak, jika hal tersebut memang harus, hal itu lebih ringan dari apa yang mereka sebut sebagai film kartun yang kami dengar dapat menimbulkan keraguan dalam akidah, atau mempertontonkan wujud tuhan ketika turun hujan, na’uzu billah, dan yang semacamnya. Secara umum, saya menganggap hal tersebut tidak mengapa….

Pendapat saya tersebut, jika di dalamnya hanya terdapat kebaikan, maka tidak mengapa, tapi jika diiringi musik, maka hal tersebut tidak dibolehkan. Karena musik termasuk perkara yang diharamkan.”

(Liqo Bab Maftuh, 127/soal no. 10)

12. Anak saya usia 2th (laki2) setiap saya hendak solat menggunakan mukena dia selalu menangis meraung2 dan tidak memperbolehkan saya solat. Tp jika diajak solat ke mesjid oleh ayahnya tidak pernah menangis. Bagaimana sy memberikan pengertian ya?

Bisa dibaca di sini https://konsultasisyariah.com/28038-jika-anak-menangis-ketika-shalat.html

13. Assalamu’alaikum, um mengajarkan mengenai tauhid kepada anak usia 5 tahun n 9 tahun trus gimana sih nasehatin anak usia 5 tahun n 9 tahun supaya ga males2an tuk sholat 5 waktu

Tahapan pengenalan tauhid sudah dibahas di pertemuan yang lalu. Sebelum menikah: memilih calon ayah yang shalih karena ia yang akan menjadi imam dalam rumah tangga. Pilih yang baik agama (di antaranya dilihat bagaimana shalat lima waktunya di masjid dan rajin atau tidaknya hadir di majelis ilmu) dan akhlaknya (di antaranya bisa dilihat bagaimana ia memperlakukan orang tuanya, terutama ibunya).

Setelah menikah:

1. berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih, ingatkan suami untuk membaca doa sebelum berhubungan suami istri.

2. ketika anak lahir, memohon perlindungan kepada Allah ketika bayi lahir, men-tahniknya (bagi yang berpendapat bahwa tahnik adalah sunnah bagi umat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bukan kekhususan beliau saja), memberikan nama yang baik, dan melaksanakan aqiqah. Bangun suasana rumah yang kondusif, isi dengan ketaatan kepada Allah. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.

3. Usia satu tahun, perkenalkan anak dengan buku (mungkin sejenis board book) agar anak suka dengan buku. Pada usia ini pendidikan akan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ajak anak ke majelis ilmu dengan tetap menjaga adab-adab. Usahakan anak tidak mengganggu peserta lain dan jika bertepatan dengan waktu shalat, anak jangan sampai memutus shaf. Mungkin kita akan berpikir, ibunya nggak konsen dong? Tidak apa-apa, insyaallah kita akan tetap mendapat pahala menuntut ilmu sekaligus membiasakan anak mendengar Al Qur’an dan as sunnah.

4. Usia dua tahun, bisa mulai diajarkan kalimat-kalimat sederhana, penciptaku Allah, Nabiku Muhammad, dan agamaku Islam. Dan tidak lupa diajarkan bahwa Allah ada di atas langit. Di usia ini, anak sudah bisa terlibat aktif dalam pendidikan. Buat kegiatan sederhana tentang tauhid. Misal mewarnai tentang ciptaan Allah. Katakan padanya, ini semua ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, jadi hanya Allah saja yang disembah.

5. Jika anak sudah mulai tertarik dengan buku, bacakan buku-buku yang bermanfaat. Buku-buku kisah para Rasul isinya adalah tauhid, karena memang dakwah para rasul adalah tauhid. Bacakan kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam, sang Rasul pertama. Bagaimana dakwah beliau ‘alaihissalam kepada masyarakatnya yang mengagungkan orang-orang shalih, hingga akhirnya mereka melakukan peribadatan kepada orang-orang shalih tersebut.

6. Usia tiga tahun biasanya anak sudah mulai aktif bertanya. Sebisa mungkin, kaitkan jawaban dengan tauhid. Misalnya, ketika ditanya, dinosaurus kok besar ya, Mi? Jawab iya, Allah menciptakan dinosaurus besar banget ya? Allah Maha Pencipta, bisa menciptakan yang kecil seperti semut, bisa juga menciptakan yang besar seperti dinosaurus. Makanya kita harus menyembah Allah saja. Pahamkan kepada anak bahwa Dzat yang menciptakan itu adalah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.

7. Iringi dengan membiasakan adab-adab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ingatkan anak ketika keluar rumah membaca doa, masuk kamar mandi dst supaya anak biasa memohon perlindungan hanya kepada Allah.

8. Usia lima tahun ketika anak sudah mulai menghafal Al Qur’an usahakan sang ibu membaca tafsir Al Qur’an yang sedang dihafal sang anak. Ketika di dalamnya terdapat kisah, ceritakan. Anak-anak suka kisah. Kisah pula yang banyak Allah sebut dalam Al Qur’an agar hamba-hamba-Nya mengambil banyak pelajaran.

9. Ketika sudah menginjak usia sekolah, masukkan anak ke sekolah yang mengajarkan tauhid yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah yang dipahami oleh generasi shahabat. Jangan serahkan pilihan kepada anak di mana ia ingin sekolah. Orang tua yang harus lebih berperan aktif, karena anak belum mengetahui mana yang lebih maslahat bagi pendidikannya. Jika memilih untuk homeschooling, saya merekomendasikan untuk membeli buku-buku tauhid yang sesuai dengan kurikulum standar Saudi Arabia (misalnya buku-buku terbitan Attuqa).

10. Usia tujuh tahun, anak mulai bisa diajak diskusi. Perkenalkan tentang syirik dan bahayanya. Misal ketika membaca kisah tentang kemuliaan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam tanyakan kepada anak, “Wah Rasulullah sungguh mulia ya akhlaknya. Dekat dengan Allah. Boleh nggak kita doa kepada Rasulullah?” Anak akan berpikir, lalu kita jawab, “Tidak boleh, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sudah meninggal” sambil diceritakan kisah shahabat ketika dilanda musim kemarau. Mereka tidak berdoa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi meminta didoakan ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shalallahu ‘alaiahi wa sallam yang masih hidup.

11. Ketika sudah bergaul dengan lingkungan, mau tidak mau biasanya akan ada pengaruh negatif kepada anak dalam tauhidnya. Contoh simpel: setan dan hantu. Di sinilah peran orang tua untuk meluruskan pemahaman tauhid anak.
Ingatlah bahwa Allah yang Maha Memberi Hidayah. Kita memang bisa memberi hidayah irsyad (berupa bimbingan dan pengajaran), akan tetapi hidayah taufik hanya di tangan Allah. Sekeras apapun usaha Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah kepada paman beliau, tidak menjadikan paman beliau masuk Islam. Sehebat apapun Nabi Nuh ‘alaihissalam mengajak anaknya kepada tauhid, itu tidak bisa menghindarkan anaknya dari adzab berupa banjir besar yang menimpa orang-orang kafir. Oleh karena itu, mohonlah selalu kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anak-anak kita.

Begitu pula dengan tahapan menyuruh anak untuk shalat sudah dibahas pada pertemuan sebelumnya. Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily menjelaskan tahapan mengajarkan anak shalat ada tiga fase. Sebelum tamyiz, ia tidak disuruh shalat. Akan tetapi jika ia shalat atau mengerjakan kebaikan yang lain, kita dukung. Fase tamyiz, anak disuruh untuk mengerjakan shalat, tanpa hukuman dan acaman. Setelah sepuluh tahun baru boleh menerapkan hukuman jika tidak shalat. Fatwa lengkap beliau bisa dilihat di sini: https://www.youtube.com/watch?v=47xO8JEgVsU (silakan disimak, insyaallah sangat bermanfaat)

14. Dalam materi di sebutkan, salah satu kisah untuk mengenalkan kesyirikan pada anak di antaranya kisah kecemburuan burung hud-hud terhadap kesyirikan.
Pertanyaannya, kecemburuan di sini penjelasan nya seperti apa ya? Kenapa bisa cemburu terhadap kesyirikan?

Kecemburuan di sini berarti ketidaksenangan atau ketidakrelaan burung hud-hud melihat kesyirikan kaum Saba yang menyembah Allah tetapi menyekutukan Allah dengan menyembah matahari. Semua mahluk pada hakikatnya bertasbih memuji Allah dan mengetahui bahwa hanya Allah lah yang berhak disembah, akan tetapi kita tidak dapat mengetahui tasbih mereka. Kecuali Nabi yang Allah anugerahkan kepada mereka kemampuan untuk berbicara kepada hewan (seperti Nabi Sulaiman ‘alaihissalam) atau pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat yang Allah perdengarkan kepada mereka suara batu yang bertasbih.

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ

“Dan tak ada satu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (QS. Al-Isra: 44).

Selengkapnya bisa dibaca di sini https://khotbahjumat.com/3090-burung-hud-hud-pun-tidak-rela-allah-disekutukan.html

15. Bagaimana menjelaskan kepada anak saya umur 5th ttg kematian. anak saya menanyakan mengapa kalau sdh menjadi kakek terus meninggal, aku gak mau meninggal mah. kemudian saya pun mengatakan kalau semua makhluk hidup di dunia ini pasti meninggal. kemudian anak saya menanyakan lagi terus yang meninggal itu nanti emang masuk surga mah, di surga itu seperti apa mah, ada apa aja di surga? gimana kita bisa masuk surga, memangnya setelah meninggal terus kita hidup lagi di surga?

