Pengajaran dan Pendampingan Fitrah Seksualitas pada Anak Usia Pre Akil Baligh

Review Grup Srikandi 12

Kedekatan seorang anak perempuan dengan ayahnya diusia pre aqilbalig akan menyempurnakan fitrah seksualitasnya, seperti video berikut ini Ayah adalah cinta pertama untuk anak gadisnya

Setelah kita mengenang kasih seorang ayah, sekarang kita kuatkan hati kita melihat tantangan yang dihadapi anak-anak kita.

Berbagai tantangan penyimpangan fitrah seksualitas kita hadapi di masa sekarang ini. Dari kelompok 1-11 telah memaparkannya, berikut hasil diskusi Srikandi 12, silakan disimak 👇🏻👇🏻

Bismillaah.

Kami dari kelompok 12, bersyukur hari ini diberikan kesempatan untuk berbagi informasi yang selama ini sudah kami diskusikan.

Banyak sekali kasus yang dalam kurun waktu dua dekade ini, membuat perempuan terutama ibu, mengerutkan dahi, meneteskan airmata. Kasus-kasus yang memaksa anak kecil terseret dalam pusara kejahatan. Kekerasan terhadap anak, terhadap para penerus Negeri.

Ibu, adalah madrasatul ula, dimana dikatakan ibu Septi, bahwa “Membangun peradaban itu di mulai dari IBUnya. Kalau perempuan tidak bangga menjadi ibu, maka tidak akan lahir GENERASI HEBAT dari rumahmu.” Maka, memperbaiki generasi yang mulai porak poranda ini, diperlukan ibu yang kuat, ibu yang cerdas, dan ibu yang militan.

Lalu, apa hubungan Perbaikan Generasi dengan Fitrah Seksualitas?

Kita ketahui, kita tidak lagi di rusak dengan di jajah, melainkan, generasi penerus kitalah yang di rusak moral dan akhlaknya. Salah satunya dengan Narkotika. Hal lain yang tak kalah membahayakan adalah NARKOLEMA (Narkoba Lewat Mata) yaitu dengan di jejali Pornografi dan maraknya LGBT.

Ini bukan lagi kasus yang bisa dilihat dengan sebelah mata, tetapi harus dilihat dengan mata waspada penuh.

Pembagian usia anak seperti yang kami pahami adalah sebagai berikut :

0-7 tahun, dimana masa ini, adab serta fitrah keimanan yang lebih diutamakan untuk dididik. Masa dimana pemenuhan egosentris sehingga saat ke tahap berikutnya ia sudah bisa memahami makna tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

8-10 tahun, pendampingan dan pengajaran Fitrah Seksualitas lebih dididik. Disamping fitrah keimanan juga terus dididik.
Fitrah Seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya. Berfikir, merasa, bertindak, bersikap, berpakaian dll sebagai seorang laki-laki sejati, atau sebagai perempuan sejati.
Menurut kami, salah satu tujuan membangkitkan Fitrah seksualitas anak adalah agar anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan “saya laki-laki” atau “saya perempuan.”

11-14 tahun, masa dimana tarik ulur pada anak, percobaan saat anak di lepas ke khalayak, apakah akan terwarnai atau mewarnai. Ini adalah masa paling penting untuk observasi dalam menuntaskan pendampingan pada anak.

Seberapa Penting Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada anak?

a. Menurut kami, salah satu tujuan membangkitkan Fitrah seksualitas anak adalah agar anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan “saya laki-laki” atau “saya perempuan.”

b. Penting agar fokus menjalankan misi hidup, ketika menjadi ibu tidak terbebani dengan peran sbg ayah, ketika menjadi perempuan tidak menuntut agar mampu berperan seperti laki2 dan pada akhirnya terhindar dari penyimpangan

c. Sangat penting, karena dengan bangkitnya fitrah seksualitas sejak dini, anak akan semakin paham perannya sebagai seorang perempuan atau seorang laki2

d. Fitrah seksualitas sangat penting ditanamkan sejak dini, agar ketika terjadi sesuatu diluar perkiraan anak tetap punya penerimaan yg baik thd dirinya.
Satu kasus : pernah ditemui anak laki-laki saat kelas 2 SMA, ibunya meninggal. Lama-lama terjadi penyimpangan perilaku seksual yaitu anak tersebut suka dengan sesama lelaki. Ternyata tinggal dengan Seorang ayah tdk menjamin seorang anak tumbuh fitrah kelelakiannya apalagi jika sang ayah selalu mengalah dng keinginan anak karena alasan kasihan.

e. Menurut kami sangat penting membangkitkan fitrah seksualitas ditengah tantangan zaman saat ini. Karena penyimpangan seksualitas tidak hanya dari golongan paham liberal saja bahkan sekarang udah ada di golongan religius.
Dominasi perempuan untuk guru PAUD juga dapat mempengaruhi perkembangan fitrah seksualitas anak.

Jadi agar anak laki2 kita kelak menjadi ayah sejati dan anak perempuan kita menjadi ibu (madrasatu ula) yg sejati maka penting bagi kita ini membangkitkan fitrah seksualitasnya.

🔨 Beberapa penyebab perilaku seks menyimpang yang berasal dari pola asuh yang keliru :

Mandi bareng tidak berbusana, Ayah dan anak, Ibu dan anak.
Baik sejenis maupun beda jenis kelamin
Sesama sepupuan,
Temen-temen.
Meskipun sesama jenis kelamin.
Tidur dalam satu selimut sesama laki2 dan perempuan, ini biasa nya kalau ada sepupu yang menginap atau sebaliknya.
Pernah melihat ayah dan ibu bersama (anak diatas usia SD yg masih tidur bareng orang tua)
Kecanduan pornografi karena orangtua yang tidak mengerem gadget.
Ayah maupun ibu yang terlalu keras.

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

Oleh karenanya, penanganan yang paling utama bagi yang sudah kecanduan adalah dengan pembinaan. Sedangkan bagi calon penerus bangsa yang masih belum ternoda, adalah dengan
*Pengajaran dan Pendampingan Fitrah Seksualitas pada Anak Usia pre Aqil Baligh*

Bagi muslim, Kita ketahui, bahwa dalam islam tidak menganut istilah masa anak, remaja, dan dewasa. Akan tetapi adalah masa pre-baligh dan baligh. yang menandakan bagaimana perubahan kewajiban seseorang atas dirinya kepada Tuhannya. Secara biologis, ditandai dengan berubahnya sistem hormon pada diri seseorang. Setiap anak memiliki masa baligh yang berbeda antara rentang umur 12-15 tahun.

Sedangkan aqil, menurut Harry Santosa, Secara umum indikatornya adalah mampu memecahkan masalah, mengambil keputusan, memikul resiko atas sebuah keputusan, bertanggung jawab, mandiri baik secara personal maupun sosial. Khusus untuk laki-laki mampu mencari nafkah sendiri dan pada umumnya adalah mampu memikul beban kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.

Jadi, harapan kami dengan Pendampingan anak di usia Pre Aqil Baligh adalah, anak bisa menuntaskan Masa Aqil Baligh secara Bersamaan. Saat sudah baligh, aqilnya sudah matang dan paham terkait fitrah seksualitas sehingga tidak akan melakukan penyimpangan terhadap hal tersebut.

🍒Prinsip dan Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas🍒

Mendidik Fitrah Seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya, yaitu bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagaimana lelaki Juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagai seorang perempuan.

🍄Prinsip 1 : Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)

🍄Prinsip 2 : Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.

🍄Prinsip 3 : Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.

🍒Tahap Usia 0-2 tahun : Anak lelaki maupun anak perempuan lebih didekatkan kepada Ibu karena masa menyusui. Menyusui adalah tahap awal penguatan semua konsepsi fitrah termasuk fitrah keimanan dan fitrah seksualitas.

🍒Tahap Usia 3-6 tahun : ini Tahap Penguatan Konsepsi Gender dengan Imaji imaji positif tentang gendernya masing masing. Anak lelaki maupun anak perempuan harus didekatkan kepada Ayahnya dan kepada Ibunya. Ayah dan Ibu harus hadir pada fase ini. Indikator tumbuhnya fitrah seksualitas di tahap ini adalah anak dengan jelas dan bangga menyebut gendernya di usia 3 tahun.

🍒Tahap Usia 7-10 tahun : Ini tahap Penyadaran Potensi Gender dengan beragam aktifitas yang relevan dengan gendernya. Anak lelaki yang telah ajeg konsep kelelakiannya pada usia 0-6 tahun, maka kini disadarkan potensi kelelakiannya langsung dari Ayah. Anak lelaki lebih didekatkan ke Ayah. Ayah mengajak anak lelakinya pada peran dan aktifitas kelelakian pada kehidupan dan sosialnya, termasuk menjelaskan mimpi basah, fungsi sperma dan mandi wajib.

Begitupula anak perempuan lebih
didekatkan ke Ibu untuk disadarkan peran keperempuanannya dalam kehidupan sosialnya.

Indikator di tahap ini adalah anak lelaki kagum dan ingin seperti ayahnya, anak perempuan kagum dan ingin seperti ibunya.

🍄Tahap 11-14 tahun : Ini tahap Pengujian Eksistensi melalui ujian dalam kehidupan nyata. Anak lelaki yang telah sadar potensi kelelakiannya kini harus diuji dengan memahami mendalam lawan jenisnya langsung dari ibunya. Maka anak lelaki di tahap ini lebih didekatkan kepada ibunya agar memahami cara pandang perempuan dari kacamata perempuan (dalam hal ini ibunya). Anak perempuan juga sebaliknya, lebih didekatkan ke ayahnya agar memahami mendalam bagaimana cara pandang lelaki dari kacamata lelaki (dalam hal ini ayahnya). Indikator di tahap ini adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ayah bagi anak lelaki. Bagi anak perempuan adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ibu

🍄Tahap => 15 tahun : Ini tahap penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga menjadi peran keayahbundaan. Ini adalah masa AqilBaligh atau anak bukan lagi anak anak, tetapi mitra bagi orangtuanya. Secara syariah mereka telah Mukalaf atau mampu memikul beban syariah, termasuk kemampuan untuk menikah atau menjadi ayah sejati atau menjadi ibu sejati.

Semua ulama sepakat bahwa anak pada tahap ini sudah tidak wajib lagi dinafkahi, jikapun masih dinafkahi itu karena statusnya fakir miskin. Maka kewajiban orangtualah untuk mengantarkan anak anak mereka untuk aqilbaligh sempurna dan mencapai peran peradaban bukan hanya dalam profesi namun juga untuk berperan menjadi ayah sejati dan ibu sejati.

