Semua Anak adalah Bintang

Institut Ibu Profesional

Kelas Bunda Sayang sesi #7

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering “membanding-bandingkan” pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.

BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN

Jadi kalimat yang harus sering anda keluarkan adalah,

✅ “Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu dengan kakak yang sekarang?”

bukan dengan kalimat

❌ “Mengapa kamu tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?”

❌ ”Mengapa kamu tidak seperti adikmu?”

Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan “mental jawara” anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya.

MEMBUAT GUNUNG, BUKAN MERATAKAN LEMBAH

Ikan itu jago berenang, jangan habiskan hari-harinya dengan belajar terbang dan berharap terbangnya sepintar burung.

Seringkali kalau ada anak-anak yang tidak menyukai matematika, kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika. Ini namanya meratakan lembah. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.

Burung itu jago terbang, apabila sebagian besar waktunya habis untuk belajar terbang, maka dalam beberapa waktu ia akan menjadi maestro terbang

Anak yang terlihat berbinar-binar mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengijinkan anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari hal tersebut, maka kita sedang mengijinkan lahirnya maestro baru. Ini namanya membuat gunung. Anak akan memahami misi spesifiknya untuk hidup di muka bumi ini.

ENJOY, EASY, EXCELLENT, EARN

Kita sebagai orangtua harus sering melakukan “discovering ability” agar anak menemukan dirinya, dengan cara mengajak anak kaya akan wawasan, kaya akan gagasan, dan kaya akan aktivitas. Sehingga anak dengan cepat menemukan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar (enjoy) tak pernah berhenti untuk mengejar kesempurnaan ilmu seberapapun beratnya (easy) dan menjadi hebat di bidangnya (Excellent). Setelah ketiga hal tersebut di atas tercapai pasti akan muncul produktivitas dan apreasiasi karya di bidangnya (earn).

ALLAH TIDAK PERNAH MEMBUAT PRODUK GAGAL

Tidak ada anak yang bodoh di muka bumi ini, yang ada hanya anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari orangtua/guru yang baik, yang senantiasa tak pernah berhenti menuntut ilmu demi anak-anaknya, dan memahami metode yang tepat sesuai dengan gaya belajar anaknya.

ANAK-ANAK TERLAHIR HEBAT, KITALAH YANG HARUS SELALU MEMANTASKAN DIRI AGAR SELALU LAYAK DI MATA ALLAH, MEMEGANG AMANAH ANAK-ANAK YANG LUAR BIASA

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Sumber bacaan

_Septi Peni Wulandani, Semua Anak adalah Bintang, artikel IIP, 2016_

_Abah Rama, Talents Mapping, Jakarta, 2016_

_Dodik Mariyanto, Belajar Cara Belajar, paparan seminar, 2016_

Menstimulus Kecerdasan Matematis Logis

Institut Ibu Profesional

Review kelas Bunda Sayang sesi #6

📚 MENSTIMULUS KECERDASAN MATEMATIS LOGIS 📚

Bunda setelah kurang lebih selama 1 bulan kita belajar bersama tentang bagaimana menstimulus kecerdasan matematis logis pada diri kita dan anak-anak, maka sekarang kita bisa merasakan bahwa matematika itu bukanlah sesuatu yang jadi momok buat anak-anak. Matematika itu sangat dekat dengan kita. Kalau dulu bahkan sampai saat ini kita merasakan bahwa “matematika” itu adalah pelajaran yang sulit, kemungkinan besar karena kita menjalani proses yang salah. Itulah pentingnya mengapa kita harus mengubah konsep pemahaman kita tentang matematika di Institut ibu Profesional ini, sehingga anak-anak kita akan selalu bahagia dengan matematika. Sebagaimana kita tahu, matematika adalah sarana agar anak-anak kita memiliki kemampuan:

a. Berpikir logis

b. Berpikir Kritis

c. Memecahkan masalah secara sistematis

d. Melatih ketelitian, kecermatan dan kesabaran

e. Menarik kesimpulan secara deduktif (menarik kesimpulan berdasarkan pola yang umum. Hal ini akan membiasakan otak kita untuk berpikir secara objektif)