Barakallahu fik. Ibu bisa mendengarkan kajian yang membahas tentang perjalanan ruh setelah kematian. Mulai dari alam barzakh, dikumpulkannya manusia di padang mahsyar, kondisi di padang mahsyar, penghitungan dan penimbangan amal, dst.

Semoga bermanfaat 😊

•••

Profil Narasumber

Arnida Sharah Auli merupakan ibu dari 2 orang putra
Beliau lulusan S1 Kimia UGM
Aktivitas sekarang ini adalah sebagai Ibu Rumah tangga, kontributor naskah dan gambar di muslimkecil.com. Beliau juga penulis buku anak. Beberapa karyanya sudah di terbitkan oleh Penerbit Ahlan.

📚 Profil Penerbit Ahlan 📚

📙 Penerbit Ahlan berdiri pada tanggal 24 November 2016. Kehadiran Penerbit Ahlan didasari atas besarnya kebutuhan masyarakat atas ilmu dan pengetahuan. Sumber kebutuhan tersebut tersimpan dalam kitab-kitab para ulama dan buku-buku para ilmuwan. Ahlan berusaha menjembatani kebutuhan ini dengan menghadirkan buku-buku anak dengan materi dari kitab-kitab para ulama dengan bahasa yang telah disederhanakan bagi anak serta dihiasi dengan ilustrasi yang menarik agar materi tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada para pembaca cilik.

📕 Hal ini diwujudkan dengan terbitnya beberapa buku Ahlan seperti Mengenal Allah, Mengenal Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, dan Mengenal Islam. Ketiga buku tersebut berisi materi umum kitab Ushul Tsalatsah. Tentunya isinya tidak akan selengkap kitab aslinya, namun diharapkan dapat menjadi pengantar agar anak-anak mengenal karya para ulama.

📗 Demikian juga dengan serial Riyadhus Shalihin for Kids yang merujuk pada kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, seorang ulama Ahlus Sunnah bermadzhab Syafi’i yang sangat populer di negeri kita. Judul-judul seperti “Berbagi Nasihat, Yuk!”, “Tolong Menolong dalam Kebaikan”, dan “Amar Maruf Nahi Munkar” diambil dari bab-bab dalam kitab Riyadhus Shalihin. Dengan menggaet penulis dan ilustrator yang sevisi, Ahlan berusaha membahasakan pesan-pesan mulia tersebut dalam balutan visual yang cantik dan menarik.

📘 Sedangkan untuk judul buku aktivitas dan sains, Ahlan telah menerbitkan “50 Aktivitas Ramadhanku” dan “My Nature Journal”. Buku ini disusun oleh pasangan ibu dan anak praktisi homeschooling. Kedua buku ini digunakan oleh banyak keluarga baik dari jalur homeschooling maupun dari jalur pendidikan formal, dalam melakukan aktivitas pembelajaran yang bermanfaat bagi anak-anak.

📒 Di tengah hiruk pikuk dinamika kehidupan, kami berharap kehadiran Ahlan selalu membawa warna ceria di dalam keluarga. Jangan lupa, doakan kami agar selalu istiqomah!

Advertisements

Mengenal Tauhid Inti Ajaran Islam

Materi ke II – KulWapp Ahlan!

Materi 2 – Mengenal Tauhid Inti Ajaran Islam

Diskusi dan Tanya Jawab

1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Saya ingin mengajarkan tauhid kepada anak saya sedini mungkin, saat ini usia anak saya 9bulan, pada usia ini apa yg harus saya ajarkan pertama kali supaya anak saya mengenal paham konsep ketauhidan? Terima kasih.

Setelah menikah:

1. berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih, ingatkan suami untuk membaca doa sebelum berhubungan suami istri

2. ketika anak lahir, memohon perlindungan kepada Allah ketika bayi lahir, men-tahniknya (bagi yang berpendapat bahwa tahnik adalah sunnah bagi umat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bukan kekhususan beliau saja), memberikan nama yang baik, dan melaksanakan aqiqah. Bangun suasana rumah yang kondusif, isi dengan ketaatan kepada Allah. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.

3. Usia satu tahun, perkenalkan anak dengan buku (mungkin sejenis board book) agar anak suka dengan buku. Pada usia ini pendidikan akan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ajak anak ke majelis ilmu dengan tetap menjaga adab-adab. Usahakan anak tidak mengganggu peserta lain dan jika bertepatan dengan waktu shalat, anak jangan sampai memutus shaf. Mungkin kita akan berpikir, ibunya nggak konsen dong? Tidak apa-apa, insyaallah kita akan tetap mendapat pahala menuntut ilmu sekaligus membiasakan anak mendengar Al Qur’an dan as sunnah.

4. Usia dua tahun, bisa mulai diajarkan kalimat-kalimat sederhana, penciptaku Allah, Nabiku Muhammad, dan agamaku Islam. Dan tidak lupa diajarkan bahwa Allah ada di atas langit. Di usia ini, anak sudah bisa terlibat aktif dalam pendidikan. Buat kegiatan sederhana tentang tauhid. Misal mewarnai tentang ciptaan Allah. Katakan padanya, ini semua ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, jadi hanya Allah saja yang disembah.

5. Jika anak sudah mulai tertarik dengan buku, bacakan buku-buku yang bermanfaat. Buku-buku kisah para Rasul isinya adalah tauhid, karena memang dakwah para rasul adalah tauhid. Bacakan kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam, sang Rasul pertama. Bagaimana dakwah beliau ‘alaihissalam kepada masyarakatnya yang mengagungkan orang-orang shalih, hingga akhirnya mereka melakukan peribadatan kepada orang-orang shalih tersebut.

6. Usia tiga tahun biasanya anak sudah mulai aktif bertanya. Sebisa mungkin, kaitkan jawaban dengan tauhid. Misalnya, ketika ditanya, dinosaurus kok besar ya, Mi? Jawab iya, Allah menciptakan dinosaurus besar banget ya? Allah Maha Pencipta, bisa menciptakan yang kecil seperti semut, bisa juga menciptakan yang besar seperti dinosaurus. Makanya kita harus menyembah Allah saja. Pahamkan kepada anak bahwa Dzat yang menciptakan itu adalah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.

7. Iringi dengan membiasakan adab-adab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ingatkan anak ketika keluar rumah membaca doa, masuk kamar mandi dst supaya anak biasa memohon perlindungan hanya kepada Allah.

8. Usia lima tahun ketika anak sudah mulai menghafal Al Qur’an usahakan sang ibu membaca tafsir Al Qur’an yang sedang dihafal sang anak. Ketika di dalamnya terdapat kisah, ceritakan. Anak-anak suka kisah. Kisah pula yang banyak Allah sebut dalam Al Qur’an agar hamba-hamba-Nya mengambil banyak pelajaran.

9. Ketika sudah menginjak usia sekolah, masukkan anak ke sekolah yang mengajarkan tauhid yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah yang dipahami oleh generasi shahabat. Jangan serahkan pilihan kepada anak di mana ia ingin sekolah. Orang tua yang harus lebih berperan aktif, karena anak belum mengetahui mana yang lebih maslahat bagi pendidikannya. Jika memilih untuk homeschooling, saya merekomendasikan untuk membeli buku-buku tauhid yang sesuai dengan kurikulum standar Saudi Arabia (misalnya buku-buku terbitan Attuqa).

10. Usia tujuh tahun, anak mulai bisa diajak diskusi. Perkenalkan tentang syirik dan bahayanya. Misal ketika membaca kisah tentang kemuliaan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam tanyakan kepada anak, “Wah Rasulullah sungguh mulia ya akhlaknya. Dekat dengan Allah. Boleh nggak kita doa kepada Rasulullah?” Anak akan berpikir, lalu kita jawab, “Tidak boleh, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sudah meninggal” sambil diceritakan kisah shahabat ketika dilanda musim kemarau. Mereka tidak berdoa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi meminta didoakan ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shalallahu ‘alaiahi wa sallam yang masih hidup.

11. Ketika sudah bergaul dengan lingkungan, mau tidak mau biasanya akan ada pengaruh negatif kepada anak dalam tauhidnya. Contoh simpel: setan dan hantu. Di sinilah peran orang tua untuk meluruskan pemahaman tauhid anak.

12. Ingatlah bahwa Allah yang Maha Memberi Hidayah. Kita memang bisa memberi hidayah irsyad (berupa bimbingan dan pengajaran), akan tetapi hidayah taufik hanya di tangan Allah. Sekeras apapun usaha Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah kepada paman beliau, tidak menjadikan paman beliau masuk Islam. Sehebat apapun Nabi Nuh ‘alaihissalam mengajak anaknya kepada tauhid, itu tidak bisa menghindarkan anaknya dari adzab berupa banjir besar yang menimpa orang-orang kafir. Oleh karena itu, mohonlah selalu kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anak-anak kita.

2. Bagaimana cara mengenalkan tauhid pada anak yg mengalami keterlambatan perkembangan dan berkebutuhan khusus?

Allahu a’lam, maaf saya tidak tahu.