📜Catatan 1: Anak anak yang kehilangan salah satu sosok orangtua baik karena meninggal atau karena perceraian, maka wajib segera diberikan sosok pengganti sampai mencapai aqilbaligh baik dari keluarga besar maupun komunitas/jamaah kaum Muslimin.

📜 Catatan 2: Fitrah Seksualitas ini tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi tumbuhnya fitrah lainnya seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga agar juga tidak mudah ditularkan penyimpangan seksual oleh lingkungan.

📜Catatan 3: LGBT jelas adalah penyimpangan fitrah

Jakarta, 19 Januari 2018

Advertisements

Penanaman Adab dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak

Review Grup Eleven Stars

👶🏻👧🏻 *Menanamkan Adab dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak*

Fitrah Seksualitas ini tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi tumbuhnya fitrah lainnya seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga agar juga tidak mudah ditularkan penyimpangan seksual oleh lingkungan. Sebuah tugas yang tidak ringan bagi para orang tua oleh karena itu proses penumbuhan fitrah ini dibutuhkan sebuah komunitas yang baik.

Disamping itu menumbuhkan fitrah seksualitas harus dibarengi pula dengan gerakan penanaman adab dalam beraktivitas sehari-hari. Menanamkan adab (QS 66:6) dan menumbuhkanfFitrah (QS 30:30) harus berjalan selaras, keduanya adalah amanah dan tanggungjawab setiap orangtua.

Mendidik Fitrah itu inside out, bagaimana membangkitkan antusias, ghairah, kecintaan dari dalam (intrinsic motivation), karena semua potensi kebaikan sudah terinstal. Mendidik Adab itu outside in, bagaimana nilai nilai Kitabullah perlu ditanamkan sehingga memuliakan potensi fitrah.

Tanpa fitrah yang tumbuh paripurna, Adab akan sulit ditanamkan. Kalaupun bisa, tentu dengan cara pemaksaan bukan berangkat dari kesadaran dan dari dalam diri manusia. Manusia bukan robot, mereka beramal bukan mekanistik seperti mesin atau dengan “stick n carrot” seperti hewan. Manusia yang fitri dan Islami beramal karena niat yang kuat dari dalam dirinya dipandu Kitabullah.

Begitupula tanpa Adab, maka fitrah akan tumbuh menggeragas tanpa arah dan panduan. Potensi keimanan seseorang bisa melantur menjadi kebatinan, potensi bakat pemimpin bisa menyimpang menjadi diktator, potensi belajar dan bernalar akan ngawur menciptakan kehancuran, potensi seksualitas akan berkembang sesat menjadi LGBT dsbnya.

Jangan lupa juga Fitrah seksualitas ditumbuhkan, ini bukan bicara pendidikan seks, tetapi bicara bagaimana ananda berfikir, bersikap, merasa sesuai gendernya. Fitrah seksualitas jika dirawat dan ditumbuhkan sesuai tahapannya dgn pendampingan penuh ayah bunda sejak 0-15 tahun kelak akan berujung od peran Ayah sejati atau Ibu Sejati. Jika tidak dirawat baik maka akan berakibat penyimpangan seperti LGBT atau setidaknya kelak akan gagap jadi Ibu atau gagap jadi Ayah.

Selanjutnya di tulisan mendatang mari kita kupas tuntas, adab apa saja yang perlu kita tanamkan agar fitrah seksualitas anak tumbuh dengan sempurna

#diresume dari beberapa materi kuliah FBE

http://googleweblight.com/?lite_url=http://crayonanakkusatu.blogspot.co.id/2018/01/penanaman-adab-dalam-menumbuhkan-fitrah.html%3Fm%3D1&lc=id-ID&s=1&m=189&host=www.google.co.id&ts=1515897577&sig=AOyes_QmAJFgFknJE-CshD2ql19OH4c27g

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Pada sesi kedua kali ini akan dibahas tentang *“Adab dalam bergaul”*

Pada dasarnya kita semua yang disini sepakat bahwasannya keluarga merupakan sebuah *team*, dimana para anggotanya saling belajar satu sama lain. Keluarga adalah sebuah *tempat dimana pondasi yang kuat ditanamkan*, termasuk tentang fitrah seksualitas pada anak.

Sikap orang tua menjadi basis atau dasar ataupun sumber dari keingintahuan anak akan fitrah seksualitas. Oleh karenanya apa yang dilakukan orang tua pada dasarnya menjadi *panutan* anak-anaknya.

Berbicara mengenai fitrah seksualitas, tidak lepas dari pembahasan akan *adab*. Didalam agama islam sangat detail membahas tentang adab, karena adab kedudukannya sangat penting. Bahkan kedudukannya sebelum mempelajari ilmu, perlu lebih dulu mempelajari adab.

Pembahasan materi bunda sayang tema 11 tentang fitrah seksualitas dalam sebuah keluarga dapat dikaitkan dengan pembahasan adab berpakaian. Saat membahas tentang adab berpakaian, orang tua dapat memberikan pondasi yang kuat kepada anak tentang batasan *aurat.* Berawal dari situ akan diteruskan dengan adab berteman, adab bertetangga, bergaul di dunia maya dan seterusnya yang merupakan hubungan seorang anak dengan “dunia” luar rumah. Pada saat anak mengetahui adab bergaul seperti apa dari orang tuanya, akan terbawa saat anak bergaul di luar rumah. Dan diharapkan hal itu ditularkan ke teman-tamannya sehingga akan membawa *dampak positif pada lingkungan anak.*

*Orang tua menjadi tauladan* merupakan cara yang efektif untuk mengajarakan adab kepada anak. Bagaimana orang tua besikap, bagaimana orang tua berbicara, bagaimana orang tua mengelolah emosi, menjadi referensi yang kuat bagi anak saat kemudian dia bergaul di “dunia” luar. *Komunikasi yang erat* antara orang tua dan anak menjadi jembatan emas dalam membangun sebuah pondasi yang kuat.

✅Dengan pondasi yang kuat, dan doa yang terus menerus, insya allah anak-anak akan siap menghadapi tantangan di “dunia” luar.

✅Jangan pernah berhenti untuk belajar dan memperbaiki diri karena pondasi yang kuat itu dibangun dari dalam keluarga.

💫Eleven Stars💫
-Institut Ibu Profesional-

*Pentingnya Keteladanan Orang tua dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas*

*_Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah_*

Secara bahasa, Fitrah berasal dari akar kata (fa-tho-ro) dalam bahasa Arab (فطرة) yang berarti membuka, menguak, menumbuhkan, terbit, juga berarti perangai, tabiat, kejadian, asli, agama, penciptaan, insting. Makna lain dari fitrah adalah keadaan yang suci. (Kamus المنجد)

Maka jika setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, berarti anak terlahir dalam keadaan suci, terinstall karakter, tabi’at, insting masing-masing, penciptaan memiliki potensi dan misinya masing-masing, senang membuka, menciptakan atau menguak/explore suatu hal.

Jika dalam fitrah keimanan orang tualah yang bertanggung jawab menjadikan anaknya beragama apapun, maka begitu pula terkait dengan fitrah seksualitas. Orangtua yang mengampu tanggung jawab mengenalkan seksualitas ini terhadap anaknya. Satu kewajiban yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak.

Pengajaran adab terbaik adalah *keteladanan.* Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa anak-anak tidak pernah salah mengcopy atau meniru. Jadi, tentu orangtualah yang pertama kali harus memberikan pengajaran dalam fitrah seksualitas ini. Dimulai dari bagaimana seorang ayah bersikap sebagai laki-laki, seorang imam, seorang qawwam, kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap anggota keluarganya. Dan ibu sebagai seorang yang feminim, penuh kasih sayang dalam mendidik, melayani seluruh anggota keluarga, ta’zim dan patuh terhadap ayah sebagai pemimpin.

Ketika orang tua sudah menjadi teladan bagi anak, maka fitrah anak yang senang explore sesuatu terutama di usia pre aqil baligh dan aqil baligh terkait dengan seksualitasnya dibahas, diarahkan dan diajarkan. Diantaranya adalah:

☘ Melatih anak meminta izin ketika masuk kamar orang tua
☘ Membiasakan anak menundukkan pandangan dan menutup aurat
☘Melatih anak tidur dengan posisi miring ke kanan (menjauhkan anak dari banyak bentuk penyelewengan seksual di waktu tidur)
☘menjauhkan anak dari ikhtilat bersama lawan jenis
☘mengajarkan QS An Nur untuk anak pre aqil baligh
☘memberi tahu tanda-tanda usia baligh, mengajarkan hak dan kewajiban yang dipikul di usia ini

Menumbuhkan fitrah seksualitas merupakan salah satu dari cara memelihara diri dan anak-anak kita dari ketimpangan, dari dosa, dari neraka.

Maka, bersungguh-sungguhlah didalamnya, berikan teladan dan pengajaran terbaik, karena syurga dan neraka sebagai taruhan.

#Bimbing kami ya Rabb 😇

Diskusi dan Tanya Jawab :

[1/17, 20:45] ‪+62 813-6480-4204‬: Apakah pekerjaan sehari2 dan profesi itu ada gendernya.
[1/17, 20:46] ‪+62 813-6480-4204‬: Apakah pertanyaan sy bs dimengerti?🤔
[1/17, 20:50] ‪+62 813-6480-4204‬: Misal… Mengasuh anak itu pekerjaan perempuan. Supir itu pekerjaan laki2. Seperti itu… Apakah kita perlu membedakan jenis tugas atau profesi pd anak laki2 dan perempuan
[1/17, 20:53] ‪+62 878-5805-4959‬: Sebelumnya saya ingin mengajak mb @⁨KisharTATI⁩ untuk melihat sekeliling kita. Pernah lihat seorang ibu yg menjadi tukang batu dan bekerja di proyek.

Ada sebuah tanda ❓ besar di benak kita tentunya. Apakah ibu itu bekerja Sebagai tukang batu Karena keahliannya? Atau karena terpaksa?
[1/17, 20:55] ‪+62 813-6480-4204‬: Tukang batu sepertinya tdk butuh keahlian, jd krn terpaksa
[1/17, 20:59] ‪+62 878-5805-4959‬: Saya pikir masalah gender ini tidak berkaitan dengan gender. Bedakan pekerjaan dan profesi

Akan tetapi untuk beberapa pekerjaan memang identik dengan gender karena tuntutannya. Misalnya tukang batu identik dengan tenaga yg kuat, dan tenaga kuat kebanyakan dimiliki lelaki.

