Spark Joy

Berbicara tentang aktivitas yang membuat saya Spark Joy (ceileh istilahnya.. *konmari beud dah! 😅) yaitu dalam bidang DESAIN. Everykind!!

Ya desain baju, desain interior, arsitektur, desain grafis dan sejenisnya.

Looovveeee banget deh ❤❤❤ ME TIME ala saya yang benar-benar membuat mata berbinar.

It’s in the blood for sure!

Masa kecil saya, sepanjang yang saya ingat selalu diwarnai dengan kegiatan mendesain, create something!

Samar-samar saya ingat saat berusia TK, saya sering bermain “bongkar pasang”, hmm apa ya istilahnya sekarang? Boneka dari kertas dengan baju ganti yang bisa diselipkan. Nah iya! Itu deh pokoknya!

(Kayaknya hampir semua anak cewek generasi 80-an mainan itu deh)

Dan bukan hanya sekedar menggonta-ngganti bajunya, saya juga membuat desain rumahnya, dari bekas bungkus korek api. Iya saya ingat, saat itu di dapur belumlah memakai kompor gas elpiji, masih kompor minyak yang gasnya beli literan.

Lanjut saat SD, permainan meningkat, BARBIE donk! 😆

Bahagia banget rasanya ya anak jaman itu punya Barbie 😅 saya punya dua kalau gak salah. Tapi.. saya gak punya baju ganti untuk Barbie-barbie saya itu. Terus apa asyiknya donk ya main Barbie gak punya baju, gak punya rumah… 😕 Tapi saya tidak menyerah saudara-saudara! Saya beli kain perca sisa dari teman saya yang ibunya seorang penjahit, kala itu Rp. 500 saya sudah membawa pulang satu kresek hitam berukuran tanggung. Yeay! Mulailah saya menjahit baju-baju Barbie saya itu. Saya buat pola lalu jahit dengan… tangan hehe saya gak punya mesin jahit. Kegiatan ini dimulai saat saya kelas tiga SD. Menjahit membuat saya betah di rumah. Yang jelas, lebih mengasyikkan daripada menyelesaikan PR Matematika 😋

Kegiatan keputrian itu berlanjut ke menyulam, membuat kristik, merajut. Semuanya saya pelajari secara otodidak, saya suka berkelana ke Toko Benang dan Pita sepulang sekolah. Disitulah saya menemukan buku-buku panduan. Uang saku saya habisnya ya untuk itu. 😆

Seiring bertambahnya usia, ilmu di bidang seni juga bertambah. Saya ingat saat SMP dan SMA nilai saya selalu bagus untuk pelajaran seni. Menyulam dan melukis, bahkan menyanyi!!! 😂😂😂 Tone suara saya cocok aja sih sama lagu-lagu daerah dan kebangsaan. Asal jangan paksa saya nyanyi lagu-lagu pop kekinian ya! 😎😅

Di Universitas, saya bergabung di Teater kampus, dan saya mendapat ilmu baru tentang Make Up panggung. Seru tau!

Nah, saat bekerja di salah satu provider ternama di Indonesia, ndilalah saya memiliki kesempatan untuk melatih “tangan seni” ini. Saya menjadi penata rambut teman-teman Frontliner, setiap pagi! Jabatan resmi ini tentu tidak ada. Saya tidak dibayar serupiahpun. Tapi saya bahagia 😍 Teman-teman bahkan beberapa kali meminta saya merias mereka. Teman-teman dari Back Office bertandang ke rumah saat weekend sebelum mereka pergi ke kondangan. Menyenangkan!

FYI, semua kegiatan itu.. saya hanya suka dan menjadikannya ME TIME yang berkualitas ala saya. Belum pernah sekalipun saya mengambil jurusan khusus atau minimal kursus.

Me Time itu berlanjut hingga kini.

Alhamdulillahnya saya tinggal di lingkungan yang mendukung kegemaran saya akan dunia arsitektur. Jadi saat jogging pagi, sekaligus berfungsi sebagai terapeutik buat saya. Rumah-rumahnya.. daebak!! Meliarkan imajinasi saya, “Dalemnya kayak apa ya?” Hehe

Saat ini kegiatan terapeutik saya ada tiga, Jogging Pagi, Adult Coloring Book dan Desain Grafis.

Bermula dari iseng bikin-bikin quote. MasyaAllah tabarakallah, Allah memberikan saya kesempatan untuk menyalurkan hobi yang menjadi rupiah. Selain mengemban amanah sebagai content writer, saya juga membuat infografis nya sekalian. Yippie!!

Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu.

Kutipan dari pak Dodik Maryanto ini agaknya cocok dengan situasi saya. Maka dari itu sebagai wujud rasa terima kasih saya untuk Institut Ibu Profesional.. yang telah membantu saya menemukan kembali diri saya 🤗 saya kemudian memutuskan bergabung ke dalam Tim Desainer Grafis IIP Jakarta. (Mohon doanya semua 👏)

Ada amanah baru yang saya emban, semoga saya bisa istiqomah. Aaamiin.

Rada jiper juga saat partner kerja mainannya Photoshop dan Canva 😅 Saya mah apalah.. masih pake aplikasi di Android 😆 Tapi mudah-mudahan dari yang sederhana ini mampu memberikan warna dan bermanfaat buat semuanya.