3. Assalamualaikum… Afwan umm.bgmna kalau anak tiba2 bertanya Alloh itu seperti apa?bgmna cara menjelaskannya..terimakasih sblumnya

Wa’alaikumussalam. Jelaskan bahwa Allah berbeda dengan makhluk. Allah bersemayam di atas ‘arsy, kita tidak bisa melihat Allah di dunia. Akan tetapi Allah bisa dilihat oleh orang-orang bertauhid kelak di hari kiamat

4. Klo tiba tiba anak nanya: Allah d mana Sudah d jawab di langit tapi tetep tanya mana mna

Allah tidak bisa dilihat di dunia. Akan tetapi, orang-orang yang bertauhid, yang hanya menyembah Allah akan bisa melihat Allah di surga kelak. Ini adalah tambahan nikmat bagi penghuni surga. Nah, kalau mau melihat Allah, harus rajin beribadah hanya kepada Allah. Selengkapnya bisa dibaca di sini: https://konsultasisyariah.com/1044-apakah-allah-bisa-dilihat-di-akhirat.html

5. Assalaamu’alaikum..Mb saya mau tanya dong.. Gimana memberi nasihat yang ampuh kepada anak usia 7 tahun, yang masih suka bercanda klo lagi sholat y? Soalnya sudah sering di ingatkan di omelin kadang, tapi masih diulang aja.. Mungkin ada cara yang sesuai dari rasulullah saw agar anak bisa faham dan g akan mengulangi nya lagi.

Assalamualaikum mba Fadila, saya Astari, mau bertanya tentang materi yg akan dibahas besok, misalkan nanti anak usia 2 tahunan, bagaimana kita menanamkan agar gemar sholat mbak, selain kita juga mencontohkan, soalnya anak segitu kan memang sifatnya masih suka main, terimakasih

Wa’alaikumussalam. Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily menjelaskan tahapan mengajarkan anak shalat ada tiga fase. Sebelum tamyiz, ia tidak disuruh shalat. Akan tetapi jika ia shalat atau mengerjakan kebaikan yang lain, kita dukung. Fase tamyiz, anak disuruh untuk mengerjakan shalat, tanpa hukuman dan acaman. Setelah sepuluh tahun baru boleh menerapkan hukuman jika tidak shalat. Fatwa lengkap beliau bisa dilihat di sini: https://www.youtube.com/watch?v=47xO8JEgVsU (silakan disimak, insyaallah sangat bermanfaat)

Jadi jika masih tujuh tahun, maka tidak boleh ada ancaman atau hukuman jika anak belum mengerjakan shalat dengan benar karena memang shalat belum wajib atas mereka dan terus nasehati dengan lemah lembut. Sedangkan jika yang dimaksud bermain-main ketika shalat itu adalah ketika shalat di masjid, maka salah satu solusinya adalah menempatkan anak dalam shaf orang dewasa, jangan ditempatkan di paling belakang bersama anak-anak yang lain karena sesuai tabiat mereka akan selalu bercanda dan bermain jika berkumpul dengan sebaya. Allahu a’lam.

Tambahan faidah: anak disuruh mengerjakan shalat ketika tujuh tahun berarti anak SUDAH BISA SHALAT SESUAI TUNTUNAN sejak sebelum tujuh tahun. Jadi tujuh tahun sudah bisa shalat ya.

6. Bagaimana jika anak bertanya seperti apakah Allah buk? Apakah Allah punya mata, dll?/bagaiman menjelaskan kepada anak agar anak dapat memahami dengan mudah..

Ibu harus mengikuti kajian yang membahas asma wa sifat dan menyimaknya dengan baik agar bisa memahamkan kepada anak. Iya, Allah punya mata, tangan, dan betis sesuai dengan apa yang telah Allah wahyukan di dalam Al Qur’an dan telah dijelaskan pula dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Akan tetapi berbeda dengan makhluk.

Jika sesama makhluk saja berbeda, apalagi antara makhluk dan penciptanya.

7. Ada yg bilang, sifat Allah yg disebut dalam Al Quran itu harus di ta’wilkan, tidak boleh diartikan secara harfiah. Bagaimana pemahaman yg benar?

Tidak, kita harus memahaminya sebagai mana para shahabat dulu memahaminya. Tangan Allah telah disebutkan dalam Al Qur’an dan hadits yang shahih, kita harus memahami dalil itu sebagaimana datangnya, tanpa menakwilkannya dan tanpa menyerupakannya dengan makhluk. Penjelasan tentang tangan Allah bisa dibaca di sini: http://abul-jauzaa.blogspot.co.id/2010/06/sifat-dua-tangan-allah.html

8. Jadi, kl anak tanya, Allah punya tangan?jawabannya punya ya mba? tanpa takwil dan tanpa penyerupaannya dg makhluk.

Sebelumnya maaf, saya bukan ustadzah ya ^^ Di tautan fatwa Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily di atas dijelaskan bahwa batasan tamyiz itu jika anak sudah bisa membedakan antara kurma dan arang, syaikh menjelaskan bahwa usia tamyiz sekitar tujuh tahun.

9. Anak saya usia 4th bertanya, kenapa kita agamanya islam? Kenapa Allah menciptakan syaithan dr api? Bagaimana jawaban yg baik untuk anak usia tsb?

Karena agama yang diridhai Allah hanyalah Islam. Allah menciptakan makhluknya berbeda-beda, ada yang dari api, tanah, dan cahaya. Itu menunjukkan kebesaran Allah.

10. Gimana men stop ank laki2 usia 4th,ngomong in hantu nakutin ayo ada hantu sambil make kain dmukanya atau adiknya ditutup kain apalah dbilang hantu ini huaa hantu ini..
Sy curiga pas dia main dluar sama adiknya d ujung blok rumah, sdg ada anak2tetangga pada main kejar2an hantu2an dr situ ngamati. Krn pernah sy susul mereka pas ada kejadian ank2 tetangga mainan hantu.

Setan ada dari golongan jin, manusia, dan hewan. Setan dijadikan Allah sebagai musuh kita. Oleh karena itu kita tidak boleh takut. Kita harus selalu memohon perlindungan dari Allah agar dijauhkan dari godaan setan.

11. Bismillah mba gmn menjelaskan ke anak ttg kenikmatan surg dan siksa neraka?

Bisa dibaca di sini: https://muslim.or.id/5406-nikmatnya-surga-dahsyatnya-neraka.html

12. Setan dari golongan hewan maksudnya bagaimana Bun?

Allahu a’lam. Jin bisa menampakkan diri dalam wujud hewan semisal anjing hitam atau ular. Bisa dibaca penjelasannya di sini: https://almanhaj.or.id/2696-eksistensi-jin.html

13. Bismillah, apakah sebuah keburukan jika ortu memanggil guru atau mengajak anak ke kajian2 terkait tauhid? Karena ortu baru hijrah dan mengenal sunnah. Khawatir salah dalam mengajarkan tauhid, mengingat kitab-kitab tauhid isinya padat dan menyelesaikannya butuh waktu lama.

Barakallahu fik, insyaallah itu termasuk kebaikan yang besar. Jangan lupa ajarkan adab kepada guru dan adab bermajelis.

14. Bagaimana sebaiknya menghadapi saudara sepupu anak saya yang sangat sering bercerita tentang kartun2 khayalan yg berkaitan dengan sihir dsb. Syukron atas jawabannya

Wa’alaikumussalam. Didoakan dan didakwahi sesuai kemampuan dengan cara yang baik.

15. Saya seorang single parents, karena divorce. Bagaimana ya cara saya saat ini sbg sosok double parents (as father and mom ) mendidik tauhid anak saya . anak saya usia 9&7th. (Yg 7th kebetulan abk spectrum autism)
Dan bagaimana saya membuat anak2 saya akhirnya berdamai dng kondisi kami saat ini. Karena kebetulan kedua anak saya (yg paling besar terutama) memiliki rasa kebencian terhadap ayahnya krn si anak melihat sendiri apa yg ayahnya lakukan sehingga menyebabkan akhirnya kami berpisah.

Saya butuh sekali banyak masukan ttg pola parenting terbaik dng kondisi saya sbg single parents .

Terimakasih banyak mba ☺🙏🏻🙏🏻

Bisa dibaca di sini: https://almanhaj.or.id/2750-cara-menjalani-hidup-menjanda.html

16. Mbak maya mau tanya bagaimana jika ada teman dr anak kita yg suka becanda dengan hal-hal yg baerkaitan dgn tauhid semisal,
Pas buka buku dan ada gambar org2 menghancurkan ka’bah maka siteman bilang ” wah gak bener itu berhala itu ya gak dihancurkan tp disembah…”
Dy berkata demikian untuk menarik perhatian temannya dan membuat temannya tertawa,

Baiknya yg demikian ini bagimana ya mbak,
Alhamdulillah anak sy sdh tau kalau temennya ini salah , apa cukup sy kasih nasehat ke anak saya saja atau apa perlu sy sampaikan ke orang tuanya, (orang tuanya sdh ‘ngaji’)…

Wa’alaikumussalam. Ibu bisa jelaskan tentang keutamaan-keutamaan amalan sunnah tersebut, mencarikan teman yang baik bagi anak, dan bisa pula memberikan pujian dan hadiah. Akan tetapi, sebisa mungkin kaitkan hadiah dengan pemberian Allah, sehingga anak tidak terbiasa beramal dengan balasan dunia. Ada contoh bagaimana cara menyampaikannya pada anak di tautan fatwa Syaikh di atas. Dan sebagai tambahan ini ada jawaban yang bagus juga dari Syaikh Shalih Al Munajid di sini: https://islamqa.info/id/152628

Jika sudah dinasehati belum ada perubahan, ada baiknya orang tua si anak diberi tahu dengan cara yang baik. Allahu a’lam.