Apabila melihat kelima hal diatas, sudah selayaknya kita sebagai orangtua tidak terpaku dan bahkan stress untuk hal-hal kecil di konten matematikanya. Misal ketika anak-anak kita latih perkalian saja tidak hafal-hafal. Jangan sampai gagal fokus, karena yang kita sasar adalah kemampuan life skill anak melalui matematika, bukan kemampuan anak menghafal ilmu di matematika. Sehingga kita harus pandai untuk mencari celah dan mencari jalan lewat ilmu matematika yang mana agar anak-anak kita memiliki life skill seperti yang disebutkan di atas.

Contoh :

Studi Kasus :

Ketika ada seorang anak yang sudah kelas 3 ke atas, sangat susah menghafal perkalian

Solusi :

Maka kita tidak akan memaksa anak tersebut setiap hari dengan berbagai hafalan. Kita akan melatih kemampuan berpikir logisnya

Kegiatan :

Ambil matematika dalam kehidupan sehari-hari, misal, label obat, kemudian lihat di label tersebut, apoteker menuliskannya adalah 3 x 1_”

Kira-kira menurut kakak apa artinya 3 x1 di aturan minum obat ini?”

Anak-anak akan berpikir dan mencari jawaban berdasarkan pengalamannya minum obat saat sakit :

pagi minum 1 kapsul, siang 1 kapsul dan malam 1 kapsul

Stimulus :

Setelah jawaban berpikir logisnya berjalan, kita stimulus dengan berpikir kritisnya

Andaikata apoteker itu menulisnya 1 x 3, apa kira-kira yang harus kita lakukan, apakah ada bedanya dengan 3 x 1?

Kegiatan :

Anak mulai melatih kemampuan memecahkan masalahnya secara sistematis. Berikan ruang anak untuk menyampaikan gagasannya tentang 3 x 1 dan 1 x 3, tanpa kita buru-buru menyalahkan atau mengoreksi

Kegiatan bermain :

a. Siapkan pernak-pernik yang berjumlah 6, (bisa 6 kerikil, 6 permen atau 6 buah mainan yang sama) dan 6 piring kecil-kecil

b. Ibu memberikan perintah, yuk kita lomba menata perkalian 3 x 1 dengan piring dan pernak-pernik

c. Ibu menata piring dan kerikilnya sendiri, anak menata piring dan kerikilnya sendiri

d. Ibu melihat apa yang ditata anak misal anak menata 3 piring, masing-masing diisi 1 kerikil. Ibu memberikan komentar_ ”

Aha, keren banget Ina sudah bisa membuat perkalian 3 x 1

Kemudian anak diminta lihat apa yang ditata ibu, misal ibu mengambil 1 piring, diisi 3 kerikil

Kalau milik ibu ini model perkaliannya seperti apa ya kak?

Anak mulai menyambungkan informasi satu persatu dan menjawab

” 1 x3 ”

e. _Ibu memberikan tantangan baru_

*_Sekarang kita coba buat perkalian 3×2, yuk_*

Makin terasa ringan kan, kalau matematika kita dekatkan dengan hal-hal yang realistik di kehidupan anak-anak. Pendekatan matematika secara realistik ini harus bunda jadikan modal belajar agar anak-anak suka belajar matematika. Kalau anak-anak sudah suka, mereka akan menjadi pembelajar mandiri, dan kita cukup menjadi teman belajarnya saja. Yang perlu kita ingat dalam pembelajaran matematika secara realistik adalah :