Small things with great impact.

Just as Ralph Waldho Emerson said,

Every artist was once an amateur.

Enjoy!

Jakarta, 16 November 2017

Vivi Erma

Advertisements

Tips Memacu Kreativitas Anak

🎨🎉🎨🎉🎨🎉🎨🎉🎨🎉🎨

*Camilan Rabu 9.2*

🎏 *Tips Memacu Kreativitas Anak*

🎭 *_Be CREATIVE_* 🎭

Setiap anak terlahir kreatif, tugas kitalah sebagai orangtua untuk merawat serta memacu kreativitas mereka. Bagaimana caranya? Berikut adalah beberapa tips bagi orangtua untuk memacu kreatifitas anak yang terangkum dalam kata *_CREATIVE_*..

🌟 *_Calm_* : Tenang🌟

Fokuslah pada PROSES bukan pada HASIL. Seringkali kita tidak sabar untuk mengarahkan anak dalam berkreasi, padahal anak sudah terlahir kreatif. Yakinlah bahwa kotor atau berantakan dari kreativitas yang dihasilkan merupakan sebuah pengalaman belajar yang bermakna bagi anak.

🌟 *_Raise_*: Bangkitkan🌟

Bangkitkan kreativitas anak dengan menjadi stimulan bagi kreativitasnya, jadilah motivator bagi mereka. Hindari sikap meremehkan hasil kreasi anak.

🌟 *_Exposure_*: Paparan 🌟

Tunjukkan bahwa kita ibu yang kreatif terlebih dulu dengan menyelesaikan masalah sehari-hari atau saat mendampingi anak dengan cara yang kreatif. Karena pendidikan karakter itu ditularkan bukan diajarkan. Misalnya bagaimana kita membuat kreasi mainan dari kertas atau dus bekas daripada membelikan mainan yang mahal.

🌟 *_Appreciation_*: Apresiasi 🌟

Berikan apresiasi sesimpel apapun kreasi mereka. Dorong anak untuk mempercayai penilaian pribadi mereka. Ajak mereka untuk menghargai keunikan diri serta kreasinya.

🌟 *_Time_*: Waktu🌟

Berikan waktu bagi anak untuk berkreasi tanpa meninggalkan tanggungjawab mereka, misalnya dengan memberikan ruang khusus kreasi serta rentang waktu agar mereka bisa membereskan kembali ruangan seusai berkreasi.

🌟 *_Involve_*: Terlibat 🌟

Saat anak memerlukan bantuan atau pendampingan kita pada suatu peran, terlibatlah dengan aktif dan bersemangat. Jadikan waktu berkreasi bersama menjadi momentum memperkuat _bonding_.

🌟 *_View_*: Mengamati 🌟

Hindari untuk terlalu banyak mengatur atau mengarahkan kreatifitas anak. Cukup untuk mengamati & biarkan kreativitas anak bermunculan secara alami.

🌟 *_Environment_*: Lingkungan 🌟

Bentuklah lingkungan ramah anak yang mendorong munculnya kreativitas, seperti ruang gerak yang luas, alam terbuka, buku, alat/mainan edukatif dll.

📚 *Sumber Rujukan* 📚

Buku Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2013
https://www.google.co.id/amp/s/m.wikihow.com/Develop-Child-Creativity%3famp=1
http://onetimethrough.com/boost-your-childs-creativity/

🎨🎉🎨🎉🎨🎉🎨🎉🎨🎉🎨

Warna Pembangkit Kreativitas

🍧Camilan 9.1🍧

Warna Pembangkit Kreativitas

🎨 Warna menjadi sebuah unsur penting dalam kehidupan, warna bahkan mampu memberi stimulasi spesial sehingga kreativitas makin terasah.

🎨 Warna secara psikologis terbukti bisa mempengaruhi suasana hati. Untuk itu jangan segan memanfaatkan efek psikologis warna secara maksimal dalam hal mendekorasi ruang kerja.

🎨 Berikut beberapa warna yang dapat meningkatkan kreativitas dan produktifitas:

📘 Menurut penelitian dari University of British Columbia, warna biru adalah warna ideal untuk lingkungan kerja kreatif. Warna biru ini membangkitkan kemampuan komunikasi, kepercayaan dan efisiensi.

Biru juga memiliki efek menenangkan, sangat bagus untuk ruang kerja dan bisa memicu pemikiran-pemikiran baru. 💙💙

📗 Warna lain yang terbukti bisa meningkatkan produktivitas adalah warna hijau. Warna dengan pigmen gelombang rendah ini memberikan kesan harmonis dan keseimbangan, dan berdampak positif pada kelahiran inovasi.

Hal tersebut terungkap dari tim peneliti dari University of Munich.

“Hijau memiliki implikasi lebih dari nuansa estetika, warna ini sangat harmonis, terbuka, menyegarkan sekaligus hangat dan bisa membangkitkan kreativitas pemikiran,” kata Stephanie Lichtenfeld, salah satu tim peneliti. 💚💚

📙 Jika kita membutuhkan suntikan energi, beralihlah ke warna orange. Warna ini dapat meningkatkan kreativitas dan mood.