17. Bagaimana cara tehnisnya spy anak abg usia 10&14 th lbh mengamalkan sunnah dikesehariannya. Alhamdulillah ortu sdh mengenal sunnah selama 5th dan mcontohkan kpd anak. Tp mereka msh sedikit sekali mengamalkannya mislnya sholat dhuha, rawatib, dzikir dll

Boleh, ibadah di dalam Islam didasarkan atas tiga hal, kecintaan kepda Allah, rasa takut akan siksa Allah, dan rasa harap ampunan dan kasih sayang Allah.

18. Anak saya selalu men judge orang “itu bukan muslim…ini bukan muslim…apabila liat orang g berhijab..orang pegang anjing…dan setiap ada tanda + (plus).. Kadang saya g enak krn takut orangnya denger
Anak saya umur 5 thun tk A Laki2

Bisa diajarkan adab-adab berbicara yang baik. Dan orang tua harus paham bahwa tidak setiap dosa menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Allahu a’lam.

19. Kami punya tetangga org nonmuslim dan anak kami sering bermain dengan dia, apakah ad batasan berteman dengan non muslim untuk anak usia 4 dan 5 tahun?

Batasan muamalah dengan orang kafir bisa dibaca di sini: https://muslimah.or.id/2320-batasan-bermuamalah-dengan-orang-kafir.html

Bersambung ke Materi III : Mengenalkan Bahaya Syirik pada Anak

Mengajarkan Tauhid kepada Anak

Materi I

Kulwap Ibu Belajar Tauhid yang di selenggarakan oleh Penerbit Ahlan

Kulwap ini menghadirkan narasumber Arnida Sharah Auli

Adapun materi yang akan di bahas sebagai berikut :

1⃣Kenapa harus mengajarkan tauhid kepada anak?

2⃣Bagaimana cara mengenalkan tauhid kepada anak.

3⃣Mengenalkan syirik dan bahayanya kepada anak.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabaraktuh

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang telah memberi kita sekian banyak kenikmatan. Terutama nikmat Islam dan iman, serta nikmat sehat sehingga kita bisa berjumpa dalam kulwap Tauhid Ahlan. Shalawat serta salam tercurah pada Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, penutup para Nabi, kepada para shahabat, tabi’in, tabiut tabi’in, dan yang mengikuti mereka dalam kebaikan hingga hari kiamat.

Allah Ta’ala berfirman dalam QS At Tahrim: 6 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata: “Ajarkanlah kebaikan untuk dirimu (dan anak termasuk bagian dari diri) dan keluarga (yakni istri-istri)mu” yakni mengajarkan agama (termasuk di dalamnya tauhid) dan adab kepada mereka.

Ibu sebagai madrasatul ‘ula memegang peran penting dalam hal ini. Semoga kulwap ini bisa menjadi penyemangat agar ibu-ibu belajar tauhid dan mengajarkannya pada anak-anak, dan kepada Allah semata kita berharap agar Allah memberi kemudahan untuk belajar dan mengamalkannya.

Materi Mengajarkan Tauhid kepada Anak

Diskusi dan Tanya Jawab :

1. Bagaimana mengenalkan tauhid secara bertahap kepada anak?

Sebelum menikah: memilih calon ayah yang shalih karena ia yang akan menjadi imam dalam rumah tangga. Pilih yang baik agama (di antaranya dilihat bagaimana shalat lima waktunya di masjid dan rajin atau tidaknya hadir di majelis ilmu) dan akhlaknya (di antaranya bisa dilihat bagaimana ia memperlakukan orang tuanya, terutama ibunya).

Setelah menikah:

1. berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih, ingatkan suami untuk membaca doa sebelum berhubungan suami istri.

2. ketika anak lahir, memohon perlindungan kepada Allah ketika bayi lahir, men-tahniknya (bagi yang berpendapat bahwa tahnik adalah sunnah bagi umat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bukan kekhususan beliau saja), memberikan nama yang baik, dan melaksanakan aqiqah. Bangun suasana rumah yang kondusif, isi dengan ketaatan kepada Allah. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.

3. Usia satu tahun, perkenalkan anak dengan buku (mungkin sejenis board book) agar anak suka dengan buku. Pada usia ini pendidikan akan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ajak anak ke majelis ilmu dengan tetap menjaga adab-adab. Usahakan anak tidak mengganggu peserta lain dan jika bertepatan dengan waktu shalat, anak jangan sampai memutus shaf. Mungkin kita akan berpikir, ibunya nggak konsen dong? Tidak apa-apa, insyaallah kita akan tetap mendapat pahala menuntut ilmu sekaligus membiasakan anak mendengar Al Qur’an dan as sunnah.

4. Usia dua tahun, bisa mulai diajarkan kalimat-kalimat sederhana, penciptaku Allah, Nabiku Muhammad, dan agamaku Islam. Dan tidak lupa diajarkan bahwa Allah ada di atas langit. Di usia ini, anak sudah bisa terlibat aktif dalam pendidikan. Buat kegiatan sederhana tentang tauhid. Misal mewarnai tentang ciptaan Allah. Katakan padanya, ini semua ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, jadi hanya Allah saja yang disembah.

5. Jika anak sudah mulai tertarik dengan buku, bacakan buku-buku yang bermanfaat. Buku-buku kisah para Rasul isinya adalah tauhid, karena memang dakwah para rasul adalah tauhid. Bacakan kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam, sang Rasul pertama. Bagaimana dakwah beliau ‘alaihissalam kepada masyarakatnya yang mengagungkan orang-orang shalih, hingga akhirnya mereka melakukan peribadatan kepada orang-orang shalih tersebut.

6. Usia tiga tahun biasanya anak sudah mulai aktif bertanya. Sebisa mungkin, kaitkan jawaban dengan tauhid. Misalnya, ketika ditanya, dinosaurus kok besar ya, Mi? Jawab iya, Allah menciptakan dinosaurus besar banget ya? Allah Maha Pencipta, bisa menciptakan yang kecil seperti semut, bisa juga menciptakan yang besar seperti dinosaurus. Makanya kita harus menyembah Allah saja. Pahamkan kepada anak bahwa Dzat yang menciptakan itu adalah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.

7. Iringi dengan membiasakan adab-adab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ingatkan anak ketika keluar rumah membaca doa, masuk kamar mandi dst supaya anak biasa memohon perlindungan hanya kepada Allah.

8. Usia lima tahun ketika anak sudah mulai menghafal Al Qur’an usahakan sang ibu membaca tafsir Al Qur’an yang sedang dihafal sang anak. Ketika di dalamnya terdapat kisah, ceritakan. Anak-anak suka kisah. Kisah pula yang banyak Allah sebut dalam Al Qur’an agar hamba-hamba-Nya mengambil banyak pelajaran.

9. Ketika sudah menginjak usia sekolah, masukkan anak ke sekolah yang mengajarkan tauhid yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah yang dipahami oleh generasi shahabat. Jangan serahkan pilihan kepada anak di mana ia ingin sekolah. Orang tua yang harus lebih berperan aktif, karena anak belum mengetahui mana yang lebih maslahat bagi pendidikannya. Jika memilih untuk homeschooling, saya merekomendasikan untuk membeli buku-buku tauhid yang sesuai dengan kurikulum standar Saudi Arabia (misalnya buku-buku terbitan Attuqa).

10. Usia tujuh tahun, anak mulai bisa diajak diskusi. Perkenalkan tentang syirik dan bahayanya. Misal ketika membaca kisah tentang kemuliaan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam tanyakan kepada anak, “Wah Rasulullah sungguh mulia ya akhlaknya. Dekat dengan Allah. Boleh nggak kita doa kepada Rasulullah?” Anak akan berpikir, lalu kita jawab, “Tidak boleh, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sudah meninggal” sambil diceritakan kisah shahabat ketika dilanda musim kemarau. Mereka tidak berdoa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi meminta didoakan ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shalallahu ‘alaiahi wa sallam yang masih hidup.

11. Ketika sudah bergaul dengan lingkungan, mau tidak mau biasanya akan ada pengaruh negatif kepada anak dalam tauhidnya. Contoh simpel: setan dan hantu. Di sinilah peran orang tua untuk meluruskan pemahaman tauhid anak.

12. Ingatlah bahwa Allah yang Maha Memberi Hidayah. Kita memang bisa memberi hidayah irsyad (berupa bimbingan dan pengajaran), akan tetapi hidayah taufik hanya di tangan Allah. Sekeras apapun usaha Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah kepada paman beliau, tidak menjadikan paman beliau masuk Islam. Sehebat apapun Nabi Nuh ‘alaihissalam mengajak anaknya kepada tauhid, itu tidak bisa menghindarkan anaknya dari adzab berupa banjir besar yang menimpa orang-orang kafir. Oleh karena itu, mohonlah selalu kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anak-anak kita.

2. Bagaimana menghilangkan pengaruh buruk kepada anak tentang hantu?

Jelaskan kepada anak tentang setan. Setan ada dari golongan manusia, jin, dan hewan. Setan dari golongan jin suka menggoda manusia agar manusia kufur kepada Allah. Kita harus menyemangati agar anak tidak takut kepada setan dengan senantiasa mengajarkan dzikir, dan meminta perlindungan kepada Dzat yang telah menciptakan setan, tentu yang perlu ditakuti dan dimintai perlindungan adalah Dzat yang telah menciptakannya. Jelaskan juga bahwa setan tidak akan bisa memberikan kemudharatan tanpa izin Allah.