Ada pekerjaan yg membutuhkan ketelatenan, menjahit, dan ini identik dengan wanita
[1/17, 21:00] ‪+62 856-2480-9283‬: Tambahan kalau menurut saya ya mba @⁨KisharTATI⁩ memperkenalkan profési dan pekerjaan sehari-hari itu perlu diperkenalkan kepada anak sesuai fitrah nya dan sejati nya di dalam islam dijelaskan bahwa sesungguhnya pekerjaan rumah tangga itu adalah pekerjaan yang menjadi tanggungjawab suami, akan tetapi sebagai bentuk bakti istri dan ladang pahala yang lebar. Maka istri mengambil ladang amal tersebut. Kalau mengingat naséhat ibu saya sih. Kita bisa apa saja dalam hal memiliki ilmu yang baik sih sah-sah saja *”da elmu mah teu beurat dibabawa”* (ilmu tidak berat dibawa. Artinya tidak ada gender dalam profesi dan pekerjaan selama tidak menyalahi fitrah dan kodratnya. Wallahu’alam bish shawab
[1/17, 21:01] ‪+62 857-9449-8864‬: Sedikit Menambahkan🙏
ya mbak @⁨KisharTATI⁩

Sy pribasi kurang setuju kalo mengasuh anak itu pekerjaan perempuan. Mengasuh anak adalah tanggung jawab bersama antara ayah (laki-laki) dan ibu (perempuan)

Dan memang berbeda antara pekerjaan dengan kemampuan. 🙏😊
[1/17, 21:01] ‪+62 852-1603-9280‬: sedikit menambahkan..

Beberapa profesi memang ada yg khusus gender tertentu ya mbak, contoh pegawai salon utk perempuan yang memerlukan sensitifitas perempuan lebih baik dikerjakan oleh perempuan. Agar tidak terjadi ikhtilat juga. Meski tidak semua, tapi rata-rata pegawai salon utk perempuan tp pegawainya laki-laki jadi malah “melambai” ya.

Beda dengan salon/pangkas rambut utk laki-laki dengan pegawai laki.

Jakarta, 17 Januari 2018

Cinta Positif – Membingkai Fitrah Seksualitas dalam Ketaatan – (Pre Akil Advance – Post Akil Baligh)

Review Grup Top Ten

Pelangi Masih Ada

Potret Generasi Muda Saat ini, benarkah?

🌼 Derasnya arus informasi di media -> mengaburkan benar dan salah

🌼 era teknologi tingkat tinggi -> ketergantungan pada gadget dan media sosial setiap hari

🌼 Kemudahan yang diterima dalam segala aspek kehidupan -> mengurangi kemandirian

🌼Me Generation -> cenderung narsis dan hanya peduli pada diri sendiri

🌼Pemalas -> ingin hasil instan tanpa usaha

🌼Tingkat konsumtif tinggi

🌼 Hal-hal galau serta percintaan menjadi topik yang sangat digemari -> jomblo itu memalukan

Fakta

97 Persen anak di Indonesia Pernah Mengakses Pornografi (republika, 2016)

Survei KPAI: 62 Persen generasi muda Indonesia Tidak Perawan (tribunnews, 2012)

BKKBN: 63% usia SMP SMA di 33 propinsi di Indonesia telah berzina (nahimunkar.org, 2009)

58% kejadian Hamil di Luar Nikah Berusaha Aborsi (mediaindonesia, 2016)

‬MASIHKAH ADA HARAPAN???

LET’S BE POSSITIVE THINKING

DAN

TERNYATA PELANGI ITU MASIH ADA

Banyak yang mulai sadar dan membangun komunitas Indonesia tanpa Pacaran,

tagarnya pun meluas dan berkembang di kalangan sosial media

Banyak pula yang mulai memberanikan diri setelah mereka mempersiapkan baik dari segi ilmu maupun finansial utk menikah di usia muda bukan karena hamil sebelum menikah akan tetapi karena upaya menjaga diri

NIKAH MUDA, WHY NOT?!

ZINA, NO WAY…

Mentari, walaupun hanya satu

sinarnya dapat menyibak

ratusan awan hitam

dan membuat langit

kembali cerah…

KITA MASIH PUNYA HARAPAN

Cinta Positif

✅ Cinta/cin·ta/ a 1 suka sekali; sayang benar

✅ Positif : 3. bersifat nyata dan membangun

kbbi

Fitrah Seksualitas

Adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya.
-Ust. Harry Santosa

3 Hal yg berkembang pada diri usia aqil baligh:

1⃣ pertanyaan-pertanyaan mendasar ttg agama. Terutama bila mereka dibesarkan dgn perintah tanpa membangun pola berpikirnya.

2⃣ mereka sedang ingin menunjukkan masa otoritas dan kemampuanya.

3⃣ mulai ada ketertarikan pada lawan jenis dan ingin punya ikatan emosi yg sifatnya khusus.

💦💦💦💦💦💦💦💦

Masa-masa ini, adalah masa kita jadi teman/sahabat anak.

Ada beberapa cara, kita membersamai anak sejak belia sampai akil :

💞 Kehangatan dan penerimaan orang tua pada anak sebagai amanah. Kasih sayang tulus, kesungguhan kita mendampinginya lebih dari segalanya.

💞Jaga pandangan. Karena dari mata turun ke hati. Melihat film porno akan merusak otak dan hati.

💞Kembangkan kemampuan berpikir, bukan hanya kognitif
.—-> pengetahuan (paling rendah) – pemahaman – analisis – sintetis (paling tinggi).

💞Think creative, yang lahir sebagai konsekuensi pendidikan tauhid dan ahlaq.

💞Bangun keyakinan yg kuat pada Allah sejak awal kehidupan.

💞💞💞💞💞💞💞💞

Tugas utama orang tua adalah mengantar anak jadi manusia yg mengerti tujuan hidupnya, untuk apa ia diciptakan.

_Orientasi hidup_ akan menjadi driving force bagi hidupnya kelak.

Anak perlu tahu, bahwa semua tindakannya akan berpengaruh pada dunia, akan bisa merubah dunia.

Menghidupkan jiwa anak anak akan menjadikan mereka pribadi yg _visioner_ sejak usia belia.

Pegangan kokoh umat muslim ada pada Al Quran. Kita berdiskusi dengan anak dan mengajaknya berpikir bagaimana Al Quran menjadi petunjuk dan penilai dalam setiap urusan.

💦💦💦💦💦💦💦💦

Apakah bekal yg sudah kita berikan sebagai orang tua?

Semoga keluarga kita selalu di ingatkan dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang.

Serta kita bisa mempertanggung jawabkan tugas kita sebagai orangtua.

Cinta positif adalah cinta yang berdasarkan atas ridho Allah

Cinta positif adalah tauhid

Dekatkan hati kita pada sumber cinta (Allah)

Maafkan kami, ingatkan kami, saling doa.

Wallahu a’lam bish showab.

#topten
#kuliahbunsayiip
#level11

Arti Cinta Muzammil dan Sonia

Konsep Keluarga dalam Al Qur’an dan Sunnah – Ust. Adi Hidayat

Diskusi dan Tanya Jawab :

;:’ [1/16, 21:21] Dian IIP SBY: Nanya mbak, apakah nikah muda jadi solusi?

Bnyk kasus juga, nikah muda berujung perceraian.

Kondisi bgmn yg membuat ortu hrs merestui ankny untuk nikah muda?
[1/16, 21:22] ‪+62 822-3306-7162‬: Pasti ada proses sblm memutuskan menikah muda.

Bukan menggampangkan pernikahan juga
[1/16, 21:23] ‪+62 822-3306-7162‬: Pasti ada dialog panjang sblmnya, dan yg tau ortu dan anak itu (keluarga)
[1/16, 21:23] ‪+62 812-1762-8009‬: Cinderellah syndrome hehehe…
[1/16, 21:25] ‪+62 812-8318-0181‬: Menurut saya nikah muda tanpa dilandasi kesamaan visi akan bermasalah juga dikemudian hari, kalau sama sama punya kefahaman agama insyaAllah bisa terlindung dari perceraian
[1/16, 21:26] Dian IIP SBY: Iya, scr hukum nikah muda tdk didukung negara, ada usaha menaikkan batas minimal menikah
[1/16, 21:28] ‪+62 812-8318-0181‬: Misalnya karena orangtua sudah sama sama mengerti kondisi rusaknya pergaulan anak jaman now, mereka mempertimbangkan anaknya untuk dinikahkan lalu setelah menikah mereka masih bisa melanjutkan studinya dll, dan atas dukungan orangtua
[1/16, 21:29] ‪+62 812-8318-0181‬: Karena memang berbeda kondisinya kalau sudah menikah dengan single. Saat sudah menikah, Allah menjaga agamanya
[1/16, 21:32] ‪+62 812-9613-5532‬: Walaupun tidak menikah di usia muda pun banyak perceraian terjadi, menurut sy adalah tingkat kedewasaannya serta visi misi keluarganya yg harus kokoh
[1/16, 21:34] Dian IIP SBY: Hmm, klo menikah hny untuk menghindari zina ,,terlalu tegesa gesa mbak.

Klo sdh menikah masih bergantung dgn ortu ya,, g bagus juga.

Mgkn lbh pada mengokohkan fitrah keimanan ya, klo scr mental dan materi blm bs mandiri, baiknya latihan puasa.

Sy kok kurang sepakat dgn ungkapan menikah untuk menghindari zina,, krn kan pernikahan tak terbatas hubungan seks saja..