a. Anak-anak diajak untuk menemukan kembali bagaimana para ahli dulu menemukan rumus matematika dan ilmu matematika dengan bimbingan kita ( Guided Reinvention). Anak-anak akan mengalami proses menemukan kembali konsep, prinsip, sifat-sifat dan rumus-rumus matematika sebagaimana ketika konsep, prinsip, sifat-sifat dan rumus-rumus matematika itu dulu ditemukan. Sebagai sumber inspirasi untuk merancang pembelajaran matematika yang menekankan prinsip penemuan kembali (re-invention), dapat digunakan sejarah penemuan konsep/prinsip/rumus matematika

b. Pengetahuan matematika dan pengetahuan lain secara umum, tidak dapat ditransfer atau diajarkan melalui pemberitahuan dari ibukepada anak, melainkan anak sendirilah yang harus mengkontruksi (membangun) sendiri pengetahuan itu melalui kegiatan aktif dalam belajar

c, Menyiapkan model-model yang dibangun sendiri ( self-Developed Models). Sehingga kita bisa mengaktualisasikan masalah kontekstual ke dalam bahasa matematika, yang merupakan jembatan bagi anak untuk membuat sendiri model-model dari situasi nyata ke abstrak atau sebaliknya

Semoga dengan pemahaman ini kita makin paham untuk apa anak-anak kita perlu belajar matematika. Bukan sekedar angka yang tertulis di rapot, bukan juga sekedar menambah hafalan anak-anak tentang rumus-rumus matematika, tapi lebih dari itu matematika merupakan salah satu pintu masuk anak untuk mendapatkan ketrampilan hidupnya sehingga bisa lebih siap menjalankan peran di dalam kehidupannya kelak.

Salam Ibu Profesional,

/ _Tim Fasilitator Bunda Sayang_ /

📚Sumber Bacaan:

_Fauzan, A. (2002). Applying realistic mathematics education in teaching geometry in Indonesian primary schools. Doctoral dissertation. Enschede: University of Twente_

_Septi Peni (2004) Jarimatika : Mengenalkan Konsep Perkalian Secara Mudah dan Menyenangkan, Kawan Pustaka, Jakarta_

Senja Hari Ini

Unwritten Love Stories – The Series

Di penghujung senja, aku bersandar pada dada bidangmu, bisa kudengar jantung yang berdetak kencang seakan berlomba dengan detak jantungku sendiri.

Kutengadahkan wajahku dan kau cium lembut keningku. Dua belas tahun berlalu dan hari ini kita menatap Senja yang sama. Kubalas dengan erat genggaman tanganmu.

“…So I’m gonna love you

Like I’m gonna lose you

I’m gonna hold you

Like I’m saying goodbye

wherever we’re standing

I won’t take you for granted

’cause we’ll never know when

When we’ll run out of time

so I’m gonna love you

Like I’m gonna lose you

I’m gonna love you like

I’m gonna lose you…”

Sayup – Sayup kudengar alunan refrain duet Meghan Trainor – John Legend‎.

Bunyi klakson mobil membuyarkan anganku.

Kau duduk di samping kananku sedang mengemudi, kutatap wajahmu, kau balas dengan senyuman.

Senja hari ini tetap indah saat denganmu

Meski tak seperti khayalanku

Tak ada genggaman‎ tanpa kepalaku bersandar

Tak dapat kudengar seberapa cepat detak jantungmu dari tempatku duduk.‎

“…Let’s take our time To say what we want‎

Use what we got Before it’s all gone

’cause no, we’re not promised tomorrow…”

Kupalingkan wajahku menatap langit dan kuhela nafas.

Sungguh tak ingin kunikmati sendiri saat Senja ini berlalu.

Pantas saja Ibnu Qudamah mengutip seorang ahli sastra yang berkata,

“Cinta dapat membuat seorang pengecut menjadi pemberani, orang kikir menjadi dermawan, membersihkan batin yang keras, melancarkan lisan yang kelu, membangkitkan semangat yang lemah, menundukkan keperkasaan raja-raja, dan melemahkan cambuk para ksatria.”