3. Ruang lingkup tauhid yang wajib dipelajari seorang muslim?

Tauhid rububiyah, uluhiyah, dan aswa wa shifat. Penting pula mempelajari kebalikan dari tauhid, yaitu syirik agar kita bisa terhindar darinya.

4. Contoh syirik yang bisa secara tidak sadar kita ajarkan kepada anak?

Misalnya ketika kita takut kepada hantu, otomatis anak akan menduplikasi sikap kita. Atau kita percaya tathayur (anggapan sial terhadap sesuatu), wah kejatuhan cicak nih, bakal ada yang meninggal.

5. Perlukah anak dikenalkan hadits-hadits tentang tauhid?

Iya, tentunya disesuaikan dengan umur dan pemahaman sang anak. Sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan tauhid kepada shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu tentang tauhid di dalam hadits beliau yang terkenal, yang artinya, “Jagalah Allah niscaya Allah akan mejagamu dst”

6. Bagaimana cara menjelaskan bentuk fisik setan? Soalnya kan klo ditv atau lingkungan klo setanbitubpocong dll

Bentuk asli setan, Allahu a’lam saya tidak tahu. Perkara ghaib harus ada dalil yg shahih ketika akan diperinci. Yang jelas setan bisa menampakkan diri dalam wujud lain, misal hewan atau manusia. Seperti kisah shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang menjaga gudang yang berisi makanan dan dicuri oleh setan.

7. Mengajarkan tauhid di dalam kondisi lingkungan yang tidak mendukung?

Syaikh Mustafa Al Adawi dalam bukunya Fiqh Tarbiyatil Abna menasehatkan:
Negeri tempat hidup sebuah keluarga dan tabi’at pada penduduknya sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak-anak. Negeri yang dihuni oleh orang yang akhlaknya jelek jelas berbeda dengan negeri yang dihuni oleh orang-orang yang shalih. Keburukan orang-orang yang jelek akan tercermin pada diri orang yang hidup di negeri yang jelek.

Sebaliknya orang-orang yang shalih tidak akan pernah membuat teman-temannya menjadi sengsara. Dengan demikian, di dalam Islam disyari’atkan untuk berpindah dari negeri yang rusak penduduknya menuju sebuah negeri yang baik penduduknya. Coba lihatlah apa yang diperintahkan kepada seseorang yang pada masa lalu yang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa dan melengkapinya menjadi seratus dengan membunuh seorang ahli ibadah. Dia diperintahkan untuk berpindah dari negerinya yang telah rusak menuju sebuah negeri yang penduduknya beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar dia beribadah kepada-Nya.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari nasehat di atas.

8. Cara menjelaskan kepada balita tentang beda muslim dengan kafir?

Allahu a’lam, mungkin bisa dicoba dengan membacakan kisah tentang Nabiyullah Isa ‘alaihissalam dan kepercayaan orang Nasrani tentang beliau.

9. Bagaimana mengajarkan tauhid dengan ilmu yang minim?

Perbanyak ke majelis ilmu, bergaul dengan teman-teman yang shalihah, dan cari lingkungan yang kondusif. Karena kita tidak bisa beramal tanpa ilmu, seorang ibu harus menjadi pembelajar sejati jika ingin anaknya mejadi orang yang giat belajar.

10. Tauhid yg kita ajarkan ke anak seringkali terpengaruh orleh keluarga atau keluarga keluarga besar krn (maaf) mereka blm memahami tentang tauhid itu. Bagaimana cara mengatasinya?

Di lain kesempatan jelaskan kepada anak tentang tauhid yang sebenarnya, di samping itu, perlu mendakwahi keluarga dengan hikmah tentang tauhid yang lurus. Tidak lupa doakan keluarga agar mendapat hidayah berupa tauhid yang lurus.

11. Mbak kondisi tidak mendukung apa yang diperintahkan untuk pindah seperti dalam jawaban diatas? Apakah sudah boleh diajarkan tentang perbedaan agama ke balita?
Lingkungan yang buruk, misal lingkungan yang penuh dengan kesyirikan dan kita tidak bisa mengubahnya. Sebab mau tidak mau anak akan ikut terpengaruh.

Boleh, tentu dengan cara yang bisa dipahami balita. Jelaskan tentang kisah Nabi Isa ‘alaihissalam. Jelaskan bahwa Nabi Isa bukan anak Allah. Allah maha suci dari sifat punya anak. Ketika natal, jelaskan bahwa itu adalah perayaan yang tidak diperbolehkan sebab mereka sedang merayakan kelahiran tuhan. Allahu a’lam.

12. Hal mendasar tentang tauhid yang pertama kali disampaikan kepada murid SD?

Mengenal Allah sebagai pencipta, pengatur, dan pemberi rizki. Setelah itu mengenalkan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi. Begitu pula dengan materi mengenal Islam, mengenal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan Al Qur’an sebagai kalamullah. Insyaallah Ibu bisa menggunakan buku Pendidikan Tauhid untuk Madrasah Ibtidaiyah terbitan Attuqa.

13. Bagaimana mengajarkan tauhid kepada ibu yang bekerja?

Dipertimbangkan kembali maslahat dan mudharat bekerja di luar rumah, sebab para ulama memberikan batasan-batasan bagi seorang perempuan yang akan bekerja di luar rumah. Salah satunya ialah tidak mengabaikan hak-hak (termasuk di dalamnya pendidikan) anak. Jika hal tsb belum memungkinkan, pilih sekolah dan pengasuh yang baik bagi anak, dan manfaatkan waktu untuk banyak-banyak beraktivitas dengan anak dan membacakan anak buku-buku Islami. Semoga Allah memberi kemudahan pada Ibu.

14. Jika anak bertanya siapa yang menciptakan Allah?

Jelaskan bahwa Allah berbeda dengan mahluk. Allah pencipta, sedangkan mahluk adalah yang diciptakan. Ajarkan kepada anak untuk memohon perlindungan kepada Allah dan berhenti memikirkan hal tsb. Lebih lengkap penjelasanya bisa disimak di sini: https://almanhaj.or.id/1903-jawaban-siapa-yang-menciptakan-allah.html

15. Anak bertanya tentang surga?

Surga tidak dapat terbayang di dalam benak manusia. Jelaskan bahwa kesamaan sesuatu di surga dengan sesuatu di dunia hanya nama saja. Sama-sama madu, akan tetapi di surga lebih enak. Boleh makan banyak-banyak, tidak akan buang air kecil dan buang air besar. Kalau mau ke surga kita harus menyembah Allah saja, kalau kita menyembah Allah saja, rajin beribadah kepada Allah insyaallah kita juga bisa melihat wajah Allah di surga.

16. Maksud pemuda yang terdidik?

Maksudnya itu menunjukkan keberhasilan ibunda dalam mendidik beliau sehingga beliau menjadi shahabat gigih berjuang dalam Islam.

17. Bagaimana mengatasi prasangka buruk anak kepada Allah ketika anak tertimpa suatu kejelekan?

Jelaskan tentang hikmah dalam kejadian yang ia rasakan.

bagaimana bila tanggapan anak kok Allah ga ada saat aku (terjadi suatu kejelekan), maksudnya untuk menolong

Mengenai surga..ada bacaan yg rekomen kah tentang surga..anak saya bertanya detail tentang surga..mis ada brp macam surga dll.

Iman kepada rukun Iman yang keenam itu adalah beriman kepada takdir baik maupun yang buruk. Kok Allah menetapkan sesuatu yang buruk? Segala yang Allah tetapkan baik, walaupun manusia merasakannya sebagai sesuatu yang buruk. Misalnya mengapa Allah mengizinkan adanya maksiat? Karena di balik maksiat ada hikmah yang besar, yakni sabar (bagi orang yang didzolimi) dan taubat (bagi orang yang berbuat maksiat). Mungkin bisa dianalogikan dengan minum obat. Memang itu pahit, tetapi dengan izin Allah kita bisa sembuh dari sakit jika minum obat yang pahit tsb.

Bisa dibaca di sini: https://muslim.or.id/25922-9-nama-surga.html
dan di sini https://rumaysho.com/11605-delapan-pintu-surga.html

18. Boleh tidak kita memberi tau anak balita.. Jika berbuat salah semisal berbohong maka akan di siksa neraka, itu pedih dibakar kepanasan dan jd temannya syaiton?

Boleh, asal seimbang. Di dalam Islam diajarkan tentang rasa khauf (takut) kepada siksa Allah, akan tetapi juga harus ada raja’, yakni berharap kepada Allah agar tidak berputus asa dari rahmat Allah.

19. Pendidikan anak oleh orang tua single parent?

Jika didapati kebaikan yang banyak dengan menikah lagi (tercukupinya nafkah dan pendidikan anak) maka menikah lagi merupakan suatu kebaikan yang besar. Jika belum memungkinkan, tetaplah yakin bahwa pertolongan Allah amat dekat bagi orang yang bertakwa dan yang senantiasa bertawakkal kepada-Nya. Semoga Allah memudahkan Ibu untuk mendidik buah hati Ibu.

20. Apakah tauhid merupakan cabang iman?

Insyaallah Ibu bisa menemukan penjelasannya di dalam tafsir Al Qur’an Surat Ibrahim: 24-25 bagaimana Allah mengumpamakan iman dengan sebuah pohon. Akarnya adalah tauhid.