Maaf,,ini opini sy ✌🏻😁
[1/16, 21:34] ‪+62 812-9613-5532‬: Sebenarnya bila dilakukan persidangan, lalu hakim menilai si anak muda tersebut mampu tdk perlu ada usaha meningkatkan usia.
[1/16, 21:39] ‪+62 812-9613-5532‬: Menghindari zina adalah salah satu saja, tujuan utamanya tetap mencari ridha Allah, spt yg kami bahas sebenernya adalah cinta positif yaitu mencapai ridha Allah. Menikah muda pun hanya salah satu solusi yg dihalalkan. Solusi lain seperti berpuasa, memilih kegiatan2 positif, dan masih banyak lagi. ^^
[1/16, 21:40] ‪+62 822-3306-7162‬: Memang byk cara. Tapi menikah adalah salah satunya. Daaan… Bukan menggampangkan pernikahan hanya krn u/ penyaluran seksual aja, pasti sebelum memutuskan akan ada persiapan, diskusi dan proses yg harus di lalui.
Sama seperti poligami..pasti ada persiapan lebih sebelumnya dan alasan kuat.
[1/16, 21:41] ‪+62 812-8318-0181‬: Sebenarnya berzina itu bukan “hanya” mbak, zina adalah dosa besar, dan menikah adalah salah satu solusinya. Kalau memang belum mampu menikah bisa dilatihkan berpuasa, akan tetapi memang ajaran dalam agama telah memberi solusi bahwa menikah adalah jalan keluar gejolak kebutuhan seksual (yang seringkali dilampiaskan dengan hal yg dosa) dan bukanlah suatu kebetulan bahwa secara biologis mereka sudah mampu membuahi dan dibuahi.
[1/16, 21:42] ‪+62 812-9613-5532‬: Cinta positif adalah cinta yg dilandaskan kecintaan pada Allah –> tanda cinta adalah menjauhi laranganNya dg cara menjauhi zina hindari pacaran dan mematuhi perintahNya, menikah bila tdk mampu menahan syahwat
[1/16, 21:43] ‪+62 812-8318-0181‬: Dengan syarat pelaku pernikahan harus memiliki ilmu agama yang baik
[1/16, 21:43] ‪+62 812-9613-5532‬: Setuju pk banget mb yuni.. ^^ bahkan dlm Al quran menyatakan wa laa takrobuzzina Janganlah MENDEKATI zina.. mendekati saja dilarang berarti bahayanya sangat besar
[1/16, 21:43] ‪+62 812-8318-0181‬: Dengan cinta positif
[1/16, 21:45] ‪+62 812-8318-0181‬: Untuk menyadari bahaya nya yang sangat besar itupun kita masih perlu edukasi ya mbak🤗
[1/16, 21:45] ‪+62 812-8318-0181‬: *emaknya mesti belajar lagi
[1/16, 21:46] Dian IIP SBY: Sy sbt hanya bkn meremehkan,,
[1/16, 21:47] Dian IIP SBY: Mksdny hrs bnyk prasyarat lain, untuk memilih menikah muda,,bkn untuk penyaluran kebutuhan seksual saja 😊
[1/16, 21:47] ‪+62 812-8318-0181‬: Apalagi makanan anak sekarang gizinya luar biasa, ditambah lagi informasi yang sebegitu gencar nya datang dari berbagai media. Sedemikian menderita nya anak2 remaja menahan gejolak yang mereka rasakan (itu curhatan anak2 remaja ke saya)🤗
[1/16, 21:47] ‪+62 812-8318-0181‬: Betul mba dian🤗
[1/16, 22:10] ‪+62 812-1762-8009‬: InsyaAllah kalau fitrah keimanannya sudah sempurna, menikah muda dilakukan dengan penuh kesiapan termasuk kesiapan memikul amanah baru melalui bahtera rumah tangga.
[1/17, 03:08] ‪+62 822-4543-8034‬: urun pendapat ya mba dian. dibatasi mulai dari usia 15 tahun ke atas ya. yang pada usia ini anak-anak kita sudah bukan anak-anak lagi, karena mereka sudah masuk aqil baligh, dan menurut ustadz Harry kewajiban syariah akan setara dgn kedua orangtuanya. jikapun memutuskan untuk menikah pada usia tersebut semua aspek fitrah harusnya sudah tuntas pada pre aqil balighnya (11-14 tahun) sehingga pada usia aqil balighnya matang. mengokohkan fitrah keimanan juga harusnya sudah saat pre aqil balighnya. Masih menurut Ustadz Harry, usia 15 tahun, dalam Islam sudah tidak wajib dinafkahi, sudah menanggung dosa, sudah berlaku hukum syariah atasnya, sudah boleh menikah dan diizinkan berperang. Itu artinya secara tanggungjawab sudah harus penuh dan secara adab sudah full adab. Nah, kalo semua hal ini sudah ada dalam diri mereka yang sudah aqil baligh ini, menikah muda menurut saya malah lebih bagus untuk menjaga dirinya. dan jika mereka yang muda ini sudah matang mereka justru akan mengerti tanggung jawab menafkahi keluarganya. ikhtiar maksimal, doa maksimal, insyaAllah rezeki sudah diatur Allah ☺
[1/17, 10:01] ‪+62 812-8318-0181‬: Saya usia 23 udah punya bayi, nikah usia 21😁
Menurut saya nikah muda atau nikah sudah usia sama saja,pengalaman masih sama2 nol. Yang membedakan itu mentalnya kali ya, ada yg nikah muda memang mentalnya mau belajar dan landasan agamanya baik, ada juga yg nikah sudah usia tapi blm dewasa karena nyaman hidup “mandiri” 😁
Ada juga yg nikah muda karena terpaksa “by accident” … Kalo yg ini mungkin dari mentalnya berkeluarga sangat tidak siap ya …
[1/17, 10:02] ‪+62 812-9483-8410‬: Sy kutip status fb nya kang firman :

Satu dari sekian banyak nasihat Ustadz Hilman Rosyad yang sungguh-sungguh harus kita simak :
__

Sebagian pasangan suami istri ada yang fokus pernikahannya melompat, langsung fokus ke anak. Jadinya mereka belajarnya juga lompat, langsung belajar Parenting. Padahal kan “rabbanaa hablana min AZWAAJINA” setelah itu baru “wa dzurriyyatina qurrata a’yun, wa ja’alna lil muttaqiina imaamaa”.

Jadi, keluarga yang bisa menghasilkan pemimpin orang yang bertaqwa itu adalah keluarga yang sang suami dan istrinya, sebelum belajar jadi ibu dan ayah yang baik, mereka belajar dulu jadi suami dan istri yang baik bagi satu sama lain. Setelah itu baru belajar jadi ibu dan ayah yang baik bagi anaknya.
__

Ternyata inilah yang selama ini terabaikan oleh sebagian besar keluarga, bahkan oleh mereka yang paling bersemangat untuk menjadi orangtua yang baik sekalipun.

Jazakallah khair Ustadz. Semoga kami bisa menjadi penerus amal kebaikan Ustadz dengan menyimak dan mengamalkan nasihat ini.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155947903117170&id=670887169
[1/17, 10:26] ‪+62 812-9483-8410‬: kalo yang tahu aslinya saya, saya tuh macho n tomboy banget dulunya.. Tapi saya menyadari fitrah seksualitas saya maka saya mengubahnya dari dandanan dan prilaku…
[1/17, 10:34] ‪+62 822-7717-1215‬: Pernah nonton video bu aisyah dahlan ttg ini bun
Kenapa sebagian wanita itu ada yg cara berfikirnya lbh banyak seperti laki2
[1/17, 10:35] ‪+62 812-9483-8410‬: Waahh apa tuh jadi penasaran saya…
[1/17, 10:39] ‪+62 811-7041-971‬: Wanita itu harus tangguh,ada peran2 yg memang bersifat gender khusus dlm diri wanita,seperti hamil,menyusui,tp sebagai seorang wanita kita harus tangguh,bunda Aisyah,bisa memanah dan menunggang kuda,saya tidak setuju bila wanita hanya sebagai artifisial belaka.
[1/17, 10:41] ‪+62 811-7041-971‬: Mengenai nikah,sy lebih melihat pada sudah datang ketetapan baginya menikah,karena jodoh adalah rejeki dr Allah SWT,ada yg sdh dpt jodohnya ketika muda,ada yg dapat jodohnya ketika berusia matang,yg terpenting cara mendapatkannya sesuai syariat,halal dan thayib

Proses Penciptaan Manusia dari dalam Rahim – Dr. Aisah Dahlan

Jakarta, 16 Januari 2018

Pubertas sebagai Salah Satu Proses Fitrah Seksualitas

Review Grup Super Nine

Fakta di lapangan

Tantangan – tantangan yang dihadapi dalam Masa Pubertas 

🌻  Rasa penasaran thd perubahan diri

🌻 Pergaulan bebas

🌻 Pergaulan menyimpang

🌻 Pelecehan seksual

🌻 Perdagangan manusia yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti :

💧tuntutan ekonomi/ gaya hidup

💧 Minim pengetahuan keimanan

💧Faktor kriminalitas

💧Lingkungan buruk
🌷Pendidikan Seksual Perspektif Islam🌷

By Ustadzh Herlini Amran

Orangtua manapun tentu selalu menginginkan anaknya menjadi anak yang baik. Anak adalah generasi yang diciptakan untuk kehidupan masa depan. Sepantasnyalah orangtua memberikan bekal berupa pendidikan yang menyeluruh, termasuk pendidikan seksual. Orangtua dituntut memiliki kepekaan, keterampilan, dan pemahaman agar mampu memberi informasi dalam porsi tertentu, yang justru tidak membuat anak semakin bingung atau penasaran.

Orangtua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap anak dalam masalah pendidikan, termasuk pendidikan seks. Jadi, dalam hal ini, sesungguhnya tidak mutlak diperlukan adanya kurikulum khusus tentang pendidikan seksual di sekolah-sekolah.

Di antara pokok-pokok pendidikan seks yang bersifat praktis, yang perlu diterapkan dan diajarkan kepada anak adalah:

🌱1. Menanamkan rasa malu pada anak.

Rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Membiasakan anak perempuan sejak kecil berbusana Muslimah menutup aurat juga penting untuk menanamkan rasa malu sekaligus mengajari anak tentang auratnya.

🌱2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.

Secara fisik maupun psikis, laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan mendasar. Perbedaan tersebut telah diciptakan sedemikian rupa oleh Allah. Adanya perbedaan ini bukan untuk saling merendahkan, namun semata-mata karena fungsi yang berbeda yang kelak akan diperankannya. Mengingat perbedaan tersebut, Islam telah memberikan tuntunan agar masing-masing fitrah yang telah ada tetap terjaga. Islam menghendaki agar laki-laki memiliki kepribadian maskulin, dan perempuan memiliki kepribadian feminin. Islam tidak menghendaki wanita menyerupai laki-laki, begitu juga sebaliknya. Untuk itu, harus dibiasakan dari kecil anak-anak berpakaian sesuai dengan jenis kelaminnya.

Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya. Ibnu Abbas ra. berkata:

Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. (HR al-Bukhari).
🌱3. Memisahkan tempat tidur mereka.

Usia antara 7-10 tahun merupakan usia saat anak mengalami perkembangan yang pesat. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar dirinya. Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang eksistensi dirinya. Jika pemisahan tempat tidur tersebut terjadi antara dirinya dan orangtuanya, setidaknya anak telah dilatih untuk berani mandiri. Anak juga dicoba untuk belajar melepaskan perilaku lekatnya (attachment behavior) dengan orangtuanya. Jika pemisahan tempat tidur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.
🌱4. Mengenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu).