Cinta adalah panggilan sastrawi. Pintu awalnya adalah membebaskan hati dan pikiran. Kepada cinta tertuju semangat hidup. Ada kemesraan dalam kelembutan jiwa. Ada kegembiraan yang menari-nari di dalam jiwa, dan kesenangan yang bersemayam di dalam hati.

•-•-•-•-•

Di penghujung Senja, kita berjumpa lagi. Kali ini tangan kananmu menggenggam mesra dan tangan kirimu di tarik- tarik oleh tangan mungil yang meminta sesuatu. Aku menatap senyummu yang merekah dari sini, pandanganku beralih pada sosok dengan perut yang semakin membesar, yang kini kau peluk mesra.

Ku berbisik lirih dalam hati‎

“Maaf, kita mencintai Pria yang sama”‎

” …Hello, it’s me

I was wondering if after all these years you’d like to meet

To go over everything

They say that time’s supposed to heal ya,

but I ain’t done much healing

Hello, can you hear me?

I’m in California dreaming about who we used to be

When we were younger and free

I’ve forgotten how it felt before the world fell at our feet

There’s such a difference between us

And a million miles

Hello from the other side

I must’ve called a thousand times

To tell you I’m sorry for everything that I’ve done

But when I call you never seem to be home

Hello from the outside

At least I can say that I’ve tried

To tell you I’m sorry for breaking your heart

But it don’t matter, it clearly doesn’t tear you apart Anymore

Hello, how are you? It’s so typical of me to talk about myself,

I’m sorry I hope that you’re well

Did you ever make it out of that town where nothing ever happened?

It’s no secret that the both of us Are running out of time.. ”

— Adelle – HELLO

Ekspektasi Vs Realita‎

Inspired by you, The Architect

It is so lovely, to ‘see’ you again‎ 😊

Jakarta 2016

Vivi Erma

Senyummu Untukku

Unwritten Love Stories – The Series

Ost : Kuingin Kau Tahu – Adrian Martadinata

Jika kau berfikir setelah 8 tahun perasaan itu terkubur, kau salah. Perasaan itu hanya “tidur”.

Aku masih sama .. memandangmu dengan cara yang sama. Dan masih mengagumimu karena alasan yang kau tak pernah tahu.

Saat kita bertemu setelah sekian lama, ingin kuluapkan segalanya. Semua kisahku dan keputusan- keputusanku yang membuatmu pernah membenciku. Tapi lidah ini kelu, aku ragu. Masihkah kau mau mendengarkanku. Apakah semua pernah atau masih penting bagimu.

Aku yang tak pernah yakin denganmu, sebetulnya aku yang tidak yakin pada diriku. Bukan meragunya perasaanku padamu, tapi jujur.. aku ragu kau mencintaiku.

Apakah kau pernah mencintaiku?

Satu pertanyaan itu yang ingin kudengarkan jawabannya darimu. Dan supaya kau tahu, perasaanku nyata adanya. Aku tulus saat itu. Tapi memang keadaan yang membuatku “terpaksa” menutup ‘pintu’.

Tak terbersit sedikitpun ak ingin menyakitimu dan ternyata membuatmu terluka. Sangat terluka. Kau hancur.. aku juga hancur. Mungkin aku terlalu ‘buta’ saat itu. Aku terlalu bingung dengan keadaan. Dan aku terlalu bingung dengan diriku sendiri.

Apakah kau tahu, sepanjang yang bisa kuingat, saat terbahagiaku adalah bersamamu.

Melihat senyummu hari itu aku ingin memelukmu. Bukan untuk mengulang masa lalu. Tapi mungkin dengan begitu kau akan tahu perasaanku. Sepenting itulah kau bagiku.

Kuingin kau tahu, meskipun kau jauh, kau selalu ada di hatiku.