21. Apa saja yang termasuk syirik? Dan apa dosa yang di bawah syirik?

Penjelasan tentang syirik dan jenis-jenisnya bisa dibaca di sini:
https://almanhaj.or.id/3262-syirik-dan-macam-macamnya.html

Dosa di bawah syirik adalah dosa besar seperti berzina, riba, atau mencuri. Jika pelaku dosa besar ini tidak bertaubat sampai meninggal, maka dia di bawah kehendak Allah. Jika Allah berhendak akan diampuni, atau sebaliknya akan diadzab sesuai dengan dosa yang telah dilakukan.

Maksudnya baru mengenalkannya setelah berumur 7 taun baru di ajarin

22. Kalau dari pembahasan tadi di terangkan dan dari awal bayi sebagai orang tua tidak mengajarkan tauhid, itu bagaimana?

Apakah anak suka dengan salah satu tokoh kartun sm saja kita mengenalkan bentuk syirik?

Wa’alaikumussalam. tetap diajarkan, akan tetapi berbeda metode. Ketika balita anak biasanya meniru, oleh sebab itu kita bisa menghadirkan suasana rumah yang kondusif, penuh dengan ketaatan agar anak bisa mencontohnya. Setelah usianya bertambah, baru kita ajarkan tauhid secara formal (ada teori) sesuai dengan perkembangan akalnya.

Tergantung kartunnya seperti apa. Kalau seperti the legend of ang, itu setahu saya tokohnya digambarkan sebagai penguasa empat elemen. Berlawanan dengan tauhid rububiyyah, bahwa Allah yang menciptakan, mengatur, memberi rezeki, dan menguasai alam semesta.

23. Bagaimana menghadapi sikap kritis anak. Sudah dijelaskan bahwa Allah Pemberi Rizki akan tetapi mengatakan bahwa yang memberi uang adalah kantor ayah, bukan Allah?

Tanyakan pada anak, siapa yang menciptakan ayah? Siapa yang memberi ayah tangan? Siapa yang memberi ayah kesehatan sehingga ayah bisa bekerja? Tentu saja Allah. Allah tidak secara langsung memberi uang dari langit, akan tetapi Allah mempermudah jalan ayah untuk mendapatkan rezeki dengan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada ayah.

Allahu Ta’ala a’lam.

24. Bagaimana mensikapi anak yg sangat takut dibacakan kisah2? Krn dlm kisah ,misal saat dikisahkan abrahah dan Gajah2 yg Allah hukum dg dijatuhi batu,krn anak merasa iba dg gajah2 trsebut.
Inti nya setiap kisah yg ada sedih2 nya srperti hukuman untuk kaum nabi nuh,nabi yusuf yg dimasukkan ke sumur,dll ia takut dan tdk mau dengar cerita

Sebelumnya bisa dikenalkan apa itu syirik. Kenapa kaum-kaum terdahulu dibinasakan? Karena mereka berbuat syirik. Syirik lebih adalah dosa terbesar. Dan tentu dengan hikmahnya Allah menetapkan segala kejadian.

Bisa download di muslimkecil.com ^^. Atau bisa juga ibu bersama anak membuat buku bersama. Anak ikut mewarnai atau menempel, itu akan lebih melibatkan anak sehingga nilai-nilai yang ditanamkan insyaallah lebih terasa pada jiwa anak. Allahu a’lam.

25. Mba nida, bagaimana menjelaskan bahwa Allah berbeda dari semua makhluk?
Bahwa Allah tdk bisa dilihat, kpd anak usia 4th. Yang secara nalar belum bisa paham konsep nyta & ghaib?

Binatang dan manusia saja berbeda. Sama-sama punya tangan, tetapi tangannya berbeda. Begitu pula Allah. Allah punya penglihatan, tetapi berbeda dengan penglihatan kita. Penglihatan kita terbatas. Sedangkan penglhatan Allah meliputi alam semesta, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah. Begitu pula sifat mendengar dan sifat lainnya. Katakan pada anak, Allah ada di atas ‘arsy. Pemahaman yang benar tidak akan bertentangan dengan fitrah anak. Allah tidak bisa dilihat di dunia, akan tetapi kita insyaallah bisa melihat Allah kelak di surga. Melihat Allah di surga adalah kekhususan bagi orang-orang yang bertauhid kepada Allah. Jadi katakan kepada anak, “Nak, jika ingin melihat Allah kita harus bertauhid dan hanya beribadah kepad Allah”. Allahu Ta’ala a’lam.

26. Saya pernah membeli buku terbitan Ahlan, kbtulan ada temen yg berminat dan saya membelikannya. Setelah dibuka bukunya ada pertanyaan dari anak2 mengapa gambar orangnya tidak ada mata hidung dan mulutnya? Ini yg sulit menjelaskannya

Jelaskan kepada anak bahwa ada ancaman yakni hadits dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam \bagi penggambar mahluk bernyawa. Oleh karena itu, gambar dibuat tidak sempurna (tanpa wajah).

Bersambung ke Materi II : Mengenal Tauhid : Inti Ajaran Islam

Beauty Inside Out

The sun doesn’t lose its beauty when covered by the clouds. The same way your beauty doesn’t fade when being covered by Hijab

Jadi gini.. berawal dari acara #BloggerMuslimahMeetUp yang lalu menghadirkan Teteh Khadija (Peggy Melati Sukma), dan sukses membuat saya terpesona dengan kisah hijrahnya, MasyaAllah tabarakallah.. Sabtu, 24 Februari 2018, saya memutuskan memenuhi undangan dari Dream.co.id untuk menghadiri acara afternoon tea dengan Fenita Arie sebagai bintang tamunya. Mungkin bagi yang belum update, mba Fenita Arie yang terkenal sebagai host acara gosip di TV swasta, pada awal tahun 2018 telah memutuskan untuk berhijab dan ya.. resign dari acara gosip yang telah membesarkan namanya di dunia entertainment.

Baca juga : Peggy Melati Sukma Ganti Nama

Oke, saya akui saya KEPO 😆

Kisah hijrah dari kalangan selebritis bagi saya menarik sekali untuk disimak, makanya saya bela-belain “mensubkontrakkan” anak-anak ke neneknya selama tiga jam sore itu untuk datang ke Penang Bistro di Kebon Sirih, tempat diadakannya acara 😆

Well, saya memang berharap bisa mendengar cerita dengan durasi yang lebih panjang dari mba Fenita Arie yang cantik jelita. Tapi acara sudah dikemas sedemikian padat sehingga porsinya dibagi-bagi. Jadi setelah pemaparan singkat kisah dibalik hijrah mba Fenita Arie, acara dilanjutkan dengan pengenalan Tabungan Haji dan Umroh oleh Bank Muamalat serta Beauty Tutorial by Lancome Paris.

Bagi yang KEPO dengan kisah di balik hijrahnya mba Fenita Arie, check this video out ⤵

Kisah Fenita Arie Memutuskan untuk Berhijab

Duduk di bagian depan itu ada plus-minusnya. Plusnya kita dapat spot untuk foto panggung dengan jelas, minusnya.. jaim mau makan banyak-banyak 😅 Penang Bistro menyajikan beraneka snack bites lezat luar biasa yang menemani segelas es teh. Betul-betul afternoon tea party yang layak untuk dihadiri. 😍

AHJUMMA DIANTARA PARA NOONA

Acaranya seru! OKE, ternyata saya adalah ahjumma diantara para noona. 😂 Sempat merasa insecure karena tidak mengenal seorangpun disitu di mana yang lain sepertinya sudah saling mengenal sebelumnya. Anak-anak muda itu duduk dengan berkelompok. Baru terjawab kekepoan saya bahwa ternyata mereka telah beberapa kali mengikuti acara yang rutin diadakan oleh Dream.co.id. Hmmm.. pantes 😋

Tapi saya tidak menyesal sih sudah datang, ya gimana mau kecewa kalau pulangnya bawa goodie bag isinya beginian ⤵

Nah, terus ini apa hubungannya ya dengan Aliran Rasa Level 12 Kuliah Bunsay – Keluarga Multimedia ?

Oh ada donk. Berbicara tentang era digital, media internet memang sudah tidak asing lagi penggunaannya dikalangan masyarakat. Tua, muda, kaya, miskin, dari kota sampai desa, semua mengenal dunia maya. Hampir tiap individu menggunakannya, baik untuk bisnis, mencari informasi maupun hanya sebatas terhubung dengan teman.

Melihat wajah-wajah muda di depan dan kanan saya saat itu, saya kagum bahwa para noona ini berinvestasi waktu dengan baik. Mereka berkomunitas positif yang mendukung pengembangan diri mereka sebagai seorang muslimah. Dan ini tidak menafikkan kontribusi Dream.co.id sebagai Situs Berita Muslim Populer yang secara kontinue mengadakan acara-acara berkualitas untuk mewadahi muslimah muda Indonesia. What i am trying to say is.. media bisa menjadi positif jika kita fokus pada sisi manfaatnya.

Sama seperti perkuliahan di Institut Ibu Profesional, entahlah bagaimana nasib para ibu (baca : saya 😋) yang ingin belajar ilmu pengasuhan tapi tidak selalu leluasa meninggalkan anak-anak dan rumah. Media internet mempermudah hidup saya – dan saya yakin juga banyak ibu di luar sana.