Tiga ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Aturan ini ditetapkan mengingat di antara ketiga waktu tersebut merupakan waktu aurat, yakni waktu ketika badan atau aurat orang dewasa banyak terbuka (Lihat: QS al-Ahzab [33]: 13). Jika pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.
🌱5. Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin.

Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya (toilet training). Dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.
🌱6. Mengenalkan mahram-nya.

Tidak semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati. Dengan memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan mahram-nya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak. Dengan demikian dapat diketahui dengan tegas bahwa Islam mengharamkan incest, yaitu pernikahan yang dilakukan antar saudara kandung atau mahram-nya. Siapa saja mahram tersebut, Allah Swt telah menjelaskannya dalam surat an-Nisa’ (4) ayat 22-23.
🌱7. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata.

Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Begitu pula dengan mata yang dibiarkan melihat gambar-gambar atau film yang mengandung unsur pornografi. Karena itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.
🌱8. Mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilât.

Ikhtilât adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang diboleh-kan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Mereka bebas mengumbar pandangan, saling berdekatan dan bersentuhan; seolah tidak ada lagi batas yang ditentukan syariah guna mengatur interaksi di antara mereka. Ikhtilât dilarang karena interaksi semacam ini bisa menjadi mengantarkan pada perbuatan zina yang diharamkan Islam. Karena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran laki-laki dan perempuan secara bebas.
🌱. Mendidik anak agar tidak melakukan khalwat.

Dinamakan khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Sebagaimana ikhtilât, khalwat pun merupakan perantara bagi terjadinya perbuatan zina. Anak-anak sejak kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. jika bermain, bermainlah dengan sesama jenis. Jika dengan yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat.
🌱10. Mendidik etika berhias.

Berhias, jika tidak diatur secara islami, akan menjerumuskan seseorang pada perbuatan dosa. Berhias berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa berpenampilan menawan. Tujuan pendidikan seks dalam kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan maksiat.
🌱11. Ihtilâm dan haid.

Ihtilâm adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia balig. Adapun haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilâm dan haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan fisiologis dan psikologis semata. Jika terjadi ihtilâm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan mandi. Yang paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah. Artinya, mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab atas hidupnya sebagai hamba Allah yang taat.
🌿 Pubertas salah satu proses dalam fitrah seksualitas🌿

🌷 Kenapa seseorang mengalami pubertas?

Karena pubertas adalah salah satu proses yang berlangsung pada masa pre aqil baligh dan semua orang pasti melalui tahapan tahapan  perkembangan itu dalam kehidupan.

Semua manusia telah dikaruniai Allah dengan hormon hormon khusus dalam tubuh sejak lahir.

Perempuan > banyak hormon estrogen dan progesteron, sedikit testosteron

Laki laki > banyak hormon testosteron, sedikit estrogen

Ketika beranjak dari masa kanak kanak (awah 8 thn) ke masa pre aqil baligh (9 – 10 tahun keatas) ada satu kelenjar yang namanya pituitary (kelenjar yang ada diotak) yang tugasnya mengatur hormon hormon tadi untuk bekerja. Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan perubahan yang cukup cepat pada tubuh dan jiwa kita, yang menandakan bahwa kita sudah memasuki masa puber.
🌷 _Usia berapa seseorang mulai pubertas?_

Umumnya anak perempuan puber lebih awal dari pada anak laki laki, yaitu sekitar usia 8 – 15 tahun, sedangkan anak  laki laki sekitar usia  10 – 16 tahun

Diantara beberapa penyebab pubertas antara lain: faktor keturunan, baik buruknya gizi, dan rangsangan rangsangan yang diperoleh dari tontonan ataupun bacaan bacaan.
🌷 _Apa sih tanda tanda pubertas?_

Puber  ditandai dengan adanya perubahan yang terjadi pada tubuh juga jiwa.

Anak laki laki > masa puber ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi dalam memproduksi sperma, yang ditandai dengan mimpi basah.

Anak perempuan > ditandai dengan mengalami proses yang disebut dengan menstruasi.

PERIODE YANG TERJADI PADA MASA PUBERTAS ⤵


Periode Depresi :

Periode ini biasanya akan berlangsung sekitar seminggu atau lebih, namun apabila depresi sudah terasa tidak wajar lagi (terjadi sampai berlarut-larut) mungkin ini disebabkan karena kecemasan atau kesulitan emosional. Biasanya anak yang mempunyai sifat tertutup (introvert) cenderung mengalami depresi yang lebih lama bila dibandingkan dengan anak yang mempunyai sifat terbuka (extrovert), karena anak introvert tidak bisa mengungkapkan apa sebenarnya yang menjadi akar dari kecemasan serta kesulitan emosionalnya itu kepada orang lain.


Periode Kecemasan :

Pada periode ini Remaja seringkali bersikap tidak biasa, seperti : cepat tersinggung, sangat agresif, suka menggerutu dan kasar atau kadang yang terjadi justru kebalikannya : bersikap kekanakan serta sangat tergantung kepada Orangtuanya.

Periode Kerewelan :

Umumnya periode ini ditemukan pada Remaja Putri, misalnya dalam hal memilih pakaian, ataupun memilih makanan. Pada periode ini kaum Remaja Putri ada yang melakukan “diet ketat” untuk menjaga keindahan tubuh dan penampilannya, tapi ada juga yang justru melakukan sebaliknya yaitu lebih rakus dan tidak perduli pada penampilan.

Periode Pembangkangan :

Seringkali Remaja seakan menjadi tidak patuh kepada apa yang menjadi aturan Orangtuanya. Sepanjang tidak melanggar norma Agama, Kesusilaan dan juga tidak membahayakan bagi keselamatan serta kesehatan dirinya, Orangtua sebaiknya bisa bertindak lebih bijak untuk memberi kesempatan kepada Remaja agar ia dapat mengambil keputusan sendiri serta bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan. Hal ini selain dapat menambah rasa percaya diri Remaja tersebut sekaligus juga bisa menghindari timbulnya pertengkaran (konflik) yang berkepanjangan antara Orangtua dengan Anak.

Periode Ingin Tampil Beda :

Kebanyakan para Remaja mengalami periode ini, antara lain bisa terlihat dari caranya berpakaian, bergaya, berbahasa dan masih banyak lagi.

Sepanjang yang dilakukannya tidak bertentangan dengan norma Agama, Kesusilaan serta tidak membahayakan bagi diri Remaja tersebut, sebaiknya Orangtua tidak perlu merasa cemas. Mereka melakukan hal ini hanya karena sedang dalam tahap mencari identitas diri, dan ingin diterima dengan baik sebagai anggota kelompoknya.

Seiring dengan bertambahnya usia, perlahan-lahan semua itu akan hilang dengan sendirinya

CARA MENANGGULANGI MASALAH REMAJA PUBERTAS :



Orangtua sebaiknya jangan membahas suatu masalah dengan cara sikap seolah sedang menginterogasi atau mendoktrin, karena hal ini akan membuat Remaja tersebut semakin takut untuk mengemukakan apa yang sedang dirasakannya dan itu akan mengakibatkan semakin jauhnya jarak antara Orangtua dengan Anak.
Sebaiknya ajaklah Remaja tersebut untuk berbicara dari hati ke hati dan dalam suasana yang santai, bahkan tak ada salahnya apabila dalam pembicaraan tersebut sesekali diselingi juga dengan gurauan ringan.
Ciptakanlah suasana demokratis dalam rumah tangga, dimana semua anggota keluarga bisa mengemukakan pendapatnya, tanpa harus merasa malu apalagi takut dengan anggota keluarga lainnya, terutama kepada Orangtua.
Biasakanlah dalam keluarga untuk saling menghargai serta menghormati pendapat orang lain, tanpa memandang apa jenis kelamin serta usianya.
Apabila ke empat hal diatas ternyata dirasakan belum juga membantu , akan lebih bijak apabila Remaja tersebut dibawa untuk berkonsultasi dan berobat kepada seorang Dokter, mungkin ada suatu gangguan pada tubuhnya ataupun kepada seorang Psikiater apabila dikhawatirkan ada sesuatu yang mengganggu dari sudut kejiwaannya (emosi)

Remaja dan Pubertas

Sumber Referensi Super Nine tentang Pubertas ⤵

QS. Ar Ruum:21

QS. Al Hujuraat: 13

Buku, Ensexclopedia, Tanya Jawab Masalah Pubertas & Seksualitas Remaja, Elly Ris Madani, Yuhyina Maisura,penerbit The foundation KITA & BUAH HATI

http://www.ummi-online.com/4-tips-mendampingi-anak-perempuan-di-masa-pubertas.html

http://www.ummi-online.com/7-tips-mendampingi-anak-lakilaki-di-masa-pubertas.html

http://www.republika.co.id/berita/humaira/samara/13/03/08/mjbew2-anak-naksir-lawan-jenis-bagaimana-sikap-orang-tua

http://www.ummi-online.com/ajarkan-pendidikan-seks-secara-syari.html

https://www.elmina.id/cara-nabi-mendidik-anak-usia-10-14-tahun-part-1/

Pubertas salah satu peristiwa penting bagi anak2 dan orangtua… Peristiwa sebuah proses aqil baligh yg membutuhkan byk ilmu dan persiapan baik secara fisik dan mental. Karena sebuah tanggung jawab secara menyeluruh akan dipikul pd diri sang anak sbg seorang mukallaf… 

Jadikan proses pubertas ini sebagai hal yg suci dan bermartabat, tentunya dengan persiapan ilmu yg bs kita tularkan ke anak2 kita.. 

Selamat menunaikan amanah… membersamai anak hingga aqil baligh..😍😍

Jakarta, 15 Januari 2018

Pre Akil Baligh Lintas Gender

Review Grup Eight for Fight

Pre Akil Baligh Lintas Gender
Tantangan di level 11 ini sungguh membuat kami tertegun 😱 dan menguras hati 💔 ketika kami menyaksikan presentasi demi presentasi kelompok sebelum kami. Fakta-fakta mencengangkan 😲😲 terpampang nyata dan tak hanya membuat miris 😦😣😦😣 juga membuat kami terpikir bagaimana dengan putra-putri kami???

Ngobrol cantik tanpa kopi kami lakukan di sela-sela kesibukan masing-masing. Hingga akhirnya kami memutuskan akan mengupas secara tuntas tass tass tass tema “Pre Aqil Baligh Lintas Gender”

Pernahkan Bunda melihat (atau mengalami sendiri) putra-putri kita ketika beranjak usia 10-14 tahun mulai sedikit membangkang? 