Untukmu yang kurindukan,

Jakarta, 8 Agustus 2017

Vivi Erma

Ibadah Terpanjang dan Terlama

Ibadah terpanjang dan terlama 
Bahkan terhadap diri sendiri pun saya pernah marah, pernah tak suka 

Apalagi terhadap orang lain yang berbeda isi kepala, watak serta masa lalunya 

Namun Allah swt ternyata menjadikan kehidupan berjamaah itu dengan pahala yang berlipat ganda

Menempuh jalan pernikahan adalah menempuh jalan yang diteladankan Rasulullah saw 

Menempuh jalan panjang pernikahan adalah upaya diri yang lemah ini untuk menyempurnakan keimanananya 

“Barangsiapa yang memberi karena Allah, menahan karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sungguh telah sempurna keimanannya.” [Hasan: HR. At-Tirmidzi (no. 2521).
Pernikahan adalah episode antarmanusia, maka yang mengarunginya harus sadar benar bahwa dirinya tak sempurna dan pasangannya juga bukan makhluk tanpa dosa

Maka memasukinya dengan penuh kesombongan adalah kesalahan yang besar

Sungguh tak akan mungkin ada kekuatan kecuali itu atas pertolongan Allah swt

Ketika lelaki perempuan berjumpa dalam pelaminan yang sah,maka ketahuilah itu adalah peristiwa dengan probabilitas pertemuan satu dibandingan miliran kemungkinan 

dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)….” (al-An’aam: 59)

pertemuan ini saja dalah nikmat luar biasa

lalu Jika bukan karena keterlibatan Allah swt juga, manalah mungkin diri ini sanggup membuat hati saling terpaut dan mencinta ? sedangkan jiwa ini ada dalam genggamannya
mengapa engkau memilihnya ? jawaban atas pertanyaan ini adalah energi yang akan menyentukan seberapa besar kekuatan dirimu akan terus menyala menjalaninya 

tanyalah pada suara terdalam hatimu, seberapa benar hasrat hati saat mengiyakan pinangannya, saat memutuskan memantapkan hati menikahinya? Ketika engkau jujur pada Allah saat memilihnya maka sekuat itu pula persangkaanmu pada pertolonganNya, sekuat itu pula hatimu meneguhkan tujuan serta target  saat melangkah bersamanya.

Karena itu tetaplah lurus dalam niat dan langkah, karena komitmen menjalaninya karena Allah swt akan menjadi tapak tangga pembuka menuju Jannah 
Nyatanya menikah adalah ibadah berjamaah yang terpanjang dan terlama   

Memasukinya tanpa bekal membuat perjalanannya terengah-engah 

Menganggapnya akan selalu berjalan sempurna tanpa cela adalah sebuah kemustahilan yang nyata

Karena itu teruslah memperbarui  ilmu dan menyegarkan iman, supaya benar amal kita mengarunginya
Yuk manfaatkan kesempatan belajar langsung dengan para ustad, ustadzh, psikolog, para penulis dan konselor keluarga 

Lewat kuliah online muslimah teladan batch 1 

Bagaimana menjadi istri solihah 
Alhamdulillah para narasumber ustd. Bendri Jaisyurrahman, bu Ida Nur Laela istri Pak Cahyadi Takariawan, ustadzah kingkin annida, ustazdah Jujuk Zubaedah, psikolog dan penulis bu intan savitri, teh yuria cleopatra, teh elma fitria dan barusan konfirmasi penulis mba afifah afra A bisa menjadi narasumber….. jangan sia siakan ilmunya ya … 
Ada bimbingan intensif selama dua bulan (11x kuliah utama) 

Juga fasilitas konseling dan ebook 

Ada give away buat peserta yg rajin praktek 

pendaftaran juga sdh termasuk donasi wakaf quran 
Segera daftarkan diri sebelum kehabisan seat ….