Be Shine, Be Bright, Be Better You

Jakarta, 26 Februari 2018

Vivi Erma 😊

Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga TMII

Dunia air tawar di TMII merupakan taman biota air tawar terbesar dan terlengkap ke dua di dunia serta terbesar di Asia.

Rabu, 21 Februari 2018 yang lalu, KB TK EXISS ABATA mengadakan kunjungan pendidikan ke Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga TMII. As expected, Akhtar was super excited tells the school plan 😄 Sayapun seperti biasa ngintil 😆 kali ini bukan sebagai perwakilan orangtua murid, tapi memang sengaja mengajak Qaleef ikut serta, supaya adeknya tidak hanya membayangkan keseruan dari cerita kakaknya saja.

Sampai di TMII sekitar jam 8.30 pagi, kami dikenakan biaya Rp. 40.000 (Rp. 10.000 untuk mobil dan Rp. 10.000/ orang). Setelah tanya sana sini (petunjuk jalan kurang begitu membantu) dan perjalanan yang cukup jauh dari gerbang utama, sampai juga kami di Dunia Air Tawar. Bis yang membawa rombongan Akhtarpun tiba tak lama kemudian.

On a lighter note : Saat proses mencari lokasi dunia air tawar, saya melewati beberapa anjungan, stasiun kereta gantung dan beberapa wahana. Ingatan masa kecil saya spontan menyeruak. Ya, saya pernah kemari dulu sewaktu kecil, saat seumur Akhtar (6 -7 tahunan kalau tidak salah). Dan saya hampir lupa betapa luar biasa luasnya TMII yang gagasan pembangunannya dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, beliau lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto.

Back to the main topic, kami menyusul rombongan Akhtar dan kawan-kawannya setelah terlebih dahulu sarapan di CFC. Tiket untuk masuk ke Dunia Air Tawar sebesar Rp. 25.000/ orang ( sudah termasuk tiket ke Dunia Serangga ).

Dunia air tawar di TMII menyimpan 6.000 ekor 126 spesies, terdiri atas berbagai jenis, ukuran, asalnya baik dari berbagai perairan di Indonesia maupun belahan dunia lain, meliputi tanaman air, reptilian, crustacean, dan ikan.

Taman Akuarium ini dilengkapi museum, perpustakaan, auditorium, akuarium Nusantara, Pojok Reptilia, Lorong Gurame, dan ruang karantina yang dibangun di bagian belakang untuk pengembangbiakan koleksi dan menampung hasil dari petani yang dapat diperjualbelikan kepada pengunjung, masyarakat umum, penampung ikan, dan eksportir.

Beberapa koleksi istimewa yang berasal dari dunia air tawar asli Indonesia antara lain Arwana / Siluk (scleropages formosus), hiu gergaji (pristis microdon), tapah (wallago Leeri), ikan sumpit,ikan buntal yang dapat menggelembung seperti balon, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga koleksi jenis ikan tamu yang mempesona antara lain arapaima (arapaima gigas), piranha (serrasaimus) dari sungai Amazon di Amerika Selatan, ikan buta, ikan kupu-kupu, ikan chinese high fin (myxocyprinus asiaticus asiaticus) dari sungai Yangtze-Cina, serta kelompok ikan kecil guppy, molly, dan platy.

So these are the FUN

The Buntal’s Show

Ikan bermain BOLA

Kasih makan ikan di Taman Kupu

Sebelum beralih ke Dunia Serangga, anak-anak sempat diajak untuk menyaksikan film animasi 4D tentang kehidupan bawah laut. Di bagian tiket depan bioskop tertera Rp. 15.000/ orang untuk masuk ke dalam bioskop, tambahan ini diberlakukan bagi pengunjung lain di hari yang lain kali ya, karena sewaktu memasuki bioskop, saya tidak dikenakan biaya lagi. Mungkin sudah terhitung rombongan dari TK ABATA.

DUNIA SERANGGA & TAMAN KUPU


Museum Serangga ini memiliki sekitar 600 jenis koleksi, yang terdiri atas kupu-kupu yang berjumlah sekitar 250 jenis, kumbang sekitar 200 jenis, dan kelompok serangga lain sekitar 150 jenis. Koleksi berupa serangga mati yang sudah diawetkan tersebut disimpan dalam diorama-diorama yang dikelompokan ke dalam jenis serangga yang terdapat di kepulauan Indonesia.

Overall, menyenangkan dan layak kunjung 😊 Dengan harga yang super terjangkau, Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga TMII adalah alternatif tempat wisata edukasi bagi seluruh keluarga.

Sampai jumpa di kisah perjalanan selanjutnya insyaAllah 😉

Jakarta, 27 Februari 2018

Vivi Erma 😊

Membangun Kebersamaan Melalui Kemajuan Teknologi

Reviu Materi 12 Kelas Bunda Sayang
Institut Ibu Profesional

KELUARGA MULTIMEDIA
Membangun kebersamaan melalui kemajuan teknologi

Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, membuat dunia sekarang tak berbatas. Maka kita sebagai manusia pada umumnya dan sebagai ibu pada khususnya harus bisa lebih mawas.

MAWAS DIRI , ketika adanya teknologi membuat waktu kita habis,karena justru bekerja untuk teknologi tersebut bukan teknologi yang bekerja untuk kita. Di era yang makin canggih, harusnya kita memiliki waktu luang yang panjang bersama keluarga yang bikin nagih.

MAWAS PANTAU , dimana adanya kemajuan teknologi justru membuat kita menjadi polisi mengawasi kegiatan anak-anak berselancar di dunia maya, bukan teknologi yang membantu kita melatih dan memantau anak-anak dalam proses memperkaya wawasannya.

MAWAS INFORMASI, ketika kita menjadi sangat takut, cemas, tertinggal informasi di sosial media, chit chat di berbagai WhatsApp Grup. Kemajuan teknologi justru bisa membuat kita terkena penyakit Fear of missing out (FoMO), suatu kondisi di mana seseorang takut dikatakan tidak update, tidak gaul, dan takut ketinggalan berita yang sedang santer. Teknologilah yang harusnya bisa menata untuk kita segala macam informasi yang bermanfaat untuk bisa kita telaah sewaktu-waktu tanpa harus mengurangi kualitas mutu bertemu dengan anak-anak dan keluarga.

Sesi Keluarga Multimedia di kelas Bunda Sayang kali ini sudah membuat teman-teman cerdas teknologi. Segala macam applikasi sudah teman-teman eksplorasi satu-satu selama minimal 10 hari berturut-turut. Tidak hanya anda sendiri tetapi seluruh peserta di kelas bunda sayang melakukannya secara serempak. Hal ini akan menambah semakin kayanya wawasan kita tentang kemajuan teknologi yang ada saat ini.

Tahap selanjutnya kita akan menyeleksi mana applikasi yang bisa membantu pekerjaan kita sehari-hari, mana applikasi yang bisa menambah keakraban kita dan keluarga, dan mana applikasi yang bisa menjadi sarana kita menambah ilmu tanpa terhalang jarak geografis.

Praktekkan, apakah applikasi yang teman-teman pilih bisa bekerja untuk kita, sehingga teknologi benar-benar membantu kita untuk menambah kebersamaan bersama keluarga.

Bagikan pengalaman teman-teman memakai applikasi teknologi tersebut, sehingga banyak keluarga yang terselamatkan keutuhan keluarganya, banyak keluarga yang makin punya waktu untuk keluarga dengan semakin majunya teknologi.

Sehingga kita tidak akan ikut menyukseskan ketakutan yang diprediksi Albert Einstein tentang kemajuan teknologi ini, minimal di keluarga kita sendiri.

” I fear the day that technology will surpass our human interaction,the world will have a generation of idiots “Albert Einstein

Dan kami seluruh fasilitator kelas Bunda Sayang #1, mengucapkan S.E.LA.M.AT kepada seluruh peserta kelas bunda sayang #1 yang sudah berhasil menyelesaikan tahapan belajar di bunda sayang ini dengan tuntas.

Silakan mengalirkan segala rasa yang ada sebagai wujud syukur kita yang sudah berhasil mengalahkan diri sendiri dari rasa malas, berhasil memanage kebosanan, mengalahkan satu titik fase yang hampir membuat kita menyerah untuk melangkah. Sampai akhirnya kita ketagihan menunggu-nunggu tantangan dan pembelajaran yang berbeda di setiap sesi.

Bersyukurlah ketika dalam hidup ini kita masih memiliki tantangan, artinya kita masih HIDUP. Minimal 120 tantangan sudah kita lewati selama kita belajar bersama di kelas bunda sayang #1 ini.

Terima kasih untuk semua teman-teman yang berkenan menjadi teman belajar kami di kelas ini.Karena sesungguhnya sayalah, sebagai fasilitator, yang banyak belajar dalam mengelola kelas selama 1 tahun ini.

Teruslah melangkah, biarkanlah rasa lelah itu yang kewalahan mengikuti langkah kaki kita untuk belajar.