✔Mulai ada tanda-tanda malas mengerjakan pekerjaan rumah?

✔Mulai ada sinyal-sinyal putra-putri kita lebih banyak termenung semacam meratapi sesuatu?🙇🙇🙇🙇🙇

❓❓❓Why oh Why❓❓❓
❔❔❔Kenapa oh kenapa❔❔❔
Apakah ini normal⁉⁉⁉⁉

Apakah ini memang salah satu tahapan perkembangan emosional dari putra-putri kita⁉⁉⁉⁉

Mau tau jawabannya😉😉😉😉
Cuz download gambar dbawah ini yaa😎😎😎😎

👇👇👇👇

Sxs [1/13, 20:17] ‪+65 8123 2365‬: 🌷Masa tadribat awal seorang anak adalah usia 8-10 tahun. 

🌷Dan masa tadribat advance adalah usia 11-14 tahun. 
*Masa tadribat* adalah masa pelatihan menuju aqil baligh yaitu 15 – 16 tahun.
🌷Dengan pelatihan diusia 11-14 tahun diharapkan pada usia aqil baligh tersebut telah memiliki kemandirian penuh. 
🌸🌸🌸🌸🌸

Apakah yang disebut *Aqil Baligh*?
 *Aqil* adalah kedewasaan psikologis, emosional, rasional, sosial dan finansial.
*Baligh* adalah kedewasaan biologis. Yang ditandai dengan menstruasi pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki. Yang mana umum terjadi pada usia 11-14 tahun. 

🌸🌸🌸🌸🌸

[1/13, 20:19] ‪+62 813-4251-0726‬: Makasiih mbak
Dan untuk tahapan usia 11-14, apa aja tantangannya?
❓❓

Cek berikut ini👇🏼

[1/13, 20:19] ‪+62 813-4251-0726‬: Tantangan diusia 11-14 tahun diantaranya :

– sedikit suka membantah,

– membantah,

– tidak suka diatur,

– banyak merenung,

– malas mengerjakan pekerjaan rumah,

– dll
❓KENAPA??🤔🤔
👉🏻Karena masa dimana anak-anak separuhnya hampir menjadi dewasa.

Biasa disebut masa transisi atau *REMAJA* (Baligh tapi belum aqil), yang sebenarnya tidak dikenal oleh Islam bahkan dunia.

[1/13, 20:22] ‪+62 821-6755-5710‬: ☘Istilah Remaja ini baru dikenal pada abad ke-20 ( oleh Dr. Sarjito Wirawan Sarwono).
☘Di Undang-Undang pun tidak ada satu pun kata yang menyebutkan tentang remaja.
‼‼Tapi kini remaja menjadi masa yang membahayakan dan beresiko tinggi pada pemuda pemudi yang terus dibocahkan sampai usia 25 tahun.‼‼
😭😭Tanpa eksistensi sosial maupun bakat, lahirlah pemuda pemudi galau. 
☘Hal diatas akan menimbulkan adanya,

– tawuran,

– pembullyan,

– penyimpangan seksual,

– depresi dan bunuh diri

[1/13, 20:24] ‪+62 821-6755-5710‬: *Apa Penyebabnya* ❓❓❓❓
☘Kesenjangan Aqil dan Baligh.
☘Kesenjangan aqil, aqil yang terlalu lambat, diusia 22-25 tahun.
☘Kesenjangan baligh, baligh yang terlalu cepat, diusia 10 – 12 tahun.
*STOP LOST GENERATION / STOP GENERASI GALAU*
☘Kembalikan kepada generasi aqil baligh yaitu generasi yang aqilnya bisa bersamaan dengan balighnya.

[1/13, 20:30] ‪+62 853-2283-5486‬: *Bagaimana caranya ?*
Figur Ayah Ibunya harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqil baligh👩👦🏻
*Tujuannya*
Agar fitrah Seksualitas Anak tumbuh Indah paripurna
Pendidikan Fitrah Seksualitas ❎ Pendidikan Seks
Pendidikan Fitrah Seksualitas ▶ tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahmya sebagai lelaki atau sebagai perempuan sejati.

[1/13, 20:31] ‪+62 853-2283-5486‬: *Maka* dalam pendidikan Fitrah seksualitas anak
⭐ 10-14 thn menurut Elly Risman

⭐ 11-14 thn menurut Ustad Harry
👦🏻Anak laki laki ▶ dekat dengan *Ibu*karena saat baligh sudah mengenal ketertarikan kepada lawan jenis sehingga dapat memahami empati langsung dari wanita terdekatnya
Bila Tidak Dekat?
Maka tidak akan memahami perasaan, fikiran dan persikapan, akibatnya akan menjadi lelaki yang tidak dewasa, suami yang kasar dan sebagainya

[1/13, 20:32] ‪+62 853-2283-5486‬: 👩 Anak Perempuan ▶ dekat dengan *Ayah* sehingga dapat memahami empati langsung dari lelaki terdekatnya.

Bila tidak dekat?

Kelak berpeluang menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang.

AYO RENUNGKAN DAN TERAPKAN DALAM PENDIDIKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK ANAK KITA
Referensi link :

http://iinchurinin.wordpress.com/2017/10/21/fitrah-seksualitas-anak-bu-elly-risman/

http://jannah-family.blogspot.com/2017/01/9-konsen-he-pre-aqil-baligj-11-14-tahun.html?m=1

Diskusi & Tanya Jawab :

>> Ketika si aqil ketinggalan sama si baligh (*emang lomba*? 🤣), kira-kira apa yang harus dilakukan untuk mengejarnya?

> Idem tanyanya… Ketimpangan ini sering terjadi di sekitar kita.. Baligh duluan,  si aqil ketinggalan… Trs gmn ya?

>>Ini kalau menurut saya ..

Memang kalau smp finish nya gak bersamaan maka akan jd berat di usia >15 th, salah satu nya cara bisa dengan komunikasi yg lbh produktif dan adanya pendampingan dr ayah ibu yg lbh intens dan seimbang

> Betul sekali mbak, trmasuk contoh

Anak-anak prempuan yg sejak SD sudah haid tp trnyata belum memahami sepenuhnya  makna dari haid itu sendiri.

>> Aqil nya harus semangat latihan biar bisa mengejar baligh

Dan ketika sudah sejajar, aqil dan baligh bergandengan beriringan saling melengkapi 😘

> Iya…kembali lagi ke pendampingan ayah dan bunda dan pembekalan iman yang kuat dari rumah

>> Iyaa.. Banyak yg sdh haid,  tp kelakuan msh kanak2 yaa… Blm mandiri,  tanggungjwb,  dan dll (aqil ketinggalan)

> Klo aqil ktinggalan dari baliq, maka akan menyebabkan anak tdk mampu mengembang amanah sbg org dewasa (tdk mandiri) walaupun badannya uda gede. Misalnya tak mampu mencari uang sendiri, dinafkahi orgtua terus (istilah ust. Harry ☺).

>> Bahkan belum bisa mengurus sendiri…bahkan masih ada yang malu…sehingga masih tetap melakukan Sholat

> Oleh karena nya kesadaran orang tua akan pentingnya pengetahuan fitrah seksualitas itu harus ada

>> Mmbersihkn “kotoran haidnya” saja gk bisa atau gk mau🤦🏻‍♀

> Ibadah msh di paksa2…

Nambahi😬😬

Smg dikuatkan dimudahkan mendampingi anak2 pre aqil baligh.. 

Pe er bgt niihh.. 🤦🏻‍♀🤦🏻‍♀

>> Mulai sekarang..jangan ada rasa sungkan atau risih lagi membicarakan dengan anak anak kita

> Tapi fenomena di masyarakat hal tersebut masih di anggap tabu karena mereka beranggapa  pendidikan fitrah seksualitas itu sama dengan pendidikan seksualitas 😭😭😭😭😭

>> Sehingga pada akhirnya kembali lagi ke peran orangtua disini.

Bagaimana usaha orangtua  supaya bisa mengejar ketertinggalan si Aqil agar bisa mengiringi Baligh yg sudah lebih dulu tiba.

Seperti kata mbak Evi, salah satu yg penting adalah komunikasi produktif. 

Bagaimana kedekatan si anak dan orgtuanya? Ini sangat berpengaruh kalau menurut saya.

Krn bahkan ada anak yg malu menceritakan kepada orgtuanya saat sdh baligh ( haid ataupun mimpi basah)

> Hehehe

Sama mbak, anak sy 9thn 

Kalau sy, penjelasan ttg mimpi basah sy alihakan ke suami

Yg bisa menjelaskn lbh detil ttg itu😅

Spy saat waktunya tiba, si anak sdh tau kalau ini yg namanya mimpi basah. Sekaligus menjelaskan

maknanya, bahwa jika itu trjadi berarti sejak saat itu dia sdh diwajibkan untuk sholat, puasa dan kewajiban-kewajiban lainnya

🌺 Sedikit saya rangkum dari jawaban teman teman.. 

Bisa dibuat program Aqil & baligh… 

Diantara program Aqil yang bisa dilakukan diantaranya yang sudah disebutkan teman teman tadi: 

1. Komunikasi produktif, dengan pendampingan dari ayah & ibu. 

2. Melatih anak untuk belajar mandiri secara finansial. 

3. Melatih anak untuk belajar menghadapi tantangan membersihkan “kotoran haidnya” sendiri. 

4. Mendampingi ibadah dengan mengajak ngobrol santai tentang makna ibadah keseharian nya..
Jakarta, 13 Januari 2018

Menjaga Fitrah Seksualitas Anak 7 – 14 Tahun dari dalam Keluarga

Review Grup Change Agent 007
Ya Rabb.. Ketika Hanya Itu yang Sanggup Kukatakan
Bayangkan, jika Alika atau Adit adalah anak kita

Bagaimana reaksi kita?

Apa yang akan kita lakukan pada mereka? 

Dan yang terpenting adalah, apa yang telah kita lakukan agar situasi tersebut sama sekali tidak terjadi?

Pendidikan sex harus berawal dari rumah…pendidikan sex harus berawal dari sumber yang benar. 