Warna orange memicu semangat, vitalitas, kreativitas, melambangkan sosialisasi, penuh harapan dan dapat menimbulkan perasaan positif, senang, gembira, optimis, penuh energy dan bisa mengurangi perasaan tertekan. 💛💛

💜 Berikutnya yaitu warna ungu, menghias rumah dengan warna ini juga dapat menstimulasi daya imajinasi dan membantu meningkatkan kreativitas.

🎊🎊 Ulala.. ternyata warna dinding rumah dan kantor pun dapat kita create untuk memicu kreativitas 😍🎨

✒ Sumber Referensi:

🔸Warna Ruangan yang Bisa Membuat Anda Kreatif https://simomot.com/2014/02/17/warna-warna-ruangan-yang-bisa-membuat-anda-lebih-kreatif-dan-pintar/

🔸Dua Warna Pembangkit Kreativitas https://m.dream.co.id/lifestyle/dua-warna-pembangkit-kreativitas–161108y.html

🔸Karakter Warna edupaint.com/warna/ragam-warna/224-read-110404-karakter-warna.html

10 Things to Say Instead of Stop Crying

Kuliah Bunda Sayang Level#9

Day#1

Baru-baru ini saya sedang menyelesaikan sejumlah fiksi anak. Seperti layaknya sebuah cerita, di dalam alurnya tentu ada konflik dan penyelesaian.

Ternyata tidak mudah!

Bagaimana menghidupkan dialog dengan anak dalam suatu cerita?

Bagaimana saya sebagai penulis menyajikan tokoh yang menyelesaikan permasalahannya sendiri atau semisal dibantu dengan pemahaman oleh orang dewasa tapi tidak terdengar terlalu mengada-ada. Semua harus real dari kacamata anak-anak dan mudah dipahami.

Untuk membuat fiksi anak dan menciptakan dialog interaktif yang khas anak-anak, saya harus menyelami pola pikir anak-anak. Mutlak perlu! Dan sebagai orang dewasa ternyata saya bisa kehabisan perbendaharaan kata cara mengorek sebuah informasi, menasehati tanpa menggurui supaya tidak terdengar menyebalkan dan sok tua! Eh tau. 😅

Membuat dialog fiksi saja saya bingung, lalu bagaimana ya kualitas komunikasi saya dengan anak-anak selama ini? Less creative!

Itu tantangan yang coba saya hadapi saat ini. Saya ingin mempelajari komunikasi anak yang indirect dan non judgement. Poin dari komunikasi indirect dan nonjudgement adalah mengarahkan untuk menangkap perasaan anak sekaligus mengajarkan mereka memahami apa yang mereka rasakan. Seperti contoh di bawah ini ⤵

Sumber Grafis : Happinessishereblog.com

Vivi Erma 😊

Outside The Box Thinking

Kuliah Bunda Sayang Level #9

Setelah Libur Cawu 2 selama 2 minggu, Cawu 3 pun dimulai 👏

Ada yang unik dan menarik di Kuliah Bunda Sayang Level#9 ini.

Pagi itu Bu Septi Peni membagikan “referensi” bacaan terlebih dahulu untuk membuka wawasan pemikiran kami tentang kreativitas yang ditulis oleh praktisi pendidikan Khresna Aditya.

“We don’t grow in creativity, we grow out of it…..We get educated out of creativity”

Terjemahan bebasnya adalah,

Kreatifitas tidak berbatas, baiknya tidak dikotak-kotakkan.. banyak hal yg bisa didapatkan dari sebuah kreatifitas, itulah pengembangan diri.

Sesi diskusi dimulai, bu Septi menanyakan apa makna kata kreativitas bagi kami.

Lalu ditanya, ini gambar apa.

Ada yang menjawab kepingan puzzle, lift, dan pola geometris.

“Apa yg menyebabkan kita bisa melihat gambar yang berbeda dalam melihat gambar di atas?”, Bu Septi melanjutkan.
Berbagai jawaban terlontar. Mulai dari beda sudut pandang, beda pengalaman dan gaya belajar yg berbeda ✅

Pointnya ini ternyata ⤵

Tebak tulisan apa ini? Sontak semua menjawab BE CREATIVE.

“Oke, mengapa teman-teman langsung bisa menebak bahwa itu BE CREATIVE ?”

Padahal yang Bu Septi buat sebetulnya ini ⤵

Learning point dari ini adalah kadang kita terlalu cepat ikut arus dan cepat membuat asumsi.

Berikan pertanyaan ke anak kita, jangan buru-buru pernyataan.

Tes berikutnya adalah menghubungkan ke 9 titik di atas dengan 3 garis tanpa terputus.

Point pesan yang ingin disampaikan adalah ⤵

Buka kotak pemikiran kita, karena ini yang menyebabkan kita sebagai orang tua jalan di tempat dalam mendampingi kreativitas anak.

Penghambat kreativitas ibu

1. Malas
2. Kurang sabar
3. Suka yang praktis
4. Gak pede, takut salah
5. Terbawa pola pikir yg sudah mendarah daging
6. Khawatir terlihat aneh dan tidak Umum
7. Tidak berani eksekusi
8. Ingin cepet ada hasilnya
9. Terlalu fokus sm rutinitas
10. Terlalu perfectionist, hasil akhir harus bagus, akhirnya takut membuat sesuatu, berakhir idak membuat apa-apa..

Dan jawaban lainnya…..

Kemudian tugas Kuliah Bunda Sayang Level#9 ini adalah mencari SOLUSI Kreatif dari Tantangan Sehari-hari 😄 *jengjeng

Fighting!!!