Bisa langsung daftar ke link berikut ini ya.
https://goo.gl/Y4stXX

Istri Baru

ISTRI BARU
Note: sebelumnya mohon maaf. Tapi pembahasan dibawah ini memerlukan pembaca yang sudah menikah dan atau berusia 18thn keatas. Mohon maaf atas ketidaknyamanan 😊
Ada kalanya, ketika perkawinan sudah memasuki usia 10 tahun keatas, rutinitas yang ada memasuki pula fase kebosanan.
Tanpa disadari, pasangan yang dulunya menyenangkan hati hanya dengan memandangnya, menjadi sesuatu yang biasa saja, bahkan cenderung tidak menarik lagi. 
Si suami yang gantengnya Masha Allah, hanya cakep bin wangi di pagi hari, ketika bersiap utk pergi ke tempat kerja bertemu dengan manusia-manusia lainnya, kecuali: istrinya. 

Ketika berjam-jam kemudian mereka pulang, membawa baju lusuh penuh keringat dan muka yang berminyak. Parfum wangi yg td pagi disemprotkan entah sudah menguap kemana. Biasanya, mereka langsung ganti baju sama baju yg pe-we. Entah itu baju kaos putih tipis yg dijual lusinan dan bersarung, atau kaos lusuh dan celana pendek 10 ribu. 

Eh, apa saya aja ya?😄
Sementara si istri, andai tidak dikenalkan sebagai tuan rumah, sudah lebih pantas dipanggil ‘mbak’ jika seorang tamu yg tak mengenalnya datang. Seragam: Daster tua yang swuuuppeer pe-we. Longgar, selutut, sedikit robek disana sini dan warnanya sdh ngak jelas apa. Atau daster batik atasan bawahan celana? Bau? Jangan ditanya. 😷
Akhirnya, dua sejoli yang sejatinya saling menggairahkan, hanya ibarat teman serumah, kecuali of course, waktu dan jam tertentu di ‘sana’.
Ini bukan cerita pribadi, walau sedikit banyak ada kesamaannya. Bukan pula usaha men-generalisir..hanya sekedar..ah sudahlah. 
Maka lantas, berkaca.. mengapa banyak perkawinan diusia ini diwarnai dengan perselingkuhan, ttm, poligami dlsb. 

Saya tidak pro ataupun anti poligami, karena itu adalah sesuatu yang diperbolehkan oleh sang maha pencipta. Saya hanya mengajak diri sendiri dan teman semua berkaca: apakah sudah cantik/ganteng di rumah khusus buat yang tercintaah?? ❤️❤️❤️
Saya hanya mengajak, menghimbau, dan mengingatkan diri sendiri..