Bersama ini, kami kelompok  Change Agent 007 mempersembahkan hasil belajar kami pada teman2 semua 😊

•••

“ adek  bayi keluar darimana? “

“ haid itu apa? “

“ kenapa ibu ga sholat? “

“ kenapa bunda bisa hamil? Ko ayah engga? “

“ aku suka si A di sekolah, karena bla bla bla”

“ kenapa ga boleh pacaran? “

” kenapa titit ade beda sama bang L? “
Ada yang pernah mendapat pertanyaan seperti  diatas? Darimana kita jawab? Atau melihat fenomena sekitar, anak anak SD sudah pacaran? Mamah papah menjadi panggilan? Kapan dulu kita menstruasi? Sekarang? Kelas 4 SD sudah mulai menstruasi. Inget dulu saat suka seseorang? Diam-diam melirik, melempar senyum, atau berdiri surat? Sekarang? Bergandengan tangan, jalan berdua, sampai berani berpelukan. Jika ditanya “ pengen seperti di yang di tivi “ astaghfirullah…. 

Data menunjukkan 87% anak SD kelas 4 –  6sudah terpapar media pornografi dari berbagai media, mulai dari komik, majalah, film, gadget, game, hingga internet. Bahkan penelitian oleh Yayasan Kita dan Buah Hati terhadap anak –  anak SD kelas 4 – 6 yang menjadi objek penelitian tentang masalah seksual terkait apa saja yang ingin mereka ketahui tentang dunia seks, muncul pertanyaan beragam dari anak-anak belia tersebut seperti –  mohon maaf – “ bagaimana cara memasukkan alat kelamin kepada pasangan yang baik dan benar? “ atau “ bagaimana rasanya mengisap kemaluan? “. Na’udzubillah…. 

Peran dan langkah antisipasi yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan mengedukasi anak dengan pendidikan seksual sedini mungkin, yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Inti dari pendidikan seksual yang diberikan antara lain : 

Mengenalkan nama dan fungsi organ tubuh dari masing-masing jenis kelamin 

Mengenalkan peran dan fungsi sosial sesuai jenis kelamin

Menumbuhkan kesadaran anak akan pengaruh buruk lingkungan. 

Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari segala macam gempuran dari luar, terbangun komunikasi yang efektif, dan kita sebagai orang tua mampu menjadi teladan yang baik untuk anak-anak kita. 
Sumber:

Membimbing Remaja dengan Cinta / Irawati Istadi,Yogyakarta : Pro- U Media, 2016

Islamic Parenting : Pendidikan Anak Metode Nabi / Jamal Abdurrahman ; Editor, Andi Wicaksono, Penerjemah, Agus Suwandi_ Solo : Aqwam, 2010

Satu Atap Lima Madrasah / Kiki Barkiah, ST; Editor, Aditya Irawan, ST_ Bandung : CV. Mastakka Global Informa, 2017

Parenting With Heart/Elia Daryanti & Anna Farida ;_ cet. 1_Bandung: Kaifa, 2014

 💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

Etimologi fitrah berarti kejadian asli,agama, ciptaan, sifat semula jadi,  potensi dasar, dan kesucian. 

Dari berbagai pendapat para ulama bisa di simpulkan bahwa fitrah adalah suatu kemampuan manusia yang di berikan oleh Allah Swt  sejak manusia di lahirkan ke dunia dan itu adalah anugrah. 

Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. 

Tugas orang tua adalah membangkitkan fitrah anak agar berkembang secara optimal.

Maraknya pemberitaan tentang fenomena seksualitas yang menyimpang akhir- akhir ini, yang ternyata memakan korban anak- anak dibawah umur membuat kita sebagai orang tua memikirkan tentang pendidikan seks yang tepat bagi anak. Dan tentu saja pendidikan seks bagi anak- anak kita tidak bisa begitu saja mencomot kurikulum pendidikan seks dari barat karena perbedaan budaya dan yang paling penting adalah agama. Bagaimanapun juga kita harus kembali kepada agama untuk melindungi anak- anak kita dari kejahatan dan penyimpangan seksualitas.

Pendidikan fitrah seksualitas:

—- Anak mengerti tentang identitas seksualitasnya

Laki- laki atau perempuan

Pastikan anak mengerti identitas seksual nya sejak usia 3 th

Kenalkan nama ilmiah organ seksual untuk menghindari tabu

—- Anak mengerti peran seksualnya

Cara bicara, cara berpikir, cara berpakaian, merasa

Mampu dengan tegas menyatakan “saya perempuan” atau “saya laki-laki”

— Anak mampu melindungi dirinya dari kejahatan seksual

Ajarkan tentang area pribadi tubuhnya. Bagian tubuh yang tertutup   

                  pakaian dalam tidak boleh dipegang orang lain kecuali oleh orangtua atau

                  dokter.

Referensi :

1. Harry Santosa, Fitrah Based Education

2. Watiek Ideo, Aku Anak Pemberani 1

Bunda bunda semua, mungkin sebagian dari kita was was, menghadapi zaman, menghadapi banyak tantangan dalam mendidik anak sqlah satunya masalah seksualitas. Satu hal yang harus kita pegang sebagai muslim. Islam sudah memiliki jawabannya.




Jakarta, 12 Januari 2018

Aku dan Diriku Berharga : Pentingnya Pendidikan Seksualitas Sejak Dini

Review Grup Menali



🖥Latar belakang diangkat masalah tsb, krn masih banyak ortu yang sungkan/merasa tabu mengangkat pembicaraan tsb ke anak.

 Sedangkan tantangan saat ini adalah : 

▶Maraknya kasus pedofil dan beredarnya para predator. Bahkan dari kalangan guru dan tetangga yang notabene dianggap “lingkungan yang aman”

▶Maraknya pornoaksi dikalangan anak usia sekolah, bahkan dilakukan oleh teman sendiri.

▶Bullying yang bersifat kejahatan seksual di kalangan pelajar.


Semai 2045 : Melawan Bencana Kekerasan di Indonesia

Menjaga Aurat Dari Dalam Rumah
Aurat adalah bagian penting dalam menjaga tumbuhnya Fitrah seksualitas anak dengan baik. 

Mengacu pada Q.S. An-nur tentang aurat, kami mencoba menerapkan batasan aurat tubuh dan waktu. 
Aurat Tubuh

Dewasa ini kita seringkali melihat penyimpangan seksual justru terjadi di dalam lingkup terkecil. Atau keluarga. Ayah memperkosa anak. Atau anak mengintip adegan kamar ayah ibunya,dan banyak penyimpangan lain yang terjadi dari dalam Rumah. 

Salah satu penyebabnya adalah karena lalainya pendidikan aurat di dalam Rumah. Karena merasa saudara, merasa tidak ada batasan aurat. 

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Qs. an-Nûr:31)
Dalam hal ini, batasan aurat muslimah yang harus kita pahami terbagi menjadi empat menurut Imam Nawawi di kitab Nihayatuzein, yaitu :
1. Sesama mahram dan dikalangan muslimah boleh melihat tubuh wanita, kecuali bagian di antara pusar sampai lutut namun juga harus melihat di tempat yang sepi seperti di rumah, kamar mandi, kamar pribadi. Tidak sedang di tempat umum atau bercampur yang bukan mahram dan wanita nonmuslim. Seperti yang dikatakan dari sebuah hadist

Diriwayatkan dari Abu Salamah Radhiyallahu ‘Anhu,

“Aku dan saudara ‘Aisyah datang kepada ‘Aisyah, lalu saudaranya itu bertanya kepadanya tentang mandi yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas ‘Aisyah meminta wadah yang berisi satu sha’ (air), kemudian ia mandi dan mengucurkan air di atas kepalanya. Sementara antara kami dan beliau ada tabir.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 251) dan Muslim (no. 320)]

Al-Qadhi ‘Iyadh Rahimahullah berkata, “Yang nampak dari hadits tersebut adalah bahwa keduanya (yakni Abu Salamah dan saudara ‘Aisyah) melihat apa yang dilakukan oleh ‘Aisyah pada kepala dan bagian atas tubuhnya, dimana itu adalah bagian yang boleh dilihat oleh seorang mahram, dan ‘Aisyah adalah bibinya Abu Salamah karena persusuan, sementara ‘Aisyah meletakkan tabir untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, karena bagian tersebut adalah bagian yang tidak boleh dilihat oleh mahram.” [Lihat Fat-hul Baari (I/465)]
2. Menutupi seluruh badannya ketika bersama wanita nonmuslim
3. Seluruh badannya sampai kuku kaki harus tertutup ketika ada laki-laki yang bukan mahramnya.
4. Menutup seluruh badannya kecuali telapak tangan dan wajah ketika shalat
Jadi, harus dilihat dan diperhatikan yang paling penting situasi dan kondisi dimana dan dengan siapa muslimah itu berada. Jika berada bersama wanita sesama wanita muslim lainnya itu diperbolehkan kecuali bagian di antara pusar dan lutut. Namun jika berada sesama wanita nonmuslim tetap harus menutupi seluruhnya.
_TIPS:_

✅ Batasan aurat tubuh di dalam rumah adalah pusar sampai perut. Baik perempuan ke perempuan,maupun laki2 terhadap laki2.

👕 Di dalam Rumah,gunakan Baju yang menutupi aurat tersebut

👖Gunakan baju di kamar mandi setelah selesai mandi, jika anak belum bisa,berikan handuk yang menutupi auratnya. Ganti baju di dalam kamar tertutup.

👶🏻 Adik bayi pun punya aurat,  menjemur bayi dengan tetap menutupi alat kelaminnya. Dan tidak mengganti diapers di tempat terbuka.
🏠  Aurat Tempat dan Waktu 

Q.S.An-Nuur 58-59

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga  kali (dalam satu hari) yaitu: *sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang isya* (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (24:58)

Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (24:59)

Surat an-Nur dimulai dengan menghukumi pria dan wanita yang berbuat keburukan. Di ayat-ayat terakhir dari surat ini menjelaskan tentang upaya mencegah munculnya penyimpangan seksual di antara anak-anak dan menjaga kehormatan umum di lingkungan keluarga. Ayat ini mengatakan, para pelayan rumah, anak kecil dan besar yang dapat pergi ke mana saja dari ruang di rumah harus menghormati ruang privasi orang tuanya. Mereka tidak boleh memasuki kamar orang tua tanpa izin.