How I Met My Husband?

“People change, feelings change but that doesn’t mean that the love once shared wasn’t true and real. it simply means that sometimes when people grow, they grow apart.” (500 Days of Summer)

This quote… it’s a good one to say the least. I probably think it’s good because it’s so true, it’s so real, and so many people can relate to it. So many people have experienced this in their lives and so many people know exactly how it feels to grow apart from someone you honestly and truly love.

I know… i have…

Saya baru saja putus cinta kala itu (uhuk!) ,

Saya meninggalkannya karena Allah.

Dengan berbekal bismillah dan kekuatan keyakinan bahwa jodoh sudah ada yang mengatur, saya move on dan mencoba mengikhlaskan semuanya. Pasrah marang gusti Allah.

Rain came pouring down when I was drowning. That’s when I could finally breathe.

Saya sedang sangat menikmati kesendirian (eciee).

Well, I lost him but I found my self and somehow that was everything.

Suatu hari berbunyilah hp saya, tanda sms masuk.

“Vi, ada temenku mau kenalan, boleh?,” dari Heksa, temen saya SMA yang ngepos di Telkomsel cabang Probolinggo.

“Boleh,”

Toh, kenalan saja, what the worst thing could be happen anyway! Saya bukan anti sosial 😂

“Namanya Ian. Organik (sebutan untuk pegawai tetap di Telkomsel). Divisi Marketing. Kukasih nomormu ya. Thanks,”

Keesokan harinya Heksa saya cecar dengan berbagai pertanyaan lewat YM (yahoo messenger), tentang profil yang bersangkutan dan bagaimana bisa tahu saya.

“Jadii.. aku tuh pas buka Friendster_mu. Terus pas Mas Ian lewat lihat fotomu. Eh minta dikenalin,”

(YM Friendster – yang pernah pake aplikasi ini acung tangan! 😂 *Ketauanumurnya)

Back to the main topic,

Jadi kira- kira dari mata turun ke hati begitu lah ya asal muasalnya.

Dari perkenalan itu terkuak fakta perbedaan usia dan darimana Mas Ian berasal, akhirnya saya putuskan untuk memanggilnya dengan sebutan Aa’ untuk menghormati.

This is a story of boy meets girl, but you should know upfront, this is not a love story.

Si Aa’ rajin SMS, chatting, telfon, setiap weekend selalu ke Malang, bahkan sampai dibela- belain ngekos (Aigoo..). Melihat gelagat seperti itu saya langsung saja tanya niatnya apa (takut kegeeran 😂),

“Kalau Aa’ cari pacar, sebaiknya cari perempuan lain saja, saya tidak punya waktu untuk itu.”

Raut muka Aa’ kaget. Entah apa yang terlintas dipikirannya saat itu. Tapi tidak seberapa lama kemudian Aa’ menjawab jika ingin mencari calon istri dan saya dianggap eligible. (Tsaaahh!) *bersemumerah

Akhirnya saya persilahkan Aa’ datang ke rumah. Tak disangka mama langsung suka. Padahal tidak pernah seperti itu sebelumnya dengan teman- teman pria saya yang lain.

Hari berganti hari, jumlah kumbang yang mengitari mawar tak hanya si Aa’. Bahkan telah ada dua yang melamar.

MasyaAllah tabarakallah lahaula wala quwwataillabillah, Maha benar janji Allah, saat saya berusaha memperbaiki diri, saya didekatkan dengan orang- orang baik.
Saat saya meninggalkan yang Allah benci, pria datang antri melamar seperti mimpi.

Mawar menjadi galau. Wkwkwk

Istikharah dijalankan, lalu curhatlah saya ke salah seorang sohib saya secara tidak sengaja, dan jawaban yang sampai dengan saat ini saya ingat adalah,

“Pilih jalani dengan yang mamamu suka,”

Lah!

Si Aa’ !

Padahal di dalam percakapan itu saya tidak menyinggung sama sekali tentang mama ataupun adakah calon yang lebih disuka oleh mama.

Akhirnya sayapun memutuskan,

If not everything is meant to be, well everything is worth a try.

And so another journey begins..

Perbedaan Laki-laki dan Wanita dalam Perkara Shalat

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 21 Muharam 1439 H / 11 Oktober 2017 M
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📗 Matan Abū Syujā’ | Kitāb Shalāt
🔊 Kajian 42 | Perbedaan Laki-Laki Dengan Wanita Dalam Perkara Shalāt
➖➖➖➖➖➖➖

MATAN KITAB

(فصل) والمرأة تخالف الرجل في خمسة أشياء: فالرجل يجافي مرفقيه عن جنبيه ويقل بطنه عن فخذيه في الركوع والسجود ويجهر في موضع الجهر وإذا نابه شيء في الصلاة سبح وعورة الرجل ما بين سرته وركبته.
والمرأة تضم بعضها إلى بعض وتخفض صوتها بحضرة الرجال الأجانب وإذا نابها شيء في الصلاة صفقت وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها والأمة كالرجل.