Terkadang fikiran saya menerawang jauh.. andai ada perempuan cantik, yang seperti apakah yang bisa membuat suamiku jatuh cinta..
Perlahan tapi pasti, aku harus berubah menjadi perempuan cantik itu. Dengan mengganti warna jilbab misalnya, pake produk kecantikan, ganti seluruh set daster rumah, potong rambut yg aneh sekali2, atau justru panjangkan. Warnai rambut dengan warna yang bikin wajah semakin menarik. Ganti suasana kamar. Cat ulang, lampu malam, new lingerie..
Buat si ayah.. Sudah pernah mampir ke toko khusus pakaian dalam utk pria? Hehe. Klo belum, bolehlah dischedulekan utk mampir segera di mall terdekat anda. 
Saya ingat ketika saya dulu mengaji di yogyakarta. Saya sempet mampir kerumah guru saya ketika masih agak pagi. Saya terkejut melihat suami guru ngaji saya, sudah sangat rapi jam 6 pagi. Saya tahu benar jarak antara rumah dan kantor beliau tidak jauh. Sehingga tidak perlulah beliau siap sepagi itu. 
Saya hanya bisa melongo ketika ibu guru saya memberikan penjelasan ttg kerapihan suaminya:  setiap hari, teman-teman kerja suami saya, menikmati beliau dalam keadaan rapi, bersih dan wangi, berjam – jam lamanya. Namun, saya mendapat apa? Padahal, sayalah yang paling berhak atas kegantengan itu. Jadi, ( krn suami guru saya itu adalah org yg berpengetahuan agama ) ketika si istri melontarkan keinginannya itu, sang suami paham atas hak istrinya tsb, dan akhirnya bersepakat utk rapi 1 JAM sblm berangkat!!! Hanya utk dinikmati sang istri 😍😍😍
Si istri pula, mengetahui bahwa keinginannya dipenuhi dengan baik oleh sang suami, juga tidak mau kalah.. Mempercantik diri sedari pagi. Walau itu berarti hrs repot menyiapkan sarapan pagi dengan makeup dan baju yg menarik. 
Saya belajar banyak dari guru saya ini, namun saya belajr lebih banyak lagi dari ibu saya, yang tidak bosan-bosannya memberikan wejangan dan pengetahuan yang saya perlukan sesuai dengan usia saya ini. 
Jadilah istri/suami baru bagi pasanganmu. Walau baru bisa seminggu dua kali. Bukankah setelah 10 tahun lebih, kau sudah bisa mengira-ngira apakah kesenangannya yg belum tersampaikan dan terwujud lagi? Realisasikan fantasi. Satu demi satu. Percayalah, bukan hanya dia yang menikmati, tapi yg melakukannya juga diam2 menikmati. 
Do new interesting things!

Be wild.. Unpredictable..

Smile more..

Less grumpy. 
Wabillahi taufik wal hidayah. 
Wallahu a’lam bis shawab..
Wassalamualaikum wr wb 
#winathethinkingcoach
😎

Penghargaan Waktu

Penyesalan itu letaknya dibelakang, kl didepan namanya Down Payment 😊

Semua kita pingin berubah, dan berusaha mencari momentum yang tepat untuk berubah, tunggu besok atau waktu yang tepat, padahal kita tahu, bahwa besok lusa belum tentu masih milik kita, kita belum tentu masih berada di atas dunia ini besok lusa, yang jelas hari ini kita masih hidup, sehat, berkecukupan dan masih diberi kesempatan untuk beribadah dan beramal sholeh.

Kita suka melupakan bagaimana penting dan berharganya hari ini, kesempatan hidup kita hari ini, kesempatan kita untuk beramal dan berkarya hari ini, dan untuk melakukan segalanya dengan terbaik.
Kita suka dan sering mengabaikan hari hari yang kita miliki, 
Kita sering mengabaikan untuk menyapa dan mendidik anak kita dengan sebaiknya hari ini, 
Kita sering mengabaikan orang tua kita dan membiarkannya menjalani kehidupannya sendiri tanpa merasa beliau sangat ingin untuk disapa dan ada bersama dirinya setiap saat,
Kita suka mengabaikan usaha kita yang berjalan ala kadarnya, sehingga tidak ada inovasi dan perubahan yang dilakukan agar membuat usaha berkembang dengan baik,
Kita suka mengabaikan “ucapan” terima kasih dan kasih sayang kepada pasangan kita yang telah banyak mencurahkan segalanya bagi kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga kita,
Kita suka menyepelekan hubungan dan silaturahmi terhadap saudara dan keluarga kita yang lainnya, sehingga hanya lebaran saja kita menyapanya atau bahkan pertemuan yang tidak kita sengaja, 
Atau banyak lagi hal lainnya yang suka kita sepelekan dari penghargaan kita terhadap waktu dan keadaan kita hari ini agar mampu kita isi dengan hal2 terbaik dan luar biasa.