Sementara untuk anak-anak yang belum baligh memiliki kebergantungan besar dengan ayah dan ibunya dan biasanya berada di dekat mereka. Ayat ini secara khusus tentang mereka

menyebutkan, bahkan anak-anak yang belum balig harus meminta izin untuk memasuki kamar di saat ayah dan ibunya sedang istirahat atau berdua saja. Perintah ini harus diajarkan orang tua kepada anak-anaknya sejak mereka masih kecil, sehingga mereka tahu bagaimana menjaga kesucian dan kehormatan.
Dari dua ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Hubungan seksual suami dan istri harus dilakukan sedemikian rupa dengan menjaga kehormatan terutama dihadapan anak-anak dan dilakukan diruang privasi.
2. Anak-anak harus berlajar menjaga kerhormatan sejak di lingkungan keluarga.
3. Suami harus menyisihkan waktunya untuk istri dan anak-anak tidak boleh mengganggu waktu khusus ini.
_TIPS:_

✅Menjaga aurat tempat

– Setiap anggota keluarga punya privasi di dalam kamarnya. Maka harus minta izin jika ingin masuk kamar anggota keluarga yang lain
_Pengalaman menjaga fitrah seksualitas dari dalam rumah – Rumah Eviro Home Team)_
Bahan tulisan:

💡Al-Qur’anul Karim. Surat An-Nur ayat 31, 58-59

💡Pengalaman mendidik fitrah seksualitas Rumah eviro home team

💡http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.muslimahdaily.com/khazanah/muslim-digest/item/479-batasan-aurat-wanita-terhadap-wanita-lain.html&ei=fspz_eTt&lc=en-ID&s=1&m=503&host=www.google.com&ts=1515441552&sig=AOyes_RInBs9Uonzd4iMnKTd_5pLuLvIZA

💡 http://googleweblight.com/?lite_url=http://indonesian.irib.ir/aplikasi/item/90333-surat-al-nur-ayat-58-61-part-624&ei=DbRDjk0l&lc=en-ID&s=1&m=503&host=www.google.com&ts=1515442504&sig=AOyes_RDvPsUggvgVxlo1MSfv2AWerEl1A

Dari latar belakang dan materi diatas, maka kami mengusung 3 solusi untuk itu

Dengan 3B

Bermain

Bernyanyi

Bercerita






Aku dan Diriku Berharga
Diskusi dan Tanya Jawab : 

🐞 T :  Saya pengen nanya dong, mungkin ini kesalahan kami tidak menjelaskan sejak dini perihal fitrah seksualitas. Tapi beberapa bulan terakhir ini saya sudah mengawali menjelaskan pada anak tentang proses Aqil baligh. Meskipun belum semua. Saya menunggu respon pertanyaan anak dulu. Nah yang ingin saya tanyakan, 

1. Apakah memang perlu menjelaskan kepada anak tentang proses bersetubuh, tanpa anak menanyakan terlebih dahulu…?

2. Memang kami menjaga privasi hubungan kami dari pandangan anak. Tetapi buktinya kan nampak ya, seperti saya yang mandi jauh lebih awal hehehe.. gimana menjawab pertanyaan anak kalo dia menanyakan, tumben mama udah mandi, emang mau kemana pagi2? (soalnya mamanya terbiasa mandi menjelang berangkat ke kantor) 😃

Makasih

> Usia berapa anaknya mbak?

>> ‬12 tahun Januari ini

J : Banyak ortu yang khawatir menjelaskan sejak dini mengenai Seksualitas kepada anak karena selain dianggap tabu, ortu khawatir tidak dapat menjawab pertanyaan anak sesuai usianya.

Ortu khawatir kalau memberikan infomasi terlalu banyak dan terlalu dini (too much too soon).

Itulah kekeliruan ortu. Cara untuk mengenalkan Seksualitas ke anak adalah dengan berbicara dan sering (talk & often).

Sesuaikan obrolan tentang Seksualitas ke anak sesuai usianya. 

(Kami ada infografis untuk itu, dibuat berdasarkan pengalaman sehari-hari-saya share besok yaaa, nyari dulu soale😅)

Di beberapa kota, ada kuliah pra nikah (muslim) dan di agama lain mungkin juga ada.

Di kuliah pra nikah ini, materinya diberikan untuk anak akil baligh, sebagai bekal mempersiapkan dirinya sebelum menikah, salah satunya adalah hubungan suami istri dari sisi kedokteran dan psikologi.

Pematerinya adalah dokter kulit dan kelamin, seksologi maupun psikolog.

🌺 Menambahkan mbak nares. Apakah perlu menjelaskan sebelum anak bertanya? Ya perlu. Usahakan informasi pertama dan utama adalah dr orangtua. Berikut saya lampirkan aspek apa saja yg harus dikenalkan pada anak:

🐞 T : 2⃣ bagaiman kebiasaan mentil (memegang payudara ibu) anak laki-laki ? Sampai kapan harus dihilangkan? Usia brp?

J ‬: Bunda Efi, ketika anak usia 2 tahun itu adalah Usia sempurna untuk menyusui sesuai Fitrah nya (sudah paripurna).

Kebiasaan mentil ini sebaiknya dihentikan. Apalagi karena gender anak adalah laki2. Krn payudara ibu adalah aurat. Dan semakin bertambah Usia anak, akan semakin kritis dalam hal Seksualitas ini.

Jadi jika ditanya sampai kapan harus dihilangkan, jika ananda sudah lebih dari 2 tahun, sebaiknya segera dihentikan.

🐞 T ‬: 3⃣ mau nanya juga,  tadi menali menyampaikan ada 3 solusi untuk tantangan yg di hadapi  dengan 3B

Bermain

Bernyanyi 

Bercerita 

Nah yg baru terlihat bagian *bernyanyi*

Bagaimana dengan yg *bermain*dan *bercerita*?  Permainan seperti apakah? Terus seperfi apa contohnya ceritanya? 

Makasih menali🙏🏻😊

J ‬: Makasih mz, wah mz detail yak orangnya😍😍😍

Untuk bercerita, mohon maaf, kami belum mampu membuat dongeng untuk itu. 

Namun dari infografis diatas mengenai sentuhan baik, sentuhan buruk, itu bisa dijadikan bahan cerita loh buat anak (saya sudah soale ke anak usia 4 tahun😅).

Untuk yang lainnya, Saya lupa tadi share video komal…

Untuk bermain, hehe… Ada kok, tapi the last, because we keep the best for the last😊

> Izin menambahkan lagi ya 😊

Untuk bermain sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan seperti permainan engklek atau ular tangga yg dibuat DIY dg tema pendidikan seks. Lalu mencocokkan gambar anak dg pakaian / atribut yg sesuai dg jenis kelamin. Hide n seek dg mencari benda2 khas anak laki dan perempuan. Silsilah keluarga dsbnya. 

Di steller saya juga ada menceritakan pengalaman saya bermain peran dg anak. Dimana saya berperan sbg orang asing yg sedang membujuk rayu anak saya agar mau diperdaya.. Nah disitu bisa kita ajarkan bagaimana cara mempertahankan diri, tindakan apa yg harus dilakukan jika hal tsb terjadi.

>> Izin menambahkan ya mbak. 

Contoh bermain dalam mendidik fitrah seksualitas adalah dgn bermain peran. Menjadi ayah,ibu DLL. 

Bercerita bsa kita biasakan dgn budaya bertutur ☺
🐞 T ‬: Punten mbak, batasan aurat perempuan (ibu) dengan anak laki2nya seperti apa?

J : Izin menjawab ya teh,

Batasannya sama seperti aurat wanita dan sesama wanita dan  wanita dengan mahramnya. Yaitu aurat kubra, yang hanya boleh dilihat oleh pasangan sah ataupun dalam hal urgent seperti tindakan medis.

> Baik, terimakasih mbak. berarti dr pusar sampai lutut yaa.. 🙏😊

>> Ada khilafiyah teh,

Pendapat yang mahsyur batasan aurat dari pusar s.d.lutut. namun pendapat yang saya ambil payudara juga termasuk aurat.

‬Menambahkan mbak tri.kenapa payudara jg termasuk aurat. Kembali kepada arti kata aurat itu sndiri

Aurat adalah segala sesuatu yang dapat menjadikan seseorang malu atau mendapatkan aib (cacat), entah perkataan, sikap ataupun tindakan, aurat sebagai bentuk dari suatu kekurangan maka sudah seharusnya ditutupi dan tidak untuk dibuka atau dipertontonkan di muka umum 

Bolehkan Sebenarnya Melihat Aurat Ibu?
Melihat dari artikel tsb, maka batasan aurat ibu yang boleh dilihat mahram nya adalah yang biasa dilihat dari aktivitas sehari-hari.

MENURUT pengertian bahasa (literal), aurat adalah al-nuqshaan wa al-syai al-mustaqabbih (kekurangan dan sesuatu yang mendatangkan celaan). Diantara bentuk pecahan katanya adalah awara`, yang bermakna qabiih (tercela); yakni aurat manusia dan semua yang bisa menyebabkan rasa malu. Disebut aurat, karena tercela bila terlihat (ditampakkan).

Nah jika memperlihtkan payudara menimbulkan aib atau mudhorot yg lebih, maka itu dsbut aurat.

Cntoh kasus sperti suara wanita. Suara yg melambai mendayu mnjadi aurat krena menimbulkan syahwat. Wallahua’lam

🐞 T : 5⃣ Dari sisi preventif untuk bullying kalangan pelajar, apa yang harus dilakukan kepada korban bullying tersebut? Yang sering terjadi bullying seksualitas dikalangan pelajar usia remaja. 

Saya suka, Menali Mengubah Dunia dengan Tulisan. 

Menunggu tulisannya 😍🙏🏻

J : Klo istilah saya “rangkul anaknya”. Kjdian it ktka anak saya usia 4 th, saat itu saya hnya  memeluknya,sambil dgrin tangisan&critanya,sampai slesai..stlh tenang baru kita ajak ngbrol, agr lbh aware aj dlm brmain.. Untuk kalangan remaja,trkdg mrka lbh ” malu” untuk brcerita, tpi kita ttep “rangkul” mrka agr mrka lbh nyaman& bsa trbuka dg yg trjdi. Korban bsa jdi pelaku, jika luka psikis nya msh mngendap..

🐞 T : Bagaimana mengatasi anak yang suka memegang perut ibunya.. 

Sambil mengangkat sambil bilang “Ade.. Ade..” 

Kadang mungkin karena reaksi saya yang kegelian kali yaa jadi agak bereaksi berbeda.. 

Anak saya usianya 7 thn7bln dan 5 thn 10 bln.

J : Teh ariin.. Mungkin bsa djelaskan bagaimana proses terjadinya bayi. 

Di usia 2-6thn berkaitan dgn perkembangan daya pikirnya, mash terbatas pada hal yg nyata. Seperti mengenai sumber lahirnya bayi,tanpa perlu membutuhkan penjelasan proses terjadinya bayi. Namun berbeda dgn kakanya yg 7thn. 

Saya lampirkan perkembagan seks utk anak 2-6thn Dan masa akhir kanak2.

Tindakan Orangtua Jika Anak Mengalami Pelecehan Seksual
Khitan

Very Important People


Jakarta, 11 Januari 2018