Shalat wanita berbeda dengan laki-laki dalam 5 (lima) perkara:

Laki-laki:
–1. Merentangkan kedua tangannya atau menjauhkan kedua lengannya dari kedua sisi badannya.
–2. Mengangkat perutnya dan menjauhkan dari kedua pahanya pada saat ruku’ dan sujud.
–3. Mengeraskan suara di tempat yang perlu dikeraskan.
–4. Apabila hendak mengingatkan sesuatu dalam shalat, maka mengucapkan tasbih.
–5. Aurat laki-laki adalah antara pusar dan kedua lututnya.

Wanita:
–1&2. Merapatkan antara anggota badannya satu sama lain.
–3. Mengucapkan dengan suara perlahan jika ada laki-laki asing.
–4. Apabila hendak mengingatkan sesuatu dalam shalat, maka menepukkan tangan.
–5. Seluruh tubuh wanita merdeka adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Adapun budak wanita, maka batasan auratnya seperti laki-laki.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

PERBEDAAN LAKI-LAKI DENGAN WANITA DALAM PERKARA SHALĀT

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد

Para Sahabat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, kita lanjutkan halaqah yang ke-42, dan kita masuk sekarang pada fasal tentang perkara didalam shalat yang berbeda antara laki-laki dan wanita.

قال المصنف
Penulis Rahimahullāh berkata,

((والمرأة تخالف الرجل في خمسة أشياء))

“Dan wanita berbeda dengan laki-laki dalam lima hal atau lima perkara”

((فالرجل يجافي مرفقيه عن جنبيه))

◆ Adapun Laki-laki

1. Merentangkan kedua tangannya atau menjauhkan kedua lengannya dari kedua sisi badannya

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadīts Abdullāh bin Mālik bin Buhaināh

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا صَلَّى فَرَّجَ بَيْنَ يَدَيْهِ، حَتَّى يَبْدُوَ بَيَاضُ إِبْطَيْهِ

Dari Abdullāh bin Mālik bin Buhaināh : bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam apabila beliau shalat maka beliau membentangkan kedua lengannya sampai terlihat putihnya ketiak beliau”
(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim 1/ 356)

↝ Jadi manakala seorang laki-laki sujud, kedua lengannya menjauhi kedua sisi badannya atau direntangkan

((ويقل بطنه عن فخذيه في الركوع والسجود))

2. Mengangkat perutnya dan menahannya serta menjauhkan dari kedua pahanya pada saat ruku’ dan sujud

Adapun ruku’ yang dimaksud didalam pembahasan ini, kemungkinan yang dimaksud oleh penulis adalah kondisi shalat dalam keadaan duduk (bagi yang tidak mampu shalat dalam keadaan berdiri)

Sebagaimana hadīts yang diriwayatkan Imām Abū Dāwūd,

وَإِذَا سَجَدَ فَرَّجَ بَيْنَ فَخِذَيْهِ غَيْرَ حَامِلٍ بَطْنَهُ عَلَى شَيْءٍ مِنْ فَخِذَيْهِ

“Apabila beliau (Shallallāhu ‘alayhi wa sallam) sujud maka beliau membentangkan kedua pahanya dan tidak menempel sedikitpun antara perut dan kedua pahanya tersebut”
(Hadīst riwayat Abū Dāwūd 1/ 196)

((ويجهر في مواضع الجهر))

3. Dan mengeraskan suara ditempat yang perlu dikeraskan

Dan hal ini sudah dijelaskan pada fasal sebelumnya tentang kondisi-kondisi atau tempat-tempat yang perlu dikeraskan suaranya terutama oleh laki-laki

((وإذا نابه شيء في الصلاة سبح))

4. Apabila hendak mengingatkan sesuatu didalam shalat maka dengan mengucapkan kalimat tasbih

↝Seperti tatkala ingin membenarkan atau mengingatkan imam pada saat imam dalam kondisi lupa, atau mengingatkan orang buta yang ada di samping kita atau yang kita lihat jika dikhawatirkan dia akan terjatuh atau terjerembab atau yang semisalnya.

↝Maka seorang laki-laki tatkala ingin mengingatkan pada kondisi seperti ini dia mengucapkan tasbih.

Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imām Muslim

مَنْ نَابَهُ شَيْءٌ فِي صَلَاتِهِ فَلْيُسَبِّحْ فَإِنَّهُ إِذَا سَبَّحَ الْتُفِتَ إِلَيْهِ وَإِنَّمَا التَّصْفِيحُ لِلنِّسَاءِ

“Barangsiapa yang hendak mengingatkan sesuatu dalam shalatnya maka hendaknya dia mengucapkan tasbih, karena dia mengucapkan tasbih menjadi sebab orang memperhatikan kepadanya, tashfiih merupakan tangan bagi wanita maka hal itu adalah untuk wanita” (Hadīts riwayat Muslim 1/ 316)

√ Jadi seorang laki-laki mengucapkan tasbih
√ Seorang Wanita dia dengan menepukan tangannya

((وعورة الرجل ما بين سرته وركبته))

5. Dan aurat laki-laki adalah antara pusar dan kedua lututnya

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadīts,

عَوْرَةُ الرجل ما بيت سُرَّتِهِ إلَى رُكْبَتِهِ

“Aurat laki-laki adalah antara pusar dan lututnya”
(Hadīts riwayat Imām Daruquthny dan Imām Al Baihaqy dengan sanad yang lemah)

Namun ada penguat lain yang diriwayatkan oleh Imām Bukhāri

الفَخِذُ عَوْرَةٌ

“Paha termasuk Aurat” (HR. Bukhāri 1/ 83 )

قال المصنف
Kemudian Mushanif Rahimahullāh menjelaskan tentang perempuan,

((والمرأة تضم بعضها إلى بعض))

Dan seorang wanita menggabungkan Sebagian tubuhnya dengan yang lainnya.