Sehingga akhirnya setiap hari kita berlalu tanpa ada perubahan yang berarti dalam hidup kita.
kita terlena dengan rutinitas kita yang sebagian besar kewajiban pribadi kita baik sebagai amanah pribadi, sebagai karyawan atau sebagai pengusaha, yang membuat kita suka terlupa terhadap pentingnya hari ini, 
Namun terkadang, disaat kita sadar di akhir malam, disaat kita hendak memejamkan mata ini, muncul begitu banyak hal yang terlewatkan yang seharusnya kita lakukan, terhadap optimalisasi ibadah kita, peningkatan keharmonisan rumah tangga kita, baktinya kita kepada orang tua kita, silaturahmi kita terhadap saudara, tetangga dan sahabat2 terbaik kita, peningkatan pelayanan consumen, peningkatan sistem dan kesejahteraan karyawan kita, peningkatan pendidikan dan kasih sayang kita ke anak2 kita, dan lain sebagainya.
Waktu adalah harta yang sangat berharga bagi kita, tidak bisa berulang, dan akan terus berjalan, orang banyak mengibaratkan waktu ini seperti lilin yang terbakar, bermanfaat tidak bermanfaat, lilin akan terus menyala dan akan terus meleleh semakin pendek, ada yang mengibaratkan seperti sebongkah es, yang akan terus meleleh mengecil hingga semuanya mencair habis, ada juga mengibaratkan waktu seperti gerbong kereta api yang terus berjalan mencapai tujuan, yang semakin lama akan semakin dekat ke tempat tujuannya dan tidak akan pernah mundur.
Waktu hanya datang sekali selamanya, dan tidak akan pernah terulang kembali, selanjutnya akan menjadi kenangan dan akan kita pertanggungjawabkan. 
Sahabat, ayo kita maksimalkan penghargaan hari ini, saat ini.
Sebab bisa jadi hari ini adalah satu2 nya hari terpenting dalam hidup kita, hari yang menentukan kualitas kehidupan kita, yang membuat kehidupan kita berubah jauh lebih baik, dan hari yang seharusnya kita bisa lebih mensyukurinya,
Ayo list, apa saja sebenarnya yang kita ingin lakukan tapi belum sempat2 kita lakukan, karena menunggu moment2 yang tertentu.
List dan agendakan hari ini untuk direalisasikan, agendakan dan tunaikan hari ini sebisanya, agendakan dan lakukan dengan sebaik yang kita bisa, tanpa peduli sepelenya hal tersebut, tidak pentingnya aktivitas tersebut bagi yang kita lakukan, bukan moment yang tepat untuk dilakukan, tapi lakukanlah…
Dan lihatlah apa yang Anda rasakan, in syaa Allah jauh lebih baik, nyaman, bahagia dan merasa lebih tenang.
Banyak orang pingin ibadah maksimal, tapi selalu gagal pada hari2 yang dilaluinya akibat merasa masih ada waktu esok lusa,
Banyak orang2 yang penuh penyesalan dalam hidupnya karena menunda melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukannya gara2 tunggu moment dan keadaan yang tepat, tapi sebenarnya bisa dilakukan hari ini.
Selamat menglist hal2 yang ingin dilakukan diakhir2 waktu hari ini yang sebenarnya ingin kita lakukan sejak lama tapi belum terlaksana, atau belum maksimal dilaksanakan, 
Selamat melakukan hal hal yang sepele tapi berefek dahsyat bagi diri kita, pasangan kita, orang tua kita, anak2 kita, keluarga kita, tetangga kita, sahabat2 kita, kerjaan kita, bisnis kita, dan orang2 disekitar kita…
Selamat menghargai waktu dengan sebaik2nya…
Satu hari atau beberapa jam ini tidak akan membuat segalanya sempurna, namun dengan tindakan yang terencana dan terbaik… In syaa Allah semua akan sempurna pada saatnya.
Yang terpenting sempurnakan tindakan hari demi hari.
Semoga kita termasuk orang2 yang Beruntung, Selamat, Bahagia dunia akhirat dengan penghargaan waktu ini…Aamiin Yaa Rabbal’aalamiin.

 

#penghargaanwaktu

#terbaikharidemihari

#azzammulia