Saatnya untuk menaikkan kualitas tantangan kita di kelas bunda cekatan.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Sumber Bacaan :

_Richard.E Meyer, Multimedia Learning, ITS Press, 2015_

_Terrence W Cavvanough, The Digital Reader, 2010_

_Dr. Rulli Nasrullah, M.Si, Media Sosial, Perspektif komunikasi, budaya dan sosioteknologi, 2017_

Peggy Melati Sukma Ganti Nama

Peggy Melati Sukma berganti nama menjadi Khadija

Siapa yang tak kenal sosok ini? Peggy Melati Sukma adalah seorang selebriti tanah air yang ngetop di akhir tahun 90-an. Tapi sudah sekitar empat tahun ini meninggalkan gemerlapnya dunia selebriti dan memutuskan untuk berhijrah. Wajahnya tak lagi menghiasi layar TV dengan seni peran, dunia yang turut membesarkan namanya hingga dikenal masyarakat luas.

Peggy Melati Sukma, yang selanjutnya saya panggil dengan sebutan Teteh Khadija, tampaknya serius untuk menjalankan kehidupan barunya di panggung syiar dan dakwah. Berbagai aktivitas keagamaan dan sosial kemanusiaan dilakoninya hingga ke 22 negara. Termasuk Palestina, Suriah, Benua Afrika, Eropa serta Amerika. Tak cuma melakukan syiar melalui lisan, Teteh Khadija juga berdakwah melalui karya sastra.

Selain berhijab, artis yang dikenal lewat sinetron Mat Beken ini juga menggunakan cadar. Tak sampai di situ, ia juga mengubah namanya menjadi Khadija. Di Instagramnya @peggymelatisukmakhadija, Teteh Khadija sudah memperkenalkan nama barunya ini kepada para pengikutnya di media sosial.

Lalu apa kisah dibalik nama Khadija?

Alhamdulillah ala kulli hal, pada hari Sabtu, (10/2) saya berkesempatan menghadiri acara Blogger Muslimah Meet Up yang menghadirkan sosok inspiratif Khadija – Peggy Melati Sukma. Bertempat di kantor Proxsis Consulting Group, Gedung Permata Kuningan, Jakarta Selatan, acara ini mengambil tema “Muslimah Berdaya dan Menginspirasi”.

Ya, tentu semuanya setuju bahwa sosok Teteh Khadija adalah sosok yang inspiratif dengan kisah dibalik hijrah dan perjuangan dakwahnya.

Kisah tentang Hijrah Teteh Khadija insyaAllah akan saya buat di artikel terpisah.

Mengapa merubah nama menjadi Khadija?

Saat Teteh Khadija menjadi musafir pembelajar, beliau menyebut dirinya demikian, dari majelis satu ke yang lain, dari satu guru ke guru yang lain, Teteh Khadija lalu mendapatkan dua nama dari gurunya, yaitu Khadijah dan Sumayya. Keduanya merupakan nama dari sosok mulia dalam sejarah Islam. Khadijah binti khuwailid adalah istri pertama Nabi Muhammad. Sedangkan Sumayya binti Khabath adalah syahidah pertama pembela agama Allah SWT.

Setelah melakukan istikharah dan mempelajari shirah, kemantapan hati jatuh pada nama Khadija dan mulai di publish pada tahun 2017. Alasan dibalik pemilihan nama Khadija adalah sosok Ummul Mukminin ini yang menurut Teteh Khadija mendekati kepribadian Teteh Khadija sendiri, yaitu memiliki bisnis dan senang dengan kegiatan sosial dakwah. Nama ini mulai digunakan sejak Teteh Khadija berkiprah dakwah kemanusiaan di Timur Tengah dan banyak orang kesulitan melafalkan nama Peggy.

Soal nama hijrah ini hanyalah sekelumit dari kisah hijrah dan dakwah yang dituturkan oleh Teteh Khadija dalam acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Bercerita tentang proses hijrahnya membuat saya terpukau, merasa bahwa diri ini belumlah seujung kuku. MasyaAllah lahaulawalaquwwataillaibillah.

Suasana terbangun akrab dan kekeluargaan meski itu adalah kali pertama saya berjumpa dengan peserta yang lain, didukung dengan kantor yang berkonsep co-working membuat terasa semakin nyaman.

Sedikit bercerita tentang tempat diadakannya acara Blogger Muslimah Meet Up kali ini, Proxsis Consultants (PT. PROXSIS SOLUSI BISNIS) adalah sebuah perusahaan konsultan manajemen tepercaya yang memberikan solusi: Bernilai tambah, sesuai dengan kebutuhan.

Fokus pada upaya perbaikan kinerja. Proxsis Consultants memiliki pengalaman yang luas dalam membimbing perusahaan Nasional maupun Multinational untuk merancang dan mengimplementasikan Management System secara efektif seperti Quality, Safety & Environmental System, Business Process Management, Human Resources Management.
Konsultan Proxsis juga berpengalaman dalam memberikan bimbingan bagi lebih dari tiga ratus perusahaan sehingga sukses mendapatkan sertifikat seperti ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, OHSAS 18001, ISO/TS 16949, GMP, HACCP, ISO 22000 dan lain-lain dari Badan Sertifikasi Internasional.

Yang kemarin bekerjasama dengan Blogger Muslimah adalah salah satu divisi Proxsis, IT Learning Center (ITLC). Ini adalah divisi khusus IT yang menyediakan training-training bidang IT. Beberapa program dari ITLC adalah ITLC Community Meet Up, yang memfasilitasi komunitas-komunitas untuk melakukan kegiatan di Proxsis.

Ada lagi ITLC Expert Presents yang menyediakan pembicara untuk IT Start Up, Digital Marketing, Web Developer dan lain sebagainya. Ada juga ITLC Start Up Incubator yang akan membantu perencanaan bisnis dan berjalannya usaha di bidang IT. Info lengkap Proxsis bisa dilihat langsung di web http://www.proxsisconsulting.com dan untuk ITLC bisa dilihat di http://www.itlearningcenter.id, siapa tahu kamu butuh tenaga trainer atau ingin berkonsultasi tentang bisnismu, di sini banyak pakarnya.

Acara Blogger Muslimah Meet Up ini dipandu MC yang juga merupakan admin Blogger Muslimah sendiri, Fara Alfaza atau akrab disapa Echa (Hai mbak.. dadah dadah). Diawali dengan acara perkenalan yang seru, yaitu menyebutkan nama secara berurutan. Coba tengok deh cuplikan videonya.. (ada saya 😆)

Setelah perkenalan, dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Founder Blogger Muslimah, Mbak Novia Syahidah Rais.

Disusul kemudian sambutan dari pihak Proxsis yang diwakili oleh Ibu Veny Ferawati Nirmala Sari selaku Direktur Proxsis IT. Beliau menjelaskan program-program divisi ITLC, salah satunya menjalin kerjasama dengan komunitas-komunitas, seperti acara yang berlangsung kemarin.

Tidak seberapa lama, dimulailah acara inti yaitu sharing session dengan Teteh Khadija.

Dalam acara ini, Teteh Khadija membawa barang-barang Urban Syiar Project berupa buku-buku Teteh Khadija dan juga hijab syar’i. Dengan membeli barang-barang ini kita sudah ikut bersedekah.

Blogger Muslimah Meet Up juga didukung oleh Rumah Hijab Alsa. Distributor Hijab Alsa terbesar yang berlokasi di Bekasi ini memberikan goodybag berupa kerudung segiempat bolak-balik dua warna untuk seluruh peserta. Kerudungnya berbahan lembut yang bisa dipakai bergantian sisi. Rumah Hijab Alsa juga menyediakan berbagai model kerudung lain yang kekinian tapi tetap syar’i. Silahkan dilihat di akun Instagram @rumah_hijabalsa.

Acara kumpul-kumpul tidak akan seru tanpa hadirnya hidangan yang lezat. Alhamdulillah ada satu sponsor kue yang mendukung acara ini yaitu dari Ah Mah Cake Indonesia.

Ah Mah adalah Traditional Homemade Egg Sponge Cake. Teksturnya lembut dan lumer di mulut. Saya sudah mencobanya sendiri ☺ Cocok disajikan bersama kopi atau teh. Dan yang paling penting berasal dari bahan-bahan yang halal (saat ini sedang dalam proses kepengurusan sertifikat Halal MUI). Brand yang berasal dari Singapura ini berlokasi di Kelapa Gading dan Emporium Pluit. Kamu bisa intip akun Instagramnya di @ahmahcakeindonesia.

Selain Ah Mah Cake, hidangan juga dipersembahkan dengan sistem potluck oleh seluruh peserta, ada yang membawa pudding, kripik, bolu, risoles, buah.. wah berangkat tanpa sarapan tuh terbayar saat sampai di tempat acara, sekenyang-kenyangnya deh 😆. Proxsis sebagai tuan rumah juga menyediakan suguhan kue-kue enak dan minuman, ada kopi dan teh.

Acara ini bertambah seru dengan hadiah-hadiah persembahan dari Shalira Syar’i, produsen busana syar’i untuk laki-laki dan perempuan dengan kualitas premium. Shalira berpusat di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Produknya mengutamakan kualitas bahan, kesesuaian dengan syariat serta model yang detail. Selengkapnya tentang Shalira bisa kamu lihat di akun Instagram @shalirasyar.i .

Para peserta begitu menikmati rangkaian acara demi acara hingga waktu yang dijadwalkan selesai pada pukul 12.00 WIB baru benar-benar bubar pada pukul 13.30 WIB 😃 MasyaAllah..belum lagi banyaknya doorprize yang dibagikan, meski saya belum menjadi salah satu yang beruntung itu 😏 .

Anyway, I can’t wait for the next event! Thank you Blogger Muslimah and see you again sisterfillah, insyaAllah 😘

Jakarta, 17 Februari 2018

Vivi Erma 😊