◆ Ini sekarang penjelasan tentang wanita yaitu :

1 & 2. Yaitu seorang wanita merapatkan antara anggota badannya satu sama yang lain yaitu merapatkan tangan dengan tubuhnya begitu pula perut dan pahanya pada saat sujud dan mendekatkan antara paha dan perutnya pada saat ruku’ dalam shalat yang duduk.

↝Kenapa? karena hal itu lebih tertutup bagi seorang wanita manakala wanita tersebut merapatkan atau menempelkan bagian tubuhnya satu sama lain, tidak terlihat bentuk tubuhnya.

Karena itu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam tatkala pada suatu saat beliau melalui dua orang wanita yang sedang sujud kemudian beliau mengatakan:

إِذَا سَجَدْتُمَا فَضُمَّا بَعْضَ اللَّحْمِ إِلَى الْأَرْضِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ لَيْسَتْ فِي ذَلِكَ كَالرَّجُلِ

“Apabila kalian berdua sujud maka tempelkanlah bagian tubuh satu sama lainnya ke tanah, karena dalam masalah itu wanita berbeda dengan laki-laki (tata caranya sujudnya)”
(Hadīts riwayat Abū Dāwūd dalam marasilnya)

((وتخفض صوتها بحضرة الرجال الأجانب))

3. Dan mengucapkan dengan suara yang perlahan jika ada laki-laki asing
↝Laki-laki asing (yaitu) laki-laki selain suami dan mahramnya agar tidak terdengar suaranya, dalam rangka menghindari fitnah yang akan timbul dari suara seorang wanita tersebut, karena suara wanita berpotensi menimbulkan fitnah.

Sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

فلا تخضعن بالقول فيطمع الذي في قلبه مرض

“Maka Janganlah kalian wahai wanita merendahkan suara (mendayu-dayu) sehingga membuat orang yang didalam hatinya ada penyakit timbul rasa keinginan (yaitu syahwat)”
(Qs. Al Ahzāb : 32)

Apabila seorang wanita tetap mengeraskan suaranya walaupun disana ada laki-laki asing, maka shalatnya tetap sah, namun hal ini adalah perkara yang makruh atau yang kurang disukai didalam syar’iat.

Adapun jika tidak ada laki-laki asing yang mendengar maka seorang wanita mengeraskan suaranya namun tidak sampai pada level suara laki-laki tatkala mereka mengeraskan suaranya

((وإذا نابها شيء في الصلاة صفقت))

4. Apabila hendak mengingatkan sesuatu didalam shalat maka dengan cara menepukkan tangan.

Sebagaimana hadits yang sudah berlalu, bahwasanya menepukan tangan adalah cara untuk wanita tatkala ingin mengingatkan sedangkan laki-laki dengan cara mengucapkan tasbih.

((وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها والأمة كالرجل))

5. Dan seluruh tubuh wanita yang merdeka adalah aurat (yang wajib ditutupi) selain wajah dan kedua telapak tangannya, adapun Budak wanita maka batasan auratnya adalah seperti laki-laki tatkala didalam shalat

Sebagaimana hadits Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam,

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ حَائِضٍ إِلَّا بِخِمَارٍ

“Allāh tidak menerima shalat seorang yang sudah haidh (maksudnya, wanita yang sudah baligh) kecuali dengan memakai khimar (yaitu) penutup kepala”
(Hadits riwayat Abū Dāwūd 1/ 173)

Begitu pula dijelaskan dalam hadits yang lain manakala ummu salamah ditanya tentang aurat wanita tatkala shalat:

تُصَلِّي فِي الْخِمَارِ وَالدِّرْعِ السَّابِغِ الَّذِي يُغَيِّبُ ظُهُورَ قَدَمَيْهَا

“Maka wajib bagi wanita shalat dengan menggunakan penutup kepala dan menggunakan gamis (atau pakaian) yang panjang yang menutupi telapak kakinya.”
(Hadits riwayat Abū Dāwūd 1/ 173)

Wanita merdeka auratnya didalam shalat maupun diluar shalat adalah sama yaitu seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan, maka apabila terbuka auratnya shalatnya tidak sah.

Adapun wanita budak maka aurat didalam shalat adalah seperti laki-laki yaitu antara pusar dan kedua lututnya (artinya) jika dia shalat dan tidak memiliki kain penutup kecuali yang menutupi antara pusar dan kedua lututnya, maka shalatnya sah.

Konteks pembahasan aurat dalam shalat ini adalah dalam konteks yang minimal sah shalatnya. Namun tidak sepantasnya seorang muslim memakai pakaian yang tidak pantas didalam shalatnya.

Hendaknya bagi setiap muslim menggunakan pakaian yang terbaik yang terindah pada saat melaksanakan shalat, baik dari sisi bentuknya, kebersihannya maupun baunya.

Allāh Ta’āla berfirman,

يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Wahai anak adam pakailah perhiasanmu setiap pergi ke masjid”
(Qs. Al A’rāf : 31)

↝Maksudnya adalah pakailah pakaianmu yang terbaik, karena ini salah satu perhiasan seorang laki-laki (pakaian yang bagus, pakaian yang baik).

Adapun aurat budak wanita pada saat diluar shalat adalah seperti wanita merdeka.

↝Disini ada khilaf sebagian mengatakan yaitu:

Pendapat Pertama:
Seluruh tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak tangan menurut sebagian pendapat para ulama diantaranya adalah madzhab syafi’i.

Pendapat Kedua:
Menutup seluruh tubuhnya tanpa terkecuali menurut sebagian madzhab atau pendapat ulama yang lainnya.

Seorang wanita wajib dia menutup auratnya, dan bagi wanita yang tidak menutup auratnya, maka :

• Dia telah bermaksiat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan melanggar perintah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
• Dia mendapatkan dosa setiap saat dia membuka auratnya (musibah yang sangat besar).
• Dia mendapatkan dosa dari fitnah yang ditimbulkannya atau bencana yang dihasilkannya, yaitu dimulai tatkala seorang laki-laki yang melihat auratnya, kemudian timbul syahwat kemudian laki-laki tersebut melakuan perkara-perkara yang tidak diridhai Allāh Subhānahu wa Ta’āla atau perkara-perkara dosa lainnya.

Oleh karena itu nasehat bagi setiap wanita untuk menutup auratnya agar menjadi keselamatan didunia dan diakhirat kelak.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

______________________

◆ Yuk…. Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām

| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ; 0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
———————————-

Telat

Terengah – engah aku berlari memasuki pintu berteralis kayu sebuah resturant.

“Mbak .. Mbak.. tasnya ketinggalan!,” teriak tukang ojek yang tadi memboncengku.

“Aduh iya!,” aku kembali menghampiri si tukang ojek dan mengambil paper bagku.

“Makasih ya Mas!,”

Aku melihat pantulan diriku di kaca pintu masuk. Kerudungku tak karu- karuan bentuknya, tersapu angin dan kena helm saat naik ojek tadi. Dengan cepat kubetulkan sebisanya.

Aku sudah terlambat!

Kulihat segerombolan ibu- ibu berkerudung hitam duduk mengitari sebuah meja panjang. Tanpa babibu kuambil tempat duduk di paling ujung. Setelah menebar senyum dan salaman kanan kiri, aku menyimak obrolan.

Sambil kuseka keringatku di kening, kupandangi ibu- ibu yang hadir itu satu persatu, baru kusadari tak satupun yang ku kenal!

Lalu ada bayangan mendadah- dadahkan tangannya padaku di pojok sebelah kanan restoran. Ternyata Agris, temanku bersama beberapa ibu- ibu lain janjianku hari ini, si Agris melotot ke arahku dan berkata,

“Kamu ngapain disitu?!”

– the end –

Kiat Merencanakan dan Mengelola Keuangan

🍇🍒Cemilan Rabu #8.4🍒🍇

Institut Ibu Profesional Jakarta pada tanggal 22 Agustus 2017 diundang untuk menghadiri peluncuran *Gerakan Indonesia Cerdas Finansial* Sebuah gerakan nasional yang didukung OJK guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia. IIP diundang karena pelaksana menyadari peranan ibu penting dalam mendidik anak-anak cerdas finansial sejak usia dini.
Materi yang diberikan pada seminar tersebut, dirasa pas dengan materi kita kali ini. Kami hadirkan resume seminar, semoga bermanfaat bagi teman-teman peserta kelas Bunda Sayang.

🍁☘🍁☘🍁☘🍁☘🍁☘

*Kiat Merencanakan dan Mengelola Keuangan*

Oleh bpk Eko P Pratomo

Perencanan keuangan penting dipahami setiap orang karena berdasarkan survey OJK, tingkat financial literacy Indonesia terendah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Rendahnya literasi keuangan ini tidak hanya berdampak pada keluarga namun juga berpotensi menyebabkan krisis ekonomi suatu negara. Misalnya saja rendahnya kesadaran menabung bisa menurunkan tingkat pembangunan nasional.

Berikut 9 kiat dalam merencanakan dan mengelola keuangan.

1⃣Pentingnya memiliki mimpi.
Setiap keluarga perlu punya impian. If you lose6 your dreams, you have lost your life. Maka milikilah impian untuk keluarga kita, misalnya pendidikan tinggi, rumah, dll.

2⃣ Buat Prioritas dalam Budget Rumah Tangga
Jika pendapatan adalah 100% maka 20% atau lebih dimasukan ke pos tabungan. 40 – 70 % merupakan pengeluaran prioritas seperti biaya rumah tangga, pendidikan anak, kesehatan, sosial.
0 – 30% merupakan pengeluaran tambahan seperti hiburan atau liburan.

3⃣Miliki neraca keuangan keluarga.
Tiap keluarga perlu memahami kondisi keuangan keluarga, caranya dengan membuat data tertulis berapa aset atau kekayaan dan berapa kwwajiban / hutang.

4⃣Miliki dana darurat
Dana darurat adalah dana yang disiapkan6 stand-by untuk kondisi darurat misalnya saat kita kehilangan pendapatan, orang tua sakit, rumah bocor, dan lain lain yang bukan merupakan budget rutin.

5⃣Memiliki proteksi asuransi

6⃣Jika berhutang maka perlu memiliki management hutang yang sehat. Seperti kesanggupan bayar maksimum 30% dari pendapatan. Jangan pernah berhutang melebihi 30% ini. Kemudian perhatikan juga jangka waktunya sesuai penggunaan dana.
7⃣Hati-hati menggunakan kartu kredit

8⃣ Belajar untuk berinvestasi

9⃣ Selalu Bersyukur
Kuatkan mental merasa bersyukur atas apa yang sudah dimiliki dan perbanyak bersedekah.

Sebagai penutup, ada kalimat yang mengingatkan kita agar lebih meningkatkan kecerdasan finansial:
*”Sejak kecil kita diajarkan sekolah dan bekerja untuk mencari uang tapi kebanyakan dari kita tidak diajari bagaimana cara mengelola uang”*
-Eko P Pratomo-

_Materi ini disampaikan pada event Gerakan Indonesia Cerdas Financial, tanggal 22 Agustus 2017 di Soehanna Hall, Energy Building. Bapak Eko P Pratomo adalah pendiri Syamsi Dhuha Foundation, sebuah lembaga finansial sosial untuk penyandang lupus_

*/Tim Buku Fasilitator Bunda Sayang Nasional/*

Cerdas Finansial Ibu Berpengaruh pada Anak

_Institut Ibu Profesional_
_Review Materi Sesi 8_

*CERDAS FINANSIAL IBU BERPENGARUH PADA ANAK*

Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan di kelas bunda sayang yang ke #8 kali ini. Kita sudah melewati 2/3 perjalanan kita.

Sejatinya di materi kali ini kita ditantang untuk menjadi cerdas finansial dengan cara memandu anak-anak ( Learning by Teaching).

Maka langkah yang kita ambil adalah memahamkan diri kita terlebih dahulu bahwa uang adalah bagian kecil dari rezeki.

Selanjutnya belajar mengelola uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan.

Kita sedang tumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggung jawab terhadap bagian rezeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini.

Maka kuncinya adalah mulai dari orangtuanya.

Salah satu peran kita sebagai Ibu bukanlah untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan kepada anak dan keluarga kita.

Peran tersebut perlu ilmu.

*Hargai dengan baik segala ikhtiar pekerjaan menjemput rejeki, baik yang kita lakukan maupun yang dilakukan pasangan kita. Hal ini membuat penghasilan yang akan diterima akan lebih berharga*

Anak-anak harus paham, tidak ada pekerjaan yang hina di muka bumi ini selama untuk menjemput rejeki yang halal.

*Habiskan uang di jalan yang benar*

Kebiasaan lama kita adalah menyisakan uang agar bisa menabung, investasi dan lain-lain. Namanya menyisakan pasti kecil.

Maka ubah dengan cara merencanakan dengan baik, dan habiskan uang di jalan yang benar.

Contoh :

_Cashflow orang yang bermental miskin_

Pendapatan 100

Pengeluaran:
Shopping 57,5
Cicilan hutang 30
Sosial 2,5
——————————–
Sisa 10 baru ditabung

_Cashflow orang yang bermental kaya_

Pendapatan 100

Pengeluaran :
Zakat, infaq, sedekah 2,5
Cicilan hutang 30
Investasi 10
Kebutuhan pribadi 57,5
—————————————
Sisa 0

Dua cashflow di atas angkanya sama tapi beda.

Di cashflow orang yang bermental miskin, pengeluaran pertama adalah untuk memenuhi hak diri sendiri dulu, baru hak orang lain ( cicilan hutang dsb), hak untuk Allah, apabila ingat, dan sisanya baru ditabung atau investasi.

Sedangkan cashflow orang yang bermental kaya, sudah siap menghabiskan pendapatannya di jalan yang benar, dengan prioritas sbb :
☘Hak Allah terlebih dahulu ditunaikan.
☘Menyelesaikan hak orang lain (mis :cicilan hutang)
☘Menganggarkan untuk investasi
☘Baru memenuhi kebutuhan kita sendiri

Habis tak bersisa.

Pertanyaannya sekarang,

*Ingin memiliki anak-anak yang bermental kaya atau bermental miskin?*

Mental ini akan menentukan gaya hidup seseorang. Orang yang bermental kaya selalu ingin berbagi, meninggikan kemuliaan dengan _tangannya di atas_ meski pendapatan yang diterima kecil.

Sedangkan orang yang bermental miskin, selalu berharap menerima sesuatu, lebih merelakan _tangan di bawah_ meski pendapatannya besar.

Orang yang bermental miskin membeli sesuatu sesuai “selera” dan membeli di saat “bisa”

Orang yang bermental kaya membeli sesuatu sesuai “fungsi” dan membeli di saat “perlu”.

Sebenarnya,

*Biaya hidup itu murah, yang mahal adalah gaya hidup*

Selamat berproses, karena cerdas finansial, tidak hanya berkaitan dengan cashflow dan rupiah yang kita catat, tapi lebih dari itu, erat kaitannya dengan mendidik mental anak kita dan menanamkan pola gaya hidup yang benar.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang Nasional/

📚Sumber Bacaan :
_Ahmad Ghozali, Habiskan Saja Gajimu, Jakarta, 2010_

_Institut Ibu Profesional, Bunda Produktif, 2015_